Penulis: Jumadi

  • Bupati Syaharuddin Tekankan Kewaspadaan El Nino di Rakor Pangan Keempat Sidrap

    Bupati Syaharuddin Tekankan Kewaspadaan El Nino di Rakor Pangan Keempat Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan di Aula Saromase, Kompleks SKPD, Rabu (1/4/2026).

    Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Tudang Sipulung tahun 2026 guna mengevaluasi pelaksanaan Musim Tanam I (MT I) sekaligus mematangkan strategi menyambut Musim Tanam II (MT II).

    Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang memimpin langsung rapat didampingi Wakil Bupati Nurkanaah, menekankan bahwa pertemuan ini sangat krusial.

    “Rakor pangan ini penting sekali kita laksanakan dalam rangka mengantisipasi dampak dari El Nino Godzilla yang diperkirakan terjadi pada bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober,” tegasnya.

    Ditambahkannya, langkah ini diambil demi menjaga status Sidrap sebagai lumbung pangan nasional di tengah tantangan cuaca global.

    Rakor Pangan keempat di masa jabatan SAR-Kanaah ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari berbagai elemen penting. Tampak hadir Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi (Pj. Swasembada Pangan Kab. Sidrap) Zainal Abidin.

    Hadir pula Ketua DPRD Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, perwakilan Forkopimda, serta jajaran Asisten, Staf Ahli, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Kehadiran instansi vertikal dan BUMN/BUMD juga memperkuat barisan, mulai dari pimpinan Bank Sulselbar, Bulog, BPS, BPJS Ketenagakerjaan, Pupuk Indonesia, hingga PLN.

    Di tingkat kewilayahan dan lapangan, hadir pula para camat, lurah/kepala desa, kepala BPP, penyuluh (ASN dan PPPK), pengurus KTNA, Perpadi, penangkar benih, juru pengairan, hingga ratusan petani pelaksana IP300.

    Bupati Syaharuddin selanjutnya memaparkan, guna mencapai target 1 juta ton GKP pada tahun 2026, akan dilakukan percepatan jadwal tanam MT II menggunakan benih super genjah.

    “Petani diminta menanam bibit pada tanggal 15-20 April agar bisa panen di awal Juli, sebelum puncak kekeringan. Pengolahan tanah harus tuntas di bulan April ini,” instruksinya.

    Sementara itu, lanjutnya, pemerintah juga memberikan dukungan infrastruktur yang masif melalui alokasi dana perbaikan Bendung Timoreng sebesar Rp2,5 miliar, Bendung Bulu Cenrana sampai Salomallori sebesar Rp5 miliar, dan Bendung Saddang sebesar Rp7,4 miliar.

    Selain itu, program “Listrik Masuk Sawah” melalui kolaborasi dengan PLN dijadwalkan mulai terpasang pada April atau Mei mendatang guna mendukung modernisasi pertanian di Bumi Nene Mallomo tersebut.

    Syaharuddin Alrif juga mengutarakan cetak sawah di Sidrap masih dalam proses. Dari 1.700 hektare yang diusulkan, baru sekitar 800 hektar yang telah dikerjakan, dan 700 hektare lainnya masih belum dikerjakan.

    “Tahun 2026, kita akan mengusulkan ulang dan menambah menjadi 1.500 hektare cetak sawah,” katanya.

    Bupati Sidrap juga meminta para petani untuk mengusulkan oplah rawa di desa-desa yang belum pernah mendapatkan oplah rawa, seperti Sipodeceng.

    “Masih ada kurang lebih 4.000 hektare yang harusnya diperbaiki, maka tolong diusulkan semuanya untuk oplah rawa,” katanya.

    Selain itu, Bupati Sidrap juga meminta para petani untuk mengusulkan oplah non rawa di desa-desa yang belum sepenuhnya mendapatkan oplah.

    “Contohnya desa Talawe, tahun lalu hanya 5 kelompok yang mendapatkan, padahal di situ ada 18 kelompok. Maka tahun ini, usulkan semuanya,” katanya.

    Bupati Sidrap juga meminta para petani untuk mengusulkan irpom (irigasi perpompaan) irigasi perpipaan, damparit, dan longstore.

    Berikut Kesimpulan Rapat Koordinasi Pangan Kabupaten Sidrap 2026:

    1. Target Produksi 1 Juta Ton: Pencapaian target dilakukan melalui dua langkah utama, yakni mewajibkan setiap hektare lahan menghasilkan minimal 10 ton gabah. Pengurus Kelompok Tani dan Gapoktan harus bersedia dievaluasi atau diganti jika target produksi di desanya tidak tercapai.
    2. Peningkatan Produksi melalui IP300: Untuk menambah produksi pada Musim Tanam III (September–Desember), bibit telah disiapkan bagi desa-desa pelaksana program IP300, khususnya yang memiliki brigade pangan.
    3. Percepatan Musim Tanam II (MT II): Penanaman MT II dipercepat mulai tanggal 15 April 2026 dengan menggunakan benih varietas super genjah milik petani sendiri.
    4. Kesiapan Sarana dan Prasarana: Memastikan kesiapan seluruh elemen pendukung mulai dari ketersediaan air, pupuk, stabilitas harga melalui Bulog, hingga kesiapan Perpadi untuk menyerap hasil panen gabah pada bulan Juli mendatang.
    5. Pemekaran Kelompok Tani: Bidang Penyuluhan dan Ketahanan Pangan akan melakukan evaluasi dan pemekaran kelompok tani yang memiliki luas lahan berlebih (contohnya 80 hektare) menjadi kelompok-kelompok kecil dengan standar minimal 25 hektare per kelompok guna efektivitas pembinaan.
    6. Optimalisasi Usulan Program Ke Pusat: Dinas Pertanian menginstruksikan pengumpulan data usulan program Oplah Rawa, Oplah Non-Rawa, CSR, Irpom, Irpem, hingga pembangunan embung untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian.(*)
  • Penerimaan Peserta KKN Institut Cokroaminoto Pinrang Angkatan IV 2026 Digelar di Maritengngae

    Penerimaan Peserta KKN Institut Cokroaminoto Pinrang Angkatan IV 2026 Digelar di Maritengngae

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Kegiatan penerimaan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Cokroaminoto Pinrang Angkatan IV Tahun 2026 resmi dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Maritengngae, Firman SE M.A.P, Kepala Kelurahan Lakessi, Kasri S.Sos, serta perwakilan Rektor Institut Cokroaminoto Pinrang yang diwakili oleh Drs H Gusri SH M.Si MH. Turut hadir pula dosen pembimbing, staf kecamatan, staf kelurahan, serta mahasiswa peserta KKN.

    Dalam sambutannya, Camat Maritengngae, Firman SE, M.A.P menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN di wilayahnya. Ia berharap para mahasiswa dapat berperan aktif dalam membantu program pemerintah serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan pembangunan lingkungan.

    Sementara itu, perwakilan rektor yang diwakili oleh Drs. H. Gusri, SH, M.Si, MH juga menyampaikan bahwa kegiatan KKN merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, kerja sama, serta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.

    Dalam kegiatan tersebut, Koordinator KKN, Resky Suratman, turut memaparkan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program kerja tersebut terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu program fisik, nonfisik, dan program tambahan. Ia berharap seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Kegiatan diakhiri sesi photo bersama dan salam salaman yang berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, serta diharapkan mampu menjadi awal yang baik bagi mahasiswa dalam menjalankan program kerja KKN di wilayah Kecamatan Maritengngae khususnya di kelurahan Lakessi. (ersan)

  • Hadirkan Pelayanan Terbaik Operasi Ketupat 2026, Kapolda Sulsel Berikan Penghargaan Kapolres Sidrap

    Hadirkan Pelayanan Terbaik Operasi Ketupat 2026, Kapolda Sulsel Berikan Penghargaan Kapolres Sidrap

    MAKASSAR. KOMPAKNEWS. My.id—Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menyerahkan penghargaan kepada jajaran Polres atas capaian kinerja dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Senin (30/03/2026).

    Penyerahan piagam penghargaan ini diberikan kepada Polres yang dinilai berprestasi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026, khususnya dalam pendirian dan pengelolaan Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), serta Pos Terpadu.

    Adapun penerima penghargaan berasal dari berbagai kategori, di antaranya Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, Polres Gowa, Polres Pangkep, Polres Sidrap, Polres Luwu, Polres Pinrang, Polres Toraja Utara, Polres Selayar, dan Polres Maros.

    Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi institusi atas dedikasi dan kinerja optimal yang telah ditunjukkan oleh jajaran Polres selama pelaksanaan operasi.

    “Penghargaan ini tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai sarana inspirasi dan motivasi untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolda.

    Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa melalui apresiasi ini diharapkan setiap Polres mampu menghadirkan terobosan kreatif dalam pelayanan publik, serta memperkuat kesiapsiagaan operasional guna memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.

    Penilaian dalam pemberian penghargaan Operasi Ketupat 2026 ini dilakukan berdasarkan parameter yang terukur dan komprehensif, sehingga diharapkan mampu mencerminkan kinerja terbaik serta menjadi tolok ukur peningkatan kualitas pelaksanaan operasi di masa mendatang.

    Mengakhiri arahannya, Kapolda Sulsel mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa memegang teguh kepercayaan pimpinan dalam menjalankan tugas ke depan.

    “Mari kita ingat kembali tugas-tugas yang kita emban. Kepercayaan pimpinan harus kita jaga dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

  • Polres Sidrap Gelar Apel Siaga Kamtibmas, Antisipasi Potensi Konflik

    Polres Sidrap Gelar Apel Siaga Kamtibmas, Antisipasi Potensi Konflik

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Dalam rangka memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Sidrap Polda Sulsel melaksanakan Apel Siaga Kamtibmas di Lapangan Presisi Polres Sidrap, Senin (30/3/26) pagi

    Apel tersebut dipimpin oleh Wakapolres Sidrap Kompol Sumardi dan diikuti oleh para pejabat utama, para Kapolsek, Perwira, Brigadir serta ASN Polres Sidrap. Dalam arahannya Wakapolres mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka mengantisipasi berbagai aksi seperti April Makassar Berdarah (Amarah), Mayday dan Mei Makassar Berdarah (Memar)

    “Apel ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Polres jajaran Polda Sulawesi Selatan, bertujuan memperkuat soliditas, kebersamaan, dan kesiapsiagaan seluruh personil dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif pasca hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan menghadapi agenda isu-isu regional maupun nasional lainnya.

    Wakapolres juga mengapresiasi seluruh personelnya yang telah maksimal dalam mengamankan seluruh agenda baik jelang maupun pasca perayaan Idul Fitri 1447 H, menurutnya kondusifitas ini harus tetap terjaga dan seluruh personel diharapkan tetap waspada mengantisipasi potensi kerawanan yang sewaktu-waktu bisa terjadi

    “Secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Sidrap saat Lebaran 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat di berbagai sektor, mulai dari roda pemerintahan, ekonomi, hingga interaksi sosial, telah kembali berjalan normal. Walaupun masa arus balik telah berakhir, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Kewaspadaan harus ditingkatkan guna mengantisipasi gesekan antar kelompok masyarakat yang dipicu perbedaan pandangan politik maupun penyebaran berita bohong yang dapat merusak stabilitas keamanan” lanjutnya

    Di akhir amanatnya, Sumardi sapaan Wakapolres Sidrap menyampaikan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas sektoral sehingga keamanan dan ketertiban pasca perayaan Idul fitri 1447 H dapat terwujud

    “Keberhasilan pengamanan ini mustahil tercapai tanpa sinergitas yang kokoh. Saya meminta seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait, merangkul tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Dengan komunikasi harmonis lintas sektoral, kita dapat menciptakan sistem pengamanan terpadu yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, demi mewujudkan Sulawesi Selatan yang kondusif dan damai” tutupnya

  • Syafruddin Wela: Media Sehat Kunci Lahirnya Jurnalis Profesional di Sidrap

    Syafruddin Wela: Media Sehat Kunci Lahirnya Jurnalis Profesional di Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sidrap melaksanakan pelantikan dan rapat kerja pengurus periode 2025-2030 di Hutan Kota Monumen Ganggawa pada Minggu (29/3/2026). Acara yang mengambil tema “Media Sehat, Jurnalis Terlindungi” menghadirkan sekitar 30 lebih perusahaan media daring yang beroperasi di daerah ini.

    Dalam sambutannya, Syafruddin Wela menjelaskan bahwa proses penyelenggaraan pelantikan ini membutuhkan waktu sekitar 7 bulan. “Sejak Agustus 2005 lalu kami menerima mandat dari JMSI Sulawesi Selatan. Proses izin bersama Pak Ketua memakan waktu cukup lama karena kami harus mendata seluruh pemilik media yang ada di Sidrap,” ujarnya.

    Menurutnya, jumlah perusahaan media daring di Sidrap yang mencapai lebih dari 30 merupakan angka yang lumayan besar, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus untuk mendorong ekosistem media yang sehat.

    “Media sehat tidak hanya berkaitan dengan administrasi dokumen yang cukup berat jika harus mengikuti peraturan dari berbagai pihak. Namun alhamdulillah, di Sidrap banyak teman-teman yang berhasil membangun perusahaan media daring,” katanya.

    Acara ini juga menghadirkan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan, mengangkat isu kesehatan sebagai salah satu fokus utama. Syafruddin Wela menambahkan bahwa pekerja media sebagai tenaga lapangan memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga ke depannya akan terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan yang diperlukan.

    Selain itu, dia menegaskan bahwa media yang sehat harus dapat menciptakan jurnalis yang sejahtera. “Kita tidak bisa menghasilkan berita yang baik jika jurnalis dalam kondisi tidak tenang, misalnya khawatir dengan keluarga. Kami membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Sidrap, untuk meningkatkan kesejahteraan teman-teman media,” jelasnya.

    Tujuan utama dari tema yang diusung adalah untuk melahirkan jurnalisme yang profesional, objektif, dan memiliki konten pemberitaan positif. “Informasi positif akan berdampak baik bagi masyarakat, sedangkan informasi negatif justru dapat menimbulkan trauma dan kekhawatiran, terutama bagi pelaku usaha,” ucapnya.

    JMSI Kabupaten Sidrap berharap dapat memberikan warna dan semangat baru bagi dunia jurnalistik di daerah ini, serta mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung kemajuan organisasi ke depan.(*)

  • Gelapkan Sepeda Motor, Pria “M” Diamankan Resmob Polres Sidrap

    Gelapkan Sepeda Motor, Pria “M” Diamankan Resmob Polres Sidrap

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id—Unit Resmob Satreskrim Polres Sidrap berhasil mengamankan seorang pria berinisial M (40) terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan sepeda motor di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus tersebut bermula ketika terduga pelaku meminjam sepeda motor milik korban. Namun setelah kendaraan dibawa, motor tersebut tidak kunjung dikembalikan. Saat dihubungi oleh korban, terduga pelaku diduga memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta sehingga korban merasa dirugikan.

    Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sidrap. Dari laporan itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp15 juta. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Sidrap melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pria berinisial M di wilayah Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

    Tokoh masyarakat Sidenreng Rappang, Rahmi Asmir, menyampaikan apresiasi atas pelayanan kepolisian yang cepat, responsif, dan profesional kepada Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, SH, MH, Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Ambarita, serta Kanit Resmob Satreskrim Polres Sidrap IPDA Junaidi Khadafi, SH, MH beserta jajaran timnya dalam menangani laporan masyarakat hingga berhasil mengamankan terduga pelaku.

    “Kami menilai pelayanan yang diberikan sangat baik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Respons cepat aparat menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan warga,” ujar Rahmi

    Kasat Reskrim Polres Sidrap juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam meminjamkan kendaraan atau barang berharga lainnya guna menghindari potensi tindak pidana serupa. Terduga pelaku bersama barang bukti kini diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut

  • Dr Fantry Taherong: Polisi yang Fasih Bahasa Ekonomi

    Dr Fantry Taherong: Polisi yang Fasih Bahasa Ekonomi

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Sidrap, Kamis, 26 Maret 2026, berubah menjadi panggung unik. Semua mata tertuju pada Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, sosok yang hadir bukan sekadar memeriksa kehadiran, tapi membawa energi, visi, dan analisis ekonomi tajam yang jarang muncul dari seorang polisi.

    Fantry membuka pembicaraan dengan nada santai tapi tegas: “Capaian pertumbuhan ekonomi 7,7 persen, bukan sekadar angka di laporan, tapi dirasakan rakyat. Petani, nelayan, pedagang kaki lima, UMKM kecil—semua kena dampaknya.” Sekali dia menekankan kata “dirasakan rakyat”, seolah menampar kesadaran peserta: angka harus nyambung dengan realita.

    Yang menarik, Fantry bisa menyelipkan pesan serius dengan bahasa sehari-hari. Soal UMKM misalnya: “Dagangan kecil laku, ekonomi Sidrap ikut naik. Efek domino, teman-teman, jangan remehkan gerakan kecil.” Pendek, to the point, tapi maknanya luas. Di dunia ekonomi, ini disebut microeconomic spillover—aktivitas kecil punya efek besar.

    Tapi ketika bicara strategi besar, ia bisa memanjang. Menjelaskan hubungan kebijakan daerah, data Bappelitbangda, prediksi pertumbuhan ekonomi, rasio pengangguran, konsumsi rumah tangga, dan multiplier effect. Semua rinci, tapi tetap enak didengar. Ritme kalimatnya campur panjang-pendek: memberi napas sekaligus tekanan.

    Peserta melihat Fantry bukan hanya polisi berseragam rapi. Ia bicara dua bahasa: teknokrat dan rakyat biasa. Kadang bercanda, kadang serius. Setiap kata menempel. Fondasi yang ditanam hari ini, katanya, akan membuat Sidrap meninggalkan kabupaten lain: “Siapkan diri atau tertinggal.” Alarm nyata, bukan basa-basi.

    Dalam sesi tanya jawab, Fantry menunjukkan analisis lapangan yang tajam. Bisa menghubungkan data makro dengan kondisi mikro: petani jagung di Massepe, nelayan di Teteaji, pedagang pasar di Pangkajene, tenaga kerja muda. Semua terhubung ke satu tujuan: pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan angka kosong.

    Ia tak menutup mata pada tantangan: administrasi lambat, koordinasi OPD kurang maksimal, kesadaran masyarakat belum merata. Tapi setiap masalah selalu ditutup optimis: “Tantangan wajar. Yang penting kita bergerak bersama, sinkron, akurat.”

    Di luar podium, Fantry tetap menarik perhatian. Ramah dengan staf, menyapa peserta, tapi disiplin. Polisi yang memahami ekonomi, melihat Sidrap dari kacamata pembangunan, bukan hanya hukum dan ketertiban. Polres tak hanya menjaga keamanan, tapi mendorong ketahanan pangan, ekonomi lokal, dan sinergi pembangunan.

    Musrenbang kali ini, Fantry membuat forum teknokratis terasa hidup. Bukan sekadar diskusi anggaran atau program, tapi arena inspirasi. Tempat visi besar bertemu strategi nyata. Sidrap bisa menatap masa depan dengan percaya diri.

    Ia menutup sesi dengan kalimat sederhana tapi menohok: “Sidrap siap melesat, dan kita semua bagian dari lompatan itu.” (*)

  • Hari Ketiga Pasca Lebaran di Sidrap, Arus Lalu Lintas Tertib Lancar

    Hari Ketiga Pasca Lebaran di Sidrap, Arus Lalu Lintas Tertib Lancar

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Pasca lebaran kadang riuh.
    Orang pulang. Orang datang. Jalan penuh. Klakson bersahutan. Semua seperti berpacu dengan waktu.

    Tapi hari itu di Sidrap, berbeda.
    Hari ketiga pascalebaran, Selasa, 24 Maret 2026. Sidrap seperti menarik napas panjang.

    Tenang.
    Jalanan lengang. Kendaraan rapi. Semua terkendali.

    Tidak ada suara klakson panjang. Tidak ada wajah tegang. Tidak ada emosi di jalan.

    Yang ada hanya kendaraan yang bergerak pelan. Teratur. Saling memberi ruang.

    Pemantauan sejak pagi hingga siang menunjukkan hal yang jarang terjadi di momen Lebaran: arus lalu lintas mengalir tanpa beban.

    Mobil tidak saling mendahului. Motor tidak saling menyelip.

    Semua seperti paham ritmenya.

    Di beberapa ruas utama, kondisi stabil. Tidak ada titik rawan. Tidak ada antrean panjang. Tidak ada drama di persimpangan.

    Sidrap seperti menemukan jedanya.

    Di tengah ketenangan itu, satu sosok tetap berdiri.

    IPTU Herry Hanggoro.

    Padal Pos Pam Ganggawa.

    Ia tidak banyak bicara. Tidak perlu.

    Cukup dengan gerakan tangan. Peluit pendek. Tatapan fokus.

    Jalan langsung mengerti.

    Ia bukan sekadar berdiri. Ia menjaga ritme. Menahan agar semuanya tetap seimbang.

    Di balik jalan yang terlihat mudah, ada kerja yang tidak terlihat.

    Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, menyebut ini bukan kebetulan.

    Ini hasil dari dua hal yang bertemu: kesadaran warga dan kesiapan petugas.

    Tidak ada yang dipaksakan. Tidak ada yang ditekan.

    Yang dibangun adalah kebiasaan.

    Pendekatan yang digunakan sederhana. Edukasi. Humanis. Dekat dengan masyarakat.

    Dan hasilnya nyata.

    Kasat Lantas, AKP Abang Lamuddin, memastikan personel sudah bergerak sejak pagi. Mereka tidak menunggu masalah datang. Mereka mendahului.

    Menjaga sebelum kacau.

    Mengatur sebelum padat.

    Bersama tim—Aiptu Muh Amry Barkah, Bripka Suwardi P, Brigpol Taufiq, Briptu Rosyandi—semuanya bekerja dalam diam.

    Tanpa sorotan.

    Tapi terasa.

    Sidrap hari itu bukan sekadar lengang.

    Ia seperti memberi pesan—

    bahwa setelah riuh, selalu ada tenang.

    Bahwa setelah ramai, ada ruang untuk bernapas.

    Dan bahwa ketertiban…

    tidak selalu lahir dari aturan keras.

    Tapi dari kesadaran yang tumbuh perlahan.

    Di jalan yang mengalir pelan itu…

    orang-orang sampai tujuan.

    Tanpa marah.

    Tanpa lelah.

    Tanpa cerita buruk.

    Dan mungkin, itu yang paling penting. (*)

  • Jangan Salah, Keamanan dan Ketertiban Jadi Kunci Majunya Daerah: Pesan Kuat Kapolres di Salat Id Polres Sidrap

    Jangan Salah, Keamanan dan Ketertiban Jadi Kunci Majunya Daerah: Pesan Kuat Kapolres di Salat Id Polres Sidrap

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Jangan salah. Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh angka ekonomi atau pembangunan fisik semata. Ada satu fondasi yang sering luput disadari, tapi justru paling menentukan: keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Pesan itulah yang menguat dalam pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Polres Sidrap, Sabtu (21/3/2026) pagi.

    Di tengah suasana yang tenang dan penuh kesederhanaan, ratusan warga bersama personel kepolisian melaksanakan salat Id dengan khusyuk. Tidak ada kemewahan. Yang ada hanya kebersamaan—antara aparat dan masyarakat—dalam satu saf yang rapi.

    Sebelum salat dimulai, Kapolres Sidrap Fantry Taherong menyampaikan sambutan seragam Bupati Sidrap. Namun lebih dari sekadar sambutan, ada pesan penting yang ia tekankan.

    Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

    “Kita menyadari bersama bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata tugas kepolisian. Ada peran penting masyarakat dalam menciptakan wilayah yang aman,” ujarnya.

    Kalimat itu sederhana. Tapi maknanya dalam.

    Sebab tanpa keamanan, pembangunan akan sulit berjalan. Aktivitas ekonomi bisa terganggu. Masyarakat tidak merasa nyaman. Dan pada akhirnya, kemajuan daerah menjadi terhambat.

    Sebaliknya, ketika keamanan terjaga, semua sektor bisa bergerak. Ekonomi tumbuh. Investasi masuk. Kehidupan sosial berjalan lebih harmonis.

    Di sinilah letak benang merahnya.

    Keamanan adalah fondasi.

    Dan tanpa fondasi yang kuat, kemajuan hanya akan jadi wacana.

    Dalam kesempatan itu, Fantry Taherong juga mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi diri.

    “Hari ini merupakan hari kemenangan setelah 30 hari kita melaksanakan ibadah puasa. Ini menjadi ajang untuk memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

    Pesan itu mengalir selaras dengan semangat menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial.

    Tak hanya itu, Kapolres juga mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Sidrap yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7,7 persen.

    Menurutnya, capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Ada kaitan erat dengan kondisi keamanan yang kondusif.

    “Pertumbuhan ekonomi yang baik berbanding lurus dengan menurunnya tingkat kejahatan,” ungkapnya.

    Artinya, ketika ekonomi tumbuh, kesejahteraan meningkat. Dan ketika masyarakat sejahtera, potensi gangguan keamanan pun ikut menurun.

    Di akhir sambutannya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program unggulan pemerintah daerah.

    Ia menyinggung visi besar menjadikan Sidrap sebagai daerah yang bersih, bercahaya, maju, sejahtera, aman, dan religius.

    Semua itu, menurutnya, tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi.

    Tanpa peran aktif masyarakat.

    Dan tanpa komitmen menjaga keamanan bersama.

    Salat Id pun berlangsung khusyuk.

    Takbir menggema. Saf dirapikan. Suasana tetap sederhana, namun penuh makna.

    Di halaman Polres Sidrap itu, bukan hanya ibadah yang dilaksanakan. Tapi juga penguatan pesan penting bagi masyarakat:

    Bahwa kemajuan daerah tidak hanya soal pembangunan yang terlihat,

    Tapi juga tentang bagaimana keamanan dan ketertiban dijaga bersama. (*)

  • Salat Idul Fitri di Mapolres Sidrap, Kapolres Sidrap Beberkan Pencapaian Kabupaten Sidrap

    Salat Idul Fitri di Mapolres Sidrap, Kapolres Sidrap Beberkan Pencapaian Kabupaten Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Ratusan warga masyarakat Kabupaten Sidrap melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan suasana yang tenang dan penuh kesederhanaan di Halaman Polres Sidrap, Sabtu (21/3/26) pagi

    Salat Idul fitri tersebut dihadiri dari berbagai kalangan baik personel Polres maupun warga sekitar Polres Sidrap. Sebelum pelaksanaan salat dimulai terlebih dahulu Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong membacakan sambutan seragam Bupati Sidrap

    Dalam sambutannya, Kapolres Sidrap mengatakan bahwa Idul Fitri merupakan hari kemenangan umat manusia usai menahan hawa nafsu sebulan full

    “Hari ini merupakan hari kemenangan setelah 30 hari kita melaksanakan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, hari ini hari kemenangan masyarakat Kabupaten Sidrap, momentum ini merupakan ajang refleksi diri untuk memperbaiki diri agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari pada hari sebelumnya “ ujarnya

    Fantry sapaan Kapolres Sidrap juga mengatakan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tugas kita bersama, menurutnya tanpa kontribusi masyarakat mustahil situasi keamanan dapat terwujud

    “Kita menyadari bersama bahwa momentum dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Sidrap bukan semata-mata tugas kepolisian melainkan ada peran penting Bapak dan Ibu dalam berkontribusi terhadap amannya Wilayah kita” lanjutnya

    Tak lupa, Kapolres juga mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi 7,7% berdampak positif bagi masyarakat luas Kabupaten Sidrap

    “Tentunya kami juga mengapresiasi kerja keras pemerintah yang mampu membawa dampak positif bagi keamanan dan ketertiban masyarakat karena pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan turunnya tingkat kejahatan di Kabupaten Sidrap” sambung Kapolres

    Di akhir sambutannya Kapolres mengajak kepada seluruh jamaah untuk mewujudkan program unggulan Bupati Sidrap untuk menjadikan Kabupaten Sidrap yang bersih, bercahaya, maju, sejahtera, aman dan religius tentunya dengan mengekseskusi tagline Bupati yakni tanam, panen dan hilirisasi

  • Sidrap Bergema, Ribuan Warga Pawai Takbir Sambut Idulfitri 1447 Hijriah

    Sidrap Bergema, Ribuan Warga Pawai Takbir Sambut Idulfitri 1447 Hijriah

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Suasana religius nan meriah menyelimuti Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Jumat malam (20/3/2026).

    Ribuan warga tumpah ruah mengikuti pawai takbir keliling dalam rangka menyambut hari kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Kegiatan yang dipusatkan di pelataran Masjid Agung Sidrap, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif.

    Pelepasan peserta ditandai dengan pengibaran bendera oleh Bupati, didampingi jajaran Forkopimda dan pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap.

    Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.

    “Terima kasih kepada panitia dan seluruh peserta yang telah menghadirkan semarak Idulfitri di Kabupaten Sidrap. Kami juga mengapresiasi jajaran Polres Sidrap, Kodim 1420 Sidrap, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta semua pihak yang telah menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan ini,” ujar Syaharuddin.

    Ia menambahkan bahwa pawai takbir keliling ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan wujud rasa syukur umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

    Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, baik yang hadir sebagai peserta pawai maupun penonton yang memadati pinggir jalan.

    Kehadiran langsung Bupati bersama jajaran Forkopimda di lokasi semakin menambah semangat warga dalam menggemakan takbir di sepanjang rute.

    Adapun rute pawai takbir keliling ini dimulai (start) dari pelataran Masjid Agung Sidrap, kemudian bergerak menuju sejumlah wilayah.

    Di antaranya Kecamatan Watang Sidenreng, Kecamatan Panca Rijang, Kecamatan Baranti, hingga Kecamatan Watang Pulu, dan berakhir (finish) kembali di pelataran Masjid Agung Sidrap.

    Sepanjang perjalanan, lantunan takbir yang menggema menciptakan nuansa religi yang kental sekaligus penuh kegembiraan bagi seluruh masyarakat Bumi Nenek Mallomo dalam menjemput 1 Syawal 1447 H.

  • Tak Kuasa Menahan Haru, Syaharuddin Alrif Salami Satu per Satu Jemaah di Stadion Ganggawa

    Tak Kuasa Menahan Haru, Syaharuddin Alrif Salami Satu per Satu Jemaah di Stadion Ganggawa

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Pemandangan berbeda dan penuh haru mewarnai pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang dipusatkan di Stadion Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (21/3/2026).

    Di tengah ribuan jemaah yang memadati stadion, sosok Syaharuddin Alrif tampil bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai figur pemimpin yang hadir sepenuh hati di tengah masyarakatnya.

    Usai pelaksanaan salat Ied, Syaharuddin tak beranjak cepat dari lokasi. Ia justru memilih berdiri di tengah kerumunan, menyalami satu per satu jemaah. Tangan demi tangan digenggam erat, senyum demi senyum dibalas tulus. Bahkan, ia melayani ajakan swafoto warga tanpa sekat, tanpa batas.

    Ribuan warga tampak antusias. Tak sedikit yang terharu, karena merasa begitu dekat dengan pemimpinnya.

    Terakhir Meninggalkan Lapangan, Simbol Kepemimpinan yang Melayani

    Di saat sebagian besar pejabat telah meninggalkan lokasi, Syaharuddin justru menjadi orang terakhir yang beranjak dari Stadion Ganggawa. Ia memastikan seluruh masyarakat yang ingin bersalaman dan berfoto terlayani.

    Momen ini menjadi simbol kuat tentang gaya kepemimpinan yang ia bangun—kepemimpinan yang tidak berjarak, yang hadir dan menyatu dengan rakyat.

    “Pemimpin itu harus berada di tengah masyarakatnya, bukan di depan apalagi di belakang. Hari ini saya ingin memastikan bahwa saya ada bersama mereka,” ucapnya dengan suara bergetar.

    Setahun Kepemimpinan: 30 Penghargaan dan Lompatan Besar Sidrap

    Dalam sambutannya di hadapan ribuan jemaah, Syaharuddin juga mengulas perjalanan satu tahun kepemimpinannya. Dengan nada penuh haru, ia mengungkapkan bahwa Sidrap telah mencatatkan lebih dari 30 penghargaan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

    Capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.

    “Ini bukan keberhasilan saya pribadi, ini keberhasilan kita semua. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ungkapnya.

    Selama setahun terakhir, berbagai program strategis berhasil direalisasikan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya sektor pertanian dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi Sidrap.

    Hasilnya mulai terasa nyata. Produktivitas meningkat, pendapatan petani dan peternak menunjukkan tren positif, serta geliat ekonomi lokal semakin hidup.

    Tidak hanya itu, sektor pelayanan publik, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat juga disebut mengalami kemajuan signifikan.

    Pidato Penuh Air Mata: “Sidrap Kini Dikenal di Seluruh Indonesia”

    Puncak haru terjadi saat Syaharuddin menyampaikan bagian akhir sambutannya. Suaranya sempat terhenti, matanya berkaca-kaca, menahan luapan emosi yang tak terbendung.

    Ia mengaku terharu melihat perubahan besar yang terjadi di Sidrap dalam waktu relatif singkat.

    “Jujur, saya tidak mampu menahan haru. Dulu mungkin Sidrap hanya dikenal sebagai daerah biasa, tapi hari ini… Alhamdulillah, Sidrap sudah dikenal di tingkat nasional,” ucapnya, disambut tepuk tangan jemaah.

    Air mata itu bukan sekadar ekspresi emosional, tetapi menjadi simbol rasa syukur dan tanggung jawab yang semakin besar.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, dan tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada.

    Pemimpin dengan Jiwa Sosial Tinggi

    Apa yang ditunjukkan Syaharuddin di hari kemenangan ini menjadi potret nyata seorang pemimpin dengan jiwa sosial tinggi. Kedekatan dengan masyarakat bukan hanya retorika, tetapi tercermin dalam tindakan sederhana—menyapa, menyalami, dan hadir tanpa jarak.

    Idulfitri di Stadion Ganggawa bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum yang memperlihatkan wajah kepemimpinan yang humanis, hangat, dan penuh empati.

    Di tengah ribuan jemaah, seorang bupati berdiri bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai pelayan masyarakat—dan mungkin, itulah makna kepemimpinan yang sesungguhnya.