Blog

  • Pembunuhan Wanita di Wisma Grand Dua Pitue Terungkap, Kapolres Sidrap Beberkan Motif Pelaku

    Pembunuhan Wanita di Wisma Grand Dua Pitue Terungkap, Kapolres Sidrap Beberkan Motif Pelaku

      Sidrap.Kompaknews.my.id- Kepolisian Resor Sidrap berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial MKP (34) yang terjadi di Wisma Grand Dua Pitue Kabupaten Sidrap yang terjadi pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 lalu

      Korban ditemukan tewas di tempat dengan luka tusukan dan sayatan pada bagian leher

      Saat press conference, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengamankan pelaku di rumah sawah di Desa Ujung Kessi Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo, Sulsel beserta barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban

      “Berkat kerja keras seluruh tim akhirnya tersangka Y (31) berhasil kami tangkap di tempat persembunyiannya, selain itu barang bukti berupa pisau yang disembunyikan juga kami amankan di sekitar tempat pelarian pelaku” ujar Kapolres Sidrap saat memimpin press conference di kantornya, Jumat (12/9/25) siang

      Dari hasil penyelidikan, terungkap kronologi yang mengejutkan. Sebelum kejadian, korban menerima pesan melalui aplikasi MiChat dari pelaku yang meminta layanan seksual dengan tarif Rp600 ribu per jam.

      Setelah bertemu dan melakukan hubungan badan, perselisihan terjadi karena korban meminta pembayaran terlebih dahulu sebelum melanjutkan sesi selanjutnya

      Pertengkaran memanas hingga pelaku menghunus badik dan menusuk leher korban, lalu mengirisnya ke kiri dan kanan hingga saluran tenggorokan putus.

      “Setelah menusuk dan menyayat leher korban, pelaku melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian” lanjut Fantry

      Saat ini, pelaku bersama barang bukti kini diamankan di Mapolres Sidrap guna proses penyidikan lebih lanjut

      “Pelaku kami jerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara” tegas Fantry

      Tak lupa Kapolres Sidrap mengapresiasi setinggi – tingginya atas pencapaian dan kinerja personilnya dalam mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan tersebut. “Keberhasilan ini adalah kerja keras seluruh anggota saya, Jajaran Reskrim dan Intel, dan tentunya Sat Reskrim Polres Wajo yang juga ikut membackup kegiatan pengungkapan ini” tutup Fantry

    1. Bupati Sidrap Hadiri Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Swakelola Bersama Gubernur Sulsel

      Bupati Sidrap Hadiri Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Swakelola Bersama Gubernur Sulsel

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan swakelola yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melalui Zoom Meeting, Jumat (12/9/2025).

      Kegiatan ini digelar dalam rangka pelaksanaan akselerasi dan optimalisasi pendataan dan penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU). Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulsel memastikan efektivitas pelaksanaan program swakelola di daerah.

      Bupati Sidrap mengikuti kegiatan dari ruang kerjanya didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Muhammad Rohady Ramadhan beserta jajaran, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Sahabuddin beserta jajaran.

      Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif memaparkan akselerasi dan optimalisasi pendataan dan penagihan atas kendaraan tidak melakukan daftar ulang di wilayah Kabupaten Sidrap.

      Ia menguraikan, kegiatan dimulai dari penandatanganan kontrak swakelola, rapat persiapan kolektor dan pendamping desa/kelurahan, rekapan serta pencetakan 5.621 lembar data Surat Pendaftaran dan Pendataan Pajak Daerah (SP3D), hingga rapat teknis penggunaan aplikasi Tappakka.

      Syaharuddin juga menyinggung keberhasilan Sidrap dalam menduduki posisi kedua tertinggi dalam realisasi pendapatan dari 24 kabupaten di Sulawesi Selatan sebagai bukti nyata dari kerja keras dan fokus pemerintah daerah.

      “Saya konsentrasi penuh mengaktivasi produktivitas padi, jagung, dan telur karena itu langsung berdampak pada peningkatan penghasilan masyarakat. Ketika penghasilan meningkat, kemampuan membayar kewajiban seperti biaya kendaraan pun ikut meningkat. Kadang mereka hanya butuh dorongan, dan saya siap untuk itu,” tutup Bupati.

    2. Bupati dan Kapolres Sidrap Dukung Penuh Proses SKCK PPPK Paruh Waktu

      Bupati dan Kapolres Sidrap Dukung Penuh Proses SKCK PPPK Paruh Waktu

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif bersama Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi 2.400 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.

      Hal itu disampaikan saat keduanya memberikan arahan kepada PPPK paruh waktu di halaman Polres Sidrap, Jumat (12/9/2025). Kehadiran mereka untuk memastikan proses berjalan tertib dan sesuai jadwal.

      Dalam arahannya, Syaharuddin meminta para PPPK tidak terburu-buru dan tetap tenang mengikuti alur pelayanan. “Santai saja, Insya Allah kalau rezeki tidak akan ke mana. Yang penting sabar, semua SKCK akan dibuatkan tepat waktu,” ucapnya.

      Bupati juga mengimbau agar peserta mengikuti prosedur dengan tertib. “Kalau perlu tidak usah berdiri berdesakan, tunggu dipanggil biar rapi,” tambahnya.

      Syaharuddin menegaskan, seluruh nama sudah masuk dalam pemberkasan. Ia pun mengapresiasi dukungan penuh jajaran Polres Sidrap.

      “Saya yakin, saking maunya Pak Kapolres membantu, tim Polres Sidrap siap melayani 24 jam,” pungkasnya.

    3. Tragedi di Wisma Grand Dua Pitue: Persoalan Bayaran Seksual Berujung Pembunuhan

      Tragedi di Wisma Grand Dua Pitue: Persoalan Bayaran Seksual Berujung Pembunuhan

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Warga Kabupaten Sidrap digegerkan dengan kasus pembunuhan keji yang terjadi di Wisma Grand Dua Pitue, Jalan Poros Pare, Kelurahan Salomallori, Kecamatan Dua Pitue, pada Jumat malam, 5 September 2025 sekitar pukul 21.00 WITA.

      Seorang perempuan berinisial MKP (34) asal Makassar, ditemukan bersimbah darah di kamar nomor 1 wisma tersebut.

      Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, dalam rilis resmi pada Jumat, 12 September 2025, memastikan peristiwa ini merupakan tindak pidana pembunuhan.

      Polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, mulai dari jaket yang dikenakan pelaku, dompet berisi potongan kertas menyerupai uang, sarung senjata tajam, sandal, hingga kondom yang sebagian diduga sudah terpakai.

      Hasil penyelidikan mendalam, termasuk analisis rekaman CCTV dan keterangan saksi, mengarah pada tersangka YN (31), warga Kabupaten Wajo.

      Polisi mendapati tersangka bersembunyi di sebuah rumah sawah terpencil di Desa Ujung Kessi, Kecamatan Tanasitolo.

      Tersangka berusaha menghilangkan jejak dengan memangkas rambut, membongkar motornya, bahkan mengubur senjata tajam berupa badik yang digunakan untuk menghabisi korban.

      Selain itu, polisi juga menyita gelang haji, cincin, dan jam tangan milik korban.

      Dari hasil pemeriksaan, terungkap kronologi yang mengejutkan. Sebelum kejadian, korban menerima pesan melalui aplikasi MiChat dari pelaku yang meminta layanan seksual dengan tarif Rp600 ribu per jam.

      Setelah bertransaksi dan melakukan hubungan badan, perselisihan terjadi karena korban meminta pembayaran terlebih dahulu sebelum melanjutkan sesi.

      Pertengkaran memanas hingga pelaku menghunus badik dan menusuk leher korban, lalu mengirisnya ke kiri dan kanan hingga saluran tenggorokan putus.

      Saksi Ad, yang merupakan suami sah korban, sempat mendengar teriakan dari dalam kamar. Saat pintu berhasil dibuka, korban sudah bersimbah darah dan pelaku langsung melarikan diri.

      Empat hari kemudian, tersangka akhirnya menyerahkan diri setelah diburu tim gabungan Resmob Polres Sidrap.

      Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara bahkan seumur hidup. Polisi menyebut motif pembunuhan dipicu kekecewaan pelaku setelah terjadi perselisihan terkait layanan seksual. (*)

    4. Ratusan Calon PPPK Paruh Waktu Kecewa, Sistem Online SKCK Polres Sidrap Sulit Diakses

      Ratusan Calon PPPK Paruh Waktu Kecewa, Sistem Online SKCK Polres Sidrap Sulit Diakses

      SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id— Ratusan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengeluhkan sistem online aplikasi Presisi Polri yang dinilai tidak bersahabat saat pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

      Sejak kemarin pagi, banyak calon PPPK mencoba berkali-kali mengakses aplikasi tersebut untuk mengurus SKCK, namun tetap gagal. Salah satu calon PPPK bahkan mengaku hampir seharian penuh menatap layar laptop dan ponsel, tanpa henti mengecek aplikasi, namun hasilnya tetap nihil.

      “Kebanyakan kami gagal masuk di bagian upload foto. Padahal SKCK ini sangat dibutuhkan untuk kelengkapan berkas seleksi PPPK. Waktu sudah mepet, sementara sistemnya sulit diakses,” ungkap seorang calon PPPK paruh waktu yang enggan dipublikasikan namanya, Kamis (11/9/2025).

      Ia juga menuturkan, akibat kondisi ini, dirinya sampai kurang memperhatikan keluarga karena fokus memantau aplikasi SKCK. Hal ini membuat para calon PPPK semakin resah.

      Para pendaftar berharap ada kebijakan khusus dari pihak kepolisian, khususnya Polres Sidrap di bagian pelayanan SKCK, agar proses pengambilan SKCK bisa lebih mudah dan cepat.

      “Kami berharap ada solusi segera, supaya pengurusan SKCK ini tidak menghambat tahapan seleksi PPPK,” pungkasnya.(*)

    5. Bupati Sidrap dan Kadis Pendidikan Sulsel Bahas Sinkronisasi Program Pendidikan

      Bupati Sidrap dan Kadis Pendidikan Sulsel Bahas Sinkronisasi Program Pendidikan

      SIDRAP.KOMPALNEWS.My.id—Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Iqbal Nadjamuddin, di ruang kerjanya, Rabu (10/9/2025).

      Pertemuan berlangsung hangat dihadiri para kepala UPT SMA/SMK se-Kabupaten Sidrap.

      Agenda pembahasan difokuskan pada sinkronisasi visi dan misi Gubernur–Wakil Gubernur Sulsel dengan visi misi Bupati–Wakil Bupati Sidrap, khususnya di sektor pendidikan.

      Kadis Pendidikan Sulsel, H. Iqbal Nadjamuddin, menyebut kunjungan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi dan merefleksikan kerja SMA/SMK di Sidrap.

      Tujuannya mewujudkan peserta didik berprestasi melalui peningkatan serapan ke perguruan tinggi maupun dunia kerja, sekaligus mendukung realisasi pendidikan unggul di Bumi Nene Mallomo.

      Program pendidikan dari Gubernur Sulsel juga disorot, antara lain penguatan karakter melalui hafalan juz 30, pengembangan bahasa asing (Inggris dan Arab), program nasional makan bergizi gratis yang sudah berjalan di 13 SMA/SMK/MA, serta upaya menekan angka putus sekolah.

      Iqbal menambahkan, Sidrap mendapat banyak bantuan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

      “Sidrap termasuk penerima terbesar ketiga di Indonesia. Ini hasil kerja kolaborasi Dinas Pendidikan Sulsel dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidrap,” jelasnya.

      Sementara itu Syaharuddin Alrif menyatakan pemerintah kabupaten dan provinsi merupakan satu kesatuan roda pemerintahan yang bergerak bersama untuk kemajuan, kesejahteraan, dan pembangunan karakter masyarakat.

      “Termasuk pada sektor pendidikan, karenanya program-program pendidikan harus terus berjalan selaras agar mencapai tujuan yang maksimal,” ujarnya.

      Sejalan dengan itu, Bupati Sidrap telah menggerakkan sejumlah langkah seperti penertiban siswa pada jam sekolah, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta mendorong kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya membangun karakter pelajar.

      Dalam kesempatan tersebut, Ketua MKKS SMA Sidrap, Siswadi, bersama Ketua MKKS SMK, Rahmat Ahmad, turut memaparkan capaian program dan mengevaluasi sejumlah tantangan.

      Pertemuan diakhiri dengan lahirnya beberapa aksi konkret untuk memperkuat pembangunan pendidikan di Sulsel, khususnya di Kabupaten Sidrap.

    6. Bupati Sidrap Launching “ALAKO”, Permudah Layanan Administrasi Kependudukan

      Bupati Sidrap Launching “ALAKO”, Permudah Layanan Administrasi Kependudukan

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif, meresmikan Aplikasi Layanan Administrasi Kependudukan Online (ALAKO) di lobi Kantor Bupati Sidrap, Rabu (10/9/2025).

      Launching aplikasi ditandai dengan penekanan layar, disaksikan Kepala Disdukcapil Sulsel M. Iqbal S. Suhaeb, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Andi Iqbal Najamuddin, dan Ketua DWP Sulsel Melani Simon Jufri.

      Hadir pula Wabup Sidrap Nurkanaah, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin, Ketua DWP Sidrap, Andi Rieskha Rahmat, jajaran TP PKK Sulsel, para kepala OPD, camat, kepala rumah sakit, puskesmas, serta undangan lainnya.

      Bupati Syaharuddin menyebut aplikasi ALAKO hadir untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

      “Saya berharap aplikasi ini memudahkan masyarakat mengurus administrasi di Disdukcapil. Olehnya itu, saya minta camat, lurah, kepala desa, dan jajaran PKK Sidrap aktif menyosialisasikannya kepada masyarakat,” ucapnya.

      Sementara itu, Kepala Disdukcapil Sidrap Andi Patahangi menjelaskan, ALAKO berbasis android, bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kependudukan.

      Launching ALAKO dilaksanakan di sela Sosialisasi Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) yang dibuka Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina Sudirman, secara daring.

      Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi Disdukcapil Sulsel bersama TP PKK Sulsel untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap, sah, dan sesuai ketentuan.

      Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin pada kesempatan itu juga mengajak seluruh kader PKK, pemerintah desa dan kelurahan, hingga masyarakat luas bersinergi menyukseskan gerakan KISAK.

      Selain launching aplikasi, kegiatan juga dirangkaikan pengukuhan Duta KISAK dari setiap kecamatan, penyerahan KIA, akta kelahiran, dan kartu keluarga bagi penyandang disabilitas dan korban kebakaran.

      Juga dilakukan penandatanganan MoU terkait penyelenggaraan dokumen kependudukan antara Pemkab Sidrap dengan TP PKK Sidrap, serta penandatanganan MoU antara Disdukcapil Sidrap dengan rumah sakit, puskesmas, dan rumah makan.

    7. Bupati Sidrap Diskusi dengan Pimpinan Bank Bahas Kerja Sama Pembangunan Daerah

      Bupati Sidrap Diskusi dengan Pimpinan Bank Bahas Kerja Sama Pembangunan Daerah

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif menerima audiensi sejumlah pimpinan bank lingkup Sidrap dan wilayah Ajatappareng di ruang kerjanya, Rabu (10/9/2025).

      Pimpinan bank yang hadir yakni dari BTN, BRI, Mandiri, BSI, dan Hasamitra. Agenda pertemuan membahas peluang kerja sama strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

      Hadir pula Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, Inspektur Kabupaten Mustari Kadir, Kepala Bapenda Rohady Ramadhan, Kepala BKAD Sahabuddin, serta Kabag Kerja Sama Andi Besse.

      Dalam audiensi itu, para pimpinan bank menyampaikan komitmen untuk berperan aktif menggerakkan perekonomian daerah, terutama melalui pembiayaan sektor produktif. Juga dibicarakan langkah sinergi memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM dan masyarakat petani.

      Bupati Syaharuddin Alrif mengapresiasi dukungan perbankan dalam mendorong pembangunan ekonomi Sidrap. Menurutnya, keberadaan bank sebagai mitra strategis sangat penting, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian, UMKM, dan peningkatan inklusi keuangan.

      “Pemerintah daerah terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

      Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan perbankan dalam membangun Sidrap yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

    8. H. Purmadi Muin: Kami Ingin SMSI Jadi Rumah Besar Pers di Sidrap

      H. Purmadi Muin: Kami Ingin SMSI Jadi Rumah Besar Pers di Sidrap

      SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kini resmi hadir di Kabupaten Sidrap. Organisasi ini diyakini akan menjadi wadah penting bagi media siber lokal untuk berkembang lebih profesional sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ketua SMSI Sidrap, H. Purmadi Muin, S.H., saat ditemui di Sidrap, Rabu (10/9/2025), menegaskan bahwa terbentuknya SMSI bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk membangun tradisi pers yang sehat dan kredibel di era digital.

      “Kami ingin SMSI menjadi rumah bersama bagi media siber di Sidrap. Bukan hanya tempat berkumpul, tapi juga ruang penguatan agar media mampu menjalankan peran sebagai pilar demokrasi,” ungkap Purmadi. Menurutnya, tantangan media siber saat ini bukan lagi soal kecepatan memberitakan, melainkan bagaimana menjaga kualitas, akurasi, dan integritas.

      Purmadi menambahkan, SMSI Sidrap telah merancang sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan dalam waktu dekat. Di antaranya, pelatihan bagi jurnalis siber agar lebih siap menghadapi tantangan digital, membangun kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyebarluaskan program pembangunan, serta membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM guna mendukung promosi ekonomi kreatif berbasis digital. “Kita ingin media lokal tidak hanya menulis berita, tapi juga bisa menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

      Selain itu, SMSI Sidrap juga menaruh perhatian pada perlindungan hukum dan advokasi bagi para anggotanya. Menurut Purmadi, keberadaan SMSI harus memberikan rasa aman dan dukungan organisasi, sehingga media lokal bisa bekerja lebih independen. “Kami ingin memastikan tidak ada media yang berjalan sendiri-sendiri. SMSI hadir untuk memberi kekuatan kolektif,” tegasnya.

      Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah masyarakat. SMSI Sidrap, lanjut Purmadi, akan menggagas program literasi informasi agar publik lebih kritis terhadap arus berita yang begitu deras. Tujuannya sederhana: menekan hoaks dan membangun budaya informasi yang sehat. “Kalau masyarakat paham cara memilah informasi, maka media yang kredibel juga akan lebih dihargai,” ucapnya.

      Optimisme itu jelas terasa dari nada bicara Purmadi. Ia percaya SMSI Sidrap bisa tumbuh sebagai organisasi yang bukan hanya mengurus media, tapi juga ikut mewarnai arah pembangunan daerah. “Kami tidak ingin SMSI hanya sekadar papan nama. Kami ingin keberadaannya memberi manfaat nyata bagi Sidrap, baik untuk media, pemerintah, maupun masyarakat,” pungkasnya.(*)

    9. Di Hadapan Siswa, Ketua DWP Sidrap Tekankan Pola Makan Sehat untuk Cegah Stunting

      Di Hadapan Siswa, Ketua DWP Sidrap Tekankan Pola Makan Sehat untuk Cegah Stunting

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidrap, Andi Rieskha Rahmat, menekankan pentingnya pola makan sehat dan bergizi dalam upaya pencegahan stunting. Hal itu ia sampaikan di SDN 1 Massepe Kecamatan Tellu Limpoe, Rabu (10/9/2025).

      Di depan ratusan siswa, guru, dan peserta kegiatan B2SA Goes to School, Andi Rieskha juga mengingatkan stunting tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik, tetapi juga terhadap kecerdasan anak di masa depan.

      “Anak-anak harus dibiasakan pola makan sehat, bergizi, dan seimbang agar tumbuh optimal. Pencegahan stunting dimulai dari keluarga dan sekolah,” jelasnya.

      Ia menyebut, Sidrap memiliki sumber daya pangan lokal yang melimpah seperti beras, telur, sayur, dan buah. “Dengan potensi itu, Sidrap bisa menuju zero stunting. Yang diperlukan adalah kesadaran dan wawasan masyarakat, dan itu yang terus kita tingkatkan melalui sosialisasi seperti ini,” tegasnya.

      Ketua DWP mengungkap, stunting menjadi program nasional yang harus mendapat dukungan semua pihak. “Kami, Dharma Wanita Persatuan, sesuai arahan Bupati ditugaskan untuk berperan aktif dalam penanganan stunting,” Andi Rieskha.

      Ia pun menekankan pentingnya menjadikan semua pihak sebagai agen perubahan. “Edukasi ini penting agar kita semua bergerak bersama. Kalau kesadaran meningkat, stunting bisa tertangani dengan baik,” kuncinya.

      Kegiatan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Goes to School yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap turut dihadiri berbagai pihak. Di antaranya TP PKK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya.

    10. “Solar Langka, Sidrap Lumpuh: Petani Menjerit, Sopir Truk Terhenti, Pertamina Disorot!”

      “Solar Langka, Sidrap Lumpuh: Petani Menjerit, Sopir Truk Terhenti, Pertamina Disorot!”

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—
      Sudah sepekan terakhir, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dilanda krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

      Dampaknya meluas. Petani terhambat memanen padi, sopir truk menunda keberangkatan, dan denyut ekonomi di kabupaten lumbung beras Sulawesi Selatan itu melambat drastis.

      Sorotan publik kini tertuju pada Pertamina yang dinilai gagal memastikan distribusi energi berjalan lancar.

      Di sepuluh kecamatan yang tersebar di empat penjuru Sidrap, hampir semua SPBU mengalami krisis stok solar.

      Pemandangan antrean truk dan mobil bak terbuka yang mengular berhari-hari sudah menjadi hal biasa. Bahkan, sejumlah sopir rela menghabiskan malam di dalam mobil demi memastikan tak kehilangan giliran.

      “Ini bukan antre berjam-jam lagi, tapi sudah berhari-hari. Kadang sampai tiga hari baru dapat jatah beberapa liter,” keluh Lukman, seorang sopir truk logistik, saat ditemui di salah satu SPBU di wilayah Sidrap, Senin (8/9/2025).

      Pertanian Terdampak, Musim Panen Terancam Gagal

      Kondisi ini semakin memprihatinkan karena kelangkaan solar terjadi tepat di puncak musim panen padi.

      Para petani di Kecamatan Maritengngae, Watang Pulu, Tellu Limpoe, hingga Dua Pitue, Pitu Riase dan Pitu Riawa, mengaku kesulitan menjalankan mesin perontok padi dan pompa air.

      “Sawah sudah waktunya panen, tapi mesin perontok tak bisa jalan tanpa solar. Kami terancam rugi besar,” ujar Abdul Rahman, petani di Watang Sidenreng.

      Krisis ini membuat banyak petani menunda panen, sementara sebagian lainnya terpaksa menyewa solar dengan harga dua kali lipat melalui pengecer ilegal.

      Akibatnya, biaya produksi meningkat, hasil panen pun berpotensi menurun drastis.

      Pertamina Batasi Pasokan, SPBU Kelimpungan

      Dari penelusuran media, masalah ini berawal dari pembatasan suplai solar oleh Pertamina.

      Normalnya, setiap SPBU di Sidrap menerima jatah 8 hingga 10 ton per hari. Namun, dalam sepekan terakhir, pasokan itu dipangkas drastis menjadi hanya beberapa ton saja.

      “Sekarang jatah solar kita sangat terbatas. Kadang suplai baru datang dua hari sekali, itupun malam hari,” ungkap salah satu pengelola SPBU di Sidrap lagi.
      “Biasanya kami disuplai Pertamina Parepare, tapi sekarang stok di sana terbatas, jadi harus ambil dari Makassar. Itupun jatahnya kecil.”

      Akibatnya, SPBU menjadi sasaran kemarahan masyarakat.

      Pengelola SPBU berada dalam posisi sulit, karena stok yang dikirim tidak sebanding dengan permintaan.

      Distribusi Logistik Tersendat, Ekonomi Terpuruk

      Kondisi ini memukul banyak sektor. Sopir truk pengangkut bahan pokok dan logistik industri mengaku kesulitan memenuhi jadwal distribusi ke Makassar dan daerah sekitarnya.

      “Saya sudah dua hari terpaksa berhenti karena solar habis. Jadwal kirim logistik ke Makassar tertunda, rugi waktu, rugi uang,” ujar Lukman.

      Jika masalah ini berlarut-larut, bukan hanya sektor pertanian yang terpuruk, tetapi juga rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat akan terganggu. Harga-harga bahan pangan dikhawatirkan melonjak.

      Sorotan Publik: Pertamina Diminta Bertanggung Jawab

      Kelangkaan solar di Sidrap memunculkan pertanyaan besar soal kinerja Pertamina. Mengapa suplai solar bersubsidi bisa sedemikian terbatas? Apakah ada persoalan di tingkat logistik, distribusi, atau kebijakan internal?

      Sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah dan Pertamina memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

      “Jangan sampai masyarakat dibiarkan menderita tanpa solusi. Sidrap ini lumbung pangan Sulsel, masa petani dibiarkan kelimpungan,” tegas Arman Tahir, Ketua Forum Peduli Petani Sidrap.

      Pemerintah Daerah Diminta Bertindak Cepat

      Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina mengenai penyebab pasti pembatasan suplai. Pemerintah Kabupaten Sidrap pun didesak segera berkoordinasi dengan Pertamina dan Kementerian ESDM untuk memastikan pasokan kembali normal.

      Jika situasi tak segera diatasi, Sidrap berpotensi mengalami krisis ekonomi lokal: panen tertunda, harga pangan naik, distribusi logistik tersendat, dan aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh.
      (*)

    11. Turnamen Panahan Tradisional Bupati Cup 2025 Resmi Bergulir di Sidrap

      Turnamen Panahan Tradisional Bupati Cup 2025 Resmi Bergulir di Sidrap

      SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, membuka Turnamen Panahan Tradisional Bupati Cup 2025 di pelataran Masjid Agung Sidrap, Kecamatan Maritengngae, Ahad (7/9/2025).

      Turut hadir Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Awaloeddin, Sekda Sidrap, Andi Rahmat Saleh, para kepala OPD, serta undangan lainnya.

      Acara pembukaan ditandai dengan pertandingan ekshibisi antara bupati, wakil bupati, dan jajaran Forkopimda.

      Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

      “Kepada para panitia saya ucapkan terima kasih. Kepada para peserta lomba, selamat datang di Kabupaten Sidrap. Jika ada kekurangan dalam acara ini kami memohon maaf,” ujar Syaharuddin.

      Ia menambahkan, turnamen tersebut merupakan event panahan tradisional terbesar kedua yang pernah digelar, dan Pemkab Sidrap siap mendukung agar menjadi agenda tahunan.

      “Event panahan tradisional ini juga ke depan perlu ditambah dengan panahan sambil berkuda,” imbuhnya.

      Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Rais menjelaskan, turnamen ini digelar dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional sekaligus memperkenalkan warisan budaya bangsa.

      “Olahraga ini menjadi semangat untuk menjaga silaturahmi dan persaudaraan. Jumlah peserta mencapai 700 orang, termasuk dari luar Sulawesi. Kami berharap Pemkab Sidrap menjadikan panahan tradisional ini sebagai event tahunan,” ungkapnya.