Penulis: Jumadi

  • Bupati Sidrap Tekankan Mental Juara Saat Lepas Tim Futsal ke Pra Porprov

    Bupati Sidrap Tekankan Mental Juara Saat Lepas Tim Futsal ke Pra Porprov

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menekankan pentingnya mental juara dan kekompakan tim saat melepas tim futsal Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Sidrap yang akan berlaga pada ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Sulawesi Selatan di Kota Makassar.

    Acara pelepasan berlangsung di Ruang Bupati Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kamis (9/10/2025).

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Porapar Patriadi, Ketua Askab PSSI Abdul Rahman, Plt KONI Sahabuddin Pakaja, serta para ofisial dan pemain.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menyampaikan dukungan penuh kepada tim futsal Sidrap. Ia menekankan pentingnya semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama berlaga.

    “Saya berharap seluruh pemain tetap semangat, disiplin, dan menjaga sportivitas. Kalau kita berjuang sungguh-sungguh, Insya Allah bisa lolos ke Porprov tahun depan,” ujar Syaharuddin.

    Ia juga meminta perhatian KONI, Askab PSSI, dan Dinas Pemuda dan Olahraga agar terus mendukung tim. Menurutnya, perhatian dan pendampingan akan sangat membantu meningkatkan motivasi pemain.

    Syaharuddin selanjutnya mengingatkan para pemain untuk memiliki mental juara dan menjaga kekompakan tim.

    “Futsal adalah permainan tim, bukan individu. Skill pribadi penting, tapi jangan ke depankan ego. Kalau kompak dan saling berbagi peran, peluang mencetak gol akan lebih besar,” ucapnya.

    Selain itu, ia menegaskan pentingnya kedisiplinan mengikuti arahan pelatih dan ofisial. “Jangan merasa hebat sendiri. Rajin dan disiplin itu kunci. Kalau semua patuh pada strategi pelatih, Insya Allah hasilnya maksimal,” tambahnya.

    Bupati Syaharuddin juga memotivasi para pemain muda Sidrap untuk memiliki mimpi besar, tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga tampil di level provinsi, nasional, hingga PON.

    “Jadikan Pra Porprov ini sebagai batu loncatan. Bangun prestasi dan personal branding. Kalau sudah berprestasi, otomatis daerah dan pelatih akan memberi perhatian,” tandasnya.

    Ajang Pra Porprov Sulsel tahun ini akan menjadi penentu bagi tim futsal kabupaten/kota untuk lolos ke Porprov yang rencananya digelar di Kabupaten Wajo dan Bone pada 2026.

  • Bupati Sidrap Lantik dr. Suwarta sebagai Direktur RSUD Nene Mallomo

    Bupati Sidrap Lantik dr. Suwarta sebagai Direktur RSUD Nene Mallomo

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, melantik dr. Suwarta Yuddin Pande sebagai Direktur UPT RSUD Nene Mallomo, Selasa (7/10/2025).

    Pelantikan berlangsung di halaman RSUD Nene Mallomo, Jalan Wolter Monginsidi, Rijang Pitu, Kecamatan Maritengngae.

    Selain direktur, Bupati juga melantik Salahuddin, SKM., M.Kes., sebagai Kepala Bagian Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Nene Mallomo.

    Satu pejabat lainnya yakni drg. Parmita, diplot sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis RSUD Nene Mallomo.

    Bupati Syaharuddin menegaskan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal wajar dalam dinamika birokrasi dan bertujuan untuk penyegaran organisasi.

    “Kegiatan ini merupakan bagian dari penyegaran yang umum dilakukan pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

    “Saya berharap manajemen RSUD Nene Mallomo semakin kompak dalam melayani masyarakat Sidrap. Tingkatkan pelayanan sebaik-baiknya, dan hal-hal yang belum terlaksana agar segera ditindaklanjuti,” pesannya.

    Ia menambahkan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan tenaga kesehatan, dengan tetap menjunjung rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Sidrap.

    Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Sekda Andi Rahmat Saleh, serta para pejabat Pemkab Sidrap lainnya.

  • Bupati Syaharuddin Alrif Duduk Bersama Gapoktan Talumae Bahas Musim Tanam Okmar

    Bupati Syaharuddin Alrif Duduk Bersama Gapoktan Talumae Bahas Musim Tanam Okmar

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Musyawarah Tudang Sipulung yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talumae, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Selasa (7/10/2025).

    Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, hadir langsung dan duduk bersama petani, penyuluh, serta unsur pemerintah dan TNI-Polri membahas persiapan musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2025/2026.

    Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pengelolaan tanam itu, Bupati Syaharuddin didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Andi Safari Renata, Camat Maritengngae, Andi Surya Praja Hadiningrata, serta pejabat terkait.

    Bupati Syaharuddin mengapresiasi semangat para petani dan menekankan pentingnya kerja sama lintas unsur dalam meningkatkan hasil pertanian.

    “Kita harus kompak, untuk itu mari bergotong royong, masepe (membersihkan saluran irigasi), mabalao (pemberantasan hama tikus), dan sebagainya. Jika ini terlaksana, Insya Allah hasil panen di Lautang Benteng akan meningkat,” ujarnya.

    Ia menargetkan produksi padi di wilayah tersebut dapat naik hingga 10 ton per hektare. “Kami sudah menyiapkan racun hama, pupuk sudah lancar, dan harga gabah stabil,” jelasnya.

    Syaharuddin menambahkan, setiap memasuki masa tanam perlu dilakukan musyawarah sebagai wadah menyatukan pandangan antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam menentukan langkah terbaik di lapangan.

    “Kalau sudah panen, jadwalkan lagi kegiatan seperti ini. Ingatkan saya, setiap mau turun sawah harus rapat dulu,” pesannya.

    Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan pestisida kepada kelompok tani dan dilanjutkan dengan diskusi bersama.

  • Pesta Panen di Bila Riawa, Bupati Syaharuddin Ajak Warga Bersyukur

    Pesta Panen di Bila Riawa, Bupati Syaharuddin Ajak Warga Bersyukur

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pesta panen di Desa Bila Riawa, Kecamatan Dua Pitue, Senin (6/10/2025), menjadi ajang masyarakat mengekspresikan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus mempererat silaturahmi.

    Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang hadir dalam kegiatan itu, mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat dengan memperkuat ibadah dan kepedulian sosial.

    “Peningkatan hasil panen ini adalah berkah untuk semua. Tahun ini hasilnya meningkat dan harga juga cukup tinggi. Karena itu, masyarakat Sidrap, khususnya di Desa Bila Riawa, patut bersyukur,” ujarnya.

    Ia menambahkan, rasa syukur dapat diwujudkan dengan memperkuat ibadah dan kepedulian sosial.

    “Cara mensyukurinya yaitu dengan taat beribadah, rajin ke masjid, berjamaah, dan berzakat. Saya juga tekankan agar masyarakat Bila Riawa selalu menjaga silaturahmi,” tutupnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Bila Riawa menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Bupati Sidrap.

    Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan dan partisipasi masyarakat setempat.

    Pesta panen turut dimeriahkan berbagai kegiatan tradisional seperti mattojang dan mappadendang, serta dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pestisida untuk petani dan bibit cabai kepada masyarakat yang hadir.

    Acara tersebut mengusung tema “Menjaga Tradisi, Memupuk Persaudaraan Masyarakat Desa Bila.”

    Kegiatan turut dihadiri Camat Dua Pitue, Andi Sammang, Kabid Sarana dan Prasarana DTPHPKP Suriyanto, Kabid Tanaman Pangan DTPHPKP Arif Gunawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

  • Kapolsek AKP Suwandi Pimpin Patroli Blue Light, Warga Panca Lautang Tidur Nyenyak

    Kapolsek AKP Suwandi Pimpin Patroli Blue Light, Warga Panca Lautang Tidur Nyenyak

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id- Sabtu malam 4 Oktober 2025 sekitar pukul 20.30 WITA, Personel Polsek Panca Lautang bersama anggota Koramil 1420-01 Panca Lautang melaksanakan kegiatan Patroli Blue Light di wilayah hukum Polsek Panca Lautang.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Panca Lautang AKP Suwandi, S.Sos.

    Patroli tersebut menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya tindak kejahatan dan gangguan Kamtibmas, termasuk kawasan pertokoan, objek vital, fasilitas umum, serta lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dan anak muda.

    “Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan edukasi kepada warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Suwandi.

    Selain itu, kata dia patroli ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, SH, SIK, MH.

    Selama pelaksanaan patroli hingga berakhir pada pukul 22.00 WITA, situasi wilayah hukum Polsek Panca Lautang dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

    Kegiatan Patroli Blue Light Polsek Panca Lautang sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. (ibe)

  • Wartawan ‘Lintas’ Rusak Citra Pers di Sidrap, Cari Uang Lewat Ancaman Barter Berita

    Wartawan ‘Lintas’ Rusak Citra Pers di Sidrap, Cari Uang Lewat Ancaman Barter Berita

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Keberadaan oknum-oknum wartawan bodrex atau jurnalis ‘abal-abal’ ditengah kemajuan teknologi informatika modern semakin menjamur dan tak terkendali. 

    Keberadaan mereka terkesan mendadak berprofesi wartawan dengan bermodalkan kartu pers semakin meresahkan dengan ulah berkeliaran di kantor pemerintahan, BUMN, hingga perusahaan swasta.

    Bukan menyuarakan kepentingan publik, mereka justru mencari kesalahan lembaga atau individu lalu meminta “imbalan” dibalut bantuan dengan dalih agar berita tak jadi naik.

    Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sidrap, H Purmady Muin,S.H ikut mengecam aksi diduga pemerasan yang dilakukan oknum wartawan luar daerah yang terjadi di Sidrap.

    Menurutnya, oknum wartawan semacam itu, (datang dari luar Sidrap), merusak citra pers lokal seperti di Sidrap dan media secara keseluruhan.

    Ia menyoroti banyaknya jurnalis yang tidak paham etika dan aturan pers. Padahal, mendirikan lembaga pers harus berbadan hukum, menjalankan Undang-Undang Pers, dan tunduk pada Kode Etik Jurnalistik. Terlebih utama mereka mengantongi Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari dewan Pers Indonesia.

    Wartawan wajib independen, menyajikan berita akurat, tidak berpihak, dan tidak memelintir fakta demi kepentingan pribadi.

    Purmady menegaskan bahwa wartawan sejati harus mampu menulis efektif, menyampaikan informasi faktual, melakukan riset, berkomunikasi baik, berpikir kritis, mengelola waktu, dan menguasai teknologi media digital. Tanpa itu semua, kualitas SDM wartawan patut dipertanyakan.

    Menurutnya, peran lembaga pers dan organisasi profesi sangat penting untuk menindak tegas pelanggaran kode etik. Masyarakat pun harus semakin cerdas membedakan mana jurnalis profesional dan mana yang sekadar mencari keuntungan lewat tekanan. (*)

  • IWO Pecah Dua Arah, Zulkifli Tahir: Kubu Teuku Yudhistira Yang Sah Secara Organisatoris

    IWO Pecah Dua Arah, Zulkifli Tahir: Kubu Teuku Yudhistira Yang Sah Secara Organisatoris

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id— Aroma keretakan kembali menyeruak di tubuh Ikatan Wartawan Online (IWO). Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Jakarta, riuh soal kepemimpinan mencuat lagi—dan kali ini, bukan sekadar beda pandangan, tapi sudah menjurus pada perang legitimasi.

    Ketua PW IWO Sulsel yang juga Koordinator Steering Committee (SC) Musyawarah Bersama (Mubes) II tahun 2022, Zulkifli Tahir, terang-terangan menanggapi isi pemecatan Teuku Yudhistira, Ketua Umum IWO hasil Mubes II Lanjutan di Jakarta tahun 2023.

    “Pemecatan Teuku Yudhistira oleh siapa, apa dasarnya?. Justru yang sah secara organisatoris itu Pak Teuku Yudhistira,” tegas Zulkifli, di Makassar, Sabtu (4/10/2025). Nada suaranya mengandung sindiran tajam: seolah mengingatkan bahwa organisasi wartawan seharusnya lebih paham etika berorganisasi daripada menciptakan drama tanpa konstitusi.

    Ketika Mubes Jadi Arena Tarik Ulur Kepentingan

    Kisah ini bermula dari Mubes II IWO di Tangerang, 2–3 Desember 2022. Forum yang seharusnya jadi puncak demokrasi organisasi justru berakhir “buntu total”. Dua kandidat—Aji Bahroji dan Edward P—tak berhasil memperoleh titik temu.
    Hasilnya? Deadlock. Pengurus Pusat periode 2017–2022 dinyatakan demisioner, sementara kursi Ketua Umum dibiarkan menggantung.

    Sebagai Koordinator SC, Zulkifli Tahir bersama timnya kala itu mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 009 Tahun 2022, menunjuk Jodhi Yudono, Ketua Umum demisioner, sebagai Presidium Sementara—bukan ketua baru, hanya penjaga lilin di tengah gelapnya konflik organisasi.

    “Tugasnya satu: menyiapkan Mubes lanjutan, bukan membentuk kepengurusan baru,” tegas Zulkifli.

    Jakarta Jadi Titik Terang — dan Awal Polemik Baru

    Satu tahun berselang, Mubes II Lanjutan akhirnya digelar di Jakarta, 9–10 Oktober 2023. Di forum itu, Teuku Yudhistira, M.I.Kom., secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum IWO periode 2023–2028.
    Semua sah, risalahnya lengkap, tanda tangannya jelas. Tapi entah bagaimana, setahun kemudian, kabar mengejutkan beredar—ada yang mengaku “memecat” Teuku Yudhistira dan bahkan mendirikan organisasi tandingan bernama Perkumpulan Wartawan Warta Online (PWWO) dengan atribut mirip IWO.

    “Kalau ada yang mengaku memecat Ketua Umum hasil Mubes, harus dijelaskan dulu dasarnya,” kata Zulkifli. “Mubes itu forum tertinggi organisasi. Melangkahi keputusannya berarti melangkahi konstitusi IWO itu sendiri.”

    Sindiran untuk yang Lupa Cara Berorganisasi

    Lebih jauh, Zulkifli menilai banyak anggota terseret dalam pusaran narasi tanpa memahami kronologinya.
    “Publik dan anggota IWO harus tahu duduk perkaranya, jangan sekadar ikut arus wacana,” ujarnya. “Berorganisasi itu bukan soal siapa yang paling vokal di grup WhatsApp, tapi siapa yang menghormati mekanisme.”

    Ia menambahkan dengan nada getir, “Kalau jurnalis saja abai pada aturan main organisasi sendiri, bagaimana mau bicara tentang penegakan etika di luar sana?”

    Ujian Kedewasaan Organisasi Jurnalis

    Pernyataan Zulkifli Tahir mempertegas bahwa polemik IWO bukan sekadar persaingan figur, melainkan ujian kedewasaan dalam mengelola rumah besar para wartawan digital.
    Sebuah refleksi pahit: ketika organisasi yang lahir untuk menjaga profesionalitas pers, justru terjebak dalam jebakan klasik — perebutan legitimasi dan ego pribadi.

    Di tengah riuhnya nama baru dan klaim tandingan, publik kini menanti: siapa yang sebenarnya memegang “pena sah” IWO?
    Karena pada akhirnya, organisasi wartawan seharusnya bukan tempat melatih manuver politik, tapi ruang menjaga integritas profesi. (*)

  • Nenek Jaman Now Tanrutedong Sidrap Terbang ke Jakarta, Suport Syaqirah di Studio Indosiar

    Nenek Jaman Now Tanrutedong Sidrap Terbang ke Jakarta, Suport Syaqirah di Studio Indosiar

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id— Perjuangan panjang Andi Syaqirah akhirnya berbuah manis. Putri kebanggaan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sukses menembus Top 10 besar ajang pencarian bakat Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar, Jumat malam (3/10/2025).

    Sebuah capaian yang tidak mudah, setelah sebelumnya harus bersaing ketat dengan 40 kontestan dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Kabar gembira ini pertama kali dilaporkan langsung oleh Ilham Junaedy, koordinator “Syaqirah Lovers”, kepada Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif.

    Bupati pun menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa bangga atas prestasi Syaqirah.

    “Ini capaian yang luar biasa. Syaqirah bukan hanya kebanggaan masyarakat Sidrap, tapi juga kebanggaan Sulawesi Selatan. Perjalanan menuju 10 besar tentu tidak mudah, penuh perjuangan dan pengorbanan. Saya bangga atas kerja kerasnya,” ujar Syaharuddin Alrif.

    Sejak awal audisi hingga babak 40 besar, Syaqirah sudah menunjukkan konsistensinya. Dalam penampilan hari pertama di panggung besar, ia berhasil meraih Standing Ovation (SO) 3 kali serta 5 bintang dari seluruh dewan juri. Penampilan itu sekaligus mengukuhkan langkahnya menuju tahap berikutnya.

    Yang menarik, di momen tersebut Syaqirah tampil spesial bersama ibundanya dan adiknya, Andi Kenzo Dandang.

    Aksi panggung keluarga itu sukses mengguncang Studio 5 Indosiar, membuat sorak-sorai penonton bergemuruh.

    Pada malam kedua, Syaqirah semakin memukau lewat lagu “Goyah”. Dengan vokal yang matang dan penghayatan penuh, ia berhasil merebut hati juri dan penonton. Hasilnya, ia dipastikan melaju ke Top 10 besar DA7.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan besar keluarga, masyarakat Sidrap, serta komunitas penggemar “Syaqirah Lovers” yang dipimpin langsung oleh Ilham Junaedy (IJ).

    Sejak awal kompetisi, IJ dipercaya khusus oleh Bupati untuk mendampingi Syaqirah hingga ajang DA7 berakhir.

    Tak hanya itu, dukungan makin membeludak setelah kelompok ibu-ibu “Nenek Jaman Now” asal Tanrutedong turut hadir langsung ke Jakarta.

    Rombongan yang berjumlah 30 orang ini terbang khusus ke Studio Indosiar, dipimpin oleh Hj. Asma Aziz dan Hj. Dahriah Cambang. Kehadiran mereka menambah semarak dukungan, sekaligus menjadi bukti kecintaan masyarakat Sidrap terhadap talenta muda daerahnya.

    “Ilham Junaedy ini luar biasa. Sejak awal audisi, ia terus mendampingi Syaqirah tanpa kenal lelah. Dan sekarang kita lihat, dukungan masyarakat juga luar biasa, bahkan ada rombongan ibu-ibu yang rela datang jauh-jauh. Ini bukti kebersamaan Sidrap,” kata Bupati.

    Kini, langkah Syaqirah masih berlanjut menuju babak berikutnya. Bupati Sidrap berharap masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, terus memberikan dukungan penuh.

    “Kita doakan bersama agar Syaqirah terus melangkah lebih jauh, bahkan hingga menjadi juara. Semoga prestasi ini membawa harum nama Sidrap dan Sulawesi Selatan di kancah nasional,” tutur Syaharuddin.

    Keberhasilan Andi Syaqirah lolos ke 10 besar DA7 bukan hanya kisah tentang bakat, tetapi juga tentang perjuangan, konsistensi, serta dukungan kolektif masyarakat.

    Sebuah bukti bahwa mimpi anak daerah bisa menembus panggung nasional dengan kerja keras dan doa bersama. (*)

  • SYAQIRAH Lolos Top 10 Besar DA7, Bupati Sidrap Bangga: Kebanggaan Masyarakat Sulsel

    SYAQIRAH Lolos Top 10 Besar DA7, Bupati Sidrap Bangga: Kebanggaan Masyarakat Sulsel

    Sidrap – Kabar gembira datang dari panggung Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar. Putri kebanggaan Sidenreng Rappang, Andi Syaqirah, berhasil menembus Top 10 Besar DA7 setelah tampil memukau di studio 5 Indosiar, Jakarta.4/10/2025.

    Ilham Junaedy selaku koordinator Syaqirah Lovers langsung melaporkan capaian membanggakan ini kepada Bupati Sidrap. Menanggapi kabar tersebut, Bupati menyampaikan rasa bangga yang mendalam.

    “Lolos 10 besar bukan capaian mudah. Syaqirah sudah mengalahkan 30 kontestan lain dari berbagai provinsi sejak tahap 40 besar. Ini adalah hasil perjuangan luar biasa dan kerja keras semua pihak,” ujar Bupati.

    Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada Ilham Junaedy (IJ) yang sejak awal ditugaskan mendampingi Andi Syaqirah selama mengikuti ajang DA7.

    “Saya tugaskan IJ mendampingi Syaqirah sampai selesai DA7. Perjuangan ini bukan hanya milik Syaqirah, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Sidrap, bahkan Sulsel pada umumnya,” tegasnya.

    Pada penampilan perdananya, Andi Syaqirah sukses meraih Standing Ovation (SO3) dan 5 bintang dari dewan juri. Suasana semakin meriah ketika ia tampil bersama ibunda tercinta dan adik bungsunya, berkolaborasi dengan A. Kenzo Dandang, hingga mengguncang studio 5 Indosiar.

    Di malam kedua, Syaqirah kembali memukau penonton lewat lagu “Goyah” yang dibawakannya dengan sempurna. Penampilan tersebut mengantarkannya langsung ke Top 10 Besar DA7.

    Dukungan terhadap Syaqirah pun semakin membeludak. Tidak hanya datang dari Sidrap dan Sulawesi Selatan, melainkan juga dari berbagai daerah di Indonesia. Banyak pendukung rela hadir langsung ke Jakarta demi menyaksikan penampilan idolanya.

    Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Andi Syaqirah adalah salah satu putri terbaik Sidrap yang mampu mengharumkan nama daerah di panggung Nasional. (*)

  • Konflik Dinsos dan Karang Taruna Sulsel Makin Memanas

    Konflik Dinsos dan Karang Taruna Sulsel Makin Memanas

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id– Ketua Satuan Tugas (Satgas) Karang Taruna Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir menilai hubungan antara Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Selatan dan Karang Taruna Provinsi sebagai mitra dan pembina makin tidak jelas.

    Hal tersebut makin memburuk saat Karang Taruna Provinsi Sulsel tidak dilibatkan dalam kegiatan HUT TKSK ke 16 yang direncanakan akan digelar pada tanggal 9-10 Oktober 2025.

    Diketahui konflik dan perselisihan antara Dinsos Sulsel dengan pengurus Karang Taruna Sulsel pada tahun 2022 terkait penggunaan sekretariat dan terulang kembali diawal bulan september 2025 dimana salah satu pengurus diusir kemudian dilaporkan ke Satpol PP Sulsel dan bahkan melakukan penyegelan.

    “Dinsos berperan sebagai lembaga pembina yang memberikan dukungan dan arahan kepada Karang Taruna dalam melaksanakan program-program pemberdayaan sosial, khususnya bagi kaum muda. Meskipun kadang terjadi perbedaan pendapat atau aksi damai, hubungan ini didasarkan pada upaya kolaborasi untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan sosial”, ucap Zulkifli Thahir, Kamis (2/10/25).

    Ketua Satgas KT ini menambahkan harusnya Dinsos Sulsel bertindak sebagai pembina dan mitra strategis bagi Karang Taruna dalam upaya pemberdayaan sosial dan pengembangan potensi pemuda di tingkat provinsi bukan malah menciptakan konflik of interest.

    “Kolaborasi Dinsos harus mendukung Karang Taruna untuk menjadi pelopor inovasi sosial, agen perubahan, dan garda terdepan dalam menggerakkan potensi pemuda, jadi konflik ini mungkin menimbulkan persepsi bahwa Dinsos tidak mendukung atau bahkan mengabaikan peran Karang Taruna, meskipun Dinsos Sulsel memiliki peran dalam pembinaan dan pemberdayaan organisasi pemuda tersebut”, jelas Zulkifli Thahir yang juga sebagai Ketua IWO Sulsel.

    Munculnya spekulasi konflik of interest ini memicu bahwa Dinsos Sulsel tidak mendukung keberadaan atau kegiatan Karang Taruna. Meskipun ada perselisihan, Dinsos secara umum memiliki tugas dan fungsi untuk membina dan memberdayakan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna di berbagai daerah.

    Meskipun Dinsos Sulsel memiliki wewenang untuk mengatur penggunaan fasilitas, sikap Dinsos dalam kasus ini bisa dianggap kurang mempertimbangkan keberlanjutan organisasi Karang Taruna sebagai wadah sosial kepemudaan yang penting.

    “Fokus Dinsos Sulsel mungkin telah beralih atau ada konflik kepentingan yang membuat hubungan dengan Karang Taruna menjadi renggang, yang pada akhirnya memunculkan kesan bahwa peran Karang Taruna diabaikan, dan kami meminta kepada Gubernur Sulsel untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial dan copot dari jabatannya”, ungkap Ketua Satgas KT Sulsel.

    “Jika permintaan kami ini tidak diatensi maka kami seluruh kader Karang Taruna se Sulsel akan turun melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulsel”, ancam Zulkifli Thahir.

    Diketahui landasan hukum Karang Taruna saat ini adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa dan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna, yang menjadi pengganti peraturan sebelumnya.

    Peraturan ini menetapkan Karang Taruna sebagai lembaga kemasyarakatan yang merupakan wadah pengembangan generasi muda untuk kesejahteraan sosial di tingkat desa/kelurahan.

    Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018: Peraturan ini mengamanatkan pembentukan lembaga kemasyarakatan, termasuk Karang Taruna, di desa dan kelurahan.

    Selain peraturan menteri, landasan hukum Karang Taruna juga didasarkan pada:
    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Sebagai landasan fundamental negara.

    Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial: Mengatur tentang dasar-dasar kesejahteraan sosial. (*)

  • Terima Audiensi PTPN, Bupati Sidrap Tegaskan Pemanfaatan HGU untuk Kesejahteraan Masyarakat

    Terima Audiensi PTPN, Bupati Sidrap Tegaskan Pemanfaatan HGU untuk Kesejahteraan Masyarakat

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif menerima audiensi jajaran PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) di Baruga Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Rabu (2/10/2025).

    Pertemuan tersebut membahas pengamanan sekaligus upaya optimalisasi aset tanah Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I yang berada di Kecamatan Watang Pulu, Panca Lautang, dan Tellu Limpoe.

    Lahan seluas 5.090 hektare itu direncanakan untuk pengembangan perkebunan produktif, antara lain kelapa, kakao, dan tebu.

    Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum Regional 8 PTPN I Hamka, Asisten Sub Bagian Pertanahan dan Keamanan PTPN I Ade Kurniawan, serta Kepala Kantor Pertanahan Sidrap Muhammad Taufiq.

    Sejumlah pejabat Pemkab Sidrap juga hadir, di antaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah H. Muhammad Rohady Ramadhan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Suharya Angriani, Kabag Tata Pemerintahan Fandy Anshary, serta Kabag Hukum Andi Kaimal.

    Tampak pula Kabid Perkebunan dan Hortikultura DTPHPKP Gazali Thayyib, Kabid Pembibitan dan Kesehatan Hewan Muhammad Haris Alimin, serta beberapa perwakilan OPD terkait.

    Bupati Syaharuddin menegaskan agar pemanfaatan lahan HGU benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sidrap.

    Menurutnya, optimalisasi aset tersebut harus sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    “Kami menyambut baik rencana PTPN I untuk mengoptimalkan aset HGU di Sidrap. Yang paling penting, lahan ini harus dikelola dengan baik sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan daerah,” tegas Bupati.

    Sementara itu, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum Regional 8 PTPN I, Hamka, menjelaskan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan lahan tersebut.

    Ia menyebut potensi lahan HGU di Sidrap sangat besar untuk dikembangkan menjadi kawasan perkebunan modern.

    “Melalui kerja sama ini, kami berharap lahan HGU dapat memberi nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat Sidrap,” kata Hamka.

    Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara Pemkab Sidrap dan PTPN I.

    Ke depan, pembahasan lebih teknis akan dilakukan guna menyusun rencana detail pengembangan serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Sidrap.

  • Turnamen Voli Manisa Cup III Resmi Dibuka, Bupati dan Kapolres Sidrap Puji Kualitas Lapangan

    Turnamen Voli Manisa Cup III Resmi Dibuka, Bupati dan Kapolres Sidrap Puji Kualitas Lapangan

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lapangan bola voli di Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti.

    Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Open Turnamen Bola Voli Manisa Cup III, Rabu malam (1/10/2025).

    Dalam sambutannya, Bupati menilai lapangan bola voli Manisa merupakan salah satu yang terbaik di Kabupaten Sidrap. Hal itu tidak terlepas dari penataan yang baik serta pemanfaatannya yang maksimal oleh masyarakat setempat.

    “Tempatnya bagus, lapangannya bagus, antusiasme masyarakat juga sangat bagus,” puji Syaharuddin.

    Lebih lanjut, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.

    “Acara malam ini sangat luar biasa, terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat, PBVSI, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan sponsor,” tambahnya.

    Syaharuddin menegaskan, ke depan Turnamen Bola Voli Manisa Cup akan ditingkatkan menjadi Turnamen Bupati Cup.

    Hal ini dimaksudkan agar ajang tersebut menjadi wadah pembinaan atlet voli Sidrap, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi generasi muda.

    “Kita harus jadikan sarana ini sebagai tempat anak muda memperlihatkan bakat terbaiknya. Dari sini prestasi akan muncul, dan PBVSI Kabupaten Sidrap akan melakukan pembinaan tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” jelasnya.

    Apresiasi serupa juga disampaikan Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, yang turut hadir bersama jajaran. Sebagai Ketua PBVSI Sidrap, ia menyebut lapangan voli Manisa sebagai yang terbaik di Sidrap.

    “Di Baranti inilah lapangan terbaik yang ada di Kabupaten Sidrap. Saya hadir bersama Bupati beserta jajarannya, sangat mendukung kegiatan ini,” ucapnya.

    Turnamen Bola Voli Manisa Cup III diikuti 12 tim. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi media silaturahmi masyarakat dengan para atlet, termasuk yang datang dari luar Kabupaten Sidrap.

    “Ini bukan hanya seremonial olahraga, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat dengan atlet-atlet dari luar daerah,” tutur Kapolres.

    “Selamat bertanding, jaga keamanan dan keselamatan, semoga acara ini berlangsung lancar sampai dengan selesai,” pungkasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati Sidrap juga menyerahkan bantuan berupa pestisida atau racun hama kepada kelompok tani di Kelurahan Manisa sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian.

    Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat, di antaranya Anggota DPRD Sidrap Muhammad Syukur, Kadisporapar Patriadi, Camat Baranti Bustaman, Kapolsek Baranti AKP Zakariah, serta Kabid Sarana dan Prasarana DTPHPKP Suriyanto.

    Hadir pula para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Baranti, jajaran Polres Sidrap, seluruh panitia, sponsor, serta undangan lainnya.