Blog

  • KNPI Sidrap Hadiri Bimtek P4GN, Dukung Langkah Konkret BNN dalam Cegah Penyalahgunaan Narkoba

    KNPI Sidrap Hadiri Bimtek P4GN, Dukung Langkah Konkret BNN dalam Cegah Penyalahgunaan Narkoba

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sidrap menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidrap. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 5–6 November 2025, bertempat di Kantor BNN Kabupaten Sidrap.

    Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BNNK Sidrap, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sidrap, peserta dari KNPI Sidrap, Karang Taruna, serta civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Sidrap. Kehadiran lintas elemen masyarakat tersebut menunjukkan keseriusan berbagai pihak dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi mencegah penyalahgunaan narkoba di daerah.

    Ketua KNPI Sidrap, Aswagino Ambo Asse, S.AP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat melalui bimbingan teknis yang bertujuan memperkuat peran serta berbagai kalangan dalam program P4GN. “Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangun kesadaran bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Aswagino menekankan bahwa kolaborasi antara BNN dan organisasi kepemudaan seperti KNPI perlu terus ditingkatkan agar program P4GN tidak berhenti pada tataran wacana. Ia menilai, generasi muda merupakan kelompok yang paling rentan sekaligus paling potensial untuk menjadi agen perubahan dalam gerakan anti-narkoba di Sidrap.

    Sementara itu, Imran, S.E, selaku perwakilan KNPI yang turut hadir, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “KNPI sangat menyambut baik kegiatan BNN Sidrap. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten, tetapi juga menjangkau kecamatan bahkan desa,” ungkapnya.

    Imran menambahkan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui ruang-ruang diskusi, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata dan berkelanjutan, seperti sosialisasi langsung kepada kalangan muda. “Pendidikan bahaya narkoba harus terus dilakukan agar generasi muda Sidrap tumbuh sebagai generasi bersih, sehat, dan produktif,” tutupnya.

  • Inovatif Kawal Swasembada Pangan, Bupati Syaharuddin Alrif Sabet Penghargaan tvOne

    Inovatif Kawal Swasembada Pangan, Bupati Syaharuddin Alrif Sabet Penghargaan tvOne

    JAKARTA. KOMPAKNEWS. My. Id—Kepemimpinan inovatif nan visioner Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif kembali mendapat pengakuan nasional.

    Jumat (7/11/2025), Syaharuddin dianugerahi penghargaan bergengsi dari tvOne dalam ajang Inovasi Membangun Negeri 2025 yang digelar di Studio tvOne The Convergence Indonesia, Jakarta.

    Sehari sebelumnya, Bupati Syaharuddin juga menerima penghargaan “Top Regional Food & Energy Security Champion” dari CNBC Indonesia.

    Dua apresiasi nasional beruntun ini menunjukkan konsistensi Sidrap di bawah kepemimpinan Syaharuddin dalam mewujudkan daerah yang mandiri pangan sekaligus pelopor energi hijau di Kawasan Timur Indonesia.

    Penghargaan dari tvOne mengusung kategori “Sinergi Swasembada Pangan Sidrap Maju” yang menyoroti keberhasilan Bupati Syaharuddin dalam menggerakkan sinergi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan.

    Syaharuddin dinilai sukses mengembangkan pertanian berkelanjutan, serta mendorong hilirisasi hasil tani menuju kemandirian daerah.

    Di bawah tangan dingin Bupati Syaharuddin, berbagai inovasi sektor pertanian dan energi terus digerakkan.

    Langkah-langkah strategis seperti program listrik masuk sawah, penerapan IP300, pengoptimalan brigade pangan, pupuk lancar, harga gabah stabil, pemanfaatan teknologi, hingga hilirisasi pertanian menjadi bukti nyata arah pembangunan Sidrap yang berkelanjutan.

    “Alhamdulillah, terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Sidrap. Penghargaan ini untuk kita semua. Semoga ke depan Sidrap bisa terus berinovasi serta makin maju dan sejahtera,” ujar Syaharuddin.

    Ajang tvOne Inovasi Membangun Negeri 2025 merupakan malam penganugerahan bagi tokoh dan pemerintah daerah yang dinilai berhasil menghadirkan gagasan kreatif dan program berdampak positif bagi masyarakat.

    Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan.

    Ia menegaskan, capaian tersebut bukanlah hal mudah, sebab di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, mereka tetap mampu menunjukkan hasil nyata melalui efisiensi, kolaborasi, dan inovasi.

    “Dalam situasi penuh ujian seperti sekarang, tampil para pemenang sejati, mereka yang memilih berpeluh, bukan mengeluh seraya melahirkan gagasan, semangat kolaborasi, dan ruang inovasi yang sejalan dengan arah yang diinginkan Presiden dan Menteri Dalam Negeri,” ujar Bima Arya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tvOne yang telah mengadakan ajang apresiasi tersebut.

    “Terima kasih kepada tvOne yang ikut menyumbang semangat menuju Indonesia Emas,” tandas Bima.

    Hadir mendampingi Bupati Sidrap pada acara ini, Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin, Plt Kadis Komunikasi dan Informatika Sidrap, Mahluddin Sam, serta Kabag Umum dan Protokol, Irham Imran.

  • Sidrap Bikin Bangga, Raih Penghargaan Nasional di CNBC Indonesia Awards 2025

    Sidrap Bikin Bangga, Raih Penghargaan Nasional di CNBC Indonesia Awards 2025

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menorehkan prestasi nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, Sidrap menerima penghargaan “Top Regional Food & Energy Security Champion” dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2025.

    Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, kepada Bupati Syaharuddin Alrif di studio CNBC Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

    Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin didampingi Ketua TP PKK Sidrap Hj. Haslindah Syaharuddin, Plt Kadis Kominfo Mahluddin Sam, Kabag Tata Pemerintahan Fandy Anshary, serta Kabag Umum dan Protokol Irham Imran.

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Sidrap memperkuat ketahanan pangan dan energi daerah, serta kontribusinya terhadap kemandirian nasional di dua sektor strategis tersebut.

    CNBC Indonesia menilai Sidrap mampu menjaga identitasnya sebagai lumbung pangan utama Sulawesi Selatan sekaligus menjadi pelopor energi hijau di kawasan Indonesia Timur.

    Bupati Syaharuddin menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Sidrap yang terus menjaga semangat pembangunan daerah.

    “Terima kasih atas dukungan segenap masyarakat Sidrap. Daerah kita dikenal sebagai lumbung pangan dan akan terus berkontribusi untuk swasembada pangan nasional,” tuturnya.

    Ia menambahkan, Sidrap juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan ke depan akan disusul dengan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Sementara Wamendagri Bima Arya menyampaikan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas capaian tersebut.

    “Selamat untuk Kabupaten Sidrap. Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain,” kata Bima Arya.

  • Pertanian Sidrap Menanjak di Tangan Syaharuddin Alrif

    Pertanian Sidrap Menanjak di Tangan Syaharuddin Alrif

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencatat lonjakan signifikan dalam produksi padi pada tahun 2025.

    Berdasarkan data Dinas Pertanian Sidrap, produksi gabah kering giling (GKG) tahun ini mencapai 556.362 ton, naik dari 447.856 ton pada 2024, atau meningkat sekitar 108.506 ton dalam satu tahun terakhir.

    Kenaikan ini menempatkan Sidrap di posisi ketiga tertinggi di Sulawesi Selatan setelah Kabupaten Bone (naik 168.530 ton) dan Wajo (161.691 ton). Sementara Kabupaten Pinrang berada di posisi keempat dengan kenaikan 25.981 ton.

    Jika dikonversi ke bentuk beras, Sidrap menghasilkan sekitar 319.261 ton beras pada 2025, meningkat dari 256.996 ton pada tahun sebelumnya.

    “Ini adalah wajah baru pertanian Sidrap. Pertanian adalah sektor utama, dan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak memajukannya,” kata Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, di Pangkajene, Kamis (6/11/2025).

    Lonjakan produksi ini disebut sebagai hasil dari serangkaian kebijakan intensifikasi pertanian yang dijalankan selama dua tahun terakhir, termasuk penerapan program IP 300 — sistem tanam tiga kali setahun di lahan produktif.

    Program ini diluncurkan sebagai upaya mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang mencapai 52.227 hektar di seluruh wilayah Sidrap. Melalui IP 300, petani tidak hanya menanam dua kali dalam setahun seperti sebelumnya, tetapi mampu menambah satu siklus tanam baru dengan manajemen irigasi dan penggunaan varietas unggul.

    “Sidrap ini lumbung padi Sulawesi. Kita punya tanah yang subur dan petani yang tangguh. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapat dukungan maksimal, mulai dari benih, pupuk, hingga teknologi,” ujar Syaharuddin.

    Data produksi padi Sidrap selama enam tahun terakhir menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Pada 2019, produksi tercatat sebesar 515.011 ton GKG, namun anjlok menjadi 443.800 ton pada 2020 akibat pandemi Covid-19 dan gangguan cuaca ekstrem.

    Setelah itu, tren mulai membaik. Tahun 2021 produksi naik menjadi 480.001 ton, lalu mencapai 535.316 ton pada 2022. Meski sempat menurun di 2023 dan 2024, tahun 2025 menjadi titik balik dengan capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

    Kepala Dinas Pertanian Sidrap, Ir. Andi Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa peningkatan produksi tahun ini tidak lepas dari optimalisasi irigasi dan peningkatan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

    “Bupati memberi perhatian besar pada sistem irigasi teknis dan non-teknis. Kita juga dorong kelompok tani agar lebih mandiri dalam pengelolaan air dan pemupukan,” kata Faisal.

    Bupati Syaharuddin juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Dalam dua tahun terakhir, ia beberapa kali bertemu dengan Menteri Pertanian di Jakarta untuk memperjuangkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, serta program peremajaan lahan.

    Langkah ini, menurutnya, penting untuk memperkuat basis produksi sekaligus menjaga regenerasi petani muda di daerah.

    “Pertanian bukan hanya sektor lama yang kita rawat karena nostalgia, tapi sektor masa depan. Anak-anak muda Sidrap harus melihat bahwa bertani juga bisa modern, bisa menguntungkan,” ujar Syaharuddin.

    Ia menegaskan, pembangunan pertanian di Sidrap bukan semata soal hasil panen, melainkan tentang ketahanan pangan dan martabat daerah.

    “Selama ini kita dikenal sebagai lumbung padi Sulawesi. Maka lumbung itu harus tetap penuh, bahkan melimpah. Ini soal identitas Sidrap,” ucapnya.

    Dengan peningkatan signifikan tersebut, Sidrap kini menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu sentra padi terbesar di Indonesia Timur.

    Dari total produksi gabah tahun ini, sebagian besar berasal dari kecamatan-kecamatan produktif seperti Watangpulu, Pitu Riawa, Baranti, dan Tellu Limpoe. Daerah-daerah ini menjadi fokus penerapan teknologi pertanian presisi serta pelatihan petani milenial.

    Pemerintah daerah juga tengah mengembangkan sistem pascapanen dan rantai pasok agar nilai jual beras Sidrap semakin kompetitif.

    “Petani tidak boleh berhenti di panen. Mereka harus sampai ke tahap nilai tambah, penggilingan, dan pemasaran. Kita ingin Sidrap punya brand beras sendiri,” kata Faisal menambahkan.

    Bagi warga Sidrap, keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Selain sebagai indikator keberhasilan pembangunan daerah, peningkatan produksi padi juga berdampak langsung terhadap perekonomian desa.

    Salah satu petani di Desa Mojong, Abdul Rahman, mengaku hasil panennya tahun ini meningkat hampir 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Ia menyebut, bantuan irigasi dan pendampingan penyuluh sangat membantu petani mengatur pola tanam.

    “Dulu kita cuma tanam dua kali. Sekarang bisa tiga kali setahun. Air cukup, pupuk lancar, dan hasilnya bagus,” ujarnya.

    Dengan capaian ini, Kabupaten Sidrap kini disebut-sebut sedang memasuki era kebangkitan pertanian baru, setelah beberapa tahun mengalami pasang surut produksi.

    “Sidrap tidak hanya tumbuh dari padi, tapi juga dari semangat petaninya,” ujar Syaharuddin menutup. (*)

  • Hidup Sehat Menjadi Gaya Hidup Masyarakat Sidrap

    Hidup Sehat Menjadi Gaya Hidup Masyarakat Sidrap

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Pagi itu, udara Pangkajene terasa jernih. Taman Usman Isa, yang biasanya teduh dan lengang, berubah menjadi lautan warna. Ribuan tenaga kesehatan berdatangan dari berbagai penjuru kabupaten. Ada yang mengenakan seragam putih, ada pula yang memakai kaus bertuliskan Hari Kesehatan Nasional 2025. Semuanya tersenyum.

    Belum ada pejabat utama pagi itu. Bupati H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Hj. Nurkanaah dijadwalkan hadir pada puncak acara, hari Minggu mendatang. Tapi tanpa mereka pun, semangat itu sudah menyala. Di panggung utama, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Ishak Kenre, berdiri memegang mikrofon, menyapa peserta dengan tenang. “Hari ini bukan sekadar perayaan,” katanya, “ini adalah gerakan bersama untuk hidup lebih bersih dan sehat.”

    Senam pagi menjadi pembuka. Musik mengalun ceria, dan barisan petugas medis bergoyang kompak. Di antara mereka, ada para direktur rumah sakit, para kepala puskesmas, hingga staf administrasi yang biasanya sibuk di balik meja. Semuanya turun ke lapangan.

    Di sisi taman, petugas Dinas Kesehatan menyiapkan meja panjang berisi sabun cair dan ember besar. Kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berlangsung riuh. Anak-anak sekolah ikut mencoba, disoraki para perawat. “Kebiasaan kecil seperti ini bisa menyelamatkan banyak orang,” ujar Dr. Ishak yang berjalan dari satu barisan ke barisan lain, memastikan semua ikut.

    Suasana makin hidup ketika lomba olahraga tradisional dimulai. Ada bakiak raksasa, ada tarik tambang antar-puskesmas. Tawa meledak setiap kali peserta terjatuh atau salah langkah. “Sehat itu tidak harus serius,” kata seorang kepala puskesmas sambil terengah, “kadang harus diselingi tawa.”

    Hari berikutnya, suasana berubah lebih tenang. Tim juri mulai berkeliling melakukan penilaian lomba kebersihan fasilitas kesehatan. Dari RSUD Arifin Nu’mang hingga Poskesdes di pinggiran desa, semuanya didatangi. Dr. Ishak ikut mendampingi, bukan hanya menilai laporan, tapi melihat langsung detail kecil: tempat sampah, sabun di wastafel, dan keramahan petugas. “Kebersihan itu bukan formalitas, tapi sikap,” katanya.

    Di Puskesmas Baranti, seorang nenek yang sedang berobat berkata, “Sekarang kalau datang ke puskesmas, rasanya nyaman.” Kalimat sederhana itu membuat panitia lomba tersenyum.

    Sementara di tenda besar yang berdiri di taman, kader Posyandu sibuk menimbang balita. Beberapa anak menangis, beberapa tertawa. Tapi semua tampak gembira. Sidrap hari itu seperti sedang belajar tersenyum lebih sehat.

    Kegiatan berlanjut dengan bakti sosial serentak di seluruh fasilitas kesehatan. Pemeriksaan gratis, donor darah, edukasi kesehatan — semuanya digelar bersamaan. Di RSUD Arifin Nu’mang, antrean warga sudah mengular sejak pagi. Para dokter muda memeriksa tekanan darah sambil sesekali bercanda dengan pasien. “Yang paling berat bukan sakitnya, tapi menunggu giliran,” kata seorang warga sambil tertawa.

    Dr. Ishak berpindah dari satu tenda ke tenda lain, berbicara langsung dengan warga tanpa jarak. “Kesehatan itu hak, tapi juga tanggung jawab,” katanya lembut.

    Dan sore itu, taman kembali ramai. Lomba olahraga tradisional menjadi penutup sementara sebelum puncak acara. Tarik tambang, lari karung, hingga lomba bakiak membuat suasana seolah pesta rakyat. Para tenaga kesehatan tidak lagi tampak lelah. Mereka menari, tertawa, menikmati sore yang penuh peluh namun bahagia.

    Di antara keramaian itu, terdengar satu pesan yang diulang berkali-kali: Sehat itu bukan acara. Sehat itu gaya hidup.

    Sidrap hari itu tak sedang menggelar seremoni, melainkan sedang menanamkan kebiasaan baru. Dan Dr. Ishak Kenre menjadi wajah dari semangat itu — tenang, bersahaja, tapi bekerja tanpa henti.

    Hari Minggu nanti, Bupati H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Hj. Nurkanaah akan memimpin langsung puncak acara. Tapi untuk para tenaga kesehatan yang sudah turun ke lapangan sejak awal pekan, semangat HKN 2025 sudah lebih dulu menyala.

    Karena di Sidrap, kesehatan bukan hanya urusan dinas — ia adalah cara masyarakat mencintai hidupnya sendiri.

  • Soefarto: Kami Banyak Belajar dari Ketulusan dan Kepemimpinan Dr. H. Muhammad Idris Usman

    Soefarto: Kami Banyak Belajar dari Ketulusan dan Kepemimpinan Dr. H. Muhammad Idris Usman

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Keluarga besar Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Dr. H. Muhammad Idris Usman, S.Ag., M.A. atas dedikasi, bimbingan, dan pengabdian beliau selama menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Sidrap.

    Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap, Soefarto, S.Ag, mengungkapkan bahwa kepemimpinan Dr. H. Muhammad Idris Usman telah menumbuhkan semangat kebersamaan, keteladanan, dan motivasi bagi seluruh jajaran di lingkungan Kemenag Sidrap.

    “Kepemimpinan beliau sangat menginspirasi. Kami banyak belajar dari ketulusan dan semangat beliau dalam membangun koordinasi dan pelayanan yang harmonis di lingkungan Kemenag Sidrap,” ujar Soefarto.

    Keluarga besar Penyelenggara Hindu juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Dr. H. Muhammad Idris Usman sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang.

    “Selamat dan sukses atas amanah baru Bapak sebagai Kepala Kemenag Pinrang. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kesuksesan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas di tempat yang baru,” tambahnya.

    Ucapan penuh kehangatan ini menjadi wujud penghormatan dan doa tulus dari keluarga besar Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap atas jasa dan keteladanan yang telah ditunjukkan selama masa kepemimpinan beliau.(*)

  • Syaharuddin Alrif: Imunisasi Adalah Hak Anak, Tanggung Jawab Kita Memenuhinya

    Syaharuddin Alrif: Imunisasi Adalah Hak Anak, Tanggung Jawab Kita Memenuhinya

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan gerakan “Sepekan Mengejar Imunisasi” (PENARI) yang berlangsung sejak 27 Oktober hingga 1 November 2025.

    Kegiatan ini menjadi rangkaian utama peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, sekaligus bentuk nyata keseriusan daerah dalam memastikan hak kesehatan anak terpenuhi secara merata.

    Selama sepekan pelaksanaan PENARI, Dinas Kesehatan Sidrap mencatat sebanyak 869 anak berhasil mendapatkan imunisasi kejar di seluruh wilayah kerja puskesmas.

    Puskesmas Lancirang menjadi yang tertinggi dengan capaian 165 anak, disusul Bilokka 127 anak dan Pangkajene 117 anak. Program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh tenaga kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan unsur masyarakat.

    Selain imunisasi, berbagai kegiatan promotif dan edukatif turut digelar, antara lain lomba video edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis serentak, lomba olahraga tradisional, senam kreasi CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), kampanye penuntasan TB pada kegiatan Car Free Day, serta pencanangan Desa Siaga Aktif TB serentak.

    Kegiatan ini melibatkan seluruh puskesmas dan rumah sakit di Sidrap, termasuk RS Adinda yang berpartisipasi aktif di bawah dukungan Bapak H. Rusdi Masse (RMS).

    Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif memberikan apresiasi tinggi atas kinerja jajaran Dinas Kesehatan beserta seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan PENARI.

    Menurutnya, imunisasi merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi sehat dan produktif.

    “Imunisasi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi adalah hak anak dan kewajiban kita bersama untuk memenuhinya. Anak-anak harus terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Ini tanggung jawab moral dan sosial kita,” tegas Syaharuddin Alrif kepada katasulsel.com, Sabtu, 1 November 2025

    Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan kesehatan seperti PENARI mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

    Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat program-program kesehatan preventif sebagai pondasi menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya saing.

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap dr. Ishak Kenre menyebut capaian PENARI tahun ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor yang efektif. Ia menilai peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi semakin terlihat dari antusiasme peserta di setiap wilayah kerja puskesmas.

    “Capaian 869 anak dalam sepekan adalah hasil kerja sama semua pihak. Ini bukan hanya angka, tetapi cerminan dari kesadaran masyarakat Sidrap terhadap pentingnya perlindungan kesehatan anak-anak kita,” ujar dr. Ishak Kenre.

    Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Sidrap akan terus memperluas jangkauan imunisasi dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari hak dasar kesehatannya. Selain itu, kegiatan dalam rangka HKN ke-61 diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

    Gerakan PENARI di Sidrap menunjukkan bahwa sinergi, kepemimpinan, dan kesadaran kolektif mampu menghasilkan perubahan konkret. Dengan semangat peringatan HKN ke-61, Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif meneguhkan langkah menuju terwujudnya masyarakat sehat, kuat, dan berdaya saing untuk Indonesia Emas 2045. (*)

  • Tangisan Bayi dalam Kardus Teh, Keajaiban Pagi di BTN Pucue

    Tangisan Bayi dalam Kardus Teh, Keajaiban Pagi di BTN Pucue

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Pagi di BTN Pucue, Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, biasanya berjalan tenang. Sabtu (1/11/2025) itu pun tak berbeda — udara masih lembap oleh sisa embun, dan beberapa warga terlihat berolahraga di sekitar lapangan. Namun, di balik ketenangan itu, sebuah tangisan kecil mengubah suasana menjadi haru.

    Sekitar pukul 06.30 WITA, Labuare (68), purnawirawan TNI, dan Usman (71), pensiunan pegawai, tengah jogging berdua seperti rutinitas mereka setiap pagi. Di sela langkahnya, terdengar suara tangisan bayi lirih dari arah Posyandu Asoka 4. Awalnya mereka mengira hanya ilusi telinga — tapi suara itu berulang, semakin jelas, dan memanggil naluri kemanusiaan mereka.

    Mereka pun mencari sumber suara. Di teras posyandu, di antara tumpukan barang bekas, tampak sebuah kardus bertuliskan “Teh Pucuk”. Ketika dibuka, betapa terkejutnya keduanya: di dalam kardus kecil berukuran sekitar 20 x 40 cm itu, terbaring seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki. Bayi itu dibungkus dengan jilbab hitam, beralaskan sarung coklat, dan di atasnya tergeletak lembaran seng bekas sebagai penutup.

    “Masih ada ari-arinya, Kak. Kami langsung gemetar waktu lihat,” tutur Labuare dengan suara bergetar, mengenang detik-detik yang tak akan pernah ia lupakan.

    Tanpa pikir panjang, keduanya segera menghubungi Polsek Watang Pulu. Tak lama kemudian, petugas piket bersama Bidan Kelurahan Lawawoi, Fitriani, datang mengevakuasi sang bayi ke Puskesmas Lawawoi.
    Di sana, dua bidan jaga, Salasiah dan Ida Damayanti, langsung memberi pertolongan pertama.

    Bayi itu ternyata lahir dengan kondisi sehat. Berat badannya 3,3 kilogram, panjangnya 49 sentimeter, dengan lingkar kepala 35 sentimeter. “Dia menangis kencang, kuat sekali. Tanda-tanda bayi sehat,” tutur salah satu bidan sambil tersenyum.

    Kini, si bayi tengah mendapatkan perawatan di ruang bersalin Puskesmas Lawawoi. Nantinya, ia akan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Sidrap untuk perlindungan dan pengasuhan lebih lanjut.

    Sementara itu, Tim Inavis Polres Sidrap telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang-barang yang ditemukan di sekitar bayi. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui siapa orang tua yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri.

    Di BTN Pucue, cerita tentang bayi itu terus menjadi buah bibir. Warga menyebutnya “bayi dari kardus teh”— simbol kecil dari kehidupan baru yang datang di tengah subuh Sidrap yang sunyi.
    Bagi sebagian warga, tangisan bayi itu bukan sekadar tanda lahirnya seorang manusia baru, tetapi juga pengingat akan kasih sayang dan tanggung jawab yang seharusnya tak pernah ditinggalkan. (*)

  • Bupati Sidrap Lantik 48 Pejabat di Pelataran Pasar Pangkajene

    Bupati Sidrap Lantik 48 Pejabat di Pelataran Pasar Pangkajene

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif melantik dan mengambil sumpah 48 pejabat administrator dan pengawas, Selasa (28/10/2025).

    Acara berlangsung di pelataran sebelah barat Pasar Sentral Pangkajene, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.

    Turut menghadiri pelantikan, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD H. Takyuddin Masse, para asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, serta undangan lainnya.

    Pelantikan yang melibatkan beberapa camat, kepala bagian, sekretaris serta kepala bidang OPD ini menjadi upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja birokrasi di lingkup Pemkab Sidrap.

    Dalam sambutannya, Syaharuddin menyampaikan bahwa pelantikan sengaja digelar di luar ruangan agar pejabat dapat melihat langsung kondisi masyarakat di sekitar lokasi.

    “Kami mau bagaimana Pasar Pangkajene dan pasar lainnya di Kabupaten Sidrap bisa lebih baik, bersih, dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, karena pasar merupakan salah satu sumber perputaran ekonomi Sidrap,” ujarnya.

    Bupati juga menekankan agar para pejabat, khususnya camat, menjaga kebersihan lingkungan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.

    “Kita ingin Sidrap menjadi daerah yang bersih, indah, dan sehat. Karena itu, setiap camat harus memastikan kebersihan jalan, drainase, fasilitas umum, dan kawasan perkantoran di wilayahnya selalu terjaga,” tambahnya.

    Di akhir sambutannya, Syaharuddin mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik dan berharap mereka dapat bekerja serta mengabdi lebih maksimal bagi masyarakat Sidrap.

  • Janji Manis Komisi, Nyatanya Tipu-Tipu — Nur Hidayah Rugi Ratusan Juta Gara-Gara Investasi Bodong

    Janji Manis Komisi, Nyatanya Tipu-Tipu — Nur Hidayah Rugi Ratusan Juta Gara-Gara Investasi Bodong

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Seorang perempuan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) diduga menjadi korban investasi bodong yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

    Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah.

    Korban yang diketahui bernama Nur Hidayah Sutalma (27), bersama salah seorang Anggota DPRD Sidrap dari Fraksi NasDem Andi Tenri Sangka, atau yang akrab disapa “Koboy dari Timur”, mendatangi Mapolres Sidrap pada Senin malam (27/10/2025) untuk melaporkan kejadian tersebut.

    Pelaporan resmi itu dibuktikan dengan adanya Laporan Polisi Nomor: STPL/691/X/2025/SPKT, tertanggal Senin (27/10/2025) sekitar pukul 21.59 WITA, yang ditandatangani langsung oleh Bripka Aminuddin.

    Dalam keterangannya di lobi Kantor SPKT Polres Sidrap, Nur Hidayah mengaku awalnya mendapat pesan melalui aplikasi WhatsApp dari seseorang yang menawarkan bisnis sampingan di platform Meta.

    Karena tertarik, korban pun menyetujui dan diarahkan untuk bergabung ke sebuah grup Telegram.

    “Setelah saya masuk ke grup Telegram, saya diarahkan untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh seseorang yang sampai sekarang identitasnya belum saya ketahui,” ujar Nur Hidayah.

    Korban mengungkapkan, pada tahap awal ia diminta melakukan deposit sebesar Rp3.168.000 (tiga juta seratus enam puluh delapan ribu rupiah).

    Dari deposit tersebut, korban memperoleh komisi sebesar Rp475.200 (empat ratus tujuh puluh lima ribu dua ratus rupiah).

    Deposit awal juga dikembalikan kepada korban, sehingga ia merasa sistem tersebut benar-benar menguntungkan.

    “Deposit pertama dikembalikan, jadi saya percaya. Saya transfer ke rekening BRI atas nama Warti dengan nomor rekening 330401000038563,” jelasnya.

    Namun setelah itu, korban diarahkan ke level selanjutnya, dan kembali diminta melakukan beberapa kali transfer dengan alasan untuk menyelesaikan misi baru dan agar komisi bisa dicairkan.

    Korban pun menuruti permintaan tersebut dan melakukan empat kali transfer ke rekening yang sama dengan total mencapai Rp123.904.000 (seratus dua puluh tiga juta sembilan ratus empat ribu rupiah).

    Masalah muncul ketika korban hendak mencairkan komisi hasil investasinya.

    Pelaku berdalih bahwa komisi belum bisa dicairkan, dan malah kembali meminta korban melakukan transfer tambahan sebesar Rp168.000.000 (seratus enam puluh delapan juta rupiah).

    “Saat disuruh transfer lagi, baru saya sadar kalau ini penipuan. Saya sudah rugi lebih dari seratus dua puluh juta rupiah,” ungkapnya dengan nada kecewa.

    Atas kejadian tersebut, korban menyatakan keberatan dan resmi melaporkan dugaan tindak penipuan itu ke Polres Sidrap guna pengusutan lebih lanjut.

    Pihak kepolisian kini tengah mendalami laporan tersebut untuk mengidentifikasi pelaku yang menggunakan nama Warti dan modus investasi melalui aplikasi Meta dan Telegram.(*)

  • Di Bawah Kepemimpinan Tommy Jevisa, SMPN 1 Tellu Limpoe Sukses Jadi Juara Umum Festival Bulan Bahasa

    Di Bawah Kepemimpinan Tommy Jevisa, SMPN 1 Tellu Limpoe Sukses Jadi Juara Umum Festival Bulan Bahasa

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh UPT SMP Negeri 1 Tellu Limpoe dalam ajang Festival Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Tommy Jevisa, S.Ag., M.Pd, sekolah ini berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan memborong 3 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

    Adapun raihan prestasi gemilang tersebut meliputi:
    🏅 Juara 1 Kategori Puisi
    🏅 Juara 1 Kategori Tari Tradisional
    🏅 Juara 1 Kategori Mading (Majalah Dinding)
    🥈 Juara 2 Kategori Nyanyi Solo
    🥉 Juara 3 Kategori Menulis Cerpen

    Keberhasilan ini menjadi momen yang sangat membanggakan bagi seluruh keluarga besar SMPN 1 Tellu Limpoe. Hj. Asia, S.Pd., M.Pd, selaku Koordinator Tim Pelatih/Pendamping, menyampaikan rasa syukur dan haru atas pencapaian ini.

    “Sudah sangat lama sekolah ini baru kembali bisa menjadi juara umum. Ini berkat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, kolaborasi para guru, serta semangat luar biasa dari para siswa yang terus berusaha menampilkan yang terbaik,” ujarnya penuh rasa bangga.

    Sementara itu, Kepala UPT SMPN 1 Tellu Limpoe, Tommy Jevisa, S.Ag., M.Pd, juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim dan peserta lomba.

    “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim pelatih, pendamping, serta seluruh siswa yang telah berjuang keras dalam ajang ini. Prestasi ini membuktikan bahwa kita tidak pernah kekurangan talenta-talenta hebat yang mampu membawa nama baik sekolah di berbagai event,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang.

    “Kita akan berupaya mempertahankan gelar juara umum tahun depan, bahkan bertekad meraih lebih banyak trofi dari apa yang sudah dicapai sekarang,” tutupnya dengan penuh optimisme.

    Dengan prestasi gemilang ini, UPT SMPN 1 Tellu Limpoe semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah berprestasi yang konsisten menumbuhkan budaya literasi, seni, dan semangat kompetisi di kalangan peserta didik

  • Bupati Sidrap Antar Langsung Makanan Bergizi Gratis, Murid Sambut dengan Ceria

    Bupati Sidrap Antar Langsung Makanan Bergizi Gratis, Murid Sambut dengan Ceria

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif mengantar langsung makanan bergizi gratis ke sejumlah sekolah di Kecamatan Watang Sidenreng, Senin (27/10/2025).

    Kehadiran Syaharuddin yang mengemudikan mobil boks pengantar makanan, disambut ceria para murid yang antusias menerima paket Makan Bergizi (MBG).

    Setibanya di sekolah, Bupati Syaharuddin menyapa para murid yang berbaris menunggu kedatangannya. Ia dengan ramah berbincang dan menanyakan pelajaran yang sedang dipelajari.

    Suasana penuh tawa dan semangat tampak ketika Bupati bersama forkopimda menyerahkan kotak makanan kepada beberapa siswa secara langsung, sambil berpesan agar rajin belajar dan menjaga kesehatan.

    Aksi tersebut dilakukan usai peluncuran Program MBG di Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Primadeva Utama Bakti, Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng.

    Ini menjadi simbol dimulainya penyaluran makan bergizi gratis bagi ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut.

    Launching MBG ditandai pengguntingan pita oleh Bupati, dihadiri Kajari Sutikno, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Kasdim 1420 Wahyudi, dan Kepala BPD Sulselbar.

    Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, Kadisnakkan Ahmad Dollah, Plt Kadis Kesehatan Ishak Kenre, Kabag Pemerintahan Fandy Anshary, Camat Watang Sidenreng Arnol Baramuli, para kepala desa, serta kepala sekolah se-Kecamatan Watang Sidenreng.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menyampaikan, tujuan utama Program MBG adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi anak dan ibu, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Manfaat program ini mencakup penurunan stunting, peningkatan fokus belajar siswa, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemberdayaan UMKM dan petani lokal, khususnya di Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

    Lebih lanjut Bupati menegaskan komitmen Pemkab Sidrap untuk mendukung penuh program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

    “Program ini kita jalankan bersama agar lebih efisien, menjangkau lebih banyak penerima manfaat, dan sekaligus memberdayakan perekonomian daerah,” ungkapnya.

    Ia juga mendorong guru, kepala sekolah, dan kepala desa aktif berkoordinasi dalam pelaksanaan MBG.

    “Kami rapat mingguan untuk evaluasi MBG. Kalau perlu dua minggu atau sepuluh hari sekali, undang camat dan kapolsek agar evaluasinya terbuka. SPPG dan mitra kita bisa jadi contoh terbaik di Sulawesi Selatan,” pesannya.

    Syaharuddin berharap sekitar 3.000 penerima manfaat di Kecamatan Watang Sidenreng segera mendapatkan layanan MBG.

    “Kepala desa saya minta aktif berkoordinasi dengan petugas SPPG terkait bahan dan pengolahan makanan agar hasilnya sesuai harapan,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala SPPG Yayasan Primadeva Utama Bakti Desa Mojong, Yusril Ananta Nur, menjelaskan penerima manfaat periode pertama terdiri atas anak usia taman bermain, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar di empat sekolah, dengan porsi disesuaikan angka kecukupan gizi (AKG).

    “Pada periode Oktober ini kami mendistribusikan 2.800 porsi makanan bergizi gratis untuk 20 sekolah dengan jarak terjauh delapan kilometer,” terang Yusril.