Hasil Lomba HUT RI ke-81 di Watang Sidenreng Dipertanyakan, Sekolah Soroti Penilaian Olahraga dan Seni

Ditulis oleh

di

SIDRAP.KN– Sejumlah sekolah di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mempertanyakan hasil berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Watang Sidenreng.

Sorotan terutama datang dari kalangan sekolah yang menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam hasil perlombaan, baik pada cabang olahraga maupun seni. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lomba gerak jalan indah tingkat sekolah dasar (SD).

Sejumlah peserta menilai hasil yang diumumkan belum sepenuhnya mencerminkan penampilan peserta di lapangan. Ada sekolah yang merasa telah tampil maksimal dengan mengedepankan kekompakan, kerapian, variasi gerakan, kreativitas dan kedisiplinan, namun tidak berhasil meraih juara.

Di sisi lain, muncul pula pertanyaan karena terdapat sekolah yang disebut mendapatkan juara meski menurut penilaian sebagian peserta dan penonton tidak memenangkan perlombaan yang diikuti.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan sekolah dan masyarakat yang menyaksikan langsung rangkaian perlombaan.

“Yang kami pertanyakan bukan semata-mata soal kalah atau menang. Kami berharap proses penilaian benar-benar objektif, transparan dan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sejak awal,” ujar salah seorang pihak sekolah yang meminta namanya tidak disebutkan.

Menurut sejumlah sekolah, persoalan penilaian tidak hanya terjadi pada gerak jalan indah, tetapi juga menjadi perhatian dalam beberapa perlombaan olahraga dan seni. Karena itu, mereka berharap panitia dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme, indikator serta dasar penentuan juara.

Sekolah juga mendorong adanya evaluasi terhadap pelaksanaan perlombaan tahun ini. Evaluasi dinilai penting agar setiap peserta memperoleh perlakuan yang sama dan hasil perlombaan dapat diterima secara sportif oleh seluruh pihak.

Apalagi, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan hampir setiap kegiatan direkam melalui kamera telepon genggam. Dokumentasi berupa foto dan video dari peserta maupun penonton dapat menjadi bahan evaluasi apabila terdapat perbedaan antara penampilan di lapangan dengan hasil yang diumumkan.

Sejumlah peserta juga berharap penilaian tidak dipengaruhi oleh hubungan keluarga, kedekatan maupun latar belakang orang tua peserta. Mereka meminta seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan dan penampilan selama mengikuti perlombaan.

“Harapan kami semua sekolah diperlakukan sama. Jangan melihat siapa orang tua atau keluarganya. Yang menjadi dasar penilaian haruslah penampilan dan kriteria lomba,” harap salah seorang peserta.

Meski demikian, tudingan mengenai adanya keberpihakan maupun pengaturan hasil perlombaan sebaiknya dapat diklarifikasi melalui penjelasan resmi panitia dan dewan juri. Dengan demikian, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Lomba dalam rangka HUT RI sejatinya bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, semangat kemerdekaan dan sportivitas kepada para peserta didik.

Oleh karena itu, sekolah-sekolah berharap pelaksanaan HUT RI pada tahun berikutnya dapat dilakukan dengan sistem penilaian yang lebih transparan. Kriteria penilaian diharapkan disampaikan secara jelas kepada peserta, sementara dewan juri dapat bekerja secara profesional dan independen.

Sekolah juga berharap hasil penilaian, apabila memungkinkan, dapat dilengkapi dengan dokumentasi atau rekapitulasi penilaian sehingga setiap peserta memiliki gambaran yang jelas mengenai dasar penentuan juara.

Dengan evaluasi dan perbaikan tersebut, diharapkan perlombaan HUT RI di Kecamatan Watang Sidenreng ke depan dapat berlangsung lebih adil, transparan dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga tidak lagi menimbulkan polemik maupun pertanyaan dari sekolah dan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *