Penulis: Jumadi

  • Puluhan Anak Kelompok Bermain dan TK di Tellu Limpoe Belum Terima MBG

    Puluhan Anak Kelompok Bermain dan TK di Tellu Limpoe Belum Terima MBG

    SIDRAP.KN– Puluhan anak kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), hingga kini belum menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 65 anak yang bersekolah di sejumlah KB dan TK di wilayah tersebut belum mendapatkan manfaat program MBG. Sementara itu, sebagian anak sekolah lainnya telah menerima makanan bergizi secara rutin.

    Terkait kondisi tersebut, dilakukan konfirmasi kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Hafifa. Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG yang dikelolanya saat ini telah melayani sekitar 2.971 penerima manfaat.

    Menurut Hafifa, kapasitas penerima manfaat yang menjadi tanggung jawab dapurnya berada di kisaran 3.000 penerima manfaat.

    Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, terdapat dapur SPPG di wilayah lain yang disebut mampu melayani penerima manfaat lebih dari 3.000 orang, sementara masih ada puluhan anak di Kecamatan Tellu Limpoe yang belum memperoleh MBG.

    Sementara itu, melalui sambungan telepon WhatsApp, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Sidrap, Ismail, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala SPPG terkait persoalan tersebut.

    Ismail menjelaskan bahwa SPPG Arateng saat ini sudah overload. Jika dipaksakan untuk menambah penerima manfaat, jumlahnya akan melebihi 3.000 penerima, yang menurutnya tidak diperbolehkan dalam petunjuk teknis (juknis).

    “Dalam hal ini sudah overload SPPG Arateng. Kalau dipaksakan, akan kelebihan penerima manfaat menjadi lebih dari 3.000 dan itu tidak diperbolehkan dalam juknis,” jelas Ismail.

    Ia juga menerangkan bahwa pendataan terhadap dua sekolah KB dan TK tersebut dilakukan oleh SPPG yang masih dalam tahap persiapan operasional.

    “Yang mendata dua sekolah KB dan TK tersebut adalah SPPG yang masih dalam persiapan operasional dan saat ini masih menunggu informasi untuk running. Kalau sudah berjalan, maka SPPG Polewali yang akan melakukan pelayanan, penyaluran dan pendistribusian MBG ke sekolah yang dimaksud,” ujarnya.

    Dengan demikian, persoalan belum diterimanya MBG oleh puluhan anak tersebut masih menunggu beroperasinya SPPG yang dipersiapkan untuk melayani penerima manfaat di wilayah tersebut.

    Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Mereka meminta agar seluruh anak yang memenuhi kriteria penerima manfaat dapat memperoleh MBG secara adil, sehingga tidak ada anak yang merasa tertinggal dibandingkan teman-temannya yang telah lebih dahulu menikmati program tersebut di sekolah.

    “Harapan kami, anak-anak yang sekolah juga bisa menikmati MBG seperti teman-temannya yang sudah lama menerima MBG di sekolah,” harap salah seorang warga.

    Masyarakat juga berharap adanya penjelasan yang transparan mengenai kuota penerima manfaat, mekanisme penentuan jumlah penerima, serta solusi bagi anak-anak yang hingga kini belum mendapatkan program MBG.

  • Kepala Rutan Sidrap Berganti, Pemkab Terus Perkuat Kolaborasi

    Kepala Rutan Sidrap Berganti, Pemkab Terus Perkuat Kolaborasi

    SIDRAP.KN—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) siap untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidrap dalam mendukung pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

    Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah saat menghadiri serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap di Rutan Kelas IIB Sidrap, Pangkajene, Kecamatan Maritengae, Kamis (20/8/2026).

    Agus Salim resmi menjabat Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap menggantikan Perimansyah. Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan memori jabatan.

    Turut hadir jajaran Forkopimda Sidrap, Staf Ahli Bupati Andi Anis Dachlan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sahabuddin, Kepala Kesbangpol Muhammad Arsul, Ketua BNNK Sidrap, serta sejumlah undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Nurkanaah mengatakan Pemkab Sidrap selama ini telah menjalin berbagai bentuk kerja sama dengan Rutan Kelas IIB Sidrap, termasuk melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    “Pemerintah Kabupaten Sidrap akan terus mendukung dan memperkuat kerja sama dengan Rutan Kelas IIB Sidrap, khususnya dalam hal pembinaan warga binaan,” ujar Nurkanaah.

    Menurutnya, pembinaan warga binaan membutuhkan sinergi lintas sektor agar tidak berhenti selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

    Nurkanaah berharap kepemimpinan Agus Salim dapat membawa terobosan baru dalam program pembinaan yang inovatif dan produktif. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan.

    “Semoga dengan kepemimpinan yang baru, sinergi yang telah terbangun dapat semakin ditingkatkan dan melahirkan program-program pembinaan yang inovatif dan bermanfaat bagi warga binaan,” harapnya.

    Pada kesempatan itu, Nurkanaah juga menyampaikan apresiasi kepada Perimansyah atas pengabdian dan dedikasinya selama memimpin Rutan Kelas IIB Sidrap. Ia berharap Perimansyah dapat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru dengan lancar.

    Kepada Agus Salim, Nurkanaah menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat menjalankan amanah sebagai Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap.

    “Selamat datang dan selamat menjalankan amanah. Semoga dapat melanjutkan kerja sama yang selama ini telah terbangun dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh stakeholder,” tutupnya.

    Perimansyah menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama berbagai pihak selama menjalankan tugas di Rutan Kelas IIB Sidrap. Sementara itu, Agus Salim menyatakan komitmennya melanjutkan program yang telah berjalan serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan.

  • Atraktif, Para Juara Kecamatan Adu Kreativitas di Gerak Jalan Indah Tingkat SMP se-Sidrap

    Atraktif, Para Juara Kecamatan Adu Kreativitas di Gerak Jalan Indah Tingkat SMP se-Sidrap

    SIDRAP.KN—Kreativitas dan kekompakan para juara gerak jalan dari 11 kecamatan se-Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mewarnai Lomba Gerak Jalan Indah tingkat SMP se-Kabupaten Sidrap, Kamis (20/8/2026).

    Sebanyak 66 regu putra dan putri tampil membawa variasi gerakan, formasi, dan kreasi barisan di hadapan masyarakat yang antusias memadati sepanjang jalur lomba. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Lomba tersebut dibuka langsung oleh Bupati Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati Sidrap.
    Pembukaan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap Haslindah Syaharuddin, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap, para kepala sekolah, guru, dan undangan lainnya.

    Beragam aksi dari setiap regu menunjukkan kekompakan sekaligus kreativitas masing-masing. Penampilan peserta mendapat perhatian masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang jalur hingga panggung penghormatan.

    Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi antusiasme para peserta yang telah mengikuti rangkaian lomba hingga tingkat kabupaten.

    Ia meminta dewan juri menjalankan tugas secara objektif dan memberikan penilaian berdasarkan kemampuan serta penampilan yang ditunjukkan setiap regu.

    “Saya meminta kepada para juri agar objektif. Tidak ada campur tangan dari pihak mana pun. Penilaian harus murni berdasarkan apa yang ditampilkan peserta,” tegas Syaharuddin.

    Menurutnya, lomba tersebut bukan sekadar ajang untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal semangat kompetisi, disiplin, kekompakan, kreativitas, dan sportivitas.

    “Ini menjadi contoh bagi anak-anak kita bagaimana berkompetisi dengan baik. Mereka belajar disiplin, kekompakan, kreativitas, dan menerima hasil dengan sportif,” ujarnya.

    Syaharuddin juga mengapresiasi beragam kreasi yang ditampilkan peserta di panggung penghormatan. Menurutnya, variasi gerakan, formasi, dan kekompakan setiap regu menjadi daya tarik tersendiri dalam lomba tersebut.

    Ia berharap seluruh peserta menikmati perlombaan dengan penuh semangat dan menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

    Lomba Gerak Jalan Indah tingkat SMP se-Kabupaten Sidrap menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Sidrap, sekaligus wadah mempererat kebersamaan antara pelajar, pemerintah, dan masyarakat.

  • Bupati Sidrap Buka Turnamen Takraw AJ Sport Cup I, Target Cetak Atlet Berprestasi

    Bupati Sidrap Buka Turnamen Takraw AJ Sport Cup I, Target Cetak Atlet Berprestasi

    SIDRAP.KN—Geliat olahraga terus bergulir di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Turnamen Takraw AJ Sport Cup I resmi dimulai setelah dibuka Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Lapangan AJ Sport, Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Rabu malam (19/8/2026).

    Pembukaan ditandai servis pertama oleh Bupati Sidrap didampingi Anggota DPRD Sidrap Abdul Rahman. Turut hadir Staf Ahli Bupati Andi Anis, Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah, perwakilan OPD, Ketua Koni, Forkopincam Watang Sidenreng, serta undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif mengapresiasi AJ Sport dan panitia yang telah menginisiasi turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menemukan dan membina bibit atlet sepak takraw.

    “Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini. Melalui Takraw AJ Sport Cup I, kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga mencari bibit atlet takraw Sidrap yang bisa kita bina dan kirim ke tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Syaharuddin.

    Ia menyebut kehadiran pemain dari sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Barat, bersama pemain lokal, menjadi kesempatan bagi atlet Sidrap untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat persahabatan antardaerah.

    “Ini bukan soal hadiah yang kita kejar, tetapi permainan persahabatan dan pembinaan. Anak-anak muda kita bisa saling beradu kemampuan dan belajar dari pemain-pemain yang datang dari luar Sulawesi Selatan,” katanya.

    Syaharuddin juga berharap turnamen tersebut dapat menjadi ruang bagi anak-anak dan pelajar untuk mengenal sepak takraw sejak dini. Ia meminta AJ Sport turut memfasilitasi dan mengajak siswa SD dan SMP menyaksikan pertandingan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan minat terhadap olahraga.

    Menurutnya, sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga andalan Sulawesi Selatan. Karena itu, pembinaan atlet takraw menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan yang akan digelar di Bone dan Wajo.

    Ia menargetkan prestasi olahraga Sidrap pada Porprov 2026 meningkat dibandingkan keikutsertaan sebelumnya. Syaharuddin mengungkapkan, pada Porprov di Sinjai 2022, Sidrap berada di posisi ke-24 dari 24 kabupaten/kota.

    “Tahun 2026 kita berusaha minimal masuk 10 besar. Karena itu, saya terus merangkul anak-anak muda dalam setiap kegiatan olahraga. Tujuannya memberikan motivasi dan mempersiapkan mereka agar bisa meraih prestasi di Porprov,” ujarnya.

    Syaharuddin mencontohkan keberhasilan sepak bola Sidrap meraih juara I Piala Gubernur Sulawesi Selatan. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan pembinaan dan pemberian kesempatan kepada atlet lokal dapat menghasilkan capaian membanggakan.

    Sementara itu, Ketua Panitia Takraw AJ Sport Cup I, Fendi, melaporkan turnamen berlangsung selama 13 hari, mulai 19 hingga 31 Agustus 2026, di Lapangan Takraw AJ Sport. Turnamen tersebut menyediakan total hadiah Rp38 juta ditambah piala bergilir.

  • Lurah Baula Dampingi Kabid Pembangunan Tinjau Penimbunan Tanggul Saluran Sekunder Perencanaan Jalan Inspeksi

    Lurah Baula Dampingi Kabid Pembangunan Tinjau Penimbunan Tanggul Saluran Sekunder Perencanaan Jalan Inspeksi

    SIDRAP.KN– Lurah Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Junaidi, mendampingi Kepala Bidang Pembangunan dan Perbaikan Perawatan Jalan serta Jembatan Kabupaten Sidrap bersama pengawas pekerjaan meninjau kegiatan penimbunan tanggul saluran sekunder di lokasi perencanaan Jalan Inspeksi, Kelurahan Baula.

    Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pekerjaan di lapangan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur serta mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah Kelurahan Baula.

    Lurah Baula, Junaidi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas perhatian dan realisasi pekerjaan tersebut.

    Junaidi mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Sidrap setelah melakukan peninjauan lokasi pascabanjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang telah memberikan perhatian dan melaksanakan pekerjaan ini. Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bapak Bupati setelah meninjau lokasi pascabanjir beberapa bulan lalu,” ujar Junaidi.

    Ia menambahkan, penimbunan tanggul saluran sekunder tersebut sangat penting sebagai bagian dari persiapan pembangunan Jalan Inspeksi sekaligus mendukung penataan infrastruktur di Kelurahan Baula.

    Menurutnya, pembangunan dan perbaikan infrastruktur merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat serta memperlancar akses di wilayah kelurahan.

    Junaidi berharap pekerjaan tersebut dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kelurahan Baula dan sekitarnya.

    “Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik sehingga nantinya dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses dan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Baula,” tutupnya.

  • Sambangi Kodim 1420, Kapolres Sidrap Tegaskan TNI-Polri Solid

    Sambangi Kodim 1420, Kapolres Sidrap Tegaskan TNI-Polri Solid

    SIDRAP. KN—Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda melakukan kunjungan silaturahmi resmi ke Makodim 1420 Sidrap. Kunjungan ini bertujuan memperkokoh sinergi TNI-Polri untuk mengawal stabilitas dan program prioritas nasional.

      Pertemuan digelar pada Rabu, (19/8/2026) siang. Kedatangan Kapolres Sidrap bersama jajaran pejabat utama (PJU) disambut hangat oleh Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar beserta jajaran Makodim.

      Pertemuan strategis ini digelar sebagai wujud nyata dan langkah konkret kewilayahan dalam mendukung serta mengawal implementasi program prioritas Presiden RI di tingkat daerah sekaligus memantapkan koordinasi pengamanan wilayah.

      “Bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa yang tentunya kami memiliki kewajiban untuk terus kompak sehingga kami tetap solid” ujar Kapolres Sidrap.

      Indra yang merupakan sapaan Kapolres Sidrap juga mengatakan bahwa dirinya bersama Dandim siap mendukung dan mengawal program pemerintah daerah. Ia menegaskan Polisi dan Tentara akan bersama menjaga situasi Kabupaten Sidrap tetap kondusif.

      “Sinergisitas TNI bersama Polri dan dukungan seluruh stakeholder serta elemen masyarakat pastinya akan berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah – tengah masyarakat “ lanjutnya.

      Pertemuan dan kehadiran ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjaga kerja sama dan koordinasi yang baik demi menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Sidrap.

    1. Bupati Syaharuddin Panen Raya di Sumpang Mango, Produktivitas Capai 10,7 Ton per Hektare

      Bupati Syaharuddin Panen Raya di Sumpang Mango, Produktivitas Capai 10,7 Ton per Hektare

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memimpin panen raya padi di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Dua Pitue, Sabtu (15/8/2026). Sebagaimana panen-panen sebelumnya, Bupati Syaharuddin kembali turut turun langsung mengoperasikan kendaraan pemanen (combine harvester).

      Panen dihadiri Anggota DPRD Maradona, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, para kepala OPD, kepala bagian Sekretariat Daerah, Camat Dua Pitue, Kepala Desa Sumpang Mango, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

      Berdasarkan laporan hasil ubinan yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat, produktivitas padi di lokasi panen raya mencapai 10,7 ton per hektare. Bupati berharap hasil tersebut dapat menggambarkan potensi produksi di seluruh hamparan sawah Sumpang Mango.

      “Tadi hasil laporan berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh BPP, Alhamdulillah dapat 10,7 ton. Nanti kita mau cek prakteknya. Mudah-mudahan semua hamparan sawah yang ada di Sumpang Mango kalau dihitung bisa 10,7 ton,” jelasnya.

      Capaian itu menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penguatan dukungan bagi petani, mulai dari ketersediaan pupuk, pengelolaan air, pendampingan, hingga penerapan pertanian modern.

      Syaharuddin menyampaikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidrap dilakukan dengan memperkuat sektor pekerjaan utama warga, salah satunya pertanian. Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayah sentra pertanian menggantungkan hidup dari sektor padi.

      “Bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap lewat pekerjaan utamanya. Di Desa Sumpang Mango ini, 96 persen masyarakatnya bekerja di sektor pertanian padi,” ujarnya.

      Ia menjelaskan, berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam satu tahun enam bulan terakhir mulai menunjukkan hasil. Dukungan terhadap petani terus diperkuat melalui kelancaran pupuk, stabilitas harga gabah, serta pengaturan kebutuhan air.

      “Alhamdulillah terobosan pekerjaan kita selama 1 tahun 6 bulan ini berjalan. Pupuk lancar, harga gabah stabil, metode kebutuhan air kita atur. Pekerjaan kita di sektor pertanian dan perkebunan perlahan-lahan kita tingkatkan,” katanya.

      Syaharuddin menegaskan target pemerintah daerah adalah mendorong seluruh petani Sidrap mencapai produktivitas 10 ton gabah per hektare. Dengan luas sawah sekitar 52 ribu hektare, target tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi Sidrap hingga 1 juta ton per tahun.

      “Semua petani di Sidrap harus dapat 10 ton per hektare. Supaya sawah kita di Sidrap yang 52.000 hektare itu bisa kita panen setahun 1 juta ton,” tegasnya.

      Menurutnya, optimalisasi sawah irigasi maupun nonirigasi menjadi bagian penting dalam mencapai target tersebut. Pemerintah daerah juga terus menyiapkan program lanjutan untuk tahun 2026–2027 dengan memperkuat konsep Pertanian Modern melalui program PM-AAS.

      Program tersebut diarahkan untuk mengubah sistem bertanam di Sidrap melalui dukungan teknologi, pengaturan pola tanam, serta pendampingan kepada petani.

      “Kita siapkan pupuk, siapkan air, siapkan pendampingan, jaga harga. Petani yang kerja maksimal di lapangan. Kalau kita kompak, Insya Allah Sumpang Mango bisa jadi contoh, Pitu Riawa bisa jadi contoh, dan Sidrap bisa tembus 1 juta ton setahun,” tutur Syaharuddin.

      Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Salah satunya melalui bantuan OPLAH nonsawah seluas 112 hektare yang telah direalisasikan pada 2025.

      Kepala Desa Sumpang Mango, Jamaluddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Bupati Sidrap terhadap sektor pertanian di desanya.

      “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sidrap yang selama ini selalu mendukung pertanian di Sumpang Mango,” ujarnya.

      Panen raya di Sumpang Mango menjadi gambaran potensi pertanian Sidrap yang terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, penyuluh, dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

    2. Wabup Nurkanaah Pimpin Gladi Bersih Jelang Upacara Kemerdekaan

      Wabup Nurkanaah Pimpin Gladi Bersih Jelang Upacara Kemerdekaan

      SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, memimpin gladi bersih persiapan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sidrap di Lapangan Kompleks SKPD Sidrap, Sabtu (15/8/2026).

      Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Nurkanaah mengikuti simulasi seluruh rangkaian prosesi upacara yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

      Gladi bersih diikuti Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidrap Tahun 2026, unsur TNI-Polri, serta seluruh petugas upacara.

      Simulasi meliputi persiapan pasukan, pengibaran bendera, hingga tata urutan pelaksanaan upacara.

      Nurkanaah menekankan pentingnya kesiapan, disiplin, dan kekompakan seluruh petugas agar pelaksanaan upacara pada hari H berlangsung lancar dan khidmat.

      “Gladi bersih ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh rangkaian upacara terlaksana dengan baik. Saya berharap seluruh petugas dapat menjaga disiplin, kekompakan, dan semangat sehingga pada pelaksanaan upacara nanti dapat memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

      Ia juga memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah menjalani latihan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

      Melalui gladi bersih ini, Pemkab Sidrap memantapkan kesiapan seluruh petugas sebelum pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

    3. Komitmen Wujudkan Target Pembangunan, DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

      Komitmen Wujudkan Target Pembangunan, DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

      SIDRAP.KN—DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap resmi menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

      Penandatanganan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sidrap, Jumat (14/8/2026) pukul 14.50 WITA, bertempat di Kantor DPRD Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae.

      Rapat dipimpin Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, didampingi Wakil Ketua Muhammad Rasyid Ridha Bakri dan Wakil Ketua II Arifin Damis.

      Turut hadir Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Waka Polres Sidrap Kompol Sumardi, Kepala Seksi PAPBB Kejaksaan Negeri Sidrap Adi, Pasi Ops Kodim 1420 Sidrap Kapten CPL Junarman.

      Hadir pula para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, kepala bagian lingkup Pemkab Sidrap, pejabat eselon III, serta para camat se-Kabupaten Sidrap.

      Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan pimpinan DPRD bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Nota kesepakatan tersebut menjadi dasar dalam tahapan penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

      Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse menyampaikan KUA dan PPAS merupakan bagian penting dalam proses penyusunan APBD karena memuat arah kebijakan serta prioritas pembangunan daerah.

      “KUA dan PPAS menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027,” ujarnya.

      Ia menjelaskan, dalam proses pembahasan, Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah telah membahas berbagai aspek penyusunan KUA dan PPAS, meliputi asumsi dasar penyusunan APBD, kebijakan pendapatan, belanja, pembiayaan daerah, serta prioritas dan plafon anggaran.

      Pembahasan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta arah pembangunan Kabupaten Sidenreng Rappang.

      “Setelah melalui seluruh rangkaian pembahasan, hari ini kita sampai pada tahapan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 antara pimpinan DPRD dan Bupati Sidenreng Rappang,” kata Takyuddin.

      Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sidrap, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sidrap beserta jajaran Pemerintah Daerah, khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah, atas kerja sama dan komitmen selama proses pembahasan hingga tercapainya kesepakatan.

      Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi landasan dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027, sehingga kebijakan anggaran yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Sidenreng Rappang.

    4. Puncak Bila Jadi Magnet Nasional, 400 Mobil KIDC Indonesia Siap Serbu Sidrap

      Puncak Bila Jadi Magnet Nasional, 400 Mobil KIDC Indonesia Siap Serbu Sidrap

      SIDRAP. KN— Ada yang berbeda di Puncak Bila pada akhir pekan, 22–23 Agustus 2026 mendatang. Destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu tak hanya akan dipenuhi panorama perbukitan dan udara sejuk, tetapi juga deretan ratusan kendaraan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

      Sekitar 400 mobil dipastikan ambil bagian dalam agenda Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12, sebuah perhelatan yang diproyeksikan menjadi salah satu gathering komunitas otomotif terbesar di Sulawesi Selatan tahun ini.

      Jika biasanya Puncak Bila menjadi tempat berburu matahari terbit dan menikmati bentang alam, kali ini kawasan tersebut akan berubah menjadi panggung besar silaturahmi nasional. Ratusan anggota komunitas akan berkumpul dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan, memperkuat persaudaraan, dan memperingati perjalanan KIDC Indonesia yang telah menginjak usia 12 tahun.

      Lebih dari sekadar touring, kegiatan ini dinilai memiliki nilai strategis bagi promosi daerah. Di era digital saat ini, setiap perjalanan bukan hanya terekam di jalan raya, tetapi juga hidup di media sosial.

      Ratusan peserta yang datang membawa kendaraan mereka juga membawa kamera, telepon pintar, drone, dan akun media sosial yang siap memproduksi ribuan foto, video, reels, vlog, hingga konten perjalanan.

      Dalam istilah dunia digital, kegiatan seperti ini dikenal memiliki efek organic reach yang sangat kuat. Satu unggahan dapat menjangkau ribuan orang, sementara ratusan unggahan dapat menciptakan gelombang promosi yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan iklan konvensional.

      Karena itu, kehadiran KIDC Indonesia bukan hanya membawa rombongan kendaraan, tetapi juga menghadirkan potensi promosi wisata yang luar biasa bagi Kabupaten Sidrap.

      Pengelola Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halin, menyatakan kesiapan pihaknya menyambut seluruh peserta yang akan hadir.

      Menurutnya, Puncak Bila merasa terhormat dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan anniversary komunitas otomotif berskala nasional tersebut.

      “Kami menyambut baik kedatangan keluarga besar KIDC Indonesia. Semoga Puncak Bila menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi yang memberikan kesan positif bagi seluruh peserta,” ujarnya.

      Sementara itu, Ketua Panitia Fadlan Herman mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan agar kegiatan berjalan aman, nyaman, dan berkesan.

      Ia berharap perayaan tersebut mampu menjadi ruang memperkuat solidaritas anggota sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

      “Ini bukan sekadar touring dan anniversary. Ini momentum memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan yang selama ini menjadi identitas KIDC Indonesia,” katanya.

      Bagi pelaku usaha lokal, kedatangan ratusan peserta tentu menjadi peluang tersendiri. Hotel, penginapan, rumah makan, pelaku UMKM hingga sektor jasa wisata diperkirakan akan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung selama kegiatan berlangsung.

      Ketua Umum KIDC Indonesia, Irwan Bahar, menegaskan bahwa usia ke-12 merupakan tonggak penting dalam perjalanan organisasi yang selama ini tumbuh dari semangat kebersamaan para anggotanya.

      Menurutnya, anniversary kali ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, melainkan juga ruang mempererat hubungan antarsesama anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

      “Kami ingin Anniversary KIDC Indonesia ke-12 menjadi momentum untuk semakin mempererat silaturahmi dan kekeluargaan. Terima kasih kepada pengelola Puncak Bila dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

      Dengan mengusung tema “Kemerdekaan, Persaudaraan, dan Kebersamaan”, kegiatan tersebut diprediksi menjadi lebih dari sekadar agenda komunitas.

      Di balik deru mesin kendaraan dan barisan mobil yang memadati kawasan wisata, tersimpan pesan tentang solidaritas, persatuan, dan kecintaan terhadap daerah yang dikunjungi.

      Ketika ratusan kendaraan itu nanti memasuki gerbang Puncak Bila, yang datang bukan hanya peserta touring. Mereka membawa cerita, membawa persahabatan, dan membawa ribuan peluang promosi yang akan memperkenalkan keindahan Sidrap kepada publik yang lebih luas.

      Dan di sanalah Puncak Bila mengambil perannya—bukan hanya sebagai lokasi wisata, tetapi sebagai etalase yang memperlihatkan bahwa Sidrap siap menjadi tuan rumah bagi event-event nasional yang mampu menggerakkan ekonomi, membangun citra daerah, dan menciptakan jejak digital yang bertahan jauh lebih lama daripada perjalanan itu sendiri. (*)

    5. Hasil Lomba HUT RI ke-81 di Watang Sidenreng Dipertanyakan, Sekolah Soroti Penilaian Olahraga dan Seni

      Hasil Lomba HUT RI ke-81 di Watang Sidenreng Dipertanyakan, Sekolah Soroti Penilaian Olahraga dan Seni

      SIDRAP.KN– Sejumlah sekolah di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mempertanyakan hasil berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Watang Sidenreng.

      Sorotan terutama datang dari kalangan sekolah yang menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam hasil perlombaan, baik pada cabang olahraga maupun seni. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lomba gerak jalan indah tingkat sekolah dasar (SD).

      Sejumlah peserta menilai hasil yang diumumkan belum sepenuhnya mencerminkan penampilan peserta di lapangan. Ada sekolah yang merasa telah tampil maksimal dengan mengedepankan kekompakan, kerapian, variasi gerakan, kreativitas dan kedisiplinan, namun tidak berhasil meraih juara.

      Di sisi lain, muncul pula pertanyaan karena terdapat sekolah yang disebut mendapatkan juara meski menurut penilaian sebagian peserta dan penonton tidak memenangkan perlombaan yang diikuti.

      Kondisi tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan sekolah dan masyarakat yang menyaksikan langsung rangkaian perlombaan.

      “Yang kami pertanyakan bukan semata-mata soal kalah atau menang. Kami berharap proses penilaian benar-benar objektif, transparan dan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sejak awal,” ujar salah seorang pihak sekolah yang meminta namanya tidak disebutkan.

      Menurut sejumlah sekolah, persoalan penilaian tidak hanya terjadi pada gerak jalan indah, tetapi juga menjadi perhatian dalam beberapa perlombaan olahraga dan seni. Karena itu, mereka berharap panitia dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme, indikator serta dasar penentuan juara.

      Sekolah juga mendorong adanya evaluasi terhadap pelaksanaan perlombaan tahun ini. Evaluasi dinilai penting agar setiap peserta memperoleh perlakuan yang sama dan hasil perlombaan dapat diterima secara sportif oleh seluruh pihak.

      Apalagi, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan hampir setiap kegiatan direkam melalui kamera telepon genggam. Dokumentasi berupa foto dan video dari peserta maupun penonton dapat menjadi bahan evaluasi apabila terdapat perbedaan antara penampilan di lapangan dengan hasil yang diumumkan.

      Sejumlah peserta juga berharap penilaian tidak dipengaruhi oleh hubungan keluarga, kedekatan maupun latar belakang orang tua peserta. Mereka meminta seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan dan penampilan selama mengikuti perlombaan.

      “Harapan kami semua sekolah diperlakukan sama. Jangan melihat siapa orang tua atau keluarganya. Yang menjadi dasar penilaian haruslah penampilan dan kriteria lomba,” harap salah seorang peserta.

      Meski demikian, tudingan mengenai adanya keberpihakan maupun pengaturan hasil perlombaan sebaiknya dapat diklarifikasi melalui penjelasan resmi panitia dan dewan juri. Dengan demikian, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

      Lomba dalam rangka HUT RI sejatinya bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, semangat kemerdekaan dan sportivitas kepada para peserta didik.

      Oleh karena itu, sekolah-sekolah berharap pelaksanaan HUT RI pada tahun berikutnya dapat dilakukan dengan sistem penilaian yang lebih transparan. Kriteria penilaian diharapkan disampaikan secara jelas kepada peserta, sementara dewan juri dapat bekerja secara profesional dan independen.

      Sekolah juga berharap hasil penilaian, apabila memungkinkan, dapat dilengkapi dengan dokumentasi atau rekapitulasi penilaian sehingga setiap peserta memiliki gambaran yang jelas mengenai dasar penentuan juara.

      Dengan evaluasi dan perbaikan tersebut, diharapkan perlombaan HUT RI di Kecamatan Watang Sidenreng ke depan dapat berlangsung lebih adil, transparan dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga tidak lagi menimbulkan polemik maupun pertanyaan dari sekolah dan masyarakat.

    6. Gerak Jalan Indah SD di Watang Sidenreng Tuai Sorotan, Sekolah Pertanyakan Penilaian

      Gerak Jalan Indah SD di Watang Sidenreng Tuai Sorotan, Sekolah Pertanyakan Penilaian

      SIDRAP. KN– Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mempertanyakan hasil penilaian lomba gerak jalan indah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Watang Sidenreng.

      Pertanyaan tersebut muncul setelah sejumlah peserta menilai hasil perlombaan belum sepenuhnya mencerminkan penampilan barisan di lapangan. Ada sekolah yang merasa telah menampilkan barisan dengan baik, mulai dari kekompakan, kerapian, variasi gerakan hingga kreativitas, namun tidak berhasil meraih juara.

      Di sisi lain, terdapat pula barisan yang dinilai peserta lain tampil biasa-biasa saja, tetapi justru memperoleh juara. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan sekolah dan masyarakat yang menyaksikan langsung perlombaan.

      Sejumlah pihak berharap panitia dapat memberikan penjelasan terkait mekanisme dan indikator penilaian yang digunakan dalam menentukan pemenang.

      “Yang kami pertanyakan bukan soal kalah atau menang. Kami hanya berharap penilaiannya benar-benar objektif, transparan dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” ujar salah seorang pihak sekolah yang meminta namanya tidak disebutkan.

      Karena itu, panitia diharapkan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba, khususnya sistem penilaian dan penyampaian hasil kepada peserta.

      Sejumlah sekolah juga berharap pada pelaksanaan HUT RI tahun berikutnya, proses penilaian dapat dilakukan secara lebih terbuka dengan melibatkan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

      Apalagi, saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju. Hampir setiap kegiatan masyarakat dapat direkam melalui kamera telepon genggam. Dokumentasi berupa foto dan video dari penonton dapat menjadi bahan evaluasi apabila terjadi perbedaan antara penampilan di lapangan dan hasil penilaian.

      Peserta berharap panitia tidak memberikan penilaian berdasarkan hubungan keluarga, kedekatan maupun status orang tua peserta. Penilaian hendaknya murni berdasarkan penampilan dan kriteria perlombaan.

      “Jangan sampai ada anggapan bahwa anak pejabat, pimpinan atau keluarga panitia lebih mudah mendapatkan juara. Kami berharap semua sekolah diperlakukan sama. Yang dinilai adalah penampilan anak-anak di lapangan,” harap salah seorang peserta.

      Menurut mereka, lomba gerak jalan indah seharusnya menjadi ajang untuk menanamkan semangat kemerdekaan, kedisiplinan, kekompakan, kreativitas dan sportivitas kepada para siswa.

      Oleh karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan lomba tahun ini dinilai penting agar ke depan tidak menimbulkan polemik serupa. Transparansi kriteria penilaian, profesionalitas dewan juri serta dokumentasi hasil penilaian diharapkan dapat menjadi perhatian panitia pada perayaan HUT RI berikutnya.

      Sekolah-sekolah berharap semangat perlombaan tetap mengedepankan sportivitas, keadilan dan objektivitas, sehingga setiap peserta dapat menerima hasil pertandingan dengan lapang dada dan masyarakat tidak lagi mempertanyakan proses penentuan juara.(*)