Kategori: MAKASSAR

  • Jelang Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulsel Gelar Operasi Razia Tempat Hiburan Malam di Makassar

    Jelang Hari Bhayangkara ke-79, Polda Sulsel Gelar Operasi Razia Tempat Hiburan Malam di Makassar

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id—Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar Operasi Razia Tempat Hiburan Malam (THM) pada Jumat malam, 13 Juni 2025. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kabidpropam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendy, S.I.K., M.H., dan dimulai pukul 22.30 Wita di Mako Polrestabes Makassar.

    Kegiatan ini melibatkan 87 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Bidpropam Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, serta unsur Polisi Militer TNI AD, AL, dan AU. Operasi diawali dengan apel gabungan yang berlangsung aman dan kondusif.

    Adapun sasaran razia kali ini adalah lima tempat hiburan malam ternama di Kota Makassar, yakni Malibu Club dan Ibiza Club di Jl. Nusantara, serta Helen’s, Venn Club, dan Elite Club di Jl. Metro Tanjung Bunga.

    Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemeriksaan difokuskan pada identitas para pengunjung, khususnya untuk memastikan tidak adanya anggota TNI maupun Polri yang berada di lokasi hiburan malam.

    “Hasil pemeriksaan di seluruh tempat hiburan malam yang menjadi sasaran razia, tidak ditemukan keberadaan anggota TNI maupun Polri,” ujar Kombes Pol Didik Supranoto.

    Seluruh rangkaian kegiatan operasi berakhir pada pukul 01.30 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Operasi ini merupakan bagian dari upaya Polda Sulsel untuk menjaga ketertiban dan disiplin, khususnya menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

  • Giliran Pemuda Batua Raya Yang Disasar Tim Minggu Kasih

    Giliran Pemuda Batua Raya Yang Disasar Tim Minggu Kasih

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id—Tim minggu kasih Polda Sulsel kembali melaksanakan kegiatan rutinnya, kali ini mereka melaksanakan kegiatan dengan sasaran warga anak anak muda Batua Raya Kota Makassar, Kamis (12/05/2025).

    Kegiatan minggu kasih yang kembali dilaksanakan oleh polda sulsel ini dimaksudkan untuk dapat bertarap langsung dengan masyarakat terkait mendengarkan permasalahan yang ada atau menyampaikan saran dan kritik terhadap kinerja polri.

    Tim minggu kasih kali ini dipimpin oleh Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda Sulsel Kompol Petra yang didampingi oleh Kasibinlat Subdit Satpam Polsus Ditbinmas Polda Sulsel AKP Selvy.

    Kompol Petra Mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi dari Kapolri yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran, jadi warga yang memang ada keluhan dan masukan boleh langsung diutarakan dan di sampaikan.

    “Sebelumnya kami minta maaf karena mengganggu kegiatan adik adik semua dan tentunya juga mengucapkan banyak terimakasih karena bersedia hadir di acara ini, jadi kegiatan kami ini jadi ajang untuk masyarakat menyampaikan masukan, saran dan kritikan kepada polri,” pungkas Petra

    Tak lupa Tim juga mengingatkan untuk para anak muda untuk ikut terlibat langsung terhadap Harkamtibmas.

    Setelah acara dimulai beberapa warga mulai mengajukan pertama ada Beni yang menyampaikan jika wilayah batua raya kadang di jam jam tertentu itu macet, mungkin dapat diturunkan personil polri untuk membantu mengatur arus lalu lintas.

    “Kalau sore dan pagi hari disini bu, macet sekali, ntah itu karena padatnya kendaraan dan juga banyaknya orang yang lawan arus, kalau bisa ada polisi yang menjaga dan mengatur arus lalu lintas, “ pungkasnya.

    Lalu ada Lorens yang berharap polri dapat memberantas kegiatan parkir parkir liar diwilayahnya.

    “Saya juga mau usul bu, itu dijalan poros di berbagai toko toko banyak sekali parkir liar, bahkan sampai di beberapa mini market yang jelas jelas parkir gratis, mungkin bisa diberantas itu bu, karena termasuk premanisme kayaknya,” tambahnya.

    Diujung acara ibu Petra mengingatkan untuk pentingnya selalu sama sama menjaga Harkamtibmas, jadi saya mohon ini adek adek semua bisa bantu polri dalam menjaga kamtibmas, jangan sampai terlibat di beberapa kenakalan remaja seperti narkoba, seks bebas atau balap liar, saya berharap semua bisa jaga keamanan dan Kenyamanan,” pungkas Petra

    Acara ditutup dengan foto bersama dan saling berjabat tangan

    Fachry_Binmas

  • Wakapolda Sulsel Serahkan dan Saksikan Pemotongan Hewan Qurban pada Idul Adha 1446 H/2025 M

    Wakapolda Sulsel Serahkan dan Saksikan Pemotongan Hewan Qurban pada Idul Adha 1446 H/2025 M

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id—Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) menggelar kegiatan penyerahan dan pemotongan hewan qurban yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H.

    Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi oleh Irwasda Polda Sulsel, Kombes Pol Ai Afriandi, S.H., S.I.K., M.M., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Sulsel. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial dari jajaran kepolisian kepada masyarakat.

    Wakapolda Sulsel menyampaikan bahwa ibadah qurban merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Melalui pelaksanaan ibadah qurban ini, umat muslim mendapatkan keutamaan berupa pengampunan dosa dan keridhaan dari Allah SWT.

    “Tahun ini, jumlah hewan qurban yang disumbangkan oleh personel Polda Sulsel dan Jajaran Polres mencapai 1011 ekor sapi dan 26 ekor kambing. Ini adalah sebuah pencapaian yang patut disyukuri dan menunjukkan tingginya tingkat ketaqwaan serta kepedulian sosial dari seluruh jajaran Polda Sulsel,” ujar Brigjen Nasri.

    Daging qurban yang telah disembelih tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud nyata dari semangat berbagi dan kebersamaan.

    Lebih lanjut, Wakapolda mengajak seluruh personel Polda Sulsel untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan semangat berqurban di tahun-tahun mendatang. Ia juga berharap agar melalui ibadah qurban ini, setiap anggota Polri dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

  • Kapolda Sulsel Laksanakan Sholat Idul Adha Bersama Personel dan Masyarakat di Mapolda Sulsel

    Kapolda Sulsel Laksanakan Sholat Idul Adha Bersama Personel dan Masyarakat di Mapolda Sulsel

    MAKASSAR. KOMPAKNEWS.My.id– Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., melaksanakan Sholat Idul Adha 1446 H/2025 M bersama personel Polda Sulsel dan masyarakat sekitar di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel, Jumat (06/06/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kapolda didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Irena Rusdi Hartono.

    Pelaksanaan sholat Idul Adha berlangsung khidmat dan diikuti oleh Wakapolda Sulsel, para pejabat utama Polda Sulsel, seluruh personel kepolisian, serta warga yang tinggal di sekitar lingkungan Mapolda Sulsel. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam merayakan hari besar umat Islam.

    Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Adha di Mapolda Sulsel merupakan bagian dari komitmen Polda Sulsel dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di tengah perbedaan.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polda Sulsel tidak hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat yang senantiasa menjaga keharmonisan dan solidaritas, terutama dalam momen keagamaan yaitu Idul Adha,” ujarnya.

    Setelah pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur di hari yang penuh berkah ini.

  • Polda Sulsel Sukses Laksanakan Operasi Pekat Lipu 2025: 844 Tersangka Diamankan dari 24 Jenis Kasus

    Polda Sulsel Sukses Laksanakan Operasi Pekat Lipu 2025: 844 Tersangka Diamankan dari 24 Jenis Kasus

    Makassar, Kompaknews. My.id 21 Mei 2025 — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) melalui konferensi pers yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H. bersama Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kombes Pol Setiadi Sulaksono, S.I.K., M.H., merilis hasil pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2025 yang telah digelar selama 20 hari sejak 3 hingga 20 Mei 2025. Operasi Kepolisian Kewilayahan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Polda Sulsel dan seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Sulawesi Selatan dalam rangka menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

    Operasi ini mengedepankan fungsi Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) serta didukung oleh seluruh fungsi operasional lainnya, dengan fokus utama pada pemberantasan tindak kejahatan seperti judi, peredaran minuman keras ilegal (miras), kepemilikan senjata tajam (sajam), prostitusi, premanisme, dan berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya yang meresahkan.

    Selama pelaksanaan operasi, Polda Sulsel berhasil mengamankan 844 tersangka, terdiri dari 120 Target Operasi (TO) dan 725 Non-TO. Operasi ini juga mencatat sebanyak 269 laporan polisi, mencakup 24 jenis kejahatan yang berhasil diungkap dalam waktu kurang dari tiga pekan.

    Kategori kasus paling menonjol adalah premanisme, dengan 82 kasus dan 301 pelaku diamankan. Dari jumlah tersebut, 93 orang diproses hukum, sementara 208 lainnya dibina. Kasus premanisme ini mencakup 50 kasus kepemilikan senjata tajam, di mana 63 tersangka diamankan dengan barang bukti berupa 36 bilah badik, 42 pelontar busur, dan 73 anak panah. Para pelaku dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Selain itu, terdapat pula 43 kasus penganiayaan, pengeroyokan, pengancaman, dan pengrusakan yang umumnya dipicu oleh kesalahpahaman. Sebanyak 101 pelaku diamankan karena mabuk dan membuat onar akibat konsumsi miras ilegal, serta 78 pelaku parkir liar yang dibina dan diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

    Dalam pengungkapan kasus judi konvensional, polisi menangani 35 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 56 orang. Modus yang digunakan para pelaku adalah melakukan taruhan dalam permainan kartu. Mereka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta.

    Sementara itu, dari penanganan kasus peredaran miras ilegal, sebanyak 202 pelaku diamankan. Barang bukti yang berhasil disita antara lain 3.913 botol miras berbagai merek dan 7.099 liter minuman keras tradisional jenis ballo atau tuak. Karena merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda), seluruh pelaku diserahkan kepada pemerintah daerah untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum daerah yang berlaku.

    Dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan prostitusi, aparat mengungkap 35 kasus dengan total 49 tersangka. Tiga di antaranya ditangani langsung oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel. Modus yang digunakan para pelaku yakni menawarkan atau menjual korban melalui aplikasi WhatsApp untuk keuntungan pribadi. Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, Pasal 296 dan 506 KUHP, serta Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukuman terhadap para pelaku maksimal mencapai 15 tahun penjara dan denda hingga Rp600 juta.

    Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dalam keterangannya menyampaikan bahwa Operasi Pekat Lipu 2025 merupakan salah satu langkah strategis Polda Sulsel dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat serta menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan yang merusak tatanan sosial.

    Polda Sulsel juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan di sekitar tempat tinggal, sekolah, maupun tempat kerja. Warga diimbau segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan atau dugaan tindak pidana kepada pihak kepolisian terdekat atau melalui layanan darurat 110.

    Dengan keberhasilan pengungkapan 844 tersangka dari berbagai kasus, Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bekerja secara maksimal demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan.

  • Dihadapan Menteri Kehutanan, Gubernur Andi Sudirman Komitmen Wujudkan Revolusi Hijau di Sulsel

    Dihadapan Menteri Kehutanan, Gubernur Andi Sudirman Komitmen Wujudkan Revolusi Hijau di Sulsel

    MAKASSAR. KOMPAKNEWS—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menerima kunjungan Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu malam, 14 Mei 2025.

    Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Andi Sudirman mengatakan program andalan Pemprov Sulsel dalam mewujudkan Revolusi Hijau untuk mengembalikan keseimbangan alam melalui penanaman pohon secara bertahap.

    Salah satu langkah awal yang telah dijalankan Pemprov Sulsel adalah gerakan “Satu Siswa Satu Pohon” yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Bumi Nasional di Kabupaten Maros beberapa pekan lalu.

    “Salah satu aksi nyata yang telah dilaksanakan beberapa saat yang lalu adalah gerakan penanaman pohon secara serentak pada hari bumi nasional,” ujar Andi Sudirman saat berbincang dengan Menhut RI.

    Menurutnya, konsep tersebut menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan kehutanan dan lingkungan yang berkelanjutan serta tepat sasaran.

    “Pemprov Sulsel berkomitmen mewujudkan Revolusi Hijau secara bertahap dan progresif untuk mengembalikan keseimbangan alam,” jelasnya.

    Menanggapi paparan yang disampaikan Gubernur Andi Sudirman, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Sulsel.

    “Program seperti ini adalah contoh nyata dari kepemimpinan hijau. Kami di kementerian siap mendukung penuh, termasuk penyediaan bibit tanaman. Tinggal minta, kami siapkan,” ungkapnya.(*)

  • Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Bone, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    Kapolri-Mentan Panen Raya Jagung di Bone, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    MAKASSAR. KOMPAKNEWS- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Mentan Amran Sulaiman melaksanakan panen raya jagung di Desa Bolli, Bone, Sulawesi Selatan (Sulse), Jumat (16/5/2025). Kegiatan ini juga dihadiri oleh kelompok tani, Forkopimda dan seluruh stakeholder terkait lainnya.

    Sigit menegaskan, panen raya untuk mewujudkan kemandirian serta ketahanan pangan Indonesia ini merupakan wujud komitmen dari mendukung dan mengawal program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    “Alhamdulillah hari ini kami bersama-sama dengan Pak Mentan bisa melaksanakan kegiatan panen jagung. Seperti yang tadi disampaikan Pak Mentan, bahwa salah satu kekuatan dari negara salah satunya apabila kita memiliki ketahanan pangan kemandiran pangan. Dan tentunya ini menjadi salah satu program di Asta Cita yang harus betul-betul kita dukung dan kita kawal,” kata Sigit.

    Sigit mengungkapkan, panen raya di wilayah Sulsel ini merupakan rangkaian panen kuartal kedua. Nantinya, kata Sigit, akan dilaksanakan pelaksanaan panen raya puncaknya bakal dilaksanakan secara serentak di bulan Juni.

    “Yang jelas tentunya kami Polri mengukung penuh kebijakan Pak Presiden, Pak Mentan. Dan tentunya ini menjadi harapan baru untuk petani,” ujar Sigit.

    Lebih dalam, Sigit menyebut, sebagaimana data yang disampaikan Mentan, dewasa ini terjadi lonjakan panen sebesar 39 persen. Dengan begitu, kata Sigit, faktor penyerapan juga akan menjadi perhatian ke depannya.

    “Tentunya penyerapannya harus kita pikirkan, beliau (Mentan) tadi sudah sampaikan Bapak Presiden memberikan dukungan Rp5 triliun untuk menyerap,” ucap Sigit.

    Terkait penyerapan, Sigit memaparkan bahwa, pihaknya sudah beberapa kali menggelar rapat bersama dengan stakeholder terkait membahas penambahan gudang dengan standar yang dimiliki Bulog.

    “Sehingga kemudiam nanti hasil panen ini bisa ditampung di gudang yang sesuai dengan standar Bulo. Saat ini kita sedang siapkan dan mudah-mudahan progresnya bisa segera,” tutur Sigit.

    Di sisi lain, Sigit merapa optimis bahwa program ketahanan pangan Presiden Prabowo kedepannya tidak hanya mandiri melainkan menjadi satu keunggulan yang dimiliki Bangsa Indonesia dibandingkan negara lainnya.

    “Terima kasih seluruh sahabat kelompok tani dan kita terus dorong, kita terus kerja sama untuk menyukseskan apa yang menjadi program dan kebijakan terkait dengan mewujudkan ketahanan pangan di dalam program Asta Cita,” tutup Sigit.

  • Polda Sulsel Terus Mengungkap Kasus Premanisme Dalam Operasi Kewilayahan Pekat Lipu 2025

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS—Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) bersama seluruh Polres jajarannya terus menggencarkan patroli dan penegakan hukum dalam rangka Operasi Kewilayahan Pekat Lipu 2025. Operasi ini bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif menjelang momentum penting nasional.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa hingga Kamis (15/5/2025), operasi tersebut telah berhasil mengungkap total 665 kasus, yang terdiri dari 111 Target Operasi (TO) dan 554 Non-TO.

    “Operasi ini kami gelar serentak bersama jajaran Polres untuk menekan angka kriminalitas yang meresahkan masyarakat, khususnya premanisme, narkoba, prostitusi, judi, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya,” ujar Kombes Pol Didik Supranoto.

    Salah satu fokus utama dalam operasi kali ini adalah pemberantasan premanisme. Dari total 120 Target Operasi di bidang ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan 118 orang pelaku. Dari jumlah tersebut, 64 orang ditahan, sementara 54 lainnya dibina karena tidak terbukti melakukan tindak pidana namun dinilai meresahkan masyarakat.

    “Premanisme adalah salah satu bentuk penyakit masyarakat yang kerap membuat warga tidak nyaman. Oleh karena itu, kami tindak tegas, baik melalui penegakan hukum maupun pembinaan terhadap mereka yang tidak terbukti melanggar hukum namun perlu dilakukan pembinaan sosial,” tambahnya.

    Polda Sulsel menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya melalui upaya preventif dan represif yang terukur. Operasi Pekat Lipu ini akan terus berlangsung dalam rangka menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

  • Operasi Kewilayahan Pekat Lipu 2025 Polda Sulsel: Pengungkapan Kasus Premanisme Terus Berlanjut

    Operasi Kewilayahan Pekat Lipu 2025 Polda Sulsel: Pengungkapan Kasus Premanisme Terus Berlanjut

    MAKASSAR.KOMPAKNEWS—Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Polres jajarannya terus mengintensifkan patroli kewilayahan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., pada hari Rabu, (14/05/2025).

    Dalam upaya rutin tersebut, Polda Sulsel berhasil mengungkap sejumlah kasus yang meresahkan warga, dengan salah satunya adalah premanisme yang masih marak di berbagai wilayah. Berdasarkan laporan terbaru, Polda Sulsel telah menetapkan 120 Target Operasi (TO), dan hingga saat ini, sebanyak 105 TO telah berhasil diungkap. Total pengungkapan kasus tercatat mencapai 607 kasus, dengan rincian 105 TO dan 502 non-TO.

    Fokus utama dalam patroli kewilayahan kali ini adalah kasus premanisme, yang telah menjadi perhatian besar bagi Polda Sulsel. Dalam pengungkapan kasus ini, Polda Sulsel berhasil menangkap 6 tersangka (TSK) yang kini sedang menjalani proses hukum. Di wilayah Makassar Raya, tercatat sebanyak 59 tersangka premanisme, dengan 32 orang di antaranya sedang diproses secara hukum, sementara 27 lainnya mendapat pembinaan. Di wilayah Polres Jajaran, sebanyak 54 tersangka juga berhasil diamankan, dengan 27 orang dalam proses hukum dan 27 orang lainnya diberikan pembinaan.

    Secara keseluruhan, Polda Sulsel telah menangani 113 kasus premanisme, yang terdiri dari 57 kasus yang sedang diproses hukum dan 56 kasus lainnya yang mengedepankan pembinaan bagi para pelaku. Kombes Pol Didik Supranoto menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sulsel untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.

    “Patroli kewilayahan ini adalah langkah proaktif kami untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Kami akan terus menegakkan hukum dan memberikan pembinaan kepada para pelaku agar mereka tidak mengganggu lagi ketenangan warga,” tegas Kombes Pol Didik Supranoto.

    Dengan terus melaksanakan patroli kewilayahan dan penindakan terhadap premanisme, Polda Sulsel berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Sulawesi Selatan, serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang berada di wilayah tersebut.