Kategori: Sidrap

  • Dari Kepolisian ke Kampus: Sidrap Bentuk Barikade Moral di Tengah Ancaman Zat Terlarang

    Dari Kepolisian ke Kampus: Sidrap Bentuk Barikade Moral di Tengah Ancaman Zat Terlarang

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Di bawah kepemimpinan AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., Polres Sidrap menampilkan wajah yang inklusif dan transformatif: bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai institusi yang hadir membangun masa depan generasi muda. Semangat itu tergambar nyata dalam forum Diskusi Publik bertajuk “Mewujudkan Generasi Bangsa yang Bebas dan Bersih dari Narkoba”, yang digelar Selasa siang (29/7) di Perpustakaan Daerah Sidrap.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh aliansi BEM Nusantara Daerah Sulawesi Selatan ini menghadirkan Wakapolres Sidrap, KOMPOL Sulkarnain, S.K.M., M.Adm., SDA, sebagai narasumber mewakili Kapolres. Dalam pemaparannya, KOMPOL Sulkarnain menyampaikan pesan strategis Kapolres bahwa upaya pemberantasan narkoba tak bisa dilakukan sendiri oleh aparat—diperlukan keterlibatan semua unsur masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, sebagai benteng awal.

    “Kapolres Sidrap sangat menaruh perhatian serius terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba yang mulai menyasar usia sekolah. Untuk itu, kami hadir bukan hanya membawa hukum, tapi juga membawa kepedulian, membawa ruang kolaborasi,” tegas KOMPOL Sulkarnain dalam paparannya.

    Ia membeberkan fakta lapangan mengenai peredaran narkoba di wilayah hukum Sidrap—jenis-jenis narkotika yang paling umum ditemukan, area yang rentan, hingga pendekatan hukum dan operasi lapangan yang selama ini dilakukan. Namun penekanan paling kuat justru pada pentingnya edukasi dini, pendampingan psikologis, serta sinergi dengan sekolah dan komunitas kampus.

    Diskusi publik ini juga menghadirkan Kepala BNNK Sidrap yang memaparkan data dan tren penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Ia mengulas berbagai program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) serta upaya mengintegrasikannya ke dalam kegiatan-kegiatan positif pemuda.

    Ketua KNPI Kabupaten Sidrap, dalam kapasitasnya sebagai representasi kepemudaan, menyampaikan tantangan generasi muda di era digital. Ia menekankan bahwa perang terhadap narkoba tak cukup hanya dengan slogan, tetapi memerlukan kehadiran ruang ekspresi sehat bagi pemuda, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Suasana forum menjadi hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah mengangkat pertanyaan kritis mengenai bentuk konkret dukungan dari BNNK dan Polres kepada mahasiswa dan pelajar. Jawaban yang diberikan menandai keseriusan lintas lembaga: dari penguatan forum anti-narkoba hingga program mentoring rutin dari pihak kepolisian.

    Pertanyaan lainnya datang dari pelajar SMA dan SMK yang mempertanyakan sikap aparat terhadap penyalahgunaan narkoba dan seks bebas di lingkungan sekolah. Jawaban yang diberikan tidak hanya normatif, melainkan reflektif—menunjukkan bahwa institusi negara hari ini bergerak lebih terbuka, komunikatif, dan solutif.

    Tiga penanya terbaik diberi penghargaan simbolik, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kepedulian mereka. Namun lebih penting dari itu, forum ini menanam benih kesadaran: bahwa memerangi narkoba bukan hanya tanggung jawab lembaga, tetapi juga keputusan pribadi dan kolektif untuk tidak membiarkan generasi ini jatuh dalam kubangan kegelapan.

    Kegiatan berjalan tertib dan sarat antusiasme. Di balik podium dan dialog, Polres Sidrap tampil sebagai institusi yang tidak sekadar hadir untuk mengatur, tapi juga mendengar, memahami, dan menumbuhkan. Di bawah arahan AKBP Dr. Fantry Taherong, institusi ini terus menjelma menjadi mitra sejati masyarakat—terutama generasi muda yang hari ini, bukan esok, harus dibekali untuk menjadi pelindung bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.

    Dengan langkah ini, Polres Sidrap tak hanya menjaga hukum, tetapi juga menegakkan harapan. (*)

  • Satresnarkoba Sidrap Gagalkan Peredaran Sabu, Sosok Oknum Kepala Desa Terungkap di Balik Kemudi

    Satresnarkoba Sidrap Gagalkan Peredaran Sabu, Sosok Oknum Kepala Desa Terungkap di Balik Kemudi

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Ketegasan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sidrap kembali berbicara lewat operasi malam hari yang presisi dan senyap. Sabtu, 26 Juli 2025, dua pria ditangkap saat melintas di Jalan Pengairan, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae. Salah satunya ternyata adalah oknum kepala desa aktif asal Kabupaten Bone.

    Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba IPTU Didi Sutikno Mugiarno, didampingi Kanit Lidik IPDA Azriel Munandar, usai menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai kendaraan mencurigakan yang diduga membawa narkotika dari arah Rappang menuju Pangkajene. Pembuntutan dilakukan dengan cermat sebelum kendaraan target dihentikan dan digeledah di lokasi.

    Dua orang pelaku, berinisial AT (36) dan AA (41), langsung diamankan. Nama terakhir belakangan diketahui merupakan oknum seorang kepala desa aktif dari wilayah Kabupaten Bone.

    Dalam penggeledahan tersebut, petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti: dua unit telepon genggam, satu unit kendaraan, dan yang utama—puluhan gram narkotika jenis sabu-sabu dalam kemasan siap edar.

    “Laporan masyarakat menjadi awal pengungkapan ini. Setelah kami pastikan ciri-ciri kendaraan, tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan dua orang berikut barang bukti sabu-sabu dalam jumlah cukup signifikan,” ungkap IPTU Didi.

    Kasat Resnarkoba juga menegaskan, kasus ini akan dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Penyidik tengah mendalami pola peredaran dan sumber pasokan barang haram tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berjejaring di luar wilayah Sidrap.

    Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong melalui IPTU Didi menyampaikan bahwa penindakan terhadap peredaran narkoba akan terus dilakukan secara intensif dan konsisten.

    “Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba membawa narkotika ke wilayah ini. Kami akan tindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

    Kedua pelaku kini diamankan di ruang Satresnarkoba Polres Sidrap untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hingga dua dekade penjara.

    Penangkapan ini bukan hanya penggagalan transaksi, tetapi juga peringatan keras: Sidrap tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba, dari mana pun datangnya dan siapa pun di baliknya. (*)

  • Tingkatkan Kompetensi Guru, Korwil Watang Pulu Gelar Pelatihan Bahasa Inggris Bersama UMR

    Tingkatkan Kompetensi Guru, Korwil Watang Pulu Gelar Pelatihan Bahasa Inggris Bersama UMR

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar Bahasa Inggris, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Watang Pulu bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Rappang (UMR) menggelar pelatihan bertema “Fun English Teaching for Elementary School Teachers”, Selasa (29/7/2025).

    Kegiatan yang berlangsung di UPT SDN 2 Lainungan ini dimulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, dan dibuka secara resmi oleh Korwil Watang Pulu yang diwakili oleh Kepala SDN 2 Lawawoi, H. Dirman Mana, S.Pd., M.Pd., selaku tuan rumah kegiatan.

    Dalam sambutannya, H. Dirman menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting mengingat mulai tahun pelajaran yang akan datang, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar. Ia menekankan bahwa para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

    “Setiap sekolah telah mengirimkan dua orang perwakilan guru untuk mengikuti pelatihan ini. Kami harap setelah kegiatan ini, kemampuan guru dalam mengajar Bahasa Inggris dapat meningkat dan berdampak positif bagi para siswa,” ujar Dirman.

    Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta, yang merasa terbantu dengan pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan dan aplikatif, sebagaimana dibawakan oleh para mahasiswa jurusan Bahasa Inggris UMR. Pelatihan ini juga menjadi ajang kolaborasi yang positif antara dunia pendidikan dasar dan perguruan tinggi di daerah.(*)

  • Pasca Pengunduran Diri Ketua KONI, Sahabuddin Pakkadja Resmi Jadi Plt

    Pasca Pengunduran Diri Ketua KONI, Sahabuddin Pakkadja Resmi Jadi Plt

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melakukan rapat pleno, yang mengagendakan pemilihan Pelaksana Tugas (Plt) setelah Ketua KONI, Ahmad Jafar dikabarkan telah mengundurkan diri sebagai Ketua sejak 24 Juli 2025.

    Rapat pleno yang digelar di Baruga Rujab Bupati Sidrap, Senin malam (28/72025), dihadiri unsur pimpinan, wakil-wakil ketua dan sekretaris berhasil memilih Sahabuddin Pakkadja sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Sidrap, untuk mengisi kekosongan dan menjalankan organisasi.

    “Sesuai prosedur, pemilihan Pelaksana Tugas (Plt) di KONI memang harus melalui rapat pleno yang dihadiri unsur pimpinan seperti para Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara,” ujar Plt Ketua KONI, Sahabuddin Pakkadja, usai pleno.

    Ia mengatakan, KONI Sidrap melakukan pemilihan Plt melalui rapat pleno, sebagai bentuk penguatan legitimasi dan bentuk tanggung jawab bersama secara organisasi. Pleno disaksikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga selaku pembina.

    Sahabuddin bukanlah orang baru di KONI Sidrap. Ia menjabat Wakil Ketua I, dan sudah berkiprah di induk cabang olahraga Sidrap itu, selama 6 tahun terakhir. Sahabuddin juga saat ini menjabat Wakil Ketua IPSI Sidrap.

    Ia mengatakan, selain penunjukan dan pemilihan Pelaksana Tugas, KONI juga membahas keberlangsungan organisasi ke depan serta melakukan persiapan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) untuk memilih Ketua Definitif.

    “Secara organisasi, KONI harus tetap jalan dan fokus pada pembinaan cabor untuk agenda ke depan. Makannya, berselang 4 hari setelah pengunduran ketua, panitia langsung koordinasi dengan KONI Sulsel untuk memilih Plt,” ujarnya.

    Terlebih, KONI Sidrap saat ini tengah mempersiapkan Cabor-cabor untuk menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan 2026 akan diselenggarakan di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. (*)

  • Dari Studio Indosiar ke Desa Kalosi: Ilham Junedy Disambut Hangat Keluarga Syaqira

    Dari Studio Indosiar ke Desa Kalosi: Ilham Junedy Disambut Hangat Keluarga Syaqira

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, menjadi saksi hangatnya sebuah pertemuan penuh cinta dan rasa kekeluargaan, pada Minggu (27/07/2025) kemarin.

    Dalam suasana yang sederhana namun menyentuh, keluarga besar Andi Syaqira, bintang cilik berbakat asal Sidrap yang bersinar di ajang DA7 Indosiar, menggelar silaturahmi istimewa dengan Ilham Junaedy (IJ) — Koordinator Nasional Syaqira Lovers.

    Kedatangan IJ yang dikenal dekat dengan seluruh komunitas fans Syaqira di tanah air, disambut hangat oleh ayah dan ibu A Syaqira, yakni Andi Zenal dan sang bunda tercinta. Tak hanya itu, kakek-nenek A Syaqira, serta adik kecilnya Andi Kenzo bersama mamanya, turut hadir dalam suasana yang dipenuhi rasa haru dan kebahagiaan.

    IJ yang hadir bersama rombongan — termasuk Hj. Emis dan H. A. Ahyani dari komunitas Mama Rempong Lovers, serta pengusaha muda asal Salomallori, Ika Suparto — tampak tak kuasa menahan rasa haru saat tiba di kediaman Syaqira.

    “Rasanya seperti pulang ke rumah sendiri. Sambutan keluarga A Syaqira luar biasa. Kami merasa sangat dihargai, diterima dengan tangan terbuka, dan penuh cinta,” ujar IJ dengan mata berkaca-kaca.

    Dalam suasana akrab penuh kekeluargaan, makan siang pun dihidangkan. Tidak ada sekat antara tokoh penggemar, masyarakat, hingga keluarga.

    Semua larut dalam suasana syukur dan bahagia. Hadir pula dalam momen tersebut Kadek Kalosi Alau, tokoh masyarakat Wa Tari, serta sejumlah warga yang telah lama mengikuti perjalanan Syaqira dari awal.

    Suasana makin haru ketika keluarga A Syaqira menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luar biasa komunitas Syaqira Lovers yang telah setia mendampingi perjalanan karier putri mereka. “Ini bukan hanya tentang dukungan di layar TV, ini tentang ikatan hati,” tutur sang bunda, penuh haru.

    Menariknya, di hari yang sama, Kepala Desa Kalosi Alau juga turut mengundang dan menjamu IJ beserta rombongan. Didampingi oleh jajaran staf desa serta mahasiswa UNHAS yang tengah menjalani program KKN, sang Kades menunjukkan sikap terbuka terhadap sinergi masyarakat, dunia pendidikan, dan tokoh komunitas nasional seperti IJ.

    “Ini bukan sekadar silaturahmi biasa,” ucap Kepala Desa Kalosi Alau. “Kami melihat semangat kebersamaan, semangat mendukung anak-anak muda berprestasi dari desa untuk tampil di panggung nasional. Dan kehadiran tokoh seperti IJ menjadi penyemangat kami semua.”

    IJ dalam keterangannya menyebut bahwa ia tak hanya merasa bahagia, tapi juga mendapatkan energi baru dari masyarakat Kalosi Alau.

    “Saya berharap ini bukan kunjungan terakhir. Ini awal dari silaturahmi panjang yang terus hidup. Syaqira bukan hanya milik orang tuanya, tapi sudah menjadi inspirasi bagi seluruh anak Indonesia, terutama dari desa-desa yang penuh talenta luar biasa.” tutup IJ penuh semangat.

    Silaturahmi ini menjadi cerminan betapa kehadiran tokoh-tokoh inspiratif yang membangun solidaritas sosial di balik popularitas artis muda seperti Syaqira, mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

    Dari panggung hiburan ke ruang tamu keluarga di desa, cinta dan kebersamaan tetap menjadi panggung paling bermakna. (*)

  • Pesta Gagal Total: Mobil, HP, Sabu, dan Ekstasi Jadi Bukti Jaringan Narkoba Dibongkar di Sidrap

    Pesta Gagal Total: Mobil, HP, Sabu, dan Ekstasi Jadi Bukti Jaringan Narkoba Dibongkar di Sidrap

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Perang melawan narkotika terus digencarkan jajaran Polres Sidenreng Rappang (Sidrap). Kali ini, Tim Satuan Reserse Narkoba kembali mencatat prestasi dalam menggulung sindikat narkoba lintas kota.

    Senin (07/07/2025), di Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, tiga pria muda asal Kota Makassar berhasil diringkus saat tengah membawa barang bukti narkotika dalam jumlah mencengangkan. Mereka adalah MF (20), RF (26), dan SR (27).

    Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencium aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Merespons cepat, Tim Satres Narkoba yang dipimpin langsung Kasat Narkoba IPTU Didi Sutikno Mugiarno dan Kanit Lidik IPDA Azriel Munandar, langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif.

    Hasilnya? Tim berhasil menggerebek lokasi dan mengamankan para pelaku beserta sejumlah barang bukti, antara lain:

    500 butir pil diduga ekstasi berlogo firaun warna biru (276 butir utuh, 224 butir pecahan),
    1 sachet kristal bening diduga sabu,
    1 batang pipa kaca pirex,
    1 buah pipet plastik,
    3 unit telepon genggam,
    dan 1 unit mobil pribadi yang diduga digunakan untuk transportasi narkoba.

    Dari hasil interogasi awal, terungkap bahwa narkotika tersebut didapat dari dua pria berinisial G dan E, yang kini menjadi target pengejaran lebih lanjut.

    “Penangkapan ini adalah bagian dari komitmen Polres Sidrap dalam memberantas peredaran narkoba. Kami tidak akan beri ruang sekecil apa pun untuk jaringan narkoba di wilayah hukum kami,” tegas IPTU Didi.

    Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, melalui Kasat Narkoba, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat.
    “Informasi masyarakat sangat vital. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba adalah tanggung jawab bersama.” tambahnya.

    Saat ini, ketiga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Sidrap untuk menjalani proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut. (*)

  • Wakapolres Bersama PJU Polres Sidrap Hadiri Zoom Meeting Anev Ketahanan Pangan

    Wakapolres Bersama PJU Polres Sidrap Hadiri Zoom Meeting Anev Ketahanan Pangan

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id- Wakapolres Sidrap Kompol Sulkarnain mengikuti kegiatan Zoom Meeting Analisa dan Evaluasi (Anev) Program Ketahanan Pangan Nasional, yang digelar secara serentak. Kegiatan ini membahas pencapaian target 1 juta ton jagung secara nasional, Senin (28/07/25) pagi

    Zoom meeting tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama, Kapolsek dan bhabinkamtibmas jajaran Polres Sidrap. Kehadiran Wakapolres bersama Pejabat Utama menunjukkan dukungan aktif jajaran Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas nasional.

    Zoom meeting tersebut membahas capaian-capaian yang telah diraih hingga triwulan ketiga tahun 2025, termasuk tantangan di lapangan serta langkah-langkah strategis yang perlu diambil untuk mencapai target nasional. Selain itu, koordinasi lintas sektoral juga ditekankan guna memastikan distribusi benih, pupuk, serta hasil panen berjalan lancar dan merata di seluruh wilayah.

    Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong melalui Wakapolres Kompol Sulkarnain menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan stakeholder terkait dalam mengawal dan mendukung program ketahanan pangan, terutama di wilayah Kabupaten Sidrap demi mencapai target 10.900 ton jagung.

    “Kami siap mendukung dan mengawal program ini, termasuk dalam pengamanan distribusi serta kegiatan pertanian yang menjadi bagian dari program nasional ini,” ujar Sulkarnain dalam sesi diskusi Zoom Meeting

    Dengan partisipasi aktif seluruh pihak, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat

    “Ketahanan pangan bukan hanya urusan nasional, tetapi juga bentuk kesiapan internal dan penguatan ketahanan institusi dari bawah. Polri, sebagai bagian dari komponen bangsa, memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan pangan, baik dalam mendukung masyarakat maupun untuk kebutuhan internal institusi,” lanjut mantan Wakapores Enrekang tersebut

    Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap ketersediaan pangan, Polres Sidrap bersama jajaran bertekad menjadikan ketahanan pangan sebagai bagian dari budaya institusi dan wujud kontribusi nyata Polri dalam menjaga stabilitas nasional dari sektor paling mendasar pangan.

  • “Tanah Negara Digasak, Rakyat Diteror! DPRD Sidrap Siap Buka-Bukaan”

    “Tanah Negara Digasak, Rakyat Diteror! DPRD Sidrap Siap Buka-Bukaan”

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Dugaan praktik mafia tanah kembali mencuat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Sedikitnya 60 hektar lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) eks Margareksa yang merupakan aset negara, diduga telah diperjualbelikan secara ilegal oleh oknum tertentu.

    Ironisnya, tanah-tanah tersebut kini bahkan disebut-sebut telah bersertifikat atas nama pihak-pihak tertentu.

    Aroma pelanggaran hukum ini diungkap langsung masyarakat dari tiga desa: Bendoro, Talumae, dan Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Dalam aksi penyampaian aspirasi yang digelar di Gedung DPRD Sidrap, Senin (28/7/2025), sekitar 150 warga mendesak DPRD membentuk tim investigasi untuk mengusut tuntas praktik yang dianggap mencederai hak negara dan warga lokal.

    Wakil Ketua DPRD Sidrap, Arifin Damis (PKS), yang menerima langsung aspirasi bersama anggota dewan lainnya — H. Abd Rahman 75 (NasDem), H. Sudarno (Gerindra), dan Agus Syam (PKS) — menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk menindaklanjuti laporan warga.

    “Kami akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan membentuk Satgas Khusus (Satgassus) untuk menginvestigasi kasus ini secara menyeluruh. Ini bukan masalah kecil, karena menyangkut aset negara yang tidak bisa diperjualbelikan seenaknya,” tegas Arifin.

    Dari laporan warga, modus yang digunakan para oknum terduga mafia tanah adalah dengan mengklaim tanah eks HGU sebagai milik pribadi melalui skema ganti rugi yang tidak sah. Lebih miris lagi, menurut warga, sejumlah preman bayaran dilibatkan untuk menekan masyarakat agar tidak melakukan perlawanan atau mengajukan klaim hak atas tanah.

    H. Abd Rahman 75 menyampaikan keprihatinannya atas maraknya dugaan transaksi ilegal tanah negara tersebut. “Ini persoalan lama yang terus dibiarkan. Sudah saatnya ada ketegasan dan langkah hukum. Kita akan kawal sampai tuntas,” tegasnya.

    Senada, H. Sudarno menegaskan bahwa semua pihak terkait harus dihadirkan dalam forum resmi. “Kami akan undang pihak kepolisian, kejaksaan, BPN, dan instansi teknis lainnya dalam RDP. Tidak boleh ada lagi celah bagi mafia tanah untuk beraksi,” ujarnya.

    Warga dalam orasinya menuntut lima poin, salah satunya adalah permintaan kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri alur kepemilikan dan penerbitan sertifikat atas tanah negara yang diperjualbelikan tersebut. Mereka juga mendesak aparat menindak tegas aktor intelektual di balik praktik mafia tanah yang telah menyebabkan konflik horizontal dan ketimpangan agraria di wilayah itu.

    Pembentukan Satgassus oleh DPRD Sidrap disebut akan menjadi langkah awal menyingkap tabir gelap persoalan ini, yang disinyalir telah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu.

    “Kami ingin keadilan. Tanah ini milik negara, tapi justru diperjualbelikan oleh oknum yang tidak punya hak,” tegas salah satu perwakilan warga dalam orasinya.

    Kasus ini menambah deretan panjang praktik dugaan mafia tanah di daerah, dan akan menjadi ujian serius bagi integritas DPRD dan aparat penegak hukum untuk menuntaskan sengkarut agraria di Sidrap. (*)

  • Rakyat Kepung DPRD! Bongkar Mafia Tanah di Balik HGU Margaressa

    Rakyat Kepung DPRD! Bongkar Mafia Tanah di Balik HGU Margaressa

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Dugaan praktik mafia tanah mencuat ke permukaan setelah warga Kelurahan Mojong dan Tellumae, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, menemukan adanya transaksi jual beli liar di atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT. Margaressa yang statusnya merupakan tanah negara.

    Tanah yang seharusnya menjadi aset publik itu, kini dikabarkan telah beralih tangan secara ilegal kepada pihak-pihak tertentu, bahkan telah terbit sertifikat atas nama perseorangan. Salah satu tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Sidrap, H. Abd Rahman, membenarkan temuan tersebut. Ia menyebut bahwa ratusan hektare lahan eks Margaressa telah dijual secara bebas oleh oknum tak bertanggung jawab, dengan dalih seolah-olah itu merupakan ganti rugi dari negara.

    “Ini jelas akal-akalan. Negara tidak pernah mengalihkan tanah itu untuk diperjualbelikan. Tapi oleh oknum, dilakukan transaksi, bahkan sampai keluar sertifikat. Ini patut diusut tuntas,” tegas H. Abd Rahman saat dikonfirmasi.

    Keresahan ini direspons serius oleh Forum Masyarakat Bendoro Bersatu Peduli Tanah Negara (FMB2PTN), sebuah forum yang terdiri dari warga terdampak langsung. Koordinator FMB2PTN, Abdul Razak, mengungkapkan bahwa lahan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dalam pertemuan resmi antara Pemkab Sidrap dan pihak PT. Margaressa pada periode 2015–2020. Saat itu, perusahaan menyatakan kesediaan melepaskan sebagian lahan HGU seluas 207 hektare, di mana 88 hektare di antaranya dialokasikan untuk dikelola produktif oleh masyarakat.

    Namun, hingga pertengahan tahun 2025 ini, janji tersebut belum terealisasi. Justru sebaliknya, muncul dugaan kuat bahwa tanah negara itu kini dikuasai oleh oknum tertentu yang menjualnya kepada pihak ketiga, tanpa proses legal dan transparan. Fakta di lapangan menunjukkan adanya aktivitas pembangunan dan penguasaan fisik oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak sah.

    Tudingan Mafia Tanah dan Penghilangan Aset Daerah

    FMB2PTN juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan jaringan mafia tanah dalam proses pengalihan lahan tersebut. Mereka mendesak pemerintah daerah, DPRD, hingga aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang telah merampas hak rakyat atas tanah negara.

    Tak hanya itu, forum juga mengangkat isu hilangnya aset daerah berupa Arena Motor Cross yang dahulu dibangun dengan dana APBD Sidrap. Arena tersebut kini raib, dan keberadaan fisiknya tak lagi jelas.

    “Ini bukan sekadar sengketa tanah. Ini soal sistematisnya penguasaan aset negara oleh segelintir pihak. Ada indikasi permainan yang melibatkan lebih dari satu aktor,” ujar Abdul Razak dengan nada prihatin.

    Ultimatum 14 Hari untuk DPRD dan Pemkab Sidrap

    Sebagai bentuk keseriusan, FMB2PTN telah melayangkan ultimatum selama 14 hari (7×24 jam) kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk:

    Menyatakan sikap resmi terkait status tanah eks HGU PT. Margaressa.
    Menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga.
    Menghentikan seluruh aktivitas jual beli ilegal di atas lahan negara.
    Mengembalikan hak-hak masyarakat atas lahan sebagaimana hasil kesepakatan sebelumnya.
    Mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas penghilangan aset Arena Motor Cross.

    Apabila hingga batas waktu tersebut tidak ada respons, forum menyatakan akan melangkah ke jalur konstitusional, termasuk:

    Menggelar aksi demonstrasi besar-besaran,
    Melibatkan media nasional dan lembaga pengawas independen,
    Mengajukan laporan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman RI, dan Komnas HAM.
    Desakan terhadap Reforma Agraria yang Berkeadilan

    Abdul Razak menegaskan bahwa konflik agraria ini harus menjadi titik awal bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan reforma agraria sejati, yang berpihak kepada rakyat dan bukan kepada kepentingan investor atau mafia tanah.

    “Tanah adalah sumber kehidupan. Bila negara membiarkan hak rakyat dirampas, itu berarti negara sedang mencederai konstitusinya sendiri,” ujarnya.

    FMB2PTN menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mengawal persoalan ini. Mereka berharap agar pemerintah tak sekadar menanggapi secara administratif, tetapi menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada rakyat, agar kepercayaan terhadap institusi publik tetap terjaga.

    Catatan Redaksi:
    Kami membuka ruang klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan tanggapan resmi. Media ini menjunjung tinggi prinsip keberimbangan informasi, akurasi, dan integritas jurnalistik. (*)

  • Rumah Warga Ludes Terbakar di Sidrap, Satu Keluarga Mengungsi

    Rumah Warga Ludes Terbakar di Sidrap, Satu Keluarga Mengungsi

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Sebuah rumah warga di Dusun 1 Sukeppe, Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, dilalap si jago merah pada Minggu malam, 27 Juli 2025, sekitar pukul 23.20 WITA. Diduga kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

    Dalam kejadian tersebut, satu unit rumah milik Munandar (29) rusak berat hingga rata dengan tanah. Ia tinggal bersama istrinya, Sapiah (29), dan anak laki-lakinya, Muhammad Salman (8). Ketiganya selamat, namun harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda.

    Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, namun dampak kebakaran sangat signifikan karena rumah berikut seluruh isinya habis terbakar. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 8 x 10 meter.

    Kepala BPBD Sidrap, H Sudarmin menyampaikan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang bersama aparat desa langsung melakukan peninjauan, koordinasi dengan pemerintah setempat, asesmen, serta dokumentasi untuk pelaporan lebih lanjut. Estimasi kerugian masih dalam proses perhitungan.

    Laporan ini disusun berdasarkan informasi dari TRC BPBD dan aparat kelurahan/desa setempat. BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang terus memantau kondisi dan siap melakukan penanganan lanjutan. (ibe)

  • Syaharuddin Alrif Tutup Turnamen Takraw Bupati Cup I, Alobo Farm Juara

    Syaharuddin Alrif Tutup Turnamen Takraw Bupati Cup I, Alobo Farm Juara

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Turnamen Sepak Takraw Local Pride Bupati Cup I 2025 resmi ditutup Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, Ahad (27/7/2025).

    Alobo Farm Watang Salo Rappang keluar sebagai juara pertama, disusul Asbar Community Baranti di posisi kedua. Adapun posisi ketiga diraih bersama oleh GTC Ignite dan Style SCND.

    Ajang ini digelar Ganggawa Takraw Club dan Pemerintah Kabupaten Sidrap selama tujuh hari, atau sejak 20 Juli 2025 di Lapangan Usman Isa, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.

    Bupati Syaharuddin menyampaikan selamat kepada para peserta dan penyelenggara atas suksesnya pelaksanaan turnamen tersebut.

    “Selamat kepada para juara. Ini adalah awal kebangkitan sepak takraw di Kabupaten Sidrap. Saya berharap proses seleksi atlet terus berjalan dan Pra-Porprov mendatang kita bisa masuk delapan besar,” ucapnya.

    Ia juga menyampaikan, Lapangan Takraw Usman Isa ditetapkan sebagai tempat latihan resmi PSTI Sidrap. Sementara untuk tingkat kecamatan, disiapkan sarana sport center.

    Syaharuddin tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan.

    Turut hadir pada penutupan turnamen, Kepala Dinas Porapar Sidrap, Patriadi, Ketua PSTI Sidrap yang juga Anggota DPRD, Sudarmin Baba, Anggota DPRD Andi Sugiarno, Camat Maritengngae Andi Surya Praja, Lurah Pangkajene Irwan, serta jajaran panitia.

  • Malomo Enterprise Persembahkan Stecu: Panggung Spektakuler Musik Lokal di Sidrap

    Malomo Enterprise Persembahkan Stecu: Panggung Spektakuler Musik Lokal di Sidrap

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Stadion Ganggawa, Sidenreng Rappang, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam, 26 Juli 2025. Ribuan penonton tumpah ruah dalam konser musik “Stecu” yang diprakarsai PT Malomo Enterprise, sebuah momen yang dinilai sebagai tonggak kebangkitan musik lokal dan penguatan ekosistem seni-budaya di Sulawesi Selatan.

    Konser yang berlangsung meriah ini menghadirkan sejumlah artis muda yang tengah naik daun, seperti Faris Adam dengan hits fenomenalnya “Stecu Stecu”, Jackson Zeran, dan sederet nama lainnya yang berhasil membius penonton lewat aksi panggung energik dan penuh semangat.

    Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya konser ini.

    “Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Baik dari unsur pemerintah daerah, pihak swasta, maupun masyarakat Sidrap,” ungkap Syaharuddin.

    Konser ini tidak hanya didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap, namun juga oleh tokoh-tokoh penting yang berada di balik layar kesuksesan acara.

    Nama-nama seperti Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Alif Zulkarnaen Husain (Ocha HDS), Abdul Rahman (Mr. Lombenk), hingga Abdul Rahman Mustafa (Dedi Berdhi) disebut sebagai bagian dari kekuatan kolaboratif dalam menyukseskan konser spektakuler ini.

    Ketua panitia pelaksana, Awaluddin Ahmad alias Alie Bro, bersama Koordinator Tim Work Konser Stecu, Robby Ukkas, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bekerja keras demi terselenggaranya acara ini.

    “Kami sangat bersyukur atas antusiasme luar biasa dari masyarakat Sidrap. Ini bukti nyata bahwa musik lokal punya tempat yang besar di hati publik,” ujar Alie Bro.

    Ia juga menyampaikan harapan besar agar konser seperti ini menjadi agenda tahunan yang bisa mendukung industri kreatif daerah.

    “Semoga ini bukan yang terakhir. Kami berharap ke depan, Sidrap bisa menjadi pusat pertunjukan musik terbesar di Sulsel, bahkan di Indonesia timur,” tutupnya. (ibe)