Kategori: MEKKAH

  • Jamaah Haji Khusus An-Nur Maarif Jalani Lempar Jamarat di Mina, Lengkapi Rangkaian Puncak Haji 1447 H

    Jamaah Haji Khusus An-Nur Maarif Jalani Lempar Jamarat di Mina, Lengkapi Rangkaian Puncak Haji 1447 H

    MEKKAH.KN— Jamaah haji khusus An-Nur Maarif saat ini tengah berada di Mina, Arab Saudi, untuk melaksanakan lempar jamarat pada hari kedua Tasyrik sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Prosesi tersebut dilaksanakan setelah seluruh jamaah menyelesaikan puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah, kemudian bermalam atau mabit di Muzdalifah sebelum bergerak menuju Mina.

    Pembimbing haji, Ustaz Rahmat, Kamis (28/5/2026), menyampaikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi baik dan fokus menjalankan rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat Islam.

    “Alhamdulillah seluruh jamaah kini berada di Mina untuk melaksanakan lempar jamarat hari kedua. Ini merupakan bagian penting dari prosesi ibadah haji setelah wukuf di Arafah,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaan ibadah di Mina, jamaah melempar tiga jamarat, yakni Jamarat Ula, Wustha, dan Aqabah, sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah SWT.

    Setelah menyelesaikan rangkaian lempar jamarat dan mabit di Mina, jamaah dijadwalkan kembali ke hotel transit di Mekkah untuk melanjutkan ibadah thawaf ifadah, sa’i, serta memperbanyak ibadah di Masjidil Haram.

    Selain memperdalam ibadah spiritual di Kota Suci Mekkah, jamaah juga akan mengikuti ziarah kota mengunjungi sejumlah tempat bersejarah Islam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah Al-Munawwarah.

    Di Madinah, jamaah akan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah, serta mengunjungi sejumlah situs sejarah perjuangan Rasulullah SAW sebagai bagian dari pendalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.

    Perjalanan ibadah haji jamaah An-Nur Maarif dijadwalkan berakhir pada pertengahan Juni 2026 dengan rute kepulangan Madinah–Mumbai–Jakarta sebelum kembali ke Makassar.

    Momentum ibadah haji ini diharapkan menjadi sarana penyucian diri, peningkatan keimanan, serta mempererat hubungan spiritual jamaah kepada Allah SWT setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

  • Menag Nasruddin Umar Tekankan Dakwah Moderat dalam Peluncuran Platform Digital Rabithah di Makkah

    Menag Nasruddin Umar Tekankan Dakwah Moderat dalam Peluncuran Platform Digital Rabithah di Makkah

    MAKKAH.KOMPAKNEWS.My.id– Kementerian Agama RI menghadiri peluncuran resmi platform elektronik Liga Dunia Islam (Rabithah al-‘Alam al-Islami) yang digelar di Makkah Al-Mukarramah pada Rabu (26/11/2025).

    Meski tidak hadir secara langsung, Menteri Agama Prof. Nasruddin Umar menunjuk Dr. Muchlis Muhammad Hanafi sebagai perwakilan resmi untuk membacakan sambutan, didampingi Staf Ahli Menteri Agama Dr. H. Bunyamin Yafid, Lc.

    Acara peluncuran tersebut juga dihadiri Ketua DPR RI Ahmad Muzani, anggota DPR RI Hidayat Nur Wahid, serta tokoh nasional Din Syamsuddin.

    Sementara itu, dari pihak internasional hadir Sekretaris Jenderal Rabithah Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa, penasihat Kerajaan Arab Saudi Ali Syekh, serta perwakilan dari berbagai negara anggota Rabithah al-‘Alam al-Islami.

    Dalam sambutan yang dibacakan Muchlis Hanafi, Menag Nasruddin Umar menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah strategis Rabithah yang meluncurkan platform digital baru sebagai wadah pengembangan dakwah dan pemikiran Islam.

    Ia menyebut platform tersebut sebagai proyek visioner yang menunjukkan kemajuan kelembagaan serta kesiapan dunia Islam dalam menghadapi dinamika teknologi.

    “Peluncuran platform digital Rabithah al-‘Alam al-Islami merupakan proyek visioner yang menegaskan komitmen Rabithah dalam mengembangkan perangkat dakwah dan pemikiran Islam secara profesional sesuai dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini,” ujarnya.

    Menag juga menegaskan pentingnya kehadiran Indonesia dalam mendorong dakwah moderat, khususnya di ruang digital. Menurutnya, platform baru ini selaras dengan agenda Indonesia dalam memperluas kerja sama keilmuan dan kolaborasi antar-lembaga Islam dunia.

    “Momentumnya semakin istimewa karena dilaksanakan di Makkah al-Mukarramah, tempat turunnya wahyu di sisi Ka’bah yang mulia,” lanjutnya. Menag turut menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir, seraya berharap dapat melakukan kunjungan balasan pada kesempatan mendatang.

    Dalam sambutannya, Menag juga menyoroti tantangan era digital, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan dampaknya terhadap otoritas keagamaan di ruang publik.

    Ia menilai peluncuran platform digital Rabithah sebagai langkah strategis untuk menjaga otentisitas nilai keislaman dan memperkuat peran ulama dalam menghadapi penetrasi informasi yang semakin kompleks.

    “Ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan infrastruktur pengetahuan global yang menjaga otentisitas nilai, memuliakan kedudukan ulama, dan mengokohkan moderasi dalam wacana keislaman,” tegasnya.

    Melalui kehadiran perwakilan resminya, Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai negara Muslim terbesar yang konsisten memperkuat dakwah moderat dan memperluas jejaring keilmuan di tingkat internasional.

    Peluncuran platform digital Rabithah diharapkan menjadi pintu bagi kerja sama yang lebih intensif dalam membangun ekosistem dakwah yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing di era digital.