Penulis: Jumadi

  • Jelang Ramadan, Stok Pangan Aman di Pasar Pangkajene

    Jelang Ramadan, Stok Pangan Aman di Pasar Pangkajene

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. id—Menjelang masuknya Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama unsur Forkopimda dan Bulog setempat melakukan pemantauan kebutuhan bahan pokok di Pasar Sentral Pangkajene, Rabu (18/2/2026).

    Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci.

    “Alhamdulillah, kami bersama unsur Forkopimda dan OPD terkait tadi telah memantau ketersediaan kebutuhan pokok dan harga barang,” kata Bupati Syaharuddin Alrif, saat memimpin pemantauan.

    Turut hadir Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, perwakilan Forkopimda, Kepala Bulog Sidrap, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.

    Dari hasil pemantauan, ketersediaan bahan pokok dinyatakan aman dan harga relatif stabil. Syaharuddin berharap kondisi tersebut tetap terjaga selama Ramadan.

    Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin Alrif berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli di Pasar Sentral Pangkajene untuk mengetahui kondisi riil di lapangan.

    Para pedagang menyampaikan permintaan mulai meningkat, terutama untuk kebutuhan sembako.

    “Mudah-mudahan ketersediaan bahan pokok ini aman selama bulan suci dan kita optimis untuk itu,” ujar Syaharuddin.

    Bupati Syaharuddin juga mengajak masyarakat melaksanakan salat tarawih pertama di Masjid Agung serta menghadiri Tabligh Akbar pada 27 Februari mendatang.

    Selain itu, ia menyampaikan kebijakan penurunan pajak pasar sebesar 50 persen dari sebelumnya.

  • DENGAN TEMA BERSIHKAN LANGKAH, SUCIKAN HATIRatusan Runners Se-Sidrap Tempuh 14,47 KM Sambut Bulan Suci Ramadan

    DENGAN TEMA BERSIHKAN LANGKAH, SUCIKAN HATIRatusan Runners Se-Sidrap Tempuh 14,47 KM Sambut Bulan Suci Ramadan

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Semangat menyambut datangnya bulan suci Ramadan begitu terasa dalam kegiatan lari bertajuk “Bersihkan Langkah, Sucikan Hati” yang digelar oleh komunitas runners se-Kabupaten Sidenreng Rappang, selasa pagi.

    Ratusan pelari dari berbagai komunitas lari antusias menempuh jarak 14,47 kilometer sebagai simbol perjalanan fisik dan spiritual dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Sejak subuh, para peserta telah memadati titik start di kopi AKA pangkajene dengan penuh semangat dan kebersamaan.

    Koordinator panitia H.Arpiandi sekaligus ketua HIPMIRUN SIDRAP menyampaikan bahwa event ini bukan sekadar olahraga, melainkan momentum refleksi diri. “Melalui setiap langkah, kita belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi. Sama seperti Ramadan, yang mengajarkan kita untuk menahan diri dan menyucikan hati,” ujarnya.

    Sepanjang rute, para peserta tetap menjaga kebersamaan dan ketertiban. Tidak sedikit masyarakat yang turut memberikan dukungan di pinggir jalan, menambah semarak suasana pagi ini.
    Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempererat silaturahmi antar komunitas lari, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persiapan menyambut Ramadan bukan hanya soal fisik, melainkan juga kesiapan hati dan niat.

    Dengan penuh semangat, para runners menyelesaikan 14,47 KM dengan wajah bahagia. Karena bagi mereka, finish sesungguhnya bukan hanya garis akhir, melainkan hati yang lebih siap menyambut Ramadan.

  • Bertepatan HUT Sidrap, RS Adinda Launching Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA)

    Bertepatan HUT Sidrap, RS Adinda Launching Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA)

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– RS Adinda Medical Centre resmi melakukan deployment sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Pelayanan Sobat Adinda Medical AI (SAMA) dengan Motto Experince the Intellegence of Care.

    Peluncuran layanan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-682 Sidenreng Rappang sebagai bentuk pengabdian rumah sakit kepada masyarakat di bidang kesehatan sesuai motto RS Adinda Medical Centre: Melayani dengan Nurani dan Profesional

    Pelayanan SAMA dirancang sebagai inovasi digital yang mendukung konsultasi medis dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.

    Tim Developer Pelayanan SAMA, Yusril, S.Pd., menjelaskan bahwa inovasi AI tersebut hadir untuk mendukung pelayanan medis, bukan menggantikan peran tenaga kesehatan profesional.

    “Kami menghadirkan inovasi AI yang mendukung pelayanan konsultasi medis dengan tetap memprioritaskan keselamatan pasien. AI ini dirancang untuk membantu, bukan menggantikan, profesional medis, dengan batasan ketat untuk mencegah diagnosa yang tidak tepat,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Tim Developer Pelayanan-SAMA, Nurul Amalia, S.Pd., menekankan pentingnya penyampaian informasi medis yang mudah dipahami masyarakat.

    “Kami sangat memperhatikan bagaimana informasi medis yang kompleks disampaikan kepada pengguna. Fokus kami adalah menyaring output AI yang rumit menjadi saran kesehatan yang mudah dicerna,” jelasnya.

    Secara terpisah, Penanggung Jawab Unit SIMRS RS Adinda Medical Centre, Arfan Fahri, S.Kom., MTCNA., MTCRE., mengungkapkan bahwa SAMA merupakan Intelligent Medical Interface yang bekerja secara stateless dan real-time.

    “Kami tidak hanya membangun sistem, kami membangun Logic Engine yang mampu mengonversi keluhan unstructured menjadi analisis klinis yang terarah. AI kami stateless, artinya setiap keluhan pasien diproses secara independen. Tidak ada data percakapan yang disimpan dalam jangka panjang, sehingga lebih aman dan privasi pasien terjaga,” terangnya.

    Dengan peluncuran SAMA, RS Adinda Medical Centre menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus memastikan keamanan serta kerahasiaan data pasien tetap menjadi prioritas utama.

    Pelayanan SAMA bisa diakses di seluruh Indonesia bahkan Manca Negara pun bisa.

    Untuk mengakses klik link ini: pelayanan-sama.adindamedicalcentre.com atau bisa diakses di website utama adindamedicalcentre.com Dengan memilih menu Pelayanan-SAMA-AI. (*)

  • Sabung Ayam Masih Berkokok? KJI Sulsel: Kami Pantau dan Beritakan!

    Sabung Ayam Masih Berkokok? KJI Sulsel: Kami Pantau dan Beritakan!

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Isu perjudian sabung ayam di Sulawesi Selatan kembali dipantik. Bukan sekadar adu jago di arena tanah lapang, tapi adu nyali dengan hukum. Praktik ini disebut masih eksis di sejumlah daerah, bergerak senyap namun terorganisir.

    Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel, Edy Basri, tak lagi berbasa-basi.

    Dalam pembubaran panitia pelantikan pengurus KJI Sulsel di La Bugis, Sidrap, Selasa (17/2/2026), ia melontarkan kritik tajam kepada para kapolres se-Sulsel.

    “Kalau memang ilegal, ya hentikan total. Jangan sampai hukum cuma jadi ornamen di baliho. Publik tidak butuh slogan, publik butuh tindakan,” tegasnya.

    Edy menyebut, bukan mustahil masih ada wilayah yang dijadikan “markas” sabung ayam. Fenomenanya klasik: saat razia datang, hilang. Saat sunyi, muncul lagi. Seperti drama lama yang diputar ulang tanpa akhir.

    “Kalau masyarakat bisa menunjuk titiknya, masa aparat tidak tahu? Jangan sampai ini jadi rahasia umum yang pura-pura tidak terlihat,” sindirnya tajam.

    Siap Temui Kapolda Sulsel

    Tak berhenti pada pernyataan keras, KJI Sulsel memastikan langkah lanjutan. Dalam waktu dekat, mereka akan menemui Kapolda Sulawesi Selatan untuk membahas sejumlah persoalan, termasuk dugaan maraknya praktik sabung ayam di beberapa daerah.

    “Kami ingin duduk bersama. Ini bukan cari panggung, ini soal komitmen penegakan hukum. Jangan sampai kepercayaan publik tergerus,” ujar Edy.

    Instruksi Tegas: Beritakan!

    Yang paling menyita perhatian, Edy mengeluarkan instruksi langsung kepada seluruh anggota KJI di Sulsel. Ia memerintahkan agar jurnalis KJI aktif memantau dan tidak segan memberitakan jika menemukan dan memastikan adanya praktik judi sabung ayam.

    “Ini perintah organisasi. Kalau terbukti ada praktik sabung ayam, beritakan. Jangan takut. Jangan tumpul. Kerja jurnalistik harus berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

    Menurutnya, pers bukan musuh aparat, melainkan alarm sosial. Jika alarm berbunyi, itu tanda ada yang perlu dibenahi.

    “Jangan sampai yang kecil cepat diproses, yang besar justru kebal. Itu yang bikin publik sinis. Dan kalau publik sudah sinis, itu alarm bahaya bagi penegakan hukum,” katanya.

    Edy menutup dengan pesan lugas: pemberantasan judi tidak boleh musiman. “Kalau mau bersih, bersihkan total. Jangan setengah hati. Karena kalau sabung ayam masih berkokok, suara kritik juga akan makin nyaring,” pungkasnya. (*)

  • Lurah Baula Tak Henti Perlihatkan Kepedulian Sosial, Turun Langsung Bersihkan Saluran Air

    Lurah Baula Tak Henti Perlihatkan Kepedulian Sosial, Turun Langsung Bersihkan Saluran Air

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Lurah Baula, Junaidi, terus menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi kepada masyarakat sejak resmi dilantik memimpin Kelurahan Baula. Sosoknya dikenal tak pernah berdiam diri, bahkan di hari libur sekalipun ia tetap turun langsung melakukan kerja bakti di wilayahnya.Selasa, 17/2/2026.

    Tanpa menunggu warga maupun staf kelurahan, Junaidi terlihat membersihkan saluran air yang selama ini tersumbat dan kerap menyebabkan genangan. Aksi nyata tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.

    “Bertahun-tahun tidak ada pemimpin seperti ini yang rela turun langsung membersihkan. Bukan cuma datang memerintah warga dan stafnya, tapi benar-benar ikut bekerja,” ungkap salah seorang warga.

    Menurut Junaidi, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap langkah kecil yang dilakukan dapat menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan di sekitar rumah masing-masing.

    “Semoga Kelurahan Baula semakin bersih ke depannya sesuai arahan Bapak Bupati agar rutin melaksanakan pembersihan. Kami juga mengimbau warga segera mendaftar layanan pembuangan sampah pada tempat yang sudah disiapkan. Supaya sampah di rumah tinggal dijemput, jangan lagi buang sampah sembarangan,” tegas Junaidi.

    Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang memberi teladan, diharapkan Kelurahan Baula semakin tertata, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Puncak Bila Sidrap Naik Kelas Bola Raksasa Siap Jadi Magnet Sulsel

    Puncak Bila Sidrap Naik Kelas Bola Raksasa Siap Jadi Magnet Sulsel

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Puncak Bila kembali bikin langkah berani. Di atas perbukitan yang selama ini jadi magnet swafoto, pengelola menyiapkan satu ikon baru: bola raksasa.
    Bukan sekadar ornamen.

    Ini landmark. Ini statement.

    Struktur monumental itu akan berdiri megah di pucuk bukit, menghadap hamparan alam Kabupaten Sidenreng Rappang. Jika rampung, siluetnya bakal langsung jadi penanda baru di bentang langit Sidrap.

    Targetnya jelas: menjadi landmark baru di Sulawesi Selatan sekaligus mempertegas identitas Puncak Bila sebagai destinasi alam-modern.

    Konsepnya tidak main-main. Modern, tetapi tetap menyatu dengan panorama pegunungan. Bukan bangunan yang merusak lanskap, melainkan memperkuat visual kawasan.

    Selain menjadi daya tarik utama, bola raksasa itu juga diarahkan sebagai pusat aktivitas wisata dan titik pandang premium. Melengkapi wahana sepeda raksasa yang lebih dulu jadi favorit pengunjung.

    Owner Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halim, S.Th.I., M.Hum., menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar pengembangan kawasan wisata berkelanjutan.

    “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berkelas. Bola raksasa ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol komitmen kami untuk memajukan pariwisata Sidrap. Kami berharap ikon ini mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah,” ujarnya.

    Menurutnya, kehadiran ikon baru ini diharapkan memberi efek domino terhadap ekonomi masyarakat sekitar. Kunjungan meningkat. Peluang usaha terbuka. UMKM dan ekonomi kreatif tumbuh lebih agresif.

    Dari sisi teknis, proyek ini digarap serius. Kontraktor pelaksana, Mas Asep Adi Setiyoko dari Yogyakarta, memastikan seluruh proses pembangunan dirancang dengan perencanaan matang.

    “Dalam pengerjaan ini, kami sangat memperhatikan detail struktur agar konstruksi kokoh, aman, dan tetap estetis.
    Target kami bukan hanya menciptakan bangunan monumental, tetapi juga berkualitas untuk jangka panjang serta aman bagi pengunjung,” jelasnya.

    Artinya, ini bukan proyek asal jadi. Bukan sekadar mengejar viral. Tapi investasi jangka panjang.

    Dukungan pun datang dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Mirna, S.H., M.A.P., S.H., M.A.P. Ia menyambut positif inovasi tersebut karena sejalan dengan arah pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal dan peningkatan daya saing nasional.

    “Kami mengapresiasi inisiatif pengelola Puncak Bila yang terus berinovasi menghadirkan daya tarik baru. Kehadiran bola raksasa ini berpotensi menjadi ikon baru yang tidak hanya membanggakan Kabupaten Sidenreng Rappang, tetapi juga memperkaya ragam destinasi unggulan di Sulawesi Selatan. Pemerintah provinsi tentu mendukung pengembangan destinasi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Optimisme serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidenreng Rappang, H. Nasruddin Waris, S.Sos., M.Si.

    “Kami berharap keberadaannya mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata,” ujarnya.

    Dengan hadirnya bola raksasa ini, Puncak Bila semakin memantapkan diri sebagai kawasan wisata unggulan yang inovatif dan berwawasan lingkungan.

    Terlebih, akhir tahun lalu kawasan ini sukses meraih penghargaan sebagai salah satu daya tarik wisata terbaik tingkat nasional.

    Puncak Bila tidak sekadar membangun.
    Ia sedang membentuk identitas.

    Dan bola raksasa itu, jika berdiri sempurna nanti, bisa jadi simbol paling tegas bahwa Sidrap siap bersaing di panggung wisata yang lebih besar. (*)

  • KJI Sulsel Resmi Dilantik di Sidrap, Edy Basri Diberi Target Bentuk 24 Pengurus Daerah

    KJI Sulsel Resmi Dilantik di Sidrap, Edy Basri Diberi Target Bentuk 24 Pengurus Daerah

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pelantikan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026), di Aula Taman Wisata Puncak Bila, masuk dalam kategori itu.

    Jam menunjukkan sekitar pukul 14.00 WITA ketika Edy Basri resmi memegang kemudi KJI Sulsel. Bukan sekadar seremoni. Sejak menit pertama, ia langsung dihadapkan pada ekspektasi besar: membentuk kepengurusan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

    Di barisan depan hadir Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, dan Ketua KJI Nasional, Nurfandri. Kehadiran keduanya bukan formalitas belaka. Itu adalah legitimasi pusat sekaligus mandat terbuka agar KJI Sulsel tidak sekadar menjadi DPW administratif.

    “Sulsel harus jadi lokomotif,” pesan Andarizal dalam arahannya.
    Targetnya jelas: 24 kabupaten/kota. Artinya, ekspansi. Konsolidasi. Percepatan.

    Di tengah era disrupsi media, organisasi wartawan tak cukup hanya mengandalkan kartu anggota. Platform digital mengubah lanskap bisnis media. Kepercayaan publik fluktuatif. Kalau tidak adaptif, organisasi bisa kehilangan relevansi.

    Edy Basri tampaknya memahami itu. Pidatonya singkat. Garis besarnya tegas: konsolidasi cepat, rapat kerja usai Lebaran, dan penguatan struktur daerah. Gaspol, tapi tetap terukur.

    Yang menarik justru atmosfer di luar podium.

    Meski berhalangan hadir, Dandim 1420/Sidrap Letkol Andi Zulhakim mengirim pesan moral agar KJI bersinergi dengan TNI. Dukungan juga datang dari Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong dan Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda. Keduanya mengirim karangan bunga berukuran jumbo sebagai bentuk dukungan simbolik.

    Hadir pula unsur Kejari Sidrap, Ketua Kadin Sidrap Andi Muh Yusuf Ruby, Owner Puncak Bila Ahmad Shalihin Halim, serta pimpinan organisasi pers seperti PWI, JMSI, HIPSI, KWRI, SMSI, KNPI hingga tokoh LSM Andi Mari.

    Spektrumnya lengkap. Ekosistemnya terbentuk.

    Secara analitis, momentum ini tidak datang dalam ruang hampa. Sidrap sedang menunjukkan wajah kolaboratif. TNI-Polri terbuka. Dunia usaha hadir. Organisasi pers bersinergi. Jika dirawat, KJI Sulsel bisa menjadi “middle ground” — ruang temu berbagai kepentingan tanpa meninggalkan integritas jurnalistik.
    Namun tantangan tetap ada.

    Organisasi wartawan kerap terjebak rutinitas seremonial: rapat, foto, spanduk, selesai. Jika itu yang terjadi, energi Puncak Bila akan cepat menguap.
    Edy Basri dituntut memainkan positioning berbeda. Bukan hanya organisasi profesi, tetapi pusat literasi, ruang diskusi kebijakan, dan penguatan kapasitas jurnalis daerah.

    Dari Puncak Bila, Sabtu sore itu, satu pesan menguat: KJI Sulsel tidak ingin jadi pelengkap. Ia ingin relevan.
    Dan relevansi tidak lahir dari seremoni. Ia lahir dari kerja, konsistensi, dan keberanian mengambil peran.

    Mandat sudah diberikan. Dukungan sudah datang. Panggung sudah tersedia.
    Kini publik menunggu: apakah KJI Sulsel benar-benar naik kelas, atau sekadar naik struktur. (*)

  • Babinsa Kanyuara Dampingi Murid UPT SDN 4 Watang Sidenreng Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

    Babinsa Kanyuara Dampingi Murid UPT SDN 4 Watang Sidenreng Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Babinsa Kelurahan Kanyuara turut mendampingi dan memantau para murid UPT SDN 4 Watang Sidenreng dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Jumat (13/2/2026).

    Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah dasar, sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.

    Babinsa Kelurahan Kanyuara, Irwan, menyampaikan pesan kepada para murid agar benar-benar memanfaatkan program dari Presiden ini dengan baik. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis merupakan wujud perhatian pemerintah kepada anak-anak sekolah agar tumbuh sehat dan semangat belajar.

    “Program Presiden ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena ini bentuk perhatian kepada anak-anak sekolah.

    Biasanya murid membawa uang jajan di bawah Rp10 ribu ke sekolah, sekarang dengan adanya MBG anak-anak cukup membawa uang jajan Rp5 ribu saja,” ujar Irwan.

    Ia juga mengimbau kepada para murid agar membawa tempat nasi dari rumah. Hal tersebut bertujuan agar jika makanan tidak habis, dapat dibawa pulang sehingga tidak terbuang percuma.

    “Kami harap anak-anak juga membawa tempat nasi. Jika tidak bisa dihabiskan di sekolah, bisa dibawa pulang ke rumah,” tambahnya.
    Program Makan Bergizi Gratis ini disambut antusias oleh para murid dan guru.

    Diharapkan melalui program ini, kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi dengan baik sehingga mendukung proses belajar yang lebih optimal di lingkungan sekolah.

  • Tak di Makassar, KJI Sulsel Pilih Sidrap: Edy Basri Bawa Pelantikan Pulang ke “Kota Beras”

    Tak di Makassar, KJI Sulsel Pilih Sidrap: Edy Basri Bawa Pelantikan Pulang ke “Kota Beras”

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Secara logika organisasi, pelantikan pengurus tingkat provinsi idealnya digelar di Makassar. Ibu kota Sulawesi Selatan itu adalah episentrum pemerintahan, bisnis, dan tentu saja—media. Tapi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel memilih jalan berbeda. Sabtu siang, 14 Februari 2026, pelantikan justru dipusatkan di Aula Taman Wisata Puncak Bila, Sidrap.

    Pilihan itu bukan tanpa alasan. Ada faktor history yang tak bisa dilepaskan.

    KJI Sulsel di bawah kepemimpinan Edy Basri—bersama Muh Tohir (Sekretaris) dan Ersan (Bendahara)—memang sengaja “pulang kampung”. Edy lahir dan besar di Kabupaten Sidenreng Rappang, daerah yang dikenal dengan julukan “Kota Beras”. Di sanalah jejak awal perjalanan jurnalistiknya tumbuh.

    “Alhamdulillah, Pak Ketum DPP dan Pak Ketua KJI Nasional sudah mendarat di Makassar malam ini. Besok siang keduanya langsung ke Puncak Bila dijemput oleh panitia pelantikan,” ujar Edy Basri, Kamis malam, 12 Februari 2026.

    Yang datang bukan nama sembarangan. Ketua Umum DPP KJI Andarizal akan melantik langsung kepengurusan KJI Sulsel, didampingi Ketua KJI Nasional Nurfandri. Keduanya juga didaulat sebagai pembicara utama dalam sesi talkshow yang menjadi pembuka acara. Format ini memberi sinyal: KJI Sulsel ingin lebih dari sekadar seremoni—mereka ingin diskursus.

    Persiapan disebut sudah 90 persen. Artinya, panggung sudah hampir siap. Tinggal hitung jam.

    Tema yang diusung pun cukup “berisi”: Jurnalisme Kolaboratif untuk Sulsel yang Transparan dan Berkemajuan. Di tengah lanskap media yang kian kompetitif dan fragmentatif, diksi kolaboratif terasa seperti tawaran jalan tengah—mengurangi ego sektoral, memperkuat jejaring, dan membangun trust publik.

    Sebelumnya, DPP KJI memberikan mandat kepada Edy Basri untuk membentuk kepengurusan di Sulawesi Selatan. Mandat itu kini menjelma menjadi struktur resmi yang siap bekerja.

    Memilih Sidrap ketimbang Makassar adalah pesan simbolik. Bahwa pusat bukan selalu soal geografis. Bahwa energi perubahan bisa dimulai dari daerah. Dari “Kota Beras” itulah, KJI Sulsel ingin menanam benih kolaborasi—untuk kemudian tumbuh menjangkau seluruh penjuru provinsi.

    Sabtu nanti, Puncak Bila bukan hanya menjadi lokasi pelantikan. Ia bisa menjadi titik tolak—bahwa jurnalisme Sulsel sedang mencari format baru: lebih cair, lebih terbuka, dan tentu saja, lebih berkemajuan. (*)

  • Polres Wajo Rangkul Komunitas Ojol, Perkuat Kamtibmas dan Tertib Lalu Lintas

    Polres Wajo Rangkul Komunitas Ojol, Perkuat Kamtibmas dan Tertib Lalu Lintas

    Sengkang. Kompaknews. My. Id 11 Februari 2026 – Polres Wajo menggelar Apel Ojol Kamtibmas Polantas Menyapa Sat Lantas Polres Wajo di Lapangan Apel Sat Lantas Polres Wajo. Apel ini dipimpin oleh Kapolres Wajo, AKBP MUHAMMAD ROSID RIDHO, S.I.K, dan dihadiri oleh Kasat Lantas Polres Wajo, AKP RIYANDA PUTRA, S.Tr.K., S.I.K., M.H, serta perwakilan komunitas Ojol Kabupaten Wajo.

    Dalam apel ini, Kapolres Wajo menyampaikan 3 pesan penting kepada rekan-rekan Ojol, yaitu menjadi pelopor keselamatan di jalan raya, kepekaan terhadap kejahatan, dan solidaritas positif antar komunitas. “Jadilah pelopor keselamatan di jalan raya, patuhi rambu lalu lintas, dan gunakan perlengkapan keselamatan,” ujar Kapolres Wajo.

    Kapolres Wajo juga mengajak rekan-rekan Ojol untuk menjadi mata dan telinga masyarakat dalam menjaga kamtibmas. “Jika melihat gangguan kamtibmas seperti balap liar, peredaran narkoba, begal, geng motor, atau kecelakaan lalu lintas, segera laporkan melalui layanan call center 110,” tambahnya.

    Apel Ojol Kamtibmas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kamtibmas. Polres Wajo berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

    Dalam kesempatan ini, Kapolres Wajo juga mengapresiasi peran aktif komunitas Ojol dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Wajo. “Kami sangat mengapresiasi peran aktif komunitas Ojol dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Wajo. Kami berharap komunitas Ojol dapat terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

    Apel Ojol Kamtibmas ini diakhiri dengan penyerahan brosur dan stiker keselamatan berlalu lintas kepada perwakilan komunitas Ojol. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kamtibmas di Kabupaten Wajo.

    Dengan adanya apel ini, Polres Wajo berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kamtibmas, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Wajo.

  • Kuli Tinta Melangkah ke HPN-2026 Banten, Empati Kepala Daerah di Sumbar Absen

    Kuli Tinta Melangkah ke HPN-2026 Banten, Empati Kepala Daerah di Sumbar Absen

    SERANG. KOMPAKNEWS.My.id—Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, seharusnya menjadi panggung kehormatan bagi seluruh insan pers di Indonesia. Namun, bagi delegasi jurnalis asal Sumatera Barat, perjalanan tahun ini terasa lebih dingin, bukan karena pendingin ruangan bus atau angin laut di Selat Sunda, melainkan karena dinginnya hati para pemimpin daerah di Ranah Minang.

    Di tengah keriuhan persiapan keberangkatan, kita dipaksa menyaksikan sebuah potret ironi yang telanjang, para kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Walikota tampak kompak mengenakan “rompi antipati” terhadap kuli tinta.

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa pejabat di Sumatera Barat adalah konsumen setia dari jasa publikasi. Mereka gemar bersolek di depan kamera jurnalis, haus akan headline yang memuji kinerja birokrasi, dan sangat reaktif jika pena pers mulai menyoroti borok kebijakan. Pers dianggap mitra strategis saat mereka butuh panggung, namun mendadak menjadi “orang asing” saat momentum HPN tiba.

    Ketidakhadiran fasilitasi dan absennya rasa empati dalam mendukung keberangkatan insan pers ke Banten bukan sekadar masalah anggaran. Ini adalah masalah mentalitas penguasa. Mereka fasih berpidato tentang pers sebagai pilar keempat demokrasi, namun di balik meja kekuasaan, mereka memperlakukan jurnalis layaknya pelengkap penderita yang hanya dibutuhkan saat musim pencitraan atau syahwat politik menjelang pilkada.

    Sangat memuakkan melihat kenyataan bahwa daerah yang melahirkan raksasa pers seperti Adinegoro dan Rohana Kudus, kini dipimpin oleh orang-orang yang picik dalam menghargai profesi wartawan. Keengganan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral maupun fasilitasi nyata adalah bentuk pengkhianatan terhadap sejarah intelektualitas Sumatera Barat itu sendiri.

    Apakah para pemimpin ini lupa, bahwa tanpa ketukan tuts kibor dan goresan pena kuli tinta, prestasi-prestasi yang mereka banggakan itu hanyalah sunyi yang tak terdengar? Atau barangkali, mereka memang sengaja membiarkan pers berjalan terseok-seok agar fungsi kontrol sosial melemah?

    Perlu ditegaskan, kegelisahan insan pers hari ini bukan karena haus akan bantuan materi, melainkan tuntutan akan martabat. Kehadiran delegasi Sumbar di HPN 2026 adalah untuk membawa nama daerah di kancah nasional. Namun, ketika pemerintah daerah memilih untuk menutup mata dan mengunci rapat pintu empati, mereka sebenarnya sedang mengirimkan pesan perang terhadap transparansi.

    Jangan salahkan pers jika ke depan, tinta yang digoreskan akan terasa lebih pahit. Sebab, hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghargai, bukan saling memanfaatkan. Jika untuk urusan HPN saja para kepala daerah ini “kikir” empati, maka publik patut bertanya: untuk siapa sebenarnya mereka bekerja?

    Biarlah kuli tinta melangkah ke Banten dengan peluh sendiri. Namun ingatlah, setiap tetes keringat itu akan berubah menjadi catatan kritis yang tak akan lekang oleh waktu. Para pemimpin yang abai terhadap pers adalah mereka yang sedang menggali lubang isolasi bagi dirinya sendiri.

    Mari kita bedah lebih dalam. Di saat para pejabat daerah di Sumatera Barat begitu cekatan meneken Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk rombongan birokrasi yang gemuk, seringkali dengan dalih “studi banding” yang hasilnya menguap begitu saja, mengapa untuk urusan HPN mereka mendadak menjadi akuntan yang paling pelit?

    Ada ketidakadilan yang telanjang dalam tata kelola anggaran. Uang rakyat yang dikelola pemerintah daerah mengalir deras untuk menyewa baliho raksasa berisi wajah-wajah tersenyum para kepala daerah, namun mendadak “kering kerontang” saat diminta mendukung penguatan kapasitas pers. Ini bukan lagi soal efisiensi anggaran, melainkan soal skala prioritas yang cacat. Mereka lebih memilih membiayai kemewahan seremonial kantor daripada menjaga nyala api demokrasi yang dirawat oleh para jurnalis.

    Absennya empati ini mengirimkan sinyal bahaya, apakah kepala daerah di Sumatera Barat hanya menginginkan pers yang “manis”? Pers yang hanya duduk manis menerima siaran pers humas, mencatat pidato tanpa bertanya, dan memuja-muji kebijakan tanpa kritik?

    Jika pengabaian ini adalah bentuk hukuman atas kritisnya pers Sumbar selama ini, maka para penguasa tersebut sedang melakukan kesalahan sejarah. Pers yang sehat tidak lahir dari belas kasihan pemerintah, namun pemerintah yang sehat mutlak membutuhkan pers yang dihargai. Dengan membiarkan insan pers melangkah ke Banten tanpa dukungan moril dan fasilitasi yang layak, pemerintah daerah sebenarnya sedang memutus jembatan komunikasi dengan rakyatnya sendiri.

    Ketika delegasi dari provinsi lain di Indonesia hadir di Serang dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah mereka, sebagai bentuk kebanggaan atas eksistensi media lokal, kontingen Sumatera Barat justru membawa beban luka dari rumah sendiri. Di Serang, para kuli tinta mungkin akan tetap berkarya, namun mereka membawa catatan hitam, bahwa di Ranah Minang, kepedulian pemimpinnya telah “mati suri”.

    Kita ingatkan kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota se-Sumatera Barat. Jabatan Anda dibatasi oleh periode, namun goresan sejarah yang ditulis oleh pers akan bertahan melampaui masa jabatan Anda. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa Anda adalah generasi pemimpin yang gagal memahami arti penting kemitraan, pemimpin yang fasih berjanji namun kikir dalam empati.

    HPN 2026 di Banten akan usai, namun luka atas pengabaian ini tidak akan cepat mengering. Jika narasi “sinergi” dan “kolaborasi” hanya menjadi jargon kosong di atas kertas sambutan, maka jangan salahkan jika ke depan, pers Sumatera Barat akan berdiri dengan jarak yang lebih tegas.

    Bukan untuk bermusuhan, tapi untuk menunjukkan bahwa martabat jurnalis tidak bisa dibeli dengan recehan janji, dan tidak akan mati hanya karena ditinggalkan oleh para pemimpin yang mabuk akan kuasa namun buta terhadap nurani.

    Penutup:

    “Pemimpin yang baik adalah mereka yang berani dikritik saat salah dan tetap menghargai saat disapa oleh pena pers. Pemimpin yang buruk adalah mereka yang butuh sorotan kamera, namun mematikan lampu saat pers membutuhkan dukungan.”

    Serang, 8 Februari 2026
    Oleh: Andarizal, Ketua Umum DPP-KJI

  • PAPPRI Sidrap Berdendang, Puncak Bila Bakal Auto Pecah!

    PAPPRI Sidrap Berdendang, Puncak Bila Bakal Auto Pecah!

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Fix, perayaan HUT Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ke-682 tahun ini bakal naik level. Pengelola Taman Wisata Puncak Bila barengan sama PAPPRI Sidrap lagi nyiapin event musik yang vibes-nya nggak kaleng-kaleng, bertajuk “Konser Musik PAPPRI Sidrap Berdendang.”

    Catet baik-baik ya:
    📅 Minggu, 15 Februari 2026
    ⏰ 08.30 – 17.00 WITA
    📍 Taman Wisata Puncak Bila, Sidrap

    Dari pagi sampe sore, Puncak Bila bakal disulap jadi spot paling rame se-Sidrap. Deretan musisi dan penyanyi siap naik panggung dan bikin penonton auto ikut nyanyi. Line up-nya antara lain Alam Mahameru, Nursal Coy, Alif Falenzi, Nindi Purwanto, Ayu Tirta KDI, Riska Kamal, dan Dilla. Genre campur, suara mantap, pokoknya aman buat semua umur.

    Biar suasana makin panas, panggung juga bakal ditemenin tiga keyboardist sekaligus: Bang Fajar, Sul Magenta, dan Yasmin Khadarza. Musik non-stop, vibes naik terus, dan dijamin nggak ada cerita bengong.

    Nggak cuma soal hiburan, konser ini juga jadi ajang kumpulnya seluruh pengurus PAPPRI Sidrap. Jadi selain seru-seruan, event ini juga jadi bukti kalau musisi lokal Sidrap itu punya kelas dan solid.

    Ditambah lagi, lokasi konser ada di Puncak Bila yang udaranya adem dan view-nya cakep. Kombinasi alam + musik + momen ulang tahun daerah, fix jadi pengalaman yang susah dilupain.

    🎶 Intinya gini:

    Ajak temen nongkrong, keluarga, pasangan, atau satu geng sekalian.
    Dateng, nyanyi bareng, joget dikit, foto-foto, terus pulang bawa cerita.
    PAPPRI Sidrap Berdendang.

    Puncak Bila siap goyang.
    HUT Sidrap ke-682? Gaspol! (*)