Blog

  • 30 Tahun Hidup Sebatang Kara, Ladali Terharu Saat Bupati Sidrap Segera Bangunkan Rumah Layak Huni

    30 Tahun Hidup Sebatang Kara, Ladali Terharu Saat Bupati Sidrap Segera Bangunkan Rumah Layak Huni

    SIDRAP.KN– Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, meninjau langsung kondisi rumah milik Ladali di Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, Jumat (19/6/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan bantuan pembangunan rumah layak huni segera direalisasikan dengan model semi permanen yang dilengkapi fasilitas dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

    Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Baznas Sidrap, Camat Panca Lautang, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

    Kedatangan rombongan disambut hangat masyarakat dan para siswa yang antusias menyambut orang nomor satu di Kabupaten Sidrap tersebut.

    Saat melihat langsung kondisi rumah yang ditempati Ladali, Syaharuddin tampak terharu. Rumah sederhana yang telah dihuni seorang diri selama puluhan tahun itu dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah.

    Menurut informasi yang diterima, Ladali hidup sebatang kara tanpa pendamping keluarga.

    Selama kurang lebih 30 tahun, ia menjalani kehidupan seorang diri dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

    Meski hidup dalam kondisi serba sederhana, Ladali tetap bertahan dan menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran.

    Melihat kondisi tersebut, Syaharuddin langsung menginstruksikan agar proses pembangunan rumah baru dilakukan secepat mungkin melalui kolaborasi pemerintah daerah, Baznas, dan pihak terkait lainnya.

    “Rumah Pak Ladali harus segera dikerjakan. Kita akan bangun rumah semi permanen yang layak dan lengkap sehingga beliau bisa tinggal dengan nyaman dan aman,” tegas Syaharuddin.

    Ia mengatakan kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian khusus.

    “Tidak boleh ada warga yang luput dari perhatian. Pemerintah hadir untuk membantu dan memastikan masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

    Selain meninjau kondisi tempat tinggal, Bupati juga meminta instansi terkait melakukan pendataan dan memastikan seluruh dokumen kependudukan serta layanan kesehatan Ladali terpenuhi dengan baik.

    Kehadiran Bupati Sidrap bersama jajaran pemerintah daerah membawa harapan baru bagi Ladali.

    Setelah puluhan tahun menjalani hidup sebatang kara di rumah yang serba terbatas, ia kini akan memiliki tempat tinggal yang lebih layak sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. (*)

  • Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 di Mapolres Sidrap

    Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 di Mapolres Sidrap

    SIDRAP. KN—Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Polres Sidrap bersama masyarakat, Kamis (16/6/26) dinihari.

      Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Polres Sidrap tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Selain di tingkat Polres, nobar juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah Polsek jajaran Polres Sidrap.

      Peserta dari berbagai kalangan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan sambil menyaksikan pertandingan antara Tim Nasional Portugal melawan RD Kongo. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

      Tak ketinggalan, Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong bersama para pejabat utama Polres juga turut hadir berbaur bersama masyarakat. Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini merupakan implementasi semangat Polri Presisi yang mengedepankan kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat.

      “Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik” ujarnya

      Fantry, sapaan Kapolres Sidrap juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi nyata dari semangat “Polri Untuk Masyarakat” yang merupakan tagline Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026.

      “Dengan terlaksananya kegiatan ini mampu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat situasi yang aman dan kondusif menjelang peringatan puncak hari jadi Polri ke 80 pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang” tutupnya

    1. Sidrap Terbaik Tangani Kemiskinan dan Stunting, Bupati Syaharuddin: Jadikan Motivasi untuk Terus Berprestasi

      Sidrap Terbaik Tangani Kemiskinan dan Stunting, Bupati Syaharuddin: Jadikan Motivasi untuk Terus Berprestasi

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mendorong jajaran pemerintah daerah terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik. Capaian Sidrap sebagai daerah terbaik dalam penanganan kemiskinan dan penurunan stunting di wilayah Sulawesi menjadi motivasi untuk melahirkan prestasi lainnya.

      Hal tersebut disampaikan Syaharuddin saat memimpin Upacara Integrasi Nasional tingkat Kabupaten Sidrap, Rabu (17/6/2026), di Lapangan Upacara Kompleks Kantor SKPD Sidrap, Jalan Harapan Baru, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu.

      Syaharuddin menyampaikan, di tahun 2026 ini Kabupaten Sidrap berhasil mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebagai daerah terbaik dalam penanganan kemiskinan dan penurunan stunting di wilayah Sulawesi.

      “Prestasi ini merupakan gambaran nyata kinerja pelaksanaan pemerintahan,” ujar Syaharuddin.

      Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta seluruh lapisan masyarakat atas capaian tersebut.

      Menurutnya, prestasi yang diraih harus menjadi pemacu untuk bekerja lebih baik. Aparatur diminta tidak hanya menjalankan tugas secara rutin, tetapi terus mencari terobosan dan berinovasi dalam memberikan pelayanan.

      “Jangan bekerja yang standar-standar saja, bekerja out of the box. Tunjukkan prestasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh aparat untuk berinovasi dan berkreasi dalam bekerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

      Syaharuddin juga menuturkan, upacara integritas menjadi momentum untuk menyegarkan kembali semangat aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, Sapta Marga, Tri Brata, dan Panca Prasetya Korpri menjadi pengingat bagi seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

      Upacara tersebut dirangkaikan dengan pelepasan tujuh truk telur dari Sidrap ke berbagai daerah, pelepasan 47 peserta Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke Gorontalo, pengumuman pemenang OSM (Olimpiade Sains Madrasah), pelepasan peserta Orion ke-4, peserta Omnas 15, peserta JSO, serta penampilan senam matematika (sempoa).

      Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, Kasdim 1420 Sidrap Mayor Inf Wahyudi, Wakapolres Sidrap Kompol Sumardi, Kasubsi 1 Intel Kejaksaan Sidrap Jemmi, serta Hakim Pengadilan Negeri Sidrap Fuadil Umam.

      Tampak pula Kepala Kantor Kementerian Agama Fitriadi, Kepala Kantor Kementerian Haji Sidrap Muhammad Syairin, Kepala BNNK Sidrap Syahril Said, Kepala BPN Sidrap Amir, para asisten, kepala perangkat daerah, pejabat eselon, serta tamu undangan lainnya.

      Adapun peserta upacara terdiri atas personel Kodim 1420/Sidrap, Polres Sidrap, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, serta seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Sidrap.

    2. KNPI dan OKP Se-Sidrap Audiensi dengan Disporapar, Bahas Indeks Pembangunan Pemuda

      KNPI dan OKP Se-Sidrap Audiensi dengan Disporapar, Bahas Indeks Pembangunan Pemuda

      SIDRAP.KN– Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) bersama seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar audiensi dan silaturahmi dengan jajaran Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 27 Juni 2026.

      Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Sidrap didampingi para ketua OKP beserta jajaran pengurus. Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidrap, Aris Yasin, bersama Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar, Hj. Nirmala.

      Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen kerja sama antara lembaga kepemudaan dan pemerintah daerah dalam rangka memajukan pembangunan kepemudaan di wilayah tersebut.

      Ketua DPD KNPI Kabupaten Sidrap, Aswagino, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk tanggapan positif terhadap ajakan audiensi. Kegiatan ini dinilai penting sebagai upaya penguatan orientasi kelembagaan dan penyamaan visi di antara berbagai elemen pemuda.

      “Kami dari DPD KNPI Sidrap merespons ajakan audiensi ini bersama kawan-kawan OKP se-Sidrap sebagai bentuk penguatan orientasi kelembagaan dan penyamaan visi, khususnya dalam pembangunan kepemudaan di Kabupaten Sidrap. Dari perbincangan ini, kita berharap lahir kegiatan dan program bersama agar tercapai visi pemerintah dalam pembangunan kepemudaan,” ujar Aswagino.

      Sementara itu, Kepala Disporapar Aris Yasin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menilai audiensi ini menjadi langkah awal yang baik untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah dengan organisasi pemuda.

      Dalam kesempatan tersebut, Aris Yasin yang baru saja dilantik beberapa hari sebelumnya juga menjelaskan acuan resmi yang digunakan untuk menilai kemajuan generasi muda. Ia menyebutkan bahwa pengukuran pembangunan kepemudaan didasarkan pada instrumen Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang memiliki landasan hukum kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan.

      “Beliau memaparkan bahwa adapun untuk mengukur tingkat pembangunan kepemudaan maka digunakan instrumen pengukuran Indeks Pembangunan Pemuda bersama Perda Kepemudaan sebagai legal standingnya. Dengan domain lima lapisan dasar pembangunan yakni, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, partisipasi dan kepemimpinan serta inklusivitas dan kesetaraan gender,” jelasnya.

      Kepala Dinas juga mendorong agar Indeks Pembangunan Pemuda dijadikan acuan utama dalam menyusun program kerja ke depan, mengingat hal ini menjadi tolok ukur yang objektif.

      “Saya mendorong kepada lembaga-lembaga kepemudaan bahwa mengukur Indeks Pembangunan Pemuda ini penting untuk dijadikan program bersama. Ke depannya kita memerlukan keterlibatan teman-teman semua, yakni KNPI bersama seluruh OKP,” tegas Aris Yasin.

      Merespons arahan tersebut, Ketua KNPI Sidrap menyampaikan rencana tindak lanjut yang akan segera dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengadakan Forum Diskusi Kelompok (FGD) khusus untuk membahas secara mendalam isi Perda Kepemudaan dan strategi peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda di Kabupaten Sidrap.

      “Dalam waktu dekat ini kita akan melaksanakan FGD khusus untuk membahas Perda Kepemudaan dan Indeks Pembangunan Kepemudaan di Kabupaten Sidrap,” pungkas Aswagino.

      Dengan adanya kesepahaman ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan organisasi pemuda semakin kokoh sehingga melahirkan program-program yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas serta peran pemuda dalam pembangunan daerah.

    3. HP Hilang Dua Hari dan Uang Rp1,7 Juta Raib, Keluarga Rustam Minta Hakim Bongkar Semua Fakta Kematian Korban

      HP Hilang Dua Hari dan Uang Rp1,7 Juta Raib, Keluarga Rustam Minta Hakim Bongkar Semua Fakta Kematian Korban

      ENREKANG.KN– Sidang kasus pembunuhan Rustam (21), pemuda asal Desa Kendenan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, kembali memunculkan tanda tanya besar.

      Keluarga korban menilai masih banyak kejanggalan yang belum terungkap dan menduga pelaku dalam peristiwa tragis tersebut tidak hanya satu orang.

      Sorotan itu disampaikan Hamzah, perwakilan keluarga korban, usai mengikuti jalannya persidangan di Pengadilan Negeri Enrekang.

      Menurutnya, sejumlah fakta yang terungkap selama proses hukum justru memperkuat dugaan adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian Rustam.

      “Kami melihat ada banyak kejanggalan. Dugaan kami, pelaku lebih dari satu orang dan kemungkinan peristiwa ini sudah direncanakan sebelumnya. Handphone korban sempat hilang dua hari dan uang tunai Rp1,7 juta juga hilang,” ungkap Hamzah, ujarnya Rabu, 17 Juni 2026.

      Keluarga mempertanyakan sejumlah hal yang dinilai belum mendapat penjelasan memadai. Salah satunya terkait luka yang dialami korban.

      Berdasarkan hasil visum, Rustam mengalami luka tusuk tembus di paha kiri yang menyebabkan pendarahan hebat hingga meninggal dunia.

      Namun bagi keluarga, muncul pertanyaan bagaimana korban tidak mampu melakukan perlawanan berarti jika hanya menghadapi satu orang pelaku.

      “Yang menjadi pertanyaan bagi kami, kenapa korban tidak sempat meminta pertolongan atau melakukan perlawanan jika hanya satu orang yang menyerang,” ujarnya.

      Keluarga juga menyoroti keberadaan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.

      Mereka mempertanyakan mengapa tidak ada tindakan pencegahan maupun upaya pertolongan yang bisa menyelamatkan korban.

      Kecurigaan semakin menguat setelah telepon genggam milik Rustam dilaporkan tidak diketahui keberadaannya selama dua hari pascakejadian.

      Selain itu, uang tunai sebesar Rp1,7 juta yang disebut berada di saku korban juga dilaporkan hilang.

      “Kami berharap jaksa dan hakim benar-benar jeli melihat seluruh fakta yang terungkap. Banyak hal yang menurut kami masih sangat ganjal,” tegas Hamzah.

      Menurut keluarga, dugaan adanya unsur perencanaan juga tidak bisa diabaikan.

      Mereka menilai fakta bahwa senjata tajam berupa parang yang digunakan berasal dari salah seorang saksi di lokasi perlu menjadi perhatian dalam persidangan.

      Apalagi, kata Hamzah, korban dan terdakwa sebelumnya diketahui memiliki persoalan hutang piutang yang diduga menjadi salah satu pemicu konflik.

      Dalam persidangan, saksi Anca menerangkan bahwa sebelum kejadian, korban, terdakwa Joni alias Bapak Najwa, dan beberapa orang lainnya sempat berkumpul sambil mengonsumsi minuman tradisional jenis ballo.

      Anca mengaku saat insiden terjadi dirinya berada sekitar 30 meter dari lokasi untuk buang air besar.

      Ketika kembali, ia melihat Rustam sudah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius, sementara terdakwa masih berada di sekitar tempat kejadian.

      “Saya kembali dan melihat korban sudah bersimbah darah. Saat itu pelaku juga masih ada di lokasi,” ungkap Anca di hadapan majelis hakim.

      Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara. Namun keluarga korban menilai tuntutan tersebut belum mencerminkan rasa keadilan yang mereka harapkan.

      Keluarga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman lebih berat karena meyakini terdapat indikasi pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya sebagaimana pasal 459 undang-undang nomor 1 tahun 2023.

      Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Enrekang, peristiwa bermula pada 18 Februari 2026 saat terdakwa bersama korban dan sejumlah saksi berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras tradisional.

      Cekcok terjadi setelah terdakwa menanyakan sosok perempuan dalam sebuah video yang ditonton korban.

      Jawaban korban yang menyebut “anakmu” sebanyak dua kali disebut memicu emosi terdakwa hingga berujung perkelahian.

      Jaksa mengungkapkan, setelah sempat dilerai, terdakwa diduga mengambil parang milik salah seorang saksi dan kembali mendekati korban.

      Dalam kondisi emosi dan dipengaruhi minuman keras, terdakwa kemudian menusukkan parang tersebut ke paha kiri korban.

      Hasil Visum Et Repertum dari UPT Puskesmas Baraka menunjukkan korban mengalami luka tusuk tembus sedalam 12 sentimeter pada paha kiri. Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat hingga korban mengalami syok hipovolemik dan meninggal dunia.

      Meski proses hukum masih berlangsung, keluarga berharap seluruh fakta dapat terungkap secara menyeluruh di persidangan. Mereka ingin tabir di balik kematian Rustam terbuka sepenuhnya dan keadilan dapat ditegakkan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan. (*)

    4. Puncak Bila Dipilih Jadi Lokasi Family Gathering, Owner Sampaikan Terima Kasih kepada UPT SDN 4 Watang Sidenreng

      Puncak Bila Dipilih Jadi Lokasi Family Gathering, Owner Sampaikan Terima Kasih kepada UPT SDN 4 Watang Sidenreng

      SIDRAP.KN– UPT SD Negeri 4 Watang Sidenreng melaksanakan kegiatan Family Gathering di Taman Wisata Puncak Bila pada Sabtu-Minggu, 13–14 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas VI bersama para guru dan orang tua siswa.

      Kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua, kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan yang berkesan bagi para siswa kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

      Pada malam hari, suasana di Taman Wisata Puncak Bila semakin semarak. Para orang tua, guru, dan siswa menikmati kesejukan udara sambil mengikuti hiburan sederhana di depan Villa dengan bernyanyi secara bergantian. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

      Kepala UPT SDN 4 Watang Sidenreng, Safruddin Basa, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua siswa yang telah bekerja sama sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan sukses.

      “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh guru dan orang tua siswa atas kerja sama, dukungan, dan kekompakannya. Berkat kebersamaan semua pihak, kegiatan Family Gathering ini dapat terlaksana dengan baik dan menjadi kenangan indah bagi anak-anak,” ujar Safruddin Basa.

      Sementara itu, Wali Kelas VI, Ilham, S.Pd, pada pagi harinya memandu pelaksanaan senam bersama siswa-Siswi.

      Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan hasil kelulusan siswa-siswi kelas VI yang disambut dengan rasa syukur dan kebahagiaan oleh seluruh peserta.
      Setelah rangkaian kegiatan selesai, para siswa, orang tua, dan guru menikmati waktu bersama dengan berenang di kolam wisata yang tersedia di kawasan Puncak Bila.

      “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan yang terjalin menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi anak-anak,” kata Ilham.

      Di tempat yang sama, Owner Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihim Salim, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan UPT SDN 4 Watang Sidenreng yang telah memilih Puncak Bila sebagai lokasi kegiatan.

      “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan para siswa, guru, dan orang tua yang datang menikmati keindahan Taman Wisata Puncak Bila.

      Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik dan membantu memantau keselamatan pengunjung, terutama anak-anak yang berenang di kolam. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam fasilitas maupun pelayanan kami,” ungkap Ahmad Shalihim Salim.

      Kegiatan Family Gathering tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua serta menjadi penutup yang manis bagi perjalanan siswa-siswi kelas VI UPT SDN 4 Watang Sidenreng sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi(*)

    5. Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel

      Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Sulsel

      SIDRAP.KN– Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Soefarto B., S.Ag., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Dr. I Gst. Ayu Uik Astuti, M.Si sebagai Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Jabatan Pembimas Hindu merupakan bagian dari struktur Bimas Hindu di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

      Soefarto mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas amanah yang diberikan kepada Dr. I Gst. Ayu Uik Astuti. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi harapan baru bagi kemajuan pelayanan keagamaan Hindu, pembinaan umat, serta penguatan program-program pendidikan dan keagamaan Hindu di Sulawesi Selatan.

      “Kami keluarga besar Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Ibu Dr. I Gst. Ayu Uik Astuti, M.Si sebagai Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

      Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Bimas Hindu Sulawesi Selatan semakin maju, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada umat Hindu,” ujar Soefarto.

      Ia juga berharap sinergi antara Pembimas Hindu Provinsi dengan Penyelenggara Hindu Kabupaten/Kota dapat semakin kuat dalam mendukung program Kementerian Agama, khususnya dalam pembinaan umat, peningkatan kualitas pendidikan agama Hindu, serta penguatan moderasi beragama.

      “Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik dan membawa kemajuan bagi umat Hindu di Sulawesi Selatan, termasuk di Kabupaten Sidenreng Rappang,” tambahnya.

      Ucapan selamat tersebut juga disampaikan sebagai bentuk dukungan dan harapan agar kepemimpinan baru di Bimas Hindu Sulawesi Selatan mampu menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat serta memperkuat kerukunan umat beragama di daerah.(*)

    6. Bupati Sidrap Siap Bangunkan Rumah Layak Huni untuk Ladali Lansia Sebatang Kara di Wettee

      Bupati Sidrap Siap Bangunkan Rumah Layak Huni untuk Ladali Lansia Sebatang Kara di Wettee

      SIDRAP. KN— Kepedulian Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, kembali ditunjukkan melalui aksi nyata.

      Setelah kisah pilu Ladali (70), lansia sebatang kara yang hidup di rumah tak layak huni di Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, menjadi perhatian publik, Bupati Sidrap memastikan akan segera membangunkan rumah yang layak untuk ditempati.

      Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh H. Syaharuddin Alrif pada Senin malam (15/6/2026), sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi memprihatinkan yang dialami warga lanjut usia tersebut.

      Sebelumnya, Ladali hidup seorang diri di sebuah rumah panggung yang kondisinya sangat memprihatinkan.

      Dinding rumah yang mulai rapuh, bangunan yang tampak nyaris roboh, hingga tidak adanya penerangan saat malam hari menjadi potret getir kehidupan yang dijalani lansia tersebut.

      Dengan kondisi penglihatan yang sudah tidak lagi jelas akibat faktor usia, Ladali tetap berjuang menjalani hari-harinya tanpa pendamping keluarga.

      Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya mengandalkan uluran tangan para tetangga yang dengan ikhlas berbagi makanan seadanya.

      Saat malam tiba, Ladali harus menjalani waktu istirahat dalam gelap gulita karena rumah yang ditempatinya tidak memiliki penerangan yang memadai.

      Kondisi itu membuat warga sekitar merasa prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah.

      Harapan itu pun akhirnya mendapat jawaban. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, memastikan pemerintah daerah akan segera mengambil langkah untuk membangunkan rumah layak huni bagi Ladali.

      “Kita akan segera bangunkan rumah yang layak untuk Bapak Ladali. Beliau harus mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman di usia senjanya,” ujar Syaharuddin Alrif.

      Keputusan tersebut disambut haru oleh warga sekitar yang selama ini menjadi saksi perjuangan Ladali bertahan hidup di tengah segala keterbatasan.

      Salah seorang tetangga Ladali, Hj Juwarni, sebelumnya mengungkapkan bahwa warga hanya mampu membantu sebatas kebutuhan sehari-hari.

      “Kita memberikan makanan apa adanya. Apa yang kita makan itu yang kita kasi. Begini ji kondisi rumahnya sekarang, tidak layak huni. Dulu pernah ada bantuan dari pemerintah, namun sekarang sudah tidak ada,” tuturnya.

      Langkah cepat Bupati Sidrap tersebut dinilai sebagai bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.

      Kepedulian itu juga menjadi secercah harapan bagi Ladali, yang selama ini menjalani hari-harinya dalam kesendirian, keterbatasan penglihatan, serta rumah yang jauh dari kata layak.

      Kini, di tengah gelap yang selama ini menyelimuti hidupnya, harapan baru mulai menyala. Ladali tak lagi hanya menanti uluran tangan tetangga, tetapi juga menantikan hadirnya rumah yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat untuk menghabiskan sisa usianya.

    7. KJI Wajo Resmi Dilantik, Edy Basri: Jangan Bermusuhan dengan Pemerintah Maupun Organisasi Pers Lain

      KJI Wajo Resmi Dilantik, Edy Basri: Jangan Bermusuhan dengan Pemerintah Maupun Organisasi Pers Lain

      WAJO. KN— Pengurus Daerah Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kabupaten Wajo periode 2026-2029 resmi dilantik di Gedung Islamic Center Sengkang, Senin (15/6/2026). Pelantikan yang dipimpin Ketua KJI Sulawesi Selatan, Edy Basri, itu dihadiri Bupati Wajo Andi Rosman, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan insan pers.

      Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa KJI Wajo merupakan pengurus tingkat kabupaten/kota pertama yang dilantik di Sulawesi Selatan. Karena itu, ia berharap KJI Wajo dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang akan menyusul membentuk kepengurusan.

      “Ini adalah pengurus daerah KJI tingkat kabupaten/kota pertama yang saya lantik. Tentu harapan kami, KJI Wajo menjadi role model dan rujukan bagi daerah lain dalam membangun organisasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.

      Edy menekankan bahwa KJI harus hadir sebagai perekat persatuan, baik di lingkungan internal organisasi maupun dalam hubungan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

      Menurutnya, hubungan antara media dan pemerintah harus dibangun dalam posisi yang saling menghormati. Media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, sementara pemerintah membutuhkan media sebagai saluran informasi pembangunan kepada masyarakat.

      “Pemerintah dan media harus memiliki bargaining position yang sehat. Jangan bermusuhan dengan pemerintah. Kita boleh kritis, bahkan harus kritis, tetapi kritik yang membangun dan berbasis fakta,” katanya.

      Tak hanya itu, Edy juga mengingatkan agar KJI tidak terjebak dalam rivalitas yang tidak produktif dengan organisasi profesi pers lainnya. Ia menilai seluruh organisasi pers memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat profesi jurnalistik dan menjaga kebebasan pers.

      “Kita juga tidak boleh bermusuhan dengan organisasi profesi lainnya. Justru sebaliknya, kita harus membangun kolaborasi, saling menghargai, dan memperkuat solidaritas antarinsan pers. Perbedaan organisasi jangan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan,” tegasnya.

      Menurut Edy, tantangan dunia jurnalistik saat ini jauh lebih besar dibanding sekadar perbedaan organisasi. Karena itu, sinergi antarkomunitas pers menjadi kebutuhan untuk menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap media.

      Selain mengingatkan soal hubungan dengan pemerintah dan organisasi profesi lainnya, Edy meminta pengurus yang baru dilantik segera menuntaskan legalitas organisasi dengan mendaftarkan KJI Wajo ke Kesbangpol serta menyiapkan rapat kerja sebagai dasar penyusunan program.

      “Setelah pelantikan ini, segera daftar di Kesbangpol dan susun raker. Organisasi harus bergerak, jangan hanya berhenti pada seremoni pelantikan,” ujarnya.

      Dalam kesempatan tersebut, Edy juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wajo yang dinilainya berhasil menunjukkan ketangguhan dalam mengelola pembangunan daerah.

      Ia menyoroti keberhasilan Pemkab Wajo meraih Juara I tingkat kabupaten kategori Creative Financing dari Kementerian Dalam Negeri yang diumumkan di Hotel Claro Kendari pada 29 Mei 2026. Prestasi tersebut mengantarkan daerah itu memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar.

      Selain itu, pertumbuhan ekonomi Wajo juga mendapat perhatian. Pada tahun 2025, Wajo berada di peringkat ketiga Sulawesi Selatan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,19 persen. Sementara pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,97 persen dan berada di posisi ke-14 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, namun masih mampu melampaui Kota Makassar dan Kota Parepare.

      “Ini menunjukkan bahwa Wajo merupakan daerah yang resilien. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, daerah ini tetap mampu bertahan dan tumbuh dengan baik,” ungkapnya.

      Sebelum mengakhiri sambutan, Edy menyampaikan pesan Ketua Umum KJI, Andarizal, kepada seluruh pengurus dan anggota KJI Wajo.

      Pesan tersebut mencakup tiga hal penting, yakni tegak lurus menjalankan organisasi sesuai AD/ART, menjaga solidaritas dan harmoni di internal maupun eksternal organisasi, serta menjadi jurnalis yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

      “Jaga kekompakan, hormati organisasi lain, bangun hubungan baik dengan pemerintah, dan jadilah jurnalis yang memberi solusi. Itulah semangat yang ingin dibawa KJI,” tutup Edy.

      Pelantikan KJI Wajo pun menjadi momentum awal lahirnya organisasi pers yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem jurnalistik yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik di Kabupaten Wajo. (*)

    8. Makan dari Belas Kasih Tetangga, Lansia 70 Tahun di Wette’e Sidrap Tinggal di Rumah Tak Layak Huni dan Gelap

      Makan dari Belas Kasih Tetangga, Lansia 70 Tahun di Wette’e Sidrap Tinggal di Rumah Tak Layak Huni dan Gelap

      SIDRAP.KN— Di usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Ladali (70) justru harus menjalani hidup dalam keterbatasan yang menyayat hati.

      Warga Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu hidup sebatang kara di sebuah rumah yang jauh dari kata layak huni.

      Dengan kondisi kedua mata yang sudah tidak mampu melihat dengan jelas, Ladali tetap berjuang menjalani hari-harinya seorang diri.

      Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya bisa mengandalkan kepedulian para tetangga yang dengan tulus berbagi makanan seadanya.

      Pantauan di lokasi pada Senin (15/6/2026), rumah yang ditempati Ladali tampak sangat memprihatinkan.

      Dinding dan bagian bangunan lainnya terlihat rapuh, sementara kondisi tempat tinggal tersebut tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.

      Tak hanya itu, Ladali juga hidup tanpa aliran penerangan yang memadai di rumahnya. Saat malam tiba, rumah sederhana yang ditempatinya diselimuti kegelapan.

      Tanpa lampu yang menerangi, lansia tersebut harus menghabiskan malam-malamnya dalam gelap gulita dengan kondisi penglihatan yang sudah sangat terbatas.

      Meski hidup dalam keterbatasan dan tanpa keluarga yang mendampingi, Ladali tetap bertahan dengan segala kekuatan yang dimilikinya.

      Sosok lansia itu menjadi gambaran nyata tentang perjuangan hidup di tengah himpitan usia dan kondisi fisik yang semakin melemah.

      Salah seorang tetangganya, Hj Juwarni, mengaku tak tega melihat kondisi Ladali. Bersama warga sekitar, mereka berusaha membantu semampunya agar Ladali tetap bisa makan setiap hari.

      “Kita memberikan makanan apa adanya. Apa yang kita makan itu yang kita kasi. Begini ji kondisi rumahnya sekarang, tidak layak huni. Dulu pernah ada bantuan dari pemerintah, namun sekarang sudah tidak ada,” ungkap Hj Juwarni.

      Kepedulian warga sekitar menjadi satu-satunya sandaran bagi Ladali untuk bertahan hidup. Namun, bantuan sukarela dari tetangga tentu tidak dapat menjadi solusi jangka panjang atas kondisi yang dialaminya.

      Kisah Ladali menjadi potret pilu yang masih terjadi di tengah masyarakat. Di saat banyak orang menikmati masa tua dengan penuh kebahagiaan, ia justru harus berjuang seorang diri di rumah yang nyaris roboh dan tanpa penerangan saat malam hari.

      Harapan pun tertuju kepada pemerintah, para dermawan, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial agar dapat hadir memberikan uluran tangan, sehingga Ladali dapat menikmati sisa usianya dengan lebih layak, aman, terang, dan bermartabat.

      Terpisah, Lurah Wettee Hastina menyampaikan bahwa pernah dua kali untuk permohonan usulan baik lewat KNPI maupun Baznas. Namun sampai sekrang belum terealisasi.

      “Pertama lewat KNPI dulu waktu ada usulan untuk permintaan beda rumah. Namun salah satu pengurusnya bilang simpan dulu datanya. Begitu juga Baznas perna saya sampaikan ke salah satu pengurusnya. Namun belum ditanggapi,” jelasnya. (*)

    9. Perkuat Peran Imam dalam Menjaga Harmoni Bangsa, Polda Sulsel Dukung Road to IGIC 2026

      Perkuat Peran Imam dalam Menjaga Harmoni Bangsa, Polda Sulsel Dukung Road to IGIC 2026

      MAKASSAR.KN—Dalam rangka memperkuat peran strategis imam masjid dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa, telah dilaksanakan kegiatan Istighosah dan Tabligh Akbar sebagai bagian dari rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, bertempat di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Minggu (14/6/2026).

      Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WITA ini merupakan bagian dari persiapan menuju Konferensi Imam Masjid Sedunia yang akan digelar di Masjid Istiqlal Jakarta. Adapun rangkaian kegiatan meliputi Seminar Nasional bertema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”, Istighosah Akbar, serta Tabligh Akbar.

      Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, MA, unsur Forkopimda Sulawesi Selatan, pimpinan IPIM Sulsel, para alim ulama, tokoh masyarakat.

      Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun sinergi dan konsolidasi antara para imam masjid, pemerintah, akademisi, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni, diplomasi keagamaan, dan perdamaian dunia.

      Melalui Seminar Nasional yang mengangkat tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace” (Masjid Harmoni, Diplomasi Keagamaan dan Perdamaian Global), diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, menjaga persatuan umat, serta mendukung suksesnya penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.

      Ketua Steering Committee (SC) Road to IGIC 2026 Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. H. Muhammad Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting sebagai bagian dari perjalanan besar menuju IGIC 2026.

      “Ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun forum internasional yang diharapkan menjadi wadah penguatan diplomasi keagamaan, persaudaraan antarbangsa, serta penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

      Lebih lanjut disampaikan bahwa rangkaian Road to IGIC 2026 sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur, dan kini dilanjutkan di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari estafet perjuangan dalam menyukseskan agenda internasional tersebut.

      Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat negara dan tokoh agama sebagai modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, pendekatan keamanan tidak hanya dilakukan melalui aspek penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan budaya dan spiritual.

      “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Sulawesi Selatan untuk turut serta menjadi bagian dari gerakan besar ini, serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi toleransi, moderasi, dan perdamaian,” tambahnya.

      Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran imam masjid sebagai agen pemersatu umat, serta menjadi garda terdepan dalam menyuarakan nilai-nilai kedamaian, baik di tingkat nasional maupun global.

    10. Owner Taman Wisata Puncak Bila Apresiasi Edukasi Kebencanaan BPBD Sidrap untuk Anak Usia Dini

      Owner Taman Wisata Puncak Bila Apresiasi Edukasi Kebencanaan BPBD Sidrap untuk Anak Usia Dini

      SIDRAP.KN– Owner Taman Wisata Puncak Bila Riase, Ahmad Shalihin Halim, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukasi kebencanaan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap bersama peserta didik TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang dalam kegiatan Outing School di Taman Wisata Puncak Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kamis (11/6/2026).

      Kegiatan yang mengusung pembelajaran kesiapsiagaan bencana tersebut menghadirkan berbagai simulasi menarik dan edukatif, mulai dari penggunaan pelampung, simulasi naik perahu, hingga wahana flying fox yang dirancang khusus untuk mengenalkan risiko bencana dan keselamatan diri kepada anak-anak sejak usia dini.

      Ahmad Shalihin Halim menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada BPBD Sidrap yang telah memanfaatkan Taman Wisata Puncak Bila sebagai lokasi pembelajaran luar kelas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi perkembangan pengetahuan anak-anak.

      “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan BPBD Sidrap bersama TK Qur’ani Al-Ikhlash Rappang. Edukasi seperti ini sangat penting karena mengajarkan anak-anak tentang keselamatan dan kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan pemahaman sejak dini,” ujar Ahmad Shalihin Halim.

      Kegiatan tersebut merupakan puncak tema pembelajaran “Air, Api, Udara, dan Tanah” yang selama ini dipelajari para peserta didik. BPBD Sidrap hadir sebagai narasumber dengan memberikan materi yang disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami sesuai usia anak-anak.

      Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sidrap, Andi Mallepute, bersama tim BPBD memberikan edukasi tentang pengenalan risiko bencana, keselamatan diri, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

      Selain menerima materi, para peserta juga diajak mengikuti simulasi penggunaan pelampung dan praktik naik perahu dengan pendampingan petugas. Antusiasme peserta semakin terlihat saat mencoba wahana flying fox yang bertujuan melatih keberanian, kepercayaan diri, serta ketangkasan dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.
      Menurut Andi Mallepute, edukasi kebencanaan sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

      “Kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak dini melalui metode yang mudah dipahami dan menyenangkan. Dengan demikian, anak-anak dapat memiliki pengetahuan dasar mengenai keselamatan diri yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya mewakili Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Patriadi.

      Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat. Kolaborasi antara BPBD Sidrap, lembaga pendidikan, dan Taman Wisata Puncak Bila diharapkan dapat terus berlanjut guna mendukung terwujudnya generasi Sidrap yang tangguh, peduli keselamatan, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.(*)