Kategori: Sidrap

  • Lurah Baula Dampingi Kabid Pembangunan Tinjau Penimbunan Tanggul Saluran Sekunder Perencanaan Jalan Inspeksi

    Lurah Baula Dampingi Kabid Pembangunan Tinjau Penimbunan Tanggul Saluran Sekunder Perencanaan Jalan Inspeksi

    SIDRAP.KN– Lurah Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Junaidi, mendampingi Kepala Bidang Pembangunan dan Perbaikan Perawatan Jalan serta Jembatan Kabupaten Sidrap bersama pengawas pekerjaan meninjau kegiatan penimbunan tanggul saluran sekunder di lokasi perencanaan Jalan Inspeksi, Kelurahan Baula.

    Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pekerjaan di lapangan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur serta mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah Kelurahan Baula.

    Lurah Baula, Junaidi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas perhatian dan realisasi pekerjaan tersebut.

    Junaidi mengatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Sidrap setelah melakukan peninjauan lokasi pascabanjir yang terjadi beberapa bulan lalu.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang telah memberikan perhatian dan melaksanakan pekerjaan ini. Pekerjaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bapak Bupati setelah meninjau lokasi pascabanjir beberapa bulan lalu,” ujar Junaidi.

    Ia menambahkan, penimbunan tanggul saluran sekunder tersebut sangat penting sebagai bagian dari persiapan pembangunan Jalan Inspeksi sekaligus mendukung penataan infrastruktur di Kelurahan Baula.

    Menurutnya, pembangunan dan perbaikan infrastruktur merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat serta memperlancar akses di wilayah kelurahan.

    Junaidi berharap pekerjaan tersebut dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kelurahan Baula dan sekitarnya.

    “Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan baik sehingga nantinya dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses dan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Baula,” tutupnya.

  • Sambangi Kodim 1420, Kapolres Sidrap Tegaskan TNI-Polri Solid

    Sambangi Kodim 1420, Kapolres Sidrap Tegaskan TNI-Polri Solid

    SIDRAP. KN—Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda melakukan kunjungan silaturahmi resmi ke Makodim 1420 Sidrap. Kunjungan ini bertujuan memperkokoh sinergi TNI-Polri untuk mengawal stabilitas dan program prioritas nasional.

      Pertemuan digelar pada Rabu, (19/8/2026) siang. Kedatangan Kapolres Sidrap bersama jajaran pejabat utama (PJU) disambut hangat oleh Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar beserta jajaran Makodim.

      Pertemuan strategis ini digelar sebagai wujud nyata dan langkah konkret kewilayahan dalam mendukung serta mengawal implementasi program prioritas Presiden RI di tingkat daerah sekaligus memantapkan koordinasi pengamanan wilayah.

      “Bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa yang tentunya kami memiliki kewajiban untuk terus kompak sehingga kami tetap solid” ujar Kapolres Sidrap.

      Indra yang merupakan sapaan Kapolres Sidrap juga mengatakan bahwa dirinya bersama Dandim siap mendukung dan mengawal program pemerintah daerah. Ia menegaskan Polisi dan Tentara akan bersama menjaga situasi Kabupaten Sidrap tetap kondusif.

      “Sinergisitas TNI bersama Polri dan dukungan seluruh stakeholder serta elemen masyarakat pastinya akan berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah – tengah masyarakat “ lanjutnya.

      Pertemuan dan kehadiran ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjaga kerja sama dan koordinasi yang baik demi menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Sidrap.

    1. Bupati Syaharuddin Panen Raya di Sumpang Mango, Produktivitas Capai 10,7 Ton per Hektare

      Bupati Syaharuddin Panen Raya di Sumpang Mango, Produktivitas Capai 10,7 Ton per Hektare

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memimpin panen raya padi di Desa Sumpang Mango, Kecamatan Dua Pitue, Sabtu (15/8/2026). Sebagaimana panen-panen sebelumnya, Bupati Syaharuddin kembali turut turun langsung mengoperasikan kendaraan pemanen (combine harvester).

      Panen dihadiri Anggota DPRD Maradona, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, para kepala OPD, kepala bagian Sekretariat Daerah, Camat Dua Pitue, Kepala Desa Sumpang Mango, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

      Berdasarkan laporan hasil ubinan yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat, produktivitas padi di lokasi panen raya mencapai 10,7 ton per hektare. Bupati berharap hasil tersebut dapat menggambarkan potensi produksi di seluruh hamparan sawah Sumpang Mango.

      “Tadi hasil laporan berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh BPP, Alhamdulillah dapat 10,7 ton. Nanti kita mau cek prakteknya. Mudah-mudahan semua hamparan sawah yang ada di Sumpang Mango kalau dihitung bisa 10,7 ton,” jelasnya.

      Capaian itu menjadi salah satu indikator keberhasilan upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penguatan dukungan bagi petani, mulai dari ketersediaan pupuk, pengelolaan air, pendampingan, hingga penerapan pertanian modern.

      Syaharuddin menyampaikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidrap dilakukan dengan memperkuat sektor pekerjaan utama warga, salah satunya pertanian. Menurutnya, sebagian besar masyarakat di wilayah sentra pertanian menggantungkan hidup dari sektor padi.

      “Bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap lewat pekerjaan utamanya. Di Desa Sumpang Mango ini, 96 persen masyarakatnya bekerja di sektor pertanian padi,” ujarnya.

      Ia menjelaskan, berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam satu tahun enam bulan terakhir mulai menunjukkan hasil. Dukungan terhadap petani terus diperkuat melalui kelancaran pupuk, stabilitas harga gabah, serta pengaturan kebutuhan air.

      “Alhamdulillah terobosan pekerjaan kita selama 1 tahun 6 bulan ini berjalan. Pupuk lancar, harga gabah stabil, metode kebutuhan air kita atur. Pekerjaan kita di sektor pertanian dan perkebunan perlahan-lahan kita tingkatkan,” katanya.

      Syaharuddin menegaskan target pemerintah daerah adalah mendorong seluruh petani Sidrap mencapai produktivitas 10 ton gabah per hektare. Dengan luas sawah sekitar 52 ribu hektare, target tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi padi Sidrap hingga 1 juta ton per tahun.

      “Semua petani di Sidrap harus dapat 10 ton per hektare. Supaya sawah kita di Sidrap yang 52.000 hektare itu bisa kita panen setahun 1 juta ton,” tegasnya.

      Menurutnya, optimalisasi sawah irigasi maupun nonirigasi menjadi bagian penting dalam mencapai target tersebut. Pemerintah daerah juga terus menyiapkan program lanjutan untuk tahun 2026–2027 dengan memperkuat konsep Pertanian Modern melalui program PM-AAS.

      Program tersebut diarahkan untuk mengubah sistem bertanam di Sidrap melalui dukungan teknologi, pengaturan pola tanam, serta pendampingan kepada petani.

      “Kita siapkan pupuk, siapkan air, siapkan pendampingan, jaga harga. Petani yang kerja maksimal di lapangan. Kalau kita kompak, Insya Allah Sumpang Mango bisa jadi contoh, Pitu Riawa bisa jadi contoh, dan Sidrap bisa tembus 1 juta ton setahun,” tutur Syaharuddin.

      Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Salah satunya melalui bantuan OPLAH nonsawah seluas 112 hektare yang telah direalisasikan pada 2025.

      Kepala Desa Sumpang Mango, Jamaluddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Bupati Sidrap terhadap sektor pertanian di desanya.

      “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sidrap yang selama ini selalu mendukung pertanian di Sumpang Mango,” ujarnya.

      Panen raya di Sumpang Mango menjadi gambaran potensi pertanian Sidrap yang terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, penyuluh, dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

    2. Wabup Nurkanaah Pimpin Gladi Bersih Jelang Upacara Kemerdekaan

      Wabup Nurkanaah Pimpin Gladi Bersih Jelang Upacara Kemerdekaan

      SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, memimpin gladi bersih persiapan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sidrap di Lapangan Kompleks SKPD Sidrap, Sabtu (15/8/2026).

      Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Nurkanaah mengikuti simulasi seluruh rangkaian prosesi upacara yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

      Gladi bersih diikuti Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sidrap Tahun 2026, unsur TNI-Polri, serta seluruh petugas upacara.

      Simulasi meliputi persiapan pasukan, pengibaran bendera, hingga tata urutan pelaksanaan upacara.

      Nurkanaah menekankan pentingnya kesiapan, disiplin, dan kekompakan seluruh petugas agar pelaksanaan upacara pada hari H berlangsung lancar dan khidmat.

      “Gladi bersih ini menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh rangkaian upacara terlaksana dengan baik. Saya berharap seluruh petugas dapat menjaga disiplin, kekompakan, dan semangat sehingga pada pelaksanaan upacara nanti dapat memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sidrap,” ujarnya.

      Ia juga memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah menjalani latihan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

      Melalui gladi bersih ini, Pemkab Sidrap memantapkan kesiapan seluruh petugas sebelum pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

    3. Komitmen Wujudkan Target Pembangunan, DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

      Komitmen Wujudkan Target Pembangunan, DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

      SIDRAP.KN—DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap resmi menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

      Penandatanganan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Sidrap, Jumat (14/8/2026) pukul 14.50 WITA, bertempat di Kantor DPRD Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae.

      Rapat dipimpin Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, didampingi Wakil Ketua Muhammad Rasyid Ridha Bakri dan Wakil Ketua II Arifin Damis.

      Turut hadir Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Waka Polres Sidrap Kompol Sumardi, Kepala Seksi PAPBB Kejaksaan Negeri Sidrap Adi, Pasi Ops Kodim 1420 Sidrap Kapten CPL Junarman.

      Hadir pula para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, kepala bagian lingkup Pemkab Sidrap, pejabat eselon III, serta para camat se-Kabupaten Sidrap.

      Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan pimpinan DPRD bersama Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Nota kesepakatan tersebut menjadi dasar dalam tahapan penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

      Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse menyampaikan KUA dan PPAS merupakan bagian penting dalam proses penyusunan APBD karena memuat arah kebijakan serta prioritas pembangunan daerah.

      “KUA dan PPAS menjadi dasar bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027,” ujarnya.

      Ia menjelaskan, dalam proses pembahasan, Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah telah membahas berbagai aspek penyusunan KUA dan PPAS, meliputi asumsi dasar penyusunan APBD, kebijakan pendapatan, belanja, pembiayaan daerah, serta prioritas dan plafon anggaran.

      Pembahasan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat serta arah pembangunan Kabupaten Sidenreng Rappang.

      “Setelah melalui seluruh rangkaian pembahasan, hari ini kita sampai pada tahapan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 antara pimpinan DPRD dan Bupati Sidenreng Rappang,” kata Takyuddin.

      Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sidrap, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sidrap beserta jajaran Pemerintah Daerah, khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah, atas kerja sama dan komitmen selama proses pembahasan hingga tercapainya kesepakatan.

      Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi landasan dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027, sehingga kebijakan anggaran yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Sidenreng Rappang.

    4. Puncak Bila Jadi Magnet Nasional, 400 Mobil KIDC Indonesia Siap Serbu Sidrap

      Puncak Bila Jadi Magnet Nasional, 400 Mobil KIDC Indonesia Siap Serbu Sidrap

      SIDRAP. KN— Ada yang berbeda di Puncak Bila pada akhir pekan, 22–23 Agustus 2026 mendatang. Destinasi wisata kebanggaan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu tak hanya akan dipenuhi panorama perbukitan dan udara sejuk, tetapi juga deretan ratusan kendaraan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

      Sekitar 400 mobil dipastikan ambil bagian dalam agenda Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12, sebuah perhelatan yang diproyeksikan menjadi salah satu gathering komunitas otomotif terbesar di Sulawesi Selatan tahun ini.

      Jika biasanya Puncak Bila menjadi tempat berburu matahari terbit dan menikmati bentang alam, kali ini kawasan tersebut akan berubah menjadi panggung besar silaturahmi nasional. Ratusan anggota komunitas akan berkumpul dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan, memperkuat persaudaraan, dan memperingati perjalanan KIDC Indonesia yang telah menginjak usia 12 tahun.

      Lebih dari sekadar touring, kegiatan ini dinilai memiliki nilai strategis bagi promosi daerah. Di era digital saat ini, setiap perjalanan bukan hanya terekam di jalan raya, tetapi juga hidup di media sosial.

      Ratusan peserta yang datang membawa kendaraan mereka juga membawa kamera, telepon pintar, drone, dan akun media sosial yang siap memproduksi ribuan foto, video, reels, vlog, hingga konten perjalanan.

      Dalam istilah dunia digital, kegiatan seperti ini dikenal memiliki efek organic reach yang sangat kuat. Satu unggahan dapat menjangkau ribuan orang, sementara ratusan unggahan dapat menciptakan gelombang promosi yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan iklan konvensional.

      Karena itu, kehadiran KIDC Indonesia bukan hanya membawa rombongan kendaraan, tetapi juga menghadirkan potensi promosi wisata yang luar biasa bagi Kabupaten Sidrap.

      Pengelola Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halin, menyatakan kesiapan pihaknya menyambut seluruh peserta yang akan hadir.

      Menurutnya, Puncak Bila merasa terhormat dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan anniversary komunitas otomotif berskala nasional tersebut.

      “Kami menyambut baik kedatangan keluarga besar KIDC Indonesia. Semoga Puncak Bila menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi yang memberikan kesan positif bagi seluruh peserta,” ujarnya.

      Sementara itu, Ketua Panitia Fadlan Herman mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan agar kegiatan berjalan aman, nyaman, dan berkesan.

      Ia berharap perayaan tersebut mampu menjadi ruang memperkuat solidaritas anggota sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

      “Ini bukan sekadar touring dan anniversary. Ini momentum memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan yang selama ini menjadi identitas KIDC Indonesia,” katanya.

      Bagi pelaku usaha lokal, kedatangan ratusan peserta tentu menjadi peluang tersendiri. Hotel, penginapan, rumah makan, pelaku UMKM hingga sektor jasa wisata diperkirakan akan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung selama kegiatan berlangsung.

      Ketua Umum KIDC Indonesia, Irwan Bahar, menegaskan bahwa usia ke-12 merupakan tonggak penting dalam perjalanan organisasi yang selama ini tumbuh dari semangat kebersamaan para anggotanya.

      Menurutnya, anniversary kali ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, melainkan juga ruang mempererat hubungan antarsesama anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

      “Kami ingin Anniversary KIDC Indonesia ke-12 menjadi momentum untuk semakin mempererat silaturahmi dan kekeluargaan. Terima kasih kepada pengelola Puncak Bila dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

      Dengan mengusung tema “Kemerdekaan, Persaudaraan, dan Kebersamaan”, kegiatan tersebut diprediksi menjadi lebih dari sekadar agenda komunitas.

      Di balik deru mesin kendaraan dan barisan mobil yang memadati kawasan wisata, tersimpan pesan tentang solidaritas, persatuan, dan kecintaan terhadap daerah yang dikunjungi.

      Ketika ratusan kendaraan itu nanti memasuki gerbang Puncak Bila, yang datang bukan hanya peserta touring. Mereka membawa cerita, membawa persahabatan, dan membawa ribuan peluang promosi yang akan memperkenalkan keindahan Sidrap kepada publik yang lebih luas.

      Dan di sanalah Puncak Bila mengambil perannya—bukan hanya sebagai lokasi wisata, tetapi sebagai etalase yang memperlihatkan bahwa Sidrap siap menjadi tuan rumah bagi event-event nasional yang mampu menggerakkan ekonomi, membangun citra daerah, dan menciptakan jejak digital yang bertahan jauh lebih lama daripada perjalanan itu sendiri. (*)

    5. Hasil Lomba HUT RI ke-81 di Watang Sidenreng Dipertanyakan, Sekolah Soroti Penilaian Olahraga dan Seni

      Hasil Lomba HUT RI ke-81 di Watang Sidenreng Dipertanyakan, Sekolah Soroti Penilaian Olahraga dan Seni

      SIDRAP.KN– Sejumlah sekolah di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mempertanyakan hasil berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Watang Sidenreng.

      Sorotan terutama datang dari kalangan sekolah yang menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam hasil perlombaan, baik pada cabang olahraga maupun seni. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lomba gerak jalan indah tingkat sekolah dasar (SD).

      Sejumlah peserta menilai hasil yang diumumkan belum sepenuhnya mencerminkan penampilan peserta di lapangan. Ada sekolah yang merasa telah tampil maksimal dengan mengedepankan kekompakan, kerapian, variasi gerakan, kreativitas dan kedisiplinan, namun tidak berhasil meraih juara.

      Di sisi lain, muncul pula pertanyaan karena terdapat sekolah yang disebut mendapatkan juara meski menurut penilaian sebagian peserta dan penonton tidak memenangkan perlombaan yang diikuti.

      Kondisi tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan sekolah dan masyarakat yang menyaksikan langsung rangkaian perlombaan.

      “Yang kami pertanyakan bukan semata-mata soal kalah atau menang. Kami berharap proses penilaian benar-benar objektif, transparan dan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan sejak awal,” ujar salah seorang pihak sekolah yang meminta namanya tidak disebutkan.

      Menurut sejumlah sekolah, persoalan penilaian tidak hanya terjadi pada gerak jalan indah, tetapi juga menjadi perhatian dalam beberapa perlombaan olahraga dan seni. Karena itu, mereka berharap panitia dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme, indikator serta dasar penentuan juara.

      Sekolah juga mendorong adanya evaluasi terhadap pelaksanaan perlombaan tahun ini. Evaluasi dinilai penting agar setiap peserta memperoleh perlakuan yang sama dan hasil perlombaan dapat diterima secara sportif oleh seluruh pihak.

      Apalagi, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan hampir setiap kegiatan direkam melalui kamera telepon genggam. Dokumentasi berupa foto dan video dari peserta maupun penonton dapat menjadi bahan evaluasi apabila terdapat perbedaan antara penampilan di lapangan dengan hasil yang diumumkan.

      Sejumlah peserta juga berharap penilaian tidak dipengaruhi oleh hubungan keluarga, kedekatan maupun latar belakang orang tua peserta. Mereka meminta seluruh peserta dinilai berdasarkan kemampuan dan penampilan selama mengikuti perlombaan.

      “Harapan kami semua sekolah diperlakukan sama. Jangan melihat siapa orang tua atau keluarganya. Yang menjadi dasar penilaian haruslah penampilan dan kriteria lomba,” harap salah seorang peserta.

      Meski demikian, tudingan mengenai adanya keberpihakan maupun pengaturan hasil perlombaan sebaiknya dapat diklarifikasi melalui penjelasan resmi panitia dan dewan juri. Dengan demikian, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

      Lomba dalam rangka HUT RI sejatinya bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, semangat kemerdekaan dan sportivitas kepada para peserta didik.

      Oleh karena itu, sekolah-sekolah berharap pelaksanaan HUT RI pada tahun berikutnya dapat dilakukan dengan sistem penilaian yang lebih transparan. Kriteria penilaian diharapkan disampaikan secara jelas kepada peserta, sementara dewan juri dapat bekerja secara profesional dan independen.

      Sekolah juga berharap hasil penilaian, apabila memungkinkan, dapat dilengkapi dengan dokumentasi atau rekapitulasi penilaian sehingga setiap peserta memiliki gambaran yang jelas mengenai dasar penentuan juara.

      Dengan evaluasi dan perbaikan tersebut, diharapkan perlombaan HUT RI di Kecamatan Watang Sidenreng ke depan dapat berlangsung lebih adil, transparan dan menjunjung tinggi sportivitas, sehingga tidak lagi menimbulkan polemik maupun pertanyaan dari sekolah dan masyarakat.

    6. Gerak Jalan Indah SD di Watang Sidenreng Tuai Sorotan, Sekolah Pertanyakan Penilaian

      Gerak Jalan Indah SD di Watang Sidenreng Tuai Sorotan, Sekolah Pertanyakan Penilaian

      SIDRAP. KN– Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mempertanyakan hasil penilaian lomba gerak jalan indah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Watang Sidenreng.

      Pertanyaan tersebut muncul setelah sejumlah peserta menilai hasil perlombaan belum sepenuhnya mencerminkan penampilan barisan di lapangan. Ada sekolah yang merasa telah menampilkan barisan dengan baik, mulai dari kekompakan, kerapian, variasi gerakan hingga kreativitas, namun tidak berhasil meraih juara.

      Di sisi lain, terdapat pula barisan yang dinilai peserta lain tampil biasa-biasa saja, tetapi justru memperoleh juara. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan tanda tanya di kalangan sekolah dan masyarakat yang menyaksikan langsung perlombaan.

      Sejumlah pihak berharap panitia dapat memberikan penjelasan terkait mekanisme dan indikator penilaian yang digunakan dalam menentukan pemenang.

      “Yang kami pertanyakan bukan soal kalah atau menang. Kami hanya berharap penilaiannya benar-benar objektif, transparan dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” ujar salah seorang pihak sekolah yang meminta namanya tidak disebutkan.

      Karena itu, panitia diharapkan dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba, khususnya sistem penilaian dan penyampaian hasil kepada peserta.

      Sejumlah sekolah juga berharap pada pelaksanaan HUT RI tahun berikutnya, proses penilaian dapat dilakukan secara lebih terbuka dengan melibatkan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

      Apalagi, saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju. Hampir setiap kegiatan masyarakat dapat direkam melalui kamera telepon genggam. Dokumentasi berupa foto dan video dari penonton dapat menjadi bahan evaluasi apabila terjadi perbedaan antara penampilan di lapangan dan hasil penilaian.

      Peserta berharap panitia tidak memberikan penilaian berdasarkan hubungan keluarga, kedekatan maupun status orang tua peserta. Penilaian hendaknya murni berdasarkan penampilan dan kriteria perlombaan.

      “Jangan sampai ada anggapan bahwa anak pejabat, pimpinan atau keluarga panitia lebih mudah mendapatkan juara. Kami berharap semua sekolah diperlakukan sama. Yang dinilai adalah penampilan anak-anak di lapangan,” harap salah seorang peserta.

      Menurut mereka, lomba gerak jalan indah seharusnya menjadi ajang untuk menanamkan semangat kemerdekaan, kedisiplinan, kekompakan, kreativitas dan sportivitas kepada para siswa.

      Oleh karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan lomba tahun ini dinilai penting agar ke depan tidak menimbulkan polemik serupa. Transparansi kriteria penilaian, profesionalitas dewan juri serta dokumentasi hasil penilaian diharapkan dapat menjadi perhatian panitia pada perayaan HUT RI berikutnya.

      Sekolah-sekolah berharap semangat perlombaan tetap mengedepankan sportivitas, keadilan dan objektivitas, sehingga setiap peserta dapat menerima hasil pertandingan dengan lapang dada dan masyarakat tidak lagi mempertanyakan proses penentuan juara.(*)

    7. Peduli Petani di Tengah Kemarau, Polres Sidrap Siram Sawah Pakai Water Cannon

      Peduli Petani di Tengah Kemarau, Polres Sidrap Siram Sawah Pakai Water Cannon

      SIDRAP.KOMPAKNEWS– Di tengah ancaman kekeringan yang membuat pasokan air ke lahan persawahan semakin terbatas, Polres Sidrap kembali menunjukkan kepeduliannya kepada petani.

      Personel Satuan Samapta Polres Sidrap mengerahkan kendaraan taktis Water Cannon untuk membantu mengairi lahan sawah warga di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Jumat (14/8/2026).

      Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Sidrap AKP Aiyub. Personel turun ke lokasi dan melakukan penyemprotan air menggunakan kendaraan Water Cannon ke lahan sawah milik H. Mustamin (50).

      Lahan persawahan seluas sekitar 80 are tersebut mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

      Terbatasnya sumber air membuat kebutuhan pengairan sawah menjadi persoalan bagi petani.

      Kondisi itu kemudian mendapat perhatian dari jajaran Polres Sidrap yang berinisiatif memberikan bantuan dengan memanfaatkan kendaraan Water Cannon untuk menyuplai air ke lahan pertanian.

      Personel Samapta tampak bekerja membantu mengalirkan air ke area persawahan agar tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air di tengah kondisi kemarau.

      Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari H. Mustamin. Pemilik sawah mengaku senang dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Sidrap atas kepedulian yang diberikan kepada petani.

      Menurutnya, bantuan air tersebut sangat berarti di tengah kondisi sawah yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

      Aksi tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya membantu warga yang terdampak kondisi kekeringan.

      Melalui pengerahan Water Cannon untuk membantu pengairan sawah, Polres Sidrap tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.

      Di tengah musim kemarau, kepedulian seperti ini menjadi angin segar bagi petani agar tetap mampu mempertahankan lahan pertanian mereka dan menjaga keberlangsungan produksi pangan di Kabupaten Sidrap. (*)

    8. Tak Butuh Waktu Lama, URC Satreskrim Polres Sidrap Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan

      Tak Butuh Waktu Lama, URC Satreskrim Polres Sidrap Ringkus Terduga Pelaku Penganiayaan

      Sidrap. KN— Respons cepat ditunjukkan Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Sidrap dalam menangani laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan Monumen Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. Tak butuh waktu lama setelah kejadian, personel URC Satreskrim Polres Sidrap bergerak melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan seorang pria berinisial “NS” (40), yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.

      Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 00.14 Wita. Korban “MY” (36), diketahui berada di kawasan Monumen Ganggawa sebelum terlibat insiden dengan terduga pelaku.

      Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick menjelaskan bahwa Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dan terduga pelaku sebelumnya berada di lokasi permainan tembak-tembakan Gel Blaster.

      “Saat keduanya bertemu, terduga pelaku diduga menarik kerah baju korban. Setelah itu, korban dipukul menggunakan tangan kanan pada bagian wajah sebelah kiri.
      Akibat kejadian tersebut, korban mengalami rasa sakit serta memar kemerahan pada wajah. Korban juga mengalami luka gores pada bagian leher” ujar Welfrick

      Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Ia menyebut perbuatannya dilakukan karena merasa kesal setelah melihat korban yang dinilainya bersikap angkuh di hadapan umum.

      “Terduga pelaku kini telah diamankan dan menjalani proses penyidikan di Satreskrim Polres Sidrap. Penanganan perkara tersebut masih berlanjut. Penyidik mendalami keterangan terduga pelaku, korban, serta fakta-fakta lain yang berkaitan dengan kejadian guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh” lanjutnya

      Langkah cepat URC Satreskrim Polres Sidrap dalam menindaklanjuti laporan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan respons terhadap laporan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Sidrap.

    9. Puskesmas Amparita Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Gerak Jalan Indah di Tellu Limpoe

      Puskesmas Amparita Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Gerak Jalan Indah di Tellu Limpoe

      SIDRAP.KN– UPT Puskesmas Amparita turut ambil bagian dalam kegiatan gerak jalan indah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (13/8/2026).

      Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh jajaran Puskesmas Amparita. Para peserta tampil kompak dengan berbagai variasi barisan dan gerakan untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus menyemarakkan perayaan HUT RI ke-81.

      Kepala UPT Puskesmas Amparita, Sulastri Saad, S.KM., M.KM., mengatakan, keikutsertaan Puskesmas Amparita dalam gerak jalan indah merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

      “Setiap tahun kami ikut ambil bagian dalam barisan untuk meramaikan perayaan HUT RI. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan ikut berpartisipasi. Semoga kekompakan dalam barisan ini dapat menampilkan yang terbaik,” ujar Sulastri.

      Salah satu penampilan yang menarik perhatian masyarakat adalah senam kreasi Saromase yang terus ditampilkan para peserta sepanjang perjalanan. Dengan penuh semangat, senam kreasi tersebut diperagakan mulai dari Massepe hingga Teteaji.

      Danton barisan, Gayatri, A.M.K., juga tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada seluruh anggota barisan. Setiap kali melewati kerumunan penonton, ia mengarahkan peserta menampilkan variasi gerakan senam Saromase sehingga suasana semakin meriah.

      Turut mendampingi perjalanan barisan, Kepala Tata Usaha Puskesmas Amparita, Sutoyo, S.Si., Apt., yang terus memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap kompak dan bersemangat hingga mencapai garis akhir.

      Meski harus berjalan di bawah teriknya matahari, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta gerak jalan Puskesmas Amparita. Mereka tetap tampil antusias, disiplin, dan menjaga kekompakan barisan sepanjang rute yang dilalui.

      Selain ikut memeriahkan kegiatan, Puskesmas Amparita juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung aspek kesehatan dan keselamatan selama pelaksanaan gerak jalan. Tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) disiagakan untuk memberikan pelayanan apabila terdapat peserta yang membutuhkan pertolongan.

      Sementara itu, mobil ambulans Puskesmas Amparita juga tetap dalam kondisi siap siaga selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kesehatan serta memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.

      Keikutsertaan Puskesmas Amparita diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT RI ke-81, tetapi juga semakin mempererat kekompakan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh jajaran Puskesmas Amparita bersama masyarakat Kecamatan Tellu Limpoe.(Madi)

    10. Lurah Baula Junaidi Apresiasi Program KKN-PK 69 dan KKN-T 116 Unhas yang Beri Manfaat bagi Warga

      Lurah Baula Junaidi Apresiasi Program KKN-PK 69 dan KKN-T 116 Unhas yang Beri Manfaat bagi Warga

      SIDRAP. KN– Lurah Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Junaidi, menghadiri Seminar Evaluasi Program Kerja Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 dan KKN Tematik (KKN-T) 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, 11 Agustus 2026.

      Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Baula dan menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan KKN yang bertujuan menyampaikan sekaligus mengevaluasi berbagai program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa selama berada di Kelurahan Baula.

      Seminar evaluasi ini dihadiri pihak Kelurahan Baula, supervisor, dosen pendamping, serta mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 dan KKN-T 116.

      Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Hasanuddin, penyampaian laporan koordinator kelurahan, sambutan dari pihak terkait, serta pemaparan dan evaluasi program kerja mahasiswa.

      Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan berbagai program kerja yang telah dilaksanakan, mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, digitalisasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

      Pemaparan juga meliputi proses pelaksanaan kegiatan, hasil yang dicapai, output program, serta berbagai kendala yang ditemukan selama mahasiswa menjalankan program di tengah masyarakat.

      Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum program kerja KKN-PK dan KKN-T telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Baula. Sejumlah program juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil evaluasi, serta menghasilkan berbagai media edukasi dan output yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

      Koordinator Kelurahan KKN-PK Angkatan 69, Ahmad Dzakwan Nur Akram Putera Zulkarnain, mengatakan bahwa program kerja KKN-PK merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

      “Program kerja KKN-PK menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Evaluasi juga menjadi kesempatan untuk melihat ketercapaian tujuan dan manfaat kegiatan yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

      Sementara itu, Koordinator Kelurahan KKN-T 116, Yusuf Ramadhan Lisaw, menyampaikan bahwa pelaksanaan program kerja memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat.

      “Pelaksanaan program kerja menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Evaluasi dilakukan untuk melihat proses, hasil, dan kendala dari setiap program kerja,” katanya.

      Lurah Baula Junaidi mengapresiasi pelaksanaan KKN-PK dan KKN-T yang telah memberikan berbagai kontribusi positif bagi masyarakat Kelurahan Baula.

      Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran di lapangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjawab berbagai kebutuhan di wilayah tersebut.

      Ia berharap pengalaman selama melaksanakan KKN dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi di tengah masyarakat, sekaligus berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi warga Kelurahan Baula.