Penulis: Jumadi

  • Syaharuddin Alrif Raih Juara 1 Lomba Konten di Bimtek Laga Perubahan Partai Nasdem

    Syaharuddin Alrif Raih Juara 1 Lomba Konten di Bimtek Laga Perubahan Partai Nasdem

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan yang juga Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, meraih Juara 1 Lomba Pembuatan Konten dalam kegiatan Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan Angkatan 9 Partai Nasdem.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendidikan Politik bagi kader Nasdem dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yang berlangsung 24–26 Oktober 2025 di Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem, Jakarta Selatan.

    Prestasi Syaharuddin mencerminkan kemampuan kader Nasdem Sulsel dalam memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan perubahan dan semangat restorasi partai. Konten yang dibuat dinilai paling kreatif dan efektif dalam menggaungkan gerakan perubahan tersebut.

    Syaharuddin mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam memperkuat sinergi kader dari berbagai tingkatan.

    “Selama tiga hari tiga malam kami diberikan kegiatan yang sangat bagus. Pengalaman luar biasa bagaimana kolektivitas antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota terbangun,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan itu diikuti 24 peserta dari Sulawesi Selatan dan 6 dari Sulawesi Barat. Menurutnya, kolaborasi ini turut memperkuat posisi partai secara elektoral di wilayah tersebut.

    Syaharuddin juga mengungkapkan, sejumlah program yang dirumuskan dalam Laga Perubahan menjadi jalan keluar dan contoh implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, berbagai konsep akan dipadukan untuk diterapkan di daerah pemilihan masing-masing di Sulawesi Selatan.

    “Ketua Umum Surya Paloh menekankan agar ilmu yang didapat ini dipraktikkan menuju 2029 dengan konsep berbeda, membuka diri dan hati masyarakat. Dengan begitu, rasa kehadiran Nasdem di tengah masyarakat semakin meningkat dan perolehan kursi bisa bertambah,” tandas Syaharuddin.

    Kegiatan Bimtek ini ditutup langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, yang berpesan agar seluruh kader memiliki mental petarung dan senantiasa membawa solusi bagi masyarakat.

  • SMPN 1 Tellu Limpoe Raih Prestasi Gemilang di Festival Seni Budaya WKS Sidenreng Rappang 2025

    SMPN 1 Tellu Limpoe Raih Prestasi Gemilang di Festival Seni Budaya WKS Sidenreng Rappang 2025

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— UPT SMP Negeri 1 Tellu Limpoe kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Festival Seni Budaya WKS Sidenreng Rappang tahun 2025. Sekolah ini berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi, yakni:
    🥇 Juara 1 Kategori Seni Tari,
    🥇 Juara 1 Kategori Fashion Show Remaja Putra, dan
    🥉 Juara 3 Fashion Show Remaja Putri.

    Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, kreativitas, dan dedikasi seluruh warga sekolah dalam mengembangkan potensi seni dan budaya di kalangan pelajar.

    Kepala UPT SMP Negeri 1 Tellu Limpoe, Tommy Jevisa, S.Ag., M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas capaian tersebut.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi luar biasa yang diraih oleh peserta didik kami. Terima kasih kepada seluruh tim pelatih dan pendamping yang dikoordinir langsung oleh Bapak Hendra Setiawan, S.Pd., M.Pd, serta seluruh siswa yang telah berjuang dengan penuh semangat dan dedikasi,” ujar Tommy Jevisa.

    Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus berkembang dan berkolaborasi menuju pencapaian yang lebih besar di masa mendatang.

    “Capaian ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi menjadi awal yang memberikan spirit untuk terus melangkah bersama dan berkolaborasi dalam menggapai prestasi yang lebih besar ke depannya,” tutupnya.

    Keikutsertaan SMPN 1 Tellu Limpoe dalam ajang Festival Seni Budaya WKS tahun ini semakin menegaskan komitmen sekolah dalam melestarikan seni dan budaya, sekaligus mendorong siswa untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.(*)

  • Jadikan Rakernas IWO untuk Ajang Silaturahmi, Bukan Saling Memusuhi

    Jadikan Rakernas IWO untuk Ajang Silaturahmi, Bukan Saling Memusuhi

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—IKATAN Wartawan Online atau IWO akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
    tahun 2025. Jika tidak ada aral melintang Rakernas tersebut akan digelar pada Selasa-Kamis, tanggal 28 hingga 30 Oktober 2025 di Jakarta.

    Ketua Umum IWO H Teuku Yudhistira Adi Nugraha mengatakan, anggota IWO saat ini tersebar dari Aceh hingga Papua.

    “IWO telah berusia 13 tahun semenjak dideklarasikan di Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada 8 Agustus 2012 lalu. Rakernas IWO akan menjadi ajang silaturahmi anggota IWO seluruh Indonesia serta membahas program kerja kedepan,” terangnya.

    Yudhis mengatakan, IWO merupakan organisasi profesi dan bukan organisasi sosial politik. IWO tegas Yudhis, mempunyai prinsip independen, demokratis dan terbuka.

    Menurut Yudhis, ratusan anggota IWO dari sabang sampai merauke akan menghadiri acara yang digelar selama dua hari tersebut.

    “Ratusan anggota IWO akan hadir dalam Rakernas tersebut,” ungkapnya.

    Dihubungi terpisah salah satu pendiri IWO Witanto menyambut baik bakal digelarnya Rakernas tersebut.

    “Rakernas IWO sebagai wadah untuk rencana kerja kedepan serta ajang silaturahmi antar anggota dari Aceh hingga Papua. Manfaatkan momen tersebut sebaik-baiknya untuk membahas langkah IWO kedepan yang lebih baik,” urainya.

    Pria kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 25 Juni 1978 ini berharap, IWO tetap solid, tetap menjaga silaturahmi dan tetap menjaga kode etik jurnalistik.

    “Dinamika dalam sebuah organisasi adalah hal yang lumrah. Perbedaan pendapat adalah rahmat dari Tuhan. Jadikan perbedaan tersebut untuk kekuatan demi meraih persatuan dan kerukunan atar anggota IWO. Jangan jadikan perbedaansebagai penghalang. Bukan pula untuk saling memusuhi atau memaksakan kehendak. Kumpulkan yang tercecer, sapa yang terlupa, jemput yang tertinggal dan bawa yang setia,” pungkasnya.

  • Kapolres Sidrap Beri Dukungan, Bupati Juga Apresiasi Langkah IWO

    Kapolres Sidrap Beri Dukungan, Bupati Juga Apresiasi Langkah IWO

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Suasana hangat mewarnai acara pelepasan 23 anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Sidrap yang akan bertolak ke Jakarta menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWO tahun 2025.

    Kegiatan berlangsung di Café Marza, Pangkajene, Sabtu (25/10/2025) dan menjadi momentum penting bagi komunitas jurnalis digital di Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Acara pelepasan dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian.

    Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, yang berhalangan hadir karena dinas luar daerah, diwakili oleh Kasat Lantas AKP Abang Alimuddin, didampingi Kasat Reskrim AKP Setiawan Sunarto, Kasat Narkoba IPTU Didi Sutikno, serta Kasat Intelkam IPTU Andi Aswan.

    Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan Polres Sidrap terhadap kiprah insan pers, khususnya dalam menjaga keseimbangan informasi publik.

    Ketua IWO Sidrap, Edy Basri, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakernas kali ini memiliki makna strategis, baik bagi penguatan organisasi maupun konsolidasi nasional wartawan online dari berbagai daerah.

    “Rakernas IWO tahun 2025 ini merupakan agenda nasional ketiga sejak organisasi ini berdiri. Kami membawa 23 anggota, dan semuanya siap berkontribusi membawa gagasan serta semangat Sidrap untuk kemajuan IWO Indonesia,” ujar Edy.

    Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, serta Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada IWO Sidrap.

    “Bupati dan Kapolres sejatinya berencana hadir langsung dalam pelepasan ini. Namun karena keduanya sedang menjalankan tugas di luar daerah, mereka menyampaikan salam dan dukungan penuh untuk keberangkatan kami,” tambahnya.

    Edy menyebut, Bupati Syaharuddin Alrif sangat mendukung partisipasi IWO Sidrap dalam Rakernas dan berharap keikutsertaan tersebut dapat memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum di daerah.

    Rakernas IWO 2025 di Jakarta disebut menjadi wadah penting untuk menyatukan visi media online di seluruh Indonesia, memperkuat profesionalisme, serta meneguhkan peran jurnalisme digital yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi.

    Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, keberangkatan rombongan IWO Sidrap kali ini bukan sekadar perjalanan organisasi, melainkan langkah nyata memperkuat kontribusi Sidrap di panggung jurnalisme nasional.(*)

  • Gadis Perpaduan Sunda Bugis Tampil Memukau di Panggung Seni budaya Nusantara,Ratu Nurhilma Thalita Raih Juara 2

    Gadis Perpaduan Sunda Bugis Tampil Memukau di Panggung Seni budaya Nusantara,Ratu Nurhilma Thalita Raih Juara 2

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Ratu Nurhilma Thalita, siswi kelas VII MTsN 2 Sidrap, kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Festival Seni dan Budaya Sidrap tingkat pelajar 2025 yang diselenggarakan oleh Wadah Kreatif Seni Sidrap. Acara dengan tema Fashion Show Adat Nusantara ini digelar di Gelanggang Usman Isa, Kota Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, pada Sabtu malam (25/10/2025).

    Dalam ajang tersebut, Ratu mewakili MTSN 2 sidrap—sapaan akrabnya—tampil memukau mengenakan kostum adat Kalimantan Timur dengan dominasi warna merah yang dihiasi aksesoris khas, seperti bulu di kepala dan tangan, gelang serta gelang kaki.dan manik manik ciri khas suku dayakBusana tersebut sarat makna filosofi kebanggaan suku Dayak, sebagai simbol kekuatan dan keanggunan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

    Meski terbilang baru di dunia catwalk, Ratu mampu menyingkirkan para pesaingnya yang lebih berpengalaman. Dengan penuh percaya diri, semangat tinggi, serta dukungan dari keluarga, teman, dan pihak sekolah, ia berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu mengantarkan pada prestasi gemilang. Pada malam tersebut, Ratu berhasil meraih Juara 2 Fashion Show Adat Nusantara Kabupaten Sidrap 2025.

    Putri tunggal pasangan Lukman dan Sumiati, warga Desa Buae ini, menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya. Gadis berdarah Bugis–Sunda yang lahir di Parepare ini baru berusia 12 tahun, namun telah menorehkan sederet prestasi luar biasa di berbagai bidang, baik olahraga, kesenian, maupun kepemimpinan.

    Berikut sejumlah prestasi yang telah diraih Ratu Nurhilma Thalita:
    🏅 Bidang olahraga (Taekwondo):

    Medali emas Poltek Cup Tingkat Provinsi Sulawesi 2023 (Kategori Pra Cadet Putri Under 48 kg)

    Medali emas Taekwondo Tamarunang Cup Provinsi Sulawesi Selatan 2024 (Kategori Pra Cadet Putri Under 37 kg)

    Medali emas Unhas Cup Tingkat Nasional 2024 (Kategori Pra Cadet Putri Under 37 kg)di Makassar

    🏅 Bidang baris-berbaris dan organisasi:

    Anggota barisan depan Polisi Cilik Polres Sidrap Angkatan 8 Tahun 2024, meraih Juara Harapan 1 Tingkat Polda Sulsel

    Anggota Marching Band Makkiade MTsN 2 Sidrap, Juara 3 Lomba 17 Agustus Tingkat Kabupaten Sidrap

    👑 Bidang seni dan model:

    Top 4 Ana Dara Malebbi (AMKM) Sidrap 2025

    The Best Makeup pada ajang Ana Dara Malebbi Sulsel 2025

    Runner Up 1 Wonderful Model Indonesia 2025 di Jakarta

    Juara 2 Fashion Show Adat Nusantara Sidrap 2025

    Selain berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, Ratu juga aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah seperti Pramuka, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Madrasah (LDKSM), dan bimbingan bahasa Inggris. Di balik sikapnya yang tenang dan pendiam, Ratu memiliki cita-cita luhur: menjadi seorang Polwan (Polisi Wanita).

    Ditemui usai lomba di Gelanggang Usman Isa, Ratu mengungkapkan perbedaan antara dunia catwalk dan bela diri yang sama-sama membutuhkan konsistensi dan fokus.

    “Kalau di turnamen taekwondo dibutuhkan tenaga, kekuatan, dan teknik tendangan yang kuat. Tapi di catwalk dibutuhkan pembawaan yang tenang, anggun, dan percaya diri. Keduanya punya teknik sendiri, tapi sama-sama butuh fokus dan konsistensi,” ujar Ratu.

    Di akhir wawancara, Ratu tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya.

    “Terima kasih kepada Kepala MTsN 2 Sidrap, Bapak Harsono, dan wali kelas saya Ibu Sri Ismayani yang mendampingi selama lomba. Juga untuk orang tua saya yang selalu memberi dukungan, serta BEE Manajemen—Kak Oji atas bimbingannya, dan Talita Make Up yang selalu memberi sentuhan terbaik di setiap penampilan saya,” tutupnya

    Dengan semangat yang besar dan bakat yang terus diasah, Ratu Nurhilma Thalita diyakini akan semakin bersinar di panggung-panggung megah ke depan.

  • Penguatan Pendidikan Sidrap, Wabup Nurkanaah Terima Kunjungan YPLP PGRI Sulsel

    Penguatan Pendidikan Sidrap, Wabup Nurkanaah Terima Kunjungan YPLP PGRI Sulsel

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Wakil Bupati Sidrap yang juga Ketua PGRI Sidrap, Nurkanaah, menerima kunjungan dan silaturahmi perwakilan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Kamis (23/10/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, Nurkanaah didampingi Sekretaris PGRI Sidrap, Muslimin, serta sejumlah pengurus PGRI Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Kunjungan ini menjadi ajang memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pembinaan lembaga pendidikan di bawah naungan PGRI.

    Nurkanaah menyampaikan apresiasi atas kunjungan YPLP PGRI Sulsel. Ia menilai, kerja sama yang terbangun sangat penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.

    “Pendidikan yang kuat berawal dari lembaga yang sehat dan tenaga pendidik yang berkualitas. Kami berharap YPLP PGRI dan PGRI terus bersinergi untuk melahirkan generasi Sidrap yang unggul,” ujar Nurkanaah.

    YPLP PGRI merupakan badan otonom PGRI yang berperan membina dan mengelola lembaga pendidikan milik PGRI agar sesuai dengan standar nasional pendidikan.

    Selain itu, YPLP PGRI juga memiliki fungsi meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga pendidik di sekolah-sekolah PGRI, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah maupun pihak lain untuk pengembangan dunia pendidikan.

  • Bupati Syaharuddin Alrif: Syaqirah Adalah Cerminan Talenta dan Kebersamaan ‘Saromase’ Warga Sidrap

    Bupati Syaharuddin Alrif: Syaqirah Adalah Cerminan Talenta dan Kebersamaan ‘Saromase’ Warga Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Euforia kebanggaan tengah menyelimuti Kabupaten SidenrengAa Rappang (Sidrap).

    Putri daerah berbakat, Syaqirah, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan lolos ke Top 8 ajang Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar.

    Kabar membanggakan itu langsung disampaikan oleh IJ, koordinator Syaqirah Lovers, kepada Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, sesaat setelah pengumuman resmi dari Indosiar.

    Lolosnya Syaqirah ke babak delapan besar ini pun disambut penuh haru dan sukacita oleh seluruh masyarakat Sidrap yang sejak awal memberikan dukungan luar biasa, baik secara langsung di Studio 5 Indosiar Jakarta, maupun melalui gift virtual di aplikasi streaming resmi.

    Bupati Syaharuddin Alrif mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas prestasi Syaqirah. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya milik sang biduan muda, tetapi juga menjadi cerminan kekompakan dan kebersamaan masyarakat Sidrap dalam mendukung talenta lokal.

    “Lolosnya Syaqirah ke Top 8 DA7 adalah bukti nyata semangat gotong royong dan rasa cinta masyarakat Sidrap terhadap putra-putri terbaiknya. Kita semua patut bangga, karena Syaqirah telah membawa nama baik daerah hingga ke panggung nasional,” ujar Bupati.

    Syaharuddin Alrif menaruh harapan besar agar Syaqirah mampu melangkah lebih jauh hingga menjadi juara Dangdut Academy 7 Indosiar, sekaligus mengharumkan nama Sidrap yang selama ini dikenal sebagai Lumbung Beras Sulawesi Selatan.

    Tak hanya memberi dukungan moral, Bupati juga menunjukkan komitmen kuat untuk terus hadir mendampingi perjuangan Syaqirah di setiap momen penting kompetisi.

    Ia bahkan memberi kepercayaan khusus kepada Ilham Junaedy yang akrab disapa Kaka IJ sebagai koordinator umum Syaqirah Lovers untuk mengoordinasikan seluruh dukungan warga Sidrap, baik yang datang langsung ke Jakarta maupun yang memberikan dukungan virtual.

    Dalam arahannya, Bupati juga berpesan agar seluruh pendukung tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Sidrap yang berlandaskan budaya Sipakalebbi, Sipakataû, dan Saro Masse—saling menghargai, menghormati, dan peduli antar sesama.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sidrap, baik yang di kampung halaman maupun di perantauan, yang telah berpartisipasi mengirim gift virtual dan hadir langsung memberikan semangat di Studio 5 Indosiar. Semoga dukungan kita menjadi energi positif bagi Syaqirah untuk terus tampil maksimal,” ucapnya.

    Dengan torehan prestasi ini, Syaqirah bukan hanya menjadi ikon kebanggaan Sidrap, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda daerah untuk terus berkarya dan berani bermimpi besar di level nasional. (*)

  • Penangkapan Curanmor di Bendoro Tunjukkan Kecepatan Resmob Polres Sidrap

    Penangkapan Curanmor di Bendoro Tunjukkan Kecepatan Resmob Polres Sidrap

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id– Unit Resmob Satreskrim Polres Sidrap kembali menunjukkan ketangkasannya dalam menuntaskan kasus kriminal, kali ini terkait tindak pidana pencurian sepeda motor (curanmor) yang sempat menggemparkan warga Panca Rijang.

    Terungkapnya kasus ini menegaskan bahwa aparat kepolisian tak pernah lelah bekerja meski menghadapi kasus yang rumit dan penuh jebakan.

    Peristiwa bermula pada Minggu, 20 Juli 2025, saat korban, Eriec Nurmansyah (21), seorang petani warga Pasetangeng, Desa Damai, memarkir sepeda motor Kawasaki Ninja R 150 warna merah (Nopol DD 6791 QG) di bawah rumah panggungnya di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang.

    Lalu, sekira pukul 19.00 Wita, saat hendak pulang, korban mendapati motornya hilang. Kerugian yang dialami mencapai Rp 10 juta, memaksa korban melapor ke Polsek Panca Rijang.

    Kasus yang tampak sederhana ini ternyata menyimpan tantangan besar. Namun, Unit Resmob Satreskrim Polres Sidrap bergerak cepat.

    Kapolres Sidrap AKBP Dr Fantry Taherong, melalui Kasat Reskrim, AKP Setiawan Sunarto, menerangkan, penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Resmob IPDA Junaidi Kadhafi, dengan kerja sama seluruh anggota tim dan informasi dari masyarakat.

    Melalui penyelidikan intensif dan bahan keterangan dari saksi RD, tim berhasil mengamankan motor curian, yang kini telah dicat hitam untuk menutupi identitas asli.

    “Kasus curanmor selalu menjadi prioritas karena meresahkan masyarakat. Meskipun kompleks, kami berhasil mengungkap dalam waktu singkat berkat kerja sama tim yang solid dan informasi dari masyarakat,” ujar AKP Setiawan Sunarto.

    Dari pengembangan penyelidikan, Resmob kemudian mengamankan sejumlah pihak yang terkait, yaitu FR, MR, dan SB.

    Hasil penyelidikan mengarah kepada terduga utama, AS alias SR (24), warga Lotang Salo Kelurahan Maccirowalie, Kecamatan Panca Rijang.

    Informasi mendalam akhirnya menuntun tim ke Bendoro, Desa Mojong, Kecamatan Wattang Sidenreng, Rabu, 22 Oktober 2025, pukul 23.00 Wita. Di lokasi tersebut, terduga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

    Dalam pemeriksaan, AS mengaku mengambil motor sekitar pukul 12.00 Wita dan kemudian menjualnya ke FR di sebuah bengkel di Desa Corowali seharga Rp 2,5 juta.

    Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Unit Reskrim Polsek Pancarijang untuk proses hukum lebih lanjut.

    Pengungkapan cepat ini menjadi bukti nyata bahwa Satreskrim Polres Sidrap, khususnya Unit Resmob, tidak hanya tanggap, tetapi juga profesional dalam menghadapi kasus kriminal yang kompleks, memastikan hak korban untuk mendapatkan keadilan tetap terjaga.(*)

  • Ribuan Warga Sidrap Tumpah Ruah Nobar Konser Andi Syaqira di Kalosi Fest 2025, Bupati Syaharuddin: Ini Soal Harga Diri Daerah!

    Ribuan Warga Sidrap Tumpah Ruah Nobar Konser Andi Syaqira di Kalosi Fest 2025, Bupati Syaharuddin: Ini Soal Harga Diri Daerah!

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Euforia luar biasa mewarnai kawasan UMKM Kalosi Fest 2025, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa malam (21/10/2025).

    Ribuan warga dari berbagai penjuru Sidrap memadati lapangan utama untuk menggelar nonton bareng (nobar) penampilan Andi Syaqira, kontestan asal Sidrap yang kini menembus 7 besar ajang Dangdut Academy (DA7) Indosiar.

    Acara nobar ini diprakarsai langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, sebagai bentuk dukungan total bagi putri daerah yang tengah mengharumkan nama Sidrap di kancah nasional.

    Lantunan yel-yel penyemangat menggema di lokasi sejak sore hari, dipimpin langsung Camat Dua Pitue Andi Sammang Kepala Desa Kalosi, Abdul Malik, bersama ratusan relawan pendukung yang menyebut diri mereka “Syaqira Lovers”.

    “Ini bukan sekadar ajang hiburan, tapi soal semangat dan harga diri Sidrap sebagai kabupaten yang dikenal produktif dan penuh talenta. Mari kita buktikan bahwa Sidrap mampu bersaing di panggung nasional,” tegas Bupati Syaharuddin dalam sambutannya.

    Sosok Andi Syaqira, gadis kelahiran Desa Kalosi, Dua Pitue, memang menjadi kebanggaan baru warga Sidrap. Anak pertama dari tiga bersaudara ini dikenal sederhana dan pekerja keras. Sehari-hari ia membantu ekonomi keluarga sebelum akhirnya menapaki panggung besar DA7. Kisah perjuangannya yang inspiratif membuat masyarakat Sidrap menaruh simpati dan rasa bangga mendalam.

    Bupati Syaharuddin bahkan menyerukan agar seluruh masyarakat Sidrap — termasuk para perantau di luar daerah — bersatu memberikan dukungan maksimal melalui voting Indosiar. Menurutnya, keberhasilan Syaqira bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga representasi semangat anak daerah dalam meraih mimpi.

    “Kita tidak hanya menyaksikan penampilan seorang penyanyi, tapi juga perjuangan seorang anak Sidrap yang membawa nama daerahnya di depan jutaan pemirsa nasional,” tambah Syaharuddin di sela pembukaan Expo Kalosi Fest 2025 yang juga digelar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Sementara itu, Koordinator Syaqira Lovers sekaligus penanggung jawab lapangan, H. Ilham Junaedi, menyebutkan bahwa dukungan untuk Syaqira tidak hanya datang dari Sidrap. Ribuan penggemar dan warga diaspora Sidrap dari berbagai provinsi turut hadir langsung ke Studio Indosiar Jakarta untuk memberi dukungan di lokasi acara.

    “Kami mendapat laporan ada rombongan dari Makassar, Parepare, Pinrang, bahkan dari Kalimantan dan Papua. Mereka semua datang membawa semangat yang sama: mendukung Syaqira sampai juara,” ungkap H. Ilham.

    Suasana nobar di Kalosi Fest berlangsung meriah dengan layar lebar, panggung musik, dan pameran UMKM yang dibuka hingga tengah malam. Sorak-sorai penonton pecah ketika nama Andi Syaqira diumumkan tampil membawakan lagu dangdut klasik yang menggetarkan panggung DA7.

    Malam itu, Kalosi bukan sekadar lokasi nobar, tetapi berubah menjadi pusat kebanggaan daerah. Ribuan wajah bersinar di bawah cahaya lampu panggung, membawa satu harapan yang sama — agar Andi Syaqira dapat menembus babak grand final dan membawa pulang gelar juara ke tanah kelahirannya, Sidrap. (*)

  • Bos Tambang Emas dan Rombongan Bugis-Makassar Padati Studio Indosiar Dukung Andi Syaqira, Bupati Sidrap Sapa Langsung Lewat Video Call

    Bos Tambang Emas dan Rombongan Bugis-Makassar Padati Studio Indosiar Dukung Andi Syaqira, Bupati Sidrap Sapa Langsung Lewat Video Call

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id— Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Studio Indosiar Jakarta, Selasa malam (21/10/2025), saat Andi Syaqira, kontestan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tampil memukau di babak 7 besar Dangdut Academy 7 (DA7).

    Ribuan pendukung dari berbagai daerah di Indonesia hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada putri daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Sidrap itu.

    Salah satu yang menarik perhatian publik adalah kehadiran H. Suardi, Ketua Rombongan Antos Tim Kampas, yang memimpin sekitar 50 orang warga asal Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap.

    Mereka datang ke Jakarta secara mandiri untuk memberikan dukungan langsung kepada Syaqira di studio Indosiar.

    Selain itu, hadir pula gelombang dukungan luar biasa dari masyarakat Bugis-Makassar yang datang dari berbagai penjuru tanah air — mulai dari Kalimantan, Sumatera, Papua, hingga kawasan Jabodetabek dan Jawa. Mereka bersatu dalam semangat kebersamaan untuk mengharumkan nama daerah.

    Yang tak kalah mencuri perhatian, salah satu tokoh Bugis Sidrap dan pengusaha sukses tambang emas di Sulawesi Tengah, yakni H. Syahrussim Abd Mujib, yang akrab disapa H. Ayub, turut hadir langsung di studio. H. Ayub merupakan Direktur Utama PT Trio Kencana, dan dikenal sebagai sosok dermawan asal Simpo, Kecamatan Baranti, Sidrap.

    “Kami turun gunung malam ini bukan sekadar menonton, tapi menunjukkan bahwa Sidrap punya solidaritas yang kuat. Syaqira membawa semangat anak daerah yang berjuang sampai puncak,” ujar H. Ayub kepada sejumlah awak media di lokasi.

    Kehadiran para tokoh dan rombongan pendukung ini juga dilaporkan langsung oleh Koordinator Umum Syaqira Lovers, Ilham Djunaedi (IJ), kepada Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif.

    Dalam laporan tersebut, IJ menyampaikan bahwa ribuan pendukung Sidrap dan masyarakat Bugis-Makassar telah memenuhi area studio Indosiar malam ini.

    Mendengar laporan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif langsung melakukan video call dengan Ilham Djunaedi untuk menyapa para pendukung yang hadir di Jakarta.

    Dengan suara bergetar penuh haru, Bupati menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas semangat masyarakat Sidrap yang hadir secara tertib dan penuh solidaritas.

    “Saya terharu melihat semangat ta’ semua malam ini. Ini bukti bahwa masyarakat Sidrap bersatu untuk mendukung anak daerahnya. Mari kita jaga nama baik Sidrap dan terus dukung Syaqira sampai ke puncak juara,” ucap Bupati Syaharuddin melalui sambungan video.

    Suasana di studio Indosiar pun semakin meriah. Sorak sorai “Syaqira Juara! Sidrap Bisa!” menggema setiap kali layar menampilkan sang bintang.

    Dukungan luar biasa dari para perantau dan masyarakat Bugis-Makassar ini menunjukkan bahwa kiprah Andi Syaqira bukan hanya milik Sidrap, tapi juga menjadi simbol kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan di kancah nasional.

    Dengan dukungan besar dari masyarakat dan perhatian penuh dari pemerintah daerah, Andi Syaqira kini menjadi harapan besar untuk membawa nama Sidrap berkibar di puncak Dangdut Academy 7 Indosiar. (*)

  • Aksi Cepat Aparat Polres Sidrap Gagalkan Potensi Kericuhan Malam di Maritengngae

    Aksi Cepat Aparat Polres Sidrap Gagalkan Potensi Kericuhan Malam di Maritengngae

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Malam yang semula tenang di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, mendadak pecah oleh suara benturan keras, Selasa (21/10/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.

    Sebuah mobil Toyota Avanza putih menabrak pengendara sepeda motor yang melintas. Warga sontak keluar rumah, sebagian berteriak, sebagian lagi mencoba melerai.

    Korban diketahui bernama Arifin alias Burung (50), warga Jalan Landaung, Pangkajene. Sementara pelaku adalah Jumri (46), warga Desa Tallumae, Kecamatan Watang Sidenreng.
    Ketegangan sempat meningkat saat pelaku keluar dari mobil sambil menenteng senapan angin dan sebilah parang. Situasi hampir lepas kendali ketika warga mulai berkerumun, menyaksikan korban terkapar dengan luka robek di kaki kanan akibat benturan keras.

    Namun suasana panas itu tak berlangsung lama. Personel Unit Resmob Satreskrim Polres Sidrap bersama gabungan piket fungsi bergerak cepat ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga.

    Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti, sementara korban segera dievakuasi ke RSUD Nene Mallomo untuk mendapatkan perawatan medis.

    Barang bukti yang diamankan polisi cukup signifikan: dua bilah parang dan satu senapan angin milik pelaku, serta parang dan balok berpaku milik korban.

    Kedua kendaraan yang terlibat, yakni mobil Avanza DP 1651 CQ dan sepeda motor Honda Beat DP 3566 PG, juga turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

    Kehadiran cepat aparat malam itu menjadi kunci meredam emosi warga agar tidak terjadi aksi balasan. Beberapa saksi mata menyebut, hanya selang beberapa menit setelah kejadian, sirene mobil polisi sudah terdengar mendekat.

    “Kalau polisi terlambat sedikit saja, bisa ramai. Tapi mereka datang cepat sekali, langsung amankan semuanya,” tutur seorang warga yang enggan disebut namanya.

    Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong melalui Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, membenarkan peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa langkah cepat dilakukan untuk mencegah meluasnya ketegangan di lapangan.

    “Begitu menerima laporan, anggota langsung kami kerahkan ke TKP. Prioritas kami adalah mengamankan korban, mengendalikan situasi, dan mengamankan pelaku beserta barang bukti. Saat ini kasus sudah kami tangani dan proses hukum terus berjalan,” jelas AKP Setiawan.

    Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan memastikan kondisi sekitar lokasi tetap kondusif.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi. Semua proses hukum akan kami jalankan sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Menjelang tengah malam, situasi di sekitar lokasi berangsur tenang. Warga mulai kembali beraktivitas seperti biasa, sementara petugas tetap bersiaga untuk memastikan keamanan tetap terjaga.

    Dari kejadian ini, satu hal kembali terbukti: kecepatan respon dan koordinasi aparat Polres Sidrap di bawah kendali AKP Setiawan Sunarto berhasil mencegah amarah warga berubah menjadi kericuhan.

    Dalam situasi yang bisa saja berujung chaos, ketenangan dan profesionalitas menjadi energi paling penting — dan malam itu, Sidrap memilikinya.(*)

  • Seluruh Eksepsi PWO Ditolak PN Medan, “Berita Soal Klien Kami Kalah Bentuk Pembodohan Publik”

    Seluruh Eksepsi PWO Ditolak PN Medan, “Berita Soal Klien Kami Kalah Bentuk Pembodohan Publik”

    Medan. Kompaknews. My. id- Sidang gugatan perdata terkait nama dan logo Ikatan Wartawan Online (IWO) yang dilakukan Yudhistira (penggugat) terhadap Perkumpulan Wartawan Online (PWO) selaku tergugat di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan, akhirnya menemui titik terang.

    Berdasarkan amar putusan atas perkara No “5/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2025/PLN Niaga Mdn” yang dirilis melalui sistem e-court pada Senin malam, 20 Oktober 2025 dijelaskan di poin mengadili bahwa “Menyatakan Eksekpsi dari tergugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

    “Artisnya jelas disini, eksepsi yang diajukan oleh pihak tergugat lebih dahulu ditolak oleh majelis hakim,” tegas kuasa hukum penggugat, Arfan, SH dan Rudi Hasibuan, SH di Medan, Selasa (21/10/2025).

    Dijelaskan Arfan, sejumlah poin dalam Eksekpsi mereka yang ditolak itu diantaranya meliputi klaim bahwa mereka pemilik IWO yang sah, mereka sudah mendirikan IWO sejak tahun 2012, mengklaim soal pemecatan 5 ketua PW termasuk kliennya dari Ketua PW IWO Sumut serta permohonan soal pembatalan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas nama dan logo IWO.

    “Tapi sangat disayangkan, mereka justru mengklaim bahwa kami (penggugat) kalah lewat berita yang tendensius. Harusnya mereka juga menjelaskan bahwa eksepsi yang mereka sampaikan ke majelis hakim ditolak. Artinya, sejauh ini nama dan logo IWO itu status quo. Silahkan mereka pakai dan kita juga berhak. Tapi ingat, ada konsekekuensi hukum dan sangat memungkinkan pidana jika mereka tetap memaksakan,” urai Arfan.

    “Lagi pula, kalau tiba-tiba saja pihak tergugat langsung melakukan framing lewat media, ini terlalu prematur, karena putusan lengkapnya juga belum dirilis majelis hakim PN Medan. Tidak perlu tergesa-gesa lah (penggugat) untuk menyatakan seolah-olah mereka menang, lihat nanti kesimpulan utuhnya. Ingat visi misi media, salah satunya adalah memberi edukasi kepada masyarakat, termasuk dalam persoalan hukum. Jadi hanya karena nafsu, hal itu justru diabaikan dan yang terjadi pembodohan termasuk pembodohan terhadap masyarakat,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pengamat Hukum Mappasessu, SH, MH menjelaskan bahwa istilah niet ontvankelijke verklaard merupakan istilah klasik dalam hukum acara perdata yang berasal dari sistem hukum Belanda.

    “Putusan ‘tidak dapat diterima’ bukan berarti pihaknya kalah, melainkan gugatan tersebut belum memenuhi syarat formil untuk diperiksa lebih lanjut,” jelas Mappasessu saat dimintai keterangan, Selasa (21/10/2025).

    Menurutnya, hakim tidak menilai benar atau salahnya pokok perkara karena menemukan kekurangan pada aspek formil gugatan, seperti legal standing, objek sengketa, atau kompetensi pengadilan.

    “Jadi, Penggugat belum kalah secara substansi. Hanya saja, gugatan itu dianggap belum memenuhi prosedur hukum yang benar,” tambahnya.

    Posisi Hukum IWO dalam Perkara Ini
    Sebagaimana di dalam pemberitaan sepihak di sejumlah media, gugatan tersebut diajukan oleh Yudhistira yang mengklaim hak atas logo organisasi. Namun, dalam amar putusannya, majelis hakim menegaskan bahwa gugatan tersebut tidak dapat diterima, dan IWO tidak dinyatakan bersalah secara hukum.

    “Dengan putusan itu, posisi IWO tetap sah sebagai organisasi berbadan hukum, dan tidak ada kewajiban hukum yang dibebankan karena substansi perkara belum dinilai,” terang Mappasessu.

    Ia menegaskan, bahwa amar putusan tersebut justru melindungi hak kedua belah pihak agar tidak ada keputusan yang tergesa tanpa dasar formil yang kuat.
    Dasar Hukum dan Yurisprudensi
    Mappasessu juga mengutip sejumlah dasar hukum yang memperkuat makna putusan tersebut.

    Menurut Pasal 118 dan 136 HIR, setiap gugatan perdata harus diajukan oleh pihak yang berhak (mempunyai kepentingan hukum) dan kepada pengadilan yang berwenang. Jika tidak, hakim berhak menyatakan gugatan tidak dapat diterima.
    Selain itu, Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 205 K/Sip/1973 menegaskan bahwa putusan niet ontvankelijke verklaard bukanlah putusan tentang pokok perkara, sehingga tidak menimbulkan akibat hukum terhadap hak materiil para pihak.

    Sementara dalam Putusan MA No. 2596 K/Pdt/2013, Mahkamah Agung menegaskan kembali bahwa jika gugatan tidak memenuhi syarat formil hukum acara, maka hakim wajib menyatakan gugatan tidak dapat diterima.

    “Artinya, putusan ini sah secara hukum acara. Hakim tidak menolak isi perkara, tetapi mengingatkan agar prosedur hukum ditegakkan secara tepat,” jelas Mappasessu.

    Upaya Hukum Masih Terbuka

    Meski demikian, lanjutnya, pihak Penggugat masih memiliki hak konstitusional untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Niaga Medan dalam waktu 14 hari sejak putusan diterima melalui e-court, sesuai Pasal 7 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1947 tentang Peradilan Ulangan (Banding).

    Jika Pengadilan Tinggi tetap menegaskan putusan serupa, maka Penggugat masih dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, terutama jika terdapat dugaan kesalahan dalam penerapan hukum acara.

    “Jadi jalur hukum belum tertutup. Penggugat bisa memperbaiki gugatan dan mengajukannya kembali dengan dasar hukum yang lebih kuat,” ujarnya.

    Dalam penutup pandangannya, Mappasessu mengajak masyarakat untuk tidak tergesa menilai putusan pengadilan sebagai kemenangan atau kekalahan mutlak.

    “Hukum bukan hanya soal siapa benar atau salah, tapi bagaimana prosesnya dijalankan dengan benar,” ungkapnya.
    Ia menilai putusan Pengadilan Niaga Medan ini merupakan bentuk penegakan asas due process of law, yaitu menjamin setiap gugatan diperiksa sesuai aturan hukum yang berlaku.

    “Ketepatan prosedur hukum adalah bagian dari keadilan substantif. Ini penting agar kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan tetap terjaga,” pungkas Mappasessu.