Kategori: Sidrap

  • Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 di Mapolres Sidrap

    Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 di Mapolres Sidrap

    SIDRAP. KN—Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Polres Sidrap bersama masyarakat, Kamis (16/6/26) dinihari.

      Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Polres Sidrap tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Selain di tingkat Polres, nobar juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah Polsek jajaran Polres Sidrap.

      Peserta dari berbagai kalangan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan sambil menyaksikan pertandingan antara Tim Nasional Portugal melawan RD Kongo. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

      Tak ketinggalan, Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong bersama para pejabat utama Polres juga turut hadir berbaur bersama masyarakat. Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini merupakan implementasi semangat Polri Presisi yang mengedepankan kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat.

      “Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik” ujarnya

      Fantry, sapaan Kapolres Sidrap juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi nyata dari semangat “Polri Untuk Masyarakat” yang merupakan tagline Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026.

      “Dengan terlaksananya kegiatan ini mampu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat situasi yang aman dan kondusif menjelang peringatan puncak hari jadi Polri ke 80 pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang” tutupnya

    1. Sidrap Terbaik Tangani Kemiskinan dan Stunting, Bupati Syaharuddin: Jadikan Motivasi untuk Terus Berprestasi

      Sidrap Terbaik Tangani Kemiskinan dan Stunting, Bupati Syaharuddin: Jadikan Motivasi untuk Terus Berprestasi

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mendorong jajaran pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik. Capaian Sidrap sebagai daerah terbaik dalam penanganan kemiskinan dan penurunan stunting di wilayah Sulawesi menjadi motivasi untuk melahirkan prestasi lainnya.

      Hal tersebut disampaikan Syaharuddin saat memimpin Upacara Integrasi Nasional tingkat Kabupaten Sidrap, Rabu (17/6/2026), di Lapangan Upacara Kompleks Kantor SKPD Sidrap, Jalan Harapan Baru, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu.

      Syaharuddin menyampaikan, di tahun 2026 ini Kabupaten Sidrap berhasil mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah terbaik dalam penanganan kemiskinan dan penurunan stunting di wilayah Sulawesi.

      “Prestasi ini merupakan gambaran nyata kinerja pelaksanaan pemerintahan,” ujar Syaharuddin.

      Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta seluruh lapisan masyarakat atas capaian tersebut.

      Menurutnya, prestasi yang diraih harus menjadi pemacu untuk bekerja lebih baik. Aparatur diminta tidak hanya menjalankan tugas secara rutin, tetapi terus mencari terobosan dan berinovasi dalam memberikan pelayanan.

      “Jangan bekerja yang standar-standar saja, bekerja out of the box. Tunjukkan prestasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh aparat untuk berinovasi dan berkreasi dalam bekerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

      Syaharuddin juga menuturkan, upacara integritas menjadi momentum untuk menyegarkan kembali semangat aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, Sapta Marga, Tri Brata, dan Panca Prasetya Korpri menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

      Upacara tersebut dirangkaikan dengan pelepasan tujuh truk telur dari Sidrap ke berbagai daerah, pelepasan 47 peserta Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke Gorontalo, pengumuman pemenang OSM (Olimpiade Sains Madrasah), pelepasan peserta Orion ke-4, peserta Omnas 15, peserta JSO, serta penampilan senam matematika (sempoa).

      Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kasdim 1420 Sidrap Mayor Inf Wahyudi, Wakapolres Sidrap Kompol Sumardi, Kasubsi 1 Intel Kejaksaan Sidrap Jemmi, serta Hakim Pengadilan Negeri Sidrap Fuadil Umam.

      Tampak pula Kepala Kantor Kementerian Agama Fitriadi, Kepala Kantor Kementerian Haji Sidrap Muhammad Syairin, Kepala BNNK Sidrap Syahril Said, Kepala BPN Sidrap Amir, para asisten, kepala perangkat daerah, pejabat eselon, serta tamu undangan lainnya.

      Adapun peserta upacara terdiri atas personel Kodim 1420/Sidrap, Polres Sidrap, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, serta seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Sidrap.

    2. KNPI dan OKP Se-Sidrap Audiensi dengan Disporapar, Bahas Indeks Pembangunan Pemuda

      KNPI dan OKP Se-Sidrap Audiensi dengan Disporapar, Bahas Indeks Pembangunan Pemuda

      SIDRAP.KN– Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) bersama seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar audiensi dan silaturahmi dengan jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 27 Juni 2026.

      Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Sidrap didampingi para ketua OKP beserta jajaran pengurus. Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidrap, Aris Yasin, bersama Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar, Hj. Nirmala.

      Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen kerja sama antara lembaga kepemudaan dan pemerintah daerah dalam rangka memajukan pembangunan kepemudaan di wilayah tersebut.

      Ketua DPD KNPI Kabupaten Sidrap, Aswagino, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk tanggapan positif terhadap ajakan audiensi. Kegiatan ini dinilai penting sebagai upaya penguatan orientasi kelembagaan dan penyamaan visi di antara berbagai elemen pemuda.

      “Kami dari DPD KNPI Sidrap merespons ajakan audiensi ini bersama kawan-kawan OKP se-Sidrap sebagai bentuk penguatan orientasi kelembagaan dan penyamaan visi, khususnya dalam pembangunan kepemudaan di Kabupaten Sidrap. Dari perbincangan ini, kita berharap lahir kegiatan dan program bersama agar tercapai visi pemerintah dalam pembangunan kepemudaan,” ujar Aswagino.

      Sementara itu, Kepala Disporapar Aris Yasin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menilai audiensi ini menjadi langkah awal yang baik untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah dengan organisasi pemuda.

      Dalam kesempatan tersebut, Aris Yasin yang baru saja dilantik beberapa hari sebelumnya juga menjelaskan acuan resmi yang digunakan untuk menilai kemajuan generasi muda. Ia menyebutkan bahwa pengukuran pembangunan kepemudaan didasarkan pada instrumen Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang memiliki landasan hukum kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan.

      “Beliau memaparkan bahwa adapun untuk mengukur tingkat pembangunan kepemudaan maka digunakan instrumen pengukuran Indeks Pembangunan Pemuda bersama Perda Kepemudaan sebagai legal standingnya. Dengan domain lima lapisan dasar pembangunan yakni, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, partisipasi dan kepemimpinan serta inklusivitas dan kesetaraan gender,” jelasnya.

      Kepala Dinas juga mendorong agar Indeks Pembangunan Pemuda dijadikan acuan utama dalam menyusun program kerja ke depan, mengingat hal ini menjadi tolok ukur yang objektif.

      “Saya mendorong kepada lembaga-lembaga kepemudaan bahwa mengukur Indeks Pembangunan Pemuda ini penting untuk dijadikan program bersama. Ke depannya kita memerlukan keterlibatan teman-teman semua, yakni KNPI bersama seluruh OKP,” tegas Aris Yasin.

      Merespons arahan tersebut, Ketua KNPI Sidrap menyampaikan rencana tindak lanjut yang akan segera dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengadakan Forum Diskusi Kelompok (FGD) khusus untuk membahas secara mendalam isi Perda Kepemudaan dan strategi peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda di Kabupaten Sidrap.

      “Dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan FGD khusus untuk membahas Perda Kepemudaan dan Indeks Pembangunan Kepemudaan di Kabupaten Sidrap,” pungkas Aswagino.

      Dengan adanya kesepahaman ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan organisasi pemuda semakin kokoh sehingga melahirkan program-program yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas serta peran pemuda dalam pembangunan daerah.

    3. Puncak Bila Dipilih Jadi Lokasi Family Gathering, Owner Sampaikan Terima Kasih kepada UPT SDN 4 Watang Sidenreng

      Puncak Bila Dipilih Jadi Lokasi Family Gathering, Owner Sampaikan Terima Kasih kepada UPT SDN 4 Watang Sidenreng

      SIDRAP.KN– UPT SD Negeri 4 Watang Sidenreng melaksanakan kegiatan Family Gathering di Taman Wisata Puncak Bila pada Sabtu-Minggu, 13–14 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas VI bersama para guru dan orang tua siswa.

      Kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua, kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan yang berkesan bagi para siswa kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

      Pada malam hari, suasana di Taman Wisata Puncak Bila semakin semarak. Para orang tua, guru, dan siswa menikmati kesejukan udara sambil mengikuti hiburan sederhana di depan Villa dengan bernyanyi secara bergantian. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

      Kepala UPT SDN 4 Watang Sidenreng, Safruddin Basa, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua siswa yang telah bekerja sama sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan sukses.

      “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua siswa atas kerja sama, dukungan, dan kekompakannya. Berkat kebersamaan semua pihak, kegiatan Family Gathering ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi kenangan indah bagi anak-anak,” ujar Safruddin Basa.

      Sementara itu, Wali Kelas VI, Ilham, S.Pd, pada pagi harinya memandu pelaksanaan senam bersama siswa-Siswi.

      Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan hasil kelulusan siswa-siswi kelas VI yang disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh seluruh peserta.
      Setelah rangkaian kegiatan selesai, para siswa, orang tua, dan guru menikmati waktu bersama dengan berenang di kolam wisata yang tersedia di kawasan Puncak Bila.

      “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan yang terjalin menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi anak-anak,” kata Ilham.

      Di tempat yang sama, Owner Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihim Salim, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan UPT SDN 4 Watang Sidenreng yang telah memilih Puncak Bila sebagai lokasi kegiatan.

      “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan para siswa, guru, dan orang tua yang datang menikmati keindahan Taman Wisata Puncak Bila.

      Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dan membantu memantau keselamatan pengunjung, terutama anak-anak yang berenang di kolam. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam fasilitas maupun pelayanan kami,” ungkap Ahmad Shalihim Salim.

      Kegiatan Family Gathering tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua serta menjadi penutup yang manis bagi perjalanan siswa-siswi kelas VI UPT SDN 4 Watang Sidenreng sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi(*)

    4. Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel

      Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel

      SIDRAP.KN– Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Soefarto B., S.Ag., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Dr. I Gst. Ayu Uik Astuti, M.Si sebagai Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Jabatan Pembimas Hindu merupakan bagian dari struktur Bimas Hindu di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

      Soefarto mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas amanah yang diberikan kepada Dr. I Gst. Ayu Uik Astuti. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi harapan baru bagi kemajuan pelayanan keagamaan Hindu, pembinaan umat, serta penguatan program-program pendidikan dan keagamaan Hindu di Sulawesi Selatan.

      “Kami keluarga besar Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Ibu Dr. I Gst. Ayu Uik Astuti, M.Si sebagai Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

      Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Bimas Hindu Sulawesi Selatan semakin maju, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada umat Hindu,” ujar Soefarto.

      Ia juga berharap sinergi antara Pembimas Hindu Provinsi dengan Penyelenggara Hindu Kabupaten/Kota dapat semakin kuat dalam mendukung program Kementerian Agama, khususnya dalam pembinaan umat, peningkatan kualitas pendidikan agama Hindu, serta penguatan moderasi beragama.

      “Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik dan membawa kemajuan bagi umat Hindu di Sulawesi Selatan, termasuk di Kabupaten Sidenreng Rappang,” tambahnya.

      Ucapan selamat tersebut juga disampaikan sebagai bentuk dukungan dan harapan agar kepemimpinan baru di Bimas Hindu Sulawesi Selatan mampu menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat serta memperkuat kerukunan umat beragama di daerah.(*)

    5. Bupati Sidrap Siap Bangunkan Rumah Layak Huni untuk Ladali Lansia Sebatang Kara di Wettee

      Bupati Sidrap Siap Bangunkan Rumah Layak Huni untuk Ladali Lansia Sebatang Kara di Wettee

      SIDRAP. KN— Kepedulian Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, kembali ditunjukkan melalui aksi nyata.

      Setelah kisah pilu Ladali (70), lansia sebatang kara yang hidup di rumah tak layak huni di Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, menjadi perhatian publik, Bupati Sidrap memastikan akan segera membangunkan rumah yang layak untuk ditempati.

      Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh H. Syaharuddin Alrif pada Senin malam (15/6/2026), sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi memprihatinkan yang dialami warga lanjut usia tersebut.

      Sebelumnya, Ladali hidup seorang diri di sebuah rumah panggung yang kondisinya sangat memprihatinkan.

      Dinding rumah yang mulai rapuh, bangunan yang tampak nyaris roboh, hingga tidak adanya penerangan saat malam hari menjadi potret getir kehidupan yang dijalani lansia tersebut.

      Dengan kondisi penglihatan yang sudah tidak lagi jelas akibat faktor usia, Ladali tetap berjuang menjalani hari-harinya tanpa pendamping keluarga.

      Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya mengandalkan uluran tangan para tetangga yang dengan ikhlas berbagi makanan seadanya.

      Saat malam tiba, Ladali harus menjalani waktu istirahat dalam gelap gulita karena rumah yang ditempatinya tidak memiliki penerangan yang memadai.

      Kondisi itu membuat warga sekitar merasa prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah.

      Harapan itu pun akhirnya mendapat jawaban. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah untuk membangunkan rumah layak huni bagi Ladali.

      “Kita akan segera bangunkan rumah yang layak untuk Bapak Ladali. Beliau harus mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman di usia senjanya,” ujar Syaharuddin Alrif.

      Keputusan tersebut disambut haru oleh warga sekitar yang selama ini menjadi saksi perjuangan Ladali bertahan hidup di tengah segala keterbatasan.

      Salah seorang tetangga Ladali, Hj Juwarni, sebelumnya mengungkapkan bahwa warga hanya mampu membantu sebatas kebutuhan sehari-hari.

      “Kita memberikan makanan apa adanya. Apa yang kita makan itu yang kita kasi. Begini ji kondisi rumahnya sekarang, tidak layak huni. Dulu pernah ada bantuan dari pemerintah, namun sekarang sudah tidak ada,” tuturnya.

      Langkah cepat Bupati Sidrap tersebut dinilai sebagai bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.

      Kepedulian itu juga menjadi secercah harapan bagi Ladali, yang selama ini menjalani hari-harinya dalam kesendirian, keterbatasan penglihatan, serta rumah yang jauh dari kata layak.

      Kini, di tengah gelap yang selama ini menyelimuti hidupnya, harapan baru mulai menyala. Ladali tak lagi hanya menanti uluran tangan tetangga, tetapi juga menantikan hadirnya rumah yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat untuk menghabiskan sisa usianya.

    6. Makan dari Belas Kasih Tetangga, Lansia 70 Tahun di Wette’e Sidrap Tinggal di Rumah Tak Layak Huni dan Gelap

      Makan dari Belas Kasih Tetangga, Lansia 70 Tahun di Wette’e Sidrap Tinggal di Rumah Tak Layak Huni dan Gelap

      SIDRAP.KN— Di usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Ladali (70) justru harus menjalani hidup dalam keterbatasan yang menyayat hati.

      Warga Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu hidup sebatang kara di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.

      Dengan kondisi kedua mata yang sudah tidak mampu melihat dengan jelas, Ladali tetap berjuang menjalani hari-harinya seorang diri.

      Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya bisa mengandalkan kepedulian para tetangga yang dengan tulus berbagi makanan seadanya.

      Pantauan di lokasi pada Senin (15/6/2026), rumah yang ditempati Ladali tampak sangat memprihatinkan.

      Dinding dan bagian bangunan lainnya terlihat rapuh, sementara kondisi tempat tinggal tersebut tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.

      Tak hanya itu, Ladali juga hidup tanpa aliran penerangan yang memadai di rumahnya. Saat malam tiba, rumah sederhana yang ditempatinya diselimuti kegelapan.

      Tanpa lampu yang menerangi, lansia tersebut harus menghabiskan malam-malamnya dalam gelap gulita dengan kondisi penglihatan yang sudah sangat terbatas.

      Meski hidup dalam keterbatasan dan tanpa keluarga yang mendampingi, Ladali tetap bertahan dengan segala kekuatan yang dimilikinya.

      Sosok lansia itu menjadi gambaran nyata tentang perjuangan hidup di tengah himpitan usia dan kondisi fisik yang semakin melemah.

      Salah seorang tetangganya, Hj Juwarni, mengaku tak tega melihat kondisi Ladali. Bersama warga sekitar, mereka berusaha membantu semampunya agar Ladali tetap bisa makan setiap hari.

      “Kita memberikan makanan apa adanya. Apa yang kita makan itu yang kita kasi. Begini ji kondisi rumahnya sekarang, tidak layak huni. Dulu pernah ada bantuan dari pemerintah, namun sekarang sudah tidak ada,” ungkap Hj Juwarni.

      Kepedulian warga sekitar menjadi satu-satunya sandaran bagi Ladali untuk bertahan hidup. Namun, bantuan sukarela dari tetangga tentu tidak dapat menjadi solusi jangka panjang atas kondisi yang dialaminya.

      Kisah Ladali menjadi potret pilu yang masih terjadi di tengah masyarakat. Di saat banyak orang menikmati masa tua dengan penuh kebahagiaan, ia justru harus berjuang seorang diri di rumah yang nyaris roboh dan tanpa penerangan saat malam hari.

      Harapan pun tertuju kepada pemerintah, para dermawan, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial agar dapat hadir memberikan uluran tangan, sehingga Ladali dapat menikmati sisa usianya dengan lebih layak, aman, terang, dan bermartabat.

      Terpisah, Lurah Wettee Hastina menyampaikan bahwa pernah dua kali untuk permohonan usulan baik lewat KNPI maupun Baznas. Namun sampai sekrang belum terealisasi.

      “Pertama lewat KNPI dulu waktu ada usulan untuk permintaan beda rumah. Namun salah satu pengurusnya bilang simpan dulu datanya. Begitu juga Baznas perna saya sampaikan ke salah satu pengurusnya. Namun belum ditanggapi,” jelasnya. (*)

    7. Owner Taman Wisata Puncak Bila Apresiasi Edukasi Kebencanaan BPBD Sidrap untuk Anak Usia Dini

      Owner Taman Wisata Puncak Bila Apresiasi Edukasi Kebencanaan BPBD Sidrap untuk Anak Usia Dini

      SIDRAP.KN– Owner Taman Wisata Puncak Bila Riase, Ahmad Shalihin Halim, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukasi kebencanaan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap bersama peserta didik TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang dalam kegiatan Outing School di Taman Wisata Puncak Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kamis (11/6/2026).

      Kegiatan yang mengusung pembelajaran kesiapsiagaan bencana tersebut menghadirkan berbagai simulasi menarik dan edukatif, mulai dari penggunaan pelampung, simulasi naik perahu, hingga wahana flying fox yang dirancang khusus untuk mengenalkan risiko bencana dan keselamatan diri kepada anak-anak sejak usia dini.

      Ahmad Shalihin Halim menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada BPBD Sidrap yang telah memanfaatkan Taman Wisata Puncak Bila sebagai lokasi pembelajaran luar kelas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi perkembangan pengetahuan anak-anak.

      “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan BPBD Sidrap bersama TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang. Edukasi seperti ini sangat penting karena mengajarkan anak-anak tentang keselamatan dan kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan pemahaman sejak dini,” ujar Ahmad Shalihin Halim.

      Kegiatan tersebut merupakan puncak tema pembelajaran “Air, Api, Udara, dan Tanah” yang selama ini dipelajari para peserta didik. BPBD Sidrap hadir sebagai narasumber dengan memberikan materi yang disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami sesuai usia anak-anak.

      Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sidrap, Andi Mallepute, bersama tim BPBD memberikan edukasi tentang pengenalan risiko bencana, keselamatan diri, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

      Selain menerima materi, para peserta juga diajak mengikuti simulasi penggunaan pelampung dan praktik naik perahu dengan pendampingan petugas. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mencoba wahana flying fox yang bertujuan melatih keberanian, kepercayaan diri, serta ketangkasan dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.
      Menurut Andi Mallepute, edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

      “Kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak dini melalui metode yang mudah dipahami dan menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak dapat memiliki pengetahuan dasar mengenai keselamatan diri yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya mewakili Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Patriadi.

      Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat. Kolaborasi antara BPBD Sidrap, lembaga pendidikan, dan Taman Wisata Puncak Bila diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung terwujudnya generasi Sidrap yang tangguh, peduli keselamatan, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.(*)

    8. Sapu, Parang, dan Karung Jadi Senjata Warga Pangkajene, Sidrap Siapkan Kampung Anti Narkoba

      Sapu, Parang, dan Karung Jadi Senjata Warga Pangkajene, Sidrap Siapkan Kampung Anti Narkoba

      Sidrap.KN— Suasana pagi di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Jumat, 12 Juni 2026, tampak berbeda dari biasanya. Personel kepolisian, aparat kelurahan, hingga warga dari RT 01 hingga RT 03 serempak turun ke jalan dalam satu gerakan: kerja bakti massal untuk memperkuat status Kampung Bebas Narkoba (KBN) Mappadeceng.

      Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih lingkungan. Di balik sapu, parang, dan karung sampah yang dibawa warga, tersimpan target besar: menjadikan Mappadeceng sebagai kampung percontohan anti-narkoba di tingkat Polda Sulawesi Selatan.

      Kerja bakti ini digelar rutin setiap pekan ini, dengan titik kumpul di Jalan Poros dekat Pos Lantas KTL 1 Kelurahan Pangkajene. Sasaran kegiatan meliputi pembersihan sampah berserakan dan pemangkasan rumput liar yang mulai menutupi sejumlah titik lingkungan.

      Dasar kegiatan ini merujuk pada Surat Telegram Kapolda Sulsel terkait Lomba KBN dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara, serta Surat Perintah Kapolres Sidrap tentang pembenahan wilayah Mappadeceng sebagai kawasan Kampung Bebas Narkoba.

      Sejumlah unsur dilibatkan dalam kegiatan ini, mulai dari personel Satresnarkoba Polres Sidrap, aparat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, hingga kelompok ibu PKK. Semua bergerak dalam satu pola yang sama: membenahi lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial terhadap narkoba.

      Pihak panitia menegaskan bahwa KBN Mappadeceng bukan hanya program seremonial, tetapi gerakan bersama yang menuntut partisipasi aktif masyarakat. Kebersihan lingkungan disebut menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kawasan yang sehat, tertib, dan bebas dari pengaruh narkotika.

      “Ini bukan sekadar lomba, tapi komitmen bersama. Kampung ini milik kita, dan wajahnya harus mencerminkan semangat anti-narkoba,” demikian pesan yang disampaikan dalam imbauan kegiatan.

      Warga juga diminta membawa peralatan kerja seadanya seperti sapu, parang, arit, hingga karung untuk mempercepat proses pembersihan wilayah.

      Di tengah semangat gotong royong tersebut, Mappadeceng kini tidak hanya dipandang sebagai titik lokasi lomba, tetapi juga simbol kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang disebut BERSINAR: Bersih dari Narkoba.

      Jika gerakan ini konsisten, Mappadeceng bukan hanya bersih secara fisik, tetapi juga berpeluang menjadi model kampung yang kuat secara sosial dalam perang panjang melawan narkotika di Sidrap. (*)

    9. Wajo Jadi Pelopor, Kji Sulsel Siapkan Pelantikan Perdana di Daerah

      Wajo Jadi Pelopor, Kji Sulsel Siapkan Pelantikan Perdana di Daerah

      WAJO. KN— Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Provinsi Sulawesi Selatan bersiap menorehkan sejarah baru dengan menggelar pelantikan Pengurus Daerah KJI Kabupaten Wajo Masa Bakti 2026–2029 pada 15 Juni 2026. Pelantikan ini menjadi yang pertama untuk tingkat kabupaten/kota di wilayah KJI Sulawesi Selatan.

      Momentum tersebut dipandang sebagai langkah awal konsolidasi organisasi jurnalis yang lebih terstruktur di daerah. KJI Sulsel menempatkan Wajo sebagai daerah percontohan dalam penguatan etika, profesionalisme, dan tata kelola organisasi pers di tingkat lokal.

      Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, menegaskan bahwa pelantikan di Wajo dalam waktu dekat, bukan sekadar agenda administratif, melainkan titik awal pembentukan standar organisasi di daerah.

      Ia berharap KJI Wajo dapat menjadi contoh bagi pengurus di kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan, baik dari sisi integritas kepengurusan maupun kualitas kerja-kerja jurnalistik yang dihasilkan.

      “Wajo kita jadikan role model awal. Setelah ini, sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan juga akan segera menyusul pelantikan,” demikian penegasan Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, Kamis, 11 Juni 2026.

      KJI Sulsel juga memastikan bahwa dalam pelantikan tersebut akan digelar prosesi pengambilan sumpah dan janji pengurus yang menekankan nilai integritas, profesionalisme, dan kode etik jurnalistik. Prosesi itu akan dilaksanakan secara khidmat dengan pendekatan inklusif, di mana setiap pengurus mengikuti sumpah sesuai keyakinan masing-masing.

      Sumpah tersebut mencakup komitmen kesetiaan kepada organisasi, tanggung jawab dalam menjalankan amanah, kepatuhan pada kode etik jurnalistik, serta kewajiban mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

      Dengan pelantikan perdana ini, KJI Sulsel berharap terbentuknya fondasi kuat bagi pengembangan organisasi jurnalis yang lebih modern, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik di Sulawesi Selatan. (*)

    10. Taman Wisata Puncak Bila Jadi Destinasi Favorit Liburan Anak Sekolah di Sidrap

      Taman Wisata Puncak Bila Jadi Destinasi Favorit Liburan Anak Sekolah di Sidrap

      SIDRAP.KN– Usai pelaksanaan ujian akhir semester, khususnya bagi siswa kelas VI sekolah dasar, banyak anak memanfaatkan masa liburan dengan berwisata bersama teman-teman, guru, maupun keluarga.

      Salah satu destinasi yang paling diminati adalah Taman Wisata Puncak Bila Sidrap yang berada di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Tempat wisata ini dikenal sebagai salah satu tujuan rekreasi keluarga yang mudah dijangkau dan menawarkan beragam wahana menarik bagi anak-anak.

      Memasuki musim liburan sekolah, jumlah pengunjung di kawasan wisata tersebut terlihat meningkat.

      Anak-anak tampak menikmati berbagai fasilitas permainan dan wahana yang tersedia sambil menghabiskan waktu bersama keluarga maupun rombongan sekolah.

      Owner Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halim, mengatakan bahwa banyak wahana yang menjadi favorit anak-anak saat berkunjung ke lokasi wisata tersebut.

      “Anak-anak sangat senang bermain sepeda air atau bebek air, melihat sepeda raksasa, kursi raksasa,flying fox, Watterboom, Waterplay, balon air, rottel ball, tempat pemancingan serta berbagai wahana permainan lainnya yang tersedia di kawasan wisata ini,” ujarnya.

      Selain menawarkan beragam permainan, Puncak Bila juga menghadirkan suasana liburan yang semakin meriah dengan adanya hiburan musik langsung setiap akhir pekan maupun pada momen tertentu.

      Kehadiran live music membuat pengunjung, khususnya anak-anak dan keluarga, semakin betah menikmati waktu liburan mereka.

      “Yang lebih seru, selalu ada live musik sehingga anak-anak bisa lebih senang bermain, mandi-mandi di kolam renang, dan menikmati suasana liburan bersama keluarga,” tambah Ahmad Shalihin Halim.

      Destinasi wisata yang berlokasi di Desa Bila Riase ini memang dikenal memiliki berbagai fasilitas rekreasi keluarga, mulai dari kolam renang, sepeda air, area bermain, spot foto unik hingga berbagai wahana wisata lainnya yang memadukan panorama alam dengan hiburan modern.

      Dengan suasana yang sejuk, pemandangan alam yang indah, serta banyaknya pilihan wahana permainan, Taman Wisata Puncak Bila terus menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Sidrap dan daerah sekitar untuk menghabiskan masa liburan sekolah bersama keluarga.(*)

    11. Polisi Peduli, Sat. Narkoba Polres Sidrap Serahkan Bantuan Kepada Warga

      Polisi Peduli, Sat. Narkoba Polres Sidrap Serahkan Bantuan Kepada Warga

        SIDRAP. KN—Dalam upaya meringankan beban ekonomi warga serta mempererat hubungan dengan masyarakat, Satuan Narkoba Polres Sidrap melaksanakan aksi sosial dengan menyerahkan bantuan sembako berupa beras dan telur kepada warga yang kurang mampu di Kelurahan Wala Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap, Senin (8/6/26) siang.

        Penyaluran sembako tersebut dilakukan secara door to door dengan menyasar langsung rumah-rumah warga yang membutuhkan. Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong mengatakan Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.

        “Ini salah satu bukti wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat, juga sudah merupakan program unggulan kami “Polres Sidrap Berbagi” yang digelar secara kontinyu, guna terus menjalin kedekatan dengan masyarakat serta memberikan manfaat secara langsung kepada warga yang membutuhkan” ujarnya.

        Selain menyalurkan bantuan, polisi juga menyempatkan diri berkomunikasi dengan warga sembari mendengarkan aspirasi, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

        Warga yang menerima bantuan terlihat antusias dan menyampaikan rasa syukur mereka. Salah seorang penerima bantuan menyampaikan rasa syukur, terima kasih dengan penuh haru.

        “Terima kasih bapak-bapak Polisi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga perhatian bapak bernilai ibadah” kata nenek sumi (60) salah satu warga penerima bantuan.