Kategori: Sidrap

  • Kediaman Anggota DPRD Sidrap Diserbu Warga, Ternyata Ada Pembagian Sembako dan Peralatan

    Kediaman Anggota DPRD Sidrap Diserbu Warga, Ternyata Ada Pembagian Sembako dan Peralatan

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Kediaman anggota DPRD dari Partai NasDem, Abdul Rahman, dipadati warga pada momentum bulan suci Ramadan.

    Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026 ini dilaksanakan di rumah pribadi Abdul Rahman yang berlokasi di Desa Talumae Bendoro, Kecamatan Watang Sidenreng. Warga berbondong-bondong datang untuk mengikuti pembagian bantuan yang telah disiapkan.

    Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan lebih dari 1.000 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat. Selain itu, bantuan lain yang diberikan berupa alat perbengkelan seperti bor dan gerinda, serta ratusan kompor satu mata.

    Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari, dengan banyaknya warga yang hadir untuk mendapatkan bantuan tersebut.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Watang Sidenreng, Andi Syaipullah Tenrigatta, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Kabupaten Sidrap, Kepala Desa Mojong, Budigawa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

    Dalam sambutannya, Abdul Rahman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan.

    “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, sekaligus rutinitas yang kami lakukan setiap bulan suci Ramadan,” ujarnya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga dapat menunjang aktivitas kerja warga melalui bantuan peralatan yang dibagikan.

    Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari warga yang merasa sangat terbantu dengan adanya pembagian bantuan tersebut.(ersan)

  • Bulog Cab Sidrap Salurkan Bantuan Pangan Alokasi bulan Februari dan Maret Tahun 2026, Sekira 25.622 Penerima Bantuan.

    Bulog Cab Sidrap Salurkan Bantuan Pangan Alokasi bulan Februari dan Maret Tahun 2026, Sekira 25.622 Penerima Bantuan.

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id– Perum BULOG Cabang Sidrap di bawa kepemimpinan Ivan Faisal saat ini mulai menyalurkan Bantuan Pangan Alokasi bulan Februari dan Maret Tahun 2026, untuk Kabupaten Sidrap ada penambahan jumlah penerima bantuan dari sebelumnya tahun lalu 16.058 menjadi 25.622 penerima bantuan pangan di 11 Kecamatan Sidenreng Rappang.

    Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Pangan ini nantinya masing-masing Penerima Bantuan Pangan akan mendapat 10 Kg beras dan Minyak 2 Liter per alokasi, jadi untuk alokasi Februari dan Maret akan disalurkan secara langsung 2 bulan jadi masing-masing penerima akan mendapatkan beras 2 Kg dan minyak 4 Liter.

    Saat ini kami tengah melaksanakan launching di Komplek Pergudangan Pangkajene dengan mendatang 10 perwakilan penerima bantuan yang ada di Kel. Rijang Pitue Kec Maritenggae, hadir pula dari pemda Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial, penyaluran ini akan terus berjalan sampai semua selesai terdistribusi paling lama akhir bulan april.

    Dalam proses penyaluran kami juga bekerja sama dengan Kodim melalui babinsa yang ada dilapangan sehingga diharapkan dalam proses penyaluran nantinya dapat berjalan aman dan sesuai dengan sasaran nya.

    Harapan kami dengan adanya Bantuan Pangan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat keseharian serta meminimalkan dampak fluktuasi harga di pasaran.(*)

  • Kapolda Puji Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan di Bumi Nene Mallomo

    Kapolda Puji Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan di Bumi Nene Mallomo

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Sidrap menjadi pusat perhatian Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., karena dianggap paling siap menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

    Kedatangan Kapolda pada Rabu, 18 Maret 2026, menegaskan posisi Sidrap sebagai salah satu jalur vital di Sulawesi Selatan.

    Hanya dua titik yang dipantau langsung Kapolda:

    Pos Terpadu Kawasan Panker Pangkajene

    Pos Pengamanan Mudik Lebaran Watang Pulu

    Sebelum meninjau lapangan, Kapolda menghabiskan waktu cukup lama di Polres Sidrap.

    Bersama Bupati Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nur Kanaah, Sekda Sidrap, dan Kapolres AKBP Dr. Fantry Taherong, Kapolda membahas kesiapan pengamanan, koordinasi lintas unit, dan strategi operasional.
    Rombongan juga menunaikan salat duhur berjamaah, menegaskan nilai spiritual sebagai bagian kepemimpinan yang bijak.

    Di Pos Terpadu Panker, Kapolda mengecek kesiapan personel, sarana transportasi cadangan, dan logistik pendukung.

    Personel Lantas, Sabhara, dan Provos bergerak sinkron, menunjukkan profesionalisme tinggi.

    Kapolda menepuk bahu mereka, memberi semangat.
    “Aman. Semua siap,” kata Kapolda sambil tersenyum.

    Setelah itu, rombongan bergerak ke Pos Pengamanan Watang Pulu.
    Di titik ini, Kapolda memeriksa skema pengaturan arus mudik, koordinasi unit-unit di lapangan, dan kesiapan peralatan komunikasi.

    Kapolres Fantry Taherong terlihat aktif memimpin, memastikan semua anggota memahami strategi, menyiapkan semua kemungkinan, dan mengatur personel sesuai standar manajemen risiko kepolisian modern.

    Menurut Kapolda, Sidrap menjadi satu-satunya kabupaten di Sulsel yang mendapat kunjungan langsung selain Makassar dan Parepare.

    “Sidrap paling siap. Semua sistem berjalan optimal. Ini kita buktikan langsung di lapangan,” katanya.

    Rombongan Kapolda didampingi Karo Ops KBP Bambang Widjarko, Kabid Propam KBP Zulham Efendi, Dirlantas KBP Pria Budi, dan Kabid Humas KBP Didik Supranoto.

    Koordinasi terlihat lancar antara Polres, Pemda, dan Forkopimda.
    Setiap detail diperiksa, dari personel, peralatan, hingga command center digital yang memantau arus mudik real-time.

    Kapolres Fantry Taherong menekankan pentingnya kesiapan personel dan strategi di lapangan.

    Ia memastikan setiap unit bergerak sesuai prosedur.
    “Ini bukan sekadar formalitas. Semua berjalan nyata,” katanya.

    Sidrap membuktikan, kesiapan bukan slogan.
    Ini aksi nyata.

    Dari dua pos yang ditinjau, dari diskusi awal hingga pelaksanaan di lapangan, terlihat bagaimana kolaborasi profesional, teknologi modern, dan kepemimpinan efektif berpadu.

    Warga bisa mudik dengan aman, tertib, dan nyaman.

    Kunjungan Kapolda ini juga menjadi pesan bagi kabupaten lain di Sulsel: pengamanan mudik harus terencana, terkoordinasi, dan terukur.

    Sidrap menjadi contoh nyata, di mana Polres siap menghadapi tantangan, menjaga arus mudik, dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

    Dengan kesiapan ini, Kapolda menegaskan: Sidrap bukan sekadar jalur.
    Sidrap diperhitungkan.

    Dan Polres Sidrap membuktikan diri hadir, sigap, dan profesional.(*)

  • Jelang Lebaran, Kapolres Sidrap Siagakan Pasukan Jaga Keamanan Mudik

    Jelang Lebaran, Kapolres Sidrap Siagakan Pasukan Jaga Keamanan Mudik

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Aroma Lebaran mulai terasa di Kabupaten Sidenreng Rappang. Mobilitas warga dipastikan meningkat. Arus mudik bakal memadati jalan-jalan utama.

    Karena itu, aparat keamanan tak mau kecolongan.

    Polres Sidrap resmi menggelar Operasi Ketupat 2026, operasi pengamanan tahunan yang menjadi andalan menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

    Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

    Apel gelar pasukan digelar di halaman Mapolres Sidrap. Bertindak sebagai pimpinan apel, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong.

    Suasana apel terlihat lengkap. Bukan hanya jajaran kepolisian.

    Perwakilan Kodim 1420 Sidrap, pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap, hingga Jasa Raharja ikut ambil bagian. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci pengamanan Lebaran tahun ini.

    Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan.

    Targetnya jelas: memastikan masyarakat bisa menjalani mudik, beribadah, dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

    “Operasi Ketupat bertujuan menjaga keamanan arus mudik, kelancaran lalu lintas, serta ketertiban masyarakat selama perayaan Idulfitri,” ujar AKBP Fantry Taherong.

    Sidrap sendiri termasuk daerah yang cukup ramai saat musim mudik. Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah di Sulawesi Selatan, banyak warga perantauan yang pulang kampung ke daerah ini.

    Lonjakan kendaraan pun hampir pasti terjadi.

    Karena itu, kepolisian juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik lebih awal. Tujuannya sederhana: menghindari kepadatan ekstrem di jalur utama.

    Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga memperkuat pengamanan di sejumlah titik yang dianggap rawan.

    Mulai dari jalur lintas kabupaten, pusat keramaian, hingga lokasi ibadah saat malam takbiran dan salat Idulfitri.

    Operasi Ketupat selama ini memang menjadi operasi kemanusiaan terbesar di Indonesia setiap musim Lebaran.

    Di Sidrap, operasi ini diharapkan mampu memastikan satu hal sederhana: warga bisa mudik dengan tenang, Lebaran dengan aman, dan kembali beraktivitas tanpa gangguan (*)

  • Buka Puasa Bersama di Makassar, Bupati Sidrap Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

    Buka Puasa Bersama di Makassar, Bupati Sidrap Paparkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap menggelar buka puasa bersama di Mes Pemda Sidrap yang terletak di Jalan Bau Mangga No.11, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sabtu (14/3/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif dan Nurkanaah, bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah serta tokoh agama dan masyarakat Sidrap yang berdomisili di Makassar.

    Hadir pula Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan serta sejumlah anggota DPRD Sidrap.

    Dalam suasana kebersamaan bulan Ramadan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kabupaten Sidrap.

    Menurutnya, pembangunan ekonomi harus mampu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, peternak, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat umum.

    Syahar, sapaan akrab Syaharuddin Alrif, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung ekonomi Sidrap seperti pertanian, peternakan, perdagangan, dan UMKM.

    Ia mengatakan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Sidrap dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif.

    Bahkan pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi Sidrap tercatat mencapai 7,71 persen dan menjadi yang tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

    Capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor-sektor utama seperti pertanian, peternakan, perdagangan, serta pengembangan berbagai program unggulan pemerintah daerah yang mendorong produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

    Syahar berharap kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga Sidrap yang berada di perantauan dapat terus terjalin kuat untuk mendukung pembangunan daerah.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta berkontribusi dalam pembangunan Sidrap agar daerah ini semakin maju, sejahtera, dan menjadi contoh pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan timur Indonesia. (ibe)

  • Gelar Pasar Murah, Polres Sidrap Diserbu Warga

    Gelar Pasar Murah, Polres Sidrap Diserbu Warga

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Kepolisian Resor Sidrap (Polres Sidrap) menggelar kegiatan pasar murah di Halaman Polres Sidrap Jalan Bau Massepe No.1 Kabupaten Sidrap, Jumat (13/3/26) siang. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau khususnya menjelang Idul Fitri 1447 H.

    Dengan harga yang sangat terjangkau, Pasar murah yang digelar oleh Polres Sidrap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten, BUMN dan Bulog Kabupaten Sidrap tersebut sejak pagi hari telah diserbu warga setempat. Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong mengatakan kegiatan pasar murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polri termasuk di Polres Sidrap guna menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya idul fitri

    “Pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya membantu menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

    Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, daging ayam dan tepung terigu. Fantry juga berharap kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di bulan suci ramadhan dan jelang hari raya idul fitri 1447 H

    “Melalui kegiatan pasar murah ini kami berharap masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang Idul Fitri,” lanjutnya

    Sementara itu, salah satu warga yang datang mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

    “Alhamdulillah kami senang dengan adanya pasar murah ini karena harganya lebih murah dibandingkan di pasar,” ujarnya.

  • Viral Ungal-Ungalan Pakai Tembakan Jeli di Jalanan, Dua Remaja Perempuan Diamankan Polres Sidrap

    Viral Ungal-Ungalan Pakai Tembakan Jeli di Jalanan, Dua Remaja Perempuan Diamankan Polres Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Aksi dua remaja perempuan yang melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya sambil membawa tembakan jeli akhirnya berujung di kantor polisi.

    Keduanya diamankan oleh Satreskrim Polres Sidrap setelah videonya viral di media sosial dan menuai banyak kritik dari masyarakat.

    Dua remaja yang diketahui masih di bawah umur tersebut diamankan untuk diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian.

    Polisi juga memanggil orang tua atau wali masing-masing untuk membuat surat pernyataan agar anak mereka tidak mengulangi perbuatan yang dinilai mengganggu ketertiban umum.

    Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick K. Ambarita mengatakan, langkah pembinaan tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan sekaligus edukasi agar para remaja tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat bermain yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    “Ya, kita sudah amankan dua remaja perempuan yang masih di bawah umur itu untuk diberikan pembinaan. Orang tuanya juga sudah kami panggil ke kantor,” ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026.

    Sebelumnya, aksi keduanya terekam kamera pengendara yang melintas di Jalan Lanto Dg Pasewang, Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

    Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat remaja berkendara tanpa menggunakan helm sambil membawa mainan tembakan jeli dan mengayun-ayunkannya di jalan.

    Aksi tersebut langsung menuai sorotan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

    Belakangan ini, permainan tembakan jeli memang sedang tren di kalangan remaja di Kabupaten Sidrap. Namun, penggunaan mainan tersebut di jalan raya dan tempat umum mulai menimbulkan keresahan masyarakat karena sering dilakukan secara ugal-ugalan dan berpotensi memicu konflik.

    AKP Welfrick menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan penertiban terhadap aktivitas permainan tembakan jeli yang dilakukan di jalanan maupun tempat umum.

    “Kami tidak akan membiarkan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Patroli dan penertiban akan terus kami lakukan,” tegasnya.

    Polisi juga mengingatkan para remaja agar tidak ikut-ikutan melakukan aksi serupa hanya demi sensasi. Selain membahayakan keselamatan, tindakan tersebut juga dapat berujung pada proses hukum jika terbukti mengganggu ketertiban umum.

    Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para remaja lainnya agar lebih bijak dalam beraktivitas dan tidak menjadikan jalan raya sebagai arena permainan.

    Peran orang tua juga diharapkan lebih aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. (ibe)

  • Polisi Sidrap Bubarkan Aksi Tembakan Jeli di Jalanan, Ingatkan Ancaman Sanksi Hukum

    Polisi Sidrap Bubarkan Aksi Tembakan Jeli di Jalanan, Ingatkan Ancaman Sanksi Hukum

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Permainan tembakan jeli yang belakangan ramai dimainkan di jalanan akhirnya mulai ditertibkan oleh aparat kepolisian.

    Tim gabungan dari Sat Intelkam dan Satreskrim Polres Sidrap turun langsung membubarkan aktivitas tersebut di sejumlah titik keramaian.

    Penertiban dilakukan pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026, di sepanjang jalan serta beberapa tempat umum di wilayah Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Intelkam Polres Sidrap, AKP Andi Aswan bersama Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick K. Ambarita.

    Petugas menyasar lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya remaja yang memainkan tembakan jeli hingga larut malam.

    AKP Andi Aswan mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama karena permainan itu sudah mulai meresahkan warga dan pengguna jalan.

    “Ya, tadi malam sampai subuh kami mulai menertibkan permainan tembakan jeli di jalanan dan tempat-tempat umum yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujarnya.

    Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja serta membahayakan pengguna jalan.

    Penertiban ini juga mengacu pada aturan dalam KUHP Baru atau Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang mulai berlaku sejak 2 Januari 2026.

    Dalam aturan tersebut terdapat sejumlah pasal terkait ketertiban umum, termasuk sanksi bagi pihak yang membuat kegaduhan atau mengganggu ketenangan masyarakat, terutama pada malam hari.

    Polisi juga mengimbau para remaja agar tidak menggunakan permainan tembakan jeli di jalan raya, perempatan, maupun tempat keramaian karena dapat membahayakan orang lain.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk bersama-sama mengingatkan anak-anaknya agar tidak bermain tembakan jeli di tempat umum. Mari kita jaga kamtibmas demi kenyamanan dan kondusivitas di Kabupaten Sidrap,” tambahnya.

    Langkah penertiban ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi para pengguna tembakan jeli agar tidak menjadikan jalanan sebagai arena permainan.

    Polisi juga memastikan patroli dan pengawasan akan terus dilakukan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif. (*)

  • Wakil Ketua DPRD Sidrap Ajak Alumni IPMI Hadiri Silaturahmi di Rujab Bupati

    Wakil Ketua DPRD Sidrap Ajak Alumni IPMI Hadiri Silaturahmi di Rujab Bupati

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidrap, Muhammad Rasyid Ridha Bakri, S.Pd, mengajak seluruh alumni Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Kabupaten Sidrap untuk menghadiri kegiatan silaturahmi yang akan digelar pada 22 Maret mendatang di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidrap.

    Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya mempererat tali persaudaraan antaralumni serta memperkuat kebersamaan dalam membangun jaringan dan kontribusi bagi daerah.

    Muhammad Rasyid Ridha Bakri yang juga merupakan alumni Pengurus Pusat IPMI periode 2016–2018 menyampaikan harapannya agar seluruh alumni, baik yang pernah menjadi pengurus maupun anggota, dapat meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

    “Melalui kesempatan ini saya mengajak seluruh adinda dan kandaku alumni IPMI Kabupaten Sidrap untuk bersama-sama hadir dan meramaikan kegiatan silaturahmi yang akan dilaksanakan pada 22 Maret di Rujab Bupati Sidrap,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antaralumni, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih baik di antara keluarga besar IPMI Sidrap.

    Diharapkan dengan kehadiran para alumni dari berbagai angkatan, kegiatan silaturahmi tersebut dapat berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.(*)

  • Viral Tembakan Jeli di Jalanan Sidrap, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara Terancam

    Viral Tembakan Jeli di Jalanan Sidrap, Warga Khawatir Keselamatan Pengendara Terancam

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Permainan tembakan jeli yang kini sedang tren di kalangan remaja mulai meresahkan pengguna jalan di Kabupaten Sidrap.

    Pasalnya, permainan tersebut kerap digunakan di tempat umum hingga mengganggu keselamatan pengendara.

    Bahkan, beredar sebuah video yang memperlihatkan perempuan berkendara tanpa menggunakan helm sambil membawa mainan tembakan jeli dan mengayun-ayunkannya di jalan.

    Rekaman video tersebut diketahui terjadi di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

    Tidak hanya itu, di sejumlah perempatan jalan di kawasan tersebut terlihat beberapa remaja membawa senjata mainan tembakan jeli.

    Seperti yang terjadi pada Kamis malam, 2 Maret lalu. Beberapa remaja yang berada di sekitar lokasi diduga menembakkan peluru jeli ke arah kendaraan yang melintas.

    “Saya lewat di Jalan Lanto Dg Pasewang tadi malam. Tiba-tiba terdengar benturan kecil di badan mobil. Setelah dilihat, ternyata mobil saya terkena tembakan jeli,” ujar salah seorang warga.

    Warga pun meminta aparat keamanan untuk segera menertibkan permainan tersebut agar tidak digunakan di tempat umum karena dapat membahayakan pengguna jalan.

    Diketahui, pada malam sebelumnya juga terjadi aksi penikaman yang diduga dipicu oleh permainan tembakan jeli.

    Seorang remaja berusia 17 tahun harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian punggung akibat kejadian tersebut.

    Kasat Reskrim Polres Sidrap, Welfrick K. Ambarita membenarkan peristiwa penikaman itu. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pencarian terhadap pelaku. (*)

  • Ketua Yayasan As’adiyah Akan Usut Oknum Aparat yang Diduga Bekingi Mafia Tanah di Lahan Wakaf

    Ketua Yayasan As’adiyah Akan Usut Oknum Aparat yang Diduga Bekingi Mafia Tanah di Lahan Wakaf

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Ketua Yayasan Pondok Pesantren Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Bunyamin M. Yapid, menegaskan pihaknya akan menelusuri dan mengusut oknum aparat yang diduga membekingi praktik mafia tanah terkait sengketa lahan milik pesantren tersebut.

    Hal itu disampaikan Bunyamin yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Agama RI pada Kamis malam, 12 Maret 2026, setelah keluarnya putusan perkara di Pengadilan Negeri Sengkang terkait gugatan atas lahan yang selama ini dikelola oleh As’adiyah.

    Menurutnya, putusan pengadilan tersebut menjadi bukti bahwa klaim pihak penggugat tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Ia menegaskan sejak puluhan tahun lalu lahan tersebut telah dikenal sebagai milik As’adiyah dan dikelola untuk kepentingan pesantren.

    “Mafia tanah ini sebenarnya sudah mengetahui bahwa sejak tahun 1982 lahan tersebut adalah milik As’adiyah dan selama ini aman, tidak pernah ada yang mengganggu. Karena itu putusan ini sangat tepat,” tegas Bunyamin.

    Dalam perkara tersebut, dua orang penggugat yakni Nafisa Binti Ballobo dan Jidek Bin Muhammad mengajukan gugatan terhadap Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah serta beberapa pihak lain terkait tanah sawah yang menjadi objek sengketa di wilayah Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo.

    Objek sengketa tersebut berupa puluhan petak sawah dengan luas sekitar 4,89 hektare yang diklaim oleh penggugat sebagai bagian dari harta peninggalan keluarga.

    Namun setelah melalui proses persidangan, majelis hakim menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima karena dinilai cacat secara formil dan tidak memenuhi syarat-syarat hukum yang jelas.

    Selain itu, dalam dokumen persidangan juga disebutkan bahwa penggugat sebenarnya telah mengetahui sejak lama bahwa lahan tersebut berada dalam penguasaan Yayasan As’adiyah dan bahkan hasil panennya telah diserahkan kepada pihak yayasan sejak tahun 1980-an.

    Bunyamin menilai kemunculan klaim baru terhadap tanah wakaf tersebut merupakan bagian dari praktik mafia tanah yang mencoba memanfaatkan situasi dengan mengganggu aset lembaga pendidikan Islam yang telah lama berdiri di Sengkang.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam memperjuangkan hak yayasan di pengadilan, termasuk tim wakaf yang selama ini mengawal dokumen dan data kepemilikan tanah.

    “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Haji Herman yang menangani bagian wakaf bersama seluruh tim yang telah berjuang menjaga aset umat ini,” ujarnya.

    Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya kemenangan yayasan semata, tetapi juga kemenangan bagi umat dan para santri yang selama ini bergantung pada keberadaan aset wakaf tersebut untuk mendukung kegiatan pendidikan dan dakwah.

    Ke depan, Yayasan As’adiyah yang sudah 100 tahun berkontribusi kepada masyarakat, agama, bangsa dan negara memastikan akan terus menjaga dan mengamankan seluruh aset wakaf agar tidak kembali menjadi sasaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    “Kami akan telusuri siapa saja oknum yang bermain di belakang perkara ini. Jika ada aparat yang membekingi mafia tanah, tentu akan kami usut,” tegas Bunyamin.

    “Hidup ini sudah banyak masalah, jangan cari masalah lagi, apalagi dengan pondok pesantren As-adiyah,” tambahnya.

    Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar semua pihak menghormati tanah wakaf dan tidak mencoba mengambil hak lembaga pendidikan Islam yang selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. (ibe)

  • Tinjau Kandang Closed House di Sidrap, Kepala BPS RI Sebut Produktivitas Peternakan Berbasis Teknologi Sangat Tinggi

    Tinjau Kandang Closed House di Sidrap, Kepala BPS RI Sebut Produktivitas Peternakan Berbasis Teknologi Sangat Tinggi

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menghadirkan kesan mendalam.

    Saat meninjau peternakan ayam petelur modern milik PT Cahaya Mario Bersaudara di Desa Mario, Kamis, 12 Maret 2026, ia menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu contoh peternakan paling modern yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

    Menurut Amalia, peternakan tersebut telah menerapkan teknologi canggih dalam sistem produksinya. Mulai dari pengaturan suhu ruangan yang stabil hingga sistem sterilisasi kandang yang ketat, semuanya dirancang untuk menjaga kesehatan ayam sekaligus meningkatkan hasil produksi telur.

    “Ini luar biasa, salah satu contoh peternakan yang sangat modern karena menerapkan teknologi dalam produksi telur. Suhu ruangan dijaga sehingga ayam tidak mudah terpapar penyakit, dan produktivitasnya menjadi sangat tinggi,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa proses pengumpulan telur di peternakan tersebut juga telah menggunakan mesin otomatis, sehingga efisiensi kerja semakin tinggi. Selain itu, ruang kandang dijaga tetap steril untuk mencegah masuknya penyakit yang dapat mengganggu produksi.

    “Bagaimana telur dikumpulkan melalui mesin, kemudian ruangan dijaga steril agar penyakit tidak mudah masuk. Ini contoh peternakan dengan produktivitas sangat tinggi karena mengadopsi teknologi,” tambahnya.

    Peternakan ayam petelur modern di Sidrap menggunakan sistem kandang closed house atau kandang tertutup yang dirancang untuk mengontrol suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara secara otomatis.

    Dengan bantuan blower dan cooling pad, kondisi lingkungan kandang tetap stabil sehingga ayam dapat bertelur secara optimal. Sistem ventilasi otomatis juga membantu membuang gas berbahaya seperti amonia sehingga kandang tetap bersih dan sehat.

    Teknologi tersebut membuat tingkat produksi telur bisa mencapai lebih dari 90 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan tenaga kerja.

    Sementara itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor peternakan untuk menjadikan Sidrap sebagai lumbung telur dan lumbung daging ayam Indonesia.

    Menurutnya, ada tiga strategi utama yang dilakukan pemerintah daerah, yakni memperluas pasar, meningkatkan produksi telur, serta menjaga stabilitas harga agar peternak tetap sejahtera.

    “Untuk menguatkan Sidrap sebagai lumbung telur Indonesia, pertama pasar kita dorong masuk ke Sidrap, kedua produksi telurnya ditingkatkan, dan ketiga harganya dijaga,” jelas Syaharuddin.

    Ia juga menyebut bahwa populasi ayam petelur di Sidrap saat ini mencapai sekitar 5,1 juta ekor, dengan produksi telur yang menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp12 miliar setiap hari. Seluruh produksi tersebut didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

    Pemerintah daerah bahkan menargetkan peningkatan populasi ayam petelur hingga 10 juta ekor. Salah satu perusahaan yang didorong untuk memperluas kapasitas produksi adalah PT Cahaya Mario Bersaudara yang sebelumnya memiliki sekitar dua juta ekor ayam dan ditargetkan dapat berkembang hingga empat sampai lima juta ekor.

    Melihat langsung aktivitas peternakan tersebut, Amalia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas keberhasilannya mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.

    “Saya apresiasi Pak Bupati Sidrap, pertumbuhan ekonominya tertinggi di Sulawesi Selatan. Apa yang kami lihat di lapangan sesuai dengan yang dicatat BPS. Ekonomi Sidrap memang ditopang oleh sektor peternakan, pertanian, dan industri pengolahan berbasis pertanian,” ungkapnya.

    Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan sektor peternakan berbasis teknologi di Sidrap bukan hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

    Dengan dukungan inovasi dan kebijakan pemerintah daerah, Sidrap semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat produksi telur terbesar di Indonesia. (ibe)