Kategori: Sidrap

  • Dua Lurah di Tellu Limpoe Koordinasi dan Dampingi Normalisasi Saluran Gendong Amparita–Baula

    Dua Lurah di Tellu Limpoe Koordinasi dan Dampingi Normalisasi Saluran Gendong Amparita–Baula

    SIDRAP.KN— Pemerintah Kelurahan Amparita dan Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, melakukan koordinasi dan pendampingan kegiatan normalisasi saluran gendong yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Amparita dan Baula.

    Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Sidrap pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Normalisasi dilakukan dengan pengerukan saluran guna memperlancar aliran air dan meminimalisir potensi banjir saat hujan deras.

    Lurah Baula, Junaidi, mengatakan bahwa pihaknya bersama pemerintah kelurahan terus bergerak membenahi titik-titik yang menjadi penyebab banjir di wilayahnya.

    “Kami menindaklanjuti arahan bapak bupati atas banjir yang terjadi kemarin. Semoga kegiatan pengerukan saluran gendong ini dapat mengurangi bahkan mencegah terjadinya banjir lagi apabila hujan deras turun,” ujar Junaidi.

    Ia juga menegaskan bahwa pihak kelurahan terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di area saluran air dan saluran gendong.

    “Kami selalu memberi tahu warga supaya tidak membuang sampah sembarangan di saluran gendong sesuai arahan bapak Camat Tellu Limpoe. Kami juga sudah melakukan sosialisasi terkait masalah sampah kepada masyarakat,” lanjutnya.

    Menurutnya, sejak banjir melanda wilayah tersebut, unsur pemerintah bersama masyarakat terus berupaya melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

    “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi banjir karena sejak kebanjiran kami bersama unsur pemerintah tidak pernah berhenti membenahi yang menjadi permasalahan di tempat masing-masing,” tambahnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala lingkungan dari Kelurahan Baula dan Kelurahan Amparita yang ikut mendampingi proses pekerjaan normalisasi saluran gendong.(MD)

  • Akomodasi Kebutuhan Petani, Pemda Sidrap Bakal Terbitkan Surat Edaran Prosedur Pelayanan BBM di SPBU

    Akomodasi Kebutuhan Petani, Pemda Sidrap Bakal Terbitkan Surat Edaran Prosedur Pelayanan BBM di SPBU

    SIDRAP.KN—Pemerintah Kabupaten Sidrap meminta seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya untuk memastikan kelancaran pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM), tak terkecuali bagi sektor pertanian. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya sejumlah laporan terkait dinamika distribusi di lapangan yang berpotensi memengaruhi aktivitas produktif para petani.

    ​“Kami minta tolong pihak SPBU, terutama Kanie, Mattirotasi, dan Tanete. Banyak laporan yang masuk dari lapangan, dan kelancaran distribusi ini sangat krusial bagi keberlangsungan aktivitas petani kita,” kata Bupati Sidrap dalam rapat koordinasi di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

    ​Untuk menjaga ketertiban serta transparansi mekanisme di lapangan, Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap akan menerbitkan surat edaran terkait prosedur pelayanan BBM bagi sektor pertanian.

    Kebijakan ini bertujuan agar pola penyaluran di seluruh SPBU menjadi lebih tertata, tepat sasaran, dan mendukung kelancaran musim tanam tanpa mengganggu kenyamanan konsumen lainnya.

    ​“Kita pastikan seluruh 14 SPBU di Sidrap tetap fokus melayani masyarakat luas, sekaligus memberikan perhatian proporsional pada kebutuhan sektor tani. Karena kunci keberhasilan roda perekonomian kita di daerah ini adalah ketersediaan BBM, pupuk, air, dan benih. Sebaik apa pun harga pasar, jika pemenuhan BBM untuk operasional terhambat, dampaknya akan meluas,” tegasnya.

    ​Pemda Sidrap juga mengusulkan agar agenda pertemuan bersama para pengelola SPBU digelar secara rutin setiap tiga bulan. Forum berkala ini diharapkan menjadi ruang koordinasi dan evaluasi demi menjamin pasokan BBM di seluruh wilayah Sidrap tetap stabil, aman, dan mampu menopang sektor pergerakan ekonomi daerah secara berkesinambungan.

    ​Melalui sinergi ini, Pemda berharap seluruh aktivitas, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen, dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat umum secara seimbang.

    ​Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan SPBU Sidrap, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi Nurdin, Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris, Kepala Dinas (Kadis) PSDA Andi Safari Renata, Kadis TPHPKP (Pertanian) Ibrahim, serta jajaran terkait.

    ​Hadir pula Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Haris Alimin, Sekretaris Dinas Perdagangan Akbar, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Abdul Samad, serta para undangan lainnya.

  • Rakor Bersama Pupuk Indonesia, Pemkab Sidrap Matangkan Mitigasi Distribusi Pupuk Subsidi

    Rakor Bersama Pupuk Indonesia, Pemkab Sidrap Matangkan Mitigasi Distribusi Pupuk Subsidi

    SIDRAP.KN—Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar rapat koordinasi (rakor) guna membahas mitigasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sidrap. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sidrap, Selasa (19/5/2026).

    Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi agar distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Pupuk Indonesia, Aidil; Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Andi Patahangi Nurdin; Asisten Administrasi Umum, Nasruddin Waris; Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Andi Safari Renata; serta Kepala Dinas TPHPKP (Pertanian), Ibrahim bersama jajaran.

    Hadir pula Kepala Bagian Ekonomi, Haris Alimin; Sekretaris Dinas Perdagangan, Akbar; Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Abdul Samad; para pelaku usaha pendistribusian, distributor pupuk, serta tamu undangan lainnya.

    Fokus pembahasan rakor meliputi pendataan penerima, pengawasan di tingkat distributor dan kios, hingga mekanisme penanganan kendala atau keterlambatan di lapangan.

    Dalam arahannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi capaian target penjualan pupuk tahun 2025 yang dipaparkan oleh pihak Pupuk Indonesia. Tercatat, volume penjualan di Kabupaten Sidrap mencapai sekitar 58.000 ton dengan nilai kurang lebih Rp90 miliar.

    Jika dihitung dari sisi pembelian masyarakat, perputarannya mencapai Rp180 miliar hingga Rp200 miliar per tahun untuk pupuk urea dan Phonska, belum termasuk pupuk nonsubsidi.

    “Kalau dirata-ratakan, biaya pupuk per hektar saat ini sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta untuk sekali panen. Dengan total produksi pertanian kita yang mencapai Rp4,9 triliun, komposisi biaya pupuk berada di kisaran 10 hingga 20 persen. Artinya, potensi penjualan pupuk di Sidrap pada tahun 2025 seharusnya bisa melewati angka Rp200 miliar,” ujar Syaharuddin.

    Guna mendongkrak produktivitas, Bupati menyoroti perlunya pembaruan metode pertanian dari pola konvensional ke modern. Saat ini, Pemkab Sidrap tengah melakukan uji coba pertanian modern di Kelurahan Majelling dan Kecamatan Watang Sidenreng dengan menerapkan pola pemupukan baru.

    Dalam formula baru ini, penggunaan urea dan Phonska ditingkatkan dari 500 kg menjadi 750 kg per hektar, pupuk organik Petrokimia dari 500 kg menjadi 3 ton per hektar, serta penggunaan benih dari 30 kg dinaikkan menjadi 80 kg per hektar.

    “Logikanya sederhana, kalau tanaman lebih banyak, maka kebutuhan makannya juga harus ditambah. Jika metode ini berhasil, hasil panen di Majelling yang biasanya 9 ton per hektar bisa ditingkatkan lagi. Ini pola mandiri yang akan kita praktikkan,” jelasnya.

    Untuk tahun 2026, target penjualan pupuk di Sidrap dipatok lebih tinggi, yakni mencapai 1 juta ton. Terkait hal tersebut, Pemda Sidrap meminta PT Pupuk Indonesia bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) aktif mendampingi petani. Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar mengawal distribusi, melainkan juga melakukan transfer ilmu dan pendampingan teknis.

    “Jangan sampai Pupuk Indonesia hanya menyerap dana dari petani, tetapi transformasi ilmunya tidak sampai. PPL harus lebih dahulu hadir di lapangan untuk mendampingi petani sejak dini,” tegas Bupati.

    Rakor tersebut juga mengevaluasi kondisi musim tanam (MT). Untuk Musim Tanam 1 (MT1) 2026 dinyatakan telah selesai, sementara Musim Tanam 2 (MT2) mulai berjalan di beberapa wilayah. Kecamatan Baranti, Panca Rijang, Kulo, Maritengngae, Watang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase dilaporkan sudah memulai masa tanam.

    Sementara untuk wilayah Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang, petani baru memasuki fase panen. Mereka diimbau untuk segera mengejar pola tanam baru agar siklus pertanaman di Kabupaten Sidrap dapat berjalan seragam.

    Guna mendukung percepatan ini, Bupati Syaharuddin telah menyiapkan dukungan infrastruktur pengairan. Proyek pengerjaan irigasi sekunder senilai Rp24 miliar dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang, mencakup wilayah Wette’e, Lajonga, Lise, Teteaji, Polewali, hingga Amparita.

    Selain itu, normalisasi Sungai Saddang direncanakan dimulai pada Oktober. Untuk menjaga target Indeks Pertanaman (IP) 300, fokus jangka pendek diarahkan pada 18.000 hingga 30.000 hektar sawah tadah hujan yang bersumber dari aliran irigasi. Bupati juga menginstruksikan agar persyaratan administrasi pengambilan pupuk bagi petani dipermudah agar tidak menghambat momentum musim tanam.

    Di samping pemenuhan sektor tanaman pangan, Bupati juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi petani perkebunan di wilayah komoditas khusus, seperti di Belawae, Buntu Buangin, dan Dengeng-Dengeng. Petani cengkeh di wilayah tersebut memerlukan pasokan pupuk nonsubsidi seperti ZA. Pihak Pupuk Indonesia diharapkan hadir memberikan edukasi maksimal agar produktivitas perkebunan warga ikut meningkat.

    Sementara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero), Aidil, memaparkan bahwa realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sidrap hingga pertengahan Mei 2026 telah mencapai 27%.

    Dari tiga komoditas utama (urea, Phonska, dan pupuk organik Petro), jenis Phonska menjadi yang paling tinggi diminati dengan tingkat penebusan mencapai 38%. Angka serapan ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir untuk periode April–September.

    “Kami bersyukur, tahun 2026 ini menjadi tahun dengan angka penebusan tertinggi. Namun, kondisi ini juga menuntut kami untuk memberikan pelayanan ekstra kepada para petani,” kata Aidil.

    Lonjakan serapan terlihat signifikan pada komoditas urea. Pada Januari 2026, penebusan mencapai 1.970 ton, naik tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1.282 ton. Tren kenaikan serupa terjadi pada bulan April; di mana pada April 2024 serapan hanya 380 ton, naik menjadi 955 ton pada 2025, dan melonjak hingga 1.900 ton pada April 2026.

    “Hal ini menjadi indikator bahwa dorongan indeks pertanaman di Sidrap meningkat tajam. Tingginya penebusan mencerminkan animo dan semangat yang kuat dari petani untuk segera bercocok tanam,” urainya.

    Secara akumulatif, dari total alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Sidrap sebesar 58.780 ton, hingga Mei ini telah tersalurkan sebanyak 15.713 ton atau berkisar 26%. Puncak permintaan terjadi dalam dua minggu terakhir seiring dengan tingginya curah hujan, terutama di wilayah-wilayah lahan yang sebelumnya ditanami jagung.

    Permintaan tertinggi tercatat berada di Kecamatan Watang Pulu (khususnya Desa Buae), Kecamatan Panca Lautang (Desa Cenrana dan Carawali), serta Kecamatan Pitu Riase (wilayah Compong dan Batu). Tingginya permintaan ini membuat perputaran stok di gudang bergerak cepat dan langsung terdistribusi ke tingkat petani.

    Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pupuk Indonesia intensif berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta Bagian Ekonomi Setda Sidrap untuk memetakan wilayah prioritas distribusi berdasarkan data riil luas tanam.

    “Stok pupuk di gudang penyangga Makassar kami pastikan aman. Namun, proses distribusi di tingkat kabupaten memerlukan atensi khusus. Kami memohon arahan dari Bapak Bupati agar pembagian ke tiap kecamatan dapat berjalan proporsional sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” pungkas Aidil.

  • Momen Haru Bupati Syaharuddin Alrif Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap

    Momen Haru Bupati Syaharuddin Alrif Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap

    SIDRAP.KN—Suasana haru dan penuh doa mengiringi pelepasan calon jemaah haji Kloter 40 Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Rumah Jabatan Bupati, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin (18/5/2026).

    Pelepasan tersebut dipimpin langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang hadir sekaligus melepas keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci.

    Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, para anggota DPRD, Kapolres Sidrap Fantry Taherong, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muhammad Syairin, serta perwakilan Forkopimda lainnya.

    Tampak pula para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, camat, hingga kepala desa yang hadir memberikan dukungan dan doa kepada para calon jemaah haji.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa Kloter 40 Kabupaten Sidrap tahun ini berjumlah 387 orang.

    Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.

    “Ini adalah perjalanan suci yang penuh berkah. Saya berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan fokus menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemberangkatan calon jemaah haji.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap yang telah membantu proses pelaksanaannya. Termasuk TNI dan Polri yang ikut mengawal dan memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” kata Syaharuddin.

    Di akhir acara, suasana haru semakin terasa ketika Bupati bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah menyalami satu per satu calon jemaah haji yang akan berangkat.

    Momen tersebut menjadi simbol doa, dukungan, dan harapan agar seluruh jemaah diberikan keselamatan serta kemudahan selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

    Dengan keberangkatan Kloter 40 ini, seluruh rangkaian pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Sidrap untuk musim haji tahun ini telah rampung.

    Sebelumnya, jemaah yang tergabung dalam tahap pertama atau Kloter 2 Embarkasi Makassar sebanyak 387 jemaah telah lebih dahulu dilepas pada Selasa, 21 April 2026 lalu.

  • Pemkab Sidrap dan Apindo Jajaki Kolaborasi Strategis Kembangkan Investasi Daerah

    Pemkab Sidrap dan Apindo Jajaki Kolaborasi Strategis Kembangkan Investasi Daerah

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menerima audiensi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin (18/5/2026) malam.

    Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi strategis guna membahas potensi daerah dan peluang investasi di Kabupaten Sidrap.

    Dalam kegiatan ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Fajri Salman, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP), Andi Nirwan Ranggong.

    Syaharuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta undangan diskusi dari pihak Apindo. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha sangat krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Kami menyambut baik diskusi ini sebagai langkah konkret untuk membangun kolaborasi demi kemajuan Sidrap,” ujar Syaharuddin.

    Bupati selanjutnya memaparkan sejumlah potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Sidrap. Pada sektor energi, Sidrap dikenal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang menjadi salah satu ikon pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

    Selain energi, sektor pertanian dan perkebunan juga dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Selama ini, Sidrap konsisten menyandang predikat sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Sulawesi Selatan dengan hasil bumi yang melimpah.

    Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan pembahasan berbagai peluang investasi berbasis potensi lokal.

    Melalui audiensi ini, kedua belah pihak berharap dapat membuka ruang kerja sama baru yang berdampak positif langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap.

  • Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan

    Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan

    SIDRAP.KN—Hamparan sawah yang menguning di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, menjadi saksi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan petani dalam mendukung swasembada pangan nasional.

    Sinergi ini tampak nyata saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, hadir langsung mengikuti panen raya penuh sukacita bersama masyarakat setempat, Senin (18/5/2026).

    Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Anggota DPRD Dapil II Ruslan, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP (Pertanian) Suriyanto, Camat Panca Lautang, jajaran kepala desa, unsur Forkopimca, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, serta para petani setempat.

    Setibanya di lokasi, Syaharuddin Alrif langsung turun ke sawah untuk memanen padi bersama petani. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nenek Mallomo tersebut disambut hangat oleh warga yang tampak antusias mengikuti prosesi panen.

    Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas lahan di wilayah tersebut menunjukkan angka yang menggembirakan, yakni mencapai 5,7 dengan estimasi hasil panen sekitar 9,1 ton per hektare. Capaian ini menjadi bukti konkret besarnya potensi sektor pertanian di Desa Lise.

    Bupati Syaharuddin memaparkan, Desa Lise memiliki luas persawahan kurang lebih 800 hektare. Secara administratif, Kecamatan Panca Lautang memiliki luas sawah 5.340 hektare, sementara total luas lahan persawahan di Kabupaten Sidrap mencapai 52.227 hektare.

    “Pertanian adalah fokus utama kami. Sidrap harus terus konsisten menjadi daerah penyangga pangan nasional yang kuat,” ujar Syaharuddin.

    Ia juga menegaskan berbagai upaya strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan petani, mulai dari menjamin kelancaran distribusi pupuk hingga menekan harga pupuk di pasaran. Selain itu, program pengairan melalui metode Listrik Masuk Sawah (LMS) terus diperkuat.

    “Alhamdulillah, saat ini distribusi pupuk lancar, harga turun, dan pengairan dengan metode listrik masuk sawah terus berjalan,” imbuhnya.

    Syaharuddin mengungkapkan, pada tahun 2025, telah dilakukan pengeboran di Desa Lise untuk mendukung program LMS seluas 437 hektare. Di hadapan para petani, ia mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan dan semangat gotong royong, serta tidak melupakan kewajiban sosial.

    “Jika petani rajin bersedekah dan menunaikan zakat dari hasil panennya, Insya Allah hasil pertanian akan semakin berkah dan meningkat,” tuturnya.

    Selain sektor pertanian, pembangunan infrastruktur di Desa Lise turut menjadi perhatian serius. Bupati berjanji akan segera merealisasikan pengaspalan jalan di desa tersebut.

    “Insya Allah, tahun ini atau paling lambat tahun depan, jalan di Desa Lise akan diaspal agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang mulus,” tegas Syaharuddin yang disambut tepuk tangan riuh dari warga.

    Di sela kegiatan, Bupati bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian kepada keluarga pegawai syara yang meninggal dunia senilai Rp149.333.328.

    Kegiatan panen raya ini ditutup dengan sesi dialog. Bupati mendengarkan langsung aspirasi serta masukan dari para petani guna menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris di Kabupaten Sidrap.

  • Pimpin Apel Persada Aiptu Iriansyah, Fantry: Almarhum Berdedikasi Baik

    Pimpin Apel Persada Aiptu Iriansyah, Fantry: Almarhum Berdedikasi Baik

    SIDRAP.KN- Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong memimpin apel persada almarhum Aiptu Iriansyah personel Polsek Panca Rijang yang meninggal dunia karena sakit. Apel digelar di tempat pemakaman umum (TPU) Kecamatan Kulo berlangsung khidmat yang dihadiri seluruh personel maupun bhayangkari Polres Sidrap.

      Orang nomor satu di Polres Sidrap ini menegaskan bahwa almarhum semasa tugasnya bekerja dan berdedikasi dengan baik, rajin serta aktif bersosialisasi di masyarakat, menurutnya kepergian almarhum adalah bagian dari rencana Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas oleh setiap orang beriman.

      “Almarhum telah mengabdikan dirinya kepada institusi kepolisian selama 57 tahun. Dalam perjalanan pengabdian tersebut, peran serta keluarga, khususnya istri dan anak-anak beliau, sangat luar biasa dalam mendampingi dan mendukung almarhum hingga akhir hayatnya” ujarnya.

      Fantry juga mengimbau kepada seluruh hadirin untuk memperbanyak mengingat kematian dan senantiasa meningkatkan amalan – amalan kebaikan khususnya anggota Polri saat melaksanakan tugas

      “Bapak/Ibu sekalian, apa yang kita saksikan hari ini hendaknya menjadi pelajaran dan bekal bagi kita semua untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala” lanjutnya.

      Di akhir arahannya, Kapolres Sidrap mengajak kepada seluruh keluarga dan personel untuk senantiasa mendoakan almarhum sehingga diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT. “Marilah kita bersama-sama mendoakan Almarhum Aiptu Iriansyah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta segala pengabdian, amal ibadah, dan kebaikan beliau selama hidup di dunia diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala” ucap Fantry

      Kehadiran Kapolres hingga ke pemakaman sekaligus menjadi simbol solidaritas dan rasa kekeluargaan di lingkungan Polres Sidrap, bahwa setiap personel adalah bagian penting dari institusi yang patut dihargai hingga akhir pengabdiannya.

    1. Murid Berprestasi Diberi Penghargaan, UPT SD Negeri 10 Benteng Bangga Raih Juara Tingkat Kecamatan

      Murid Berprestasi Diberi Penghargaan, UPT SD Negeri 10 Benteng Bangga Raih Juara Tingkat Kecamatan

      SIDRAP.KN—UPT SD Negeri 10 Benteng melaksanakan penyerahan apresiasi kepada murid berprestasi dalam kegiatan apel pagi yang digelar di Lapangan Upacara sekolah, Selasa (19/5/2026).

      Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta didik yang berhasil meraih prestasi pada ajang SENADA Feast dan Festival Anak Shaleh Tahun 2026 tingkat Kecamatan Baranti yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Alauddin Makassar.

      Penyerahan apresiasi dilakukan di hadapan seluruh peserta apel sebagai bentuk penghargaan atas capaian murid yang telah mengharumkan nama sekolah dalam berbagai cabang lomba.

      Adapun prestasi yang berhasil diraih murid UPT SD Negeri 10 Benteng yakni Juara 1 Syarhil Quran, Juara 2 Volly Putri, Juara 2 Mewarnai Gambar, dan Juara 2 Tartil Quran.

      Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, Zulkifli, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para murid atas prestasi yang telah diraih.

      “Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus belajar, berlatih dan berprestasi,” ujarnya.

      Suasana apel pagi berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para murid penerima penghargaan menerima apresiasi disambut tepuk tangan dari peserta apel sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan atas prestasi yang diraih.

      Melalui pemberian apresiasi tersebut, pihak sekolah berharap budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan UPT SD Negeri 10 Benteng serta mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan percaya diri dalam berbagai kompetisi.

    2. Kunjungi Kejari Sidrap, Kajati Sulsel Instruksikan Penataan Arsip Digital dan Penguatan Integritas Pegawai

      Kunjungi Kejari Sidrap, Kajati Sulsel Instruksikan Penataan Arsip Digital dan Penguatan Integritas Pegawai

      SIDRAP.KN– Kajati Sulsel, Dr Sila H. Pulungan melakukan kunjungan kerja perdana ke Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang pada Senin, 18 Mei 2026.

      Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah awal Kajati Sulsel untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, efektivitas pelayanan publik, hingga kondisi kerja pegawai di lingkungan Adhyaksa Sidrap berjalan optimal.

      Dalam agenda tersebut, Kajati Sulsel didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Selatan, Asisten Pembinaan Abdillah, serta Asisten Intelijen Ferizal. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Adhy Kusumo Wibowo bersama seluruh jajaran struktural dan staf Kejari Sidrap.

      Mengawali kunjungan, Dr Sila Pulungan meninjau secara langsung berbagai fasilitas kantor, mulai dari ruang pelayanan publik, ruang kerja pegawai, gudang barang bukti, kantin, hingga kebersihan fasilitas umum.

      Peninjauan dilakukan guna memastikan lingkungan kerja tetap representatif dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

      Dalam pemaparannya, Kajari Sidrap menyampaikan bahwa Kejari Sidrap saat ini diperkuat 45 pegawai yang terdiri dari 31 tenaga tata usaha dan 14 jaksa fungsional.

      Untuk tahun anggaran berjalan, Kejari Sidrap memperoleh pagu sebesar Rp7,92 miliar dengan realisasi anggaran mencapai 43 persen hingga pertengahan Mei 2026.

      Bidang tindak pidana khusus tercatat menjadi sektor dengan penyerapan tertinggi sebesar 76,49 persen, sedangkan bidang intelijen masih berada di angka 17 persen.

      Menanggapi laporan tersebut, Kajati Sulsel menegaskan bahwa kunjungan kerja ke seluruh daerah hukum Sulawesi Selatan menjadi prioritas sejak dirinya menjabat. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh standar operasional dan arahan pimpinan dijalankan secara maksimal.

      “Di awal menjabat saya memang targetkan melakukan kunjungan kerja ke jajaran untuk memastikan semua berjalan dengan baik, SOP dan arahan pimpinan dilaksanakan dengan baik,” tegas Sila Pulungan.

      Selain menyoroti kinerja organisasi, Kajati Sulsel juga memberi perhatian terhadap fasilitas meubeler di ruang pelayanan maupun ruang kerja pegawai. Menurutnya, sarana yang memadai menjadi faktor penting dalam membangun kenyamanan kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

      “Pengadaan meubeler dari Kejaksaan Agung ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Fasilitas yang nyaman akan mendukung semangat kerja pegawai sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

      Sila Pulungan juga secara khusus menginstruksikan digitalisasi sistem arsip di lingkungan Kejari Sidrap. Ia menilai penataan dokumen berbasis digital menjadi kebutuhan penting untuk menjaga efisiensi ruang sekaligus keamanan data institusi.

      “Penataan arsip harus dilakukan melalui digitalisasi. Hal ini penting agar dokumen tidak menumpuk secara fisik di ruangan dan sistem data kita tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

      Sementara itu, Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Abdillah, meminta percepatan pencairan anggaran pada bidang yang realisasinya masih rendah. Ia juga menginstruksikan penghapusan Barang Milik Negara (BMN) yang sudah tidak produktif sesuai ketentuan yang berlaku.

      Tak hanya itu, Abdillah turut menekankan pentingnya penerapan efisiensi energi listrik di lingkungan kantor serta mengingatkan penerapan kebijakan Work From Home setiap hari Jumat sesuai aturan yang telah ditetapkan.

      Di sisi lain, Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Ferizal, memberikan penegasan terkait integritas aparatur penegak hukum. Ia mengingatkan seluruh jajaran Kejari Sidrap agar menjauhi segala bentuk praktik transaksional dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan penegakan hukum.

      Ferizal juga meminta jajaran intelijen untuk terus meningkatkan deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Sidenreng Rappang. (*) 

    3. PN Tinggi Makassar Perkuat Putusan Sengketa Tanah As’adiyah, Gugatan Penggugat Kembali Kandas

      PN Tinggi Makassar Perkuat Putusan Sengketa Tanah As’adiyah, Gugatan Penggugat Kembali Kandas

      MAKASSAR.KN– Pengadilan Tinggi Makassar menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sengkang dalam perkara sengketa tanah yang melibatkan Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang dengan dua warga asal Sumatera Selatan.

      Putusan dalam perkara Nomor 126/PDT/2026/PT MKS itu sekaligus menegaskan gugatan para penggugat tidak dapat diterima karena dinilai kabur dan kurang pihak.

      Perkara tersebut diajukan Nafisa Binti Ballobo dan Jidek Bin Muhammad terhadap Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, La Padu, Dellu Bin Paliweng, serta Cemmang Bin Muhammad Ilham.

      Pada tingkat pertama, majelis hakim Pengadilan Negeri Sengkang telah menyatakan gugatan para penggugat niet ontvankelijke verklaard atau tidak dapat diterima.

      Tak menerima putusan itu, kedua penggugat kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Makassar. Mereka menilai hakim tingkat pertama keliru karena menyebut gugatan mereka obscuur libel atau tidak jelas, serta menganggap masih ada pihak lain yang seharusnya ikut digugat dalam perkara tersebut.

      Namun, majelis hakim tingkat banding menilai seluruh keberatan para pembanding tidak menghadirkan fakta maupun alasan hukum baru yang dapat membatalkan putusan sebelumnya.

      Pengadilan Tinggi Makassar justru sependapat dengan pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Sengkang yang dianggap tepat dalam menilai fakta persidangan dan alat bukti para pihak.

      Dalam amar putusannya, Pengadilan Tinggi Makassar menerima permohonan banding secara formal, tetapi tetap menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sengkang Nomor 40/Pdt.G/2025/PN.Skg tertanggal 10 Maret 2026.

      Selain itu, para pembanding juga dihukum membayar biaya perkara pada tingkat banding sebesar Rp150 ribu.

      Putusan tersebut diputus dalam musyawarah majelis hakim yang dipimpin Makmur SH MH bersama dua hakim anggota, Titus Tandi SH MH dan Dr Ibrahim Palino SH MH.

      Putusan kemudian dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada 7 Mei 2026 di Pengadilan Tinggi Makassar.

      Sementara itu, Ketua Yayasan As’adiyah Sengkang, Bunyamin Yapid, menyebut putusan tersebut sebagai kemenangan kedua pihak yayasan dalam menghadapi dugaan upaya penyerobotan lahan oleh mafia tanah di Kabupaten Wajo.

      “Alhamdulillah, ini kemenangan kedua untuk As’adiyah. Kami sangat bersyukur karena hukum masih berpihak pada kebenaran,” ujar Bunyamin, Senin (18/5/2026).

      Ia menegaskan pihak yayasan akan terus menjaga seluruh aset As’adiyah demi kepentingan umat dan kemajuan pendidikan pesantren yang telah berdiri dan berjasa selama ratusan tahun di Indonesia.

      “Kita komitmen menjaga aset As’adiyah demi umat, demi kemajuan pendidikan di Pondok As’adiyah yang sudah berjasa ratusan tahun di republik ini,” tegasnya. (*)

    4. Polres Sidrap Panen Jagung Kuartal II Di Lahan Seluas 5 Hektar

      Polres Sidrap Panen Jagung Kuartal II Di Lahan Seluas 5 Hektar

        SIDRAP.KN—Polres Sidrap kembali menggelar panen raya jagung kuartal 2 Tahun 2026, yang ditanam di atas lahan seluas 5 Hektar di Desa Mario Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap Sabtu (16/5/26). Siang

        Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program Swasembada Pangan khusus jagung. Panen ini merupakan bukti nyata dukungan Polres Sidrap terhadap program ketahanan pangan Nasional yakni Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

        “Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan hasil panen jagung kita dapat kita lihat bersama berjalan dalam kondisi yang cukup baik. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini bisa terus terlaksana guna mendukung program Bapak Presiden Prabowo demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan rakyat melalui ketahanan pangan,” ujarnya.

        Di tempat yang sama, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten dalam mendukung target swasembada jagung nasional melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penyiapan benih, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga menjaga stabilisasi harga jagung di tingkat petani. Menurutnya, Sidrap memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan jagung nasional, terutama untuk sektor peternakan yang terus berkembang di daerah tersebut.

        “Pemerintah Kabupaten Sidrap terus berupaya mendukung target swasembada jagung melalui penyiapan benih, pupuk bersubsidi, serta menjaga serapan dan stabilisasi harga. Tahun ini, Bulog menargetkan serapan sekitar 15 ribu ton, ditambah pembelian dari para peternak yang ada di Sidrap,” jelasnya.

        Ia menambahkan, kebutuhan jagung di Sidrap sangat tinggi karena menjadi salah satu bahan utama pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung kelompok tani di desa dan kelurahan agar produksi jagung semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

        “Dulu harga jagung hanya berada di angka Rp 4.000 ke bawah. Sekarang dengan kadar air 14 hingga 18 persen, harga jagung bisa mencapai Rp 6.500. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap, khususnya di sektor pertanian,” tutupnya.

      1. Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Dipusatkan di Sidrap, Syaharuddin: Banyak Tamu Banyak Rezeki

        Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Dipusatkan di Sidrap, Syaharuddin: Banyak Tamu Banyak Rezeki

        SIDRAP. KN— Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka rapat koordinasi Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan, Sabtu (16/5/2026).

        Kegiatan yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks Pemkab Sidrap itu dihadiri perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Porsenijar PGRI Sulsel Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 6 Juli 2026 mendatang.

        Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk memberikan pelayanan maksimal demi menyukseskan agenda besar tersebut. Bahkan, ia menekankan seluruh jajaran pemerintah daerah tetap fokus bekerja tanpa mengenal hari libur.

        “Tidak ada libur. Selama satu tahun dua bulan ini kami fokus pada pelayanan dan bagaimana daerah ini terus berkembang,” ujar Syaharuddin.

        Ia mengungkapkan, meski Sidrap merupakan daerah dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, namun sekitar 80 ribu peserta dan tamu diperkirakan akan terdaftar dan hadir selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

        Menurutnya, kehadiran puluhan ribu peserta dari berbagai daerah akan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat Sidrap.

        “Daerah itu semakin banyak didatangi orang, maka semakin banyak pula rezeki masyarakat di daerah tersebut,” katanya.

        Bupati juga menyinggung nilai budaya masyarakat Sidrap yang dikenal dengan semangat “Alako”, yakni keramahan dan kedermawanan dalam menyambut tamu.

        Nilai itu, kata dia, menjadi kekuatan utama Sidrap sebagai tuan rumah kegiatan berskala besar tingkat provinsi.

        Selain itu, ia menyampaikan bahwa sejumlah agenda teknis PGRI kini tinggal menunggu finalisasi dalam waktu sekitar satu bulan ke depan sebelum pelaksanaan resmi dimulai pada Juli mendatang.

        Rencananya, pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 akan digelar meriah di stadion dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan edukatif maupun kampanye hidup sehat, termasuk gerakan anti malas gerak atau “mager”.

        Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan serta Menteri Pendidikan, menambah semarak dan prestise pelaksanaan Porsenijar tahun ini di Kabupaten Sidrap.