Kategori: Sidrap

  • Tak Mau Sekadar Seremoni, KJI Sulsel Kunci Agenda Raker Idul Fitri

    Tak Mau Sekadar Seremoni, KJI Sulsel Kunci Agenda Raker Idul Fitri

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Baru sepekan dilantik, mesin organisasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan belum dibiarkan dingin. Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, langsung tancap gas.

    “Usai pelantikan 14 Februari kemarin, agenda berikutnya adalah Rapat Kerja setelah Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Edy Basri, Kamis, 19 Februari 2026.

    Tidak ada euforia berkepanjangan. Tidak ada fase bulan madu organisasi. Yang ada justru konsolidasi cepat.

    Menurut Edy, Raker nanti bukan sekadar formalitas tahunan. Itu akan menjadi peta jalan lima tahun kepengurusan KJI Sulsel periode 2026–2031.

    “Struktur sudah terbentuk. Sekarang waktunya menyusun arah gerak. Kita tidak ingin organisasi ini hanya hidup saat pelantikan,” tegasnya.

    Bahasa populernya: jangan cuma launching, tapi harus long lasting.

    Edy sadar, tantangan organisasi wartawan di era digital tidak ringan. Disrupsi media membuat lanskap berubah drastis. Kecepatan informasi sering mengalahkan akurasi. Monetisasi makin kompetitif. Trust publik naik turun.

    Karena itu, Raker nanti akan difokuskan pada penguatan struktur kabupaten/kota, peningkatan kapasitas anggota, serta positioning KJI Sulsel sebagai organisasi yang adaptif dan relevan.

    “Target kita jelas. Kepengurusan lima tahun ini harus meninggalkan legacy, bukan sekadar laporan kegiatan,” ujarnya.

    Ia juga menyebut, momentum pasca-Lebaran dipilih agar seluruh pengurus bisa hadir dengan energi baru. Ramadan dijadikan ruang refleksi. Setelah itu, eksekusi.

    KJI Sulsel ingin bergerak sistematis. Tidak sporadis. Tidak reaktif.

    Dalam pandangan Edy, organisasi profesi hari ini harus punya roadmap. Tanpa itu, ia hanya akan jadi klub diskusi tanpa dampak.

    Raker nanti juga akan membahas ekspansi kepengurusan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Targetnya, KJI Sulsel tidak berhenti sebagai struktur provinsi, tetapi benar-benar berakar di daerah.

    “Kalau mau besar, jangan main di zona nyaman,” katanya.

    Kepengurusan 2026–2031 ini, lanjut Edy, diharapkan menjadi fase akselerasi. Fase di mana KJI Sulsel naik kelas—bukan hanya dari sisi struktur, tapi juga kualitas program dan pengaruh kebijakan.

    Singkatnya, KJI Sulsel tak ingin jadi organisasi seremonial. Mereka ingin jadi pemain.

    Dan semua itu akan dimulai dari satu meja Rapat Kerja—usai gema takbir Idul Fitri mereda. (*)

  • Sidrap Rawat Warisan Leluhur Lewat Festival Simponi Kecaping 2026

    Sidrap Rawat Warisan Leluhur Lewat Festival Simponi Kecaping 2026

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Sidrap menegaskan komitmennya merawat warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi melalui Festival Simponi Kecaping 2026 yang digelar di Lapangan Andi Sulolipu, Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Rabu (11/2/2026).

    Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah hadir langsung dalam perhelatan seni tradisi yang mempertemukan generasi tua dan muda dalam satu panggung budaya.

    Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse bersama sejumlah anggota DPRD, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, pejabat dan kepala OPD lingkup Pemkab Sidrap, serta tamu undangan lainnya.

    Festival Simponi Kecaping 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan”.

    Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan simponi kecaping merupakan salah satu musik khas Sidrap yang harus terus dilestarikan dan didukung bersama.

    “Simponi kecaping adalah identitas budaya kita. Ini warisan yang harus kita jaga agar anak cucu kita tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya,” ujarnya.

    Syaharuddin juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali mewajibkan pembelajaran simponi kecaping di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pelestarian budaya sejak dini.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya Festival Simponi Kecaping 2026 yang berlangsung meriah dan tertib.

    Sementara itu, Wabup Nurkanaah menyebut festival ini sebagai ruang ekspresi dan kreativitas bagi para seniman kecaping sekaligus wadah pelestarian budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

    Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga dan memajukan kebudayaan daerah.

    Selain peserta dari Sidrap, festival ini juga diikuti perwakilan dari sejumlah daerah tetangga, di antaranya Kabupaten Pinrang, Wajo, dan Maros, sehingga menambah semarak kegiatan dan memperkuat jejaring budaya antarwilayah.

  • Karnaval Advansia Dorong Pertanian Modern, Petani Sidrap Dapat Ilmu dan Produk Berkualitas

    Karnaval Advansia Dorong Pertanian Modern, Petani Sidrap Dapat Ilmu dan Produk Berkualitas

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Karnaval Advansia berlangsung semarak di Gedung Beras PB.35, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Rabu (11/2/2026), dalam rangka perayaan Hari Jadi Advansia ke-15.

    Perwakilan petani dari Sidrap, Soppeng, dan Wajo, serta penyuluh pertanian, mengikuti kegiatan yang menjadi sekolah lapang, memberikan pelatihan bertani modern, penggunaan produk pertanian, dan teknologi pertanian terbaru.

    Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turut hadir dan menekankan manfaat kehadiran Advansia bagi masyarakat petani.

    “Advansia tidak hanya menjual produk, tapi juga memberikan ilmu, teknologi, dan kemudahan bagi petani. Kalau dibandingkan era 80-an dan 90-an, bertani di 2026 sudah sangat mudah dan modern. Kehadiran Advansia adalah berkah bagi petani dan daerah,” katanya.

    Ia selanjutnya menegaskan pentingnya transformasi pertanian modern, untuk menekan biaya produksi namun dapat memberi hasil yang tinggi.

    “Target kami produksi 10 ton per hektar, dan kami yakin itu bisa tercapai. Mulai dari biaya olah tanah, benih, pupuk, herbisida, sampai panen, semuanya harus seragam agar pertanian modern berjalan optimal,” ujarnya.

    Bupati juga menjelaskan dukungan pemerintah untuk petani, termasuk irigasi modern, listrik masuk sawah di 5.200 titik, perbaikan bendung dan irigasi sekunder dari 2 meter menjadi 4 meter, serta pembangunan bendungan di Panca Lautang.

    “Kami wajibkan semua pejabat turun ke sawah. Sebagai anak petani, saya tahu kultur Sidrap, kita harus perkuat pertanian tradisional menjadi modern,” tambahnya.

    Bupati Syaharuddin juga mendorong keberlanjutan sekolah lapang. “Jangan hanya sekali setahun. Buat sekolah lapang rutin bagi semua kelompok tani. Semua program pertanian modern harus menyeluruh, mulai dari benih, pupuk, herbisida, sampai panen. Dengan dukungan pemerintah dan Advansia, petani Sidrap bisa maju dan sejahtera,” tuturnya.

    Brand Ambassador Advansia, Bang Narji, menyampaikan menjadi petani merupakan profesi paling mulia di dunia. “Petani bekerja memberi makan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat seluruh dunia. Saya bangga menjadi petani karena jerih payah kita bisa dinikmati orang lain,” katanya.

    Ia juga mengajak orang tua menyekolahkan anak-anak agar menjadi petani yang baik. “Jangan ragu menyekolahkan anak-anak kita menjadi petani, karena ini profesi yang mulia. Kita harus bangga menjadi petani dan memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Senior Product Manager Advansia, Dinar Murjani, mengatakan PT Advansia Indotani merayakan ulang tahun ke-15. “Kami memiliki kantor di empat negara, yaitu Malaysia, Indonesia, Bangladesh, dan Myanmar, dan saat ini dipimpin oleh National Sales Manager yang baru,” katanya.

    Dinar mengungkapkan, Advansia memiliki produk-produk dengan ciri khas huruf A, yang merupakan filosofi perusahaan. “Kami berharap produk kami menjadi pilihan nomor satu petani Sidenreng Rappang, dan kami siap menyediakan produk-produk terbaik dengan harga terjangkau dan kualitas yang terjaga,” kuncinya.

  • Wabup Sidrap Buka ToT Stunting, Tekankan Program Harus Berdampak Nyata

    Wabup Sidrap Buka ToT Stunting, Tekankan Program Harus Berdampak Nyata

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, membuka Training of Trainers (ToT) Stunting bertajuk Seminar Berkelanjutan Lintas Program untuk Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Sidrap, Selasa (10/2/2026).

    Wakil Bupati didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Ishak Kenre, bersama jajaran. Kegiatan yang berlangsung di Aula Madising, Kantor Dinas Kesehatan Sidrap itu diikuti para dokter dan tenaga ahli gizi.

    Dalam arahannya, Nurkanaah menegaskan ToT stunting tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus berkelanjutan dan memberi dampak nyata di lapangan.

    “Kegiatan ini bukan sekadar acara formal, tetapi harus menjadi upaya berkelanjutan yang benar-benar mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Sidrap,” ujar Nurkanaah.

    Ia menekankan pentingnya semangat dan komitmen seluruh pihak karena penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor.

    “Mari bekerja lebih semangat dan penuh tanggung jawab. Pencegahan dan penurunan stunting ini adalah tugas kita semua,” tegasnya.

    Selain itu, Nurkanaah mendorong agar sosialisasi kepada masyarakat terus diperluas sehingga pemahaman tentang pencegahan stunting menjangkau seluruh lapisan.

    ToT stunting diisi dengan pemaparan dan lokakarya tata laksana stunting serta pentingnya intervensi gizi spesifik oleh dr. Rusdiana, pemaparan konvergensi dan intervensi penanggulangan stunting oleh Ishak Kenre, serta pemaparan produk pengetahuan oleh Nutricia Sarihusada.

    Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, penyampaian saran dan masukan peserta, serta penyusunan kesimpulan sebagai tindak lanjut hasil ToT stunting di Kabupaten Sidrap.

  • Dari Kantor Bupati, Wabup Sidrap Ikut Rakor Tindak Lanjut Arahan Presiden

    Dari Kantor Bupati, Wabup Sidrap Ikut Rakor Tindak Lanjut Arahan Presiden

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Dari ruang kerjanya di lantai II Kantor Bupati Sidrap, Wakil Bupati Nurkanaah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Sulsel membahas tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia secara daring, Senin (9/2/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Wabup Sidrap didampingi Asisten II Patahangi, Kepala Dinas Biciptapera Abdul Rasyid, Kadisdagrin Ahmad Dollah, Kepala Dinas Perpustakaan, Plt Kepala BKAD Sunandar, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta sejumlah undangan lainnya.

    Rakor ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan, serta diikuti para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan dan instansi lainnya.

    Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, dan diikuti secara virtual oleh seluruh kabupaten/kota.

    Dalam arahannya, Gubernur Sulawesi Selatan menegaskan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam menjalankan program-program strategis nasional.

    “Kita harus sejalan dengan program Bapak Presiden. Seluruh jajaran pemerintah daerah diharapkan bergerak satu arah untuk mendukung kebijakan dan program nasional,” ujar Gubernur.

    Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, serta mengimplementasikannya sesuai kondisi dan kebutuhan daerah demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

  • Tarawih Perdana di Masjid Agung, Bupati Ajak Warga Terus Dukung Program Pemerintah

    Tarawih Perdana di Masjid Agung, Bupati Ajak Warga Terus Dukung Program Pemerintah

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menghadiri tarawih perdana Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Agung Pangkajene, Rabu malam (17/2/2026).

    Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Nurkanaah, Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Fanty Taherong, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, dan Kepala Kemenag Sidrap Fitryadi.

    Tampak pula Ketua TP PKK Haslindah Syaharuddin, Ketua DWP Andi Rieskha Rahmat, Ketua Pengadilan Agama Andi Muhammad Yusuf, Kepala Kemenhaj, perwakilan Kejari, para asisten, staf ahli, kepala OPD, Forkopimcam Maritengngae, serta jemaah yang memadati masjid.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin mengajak warga memperkuat silaturahmi serta ibadah Ramadhan.

    “Ramadhan menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperbanyak ibadah, dan berharap keberkahan Allah SWT,” ujar Bupati.

    Syaharuddin juga mengajak segenap warga masyarakat untuk senantiasa mendukung program-program pemerintah daerah.

    “Alhamdulillah 14 program prioritas pemerintah telah berjalan dalam setahun terakhir, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap masyarakat terus mendukung di masa mendatang,” ujarnya.

    Dikatakannya, kesuksesan selama ini tidak lepas dari sinergi tiga kekuatan yakni umara yang kompak, ulama, serta dermawan.

    “Kita bersyukur dapat menjalankan ibadah Ramadhan dalam kerukunan dan kedisiplinan. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar program pemerintah terus berhasil dan memberikan manfaat nyata,” pungkas Bupati.

  • Penutupan Porseni SMKN 2 Sidrap, Wabup Tekankan Pengembangan Bakat dan Kreativitas

    Penutupan Porseni SMKN 2 Sidrap, Wabup Tekankan Pengembangan Bakat dan Kreativitas

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Nurkanaah menghadiri penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) UPT SMKN 2 Sidrap di Kecamatan Panca Rijang, Jumat (13/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya Porseni sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas siswa.

    Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan antarsiswa. Hadir mendampingi Wabup, Camat Panca Rijang Faradillah Bakri, Kepala UPT SMKN 2 Sidrap, serta jajaran guru dan pegawai sekolah.

    Acara diawali senam Saromase bersama guru dan siswa. Penutupan ditandai penurunan Bendera Porseni oleh siswa Paskibraka SMKN 2 Sidrap sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan yang berlangsung beberapa hari.

    Dalam arahannya, Nurkanaah mengapresiasi pelaksanaan Porseni yang dinilai mampu menjadi ruang pengembangan potensi sekaligus mempererat persaudaraan antarsiswa. Ia mengajak guru dan siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah serta menumbuhkan kecintaan terhadap alam sekitar.

    “Jangan pernah malu berbuat kebaikan selama itu dalam hal yang positif. Sekolah adalah tempat membentuk karakter, termasuk membiasakan diri bekerja dan berusaha sejak dini,” pesannya.

    Ia menekankan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

    Nurkanaah berharap Porseni tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat karakter, sportivitas, dan semangat berprestasi generasi muda di Kabupaten Sidrap.

  • 46 Peserta Hasil Seleksi Perkuat Kafilah Sidrap di MTQ Sulsel

    46 Peserta Hasil Seleksi Perkuat Kafilah Sidrap di MTQ Sulsel

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Sebanyak 46 peserta hasil seleksi tingkat kabupaten resmi memperkuat kafilah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.

    Mereka dikukuhkan dan dilepas Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah di Kantor Bupati Sidrap, Jumat (13/2/2026).

    Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Iqbal, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sidrap Syamsuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Sidrap H. Fitriadi, Ketua Baznas Sidrap, perwakilan LPTQ, para donatur, serta peserta MTQ.

    Dalam arahannya, Nurkanaah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang terpilih mewakili daerah. Ia menegaskan, pengukuhan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah mendorong lahirnya generasi Qurani sekaligus memperkuat posisi Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an.

    “Melalui MTQ ini kita berharap lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca dengan baik dan benar, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Ia juga meminta peserta menjaga semangat, kepercayaan diri, dan nama baik daerah selama mengikuti perlombaan. Kafilah diharapkan mampu tampil maksimal dan meraih prestasi di MTQ tingkat provinsi April mendatang.

    Kepala Bagian Kesra Setda Sidrap Syamsuddin melaporkan, 46 peserta yang tergabung dalam kafilah merupakan hasil seleksi beberapa hari sebelumnya dan siap berlaga di MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

    Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan bonus kepada juara I seleksi MTQ tingkat kabupaten sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan tilawatil Qur’an di Bumi Nene Mallomo.

  • Dari Sidrap untuk Indonesia, 15 Truk Telur Dilepas Serentak

    Dari Sidrap untuk Indonesia, 15 Truk Telur Dilepas Serentak

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah melepas 15 truk atau setara 92.000 rak telur ke berbagai daerah, Rabu (11/2/2026).

    Kegiatan yang memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu sentra produksi telur nasional ini berlangsung di pelataran Monumen Ganggawa Pangkajene.

    Hadir dalam acara ini, Anggota DPRD Sidrap Andi Sugiarno, komedian Narji Cagur, para distributor telur, serta jajaran pejabat pemerintah daerah.

    Dalam arahannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada para distributor dan pelaku usaha petelur yang konsisten menjaga produktivitas dan kualitas hasil ternak.

    Ia menegaskan, pengiriman 15 truk telur sekaligus menjadi bukti kekuatan sektor peternakan di Kabupaten Sidrap.

    “Hari ini kita kirim telur dengan 15 mobil truk ke berbagai daerah. Ini menunjukkan Sidrap mampu menjadi daerah penopang kebutuhan pangan, khususnya telur, di Indonesia,” ujarnya.

    Narji Cagur yang turut hadir mengaku kagum melihat komitmen dan kerja nyata Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan.

    Menurutnya, Sidrap berpeluang besar menjadi lumbung beras Indonesia, lumbung telur Indonesia, lumbung energi terbarukan, sekaligus lumbung penghafal Al-Qur’an.

    “Itu bukan sekadar motto, tapi sangat mungkin menjadi kenyataan melihat potensi dan keseriusan yang ada,” ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Sidrap juga meninjau kontes ayam ketawa, ayam khas Bugis yang menjadi kebanggaan masyarakat Sidrap.

  • Satukan Langkah di Tudang Sipulung, Sidrap Perkuat Posisi Lumbung Pangan Nasional

    Satukan Langkah di Tudang Sipulung, Sidrap Perkuat Posisi Lumbung Pangan Nasional

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyatukan komitmen petani, peternak, nelayan, pekebun, penyuluh, pemangku kebijakan, hingga pelaku usaha dalam Musyawarah Tudang Sipulung (MTS) tingkat kabupaten, Kamis (12/2/2026), di Monumen Ganggawa Pangkajene.

    Forum tahunan ini menjadi momentum menyelaraskan pola tanam, peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300, serta target produktivitas 10 ton per hektare guna memperkuat posisi Sidrap sebagai lumbung pangan nasional.

    Selain itu, dibahas kebutuhan benih dan pupuk, pengendalian hama, penyesuaian jadwal tanam sesuai prakiraan cuaca, tata cara panen, penguatan peternakan dan perikanan, pengembangan hortikultura, serta pengelolaan irigasi.

    Musyawarah dipimpin Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Hadir Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Andi Muhammad Idil Fitri, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta perwakilan Forkopimda.

    Turut hadir Direktur Kepatuhan Bank Sulselbar Rakhmat Nur Kadir, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar Karmila Masmin Marunta, perwakilan PUPR Pusat, anggota DPRD, para asisten, staf ahli bupati, kepala OPD, kepala bagian Setda, camat, direktur rumah sakit, kepala desa dan lurah, kepala sekolah, penyuluh pertanian, serta undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan tema Musyawarah Tudang Sipulung tahun ini adalah optimalisasi lahan dengan target produktivitas 10 ton per hektare.

    Ia selanjutnya memaparkan produksi gabah kering panen 2025 mencapai 679.000 ton setara Rp4,6 triliun, meningkat dari 2024 yang bernilai Rp2,5 triliun.

    “Produksi beras Sidrap 326.000 ton per tahun, sementara konsumsi sekitar 35.000 ton. Bulog menyerap 80.000 ton dan selebihnya dipasarkan ke berbagai daerah,” terangnya.

    Produksi telur mencapai sekitar 53 juta kilogram per tahun dengan populasi ayam petelur sekitar 5,17 juta ekor dan perputaran ekonomi Rp1,4 triliun. Sementara produksi jagung naik menjadi 109.000 ton dengan nilai sekitar Rp604 miliar.

    “Pemkab juga membentuk 121 Brigade Pangan yang melibatkan sekitar 1.400 anak muda untuk menggerakkan sektor pertanian,” jelas Syaharuddin.

    Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Ditjen Tanaman Pangan Andi Muhammad Idil Fitri menyampaikan swasembada pangan telah diraih pada 2025 dan perlu dilanjutkan pada 2026.

    “Kami targetkan peningkatan IP Kabupaten Sidenreng Rappang dari IP 200 menjadi IP 300 agar produksi meningkat,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Ketua KTNA Sidrap H. Abdul Samad membacakan rangkuman hasil Musyawarah Tudang Sipulung. Di sektor padi, disepakati penerapan IP 200 hingga IP 300 dengan target produktivitas 10 ton per hektare, penggunaan pupuk berimbang, varietas unggul seperti Ciherang dan Mekongga, serta pengendalian OPT melalui gerakan massal dan tanam serempak.

    Sektor peternakan menekankan peningkatan budidaya unggas melalui inseminasi buatan, vaksinasi rutin, penguatan biosecurity, serta perlindungan ternak betina produktif sesuai regulasi.

    Di sektor perikanan, budidaya mina padi, kolam, dan sistem bioflok didorong, termasuk penertiban alat tangkap terlarang dan penguatan kelembagaan kelompok. Sektor perkebunan dan hortikultura diarahkan pada penyediaan bibit, intensifikasi dan peremajaan tanaman, pengendalian hama, serta penerapan budidaya ramah lingkungan.

    Sementara sektor irigasi menekankan pemeliharaan saluran, pembagian air bergilir saat debit rendah, dan larangan penggunaan pompa liar agar distribusi air merata hingga ke hilir.

    Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan cendera mata dari PT Bina Pertiwi (Kubota) kepada Bupati serta serah terima alat dan mesin pertanian melalui KUR dan KUA Alsintan PT Bank Sulselbar kepada para penerima manfaat, yaitu:

    1 unit Combine Kubota DC 70 Pro senilai Rp550 juta atas nama Akbar.
    1 unit Combine Kubota DC 70 Pro senilai Rp550 juta atas nama Laummung.
    1 unit Combine LOVOL RG 108 Plus senilai Rp480 juta atas nama Rusmini.
    1 unit Combine LOVOL Pandawa CP 108 Pro senilai Rp485 juta atas nama Alfian.
    2 unit Mini Excavator Kotrack KE75 senilai Rp1,35 miliar atas nama Muh. Rifki.
    1 set Color Sorter Prima Oryza 630VA+Plant kapasitas 6–8 ton senilai Rp1,15 miliar atas nama Suhendri.
    1 unit Combine Grain Tank Zoomlion ZL-105 SQ senilai Rp535 juta atas nama Pung Roa.

    Selain itu, diberikan penghargaan kepada penyuluh, petugas PSDA, perikanan, penerima bantuan ternak, pengguna pakan alternatif, pelopor peternak, dan pelaku lapangan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam meningkatkan produksi dan kualitas sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Sidenreng Rappang.

  • KKN Unhas Gelombang 115 Tuntas, Hasilkan 319 Program Inovatif di Sidrap

    KKN Unhas Gelombang 115 Tuntas, Hasilkan 319 Program Inovatif di Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Sebanyak 632 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin menuntaskan pengabdian selama 54 hari di Kabupaten Sidrap dengan menghasilkan 319 program inovatif.

    Penuntasan tersebut ditandai penarikan mahasiswa yang dirangkaikan dengan Seminar Hasil Program Kerja di Lobby Kantor Bupati Sidrap, Kompleks SKPD Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Sabtu (14/2/2026).

    Kegiatan dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Koordinator DPK Dr. Suleha, dan Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris.

    Turut hadir Kepala Bapperida Herwin, Plt Kepala Dinas Pendidikan Sirajuddin, Kabag Kerja Sama Andi Besse, para camat, dosen pembimbing KKN, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Sidrap.

    Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Bumi Nene Mallomo.

    “Tidak terasa waktu telah berlalu, dan hari ini kita berkumpul untuk melepas dan menerima hasil materi seminar. Kami sangat senang dan gembira dengan kehadiran kurang lebih 700 mahasiswa KKN Unhas dari berbagai bidang ilmu,” katanya.

    Ia menilai kehadiran mahasiswa membawa transfer ilmu dan penguatan kapasitas masyarakat.

    “Ada tawa, ada canda, ada bahagia, tapi yang paling utama ada transfer ilmu yang akan melekat dan diingat oleh masyarakat Sidrap,” katanya.

    Ia berharap ilmu yang telah dibagikan dapat terus diaplikasikan dan memberi manfaat berkelanjutan.

    “Jangan lupakan tanah Sidenreng Rappang ini, dan jangan jadikan pengabdian ini sebagai beban, tapi jadikan sebagai berkah untuk masyarakat Sidrap,” katanya.

    Ia juga mengundang mahasiswa kembali ke Sidrap dengan jumlah lebih besar pada tahun mendatang.

    “Jangan 700 orang, bawakan saya 5000 orang untuk tahun 2026. Kami tidak hanya ingin KKN reguler, tapi juga dokter, tenaga kesehatan, dan perawat,” katanya.

    Sementara itu, Koordinator DPK Gelombang 115, Suleha, melaporkan mahasiswa telah ditempatkan sejak 24 Desember 2025 dan ditarik kembali dalam kondisi lengkap.

    Selain 319 program inovatif teknologi tepat guna, mahasiswa melaksanakan 137 kegiatan pendampingan pemberdayaan masyarakat serta berbagai kegiatan penunjang lainnya.

    Program unggulan Gelombang 115 ialah penentuan titik UMKM di Google Maps dengan penambahan 1.293 UMKM baru. Program tersebut mendukung Dinas Perindustrian dan UMKM dalam pengembangan usaha di Kabupaten Sidrap.

    Suleha berharap program yang telah dijalankan dapat berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi pemerintah desa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

  • Kongres XII IMMADI di Sidrap, Bupati Dorong Sinergi Umara, Ulama, dan Investor

    Kongres XII IMMADI di Sidrap, Bupati Dorong Sinergi Umara, Ulama, dan Investor

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri Kongres XII Tingkat Pusat Ikatan Mahasiswa Darud Da’wah wal Irsad (IMMADI) di Kampus DDI Sidrap, Kelurahan Majelling, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (14/2/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor DDI Sidrap Dr. Mansur, Wakil Rektor III DDI Sidrap Dr. Mujahidin, serta ratusan mahasiswa dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif mengajak seluruh elemen menjadikan Sidrap sebagai lumbung beras, lumbung telur, lumbung penghafal Al-Qur’an, dan lumbung energi terbarukan di Indonesia.

    Ia menegaskan kepemimpinannya memadukan tiga komponen utama, yakni umara (pemerintah), ulama, dan aghniya dermawan (investor).

    Ia selanjutnya memaparkan, Sidrap telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu terbesar di Asia Tenggara dan pertama di Indonesia dengan kapasitas 75 MW yang mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 42.000 rumah di Sulawesi Selatan.

    Pemerintah berkomitmen menambah kapasitas menjadi 200 MW sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik hampir 200.000 rumah.

    “Sidrap juga memiliki potensi energi terbarukan lain seperti panas bumi dan pembangkit listrik tenaga surya di Danau Sidenreng,” papar Syaharuddin.

    Ia berharap kerja sama antara pemerintah, ulama, dan investor dapat menjadikan Sidrap sebagai contoh pengembangan energi terbarukan.

    Sebagai kader DDI murni dan asli, Syaharuddin Alrif menyampaikan komitmennya untuk terus bekerja fokus dan tuntas demi mewujudkan visi besar Sidrap.

    “Yakin, Allah akan membukakan pintu dan jalan bagi mereka yang mau bekerja keras,” tegasnya.

    Di hadapan mahasiswa, ia turut membagikan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan hingga dipercaya menjadi Bupati Sidenreng Rappang sebagai motivasi agar generasi muda berani bermimpi dan berikhtiar.

    Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa DDI, Hery Syarullah, menyampaikan rasa bangga dapat menggelar Kongres XII IMMADI di Kabupaten Sidrap.

    Ia menyebut Sidrap sebagai salah satu sentrum gerakan Darud Da’wah wal Irsad dengan sejarah dan ideologi yang kuat.

    “Guruta Ambo Dalle, seorang tokoh yang pernah mengadakan dakwah di sini, memiliki murid-murid yang masih setia dengan ideologi Darud Da’wah wal Irsad. Basis massa gerakan historis dakwah Sidrap amat dekat dengan historis dan ideologi Darud Da’wah wal Irsad, sehingga kami ingin menggabung kembali dan mengingat sejarah kita bahwa Sidrap dan Darud Da’wah wal Irsad adalah satu kesatuan yang saling melengkapi”.

    Ia menambahkan, kongres dihadiri delegasi dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang terbagi dalam dua wilayah. Forum tersebut akan menetapkan estafet kepemimpinan baru di tubuh IMMADI.

    “Kami mohon suport dan doanya, serta arahan kepada kami semua agar estafet kepemimpinan di Darud Da’wah wal Irsad dapat bersinergi dengan pemerintah”.

    Kongres XII IMMADI berlangsung selama dua hari dan diisi seminar, berdialog intelektual, diskusi, serta pelatihan kepemimpinan.