Blog

  • Tega! Bayi Perempuan Ditemukan di WC Masjid, Hidupnya Diselamatkan Warga

    Tega! Bayi Perempuan Ditemukan di WC Masjid, Hidupnya Diselamatkan Warga

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Warga Kelurahan Empangae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, digegerkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang diduga dibuang orangtuanya di dalam WC Masjid Nurul Islam Empangae Lompo’e, Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 16.00 WITA.

    Peristiwa memilukan ini terungkap ketika seorang pria tak dikenal mendatangi Ibu Mariana, penjual es di dekat tempat wudhu masjid, dan memberitahukan adanya bayi di kamar mandi masjid. Mendengar kabar itu, Mariana segera memanggil rekannya, Ibu Sumarni, untuk memastikan kebenarannya.

    Setibanya di lokasi, Sumarni mendapati seorang bayi perempuan tergeletak di dalam WC masjid. Pria tak dikenal tersebut kemudian mengambil bayi itu dan menyerahkannya kepada Sumarni, yang langsung membawanya ke Puskesmas Empangae dengan menggunakan sepeda motor.

    Hingga kini, bayi malang itu masih dirawat intensif oleh tenaga medis di Puskesmas Empangae. Kondisinya dinyatakan stabil, namun pengawasan ketat tetap dilakukan oleh perawat dan bidan setempat untuk memastikan kesehatannya.

    Kapolsek Maritengngae IPTU Irwan langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi kondisi bayi tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Suratno, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas orangtua yang tega membuang darah dagingnya sendiri.

    “Kami sudah mengamankan sejumlah bukti dan akan mengumpulkan rekaman CCTV baik milik masjid maupun warga sekitar untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi ini,” tegas AKP Setiawan, Selasa malam.

    Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor ke pihak berwajib. Sementara itu, warga sekitar berharap bayi tersebut mendapatkan perawatan dan kasih sayang yang layak, terlepas dari masa lalunya yang tragis. (*)

  • Bupati Sidrap Kumpulkan Stakeholder Pertanian Bahas Swasembada Pangan

    Bupati Sidrap Kumpulkan Stakeholder Pertanian Bahas Swasembada Pangan

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, memimpin rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional, Jumat malam (21/8/2025). Rakor ke-4 ini berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jl. Lanto Dg. Pasewang, Kecamatan Maritengngae.

    Hadir dalam rapat tersebut Peneliti Thematic Unhas Prof. Amir Yasmi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan H. Siara Barang, dan Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris, Anggota DPRD Sidrap Komisi II, serta Wakapinca Bulog Sidrap.

    Turut hadir para kepala OPD terkait, Ketua KTNA Sidrap, Ketua Perpadi beserta anggota, Kepala Depot Pertamina Parepare, BPP, PPL, pengelola Pertamina, serta undangan lainnya.

    Dalam rapat tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif menekankan sejumlah persoalan yang menjadi fokus pembahasan.

    “Pertama, terkait kendala panen raya karena beberapa daerah mengalami kurangnya hasil panen akibat penanaman benih galur serta penanaman di luar jadwal. Kedua, persiapan pelaksanaan IP 300. Ketiga, penyusunan matriks jadwal persiapan IP 300 yang dirumuskan para ahli sebagai pedoman musim tanam ke-3,” jelasnya.

    Ia menambahkan, matriks tersebut akan menjadi acuan teknis mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, penyemprotan, hingga panen. Selain itu, ia menginstruksikan dinas terkait untuk memastikan ketersediaan air irigasi dalam mendukung keberhasilan program IP 300.

    “Kita semua harus semangat, optimis, kompak, dan bersatu dalam mencapai target 1 juta ton gabah demi mendukung swasembada pangan nasional,” tegas Syaharuddin.

    Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh pengurus Perpadi agar solid dalam menyerap gabah dan mengelola hasil panen petani, sehingga kesejahteraan petani dapat terjamin dan Perpadi tetap memperoleh keuntungan.

    Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain penetapan harga gabah Rp6.800 per kilogram, setiap kelompok tani wajib menyediakan timbangan, potongan gabah ditetapkan sebesar 2 kg, serta seluruh anggota Perpadi menyamakan harga gabah.

    Kesepakatan harga tersebut akan diumumkan melalui media sosial Pemkab Sidrap serta ditayangkan di videotron yang ada di daerah.

  • Polda Sulsel Bekuk Dua Passobis asal Sidrap dan Wajo, Sindikat Penipuan Online Modus Jual HP Murah di TikTok

    Polda Sulsel Bekuk Dua Passobis asal Sidrap dan Wajo, Sindikat Penipuan Online Modus Jual HP Murah di TikTok

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id— Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan berhasil meringkus dua orang passobis atau pelaku penipuan online asal Kabupaten Sidrap dan Wajo.

    Keduanya yakni La Tamming (37), warga Desa Loppong Kalosi Lau, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, dan Yamma (32), seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Maniangpajo, Wajo.

    Kedua pelaku ditangkap pada Jumat (22/8/2025) dini hari, usai dilaporkan menipu seorang mahasiswa berinisial IS (27), warga Kabupaten Gowa, Sulsel. Modus yang digunakan adalah ilegal akses ITE dengan kedok jual beli handphone murah melalui media sosial TikTok.

    Menurut Panit 1 Resmob Polda Sulsel, IPTU Dendi Eriyan, kasus ini berawal ketika korban melihat iklan penjualan HP dengan harga miring di TikTok. Korban yang tertarik kemudian diarahkan untuk berkomunikasi lewat WhatsApp.

    Dari sana, pelaku meminta korban mentransfer uang sebesar Rp5 juta.

    “Namun setelah uang ditransfer, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim. Korban merasa tertipu lalu melaporkan kasus ini,” ujar IPTU Dendi saat memberikan keterangan pers di Makassar, Minggu (24/8/2025).

    Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil meringkus La Tamming di rumahnya di Sidrap, sementara Yamma ditangkap di rumahnya di Wajo.

    Dari pemeriksaan awal, La Tamming berperan sebagai otak atau bos, sedangkan Yamma bertindak sebagai anggota yang membantu operasional penipuan.

    Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 7 unit HP Android, 2 tas, dan 1 dompet. Barang bukti tersebut langsung diserahkan ke Ditreskrimsus Polda Sulsel untuk proses hukum lebih lanjut.

    “Keduanya akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku dan dijerat dengan pasal terkait tindak pidana penipuan serta ilegal akses melalui ITE,” tegas Dendi. (*)

  • Sejarah Baru di Sidrap, Bulog Catat Penyerapan Beras Tertinggi di Sulsel

    Sejarah Baru di Sidrap, Bulog Catat Penyerapan Beras Tertinggi di Sulsel

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mencatatkan sejarah. Dalam momentum Panen Raya Musim Tanam II (April–September) yang dirangkaikan dengan Penyerahan Benih Program IP 300 Musim Tanam III (September–Desember).

    Sidrap resmi menorehkan capaian tertinggi serapan beras sepanjang 57 tahun Bulog berdiri, Jumat (22/8/2025) di Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae.

    Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar, Fahrurozi, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian bersejarah ini.

    Menurutnya, capaian Sidrap tak lepas dari sinergi pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat yang bahu-membahu mendukung petani.

    “Ini capaian tertinggi sepanjang sejarah, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Dirut Bulog dan Kementerian. Sidrap memberikan contoh nyata bagaimana kerja sama bisa membuat petani tersenyum,” ujarnya.

    Fahrurozi menegaskan, musim tanam September–Desember mendatang diperkirakan menghasilkan 125 ribu ton beras atau sekitar 225 ribu ton gabah.

    Bulog, katanya, siap membeli dan menyerap hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.

    Sementara itu, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa benih dan pupuk telah tersedia 100 persen untuk mendukung musim tanam berikutnya.

    “Untuk Harga gabah dibeli Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram. Semua ditimbang dengan timbangan kelompok tani, bukan pedagang, sehingga transparan dan adil. Inilah yang membuat petani yakin dan tersenyum,” ucapnya.

    Tak hanya itu, ia turun langsung membantu pengelolaan lahan hingga 1.000 hektare dengan benih seragam.

    “Satu hektare bisa menghasilkan hingga 9 ton. Kita ingin memastikan produksi tinggi, harga terjaga, dan petani benar-benar sejahtera,” ucapnya.

    Selain itu, keberhasilan ini juga berkat dukungan TNI, khususnya Kodim Sidrap, yang dinobatkan sebagai salah satu Dandim terbaik di Indonesia.

    Peran Babinsa dalam mendampingi petani turut diapresiasi karena sejalan dengan visi misi Presiden untuk menyejahterakan petani.

    Dengan capaian bersejarah ini, Sidrap menegaskan posisinya sebagai lumbung beras Sulawesi Selatan sekaligus menjadi teladan nasional dalam menjaga kedaulatan pangan

  • Barisan Gerak Jalan Indah Puskesmas Amparita Raih Juara Pertama Tingkat Kecamatan Tellu Limpoe

    Barisan Gerak Jalan Indah Puskesmas Amparita Raih Juara Pertama Tingkat Kecamatan Tellu Limpoe

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Puskesmas Amparita berhasil meraih juara pertama dalam ajang Gerak Jalan Indah tingkat Kecamatan Tellu Limpoe yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

    Kepala Puskesmas Amparita, Sri Rahayu Sultan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kerja keras seluruh peserta yang telah berjuang hingga meraih prestasi membanggakan tersebut.

    “Terima kasih kepada seluruh peserta gerak jalan yang sudah berjuang dengan penuh semangat. Hasil ini adalah bukti kerja sama kita semua,” ujarnya.

    Dalam barisan gerak jalan tersebut, tampil pula dr. Supriadi yang berada di barisan depan membawa bendera Merah Putih. Sri Rahayu Sultan memberikan penghargaan khusus kepadanya atas dedikasi dan semangat juang yang ditunjukkan.

    “Kami sangat berterima kasih kepada dr. Supriadi yang memimpin barisan dengan penuh semangat. Bendera Merah Putih yang dikibarkan di depan menjadi simbol perjuangan, yang menambah semangat para peserta,” tambah Sri Rahayu Sultan.

    Semangat juang yang diperlihatkan dr. Supriadi turut menjadi pendorong bagi peserta lainnya untuk tampil maksimal. Alhasil, kekompakan dan kedisiplinan barisan Puskesmas Amparita berhasil memikat perhatian dewan juri dan keluar sebagai juara pertama.

    Prestasi ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan jiwa nasionalisme yang ditunjukkan Puskesmas Amparita mampu mengharumkan nama instansi di tingkat kecamatan.(MD)

  • UPT SDN 7 Lancirang Tampil Kreatif di Karnaval HUT RI ke-80 dengan Tema Haji Mabrur

    UPT SDN 7 Lancirang Tampil Kreatif di Karnaval HUT RI ke-80 dengan Tema Haji Mabrur


    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id—
    Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, UPT SD Negeri 7 Lancirang turut ambil bagian dalam karnaval yang berlangsung meriah. Kegiatan tersebut menempuh rute dari Lapangan Makkoring hingga berakhir di Lapangan Lasiwala, Kecamatan Pitu Riawa.Selasa, 19/8/2025.

    Kepala UPT SDN 7 Lancirang Muh. Nasir, S. Pd, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa-siswi yang dengan penuh semangat dan kreativitas menampilkan barisan karnaval. Tahun ini, sekolah mengusung tema “Haji Indonesia Tiba dengan Haji yang Mabrur”, sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa agar jamaah haji Indonesia senantiasa diberi kelancaran, keselamatan, serta kembali dengan predikat haji mabrur.

    Dalam barisan karnaval, tampak para siswa mengenakan busana ihram, pakaian muslim dan muslimah, serta atribut yang menggambarkan suasana perjalanan haji. Penampilan tersebut menarik perhatian masyarakat sekaligus memberikan nuansa religius dalam rangkaian karnaval.

    Partisipasi UPT SDN 7 Lancirang kali ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa agar lebih mengenal makna ibadah haji. Selain itu, kegiatan ini turut menanamkan nilai religius, kebersamaan, serta rasa cinta tanah air sejak usia dini.

    Dengan semangat kebangsaan yang menggelora dan doa yang tulus, UPT SDN 7 Lancirang berharap peringatan HUT RI ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat iman, persatuan, serta meneguhkan cinta kepada Indonesia tercinta.(MD)


  • Iring-Iringan Karnaval SD Negeri 6 Mojong Jadi Buah Bibir dengan Tema “Mappenre Botting”

    Iring-Iringan Karnaval SD Negeri 6 Mojong Jadi Buah Bibir dengan Tema “Mappenre Botting”

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id– Iring-iringan peserta karnaval dari UPT SD Negeri 6 Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, sukses mencuri perhatian masyarakat dalam ajang karnaval tingkat kecamatan yang digelar di Desa Mojong.Senin, 18/8/2025.

    Kepala UPT SD Negeri 6 Mojong, Firman, S.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas kreativitas murid-murid yang mampu menghadirkan penampilan unik sekaligus menghibur. “Murid-murid kami menjadi buah bibir dalam karnaval kali ini. Mereka tampil dengan tema Mappenre Botting yang dikemas sangat menarik sehingga ramai diperbincangkan masyarakat, bahkan di media sosial,” ungkapnya.

    Dalam penampilan tersebut, murid-murid memeragakan prosesi pernikahan adat Bugis dengan penuh penghayatan. Di hadapan panggung penghormatan, mereka memperagakan prosesi ijab kabul layaknya orang dewasa yang sedang menikah. Penonton dibuat terkesima ketika prosesi tersebut disertai penyebutan mahar berupa “2 hektar kebun (Dare) yang dibancakan,” sehingga menambah kesan meriah sekaligus jenaka.

    Antusiasme siswa semakin terlihat dengan penampilan mereka dalam balutan busana adat bajo tokko, lengkap layaknya pengantin Bugis. Mereka tampil anggun dan penuh percaya diri, seolah sedang mengiringi pasangan pengantin sungguhan.

    Kehadiran SD Negeri 6 Mojong dalam karnaval ini tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap melestarikan tradisi pernikahan adat Bugis.(*)

  • KKN-PMM UMS Rappang Berdayakan Poktan dan Pokdakan Desa Kulo Lewat Biokonversi dan Diversifikasi Produk Maggot BSF

    KKN-PMM UMS Rappang Berdayakan Poktan dan Pokdakan Desa Kulo Lewat Biokonversi dan Diversifikasi Produk Maggot BSF

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat desa. Melalui Program Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN-PMM), mahasiswa UMS Rappang menghadirkan inovasi untuk mengatasi persoalan sampah organik sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Kulo, Kecamatan Watang Sidenreng.

    Program ini dibimbing oleh Muhammad Bibin, S.Pi., M.Si., Rifni Nikmat Syarifuddin, S.P., M.Si., dan Dian Nirmasari, S.E., M.M., dengan mengusung konsep biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) serta diversifikasi produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

    Mahasiswa KKN-PMM tidak hanya memberikan teori budidaya maggot BSF, tetapi juga melaksanakan demplot (demonstrasi plot) dan pendampingan teknis. Hasilnya, anggota Poktan Sipakaenre kini mampu mengolah limbah organik rumah tangga menjadi media tumbuh maggot yang efisien. Proses biokonversi ini terbukti mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan maggot berkualitas.

    Di sisi lain, Pokdakan Anugrah diarahkan untuk memanfaatkan maggot segar sebagai pakan ikan alternatif yang kaya protein dan ramah lingkungan. Lebih jauh, mahasiswa juga melatih kelompok masyarakat dalam diversifikasi produk, mulai dari tepung maggot kering, pelet maggot, hingga pupuk organik (kasgot). Produk-produk ini membuka peluang pasar baru sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat.

    “Dulu limbah hanya jadi masalah di desa kami, sekarang bisa dimanfaatkan menjadi media hidup maggot, bahkan residunya jadi pupuk organik,” ungkap perwakilan Poktan Sipakaenre.
    Hal senada disampaikan Pokdakan Anugrah yang menilai program ini mampu menekan biaya pakan sekaligus menambah keterampilan anggota kelompok.

    Dampak Ekonomi, Ekologi, dan Sosial

    Program KKN-PMM UMS Rappang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Kulo:

    Ekonomi: penghematan biaya operasional dan munculnya sumber pendapatan baru dari maggot maupun produk turunannya.

    Ekologi: berkurangnya volume sampah organik melalui biokonversi berkelanjutan.

    Sosial: terjalinnya sinergi antara Poktan dan Pokdakan serta peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam mengelola usaha berbasis bioteknologi sederhana.

    Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra turut memberikan apresiasi.

    “Program ini selaras dengan visi Sidrap dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi desa. Potensi besar untuk direplikasi di desa lain sebagai model pemberdayaan yang holistik,” tegasnya.

    Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Selain itu, mahasiswa juga menyusun rencana keberlanjutan berupa tata kelola kelompok, strategi pemasaran, hingga kerja sama dengan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan setempat.

    Program KKN-PMM UMS Rappang menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai agen perubahan, tetapi juga penggerak ekonomi sirkular berbasis potensi lokal. Melalui biokonversi dan diversifikasi maggot BSF, Desa Kulo kini semakin siap menuju desa mandiri, berdaya saing, dan ramah lingkungan. (*)

  • UMS Rappang Gelar PKM Digitalisasi Bumdes di Desa Bulo: Perkuat Manajemen, Regulasi, dan Akses Pasar

    UMS Rappang Gelar PKM Digitalisasi Bumdes di Desa Bulo: Perkuat Manajemen, Regulasi, dan Akses Pasar

    Sidenreng Rappang, 13 Agustus 2025 – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan desa melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah BIMA 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Digitalisasi Bumdes untuk Penguatan Manajemen Usaha, Kepatuhan Regulasi, dan Perluasan Akses Pasar” dan dilaksanakan pada Rabu (13/8) di Desa Bulo.

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Hariyanti Hamid, S.P., S.Sos., M.Si selaku Ketua Tim Pengabdian, dengan melibatkan sejumlah dosen serta mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik dan Hukum Bisnis. Kehadiran akademisi dan mahasiswa lintas disiplin ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat dapat menjadi laboratorium kolaboratif antara kampus, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal.

    Acara juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bulo, Andi Rifai M, yang menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak agar Bumdes dan UMKM di desa tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

    Dalam sesi inti, hadir dua narasumber utama yang memberikan materi strategis. Syahrir L, S.Pd., M.Pd memaparkan pentingnya aspek legalitas melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal sebagai fondasi kepatuhan regulasi yang akan meningkatkan kredibilitas usaha desa dan UMKM. Sementara itu, Sundari, S.A.P., M.A.P membahas pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen digital pembayaran modern yang dapat memperluas akses pasar sekaligus mendukung transparansi keuangan Bumdes.

    Ketua tim pengabdian, Hariyanti Hamid, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi UMS Rappang sebagai kampus Digital Entrepreneurship University. “Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar desa mampu mengelola usaha dengan manajemen yang akuntabel, taat regulasi, serta memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

    Kehadiran dosen dan mahasiswa di lapangan tidak hanya memberikan transfer pengetahuan, tetapi juga memperkuat sinergi kampus dengan desa sebagai mitra strategis. Kepala Desa Bulo, Andi Rifai M, menambahkan bahwa kegiatan ini memberi semangat baru bagi perangkat desa dan pelaku usaha lokal untuk lebih siap menghadapi era digital.

    Dengan dukungan hibah BIMA 2025, kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian berkelanjutan yang mampu memperkuat kapasitas Bumdes, mendorong kepatuhan regulasi, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM desa

  • Kapolres Sidrap dan Bupati Sidrap Resmi Lepas Puluhan Offroader IOF Menuju Event Bhayangkara Merdeka Polda Sulsel

    Kapolres Sidrap dan Bupati Sidrap Resmi Lepas Puluhan Offroader IOF Menuju Event Bhayangkara Merdeka Polda Sulsel

      SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Dalam rangka mendukung kegiatan Bhayangkara Merdeka yang diselenggarakan Polda Sulsel, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H bersama Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M secara resmi melepas keberangkatan puluhan mobil Offroader dari Indonesia Off-Road Federation (IOF) Pengcab Sidrap, Kamis (21/8/2025).

      Acara yang diikuti sebanyak 30 unit mobil peserta di halaman Mapolres Sidrap tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Utama ( PJU) Polres Sidrap serta beberapa pejabat Perangkat Daerah

      Kegiatan diawali dengan pemasangan stiker secara simbolis oleh Kapolres Sidrap dan Bupati Sidrap pada kendaraan peserta, sebagai tanda dimulainya perjalanan menuju event Off-road Bhayangkara Merdeka yang diadakan di Kabupaten Gowa dan Jeneponto

      Dalam sambutannya, AKBP Dr. Fantry menyampaikan apresiasi atas partisipasi para offroader Sidrap yang akan membawakan nama Sidrap pada event Bhayangkara Merdeka

      “Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, semangat kebersamaan, dan tentu promosi positif bagi Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

      Beliau juga berpesan kepada para peserta dalam mengikuti event senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan serta kekompakan

      Sementara itu, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menambahkan bahwa keikutsertaan IOF Sidrap dalam event ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membangun citra positif daerah

      “Kedepannya kita akan memprogramkan event di Sidrap yang berskala Nasional” Ucap Bupati yang dikenal dengan Yel-Yel Alako (Ungkapan Bugis Yang Mengartikan Keleluasaan Memberi)

      penghujung acara, Ucapan Basmalah mengiringi keberangkatan para peserta yang akan menempuh perjalanan menuju Gowa dan Jeneponto untuk mengikuti rangkaian kegiatan Bhayangkara Merdeka Offroad(**)

    1. Pelayanan Kesehatan Harus Hadirkan Kepuasan Masyarakat

      Pelayanan Kesehatan Harus Hadirkan Kepuasan Masyarakat

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menegaskan pelayanan kesehatan harus mampu menghadirkan kepuasan masyarakat.

      Demikian disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Dinas Kesehatan Sidrap di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kamis (21/8/2025).

      Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Iqbal, Asisten Administrasi Umum, Nasruddin Waris, Kabag Pemerintahan, Fandy Anshary, Sekretaris Dinas Kesehatan, Jufri Lande, para direktur rumah sakit, serta kepala puskesmas se-Sidrap.

      Dalam arahannya, Wabup Nurkanaah menekankan pentingnya peningkatan pelayanan masyarakat.

      “Pagi tadi saya juga bertemu jajaran Dinas Pendidikan, sama halnya dengan kesehatan, pelayanan masyarakat harus dijaga agar tidak menimbulkan gejolak atau ketidakpuasan,” ujarnya.

      Ia menambahkan, Sidrap menjadi salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Sulsel sehingga baru-baru ini mendapat penghargaan.

      “Ini hasil kinerja kita semester satu tahun 2025. Kunci utamanya adalah keterbukaan dan komunikasi antara pimpinan dengan staf,” jelasnya.

      Nurkanaah juga mengingatkan tentang evaluasi kinerja kepala daerah yang akan dilakukan pemerintah pusat.

      “Semester pertama akan dievaluasi di Jakarta. Karena itu, program kerja yang sudah direncanakan agar segera direalisasikan, sekaligus menjadi bagian dari penilaian capaian kinerja,” tegasnya.

      Ia berpesan agar seluruh jajaran menjaga disiplin kerja.

      “Jangan hanya datang ceklok lalu pulang. Mari kita layani masyarakat dengan baik sehingga mereka merasa puas. Kita berharap Sidrap semakin baik ke depan,” pungkasnya.

      Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Iqbal, mengingatkan pentingnya kerja sistematis di lingkungan OPD.

      “Visi daerah kita memiliki tujuh misi dan 14 program unggulan. Untuk mencapainya, setiap OPD sebagai bagian dari sistem pemerintahan harus berfungsi optimal. Bidang-bidang di dinas juga harus saling melengkapi karena tidak semua kegiatan bisa dihadiri langsung oleh kadis,” jelasnya.

      Sekretaris Dinas Kesehatan, Jufri, menambahkan rapat ini dihadiri seluruh pejabat struktural lingkup Dinkes, mulai dari sekretaris, kepala bidang, pejabat eselon IV, direktur rumah sakit, 14 kepala UPT puskesmas, hingga kepala UPT laboratorium kesehatan daerah.

      “Kami berharap pertemuan ini menghasilkan arahan yang memperkuat pelayanan dan pembangunan kesehatan di Sidrap. Terima kasih atas dedikasi dan dukungan semua pihak,” ujarnya.

    2. Polres Parepare Musnahkan 19,7 Kg Sabu Senilai Rp11 Miliar, Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

      Polres Parepare Musnahkan 19,7 Kg Sabu Senilai Rp11 Miliar, Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

      PAREPARE.KOMPAKNEWS.My.id— Kepolisian Resor (Polres) Kota Parepare memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 19,7 kilogram atau setara Rp11 miliar di halaman Mapolres Parepare, Rabu (20/8/2025).

      Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan incinerator mobile milik Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai prosedur dan ramah lingkungan.

      Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, mengatakan pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen Polres dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

      “Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus di kawasan Pelabuhan Ajatappareng beberapa waktu lalu. Pemusnahan ini bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus pencegahan peredaran narkoba,” jelas Indra.

      Sebelum dimusnahkan, tim laboratorium forensik memastikan barang bukti tersebut mengandung metamfetamin dengan total berat 19,7 kilogram.

      Jaringan Lintas Provinsi Terungkap

      Dalam pengungkapan kasus ini, polisi meringkus tiga tersangka. Awalnya, seorang pria warga Bandung berhasil diamankan di Parepare. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya di Surabaya.

      “Ketiga tersangka ini merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi yang memanfaatkan jalur laut sebagai pintu masuk barang haram,” ungkap Kapolres.

      Apresiasi Pemerintah Kota Parepare

      Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto, memberikan apresiasi terhadap langkah Polres Parepare yang memusnahkan barang bukti secara terbuka.

      “Kami mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba. Pemusnahan ini menunjukkan komitmen bersama melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujar Hermanto.

      Dengan pemusnahan sabu senilai Rp11 miliar ini, Polres Parepare menegaskan kesiapannya memutus rantai peredaran narkoba, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, BNN, dan masyarakat. (*)

      Polres Parepare Musnahkan 19,7 Kg Sabu Rp11 Miliar, Bongkar Jaringan Lintas Provinsi

      19,7 Kg Sabu Hangus di Parepare, Tiga Tersangka Dibekuk

      Sabu Rp11 Miliar Dimusnahkan, Polres Parepare Ungkap Sindikat Narkoba Antarprovinsi

      Polres Parepare Tegas Perangi Narkoba, 19,7 Kg Barang Bukti Dihanguskan

      BNN Kawal Pemusnahan 19,7 Kg Sabu di Parepare, Gunakan Incinerator Ramah Lingkungan