Blog

  • Musda PORDI Sidrap Tetapkan H. Ismail Aksa Sebagai Ketua, Targetkan Pembangunan 1.000 Gardu

    Musda PORDI Sidrap Tetapkan H. Ismail Aksa Sebagai Ketua, Targetkan Pembangunan 1.000 Gardu

    SIDENRENG RAPPANG.KN– Musyawarah Daerah (Musda) Pengurus Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Sidenreng Rappang berlangsung khidmat dan demokratis di Cafe and Resto Hadide, pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Steering Committee sekaligus Pimpinan Sidang, Ir. H. Arfandi Idris, didampingi anggota Muh. Farid dan H. Abd. Haris.

    Musda dihadiri oleh perwakilan dari seluruh 11 kecamatan yang ada di wilayah Sidenreng Rappang. Turut mendampingi jalannya sidang adalah Provinsi Rusman Katu dan Rahman Lado, yang bersama-sama memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku. Setiap peserta diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan tanggapan guna kemajuan organisasi ke depan.

    Berdasarkan hasil penjaringan yang telah dilakukan panitia, hanya satu nama yang muncul sebagai calon Ketua PORDI Sidrap, yaitu H. Ismail Aksa. Kesepakatan bulat pun tercapai dalam forum, sehingga Pimpinan Sidang secara resmi menetapkan H. Ismail Aksa sebagai Ketua PORDI Kabupaten Sidenreng Rappang untuk periode mendatang.

    Dalam sambutannya usai ditetapkan, H. Ismail Aksa menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan seluruh elemen. Ia menegaskan akan mengajak seluruh pegiat, pecinta olahraga domino, anggota gardu, masyarakat, serta tokoh-tokoh yang berkeinginan maju untuk bersatu membesarkan organisasi ini.

    “Kami siap bekerja bersama membesarkan PORDI Sidrap. Saya juga berharap dukungan penuh dari Bapak H. Haris, Muh. Farid, dan Andi Patonangi. Dengan misi yang sama, ke depannya kami menargetkan dapat membangun 1.000 gardu di seluruh penjuru Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ketua terpilih menyampaikan bahwa PORDI Sidrap juga bersiap untuk menggelar berbagai kegiatan bertingkat. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga berpotensi menyelenggarakan even berskala nasional sebagai bentuk pengembangan dan pengenalan olahraga domino yang lebih luas di masyarakat.(*)

  • Dinilai Belum Penuhi Rasa Keadilan, Keluarga Korban Desak Hukuman Maksimal untuk Pembunuh Rustam

    Dinilai Belum Penuhi Rasa Keadilan, Keluarga Korban Desak Hukuman Maksimal untuk Pembunuh Rustam

    ENREKANG.KN– Sidang kasus pembunuhan Rustam (21), pemuda asal Desa Kendenan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, kembali menjadi perhatian publik.

    Keluarga korban mendesak majelis hakim Pengadilan Negeri Enrekang menjatuhkan hukuman berat kepada terdakwa karena menilai masih banyak fakta yang belum terungkap dalam perkara tersebut.

    Perwakilan keluarga korban, Hamzah, menyampaikan sejumlah kejanggalan yang menurut mereka perlu mendapat perhatian serius dalam proses persidangan.

    Keluarga menduga pelaku dalam peristiwa yang merenggut nyawa Rustam tidak hanya satu orang, bahkan terdapat indikasi perencanaan sebelum kejadian berlangsung.

    “Kami melihat ada banyak kejanggalan. Dugaan kami, pelaku lebih dari satu orang dan kemungkinan peristiwa ini sudah direncanakan sebelumnya. Handphone korban sempat hilang dua hari dan uang tunai Rp1,7 juta juga hilang,” ujar Hamzah usai mengikuti persidangan, Rabu (24/6/2026).

    Keluarga mempertanyakan sejumlah fakta yang dianggap belum mendapat penjelasan memadai, terutama terkait kondisi korban saat insiden terjadi.

    Berdasarkan hasil visum, Rustam mengalami luka tusuk tembus di paha kiri yang menyebabkan pendarahan hebat hingga meninggal dunia.

    Menurut keluarga, muncul pertanyaan besar mengenai minimnya perlawanan yang dilakukan korban apabila benar hanya menghadapi satu orang pelaku.

    Mereka juga menyoroti keberadaan beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian yang dinilai tidak melakukan upaya pencegahan maupun pertolongan yang dapat menyelamatkan korban.

    Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah telepon genggam korban dilaporkan tidak diketahui keberadaannya selama dua hari pascakejadian. Selain itu, uang tunai sebesar Rp1,7 juta yang disebut berada di saku korban juga dilaporkan hilang.

    “Kami berharap jaksa dan hakim benar-benar jeli melihat seluruh fakta yang terungkap. Banyak hal yang menurut kami masih sangat ganjal,” tegas Hamzah.

    Keluarga juga meminta majelis hakim mempertimbangkan dugaan adanya unsur perencanaan.

    Mereka menyoroti fakta bahwa senjata tajam berupa parang yang digunakan dalam kejadian tersebut merupakan milik salah seorang saksi yang berada di lokasi.

    Dalam persidangan, saksi Anca menerangkan bahwa sebelum insiden terjadi, korban, terdakwa Joni alias Bapak Najwa, dan beberapa orang lainnya sempat berkumpul sambil mengonsumsi minuman tradisional jenis ballo. Saat kejadian berlangsung, Anca mengaku berada sekitar 30 meter dari lokasi.

    Ketika kembali, ia melihat Rustam telah tergeletak bersimbah darah dengan luka serius, sementara terdakwa masih berada di sekitar tempat kejadian.

    “Saya kembali dan melihat korban sudah bersimbah darah. Saat itu pelaku juga masih ada di lokasi,” ungkap Anca di hadapan majelis hakim.

    Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara. Namun keluarga korban menilai tuntutan tersebut belum memenuhi rasa keadilan yang mereka harapkan.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Enrekang, peristiwa bermula pada 18 Februari 2026 saat terdakwa, korban, dan sejumlah saksi berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras tradisional.

    Perselisihan terjadi setelah terdakwa menanyakan sosok perempuan dalam sebuah video yang ditonton korban. Jawaban korban disebut memicu emosi terdakwa hingga terjadi perkelahian.

    Jaksa mengungkapkan, setelah sempat dilerai, terdakwa diduga mengambil parang milik salah seorang saksi dan kembali mendekati korban. Dalam kondisi emosi serta dipengaruhi minuman keras, terdakwa kemudian menusukkan parang tersebut ke paha kiri korban.

    Hasil Visum Et Repertum menunjukkan korban mengalami luka tusuk tembus sedalam 12 sentimeter yang menyebabkan pendarahan hebat hingga berujung pada syok hipovolemik dan kematian.

    Meski proses hukum masih berjalan, keluarga berharap seluruh fakta dalam perkara tersebut dapat terungkap secara terang benderang. Mereka meminta majelis hakim memberikan putusan yang mencerminkan rasa keadilan sekaligus mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kematian Rustam. (*)

  • Sukseskan Porsenijar Sulsel, Tim Kesehatan dan Kebersihan Diminta Siaga Penuh

    Sukseskan Porsenijar Sulsel, Tim Kesehatan dan Kebersihan Diminta Siaga Penuh

    SIDRAP.KN—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026.

    Pelayanan terbaik disiapkan untuk menyambut puluhan ribu peserta dari 24 kabupaten/kota, termasuk dengan menyiagakan penuh tim kesehatan dan kebersihan.

    ​Hal tersebut ditegaskan Nurkanaah saat memimpin rapat koordinasi bersama panitia tim kesehatan dan kebersihan di Rumah Jabatan Wakil Bupati Sidrap, Selasa (23/6/2026) malam.

    Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sidrap Muhammad Iqbal, Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Muhammad Yusuf, Sekretaris PGRI Sidrap Muslimin, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

    ​Dalam arahannya, Nurkanaah menekankan pentingnya kesiapsiagaan petugas kesehatan di seluruh lokasi pertandingan, khususnya pada cabang olahraga yang memiliki risiko cedera tinggi seperti futsal dan bola voli.

    ​“Tim kesehatan agar selalu siaga di setiap lokasi lomba, terutama pada pertandingan yang berpotensi menimbulkan cedera. Kita ingin meminimalkan risiko insiden yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

    ​Ia juga meminta petugas kesehatan untuk aktif memantau kondisi peserta dan rombongan dari berbagai daerah, termasuk melakukan pemantauan ke posko induk guna memastikan seluruh peserta mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

    ​Selain itu, Nurkanaah menginstruksikan agar disiapkan layanan call center yang dapat dihubungi sewaktu-waktu apabila terjadi keadaan darurat. “Kami berharap ada nomor layanan yang mudah dihubungi sehingga jika terjadi sesuatu, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

    ​Tidak hanya aspek kesehatan, Wakil Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan di seluruh area pelaksanaan. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan kebersihan lokasi pertandingan, penginapan peserta, serta fasilitas umum tetap terjaga selama Porsenijar berlangsung.

    ​“Kami ingin kegiatan ini sukses dari semua aspek, termasuk kesehatan dan kebersihan. Dengan kerja sama semua pihak, Insyaallah Porsenijar dapat berjalan lancar, aman, nyaman, dan memberikan kesan baik bagi seluruh peserta maupun tamu yang hadir,” tutup Nurkanaah.

    Selain mematangkan aspek kesehatan dan kebersihan, rapat tersebut juga dilanjutkan dengan pembahasan teknis terkait persiapan upacara pembukaan, termasuk penempatan para pembawa bendera kontingen dari berbagai daerah.

    ​Porsenijar tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dijadwalkan akan berlangsung 2-6 Juli 2026 di Kabupaten Sidrap. Pembukaan dijadwalkan berlangsung di Stadion Ganggawa Kabupaten Sidrap.

    Rangkaian kegiatan juga akan diisi seminar nasional serta berbagai pertandingan dan perlombaan yang tersebar di sejumlah lokasi di Sidrap. Sementara penutupan kegiatan akan dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Sidrap.

  • Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Terima Panitia Silatnas Banom DDI, Siap Jadi Pemateri Kegiatan

    Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Terima Panitia Silatnas Banom DDI, Siap Jadi Pemateri Kegiatan

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menerima audiensi Panitia Pelaksana Silaturahmi Nasional Badan Otonom Darud Dakwah wal Irsyad (Silatnas Banom DDI) di Ruang Kerja Bupati, Kompleks SKPD Sidrap, Senin (22/6/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, panitia menyampaikan persiapan pelaksanaan Silatnas Banom DDI yang akan digelar pada 3-5 Juli 2026 di Pondok Pesantren DDI Manahilil Ulum Kaballangan, Kabupaten Pinrang.

    Ketua Panitia Lembaga Organisasi dan Kaderisasi Pengurus Besar DDI, Dr. Sudirman Hady, menyampaikan rencana kegiatan sekaligus memohon arahan dan doa restu Bupati Sidrap untuk pelaksanaan Silatnas yang akan diikuti utusan Banom DDI dari berbagai daerah di Indonesia.

    Silatnas Banom DDI 2026 berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, 3-5 Juli 2026, dengan rangkaian kegiatan yang mempertemukan kader dan pengurus Banom DDI dari berbagai wilayah.

    Bupati Syaharuddin Alrif menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Silatnas Banom DDI sebagai wadah memperkuat silaturahmi dan peran organisasi DDI.

    “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sidrap mengapresiasi kegiatan Silatnas Banom DDI,” ujar Syaharuddin.

    Ia juga menyatakan kesiapannya menghadiri kegiatan tersebut sekaligus menjadi pemateri dalam rangkaian Silatnas.

    “Insya Allah saya akan menghadiri, membuka sekaligus membawakan materi di kegiatan tersebut. Untuk itu saya mengajak para alumni DDI untuk datang di kegiatan tersebut,” ungkapnya.

    Hadir dalam audiensi tersebut pengurus DDI Sidrap serta jajaran Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap.

  • Wabup Nurkanaah Tinjau Venue Tenis Meja Porsenijar PGRI Sulsel, Coba Fasilitas Bersama Atlet Sidrap

    Wabup Nurkanaah Tinjau Venue Tenis Meja Porsenijar PGRI Sulsel, Coba Fasilitas Bersama Atlet Sidrap

    SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Nurkanaah meninjau kesiapan venue pertandingan tenis meja yang akan digunakan pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Peninjauan berlangsung di Aula Universitas Ichsan Sidrap, Selasa (23/6/2026).

    Nurkanaah yang juga merupakan Ketua PGRI Sidrap didampingi Sekretaris PGRI Sidrap Muslimin, Rektor Universitas Ichsan Sidrap, serta sejumlah panitia PGRI Sidrap yang terlibat dalam persiapan pelaksanaan Porsenijar.

    Nurkanaah menyampaikan, fasilitas yang tersedia di Aula Universitas Ichsan Sidrap cukup representatif untuk mendukung kelancaran pertandingan serta memberikan kenyamanan bagi atlet dan ofisial.

    “Kita akan menggunakan Aula Universitas Ichsan Sidenreng Rappang sebagai lokasi pertandingan tenis meja. Kondisinya sangat representatif dan kami mengapresiasi dukungan serta kesiapan yang telah dilakukan pihak kampus,” ujarnya.

    Ia juga mengapresiasi persiapan yang dilakukan pihak kampus bersama panitia pelaksana. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan panitia menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan Porsenijar tingkat provinsi.

    Usai meninjau lokasi, Nurkanaah mencoba fasilitas yang telah disiapkan dengan bermain tenis meja bersama sejumlah atlet perwakilan Sidrap yang akan berlaga pada Porsenijar Sulsel. Suasana berlangsung akrab dan menjadi motivasi bagi para atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

    Pemerintah Kabupaten Sidrap terus memastikan kesiapan seluruh venue dan sarana pendukung Porsenijar Sulsel yang akan berlangsung 2-6 Juli 2026. Selain itu, kesiapan atlet juga jadi perhatian agar memberikan hasil terbaik bagi kontingen Sidrap.

  • Dari Ekonomi hingga Infrastruktur, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA

    Dari Ekonomi hingga Infrastruktur, Bupati Sidrap Paparkan Capaian Pemerintahan di Mubes IKM-ISA

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Ikatan Kekerabatan Masyarakat Sidenreng Rappang (IKM) bersama Ikatan Sarjana Asal Sidrap (ISA), Sabtu (20/6/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Hotel Unhas & Convention Center, Makassar, menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi warga Sidrap untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah.

    Mubes ke-8 tersebut mengagendakan pemilihan pengurus baru periode 2026-2031, evaluasi program kerja, serta penyusunan arah organisasi ke depan.

    Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Yarham Yasmin, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, anggota DPRD Sidrap, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian sekretariat daerah, camat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

    Mewakili Gubernur Sulsel, Yarham Yasmin menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IKM Sidrap dan ISA Sidrap yang selama ini menjadi wadah pemersatu masyarakat Sidrap di berbagai daerah.

    “Keberadaan kedua organisasi ini tidak hanya penting bagi masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang, tetapi juga memiliki kontribusi yang besar dalam mendorong kemajuan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

    Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dan profesi seperti IKM dan ISA memiliki peran strategis dalam menjembatani gagasan, pengalaman, dan sumber daya untuk mendukung pembangunan daerah.

    Ia berharap IKM dan ISA dapat mengambil peran lebih besar dalam mencetak generasi Sidrap yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing global.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memaparkan capaian satu tahun pemerintahan serta sejumlah program prioritas yang akan digenjot pada 2026.
    Bupati menyampaikan rasa syukur atas amanah masyarakat Sidrap yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan tersebut hingga akhir masa jabatan.

    “Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama melaksanakan musyawarah besar ke-8 IKS Sidrap bersama Ikatan Sarjana Asal Sidrap di Hotel Unhas Convention. Saya Bupati Sidrap diberikan amanah oleh masyarakat Sidrap kurang lebih 70 persen dan tentu saya akan jaga amanah tersebut sampai periode saya selesai,” ujarnya.

    Syaharuddin kemudian memaparkan perkembangan 14 program unggulan pemerintahannya. Ia menyebut program BPJS gratis bagi masyarakat Sidrap telah terealisasi 100 persen, disusul program pupuk lancar yang juga telah berjalan.

    Pada sektor pendidikan, ia menyampaikan peningkatan indeks pembangunan manusia dalam beberapa tahun terakhir. Sementara pada bidang infrastruktur, pemerintah daerah terus mempercepat perbaikan jalan.

    “Jalan yang rusak sekitar 955 kilometer tahun lalu. Kita sudah perbaiki kurang lebih 30 kilometer tahun ini dengan sumber anggaran komunikasi dengan pusat, bantuan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, serta efisiensi APBD bersama DPRD,” jelasnya.

    Ia menargetkan perbaikan jalan sepanjang 327 kilometer menjadi fokus pembangunan. Sejumlah ruas yang telah dikerjakan di antaranya Sidrap-Soppeng, Tanrutedong-Dongi, Bulucenrana-Anabanua, Bina Baru-Kulo-Maddenge, Rijang Pannua-Mario, serta Laccirang-Dongi.

    Bupati juga menyoroti capaian ekonomi daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap meningkat dari sebelumnya 4 persen pada 2024 menjadi 7,7 persen, disertai penurunan angka kemiskinan dari 5 persen menjadi 4 persen.

    Menurutnya, peningkatan tersebut didukung sektor produksi pertanian. Produksi gabah yang sebelumnya sekitar 400 ribu ton meningkat menjadi 679 ribu ton pada 2025. Ia menargetkan produksi satu juta ton gabah yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp7 triliun.

    Selain pembangunan infrastruktur dan ekonomi, Bupati juga mendorong peningkatan aktivitas daerah melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Porseni PGRI Sulsel yang akan berlangsung 1-5 Juli 2026 di Sidrap dan diperkirakan menghadirkan sekitar 65 ribu peserta.

    Ia juga meminta peningkatan jumlah mahasiswa KKN Unhas yang ditempatkan di Sidrap dari sebelumnya sekitar 700 orang menjadi 2.200 orang.

    “Intinya di Sidrap 2026 ini saya akan lebih gas lagi dengan kerja sama semuanya dengan IKS, ISA, DPRD, yudikatif, dan pemerintah provinsi dalam rangka mencapai misi Sidrap maju dan sejahtera,” katanya.

    Syaharuddin turut menyampaikan penghargaan yang diterima Pemkab Sidrap sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan dan stunting terendah di Sulawesi. Penghargaan tersebut disertai hadiah Rp3 miliar yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

    Ia mengajak warga Sidrap yang berada di perantauan untuk ikut berkontribusi membangun daerah. “Saya akan bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk masyarakat Sidrap yang maju dan sejahtera. Yang di luar Sidrap ayo kita pulang ke Sidrap kita bangun sama-sama Sidrap,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua IKM Sidrap Andi Alimuddin Unde mengatakan Mubes ke-8 menjadi momentum penting memperkuat hubungan sosial antarwarga Sidrap. Menurutnya, organisasi kekerabatan membutuhkan solidaritas dan kepedulian bersama agar mampu memberikan kontribusi bagi daerah.

    “Relatif susah sebenarnya mengurus organisasi kekerabatan seperti ini karena kalau kita tidak mampu menumbuhkan solidaritas antara anggota maka dalam upaya mendorong kemajuan itu susah,” katanya.

    Ia berharap IKM dan ISA terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong inovasi pembangunan.

    Ketua ISA Sidrap Mahmud La Kaiya juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

    Ia menyebut ISA dan IKM selama ini telah berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan bagi korban gempa Mamuju, fasilitasi promosi kebudayaan Sidrap di Kementerian Pariwisata, serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok.

    “Mudah-mudahan dalam kesempatan Mubes ini bukan hal yang merendahkan wibawa organisasi kita, tetapi tentu kita akan mengangkat organisasi ini bisa sejajar dengan organisasi yang lebih bagus perkembangannya untuk berkontribusi bagi daerah dan masyarakat Sidrap,” ujarnya.

  • Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    CILACAP.KN – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi
    kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan
    sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan
    kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
    (Menimipas), Agus Andrianto.

    Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah program unggulan, mulai dari Workshop Fly Ash
    Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja
    Konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.
    “Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya
    kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini
    bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” harapnya.

    Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pemasyarakatan berisiko tinggi
    telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas
    pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat. “Nusakambangan yang kita dengar selalu seram,
    bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak
    produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.

    Prabowo Bakal ke Konawe, Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Simbol Arah Baru Pesisir
    Sementara itu, Menimipas menyampaikan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan
    menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. Ia menjelaskan jajaran
    Pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh Lapas dan Rutan sebagai
    dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

    “Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upayaupaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh
    Lapas dan Rrutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program
    ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.

    Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan
    ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan,
    konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat.

    Transformasi tersebut menjadi wujud
    komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan Warga
    Binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

  • Gugatan Tak Diterima, Ketua Yayasan As’adiyah: Kami Tempuh Upaya Hukum Selanjutnya

    Gugatan Tak Diterima, Ketua Yayasan As’adiyah: Kami Tempuh Upaya Hukum Selanjutnya

    WAJO.KN— Sengketa lahan yang melibatkan Yayasan As’adiyah Sengkang kembali memasuki babak baru. Pengadilan Negeri Sengkang melalui putusan perkara Nomor 51/Pdt.Bth/2025/PN Skg menyatakan bantahan yang diajukan pembantah tidak dapat diterima.

    Berdasarkan amar putusan yang tercantum dalam sistem E-Court Mahkamah Agung, majelis hakim mengabulkan eksepsi terkait diskualifikasi pihak berdasarkan subjek hukum.

    Dalam pokok perkara, hakim menyatakan bantahan pembantah tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard) serta menghukum pembantah membayar biaya perkara sebesar Rp1.752.000.

    Menanggapi putusan tersebut, Ketua Yayasan As’adiyah Sengkang, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H mengatakan pihaknya menghormati keputusan majelis hakim dan akan menempuh langkah hukum berikutnya.

    “Assalamu Alaikum Wr Wb. Untuk perkara lokasi ketiga ini, hakim tidak menerima gugatan As’adiyah sehingga kami akan mencari upaya hukum selanjutnya,” ujar Bunyamin, Sabtu, 20 Juni 2026.

    Menurutnya, putusan tersebut tidak menghentikan perjuangan Yayasan As’adiyah dalam mempertahankan hak atas lahan yang selama ini menjadi objek sengketa.

    Ia menegaskan pihak yayasan akan mempelajari secara detail pertimbangan hukum majelis hakim sebelum menentukan langkah lanjutan yang akan ditempuh.

    Perkara ini merupakan salah satu dari rangkaian sengketa lahan yang sebelumnya telah bergulir di pengadilan.

    Sebelumnya, Yayasan As’adiyah berhasil meraih kemenangan dalam perkara nomor 40 setelah Pengadilan Tinggi Makassar menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sengkang yang memenangkan pihak yayasan.

    Saat itu, Bunyamin menyebut putusan Pengadilan Tinggi Makassar sebagai kemenangan kedua bagi As’adiyah dalam menghadapi pihak-pihak yang mengklaim lahan milik yayasan.

    Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aset-aset As’adiyah melalui jalur hukum.

    Dengan putusan terbaru pada perkara nomor 51 tersebut, sengketa lahan yang menjadi perhatian publik di Kabupaten Wajo diperkirakan masih akan berlanjut.

    Yayasan As’adiyah memastikan akan menggunakan seluruh mekanisme hukum yang tersedia guna memperjuangkan hak dan kepentingannya atas lahan yang disengketakan. (*)

  • Bupati Sidrap Resmi Buka Pemilihan AMKM Sidrap 2026, Dorong Generasi Muda Tampil di Tingkat Nasional

    Bupati Sidrap Resmi Buka Pemilihan AMKM Sidrap 2026, Dorong Generasi Muda Tampil di Tingkat Nasional

    SIDRAP. KN– Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka kegiatan Pemilihan Anak Dara Malebbi Kallolo Magaretta (AMKM) Sidrap 2026 yang berlangsung di Aula Saromase SKPD Kabupaten Sidrap, Jumat (19/6/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap berbagai kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas generasi muda.

    “Saya sangat mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Sidrap, terutama kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat dan kemampuannya. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar anak-anak Sidrap dapat dikenal hingga tingkat nasional,” ujar Syaharuddin Alrif.

    Ia mencontohkan salah satu putri daerah Sidrap, Andi Syaqirah, yang telah berhasil menembus dunia hiburan nasional sebagai artis dangdut.

    Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki.

    “Saya ingin anak-anak Sidrap dikenal di tingkat nasional seperti Andi Syaqirah”,semoga kegiatan seperti ini terus dilanjutkan karena menjadi wadah yang sangat baik dalam melahirkan generasi berprestasi,” tambahnya.

    Bupati juga berharap para orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

    “Kami dari pemerintah siap mendukung, tetapi peran orang tua sangat penting dalam mendampingi dan memotivasi anak-anak agar berani tampil dan meraih prestasi,” pesannya

    Kegiatan Pemilihan AMKM Sidrap 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten dan berlangsung meriah. Ajang tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kepribadian, serta kecintaan terhadap budaya dan daerahnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Karang Taruna Sidrap, Dr Abdul Jabbar S.IP,.M.SI, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sidrap, Haris Yasin,Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, unsur Forkopimda Sidrap, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap akan lahir generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.(*)

  • Bupati Sidrap Resmi Buka Pemilihan AMKM Sidrap 2026, Dorong Generasi Muda Tampil di Tingkat Nasional

    Bupati Sidrap Resmi Buka Pemilihan AMKM Sidrap 2026, Dorong Generasi Muda Tampil di Tingkat Nasional

    SIDRAP.KN– Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka kegiatan Pemilihan Anak Dara Malebbi Kallolo Magaretta (AMKM) Sidrap 2026 yang berlangsung di Aula Saromase SKPD Kabupaten Sidrap, Jumat (19/6/2026).

    Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap berbagai kegiatan positif yang dapat mengembangkan potensi, bakat, dan kreativitas generasi muda.

    “Saya sangat mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Sidrap, terutama kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat dan kemampuannya. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar anak-anak Sidrap dapat dikenal hingga tingkat nasional,” ujar Syaharuddin Alrif.

    Ia mencontohkan salah satu putri daerah Sidrap, Andi Syaqirah, yang telah berhasil menembus dunia hiburan nasional sebagai artis dangdut.

    Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki.
    “Saya ingin anak-anak Sidrap dikenal di tingkat nasional seperti Andi Syaqirah.

    Semoga kegiatan seperti ini terus dilanjutkan karena menjadi wadah yang sangat baik dalam melahirkan generasi berprestasi,” tambahnya.
    Bupati juga berharap para orang tua memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

    “Kami dari pemerintah siap mendukung, tetapi peran orang tua sangat penting dalam mendampingi dan memotivasi anak-anak agar berani tampil dan meraih prestasi,” katanya.

    Kegiatan Pemilihan AMKM Sidrap 2026 diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten dan berlangsung meriah. Ajang tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kepribadian, serta kecintaan terhadap budaya dan daerahnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Karang Taruna Sidrap, Abdul Jabbar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sidrap, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap, unsur Forkopimda Sidrap, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap akan lahir generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.(*)

  • 30 Tahun Hidup Sebatang Kara, Ladali Terharu Saat Bupati Sidrap Segera Bangunkan Rumah Layak Huni

    30 Tahun Hidup Sebatang Kara, Ladali Terharu Saat Bupati Sidrap Segera Bangunkan Rumah Layak Huni

    SIDRAP.KN– Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, meninjau langsung kondisi rumah milik Ladali di Kelurahan Wettee, Kecamatan Panca Lautang, Jumat (19/6/2026).

    Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan bantuan pembangunan rumah layak huni segera direalisasikan dengan model semi permanen yang dilengkapi fasilitas dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

    Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Baznas Sidrap, Camat Panca Lautang, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

    Kedatangan rombongan disambut hangat masyarakat dan para siswa yang antusias menyambut orang nomor satu di Kabupaten Sidrap tersebut.

    Saat melihat langsung kondisi rumah yang ditempati Ladali, Syaharuddin tampak terharu. Rumah sederhana yang telah dihuni seorang diri selama puluhan tahun itu dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian segera dari pemerintah.

    Menurut informasi yang diterima, Ladali hidup sebatang kara tanpa pendamping keluarga.

    Selama kurang lebih 30 tahun, ia menjalani kehidupan seorang diri dengan segala keterbatasan yang dimiliki.

    Meski hidup dalam kondisi serba sederhana, Ladali tetap bertahan dan menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran.

    Melihat kondisi tersebut, Syaharuddin langsung menginstruksikan agar proses pembangunan rumah baru dilakukan secepat mungkin melalui kolaborasi pemerintah daerah, Baznas, dan pihak terkait lainnya.

    “Rumah Pak Ladali harus segera dikerjakan. Kita akan bangun rumah semi permanen yang layak dan lengkap sehingga beliau bisa tinggal dengan nyaman dan aman,” tegas Syaharuddin.

    Ia mengatakan kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian khusus.

    “Tidak boleh ada warga yang luput dari perhatian. Pemerintah hadir untuk membantu dan memastikan masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

    Selain meninjau kondisi tempat tinggal, Bupati juga meminta instansi terkait melakukan pendataan dan memastikan seluruh dokumen kependudukan serta layanan kesehatan Ladali terpenuhi dengan baik.

    Kehadiran Bupati Sidrap bersama jajaran pemerintah daerah membawa harapan baru bagi Ladali.

    Setelah puluhan tahun menjalani hidup sebatang kara di rumah yang serba terbatas, ia kini akan memiliki tempat tinggal yang lebih layak sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. (*)

  • Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 di Mapolres Sidrap

    Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Piala Dunia 2026 di Mapolres Sidrap

    SIDRAP. KN—Semangat kebersamaan dan sportivitas mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Polres Sidrap bersama masyarakat, Kamis (16/6/26) dinihari.

      Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Polres Sidrap tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Selain di tingkat Polres, nobar juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah Polsek jajaran Polres Sidrap.

      Peserta dari berbagai kalangan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan sambil menyaksikan pertandingan antara Tim Nasional Portugal melawan RD Kongo. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

      Tak ketinggalan, Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong bersama para pejabat utama Polres juga turut hadir berbaur bersama masyarakat. Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini merupakan implementasi semangat Polri Presisi yang mengedepankan kedekatan dan pelayanan kepada masyarakat.

      “Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik” ujarnya

      Fantry, sapaan Kapolres Sidrap juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi nyata dari semangat “Polri Untuk Masyarakat” yang merupakan tagline Hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026.

      “Dengan terlaksananya kegiatan ini mampu menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat situasi yang aman dan kondusif menjelang peringatan puncak hari jadi Polri ke 80 pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang” tutupnya