Kategori: Sidrap

  • Sambut Kapolres Baru, Polres Sidrap Gelar Tradisi Penyambutan Tari Padduppa

    Sambut Kapolres Baru, Polres Sidrap Gelar Tradisi Penyambutan Tari Padduppa

    Sidrap.KN—Polres Sidrap menggelar rangkaian kegiatan kenal pamit Kapolres Sidrap. Kegiatan tersebut menandai pergantian pucuk pimpinan dari AKBP Fantry Taherong kepada AKBP Indra Waspada Yuda

    Rangkaian kegiatan berlangsung di Mapolres Sidrap, Senin (3/8/26) siang dan diwarnai sejumlah tradisi penyambutan serta pelepasan pejabat lama.

    Prosesi penyambutan diawali laporan Wakapolres Sidrap, pengalungan bunga dan pemberian buket bunga, jajar kehormatan, hingga penyambutan tari Padduppa. Selanjutnya, kedua pejabat mengikuti laporan kesatuan yang dihadiri para pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Sidrap.

    Prosesi tari Paduppa menjadi lebih dari sekadar penyambutan pejabat baru. Tari Paduppa menjadi simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus doa bagi awal pengabdian Kapolres Sidrap.

    Melalui kearifan budaya yang terus dijaga, Polres Sidrap menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya bertumpu pada kewenangan, tetapi juga pada penghormatan terhadap tradisi, nilai kemanusiaan, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Momentum ini menjadi awal kepemimpinan AKBP Indra Waspada di Polres Sidrap. Seluruh personel berharap kepemimpinan beliau dapat membawa semangat baru, memperkuat soliditas internal, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Sidrap.

    AKBP Fantry dalam arahannya, menyampaikan mohon pamit dan ucapan terimakasih kepada keluarga besar Polres Sidrap yang kurang lebih 2 Tahun bersama melaksanakan tugas di Bumi Nene Mallomo

    “Saya mohon maaf apabila ada salah kata yang menyinggung hati personel. Meski sudah tidak menjabat Kapolres, saya berharap silaturahmi dengan Personel Polres Sidrap tetap berlanjut,” ujarnya.

    Sementara itu AKBP Indra menyampaikan siap melanjutkan apa yang telah di bangun pejabat sebelumnya, selama menjabat Kapolres Sidrap.

    “Saya tidak bisa melaksanakan tugas tanpa dukungan dan kerjasama kita semua demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polres Sidrap,” jelasnya.

  • Final Sepak Bola Mini Panca Rijang Meriah, Nurkanaah Apresiasi Semangat Pelajar

    Final Sepak Bola Mini Panca Rijang Meriah, Nurkanaah Apresiasi Semangat Pelajar

    SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, menyaksikan langsung pertandingan final sepak bola mini tingkat SMP dan SMA/sederajat dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Pertandingan berlangsung meriah di Lapangan Andi Cammi, Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (30/7/2026).

    Turut mendampingi Wakil Bupati, Camat Panca Rijang Faradilla Bakri bersama jajaran aparat kecamatan dan panitia pelaksana HUT RI tingkat Kecamatan Panca Rijang.

    Pada kesempatan tersebut, Nurkanaah memberikan semangat kepada seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

    Ia menilai, kompetisi olahraga tidak hanya menjadi ajang mengejar kemenangan, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda.

    “Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Yang terpenting adalah bertanding dengan semangat, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” pesan Nurkanaah.

    Usai pertandingan, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan memberikan selamat kepada para juara yang berhasil meraih prestasi.

    Pada kategori SMP, SMP Negeri 1 Panca Rijang berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan MBS Rappang dengan skor 2-1.

    Sementara kategori SMA/sederajat dimenangkan SMKN 2 Sidrap usai mengalahkan SMAN 1 Sidrap dengan skor tipis 1-0.

    Nurkanaah berharap kegiatan olahraga seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda Sidrap agar tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki semangat kebersamaan.

    Selain menjadi ajang kompetisi, pertandingan sepak bola mini tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Panca Rijang.

  • Farewell dan Welcome Kapolres Sidrap, Bupati Syaharuddin Harap Kolaborasi Terus Diperkuat

    Farewell dan Welcome Kapolres Sidrap, Bupati Syaharuddin Harap Kolaborasi Terus Diperkuat

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri acara Farewell dan Welcome Kapolres Sidrap yang digelar di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sidrap, Senin (3/8/2026).

    Acara tersebut menjadi momen perpisahan bagi Kapolres lama, AKBP Fantry Taherong, sekaligus penyambutan Kapolres Sidrap yang baru, AKBP Indra Waspada Yuda.

    Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah daerah, serta jajaran instansi vertikal.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif mengucapkan selamat datang kepada AKBP Indra Waspada Yuda yang kini mengemban amanah sebagai Kapolres Sidrap.

    “Selamat datang di Kabupaten Sidenreng Rappang. Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik serta terus bersinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Sidrap yang maju dan sejahtera,” ujar Syaharuddin.

    Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada AKBP Fantry Taherong atas pengabdian, dedikasi, prestasi, dan kontribusinya selama bertugas di Kabupaten Sidrap.

    Bupati menilai kepemimpinan AKBP Fantry Taherong telah memberikan dukungan besar dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus memperkuat sinergi antara Polres Sidrap dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.

    “Terima kasih atas kebersamaan, pengabdian, dan dedikasi yang telah diberikan untuk masyarakat Sidrap. Kami mendoakan semoga sukses mengemban amanah baru sebagai Kabag Binkar Polda Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

    Syaharuddin berharap hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Sidrap, Forkopimda, dan seluruh instansi vertikal dapat terus dipertahankan serta semakin diperkuat di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru.

    Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mempercepat pembangunan demi mewujudkan Sidrap yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

    Turut hadir Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Kepala Kantor Kementerian Agama Muhammad Syairin, Ketua Pengadilan Agama Mun’amah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Andi Asmarani, serta perwakilan Forkopimda lainnya.

  • Wujud Penegakan Hukum Transparan, Bupati Syaharuddin Pimpin Pemusnahan Barang Bukti dan Penjualan Langsung di Kejari Sidrap

    Wujud Penegakan Hukum Transparan, Bupati Syaharuddin Pimpin Pemusnahan Barang Bukti dan Penjualan Langsung di Kejari Sidrap

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif memimpin pemusnahan barang bukti narkotika sekaligus pelaksanaan penjualan langsung barang rampasan negara tindak pidana di Kantor Kejaksaan Negeri Sidrap, Senin (3/8/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendukung penegakan hukum yang transparan, akuntabel, serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

    Hal tersebut sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam mewujudkan Sidrap yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

    Dalam kesempatan itu, Bupati melakukan pemusnahan barang bukti bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Adhi Kusumo Wibowo, Wakil Bupati Nurkanaah, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, unsur forkopimda, instansi vertikal, dan undangan lainnya.

    Barang bukti yang dimusnahkan berupa narkotika jenis sabu seberat 171,4689 gram dan 141 butir pil ekstasi dengan berat 226,7264 gram. Pemusnahan dilakukan setelah seluruh barang bukti memperoleh kekuatan hukum tetap.

    Bupati menegaskan, pemusnahan tersebut bukan sekadar menjalankan prosedur hukum, tetapi juga merupakan bentuk perlawanan nyata terhadap peredaran gelap narkotika yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

    “Hari ini kita memusnahkan barang bukti sebagai bentuk perlawanan terhadap narkoba. Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” tegas Bupati.

    Usai prosesi pemusnahan, Bupati juga memimpin pelaksanaan penjualan langsung barang rampasan negara. Suasana lelang berlangsung semarak karena mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti proses secara terbuka.

    Bupati mengapresiasi inovasi Kejaksaan Negeri Sidrap yang menghadirkan mekanisme penjualan langsung barang rampasan negara kepada masyarakat.

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan positif yang tidak hanya menjamin transparansi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    “Ini merupakan terobosan baru dari Kejaksaan Negeri Sidrap. Kita melihat masyarakat begitu antusias mengikuti lelang hari ini. Itu sangat luar biasa. Artinya, hasil penegakan hukum dapat dikelola secara transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, keterbukaan dalam proses pemusnahan barang bukti maupun penjualan barang rampasan negara menjadi bukti bahwa seluruh tahapan penegakan hukum dilaksanakan secara akuntabel dan dapat disaksikan langsung oleh publik.

    “Semua proses dilakukan secara transparan dan terbuka. Mulai dari pemusnahan barang bukti hingga penjualan langsung barang rampasan negara. Ini menjadi bentuk akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” tambahnya.

    Melalui kegiatan itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan tindak pidana, khususnya kejahatan narkotika, sekaligus mendorong tata kelola barang rampasan negara yang lebih terbuka, akuntabel, dan memberikan nilai manfaat bagi masyarakat luas.

  • Wabup Nurkanaah Lepas Jenazah Guru MTsN 2 Pangkajene, Kenang Pengabdian Almarhumah

    Wabup Nurkanaah Lepas Jenazah Guru MTsN 2 Pangkajene, Kenang Pengabdian Almarhumah

    SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, melepas jenazah almarhumah Arifah Said, S.Pd.I., guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Pangkajene, di rumah duka, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin (3/8/2026).

    Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus PGRI Kabupaten Sidrap, para guru, keluarga, serta kerabat almarhumah yang turut mengiringi kepergian almarhumah dengan doa.

    Dalam sambutannya, Nurkanaah yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Sidrap menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah Arifah Said.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap dan keluarga besar PGRI Kabupaten Sidrap, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Nurkanaah.

    Ia juga mengenang almarhumah sebagai sosok pendidik yang mengabdikan diri di dunia pendidikan dengan penuh dedikasi dan ketulusan. Menurutnya, pengabdian almarhumah telah memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sidrap dan akan selalu dikenang oleh rekan sejawat maupun para peserta didik.

    Almarhumah Arifah Said meninggal dunia pada Ahad (2/8/2026) di Rumah Sakit Wahidin Makassar. Usai prosesi pelepasan, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum Allakuang untuk dimakamkan.

    Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan hingga pemberangkatan jenazah. Keluarga, sahabat, rekan sejawat, dan para pelayat mengiringi kepergian almarhumah dengan doa, berharap segala amal ibadahnya diterima Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

  • Lepas Sambut Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Berpamitan, AKBP Indra Lanjutkan Pengabdian

    Lepas Sambut Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Berpamitan, AKBP Indra Lanjutkan Pengabdian

    SIDRAP.KN—Suasana penuh kehangatan dan haru mewarnai acara lepas sambut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sidenreng Rappang yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Senin (3/8/2026).

    Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memberikan penghormatan kepada AKBP Fantry Taherong yang mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Sidrap.

    Pada kesempatan yang sama, keluarga besar Kabupaten Sidrap menyambut AKBP Indra Waspada Yuda sebagai Kapolres Sidrap yang baru.

    Hadir Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, seluruh unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap.

    Tampak pula Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap Haslindah Syaharuddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Andi Rieskha Rahmat, serta tamu undangan lainnya. Mereka bersama-sama memberikan penghormatan kepada kedua perwira menengah Polri tersebut.

    Prosesi pelepasan AKBP Fantry Taherong berlangsung penuh rasa kekeluargaan. Hal itu menjadi gambaran eratnya hubungan yang telah terjalin selama masa pengabdiannya di Kabupaten Sidrap.

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan sinergi yang telah dibangun AKBP Fantry Taherong selama memimpin Polres Sidrap.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Sidrap, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada AKBP Fantry Taherong beserta keluarga atas pengabdian, kerja sama, dan dedikasi yang telah diberikan selama bertugas di Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin.

    “Semoga amanah baru sebagai Kabag Binkar Polda Sulawesi Selatan dapat dijalankan dengan baik dan semakin sukses dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” lanjut Bupati.

    Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada AKBP Indra Waspada Yuda sebagai Kapolres Sidrap yang baru.

    Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Sinergi tersebut juga menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah.

    “Selamat datang di Bumi Nene Mallomo. Kami siap membangun kolaborasi yang semakin erat bersama Polres Sidrap. Semoga sinergi yang telah terjalin selama ini terus diperkuat demi menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidrap yang maju, sejahtera, dan religius,” kata Syaharuddin Alrif.

    Sementara itu, AKBP Fantry Taherong mengaku bersyukur atas dukungan dan kebersamaan yang diterimanya selama bertugas di Kabupaten Sidrap.

    Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap, Forkopimda, seluruh personel Polres, serta masyarakat yang telah menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Sidrap akan selalu memiliki tempat istimewa bagi saya dan keluarga. Banyak kenangan, kebersamaan, serta dukungan yang kami rasakan selama bertugas di daerah ini,” ungkap Fantry.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, seluruh jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat Sidrap atas sinergi yang luar biasa. Saya berharap hubungan baik ini tetap terjaga dan Sidrap terus berkembang menjadi daerah yang semakin maju,” sambungnya.

    Kapolres Sidrap yang baru, AKBP Indra Waspada Yuda, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan. Ia juga menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh masyarakat. Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” tutur Indra.

    Ia juga menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sidrap.

  • Membanggakan! Mangkubumi M. Kustim Persembahkan Juara III O2SN Provinsi Sulsel untuk UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang

    Membanggakan! Mangkubumi M. Kustim Persembahkan Juara III O2SN Provinsi Sulsel untuk UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang

    SIDRAP.KN– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang.
    Siswi atas nama Mangkubumi M. Kustim berhasil meraih Juara III pada cabang olahraga Renang 50 Meter Gaya Bebas Putri dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.

    Ajang O2SN menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat olahraga peserta didik dari seluruh daerah di Sulawesi Selatan.

    Kepala UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang, Siswadi, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih siswinya.

    Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin berlatih, serta dukungan orang tua, pelatih, dan seluruh warga sekolah.

    “Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang.

    Semoga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi, berprestasi, dan mengharumkan nama sekolah di berbagai ajang kompetisi,” ujarnya.

    Ia juga berharap Mangkubumi M. Kustim terus meningkatkan kemampuan dan semangat berlatih agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang.

    Keberhasilan ini menambah deretan prestasi yang diraih UPT SMAN 2 Sidenreng Rappang di tingkat provinsi serta menjadi bukti komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi akademik maupun nonakademik peserta didik.

    Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berjuang, menjunjung tinggi sportivitas, dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.(*)

  • Owner Taman Wisata Puncak Bila Gratiskan Pengunjung Bernama Agus Selama Bulan Agustus Sambut HUT RI ke-81

    Owner Taman Wisata Puncak Bila Gratiskan Pengunjung Bernama Agus Selama Bulan Agustus Sambut HUT RI ke-81

    SIDRAP. KN– Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Owner Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihim Halim, memberikan promo spesial bagi masyarakat yang memiliki nama Agus.

    Selama bulan Agustus, seluruh pengunjung yang memiliki unsur nama “Agus” dapat menikmati gratis tiket masuk ke Taman Wisata Puncak Bila.

    Program ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus semangat menyambut bulan kemerdekaan yang identik dengan nama “Agustus”.

    Ahmad Shalihim Halim mengatakan, pengunjung cukup menunjukkan KTP atau identitas resmi yang terdapat nama Agus kepada petugas di pintu masuk.

    “Cukup bawa KTP atau identitas yang terdapat nama Agus. Selama bulan Agustus, kami gratiskan masuk ke Taman Wisata Puncak Bila.

    Ini adalah bentuk partisipasi kami dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus berbagi kebahagiaan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Ia berharap promo tersebut dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berwisata bersama keluarga sambil menikmati keindahan alam, spot foto, serta berbagai fasilitas yang tersedia di Taman Wisata Puncak Bila.

    Program ini berlaku selama 1–31 Agustus, khusus bagi pengunjung yang dapat menunjukkan identitas resmi dengan unsur nama “Agus” sesuai syarat yang telah ditentukan.

    Masyarakat pun diundang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan bersama-sama merayakan semangat kemerdekaan Indonesia di Taman Wisata Puncak Bila.(*)

  • Selamat Pak Ersan

    Selamat Pak Ersan

    Oleh: Edy Basri

    Saya baru sadar.

    Ternyata mengajak orang kuliah itu lebih sulit daripada mengajak orang ngopi.

    Kalau ngopi, cukup bilang, “Ayo ke warkop.”

    Lima menit kemudian biasanya sudah duduk.

    Kalau kuliah?

    Bisa 4 tahun kemudian baru kelihatan hasilnya.

    Karena itu saya teringat Ersan.

    Dia baru saja menyelesaikan ujian skripsinya.

    Lalu yudisium.

    Selesai.

    Resmi.

    Sah.

    Tidak bisa dibantah.

    Tidak bisa diganggu gugat.

    Kalau sekarang ada yang memanggilnya “Sarjana Hukum”, itu bukan bercanda.

    Itu kenyataan.

    Saya mengenalnya sekitar empat tahun silam.

    Di Warkop Ruby, Pangkajene.

    Milik Puang Ucu.

    Saya lupa hari apa.

    Saya juga lupa sedang minum kopi apa.

    Yang saya ingat hanya satu.

    Ada seorang anak muda duduk sendirian.

    Tidak membawa aura pejabat.

    Tidak membawa aura pengusaha.

    Apalagi aura calon anggota DPR.

    Ia terlihat seperti anak muda biasa.

    Bedanya, ia menyapa lebih dulu.

    Namanya Ersan.

    Kami ngobrol.

    Ternyata dia wartawan.

    Saya langsung senang.

    Wartawan itu punya penyakit yang sama.

    Kalau bertemu wartawan lain, pasti ngobrolnya panjang.

    Seolah baru bertemu saudara yang hilang.

    Padahal baru kenal lima menit.

    Saya bertanya macam-macam.

    Asal mana.

    Kerja di mana.

    Aktivitas apa.

    Lalu saya bertanya satu hal.

    “Kuliah di mana?”

    Jawabannya pendek.

    “Belum kuliah, Kak.”

    Saya kira dia bercanda.

    Ternyata tidak.

    Saya tanya lagi.

    “Alumni apa?”

    “SMA.”

    Hanya itu.

    SMA.

    Titik.

    Tidak ada embel-embel.

    Tidak ada tambahan.

    Tidak ada gelar.

    Saat itu saya melihat wajah yang santai.

    Terlalu santai malah.

    Seolah hidup tidak punya masalah.

    Padahal hidup selalu punya masalah.

    Terutama kalau masih muda dan belum punya ijazah sarjana.

    Saya lalu bilang kepadanya:

    “Kamu masih muda.”

    “Kuliahlah.”

    Ia hanya tersenyum.

    Nah.

    Di sinilah biasanya masalah dimulai.

    Kalau seseorang menjawab nasihat dengan senyuman, kita tidak pernah tahu apakah dia setuju atau sedang berusaha sopan.

    Banyak orang tersenyum.

    Lalu menghilang.

    Tidak pernah muncul lagi.

    Saya kira Ersan juga begitu.

    Ternyata saya salah.

    Ia benar-benar kuliah.

    Bahkan masuk ke kampus tempat saya mengajar.

    Di sinilah saya mulai sedikit khawatir.

    Karena sekarang saya bukan hanya teman ngopi.

    Saya juga dosennya.

    Saya tahu bagaimana dunia wartawan.

    Saya hidup di dunia itu.

    Saya tahu jadwal wartawan lebih berantakan daripada jadwal mahasiswa.

    Kadang berangkat pagi.

    Kadang pulang tengah malam.

    Kadang makan siang jam lima sore.

    Kadang sarapan jam dua belas siang.

    Kadang tidak tahu hari apa.

    Yang penting berita naik.

    Karena itu saya sempat berpikir:

    Jangan-jangan Ersan hanya bertahan satu atau dua semester.

    Lalu hilang.

    Seperti banyak mahasiswa lainnya.

    Saya salah lagi.

    Ia bertahan.

    Walaupun harus saya akui, bertahannya dengan gaya khas Ersan.

    Santai.

    Tidak panik.

    Tidak terburu-buru.

    Kalau ada lomba mahasiswa paling tenang menghadapi tugas, mungkin dia juaranya.

    Kadang saya heran.

    Dosen mulai panik.

    Teman-temannya mulai panik.

    Tenggat tugas tinggal besok.

    Ersan masih bisa terlihat menikmati kopi.

    Seolah dunia baik-baik saja.

    Padahal tidak baik-baik saja.

    Tapi anehnya, tugas tetap selesai.

    Ujian tetap ikut.

    Nilai tetap keluar.

    Semester tetap berjalan.

    Saya lalu sampai pada satu kesimpulan.

    Ersan ini bukan malas.

    Ia hanya terlalu berbakat untuk terlihat santai.

    Meski saya yakin sebagian dosennya tidak setuju dengan kesimpulan itu.

    Termasuk saya sendiri.

    Yang menarik, selama kuliah ia tetap menjadi wartawan.

    Tetap meliput.

    Tetap menulis.

    Tetap mengejar narasumber.

    Tetap hidup dalam dunia yang setiap hari berubah.

    Pagi berita A.

    Siang berita B.

    Sore berita C.

    Malam muncul berita D.

    Besok pagi semuanya berubah lagi.

    Dunia wartawan memang tidak pernah memberi kesempatan untuk bermalas-malasan.

    Karena berita tidak pernah menunggu.

    Namun di tengah kesibukan itu, ia tetap menyimpan satu target.

    Lulus.

    Menyelesaikan kuliah.

    Mendapatkan gelar.

    Dan target itu akhirnya tercapai.

    Kemarin.

    Saat saya melihat kabar yudisiumnya, pikiran saya langsung terbang ke Warkop Ruby.

    Ke meja kopi itu.

    Ke percakapan sederhana itu.

    Aneh juga.

    Kadang hidup ditentukan oleh hal-hal yang terlihat tidak penting.

    Obrolan biasa.

    Pertemuan biasa.

    Nasihat biasa.

    Tetapi dampaknya luar biasa.

    Saya membayangkan jika hari itu saya tidak singgah ke Ruby.

    Atau Ersan tidak menyapa.

    Atau saya tidak bertanya soal kuliah.

    Mungkin cerita ini berbeda.

    Mungkin.

    Tapi hidup tidak mengenal kata “mungkin”.

    Yang ada adalah kenyataan.

    Dan kenyataannya hari ini Ersan sudah Sarjana Hukum.

    Saya ikut bangga.

    Bukan karena saya dosennya.

    Bukan pula karena saya pernah menyuruhnya kuliah.

    Saya bangga karena ia membuktikan satu hal yang sering dilupakan anak muda.

    Bahwa masa depan tidak dibangun oleh niat.

    Melainkan oleh ketahanan.

    Banyak orang punya niat kuliah.

    Sedikit yang bertahan sampai wisuda.

    Banyak orang punya mimpi besar.

    Sedikit yang sanggup menahan bosan.

    Padahal keberhasilan sering kali tidak ditentukan oleh kecerdasan.

    Melainkan kemampuan bertahan ketika mulai lelah.

    Ersan berhasil melewati itu.

    Kini ia memiliki dua identitas.

    Jurnalis.

    Dan Sarjana Hukum.

    Dua dunia yang sebenarnya saling melengkapi.

    Satu mencari fakta.

    Satu mencari keadilan.

    Saya tidak tahu ke mana langkahnya setelah ini.

    Tetapi saya tahu satu hal.

    Anak muda yang dulu saya temui di Warkop Ruby itu sudah berhasil memenangkan pertarungan pertamanya.

    Melawan keraguan.

    Melawan kesibukan.

    Melawan rasa malas.

    Terutama melawan dirinya sendiri.

    Dan percayalah.

    Pertarungan terakhir itulah yang paling sulit dimenangkan.

    Kini, kamu di akhir cerita.

    Kamu sudah lulus.

    Selamat ya.

    Selamat Pak Ersan. (*)

  • Respon Cepat Atasi Kebutuhan LPG, Pemkab Sidrap Kembali Salurkan Extra Dropping

    Respon Cepat Atasi Kebutuhan LPG, Pemkab Sidrap Kembali Salurkan Extra Dropping

    SIDRAP.KN—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang kembali merealisasikan extra dropping (tambahan suplai) LPG 3 Kg sebagai upaya memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat.

    Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi Pemkab Sidrap bersama PT Pertamina melalui Sales Branch Manager (SBM) Wilayah II Sulselbar sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan LPG 3 Kg masyarakat.

    Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap Haris mengatakan, extra dropping ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Syaharuddin Alrif untuk memastikan kebutuhan LPG masyarakat terpenuhi dan distribusi berjalan tepat sasaran.

    Haris menjelaskan, dalam extra dropping kali ini, disalurkan sebanyak 8 mobil pengangkut LPG 3 Kg ke berbagai wilayah di Kabupaten Sidrap.

    “Setiap mobil membawa 560 tabung LPG 3 Kg. Penyaluran extra dropping dilakukan hari ini, kemarin, dan besok ke berbagai wilayah,” jelas Haris, Jumat (31/7/2026).

    Diungkapkannya pula, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menginstruksikan agar tambahan suplai tersebut dikawal secara maksimal hingga sampai kepada masyarakat.

    Para camat bersama unsur Forkopimca diminta melakukan pengawasan terhadap proses distribusi agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

    Haris menambahkan, extra dropping tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan dalam bulan ini.

    “PT Pertamina memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemkab Sidrap dalam merespons kebutuhan tambahan LPG 3 Kg dan melakukan koordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat,” tandasnya.

  • Wabup Nurkanaah Tinjau Edukasi Kesehatan Mata, Dorong Deteksi Gangguan Penglihatan Sejak Dini

    Wabup Nurkanaah Tinjau Edukasi Kesehatan Mata, Dorong Deteksi Gangguan Penglihatan Sejak Dini

    SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, meninjau langsung kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan mata di SDN 11 Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Rabu (29/7/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap upaya deteksi dini gangguan penglihatan pada anak usia sekolah sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung proses belajar.

    Dalam kunjungan tersebut, Nurkanaah didampingi Kepala SDN 11 Pangkajene beserta para guru. Ia menyaksikan secara langsung proses edukasi dan pemeriksaan awal kesehatan mata yang dilakukan Duta Donasi MGI (PT Mega Gloryoung Internasional) kepada para siswa.

    Di hadapan para peserta didik, Nurkanaah mengajak mereka agar tidak takut mengikuti pemeriksaan kesehatan mata. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini akan membantu mengetahui kondisi penglihatan anak sehingga dapat segera ditangani apabila ditemukan gangguan.

    “Anak-anakku tidak perlu takut mengikuti kegiatan ini. Program ini bertujuan membantu anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mata. Melalui pemeriksaan ini, anak-anakku akan mengetahui kondisi penglihatannya, apakah mengalami rabun jauh, rabun dekat, atau gangguan lainnya sehingga dapat ditangani sejak dini,” ujar Nurkanaah.

    Ia mengapresiasi kepedulian Duta Donasi MGI bersama PT Mega Gloryoung Internasional yang menghadirkan program edukasi kesehatan mata di lingkungan sekolah. Menurutnya, kesehatan mata menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kenyamanan dan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

    Sementara itu, Duta Donasi MGI, Nikita, menjelaskan bahwa selain memberikan sosialisasi dan edukasi, timnya juga melaksanakan pemeriksaan awal serta pengambilan sampel terhadap para siswa.

    “Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, kami menemukan beberapa adik-adik yang mengalami gangguan penglihatan. Temuan ini menjadi langkah awal agar mereka dapat memperoleh penanganan yang tepat sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar mereka,” jelas Nikita.

    Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para siswa dan guru. Melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan mata sejak dini, diharapkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan penglihatan terus meningkat sehingga gangguan mata dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.

  • Stadion Ganggawa Dipenuhi Jemaah, Warga Sidrap Satukan Doa dalam Salat Istisqa

    Stadion Ganggawa Dipenuhi Jemaah, Warga Sidrap Satukan Doa dalam Salat Istisqa

    SIDRAP.KN—Stadion Ganggawa, Pangkajene, dipenuhi jemaah dari berbagai penjuru Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (30/7/2026). Mereka mengikuti Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di tengah musim kemarau yang masih melanda.

    Salat Istisqa yang diikuti belasan ribu warga ini menjadi ikhtiar spiritual yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama masyarakat sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT di tengah kemarau yang berdampak pada ketersediaan air dan aktivitas pertanian.

    Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif hadir bersama Wakil Bupati Nurkanaah mengikuti salat berjemaah. Turut hadir Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Sidrap Andi Rieskha Rahmat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kakan Kemenag, para kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta segenap elemen warga.

    Salat dipimpin Imam Besar Masjid Agung Sidrap, H. Irwan Ali, sedangkan khutbah disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidrap, K.H. Malik Tibe. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jemaah memperbanyak istigfar, bertaubat, meningkatkan ketakwaan, serta menjadikan ujian yang dihadapi sebagai momentum memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

    Bupati Syaharuddin Alrif mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin yang harus menyertai berbagai langkah nyata pemerintah dalam menghadapi dampak musim kemarau.

    “Ikhtiar kita sebagai manusia adalah memperbaiki jalur irigasi, mendistribusikan air secara merata, desa per desa, dusun per dusun, sampai petak per petak, diatur dengan baik. Apa pun upaya sebagai manusia, kita harus tetap berdoa, berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua yang hadir mengikuti Salat Istisqa. Menurutnya, kebersamaan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi tantangan yang sedang dihadapi daerah.

    “Terima kasih kepada seluruh masyarakat. Saya senang, terharu, dan gembira melihat masyarakat berkumpul. Mari kita senantiasa berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT,” tandasnya.

    Sebelum pelaksanaan Salat Istisqa ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap telah mengimbau masyarakat memperbanyak amalan, seperti puasa sunnah, istigfar, zikir, doa, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar memohon turunnya hujan.