Blog

  • Diduga Curi Dua Jerigen Pertalite, Pria 39 Tahun Diamankan di Kanyuara

    Diduga Curi Dua Jerigen Pertalite, Pria 39 Tahun Diamankan di Kanyuara

    SIDRAP.KN— Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sidrap berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dua jerigen berisi 40 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite milik warga. Terduga pelaku diamankan di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Wattang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Senin (26/10/2026) sore.

    Terduga pelaku adalah “L” (39) berdomisili di wilayah Kabupaten Wajo dan memiliki alamat lain di Desa Mari-Mari, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick mengatakan bahwa penangkapan tersebut dilakukan setelah tim menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan seseorang yang wajahnya diduga mirip dengan pelaku pencurian yang terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.

    “Kasus ini bermula dari laporan pengaduan seorang warga bernama Masse. Ia melaporkan dugaan pencurian yang terjadi pada Minggu tanggal 11 Oktober 2026 di kolong rumah miliknya.” Ujarnya

    Dalam kejadian tersebut, dua jerigen berisi total 40 liter Pertalite dilaporkan hilang. Akibat peristiwa itu, korban diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp800 ribu.
    Menindaklanjuti informasi masyarakat, personel URC Resmob Polres Sidrap bergerak menuju lokasi untuk mengamankan pelaku yang sebelumnya telah diamankan oleh warga setempat.

    “Petugas kemudian membawa pria tersebut ke Posko URC Resmob Polres Sidrap guna menghindari kemungkinan aksi main hakim sendiri oleh warga yang telah berkumpul di lokasi. Kami juga turut mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan satu unit kendaraan bermotor roda dua tanpa plat nomor polisi.” Tutupnya

    Terduga pelaku bersama barang bukti (BB) kini diamankan di Mapolres Sidrap guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

  • Jalan Dicor, Camat Tellu Limpoe Imbau Pengguna Jalan Bersabar Selama 21 Hari

    Jalan Dicor, Camat Tellu Limpoe Imbau Pengguna Jalan Bersabar Selama 21 Hari

    SIDRAP, KOMPAKNEWS – Camat Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Ridwan Bactiar, mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di sekitar Tugu Kota Amparita, agar bersabar selama proses pengerjaan pengecoran jalan beton berlangsung.

    Penutupan jalan tersebut dilakukan untuk sementara waktu demi kelancaran dan keamanan pekerjaan. Berdasarkan pemberitahuan yang disampaikan, akses jalan di sekitar Tugu Kota Amparita ditutup mulai sehari sebelum pengumuman hingga 21 hari ke depan.

    Ridwan Bactiar berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan mematuhi aturan selama proses pengerjaan berlangsung.

    “Kami berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan di sekitar Tugu Amparita, agar bersabar untuk beberapa hari ke depan. Saat ini jalan sedang dalam proses pengecoran beton dan membutuhkan waktu hingga pekerjaan selesai,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap, khususnya Bupati H. Syaharuddin Alrif, atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Tellu Limpoe.

    “Atas nama masyarakat Kecamatan Tellu Limpoe, khususnya Kelurahan Amparita, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, atas pembangunan yang terus dilakukan di daerah kami,” ungkapnya.

    Menurut Ridwan, sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Tellu Limpoe telah mendapatkan pengerjaan. Sementara itu, ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan diharapkan dapat menunggu giliran karena pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap.

    Ia mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan dengan tetap menjaga ketertiban serta mematuhi pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

    “Kami mohon pengertian masyarakat. Bagi jalan yang belum dikerjakan, harap bersabar karena pembangunan dilakukan secara bertahap. Semoga pekerjaan ini berjalan lancar dan hasilnya dapat dinikmati bersama,” tambahnya.

    Pemerintah Kecamatan Tellu Limpoe juga mengingatkan pengguna jalan untuk sementara menghindari kawasan Tugu Kota Amparita dan mencari jalur alternatif selama penutupan berlangsung, apabila tersedia.(MD)

  • Harmoni dalam Toleransi, Esha Pratiwi Siswi Rohin SMAN 6 Sidrap Raih Juara I Nyanyi Solo di Hari Santri

    Harmoni dalam Toleransi, Esha Pratiwi Siswi Rohin SMAN 6 Sidrap Raih Juara I Nyanyi Solo di Hari Santri

    SIDRAP.KN— Prestasi membanggakan ditorehkan Esha Pratiwi, siswi Rohani Hindu (Rohin) SMAN 6 Sidrap, yang berhasil meraih Juara I lomba nyanyi solo pada pentas seni dalam rangka menyambut Hari Santri tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Bojoe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap. Keberhasilan Esha menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMAN 6 Sidrap sekaligus mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.

    Pembina Rohin SMAN 6 Sidrap, Jufri P., S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Esha Pratiwi atas partisipasinya hingga berhasil meraih prestasi tertinggi dalam lomba nyanyi solo tersebut.

    Menurut Jufri, keikutsertaan siswa-siswi Hindu dalam kegiatan menyambut Hari Santri, termasuk mengikuti perkemahan bersama peserta lainnya, merupakan wujud nyata kolaborasi dan toleransi di tengah keberagaman.

    “Ini menunjukkan bahwa kita perlu terus membangun kolaborasi dan menjaga toleransi antarumat beragama. Walaupun berbeda keyakinan, kita tetap bisa bersama-sama memeriahkan kegiatan dan saling mendukung,” ungkap Jufri.

    Ia berharap prestasi yang diraih Esha dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan bakat, meningkatkan kepercayaan diri, dan berani berkompetisi dalam berbagai kegiatan positif.

    Dukungan juga datang dari Kepala SMAN 6 Sidrap, H. Muhammad Arif, S.Pd., M.Si., yang mendukung partisipasi dan pengembangan potensi peserta didik, termasuk dalam kegiatan seni, keagamaan, serta aktivitas yang memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi.

    Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong siswa untuk berprestasi sekaligus membangun karakter yang menghargai perbedaan.

    Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kabupaten Sidrap, Soefarto, turut menyampaikan terima kasih kepada Jufri selaku pembina Rohin SMAN 6 Sidrap atas pendampingan, semangat, dan motivasi yang diberikan kepada para siswa.

    Ia mengapresiasi keberhasilan Esha Pratiwi meraih Juara I dan berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Hindu untuk terus mengembangkan kemampuan serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat.

    Prestasi Esha Pratiwi menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk berprestasi. Sebaliknya, melalui kolaborasi, dukungan sekolah, dan semangat toleransi, para pelajar dapat tumbuh bersama dalam suasana persaudaraan dan saling menghormati.(Madi)

  • Mappadendang di Kadidi, Bupati Sidrap Siapkan Tambahan Sumur Bor dan Target Panen 10 Ton per Hektare

    Mappadendang di Kadidi, Bupati Sidrap Siapkan Tambahan Sumur Bor dan Target Panen 10 Ton per Hektare

    SIDRAP.KN—Suasana syukur atas hasil panen mewarnai Pesta Panen Mappadendang di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Senin malam (19/10/2026).

    Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan pengairan, bantuan sumur bor, dan program listrik masuk sawah.

    Mengawali sambutannya, Bupati mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan warga Kadidi.

    Ia mengaku telah beberapa kali menghadiri kegiatan masyarakat setempat sejak masih menjabat Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan.

    Menurut Syaharuddin, kegiatan Mappadendang tersebut merupakan wujud kebersamaan masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

    Selanjutnya Syaharuddin mengutarakan, berbagai program yang dijalankan bersama mulai membawa perubahan di Kelurahan Kadidi.

    Ia menyebut 14 program kerja yang dijanjikannya telah berjalan, termasuk upaya menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani.

    Bupati kemudian memaparkan kondisi pertanaman di tengah kemarau akibat El Nino. Di Kelurahan Kadidi, dari 120 hektare lahan yang ditanami, 17 hektare mengalami kegagalan.

    Sementara itu, di Maccorawalie, dari 170 hektare lahan yang ditanami, 38 hektare dilaporkan gagal.

    Ia menjelaskan, sebagian petani Kadidi juga menggarap sawah di wilayah lain, termasuk Kanie dan Maccorawalie.

    Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah membuat ketersediaan air menjadi tantangan dalam mempertahankan produktivitas pertanian.

    Secara keseluruhan, Bupati menyebut luas lahan yang ditanami di Kecamatan Panca Rijang mencapai 3.800 hektare, dengan sekitar 600 hektare mengalami kegagalan akibat kemarau.

    Untuk tingkat kabupaten, ia menyebut sekitar 6.000 hektare dari 52.000 hektare lahan yang ditanami mengalami kegagalan, sedangkan sekitar 48.000 hektare berhasil.

    Menurutnya, keberadaan sumur bor membantu petani menghadapi keterbatasan air. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat program pengairan, termasuk listrik masuk sawah dan penambahan bantuan sumur bor bagi kelompok tani.

    “Program listrik masuk sawah sudah kita kerjakan tahun 2025. Karena pengalaman tahun ini, Insya Allah tahun 2027 bantuan bor akan ditambah,” ujarnya.

    Ia menargetkan pengembangan sumur bor di Kanie untuk membantu pengairan lahan pertanian, terutama saat pasokan air dari Bendung Bulo Timoreng terbatas.

    Bupati juga menargetkan produktivitas pertanian meningkat menjadi 9–12 ton per hektare. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kanie, Kadidi, Maccorawalie, Timoreng, Panua, Lalebata, dan Rappang.

    Selain pertanian, Syaharuddin mengajak masyarakat mendukung program pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Ia juga mendorong warga membiasakan kerja bakti setiap Jumat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

    Ia meminta Camat Panca Rijang menggelar lomba kebersihan lorong di Kelurahan Kadidi dan wilayah Kecamatan Panca Rijang sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

    Di bidang infrastruktur, Bupati menyampaikan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan pada November, meliputi jalan di Rappang, Lalebata, Lautang Salo, Lanrang, Bulo Watang, Bulo hingga Cipo, serta ruas Cenrana–Kadidi.

    Menutup sambutannya, Syaharuddin berharap musim hujan mendatang dapat mendukung peningkatan hasil panen dan pendapatan petani.

    “Setelah turun hujan kita akan menanam. Insya Allah targetnya 10 ton per hektare supaya harga gabah kita ke depan tambah bagus,” ujarnya.

    Turut mendampingi Bupati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Plt. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, serta Sekretaris Dinas TPHPKP Suryanto.

    Hadir pula Camat Panca Rijang Faradilla Bakri, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Panca Rijang, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta undangan lainnya.

  • Serunya Bupati Sidrap dan Istri Adu Racikan Nasi Goreng Ramaikan Hari Jadi ke-357 Sulsel

    Serunya Bupati Sidrap dan Istri Adu Racikan Nasi Goreng Ramaikan Hari Jadi ke-357 Sulsel

    MAKASSAR.KN—Suasana penuh keakraban dan keceriaan mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

    Salah satu kegiatan yang menarik perhatian ialah lomba memasak nasi goreng yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Ahad (18/10/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti Gubernur Sulawesi Selatan bersama Forkopimda dan para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

    Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap, Haslindah Syaharuddin.

    Berbeda dari agenda pemerintahan yang sarat dengan pembahasan kebijakan, kali ini para kepala daerah dan pasangan masing-masing tampil dalam suasana yang lebih santai.

    Mereka berbaur dan bercanda, sekaligus menunjukkan kekompakan melalui kegiatan memasak.

    Bupati Syaharuddin Alrif terlihat antusias mengikuti lomba. Bersama Haslindah Syaharuddin, ia mengolah dan meracik nasi goreng.

    Keduanya tampak kompak menyiapkan hidangan, mulai dari mempersiapkan bahan hingga proses memasak.

    Bagi Syaharuddin, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan. Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarpemimpin daerah sekaligus membangun kebersamaan dalam semangat Hari Jadi Sulsel.

    “Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah. Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat kekompakan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan,” ujar Syaharuddin.

    Ia menambahkan, memasak nasi goreng merupakan hal yang biasa dilakukannya. Pengalaman sebagai santri membuatnya terbiasa mengerjakan berbagai pekerjaan secara mandiri, termasuk menyiapkan makanan sederhana.

    “Masak nasi goreng ini hal biasa bagi saya. Dulu saya pernah menjadi santri, jadi sudah terbiasa memasak sendiri. Karena itu, kegiatan seperti ini bukan sesuatu yang asing,” kata Syaharuddin sambil tersenyum.

    Menurutnya, pengalaman hidup sebagai santri mengajarkan kemandirian, kesederhanaan, dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Nilai-nilai tersebut tetap dibawanya dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

    Ia menambahkan, kebersamaan seperti ini penting untuk terus dipelihara karena pembangunan Sulawesi Selatan membutuhkan sinergi seluruh daerah.

    “Kalau kita kompak, saling mendukung, dan bekerja bersama, tentu akan semakin banyak hal yang bisa kita lakukan untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” katanya.

    Kehadiran Bupati Sidrap bersama Ketua TP PKK dalam lomba tersebut menambah warna tersendiri dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Sulsel.

    Suasana santai ini menunjukkan bahwa di balik kesibukan menjalankan pemerintahan, para kepala daerah juga dapat membangun kedekatan melalui kegiatan sederhana yang sarat makna.

    Semangat kebersamaan itu menjadi bagian penting dari perayaan Hari Jadi ke-357 Sulsel, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk terus bersinergi menghadirkan Sulawesi Selatan yang semakin maju dan berkarakter.

  • Kasat Lantas Polres Sidrap: Stop Buang Puntung Rokok Sembarangan!

    Kasat Lantas Polres Sidrap: Stop Buang Puntung Rokok Sembarangan!

    SIDRAP.KN— Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Sidenreng Rappang (Sidrap), AKP. Mulyadi,mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya saat berkendara di jalan raya.

    Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas sekaligus mencegah terjadinya kebakaran akibat puntung rokok yang masih menyala.

    Kasat Lantas Polres Sidrap, Mulyadi, mengingatkan bahwa kebiasaan membuang puntung rokok dari kendaraan dapat menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya maupun lingkungan sekitar.

    “Jangan membuang puntung rokok sembarangan, apalagi dari kendaraan yang sedang melaju. Puntung rokok yang masih menyala berpotensi memicu kebakaran dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” demikian pesan imbauan dalam kampanye keselamatan tersebut.

    Masyarakat yang merokok saat berkendara diimbau untuk memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum membuangnya ke tempat yang aman. Pengendara juga diharapkan tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat membuang sampah, termasuk puntung rokok.

    Selain berpotensi menyebabkan kebakaran, tindakan tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Abu atau bara rokok yang terlempar juga berisiko mengenai pengendara di belakangnya.

    Kasat Lantas Polres Sidrap mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kebiasaan tertib dan bertanggung jawab saat berada di jalan raya.

    “Jangan biarkan kelalaian kecil menjadi bencana besar. Mari bersama-sama menjaga keselamatan, kebersihan lingkungan, dan keamanan pengguna jalan,” menjadi pesan utama dalam imbauan tersebut.

    Melalui imbauan ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan berlalu lintas serta berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

  • Stan Sidrap Jadi Magnet Pengunjung, Pangan Murah Laris di Hari Pertama Expo

    Stan Sidrap Jadi Magnet Pengunjung, Pangan Murah Laris di Hari Pertama Expo

    SIDRAP.KN—Stan Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi salah satu titik yang ramai diserbu masyarakat pada pelaksanaan Sulsel Expo & Culinary di Lapangan Hasanuddin, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Jumat (16/10/2026).

    Sejak sore hingga malam hari, masyarakat tampak antusias mendatangi stan Sidrap. Bukan hanya untuk melihat berbagai produk yang ditampilkan, tetapi juga berburu paket pangan murah yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

    Antusiasme masyarakat bahkan membuat sejumlah stok pangan murah yang disiapkan langsung habis terjual.

    Pada hari pertama expo, Pemkab Sidrap menyediakan 450 rak telur yang merupakan bagian dari 150 paket telur, serta 100 paket berisi beras premium 5 kilogram dan minyak goreng ukuran 2 liter.

    Paket pangan murah tersebut dibagi dalam dua jenis. Paket pertama berisi beras premium 5 kilogram dan minyak goreng 2 liter, sedangkan paket kedua berupa telur dalam satu ikat yang berisi tiga rak.

    Tidak hanya menyediakan pangan murah, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah turut membagikan telur dan beras secara gratis kepada masyarakat yang datang ke stan Sidrap.

    Sebanyak 20 rak telur rebus disiapkan oleh PT Malindofood, ditambah 10 rak telur dari peternak untuk dibagikan kepada masyarakat.

    Bupati Syaharuddin mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat mendapat sambutan positif.

    “Ini bukan sekadar pameran. Kita ingin kehadiran Sidrap di Expo ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemkab Sidrap menghadirkan pangan murah, bahkan ada yang kita bagikan secara gratis,” ujar Syaharuddin.

    Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan salah satu hal yang harus terus menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, Pemkab Sidrap akan terus menambah stok dan paket pangan murah selama pelaksanaan expo berlangsung.

    “Kita akan terus tambah paketnya. Stok telur, beras, dan minyak akan kita tambah. Selama masyarakat masih membutuhkan, kita akan berusaha memastikan persediaannya tersedia,” tegasnya.

    Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada para peternak dan pelaku usaha yang ikut mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, peternak, pelaku usaha, dan masyarakat penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

    “Peternak kita harus ikut tumbuh, pelaku usaha juga harus berkembang. Pemerintah hadir untuk membuka pasar dan mempertemukan produk daerah dengan masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah turut mendampingi Bupati Syaharuddin Alrif melayani masyarakat yang datang ke stan Sidrap.

    Keikutsertaan Kabupaten Sidrap dalam Sulsel Expo & Culinary tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum menghadirkan pangan murah dan memperkenalkan potensi pangan lokal kepada masyarakat Sulawesi Selatan.

    Sulsel Expo & Culinary berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Oktober 2026, di Lapangan Hasanuddin, Makassar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan.

    Dengan tingginya antusiasme pada hari pertama, Pemkab Sidrap memastikan akan terus menambah stok, khususnya telur, beras, dan minyak, agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati program tersebut selama expo berlangsung.

  • Perkuat Kamtibmas, Kapolres Sidrap Sambangi Masjid Lewat Subuh Keliling

    Perkuat Kamtibmas, Kapolres Sidrap Sambangi Masjid Lewat Subuh Keliling

    SIDRAP.KN— Kepolisian Resor (Polres) Sidrap menggelar kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Ikhlas Polres Sidrap pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah Polres Sidrap untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

      Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di jajaran Polres Sidrap dengan melibatkan para pejabat utama, personel Polres, hingga jajaran polsek. Selain melaksanakan ibadah bersama, personel kepolisian juga berdialog dengan para jamaah untuk menyerap aspirasi terkait keamanan lingkungan.

      Kapolres Sidrap, AKBP Indra Waspada Yuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun hubungan emosional serta memelihara kedekatan antara Polri, tokoh agama, ulama, dan masyarakat.

      “Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menjalin kedekatan, tetapi juga membuka ruang dialog langsung bagi warga untuk menyampaikan masukan, saran, atau keluhan terkait situasi kamtibmas,” ujar Indra.

      Indra turut mengimbau para jamaah dan personelnya untuk terus menggalakkan kegiatan ibadah lainnya. Menurutnya, pembinaan rohani yang baik akan berdampak positif pada pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

      “Kegiatan ini jangan hanya menjadi formalitas semata, melainkan harus terus berlanjut di seluruh masjid yang ada di wilayah Kabupaten Sidrap. Dengan begitu, kehadiran polisi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

      Melalui program Subuh Keliling ini, Polres Sidrap bertekad untuk terus meningkatkan kepercayaan publik. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan warga diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di Kabupaten Sidrap.

    1. Dialog Total Politik, Bupati Sidrap Beberkan Strategi Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

      Dialog Total Politik, Bupati Sidrap Beberkan Strategi Pembangunan di Tengah Efisiensi Anggaran

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan strategi menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di tengah efisiensi anggaran dalam dialog Indonesia Future Leader #2: Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo yang diselenggarakan Total Politik, Kamis (15/10/2026).

      Dialog tersebut menghadirkan sejumlah kepala daerah lainnya, yakni Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, serta Bupati Jember Gus Fawait.

      Dalam acara yang dipandu Budi Adiputro dan Arie Putra tersebut, Syaharuddin menegaskan efisiensi anggaran bukanlah hambatan, melainkan peluang bagi pemerintah daerah untuk semakin kreatif dan inovatif.

      “Ini peluang untuk kreatif dalam mengoptimalkan sumber daya serta menjalankan program prioritas Presiden, seperti swasembada pangan yang digalakkan di Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin.

      Ia mengungkapkan, APBD Sidrap yang sebelumnya mencapai Rp1,3 triliun mengalami penyesuaian hingga tersisa sekitar Rp1,09 triliun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah mengelola anggaran secara efektif agar program pembangunan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

      Syaharuddin kemudian memaparkan strategi pembangunan Sidrap melalui penguatan sektor unggulan, terutama pertanian, peternakan, dan pengembangan energi terbarukan.

      Pada sektor pertanian, ia menjelaskan produktivitas padi di Sidrap meningkat dari sekitar 7 ton menjadi 10–11 ton. Peningkatan tersebut didukung kelancaran pupuk, modernisasi pertanian, serta keterlibatan petani milenial yang sejalan program pemerintah pusat.

      Selain produktivitas, harga gabah juga mengalami peningkatan. Syaharuddin menyebut harga gabah yang sebelumnya berkisar Rp5.000 per kilogram naik menjadi Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram pada 2026.

      Ekosistem pertanian Sidrap, lanjut Syaharuddin, turut ditopang 284 pabrik penggilingan beras milik masyarakat. Produksi beras dari daerah ini dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan sejumlah daerah di Sulawesi.

      Di sektor peternakan, Sidrap mencatat produksi sekitar 5,4 juta butir telur per hari. Capaian tersebut memperkuat peran sektor pangan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.

      Strategi pembangunan itu juga tercermin dalam capaian indikator ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Syaharuddin menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen pada 2025, meningkat dari sekitar 4 persen pada 2024.

      “Dari sebelumnya Sidrap posisi 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, langsung naik menjadi peringkat pertama pertumbuhan ekonominya,” terangnya.

      Sementara itu, angka kemiskinan turun dari 5,6 persen pada 2024 menjadi 4,9 persen pada 2025, kemudian mencapai 4,65 persen pada tahun 2026 berdasarkan rilis data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).

      Syaharuddin turut menyoroti program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut memungkinkan anak memperoleh pendidikan sekaligus fasilitas pendukung yang memadai.

      Pada sektor energi, ia menyampaikan dukungan Sidrap terhadap pengembangan energi terbarukan, termasuk melalui keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang menjadi salah satu tonggak pengembangan energi angin di Indonesia.

      Dalam forum tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sidrap Mahluddin, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Sidrap Fandy Anshary.

    2. Perkuat Toleransi Beragama, Kapolres Sidrap Sambangi Tokoh Hindu Towani Tolotang

      Perkuat Toleransi Beragama, Kapolres Sidrap Sambangi Tokoh Hindu Towani Tolotang

      SIDRAP — Dalam upaya membangun komunikasi yang harmonis antarumat beragama sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda merangkul elemen masyarakat melalui kegiatan silaturahmi.

      Kapolres menyambangi tokoh agama Hindu Towani Tolotang di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, pada Kamis (15/10/2026) siang. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, kunjungan ini dimanfaatkan oleh AKBP Indra Waspada Yuda untuk memperkenalkan diri secara resmi sekaligus “mappatabe” (mohon izin dan permisi) sebagai warga baru di Kabupaten Sidrap.

      “Kami memohon kerja sama dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh agama serta pemerintah daerah, dalam menjaga kamtibmas agar wilayah kita tetap aman dan nyaman. Kami ingin mendengar langsung kondisi serta situasi di masing-masing wilayah, sehingga Polres Sidrap dapat memberikan pelayanan yang tepat dan optimal,” ujar Kapolres Sidrap.

      Kunjungan Kapolres tersebut mendapat sambutan hangat dari Tokoh Agama Hindu Towani Tolotang, Wa Goliga. Dalam dialog interaktif tersebut, Wa Goliga menyampaikan bahwa sikap saling menghargai dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Sidrap telah terbangun dengan sangat kuat sejak lama.

      “Masyarakat Hindu Towani Tolotang senantiasa hidup berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lainnya. Bahkan, kebersamaan tersebut terlihat nyata saat peringatan hari-hari besar keagamaan, di mana berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) lain turut serta membantu menjaga keamanan dan kelancaran acara.” Ujar Wa Goliga

      Kunjungan silaturahmi ini diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Sidrap yang aman, damai, dan kondusif.

    3. Kadis PSDA Sidrap Jelaskan Proyek Opla Rawa Sumpang Mango, Saluran Dibuat dengan Lebar Atas 6 Meter

      Kadis PSDA Sidrap Jelaskan Proyek Opla Rawa Sumpang Mango, Saluran Dibuat dengan Lebar Atas 6 Meter

      SIDRAP.KN— Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Safari Renata, angkat bicara terkait pelaksanaan proyek Optimalisasi Lahan Rawa (Opla Rawa) di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

      Penjelasan tersebut menyangkut pekerjaan saluran pembuang Sungai Salo Tengah yang berada di kawasan Sumpang Mango, Lancirang, hingga Ponrangae.

      Proyek tersebut sebelumnya menuai keluhan dari sejumlah petani yang mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan dan dimensi saluran yang dikerjakan di lapangan.

      Andi Safari Renata menjelaskan, kegiatan Opla Rawa merupakan program Kementerian Pertanian yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

      Khusus di Kabupaten Sidrap, pekerjaan saluran pembuang tersebut dilaksanakan pada 2026 melalui Dinas PSDA sebagai bagian dari kegiatan Opla Rawa skema non-TNI.

      Menurutnya, berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Pertanian, pelaksanaan Opla Rawa terbagi menjadi dua skema, yakni melalui TNI dan non-TNI. Untuk skema non-TNI, pelaksanaannya melibatkan instansi terkait sesuai mekanisme program yang telah ditetapkan.

      “Memang Opla Rawa ini ada dua, berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Pertanian, yaitu kegiatan yang dikerjakan oleh TNI dan non-TNI. Khusus untuk non-TNI, pelaksanaannya dikerjasamakan dengan Kementerian Pertanian dan PSDA,” jelasnya.

      Ia menyebutkan, program Opla Rawa non TNI di Kabupaten Sidrap dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pitu Riawa dan Kecamatan Dua Pitue.

      Adapun pekerjaan saluran pembuang di Sumpang Mango yang dipertanyakan petani masuk dalam kegiatan Opla Rawa non-TNI yang dilaksanakan melalui Dinas PSDA Kabupaten Sidrap.

      Terkait dimensi saluran yang menjadi perhatian masyarakat, Andi Safari Renata menegaskan bahwa pekerjaan tersebut mengacu pada desain teknis atau Site Instruction Drawing (SID) yang dikeluarkan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas).

      Berdasarkan penjelasannya, saluran pembuang tersebut direncanakan memiliki lebar dasar sekitar tiga meter, tinggi saluran empat meter, dan lebar bagian atas sekitar enam meter.

      Ia juga menjelaskan bahwa pekerjaan masih dalam tahap pelaksanaan dan baru berlangsung sekitar enam hari hingga satu minggu. Dengan demikian, pekerjaan di lokasi tersebut belum sepenuhnya rampung.

      “Pekerjaan ini masih berjalan. Setelah pekerjaan di satu sisi selesai, nantinya dilanjutkan di sisi sebelahnya. Jadi, bukan hanya satu sisi yang dikerjakan, tetapi dua sisi sesuai SID yang dikeluarkan oleh Unhas,” ungkapnya.

      Sebelumnya, sejumlah petani di Desa Sumpang Mango menyampaikan kekecewaan terhadap pelaksanaan Opla Rawa. Mereka menilai pekerjaan saluran pembuang tersebut perlu mendapat perhatian agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan pertanian dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

      Para petani bahkan mendatangi lokasi pekerjaan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Selain mempertanyakan dimensi saluran, mereka berharap pelaksanaan kegiatan dapat dievaluasi dan meminta agar TNI dilibatkan dalam pekerjaan Opla Rawa di wilayah tersebut.

      Keluhan itu muncul karena saluran pembuang memiliki peran penting dalam menunjang pengelolaan air di kawasan pertanian rawa. Saluran yang dibangun sesuai perencanaan diharapkan mampu mendukung kelancaran pembuangan air dan membantu petani mengelola lahan pertanian mereka.

      Di sisi lain, penjelasan Dinas PSDA Sidrap mengenai dimensi dan tahapan pengerjaan diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

      Aspirasi petani tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan, terutama terkait kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, dan kondisi nyata di lapangan.

      Pengawasan yang baik serta komunikasi terbuka antara pelaksana kegiatan dan kelompok tani diperlukan agar pembangunan saluran pembuang Sungai Salo Tengah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

      Petani berharap pekerjaan Opla Rawa di Sumpang Mango dapat dilaksanakan secara maksimal, sesuai desain teknis, dan memenuhi kebutuhan pengelolaan air untuk mendukung produktivitas pertanian di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. (ibe)

    4. Dinilai Tak Sesuai Hasil Pengukuran, Petani di Sidrap Protes Pengerjaan Saluran Oplah Rawa

      Dinilai Tak Sesuai Hasil Pengukuran, Petani di Sidrap Protes Pengerjaan Saluran Oplah Rawa

      SIDRAP.KN– Puluhan petani di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mendatangi lokasi pengerjaan optimalisasi lahan (Oplah) rawa berupa pengerukan saluran air, Kamis (15/10/2026).

      Kedatangan mereka untuk menyampaikan kekecewaan terhadap hasil pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan harapan dan kondisi saluran yang dibutuhkan petani.

      Para petani meminta pengerjaan tersebut dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi dan musyawarah bersama.

      Mereka khawatir pekerjaan yang terkesan asal jadi itu justru berdampak pada fungsi saluran irigasi yang sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pertanian.

      H. Zainuddin dan Lasse, yang mewakili aspirasi petani, menegaskan bahwa pekerjaan sebaiknya tidak dilanjutkan sebelum ada koordinasi dan kesepakatan bersama mengenai teknis pengerjaan di lapangan.

      Menurut mereka, anggaran yang digunakan bukan jumlah kecil sehingga pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan kebutuhan petani sebagai pihak yang akan merasakan langsung manfaat program tersebut.

      “Lebih baik dihentikan sementara daripada dikerjakan asal jadi. Musyawarahkan kembali dengan petani supaya hasilnya sesuai kebutuhan. Ini bukan anggaran kecil,” ungkap mereka.

      Petani juga mempersoalkan kondisi saluran yang dinilai justru menyempit setelah dilakukan pengerukan. Padahal, menurut mereka, saluran tersebut seharusnya diperlebar agar mampu menampung dan mengalirkan air dengan lebih baik.

      Mereka menyebut, berdasarkan kondisi dan kebutuhan awal, pengerjaan saluran diharapkan memiliki kedalaman sekitar dua meter dan lebar enam meter.

      Namun, hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan dinilai tidak sesuai dengan ukuran dan harapan tersebut.

      “Saluran yang dasarnya luas, kenapa justru dipersempit? Seharusnya diperlebar agar aliran air lebih bagus. Kami berharap pekerjaan ini diperbaiki sesuai hasil pengukuran awal,” keluh petani.

      Kekecewaan serupa disampaikan Mulyadi, salah seorang petani setempat. Ia meminta pengerjaan dihentikan sementara sambil dilakukan koordinasi ulang dengan pihak terkait agar pekerjaan optimalisasi lahan rawa benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

      Menurutnya, persoalan teknis seperti lebar dan kedalaman saluran perlu dibicarakan kembali agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, terutama ketika petani membutuhkan pasokan air untuk mengairi lahan pertanian mereka.

      Kepala Dusun I Desa Sumpang Mango, Andi Asri, mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan teknis yang terjadi dalam pengerjaan tersebut.

      Namun, ia menyebut sejak awal masyarakat berharap kegiatan itu dikerjakan oleh pihak yang sebelumnya terlibat dalam survei lokasi bersama petani.

      Ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang melaksanakan pekerjaan saat ini. Kondisi tersebut membuat petani mempertanyakan hasil pengerjaan yang dianggap berbeda dari harapan semula.

      Sementara itu, Kepala Dusun II Sumpang Mango, Mansur, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan yang menurut informasi warga dilaksanakan oleh pihak kontraktor.

      “Petani di sini sangat kecewa. Tidak seperti apa yang diharapkan dari awal saat pengukuran,” tegas Mansur.

      Petani menilai pelibatan TNI dalam pengerjaan optimalisasi lahan rawa perlu dipertimbangkan kembali.

      Pasalnya, sejak tahap awal, anggota Kodim 1420/Sidrap disebut telah bersama petani melakukan survei lokasi untuk menentukan kebutuhan pengerjaan agar sesuai dengan kondisi di lapangan.

      Mereka berharap pelaksanaan kegiatan dapat kembali dikoordinasikan dengan pihak-pihak yang memahami hasil survei awal serta kebutuhan petani, sehingga pekerjaan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal untuk mendukung pertanian.

      Berdasarkan informasi yang dihimpun, program optimalisasi lahan rawa tersebut mencakup wilayah Kecamatan Dua Pitue dan Pitu Riawa dengan luasan sekitar 1.700 hektare dan anggaran kurang lebih Rp7,9 miliar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian.

      Pengerjaan disebut telah berlangsung sekitar satu pekan, dengan panjang saluran yang direncanakan dikerjakan mencapai enam kilometer.

      Petani juga menyoroti skema pelaksanaan kegiatan yang mereka sebut sebagai swakelola tipe II. Mereka berharap mekanisme pelaksanaan dan pihak yang bertanggung jawab dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

      Para petani berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan di lapangan, mengevaluasi hasil pengerjaan, serta menggelar musyawarah bersama sebelum kegiatan dilanjutkan.

      Mereka menegaskan, tujuan utama program optimalisasi lahan rawa seharusnya meningkatkan fungsi saluran air dan mendukung produktivitas pertanian, bukan justru menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. (Ibe)