Blog

  • UPT SDN 5 Mojong Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M

    UPT SDN 5 Mojong Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– UPT SDN 5 Mojong menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M dengan penuh khidmat, Minggu (28/9/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, komite sekolah, guru, orang tua, hingga seluruh siswa.

    Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Dinas Pendidikan, Bapak Darwis, Camat Watang Sidenreng yang diwakili oleh Ibu Sekcam, Kepala Desa Mojong bersama ibu desa, tokoh masyarakat,Koorwil Disdikbud Kecamatan Watang Sidenreng,Pengawas Satuan Pendidikan dan Pengawas PAI Kecamatan Watang Sidenreng,pengurus Komite UPT SDN 5 Mojong, serta para guru, staf, dan orang tua siswa.

    Dalam sambutannya, Sekcam Kecamatan Watang Sidenreng menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momen untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan Rasulullah SAW, terutama dalam membentuk karakter generasi muda.

    “Tema yang diangkat hari ini, ‘Meneladani Nabi Muhammad SAW untuk Membentuk Generasi yang Unggul, Berprestasi, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia’, sangat relevan di era sekarang. Kemajuan teknologi dan globalisasi membawa tantangan bagi generasi muda. Karena itu, penting bagi kita untuk kembali meneladani Rasulullah dalam kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, cinta ilmu, dan kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.

    Beliau juga berpesan kepada para siswa agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

    Sementara itu, Kepala UPT SDN 5 Mojong Jumadi, S. Pd menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan ini. “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. merupakan aganda tahunan yg sudah berlangsung selama 4 tahun berturu turut. Selain memperingati hari besar Islam, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara komite, guru, dan para orang tua dalam membentuk karakter siswa,” ungkapnya.

    Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diwarnai dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menambah semarak peringatan. Peringatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.(*)

  • Bisi Expo Farm Meledak, 1 Ton Jagung Habis Terjual dalam Sehari

    Bisi Expo Farm Meledak, 1 Ton Jagung Habis Terjual dalam Sehari

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id– Gelaran Bisi Expo Farm (BEF) yang dikolaborasikan bersama MSI AE di Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/9/2025) berlangsung meriah dan sukses besar. Dalam sehari saja, benih jagung BISI laris manis hingga 1.001 kilogram (1 ton) habis terjual.

    Acara yang mengusung konsep Farmer Field Day ini dihadiri 106 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari petani (76 orang), ketua kelompok tani (3), kios pertanian (3), Babinkamtibmas Desa Teppo, jajaran pemerintah desa, hingga BPS Sidrap. Dari internal, turut hadir jajaran tim ER2, AM Sulselra, ME, SPV, agronomis, hingga tim kemitraan.

    Macho dan Primadona Pilihan Petani

    Dalam Voting Tongkol Evaluasi (VTE), benih BISI 235 Macho unggul dipilih oleh 23 peserta, disusul BISI 234 Maskot dengan 17 suara. Alasan petani menjatuhkan pilihan pada BISI 235 Macho karena:

    1. Tongkol besar dan seragam
    2. Tahan bulai dan busuk batang
    3. Biji penuh hingga ke ujung
    4. Jumlah baris banyak (18–22 baris)
    5. Warna biji orange mengkilat

    Hasil ubinan seluas 9 m² membuktikan performa BISI 235 Macho yang mampu menghasilkan 9,5 kg dengan kadar air 29,9%, lebih tinggi dibandingkan BISI 234 Maskot (8,5 kg) dan kompetitor (7 kg). Setelah konversi ke kadar air 14%, BISI 235 Macho mencatat hasil 6.682 kg/ha, Maskot 6.024 kg/ha, sedangkan kompetitor hanya 5.262 kg/ha.

    Rangkaian BEF dimulai dengan pembagian kelompok peserta untuk pengenalan tongkol melalui bagan perbandingan. Selanjutnya, peserta diajak menuju plot edukasi pestisida dengan memperkenalkan langsung produk MSI Cap Kapal Terbang.

    Puncaknya, petani diajak Crop Tour ke lahan percontohan BISI 234 Maskot dan BISI 235 Macho untuk menyaksikan performa tanaman secara nyata. Acara ditutup dengan diskusi interaktif, testimoni petani, hingga penjualan benih dengan hadiah menarik.

    Area Manager SULSELRA MUH. Yusran Saputra menyampaikan
    apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir.

    “Kami berharap petani memilih benih jagung yang benar-benar menguntungkan. Dari beberapa kali kegiatan serupa, terbukti penghasilan petani meningkat dengan menggunakan benih unggul seperti Macho. Harapan kami juga, kegiatan ini mendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan Bapak Presiden,” ungkapnya.

    Dengan tingginya antusiasme, tim DC BISI optimis bisa menguasai hingga 70% pasar jagung di wilayah potensial Sidrap, khususnya dengan varian unggulan BISI 234 Maskot, BISI 235 Macho, dan BISI 236 Primadona. (MD)

  • Kali Pertama Peringatan Maulid di Laksanakan di Mesjid Al Amin Polsek Pitu Riase, Ipda. Sakaria di Apresiasi Jamaah

    Kali Pertama Peringatan Maulid di Laksanakan di Mesjid Al Amin Polsek Pitu Riase, Ipda. Sakaria di Apresiasi Jamaah

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id– Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di mesjid Al Amin Polsek Pitu Riase mendapat Apresiasi dari Warga Pitu Riase, Jumat 26 September 2025.

    Bagaimana tidak dari sejak awal didirikannya mesjid Al Amin Polsek Pitu Riase hingga saat ini baru kali ini merayakan peringatan maulid di mesjid itu, hal itu di ucapkan salah seorang warga yang turut hadir dalam peringatan maulid.

    Iya selaku warga Kelurahan Batu yang juga salah satu jamaah mesjid Al Amin sangat bersyukur melihat kegiatan ini penuh dengan hikmat, selain itu Kata dia (Warga) sejak didirikannya mesjid Al Amin ini kami selalu bermimpi untuk merayakan maulid nabi di mesjid Al Amin,

    Dan itu sudah tercapai dan ini juga tidak terlepas dari peran dari bapak Kapolsek Ipda. Sakaria bersama personil Polsek Pitu Riase untuk mensukseskan kegiatan ini,

    Kami selaku warga Pitu Riase yang juga jamaah mesjid Al Amin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolsek beserta jajarannya,tuturnya.

    Di tempat yang sama Kapolsek Pitu Riase Ipda. Sakaria saat di konfirmasi menyampaikan Alhamdulillah kami selaku kapolsek di Pitu Riase sangat bersyukur atas terselenggaranya peringatan Maulid di Mesjid Al Amin ini,

    Selain itu kegiatan ini berlangsung penuh hikmat di tambah lagi nasehat nasehat dari Ustadz yang memberikan ceramah saat peringatan maulid sangat menyentuh,

    “Ya Alhamdulillah kami sangat bangga dan bahagia mendengar respon positif dari warga atas kegiatan ini, kami juga selaku penegak hukum tak lupa menyampaikan himbauan Kamtibmas agar tetap daerah kita dijaga dan aman serta kondusif,

    Insya Allah kami selaku aparat kepolisian akan terus melakukan Kegiatan seperti ini dan insyaallah kami akan laksanakan kegiatan maulid ini di mesjid Al amin.tutup Ipda. Sakaria.(*)

  • Berikan Reward Kepada Personelnya, Kapolres Sidrap: Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

    Berikan Reward Kepada Personelnya, Kapolres Sidrap: Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong menyerahkan reward (penghargaan) berupa piagam kepada personelnya yang berprestasi di bidang Lalulintas, penyerahan penghargaan tersebut digelar di lapangan apel presisi Polres Sidrap, Kamis (25/9/25) pagi

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja Sat. Lantas Polres Sidrap dalam penginputan laporan pada aplikasi E – Turjawali jajaran Polda Sulsel Tahun 2025

    Pada kesempatan tersebut Kapolres Sidrap menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel khususnya Satuan Lalu lintas Polres Sidrap yang telah memaksimalkan kinerja. Menurutnya penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Satlantas Polres Sidrap untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat

    “Ucapan terima kasih kepada seluruh personel, yang mana akhir – akhir ini kita melihat trend peningkatan tugas yang baik. Ini merupakan bentuk apresiasi negara atas kinerja dan dedikasi bertugas khususnya dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat” ucap Kapolres Sidrap saat memimpin apel

    Ditambahkan, dengan pencapaian ini, Satlantas Polres Sidrap menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta efektivitas dalam pelaksanaan tugas di bidang lalu lintas. Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota yang terus berkontribusi dalam mewujudkan situasi keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Sidrap

    “Semoga setiap langkah dan kerja keras yang kita lakukan menjadi motivasi serta menjadi kebanggaan bagi diri sendiri maupun rekan-rekan kita yang lain” lanjut Fantry

    Diakhir arahannya, Fantry menekankan kepada seluruh personelnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menghindari kegiatan yang bersifat kontraproduktif yang justru dapat merugikan diri sendiri maupun institusi

    “Tentunya kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan, yang berprestasi akan kami beri penghargaan sebaliknya yang melanggar kita beri punishment (hukuman)” tegas Kapolres Sidrap

  • Kapolda Sulsel Berganti, IWO Tekankan Penuntasan Kasus Mandek, Sobis, dan Perlindungan Wartawan

    Kapolda Sulsel Berganti, IWO Tekankan Penuntasan Kasus Mandek, Sobis, dan Perlindungan Wartawan

    MAKASSAR. KOMPAKNEWS.My.id– Pergantian Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi sorotan publik. Momentum ini dinilai penting bukan hanya untuk memperkuat penegakan hukum, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat di tengah maraknya kasus mandek dan ancaman kejahatan digital.

    Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP/2025 tertanggal 24 September 2025, tongkat komando Kapolda Sulsel berpindah dari Irjen Rusdi Hartono kepada Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyebut rotasi dan mutasi merupakan hal wajar di tubuh Polri, sekaligus kesempatan untuk menghadirkan pelayanan dan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.

    Namun, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sulsel, Zulkifli Thahir, yang akrab disapa Cule, menegaskan pergantian ini harus disertai langkah konkret. Ia menyoroti kasus-kasus besar yang masih mandek di meja penyidik, serta fenomena kejahatan penipuan digital yang di Sulsel dikenal sebagai “Sobis”.

    “Beberapa daerah di Sulsel kini menjadi sarang penipuan online. Korbannya banyak, masyarakat sudah sangat resah. Kapolda baru tidak boleh ragu, kasus-kasus ini harus jadi prioritas,” tegas Cule, Jumat, 26 September 2025.

    Lebih jauh, Cule juga mengingatkan bahwa persoalan lain yang tak kalah penting adalah kekerasan terhadap wartawan. Ia menuntut agar Humas Polda Sulsel lebih proaktif membangun sinergi dengan organisasi pers, tidak hanya berhenti pada level provinsi, tetapi juga menjangkau kabupaten dan kota. “Perlindungan terhadap jurnalis harus jadi bagian dari komitmen penegakan hukum. Aparat jangan sampai terkesan abai,” tambahnya.

    IWO Sulsel menilai, pergantian Kapolda adalah kesempatan emas bagi Polri untuk memperlihatkan keberpihakan kepada masyarakat. Dari penanganan kasus yang tertunda, pemberantasan Sobis, hingga perlindungan terhadap kebebasan pers, publik Sulsel menunggu kepemimpinan yang berani, tegas, dan responsif terhadap tantangan zaman. (*)

  • Berpuluh Tahun Tak Terurus, Poskesdes Talumae Hanya Tinggal Menunggu Runtuh

    Berpuluh Tahun Tak Terurus, Poskesdes Talumae Hanya Tinggal Menunggu Runtuh

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Kondisi bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, semakin memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat itu kini nyaris tidak bisa difungsikan karena rusak dengan sendirinya.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan tampak kusam, dinding mulai retak, dan atap sudah banyak yang rapuh. Hal ini dikeluhkan warga setempat yang menilai bahwa keberadaan Poskesdes sangat penting, namun tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah terkait.

    “Sudah berpuluh-puluh tahun bangunan ini dibiarkan begitu saja tanpa pernah direhab. Dari dulu sampai sekarang kondisinya begini terus,” ungkap salah seorang warga pada Kamis, 25 September 2025.

    Ironisnya, meski dalam kondisi bangunan yang rusak, Poskesdes Talumae tetap difungsikan oleh bidan desa untuk melayani kebutuhan kesehatan warga setiap harinya. Keberadaan tenaga kesehatan di Poskesdes ini menjadi satu-satunya harapan masyarakat desa untuk mendapatkan pelayanan dasar, meski fasilitasnya jauh dari kata layak.

    Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten. Menurut mereka, jika terus dibiarkan, keberadaan bangunan ini hanya akan menjadi puing tanpa manfaat. Padahal, Poskesdes sejatinya merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

    “Seharusnya bangunan seperti ini diprioritaskan, karena menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat,” tambah warga lainnya.

    Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun dinas kesehatan terkait rencana perbaikan Poskesdes tersebut. Warga pun berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian dan tindak lanjut, sehingga Poskesdes dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya dengan fasilitas yang layak.

  • Bupati Sidrap Ucapkan Selamat Atas Suksesnya Musda I IWO Sidrap

    Bupati Sidrap Ucapkan Selamat Atas Suksesnya Musda I IWO Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Musyawarah Daerah (Musda) I Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tahun 2025 sukses digelar di Lt.2, Hotel Grand Sidny Pangkajene, Rabu, 24 September 2025.

    Forum permusyawaratan tertinggi di tingkat daerah itu menandai tonggak sejarah organisasi wartawan online di Sidrap dengan menghasilkan keputusan penting: menetapkan Edy Basri sebagai Ketua IWO Sidrap periode 2025–2030.

    Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda perdana tersebut.

    Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Edy Basri yang kembali dipercaya memimpin IWO Sidrap untuk lima tahun mendatang.

    “Selamat atas suksesnya Musda I IWO Sidrap, dan selamat juga kepada Edy Basri yang terpilih sebagai ketua. Harapan saya, insan pers di Sidrap dapat bersatu dan bersama-sama mengawal pembangunan daerah kita,” ujar Syaharuddin.

    Ucapan itu sekaligus menjadi pesan penting bagi wartawan online di Sidrap untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

    Menurut Bupati, peran pers sangat vital dalam menjaga transparansi, menyampaikan informasi pembangunan, serta mengedukasi masyarakat.

    Sementara itu, Musda berjalan demokratis dan dinamis.

    Menariknya, sebelum pemilihan ketua, Edy Basri justru meminta agar forum membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua anggota untuk mencalonkan diri.

    Sikap itu membuat forum sempat melahirkan tiga nama calon, meski akhirnya peserta bulat menetapkan Edy Basri secara aklamasi. Bagi Edy, munculnya kandidat lain adalah bukti sehatnya regenerasi di tubuh organisasi.

    Edy Basri sendiri telah memimpin IWO Sidrap selama 921 hari sejak Maret 2023.

    Selama periode itu, ia sukses membangun pondasi organisasi, melahirkan berbagai kegiatan internal maupun eksternal, hingga membawa IWO Sidrap dikenal luas di Bumi Nene Mallomo. Keanggotaan organisasi pun terus berkembang, kini mencapai 50 jurnalis.

    Musda I juga merumuskan program kerja strategis periode 2025–2030, yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas wartawan online, penguatan profesionalisme, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

    Forum kemudian ditutup dengan pengesahan hasil sidang pleno, penandatanganan berita acara, dan foto bersama peserta.

    Dengan selesainya Musda I, IWO Sidrap kini resmi memasuki periode baru di bawah kepemimpinan Edy Basri.

    Dukungan Bupati Syaharuddin Alrif menjadi penegas bahwa pers dan pemerintah daerah harus berjalan beriringan, menjaga Sidrap tetap tumbuh sebagai daerah yang maju, terbuka, dan demokratis.(*)

  • Dari Sidrap ke Jakarta: Syaqirah Angkat Budaya Bugis di Panggung Dangdut Academy”

    Dari Sidrap ke Jakarta: Syaqirah Angkat Budaya Bugis di Panggung Dangdut Academy”

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id– Perjalanan Andi Syaqirah dalam kontes Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar kian bersinar.

    Dara asal Dua Pitue Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan itu berhasil menembus Top 13 besar, pada penampilan di studio Indosiar, Selasa (23/09/2025) kemarin.

    Sebuah pencapaian yang langsung disambut meriah oleh keluarga, pemerintah daerah, komunitas pecinta dangdut, hingga masyarakat luas se-Nusantara.

    Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, mengaku bangga atas prestasi yang ditorehkan putri daerahnya tersebut.

    Iapun terus menitipkan pada Koordinator sekaligus motor penggerak Andi Syaqira Ilham Junaedy yang sejak awal masuk kontestan hingga saat ini terus membackup dan memotori dukungan masyarakat Indonesia sejauh ini.

    Menurutnya, keberhasilan Syaqirah adalah bukti nyata bahwa bakat dan potensi anak muda Sidrap mampu bersaing di panggung nasional.

    “Kami sangat bangga. Syaqirah bukan hanya membawa nama Sidrap, tetapi juga mengharumkan Sulawesi Selatan di level nasional. Dukungan penuh tentu akan terus kita berikan,” tegas Bupati.

    Dukungan Membeludak dari seluruh Penjuru Nusantara

    Atmosfer dukungan kepada Syaqirah semakin terasa setelah diumumkan dirinya lolos ke babak 13 besar.

    Ilham Junaedy, yang akrab disapa Kaka IJ, selaku Koordinator Umum Syaqira Lovers, menyebut antusiasme pendukung terus bertambah, bahkan meluas ke berbagai daerah di Indonesia.

    Fenomena unik terjadi di studio Indosiar, Jakarta. Komunitas MARGOYA Tanru Tedong yang dipimpin Wa Senni yang juga salah satu tokoh perempuan di Dua Pitue Sidrap hadir langsung dengan membawa rombongan komunitasnya 45 orang pendukung.

    Mereka tampil kompak mengenakan baju adat Bugis (Baju Bodo), hal itupun menjadi sorotan penonton sekaligus menambah nuansa budaya Sidrap di panggung nasional.

    Tidak hanya itu, Wa Senni juga secara simbolis memberikan saweran Rp5 juta tunai untuk mendukung perjuangan Syaqirah.

    Hal aksi serupa juga dilakukan Novi Putri yang juga owner dari Cece Collections yang mengenakan baju bodo khas Bugis, menambah semarak dukungan Syaqira di dalam studio Indosiar.

    Dukungan dari Kalangan Pelajar hingga Pemerintah Desa

    Tak hanya komunitas, dukungan lain juga datang dari dunia pendidikan. Grup tari SMPN 1 Dua Pitue Sidrap yang merupakan rekan sekolah Syaqirah, ikut tampil memberi semangat dengan dipandu guru mereka, A. Rukyah Rochul.

    Iapun menjadi sorotan utama tatkala ia tampil dengan budaya etnis Bugis tarian Paduppa. Tarian ini merupakan salah satu budaya adat Sulawesi Selatan jika menyambut tamu terhormat atau tamu kerajaan pada masa lalu.

    Kehadiran pejabat pemerintahan juga menegaskan besarnya dukungan resmi dari daerah.

    Sejumlah kepala desa hadir, di antaranya Kades Kalosi Abd Malik, Kades Lainungan Andi Haruna, Kades Bapangi Hj.Rusnah, serta Kades Sipodeceng.

    Mereka datang bersama Kadis PMD Sidrap dan jajarannya atas mandat langsung dari Bupati Sidrap.

    Syaqirah Jadi Simbol Kebanggaan Daerah

    Menurut Rudi Hartono, pemerhati pemuda Sidrap yang ikut mendampingi Kaka IJ, dukungan yang begitu masif menunjukkan bahwa Syaqirah bukan sekadar peserta ajang pencarian bakat. Ia kini menjadi simbol kebanggaan dan persatuan masyarakat Sidrap.

    “Di balik suara emasnya, Syaqirah mengikat persaudaraan dan solidaritas. Semua kalangan, dari pejabat, komunitas, pelajar, hingga perantau, bersatu untuk mendukungnya. Ini adalah energi luar biasa,” kata Rudi.

    Keberhasilan Andi Syaqirah menembus Top 13 DA7 Indosiar bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga representasi kuat dari identitas budaya Bugis-Makassar yang kini tampil di panggung nasional.

    Kehadiran pendukung dengan baju adat Bodo menegaskan bahwa musik dangdut dapat menjadi wadah diplomasi budaya, memperlihatkan kearifan lokal Sidrap kepada Indonesia.

    Fenomena ini sekaligus membuka ruang baru bagi generasi muda Sidrap. Syaqirah bukan hanya penyanyi pendatang baru di dunia dangdut, tetapi juga inspirasi anak daerah yang berani bermimpi besar.

    Dukungan massif yang datang menunjukkan modal sosial Sidrap begitu kuat: solidaritas masyarakat, keterlibatan pemerintah, hingga kontribusi komunitas diaspora Sidrap di Jakarta.

    Jika langkah ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin Syaqirah akan menjadi salah satu ikon musik dangdut tanah air yang lahir dari tanah Bugis. (*)

  • Edy Basri Kembali Pimpin IWO Sidrap, Musda I Tandai Babak Baru Organisasi

    Edy Basri Kembali Pimpin IWO Sidrap, Musda I Tandai Babak Baru Organisasi

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I Tahun 2025, di Lt.2, Hotel Grand Sidny Pangkajene, Rabu, 24 September 2025.

    Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat daerah itu, menandai babak baru perjalanan IWO Sidrap dengan menetapkan Edy Basri sebagai ketua periode 2025–2030.

    Yang menarik, proses pemilihan ketua tidak berlangsung dengan ketegangan, melainkan penuh kedewasaan.

    Sebelum agenda pemilihan dimulai, Edy Basri justru meminta waktu khusus kepada pimpinan sidang untuk menekankan bahwa kontestasi ini harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh anggota yang ingin maju sebagai calon.

    Ia mempersilakan anggota yang ingin mencalonkan diri. Sikap ini membuat forum semakin cair, hingga akhirnya sempat muncul tiga nama calon ketua. Namun, dalam dinamika sidang, pilihan tetap kembali bulat ke Edy Basri dengan keputusan aklamasi.

    Bagi Edy Basri, munculnya calon lain adalah tanda sehatnya organisasi.

    “Kalau ada yang maju selain saya, justru itu keberhasilan kita dalam membentuk regenerasi. Sebab organisasi ini harus terbuka, inklusif, dan siap melahirkan pemimpin baru,” ujarnya seusai ditetapkan kembali.

    Edy Basri sendiri bukan sosok asing dalam IWO Sidrap. Sebelumnya ia memimpin organisasi ini selama 2 tahun, 6 bulan, dan 6 hari—atau 921 hari—sejak dilantik pada Maret 2023 oleh Ketua IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Tahir.

    Dalam periode itu, pimpinan redaksi Katasulsel.com tersebut, dinilai sukses membangun pondasi organisasi hingga IWO Sidrap dikenal luas di Bumi Nene Mallomo.

    Berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal, ia jalankan untuk memperkuat eksistensi organisasi. Hasilnya, keanggotaan IWO Sidrap kini telah mencapai 50 jurnalis.

    Musda pertama ini, juga melahirkan program kerja strategis periode 2025–2030. Arah kebijakan organisasi dititikberatkan pada peningkatan kapasitas wartawan online, penguatan profesionalisme, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

    Laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, pembahasan tata tertib, hingga sidang pleno pemilihan ketua, semuanya berjalan tertib sesuai mekanisme musyawarah.

    Penutupan Musda ditandai dengan pengesahan hasil sidang pleno, penandatanganan berita acara, serta foto bersama peserta.

    Dengan terpilihnya kembali Edy Basri, IWO Sidrap memasuki babak baru dengan fondasi organisasi yang semakin kokoh.

    Bagi para jurnalis di daerah ini, Musda I bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan tonggak sejarah perjalanan IWO Sidrap menuju organisasi pers yang independen, kritis, dan konstruktif.(*)

  • Pelaku Pelecehan Seksual Tukang Gerobak Gegerkan Pasar Lawawoi Sidrap

    Pelaku Pelecehan Seksual Tukang Gerobak Gegerkan Pasar Lawawoi Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Suasana Pasar Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, mendadak gaduh setelah sejumlah ibu rumah tangga melaporkan aksi cabul seorang tukang gerobak barang ke Mapolres Sidrap, Rabu (24/9/2025).

    Dalam laporan bernomor STPL/593/IX/2025/SPKT, pelaku yang diduga bernama Lamanda (62) kerap melakukan pelecehan terhadap para pedagang perempuan di pasar tersebut. Para korban berinisial SU, SA, IS, CA, dan SU, mengaku sering menjadi sasaran.

    Salah seorang korban yang tengah berjualan nasi kuning mengaku sempat disentuh bagian pantatnya berulang kali ketika terlapor melintas sambil menarik gerobak.

    Saat ditegur, bukannya meminta maaf, pria tersebut malah membentak dengan nada tinggi hingga korban ketakutan.

    Tak berhenti di situ, beberapa korban lain bahkan mengaku payudaranya pernah dipegang secara sengaja oleh pelaku ketika melintas di area pasar. Aksi bejat ini membuat keresahan semakin meluas.

    Warga yang mengetahui kejadian tersebut meminta pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas agar tidak menimbulkan amarah massa.

    “Harus segera diamankan dan diproses sesuai hukum. Jangan tunggu warga marah lalu main hakim sendiri,” tegas seorang warga, Dalle.

    Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Polres Sidrap, sementara para korban berharap pelaku segera mendapat hukuman setimpal agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (ibe)

  • Sindikat Pembobol Rekening Rp750 Juta Asal Sidrap Dibekuk, Polisi Ingatkan Waspada Kebocoran Data Pribadi

    Sindikat Pembobol Rekening Rp750 Juta Asal Sidrap Dibekuk, Polisi Ingatkan Waspada Kebocoran Data Pribadi

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id– Kasus pembobolan rekening nasabah bank kembali mencuat. Satreskrim Polres Salatiga berhasil membongkar sindikat pencurian dengan pemberatan, pemalsuan surat, dan penipuan yang menargetkan rekening seorang nasabah hingga mengalami kerugian mencapai Rp750 juta.

    Aksi kejahatan ini melibatkan tiga orang warga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Mereka masing-masing adalah Muhammad Ansyar (37), Agus Salim (34), dan Sunarti (36), yang tak lain pasangan suami-istri.

    Ketiganya ditangkap Tim Resmob Polres Salatiga dengan dukungan penuh serta dibackup penuh Unit Resmob PJP (Pasukan Papa Jarang Pulang) Polres Sidrap serta Unit Resmob dan Ditreskrimum Polda Sulsel di sebuah rumah di Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap.

    Modus Kejahatan: KTP Palsu hingga Penggantian Kartu ATM

    Kasus ini terungkap setelah seorang korban bernama Ari Wibowo (48), warga Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga, melapor pada 6 Agustus 2025 karena tak lagi bisa mengakses rekeningnya. Saat memeriksa ke Bank KCU Salatiga, korban terkejut mengetahui bahwa kartu ATM miliknya ternyata telah diganti oleh seseorang di Bank KCU Parepare, Sulawesi Selatan.

    Pelaku dengan percaya diri mengaku sebagai Ari Wibowo dengan menggunakan KTP palsu. Dari sana, mereka berhasil mendapatkan kartu ATM baru beserta PIN.

    “Setelah kartu baru diterbitkan, para tersangka melakukan penarikan tunai dan transfer dana secara bertahap ke sejumlah rekening,” ungkap Kapolres Salatiga AKBP Veronica, SH, SIK, MSi, dalam keterangannya.

    Catatan transaksi menunjukkan, pada periode 28–31 Juli 2025, total uang yang keluar dari rekening korban mencapai Rp750.747.508. Uang hasil kejahatan itu digunakan pelaku untuk kebutuhan pribadi, termasuk membeli sepeda motor.

    Barang Bukti dan Jaringan Kejahatan

    Saat penggerebekan, polisi menyita barang bukti berupa:

    belasan KTP palsu atas berbagai nama,

    buku tabungan dan kartu ATM,

    19 unit ponsel serta 15 kartu SIM yang digunakan untuk komunikasi dan rekayasa data,

    serta dua unit sepeda motor yang diduga dibeli dari hasil kejahatan.

    Fakta adanya belasan KTP palsu dan banyaknya perangkat komunikasi menunjukkan bahwa sindikat ini bukan pelaku tunggal atau amatir. Mereka diduga terhubung dengan jaringan kejahatan siber yang lebih luas, dengan kemampuan memanipulasi data kependudukan dan sistem perbankan.

    Celah Keamanan Perbankan dan Risiko Data Pribadi

    Kasus ini sekaligus membuka pertanyaan besar mengenai pengawasan internal perbankan. Bagaimana mungkin penggantian kartu ATM dapat dilakukan hanya dengan dokumen identitas yang ternyata palsu?

    Pengamat perbankan menilai lemahnya prosedur verifikasi dan masih minimnya pemanfaatan biometrik dalam layanan perbankan menjadi pintu masuk bagi pelaku kejahatan.

    “Jika bank masih hanya mengandalkan fotokopi KTP dan tanda tangan sebagai verifikasi, maka risiko kejahatan semacam ini akan terus berulang. Padahal, teknologi e-KTP seharusnya bisa dimanfaatkan untuk validasi biometrik agar sulit dipalsukan,” ujar seorang analis keamanan siber.

    Apresiasi Polisi dan Peringatan untuk Masyarakat

    Kapolres Salatiga AKBP Veronica mengapresiasi kerja keras jajarannya yang membongkar kasus lintas provinsi ini. Ia menegaskan, para tersangka kini dijerat pasal berlapis: Pasal 363 KUHP (pencurian dengan pemberatan), Pasal 263 KUHP (pemalsuan surat), dan Pasal 378 KUHP (penipuan), dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

    “Pengungkapan ini membuktikan keseriusan Polri melindungi masyarakat dari kejahatan perbankan. Kami imbau masyarakat untuk lebih waspada menjaga data pribadi, jangan sembarangan memberikan salinan KTP atau dokumen penting, dan segera melapor apabila ada transaksi mencurigakan,” tegasnya.

    Pesan Penting: Era Digital, Kejahatan Pun Digital

    Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa di era digital, data pribadi adalah aset berharga yang kerap menjadi incaran sindikat kriminal. Celah kecil seperti hilangnya KTP, bocornya data dari lembaga tertentu, hingga kelengahan dalam penggunaan layanan perbankan bisa dimanfaatkan pelaku untuk menguras tabungan masyarakat.

    Bank, regulator, dan aparat hukum dituntut memperketat sistem keamanan agar kasus serupa tak lagi terulang. Sementara masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, karena kejahatan siber kini tak hanya terjadi di dunia maya, tetapi nyata menggerogoti rekening bank tanpa disadari pemiliknya. (*)

  • Pengurus PGRI Sidrap dan Kepala TK Gelar Rapat Koordinasi

    Pengurus PGRI Sidrap dan Kepala TK Gelar Rapat Koordinasi

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Wakil Bupati Sidrap yang juga Ketua PGRI Kabupaten Sidrap, Nurkanaah, memimpin Rapat Koordinasi Pengurus PGRI Sidrap dan Kepala TK PGRI Sidrap, Selasa (23/9/2025).

    Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Wabup Sidrap, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae.

    Rapat dihadiri Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Sidrap, Syamsuddin, serta Sekretaris PGRI Kabupaten, Muslimin. Turut hadir para kepala TK PGRI dari seluruh wilayah Sidrap.

    Dalam arahannya, Nurkanaah menekankan pentingnya sinergi dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini.

    “Rapat koordinasi ini penting untuk memperkuat kebersamaan antara pengurus PGRI dan para kepala TK, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan unggul di Sidrap,” ujarnya.

    Pertemuan ini memperkuat konsolidasi dan menyamakan persepsi tentang peran guru dalam pendidikan anak usia dini.

    Selain itu, rapat juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara PGRI, Disdikbud, dan para kepala TK dalam menyusun program kerja bersama.