Blog

  • Pawai Tarhib Ramadan Bangun Semangat Ibadah dan Kebersamaan Masyarakat Sidrap

    Pawai Tarhib Ramadan Bangun Semangat Ibadah dan Kebersamaan Masyarakat Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Sebanyak 2.137 peserta dari 71 kontingen ambil bagian dalam Pawai Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang membangkitkan semangat ibadah dan mempererat kebersamaan warga Sidrap, Senin (16/2/2026).

    Kegiatan yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Sidrap ini dilepas Bupati Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati.

    Dari Rumah Jabatan Bupati, peserta melintasi Jalan Lanto Daeng Pasewang dan berakhir di pelataran Monumen Ganggawa.

    Sepanjang rute, peserta menampilkan atribut Islami, spanduk dakwah, serta yel-yel yang mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan penuh sukacita.

    Peserta berasal dari TPA unit LPPTKA-BKPRMI, remaja masjid unit LPPRM-BKPRMI, SD di bawah naungan Korwil Disdikbud Maritengngae, serta TK dan SD yang mendaftar secara mandiri.

    Turut hadir Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Muhmud Lakaiyya, Ketua BKPRMI Sulsel Ali Hafid, Ketua BKPRMI Sidrap Nidaul Islam, dan Staf Ahli Bupati Bachtiar.

    Tampak pula para kepala OPD, camat dan lurah, Danramil Maritengngae, pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Sidrap, serta undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif mengapresiasi BKPRMI yang untuk pertama kalinya menggelar Tarhib Ramadan dan dihadiri langsung Bupati serta Wakil Bupati di Rumah Jabatan.

    “Mari sambut Ramadan dengan semangat berpuasa, rajin belajar, dan memakmurkan masjid. Sejalan dengan program pemerintah yang aman dan religius, anak-anak kita harus dibiasakan dekat dengan masjid,” pesannya.

    Kegiatan ini diharapkan mempererat ukhuwah Islamiyyah, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap masjid, serta membangun karakter religius masyarakat Sidrap dalam menyambut bulan suci Ramadan.

  • Menanti Hasil Sidang Isbat, Warga Dua Pitue Resmi Memeluk Agama Islam

    Menanti Hasil Sidang Isbat, Warga Dua Pitue Resmi Memeluk Agama Islam

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pada momen pengumuman hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah, seorang warga Kecamatan Dua Pitue, Selviana, resmi memeluk agama Islam di Masjid Agung Sidrap, Selasa malam (17/2/2026).

    Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru disaksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama unsur Forkopimda dan jemaah masjid.

    Selviana mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan H. Irwan. Ucapan syahadatnya disambut takbir jemaah yang hadir.

    Hadir di kesempatan itu, Bupati Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap Fantry Taherong, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, para asisten dan staf ahli bupati, serta kepala OPD.

    Kehadiran pimpinan daerah dan jemaah menjadi dukungan moril bagi Selviana dalam memulai kehidupan barunya sebagai muslimah.

    Pemerintah daerah mengapresiasi prosesi tersebut yang mencerminkan nilai persaudaraan dan pembinaan umat menjelang Ramadan.

    Adapun hasil sidang isbat menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah mempertimbangkan hisab dan rukyat hilal di sejumlah titik pengamatan di seluruh Indonesia.

    Sementara Muhammadiyah telah lebih awal menetapkan awal Ramadan pada Rabu, 18 Februari 2026. Pemerintah mengimbau umat Islam tetap menghormati perbedaan tersebut dalam kerangka persatuan dan toleransi.

  • Pemerintah Daerah Diminta Aktif Kendalikan Inflasi, Sidrap Siap Sinergi dengan Pusat

    Pemerintah Daerah Diminta Aktif Kendalikan Inflasi, Sidrap Siap Sinergi dengan Pusat

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pemerintah daerah diminta aktif mengantisipasi gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan bahan pokok guna memastikan inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga.

    Penegasan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang diikuti Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, secara virtual dari ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).

    Rakor yang diikuti seluruh gubernur serta bupati/wali kota se-Indonesia itu juga dirangkaikan dengan sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal dan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program Tiga Juta Rumah.

    Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang turut mengikuti kegiatan tersebut.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menjelaskan rakor membahas langkah strategis menjaga dan menciptakan harga pangan yang murah serta terjangkau bagi masyarakat.

    Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga.

    “Sebagai aparatur pemerintah, kita harus mampu mengantisipasi dengan sebaik-baiknya agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga,” ujarnya.

    Menanggapi arahan tersebut, Nurkanaah menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga secara berkala, serta mengoptimalkan program intervensi pasar.

    Ia juga menyatakan kesiapan memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah agar stabilitas harga, percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, dan dukungan terhadap program pembangunan perumahan berjalan efektif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Jelang Ramadan, Stok Pangan Aman di Pasar Pangkajene

    Jelang Ramadan, Stok Pangan Aman di Pasar Pangkajene

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. id—Menjelang masuknya Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama unsur Forkopimda dan Bulog setempat melakukan pemantauan kebutuhan bahan pokok di Pasar Sentral Pangkajene, Rabu (18/2/2026).

    Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci.

    “Alhamdulillah, kami bersama unsur Forkopimda dan OPD terkait tadi telah memantau ketersediaan kebutuhan pokok dan harga barang,” kata Bupati Syaharuddin Alrif, saat memimpin pemantauan.

    Turut hadir Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, perwakilan Forkopimda, Kepala Bulog Sidrap, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

    Dari hasil pemantauan, ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman dan harga relatif stabil. Syaharuddin berharap kondisi tersebut tetap terjaga selama Ramadan.

    Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin Alrif berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli di Pasar Sentral Pangkajene untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

    Para pedagang menyampaikan permintaan mulai meningkat, terutama untuk kebutuhan sembako.

    “Mudah-mudahan ketersediaan bahan pokok ini aman selama bulan suci dan kita optimis untuk itu,” ujar Syaharuddin.

    Bupati Syaharuddin juga mengajak masyarakat melaksanakan salat tarawih pertama di Masjid Agung serta menghadiri Tabligh Akbar pada 27 Februari mendatang.

    Selain itu, ia menyampaikan kebijakan penurunan pajak pasar sebesar 50 persen dari sebelumnya.

  • DENGAN TEMA BERSIHKAN LANGKAH, SUCIKAN HATIRatusan Runners Se-Sidrap Tempuh 14,47 KM Sambut Bulan Suci Ramadan

    DENGAN TEMA BERSIHKAN LANGKAH, SUCIKAN HATIRatusan Runners Se-Sidrap Tempuh 14,47 KM Sambut Bulan Suci Ramadan

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Semangat menyambut datangnya bulan suci Ramadan begitu terasa dalam kegiatan lari bertajuk “Bersihkan Langkah, Sucikan Hati” yang digelar oleh komunitas runners se-Kabupaten Sidenreng Rappang, selasa pagi.

    Ratusan pelari dari berbagai komunitas lari antusias menempuh jarak 14,47 kilometer sebagai simbol perjalanan fisik dan spiritual dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Sejak subuh, para peserta telah memadati titik start di kopi AKA pangkajene dengan penuh semangat dan kebersamaan.

    Koordinator panitia H.Arpiandi sekaligus ketua HIPMIRUN SIDRAP menyampaikan bahwa event ini bukan sekadar olahraga, melainkan momentum refleksi diri. “Melalui setiap langkah, kita belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi. Sama seperti Ramadan, yang mengajarkan kita untuk menahan diri dan menyucikan hati,” ujarnya.

    Sepanjang rute, para peserta tetap menjaga kebersamaan dan ketertiban. Tidak sedikit masyarakat yang turut memberikan dukungan di pinggir jalan, menambah semarak suasana pagi ini.
    Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar komunitas lari, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persiapan menyambut Ramadan bukan hanya soal fisik, melainkan juga kesiapan hati dan niat.

    Dengan penuh semangat, para runners menyelesaikan 14,47 KM dengan wajah bahagia. Karena bagi mereka, finish sesungguhnya bukan hanya garis akhir, melainkan hati yang lebih siap menyambut Ramadan.

  • Bertepatan HUT Sidrap, RS Adinda Launching Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA)

    Bertepatan HUT Sidrap, RS Adinda Launching Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA)

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– RS Adinda Medical Centre resmi melakukan deployment sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA) dengan Motto Experince the Intellegence of Care.

    Peluncuran layanan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-682 Sidenreng Rappang sebagai bentuk pengabdian rumah sakit kepada masyarakat di bidang kesehatan sesuai motto RS Adinda Medical Centre: Melayani dengan Nurani dan Profesional

    Pelayanan SAMA dirancang sebagai inovasi digital yang mendukung konsultasi medis dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.

    Tim Developer Pelayanan SAMA, Yusril, S.Pd., menjelaskan bahwa inovasi AI tersebut hadir untuk mendukung pelayanan medis, bukan menggantikan peran tenaga kesehatan profesional.

    “Kami menghadirkan inovasi AI yang mendukung pelayanan konsultasi medis dengan tetap memprioritaskan keselamatan pasien. AI ini dirancang untuk membantu, bukan menggantikan, profesional medis, dengan batasan ketat untuk mencegah diagnosa yang tidak tepat,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Tim Developer Pelayanan-SAMA, Nurul Amalia, S.Pd., menekankan pentingnya penyampaian informasi medis yang mudah dipahami masyarakat.

    “Kami sangat memperhatikan bagaimana informasi medis yang kompleks disampaikan kepada pengguna. Fokus kami adalah menyaring output AI yang rumit menjadi saran kesehatan yang mudah dicerna,” jelasnya.

    Secara terpisah, Penanggung Jawab Unit SIMRS RS Adinda Medical Centre, Arfan Fahri, S.Kom., MTCNA., MTCRE., mengungkapkan bahwa SAMA merupakan Intelligent Medical Interface yang bekerja secara stateless dan real-time.

    “Kami tidak hanya membangun sistem, kami membangun Logic Engine yang mampu mengonversi keluhan unstructured menjadi analisis klinis yang terarah. AI kami stateless, artinya setiap keluhan pasien diproses secara independen. Tidak ada data percakapan yang disimpan dalam jangka panjang, sehingga lebih aman dan privasi pasien terjaga,” terangnya.

    Dengan peluncuran SAMA, RS Adinda Medical Centre menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus memastikan keamanan serta kerahasiaan data pasien tetap menjadi prioritas utama.

    Pelayanan SAMA bisa diakses di seluruh Indonesia bahkan Manca Negara pun bisa.

    Untuk mengakses klik link ini: pelayanan-sama.adindamedicalcentre.com atau bisa diakses di website utama adindamedicalcentre.com Dengan memilih menu Pelayanan-SAMA-AI. (*)

  • Sabung Ayam Masih Berkokok? KJI Sulsel: Kami Pantau dan Beritakan!

    Sabung Ayam Masih Berkokok? KJI Sulsel: Kami Pantau dan Beritakan!

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Isu perjudian sabung ayam di Sulawesi Selatan kembali dipantik. Bukan sekadar adu jago di arena tanah lapang, tapi adu nyali dengan hukum. Praktik ini disebut masih eksis di sejumlah daerah, bergerak senyap namun terorganisir.

    Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel, Edy Basri, tak lagi berbasa-basi.

    Dalam pembubaran panitia pelantikan pengurus KJI Sulsel di La Bugis, Sidrap, Selasa (17/2/2026), ia melontarkan kritik tajam kepada para kapolres se-Sulsel.

    “Kalau memang ilegal, ya hentikan total. Jangan sampai hukum cuma jadi ornamen di baliho. Publik tidak butuh slogan, publik butuh tindakan,” tegasnya.

    Edy menyebut, bukan mustahil masih ada wilayah yang dijadikan “markas” sabung ayam. Fenomenanya klasik: saat razia datang, hilang. Saat sunyi, muncul lagi. Seperti drama lama yang diputar ulang tanpa akhir.

    “Kalau masyarakat bisa menunjuk titiknya, masa aparat tidak tahu? Jangan sampai ini jadi rahasia umum yang pura-pura tidak terlihat,” sindirnya tajam.

    Siap Temui Kapolda Sulsel

    Tak berhenti pada pernyataan keras, KJI Sulsel memastikan langkah lanjutan. Dalam waktu dekat, mereka akan menemui Kapolda Sulawesi Selatan untuk membahas sejumlah persoalan, termasuk dugaan maraknya praktik sabung ayam di beberapa daerah.

    “Kami ingin duduk bersama. Ini bukan cari panggung, ini soal komitmen penegakan hukum. Jangan sampai kepercayaan publik tergerus,” ujar Edy.

    Instruksi Tegas: Beritakan!

    Yang paling menyita perhatian, Edy mengeluarkan instruksi langsung kepada seluruh anggota KJI di Sulsel. Ia memerintahkan agar jurnalis KJI aktif memantau dan tidak segan memberitakan jika menemukan dan memastikan adanya praktik judi sabung ayam.

    “Ini perintah organisasi. Kalau terbukti ada praktik sabung ayam, beritakan. Jangan takut. Jangan tumpul. Kerja jurnalistik harus berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

    Menurutnya, pers bukan musuh aparat, melainkan alarm sosial. Jika alarm berbunyi, itu tanda ada yang perlu dibenahi.

    “Jangan sampai yang kecil cepat diproses, yang besar justru kebal. Itu yang bikin publik sinis. Dan kalau publik sudah sinis, itu alarm bahaya bagi penegakan hukum,” katanya.

    Edy menutup dengan pesan lugas: pemberantasan judi tidak boleh musiman. “Kalau mau bersih, bersihkan total. Jangan setengah hati. Karena kalau sabung ayam masih berkokok, suara kritik juga akan makin nyaring,” pungkasnya. (*)

  • Lurah Baula Tak Henti Perlihatkan Kepedulian Sosial, Turun Langsung Bersihkan Saluran Air

    Lurah Baula Tak Henti Perlihatkan Kepedulian Sosial, Turun Langsung Bersihkan Saluran Air

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Lurah Baula, Junaidi, terus menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi kepada masyarakat sejak resmi dilantik memimpin Kelurahan Baula. Sosoknya dikenal tak pernah berdiam diri, bahkan di hari libur sekalipun ia tetap turun langsung melakukan kerja bakti di wilayahnya.Selasa, 17/2/2026.

    Tanpa menunggu warga maupun staf kelurahan, Junaidi terlihat membersihkan saluran air yang selama ini tersumbat dan kerap menyebabkan genangan. Aksi nyata tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.

    “Bertahun-tahun tidak ada pemimpin seperti ini yang rela turun langsung membersihkan. Bukan cuma datang memerintah warga dan stafnya, tapi benar-benar ikut bekerja,” ungkap salah seorang warga.

    Menurut Junaidi, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap langkah kecil yang dilakukan dapat menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan di sekitar rumah masing-masing.

    “Semoga Kelurahan Baula semakin bersih ke depannya sesuai arahan Bapak Bupati agar rutin melaksanakan pembersihan. Kami juga mengimbau warga segera mendaftar layanan pembuangan sampah pada tempat yang sudah disiapkan. Supaya sampah di rumah tinggal dijemput, jangan lagi buang sampah sembarangan,” tegas Junaidi.

    Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang memberi teladan, diharapkan Kelurahan Baula semakin tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Puncak Bila Sidrap Naik Kelas Bola Raksasa Siap Jadi Magnet Sulsel

    Puncak Bila Sidrap Naik Kelas Bola Raksasa Siap Jadi Magnet Sulsel

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Puncak Bila kembali bikin langkah berani. Di atas perbukitan yang selama ini jadi magnet swafoto, pengelola menyiapkan satu ikon baru: bola raksasa.
    Bukan sekadar ornamen.

    Ini landmark. Ini statement.

    Struktur monumental itu akan berdiri megah di pucuk bukit, menghadap hamparan alam Kabupaten Sidenreng Rappang. Jika rampung, siluetnya bakal langsung jadi penanda baru di bentang langit Sidrap.

    Targetnya jelas: menjadi landmark baru di Sulawesi Selatan sekaligus mempertegas identitas Puncak Bila sebagai destinasi alam-modern.

    Konsepnya tidak main-main. Modern, tetapi tetap menyatu dengan panorama pegunungan. Bukan bangunan yang merusak lanskap, melainkan memperkuat visual kawasan.

    Selain menjadi daya tarik utama, bola raksasa itu juga diarahkan sebagai pusat aktivitas wisata dan titik pandang premium. Melengkapi wahana sepeda raksasa yang lebih dulu jadi favorit pengunjung.

    Owner Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halim, S.Th.I., M.Hum., menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar pengembangan kawasan wisata berkelanjutan.

    “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berkelas. Bola raksasa ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol komitmen kami untuk memajukan pariwisata Sidrap. Kami berharap ikon ini mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” ujarnya.

    Menurutnya, kehadiran ikon baru ini diharapkan memberi efek domino terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Kunjungan meningkat. Peluang usaha terbuka. UMKM dan ekonomi kreatif tumbuh lebih agresif.

    Dari sisi teknis, proyek ini digarap serius. Kontraktor pelaksana, Mas Asep Adi Setiyoko dari Yogyakarta, memastikan seluruh proses pembangunan dirancang dengan perencanaan matang.

    “Dalam pengerjaan ini, kami sangat memperhatikan detail struktur agar konstruksi kokoh, aman, dan tetap estetis.
    Target kami bukan hanya menciptakan bangunan monumental, tetapi juga berkualitas untuk jangka panjang serta aman bagi pengunjung,” jelasnya.

    Artinya, ini bukan proyek asal jadi. Bukan sekadar mengejar viral. Tapi investasi jangka panjang.

    Dukungan pun datang dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Mirna, S.H., M.A.P., S.H., M.A.P. Ia menyambut positif inovasi tersebut karena sejalan dengan arah pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal dan peningkatan daya saing nasional.

    “Kami mengapresiasi inisiatif pengelola Puncak Bila yang terus berinovasi menghadirkan daya tarik baru. Kehadiran bola raksasa ini berpotensi menjadi ikon baru yang tidak hanya membanggakan Kabupaten Sidenreng Rappang, tetapi juga memperkaya ragam destinasi unggulan di Sulawesi Selatan. Pemerintah provinsi tentu mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Optimisme serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidenreng Rappang, H. Nasruddin Waris, S.Sos., M.Si.

    “Kami berharap keberadaannya mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata,” ujarnya.

    Dengan hadirnya bola raksasa ini, Puncak Bila semakin memantapkan diri sebagai kawasan wisata unggulan yang inovatif dan berwawasan lingkungan.

    Terlebih, akhir tahun lalu kawasan ini sukses meraih penghargaan sebagai salah satu daya tarik wisata terbaik tingkat nasional.

    Puncak Bila tidak sekadar membangun.
    Ia sedang membentuk identitas.

    Dan bola raksasa itu, jika berdiri sempurna nanti, bisa jadi simbol paling tegas bahwa Sidrap siap bersaing di panggung wisata yang lebih besar. (*)

  • KJI Sulsel Resmi Dilantik di Sidrap, Edy Basri Diberi Target Bentuk 24 Pengurus Daerah

    KJI Sulsel Resmi Dilantik di Sidrap, Edy Basri Diberi Target Bentuk 24 Pengurus Daerah

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pelantikan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026), di Aula Taman Wisata Puncak Bila, masuk dalam kategori itu.

    Jam menunjukkan sekitar pukul 14.00 WITA ketika Edy Basri resmi memegang kemudi KJI Sulsel. Bukan sekadar seremoni. Sejak menit pertama, ia langsung dihadapkan pada ekspektasi besar: membentuk kepengurusan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

    Di barisan depan hadir Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, dan Ketua KJI Nasional, Nurfandri. Kehadiran keduanya bukan formalitas belaka. Itu adalah legitimasi pusat sekaligus mandat terbuka agar KJI Sulsel tidak sekadar menjadi DPW administratif.

    “Sulsel harus jadi lokomotif,” pesan Andarizal dalam arahannya.
    Targetnya jelas: 24 kabupaten/kota. Artinya, ekspansi. Konsolidasi. Percepatan.

    Di tengah era disrupsi media, organisasi wartawan tak cukup hanya mengandalkan kartu anggota. Platform digital mengubah lanskap bisnis media. Kepercayaan publik fluktuatif. Kalau tidak adaptif, organisasi bisa kehilangan relevansi.

    Edy Basri tampaknya memahami itu. Pidatonya singkat. Garis besarnya tegas: konsolidasi cepat, rapat kerja usai Lebaran, dan penguatan struktur daerah. Gaspol, tapi tetap terukur.

    Yang menarik justru atmosfer di luar podium.

    Meski berhalangan hadir, Dandim 1420/Sidrap Letkol Andi Zulhakim mengirim pesan moral agar KJI bersinergi dengan TNI. Dukungan juga datang dari Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong dan Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda. Keduanya mengirim karangan bunga berukuran jumbo sebagai bentuk dukungan simbolik.

    Hadir pula unsur Kejari Sidrap, Ketua Kadin Sidrap Andi Muh Yusuf Ruby, Owner Puncak Bila Ahmad Shalihin Halim, serta pimpinan organisasi pers seperti PWI, JMSI, HIPSI, KWRI, SMSI, KNPI hingga tokoh LSM Andi Mari.

    Spektrumnya lengkap. Ekosistemnya terbentuk.

    Secara analitis, momentum ini tidak datang dalam ruang hampa. Sidrap sedang menunjukkan wajah kolaboratif. TNI-Polri terbuka. Dunia usaha hadir. Organisasi pers bersinergi. Jika dirawat, KJI Sulsel bisa menjadi “middle ground” — ruang temu berbagai kepentingan tanpa meninggalkan integritas jurnalistik.
    Namun tantangan tetap ada.

    Organisasi wartawan kerap terjebak rutinitas seremonial: rapat, foto, spanduk, selesai. Jika itu yang terjadi, energi Puncak Bila akan cepat menguap.
    Edy Basri dituntut memainkan positioning berbeda. Bukan hanya organisasi profesi, tetapi pusat literasi, ruang diskusi kebijakan, dan penguatan kapasitas jurnalis daerah.

    Dari Puncak Bila, Sabtu sore itu, satu pesan menguat: KJI Sulsel tidak ingin jadi pelengkap. Ia ingin relevan.
    Dan relevansi tidak lahir dari seremoni. Ia lahir dari kerja, konsistensi, dan keberanian mengambil peran.

    Mandat sudah diberikan. Dukungan sudah datang. Panggung sudah tersedia.
    Kini publik menunggu: apakah KJI Sulsel benar-benar naik kelas, atau sekadar naik struktur. (*)

  • Babinsa Kanyuara Dampingi Murid UPT SDN 4 Watang Sidenreng Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

    Babinsa Kanyuara Dampingi Murid UPT SDN 4 Watang Sidenreng Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Babinsa Kelurahan Kanyuara turut mendampingi dan memantau para murid UPT SDN 4 Watang Sidenreng dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Jumat (13/2/2026).

    Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah dasar, sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.

    Babinsa Kelurahan Kanyuara, Irwan, menyampaikan pesan kepada para murid agar benar-benar memanfaatkan program dari Presiden ini dengan baik. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis merupakan wujud perhatian pemerintah kepada anak-anak sekolah agar tumbuh sehat dan semangat belajar.

    “Program Presiden ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena ini bentuk perhatian kepada anak-anak sekolah.

    Biasanya murid membawa uang jajan di bawah Rp10 ribu ke sekolah, sekarang dengan adanya MBG anak-anak cukup membawa uang jajan Rp5 ribu saja,” ujar Irwan.

    Ia juga mengimbau kepada para murid agar membawa tempat nasi dari rumah. Hal tersebut bertujuan agar jika makanan tidak habis, dapat dibawa pulang sehingga tidak terbuang percuma.

    “Kami harap anak-anak juga membawa tempat nasi. Jika tidak bisa dihabiskan di sekolah, bisa dibawa pulang ke rumah,” tambahnya.
    Program Makan Bergizi Gratis ini disambut antusias oleh para murid dan guru.

    Diharapkan melalui program ini, kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi dengan baik sehingga mendukung proses belajar yang lebih optimal di lingkungan sekolah.

  • Tak di Makassar, KJI Sulsel Pilih Sidrap: Edy Basri Bawa Pelantikan Pulang ke “Kota Beras”

    Tak di Makassar, KJI Sulsel Pilih Sidrap: Edy Basri Bawa Pelantikan Pulang ke “Kota Beras”

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Secara logika organisasi, pelantikan pengurus tingkat provinsi idealnya digelar di Makassar. Ibu kota Sulawesi Selatan itu adalah episentrum pemerintahan, bisnis, dan tentu saja—media. Tapi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel memilih jalan berbeda. Sabtu siang, 14 Februari 2026, pelantikan justru dipusatkan di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Sidrap.

    Pilihan itu bukan tanpa alasan. Ada faktor history yang tak bisa dilepaskan.

    KJI Sulsel di bawah kepemimpinan Edy Basri—bersama Muh Tohir (Sekretaris) dan Ersan (Bendahara)—memang sengaja “pulang kampung”. Edy lahir dan besar di Kabupaten Sidenreng Rappang, daerah yang dikenal dengan julukan “Kota Beras”. Di sanalah jejak awal perjalanan jurnalistiknya tumbuh.

    “Alhamdulillah, Pak Ketum DPP dan Pak Ketua KJI Nasional sudah mendarat di Makassar malam ini. Besok siang keduanya langsung ke Puncak Bila dijemput oleh panitia pelantikan,” ujar Edy Basri, Kamis malam, 12 Februari 2026.

    Yang datang bukan nama sembarangan. Ketua Umum DPP KJI Andarizal akan melantik langsung kepengurusan KJI Sulsel, didampingi Ketua KJI Nasional Nurfandri. Keduanya juga didaulat sebagai pembicara utama dalam sesi talkshow yang menjadi pembuka acara. Format ini memberi sinyal: KJI Sulsel ingin lebih dari sekadar seremoni—mereka ingin diskursus.

    Persiapan disebut sudah 90 persen. Artinya, panggung sudah hampir siap. Tinggal hitung jam.

    Tema yang diusung pun cukup “berisi”: Jurnalisme Kolaboratif untuk Sulsel yang Transparan dan Berkemajuan. Di tengah lanskap media yang kian kompetitif dan fragmentatif, diksi kolaboratif terasa seperti tawaran jalan tengah—mengurangi ego sektoral, memperkuat jejaring, dan membangun trust publik.

    Sebelumnya, DPP KJI memberikan mandat kepada Edy Basri untuk membentuk kepengurusan di Sulawesi Selatan. Mandat itu kini menjelma menjadi struktur resmi yang siap bekerja.

    Memilih Sidrap ketimbang Makassar adalah pesan simbolik. Bahwa pusat bukan selalu soal geografis. Bahwa energi perubahan bisa dimulai dari daerah. Dari “Kota Beras” itulah, KJI Sulsel ingin menanam benih kolaborasi—untuk kemudian tumbuh menjangkau seluruh penjuru provinsi.

    Sabtu nanti, Puncak Bila bukan hanya menjadi lokasi pelantikan. Ia bisa menjadi titik tolak—bahwa jurnalisme Sulsel sedang mencari format baru: lebih cair, lebih terbuka, dan tentu saja, lebih berkemajuan. (*)