Kategori: Jakarta

  • Datangi KPK, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Komitmen Antigratifikasi

    Datangi KPK, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Komitmen Antigratifikasi

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/2/2026), untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan pesawat khusus saat kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada 15 Februari 2026.

    Kedatangan Menag ke KPK tersebut berkaitan dengan perjalanan dinasnya ke Kabupaten Takalar dalam rangka peresmian Gedung Balai Sarkiah. Di hadapan awak media, Menag menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk transparansi dan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan korupsi, khususnya terkait potensi gratifikasi.

    “Saya sudah beberapa kali datang ke KPK. Bahkan sebelumnya pernah menyerahkan pemberian yang saya duga terkait penyelenggaraan haji. Saya juga beberapa kali berkonsultasi. Kali ini kita datang lagi untuk menyampaikan terkait kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan menggunakan pesawat khusus,” ujar Nasaruddin Umar di kantor KPK, Jakarta.

    Menag mengaku bersyukur pertemuannya dengan pihak KPK berlangsung lancar dan terbuka. Ia mengapresiasi lembaga antirasuah tersebut yang memberikan ruang klarifikasi secara transparan.

    Menurutnya, langkah pelaporan sejak awal merupakan bagian dari upaya membangun budaya integritas di lingkungan Kementerian Agama dan di kalangan penyelenggara negara secara umum.

    “Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi teman-teman lain. Mari kita mendukung seluruh gagasan pencegahan yang telah disosialisasikan, terutama oleh KPK. Laporkan apa pun yang mungkin syubhat bagi kita. Jangan khawatir. Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik bagi siapa pun sebagai penyelenggara negara,” tegasnya.

    Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menilai langkah Menteri Agama tersebut sebagai teladan positif bagi seluruh penyelenggara negara.

    Menurut Budi, pelaporan dugaan gratifikasi sejak awal merupakan bentuk mitigasi dan pencegahan terhadap potensi konflik kepentingan di kemudian hari.

    “Kita lakukan pencegahan-pencegahan, khususnya terkait konflik kepentingan yang barangkali ke depan akan muncul,” ujarnya.

    Budi menggarisbawahi tiga poin penting dari langkah yang dilakukan Menag.

    Pertama, komitmen kuat seorang menteri sebagai penyelenggara negara dalam mendukung pemberantasan korupsi, terutama melalui pelaporan gratifikasi secara dini.

    Kedua, tindakan tersebut menjadi teladan tidak hanya bagi jajaran Kementerian Agama, tetapi juga bagi seluruh penyelenggara negara dan aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia.

    Ketiga, langkah ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat dan pihak swasta agar tidak memberikan hadiah atau bentuk pemberian lain kepada pejabat negara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

    “Ini menjadi edukasi kepada masyarakat dan pihak swasta agar tidak memberikan suatu hadiah atau bentuk lainnya kepada penyelenggara negara atau ASN,” tandas Budi.

    Kehadiran Menag di KPK pun dipandang sebagai pesan kuat bahwa transparansi dan pelaporan dini merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang bersih, sekaligus memperkuat budaya antikorupsi di ruang publik.

  • Pengamat Nilai Ketegasan Kapolri Tepat, Polri Dinilai Ideal Tetap di Bawah Presiden

    Pengamat Nilai Ketegasan Kapolri Tepat, Polri Dinilai Ideal Tetap di Bawah Presiden

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id— Sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian mendapat dukungan dari kalangan pengamat kepolisian. Mereka menilai posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden sudah tepat dan sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia.

    Pengamat Kepolisian Irjen Pol (Purn) Sisno Adiwinoto menegaskan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden merupakan pilihan konstitusional dan bukan tanpa dasar historis maupun sistemik. Menurutnya, wacana menempatkan Polri di bawah kementerian justru menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap sistem kepolisian yang berlaku di Indonesia.

    “Sudah benar dan sangat tepat Polri berada di bawah Presiden, bukan di bawah kementerian,” kata Sisno dalam keterangan tertulis.

    Ia menjelaskan bahwa sistem kepolisian di dunia tidak tunggal. Ada negara yang menganut sistem sentralistik, sistem tersebar, maupun sistem integral. Setiap negara, kata dia, menentukan model kepolisiannya berdasarkan sejarah, konstitusi, dan kebutuhan nasional masing-masing.

    Dalam konteks Indonesia, Sisno menilai Polri bergerak menuju sistem integral, meski saat ini masih memiliki karakter sentralistik. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menerapkan sistem kepolisian tersebar pada awal kemerdekaan, namun kemudian beralih menjadi Kepolisian Nasional yang berada di bawah Presiden sejak 1 Juli 1946.

    Menurut Sisno, menjadikan contoh negara lain tanpa memahami konteks Indonesia merupakan kekeliruan mendasar. Ia menilai gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian sebagai pemikiran lama yang berulang dan tidak berdasar.

    “Jangan hanya karena mengetahui ada negara yang menempatkan polisi di bawah kementerian, lalu ingin menerapkannya di Indonesia tanpa memahami fakta dan sistem yang berlaku,” tegasnya.

    Lebih jauh, Sisno mengingatkan bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan sejumlah risiko serius. Di antaranya adalah melemahnya kendali Presiden terhadap instrumen keamanan dalam negeri, munculnya tumpang tindih kewenangan, serta potensi intervensi politik sektoral terhadap penegakan hukum.

    Menurutnya, tugas menjaga keamanan dan ketertiban umum merupakan kewenangan paling mendasar dari sebuah pemerintahan. Karena itu, fungsi tersebut harus berada langsung di bawah Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.

    “Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengaburkan prinsip bahwa keamanan dan ketertiban adalah bagian dari kekuasaan administrasi Presiden,” ujarnya.

    Sisno menegaskan, secara konstitusional kedudukan Polri sudah sangat jelas. UUD 1945, Ketetapan MPR Nomor VII Tahun 2000, serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 secara tegas menempatkan Polri sebagai alat negara yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

    Ia menilai usulan menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi juga berpotensi inkonstitusional karena mengingkari prinsip negara hukum.

    Dalam konteks itu, sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak keras wacana tersebut dinilai sejalan dengan konstitusi dan kepentingan negara. Bahkan pernyataan Kapolri yang lebih memilih mundur daripada memimpin Polri di bawah kementerian dipandang sebagai sikap menjaga marwah institusi.

    Pengamat juga menilai, keberadaan Kapolri di bawah Presiden memungkinkan koordinasi langsung dalam menghadapi situasi nasional yang bersifat strategis dan mendesak. Posisi tersebut memungkinkan Polri bertindak cepat tanpa terhambat lapisan birokrasi tambahan.

    “Polri adalah perangkat pemerintah pusat dengan kewenangan nasional. Karena itu, sudah tepat jika bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” pungkas Sisno. (*)

  • Edy Basri Nahkodai KJI Sulsel, Pelantikan Disiapkan di Lima Opsi Lokasi

    Edy Basri Nahkodai KJI Sulsel, Pelantikan Disiapkan di Lima Opsi Lokasi

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id— Dewan Pimpinan Pusat Kolaborasi Jurnalis Indonesia (DPP KJI) secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan kepengurusan Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Provinsi Sulawesi Selatan. Kepengurusan yang diketuai Edy Basri tersebut kini bersiap melangkah ke agenda strategis berikutnya, yakni pelantikan pengurus yang direncanakan berlangsung pada awal atau pertengahan Februari 2026.

    Ketua Umum DPP KJI, Andarizal, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pelaksanaan pelantikan masih dalam tahap pematangan. Sejumlah opsi lokasi tengah dikaji, meliputi Bali, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kota Parepare, Kabupaten Bulukumba, serta Kabupaten Wajo. Pelantikan tersebut direncanakan akan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KJI, sebagai penegasan legitimasi organisasi di tingkat provinsi.

    Menurut Andarizal, penetapan kepengurusan KJI Sulsel merupakan bagian dari agenda konsolidasi nasional organisasi dalam memperkuat struktur, peran, dan kontribusi jurnalis di daerah. Ia menegaskan bahwa KJI dibangun sebagai rumah besar insan pers yang menjunjung tinggi profesionalisme, independensi, serta etika jurnalistik.

    “KJI adalah wadah bersama bagi para jurnalis. Kami berharap KJI Sulsel di bawah kepemimpinan Edy Basri mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, inklusif, dan tetap tegak lurus pada AD/ART,” ujar Andarizal dalam keterangannya, Jumat, 2 Januari 2026.

    Lebih lanjut, KJI Sulsel diproyeksikan menjadi lokomotif pergerakan organisasi sekaligus role model bagi kepengurusan KJI di wilayah lain. Dengan komposisi pengurus yang dinilai solid, representatif, dan berpengalaman, KJI Sulsel diharapkan mampu melahirkan program kerja yang terukur serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas jurnalisme daerah.

    Dalam struktur organisasi yang telah ditetapkan, KJI Sulsel juga diperkuat oleh jajaran Pembina dari unsur kepala daerah, di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, serta Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap). Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis organisasi pers dalam ekosistem pembangunan daerah, tanpa mengurangi prinsip independensi jurnalistik.

    Selain itu, KJI Sulsel dilengkapi sejumlah bidang strategis, mulai dari Hubungan Antar Lembaga, Pengembangan Organisasi, hingga Bidang Pra-Uji Kompetensi Wartawan (Pra-UKW) yang difokuskan pada peningkatan kapasitas, kualitas, serta profesionalisme anggota.

    Adapun struktur teras Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan DPP KJI, yakni:
    Ketua: Edy Basri
    Sekretaris: Muh Tohir
    Wakil Sekretaris: Iwan Setiawan
    Bendahara: Ersan
    Wakil Ketua: Herwandi Baharuddin, Andi Kute, Fery Sirajuddin, Andi Indera Dewa, dan Kadir A. Setiawan.

    Dengan formasi tersebut, KJI Sulsel ditargetkan segera melakukan akselerasi program kerja pascapelantikan, terutama dalam mendorong literasi media, peningkatan kompetensi wartawan, serta penguatan kesejahteraan anggota melalui optimalisasi peran Bidang Pra-UKW.

    Kehadiran KJI Sulsel diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pers yang sehat, profesional, dan berkontribusi positif bagi demokrasi serta pembangunan daerah di Sulawesi Selatan.(*)

  • Membanggakan, Dua Pendongeng Cilik Sidrap Raih Prestasi Nasional di Ajang KSBN 2025

    Membanggakan, Dua Pendongeng Cilik Sidrap Raih Prestasi Nasional di Ajang KSBN 2025

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Dua pendongeng cilik asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Tanawali Asis dan Ratu Arumi Radika, menorehkan prestasi membanggakan pada Lomba Dongeng Karya Cipta Baru Tingkat Nasional 2025 bertema “Budaya dan Nilai Luhur Bangsaku”.

    Kegiatan tersebut digelar Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) bekerja sama dengan Kemendikdasmen dan Kemenbud di Plaza Insani, Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

    Tanawali Asis, siswa UPT SD Negeri 1 Amparita, meraih Juara Harapan 3 kategori SD kelas 1–3 melalui dongeng berjudul “Ayam Gagak dari Sidrap”.

    Dongeng karyanya mengangkat kearifan lokal serta mengenalkan asal usul hewan endemik khas Sidenreng Rappang. Tanawali dilatih dan dibimbing oleh Asman L., S.Pd., Gr., M.Pd., dan Asis T., S.Ag., Gr., M.Pd.

    Sementara itu, Ratu Arumi Radika dari TKN Idhata Rappang meraih Juara 3 kategori TK/PAUD lewat dongeng “Hantu Kalimpau” yang memuat nilai-nilai kearifan lokal Bugis, khususnya pesan agar anak-anak kembali ke rumah sebelum petang. Ia didampingi pelatih Surya Reski dan Tahira, S.Pd., AUD.

    Ketua KSBN Nasional, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Hendardji Soepandji, menyampaikan kegiatan ini bertujuan menghidupkan kembali seni bertutur untuk memperkuat kebudayaan daerah sekaligus membangun kedekatan antara anak dan orang tua melalui dongeng.

    Penampilan Tanawali dan Arumi berhasil memukau juri dan penonton di Aula Inzani Kemendikdasmen.

    Keduanya dinilai menonjol dalam penjiwaan, perubahan karakter, dan alur cerita sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Sidrap di tingkat nasional.

    Prestasi mereka diikuti dengan penghargaan istimewa. Naskah dongeng “Ayam Gagak dari Sidrap” dan “Hantu Kalimpau” akan diterbitkan secara analog dan digital oleh Kemendikdasmen dan Kemenbud.

    Selain itu, foto keduanya akan dipajang di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery di Medan, Sumatera Utara, bersama pakaian adat dan properti yang digunakan saat tampil.

    Tanawali dan Arumi turut didampingi para pelatih: Asman L., Asis T., Andika Putra Yani, Surya Reski, dan Tahira. Keberangkatan mereka ke Jakarta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

    Kepala UPT SD Negeri 1 Amparita, Hj. Hasnati, S.Pd., M.M., serta para guru menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Tanawali yang berhasil bersaing dengan peserta dari 32 provinsi.

    Hal serupa disampaikan kepala sekolah dan guru TKN Idhata Rappang yang bangga atas capaian Arumi yang mengungguli peserta dari 33 provinsi.

    Para pendamping menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sidrap, Wakil Bupati, Bunda PAUD Sidrap, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para kepala sekolah.

    Capaian ini menjadi indikator kuat perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, sejalan dengan tagline Saromase Sidenreng Rappang.

  • Kadis Peternakan dan Perikanan Sidrap Koordinasi ke Ditjen PKH, Ajukan Lima Usulan

    Kadis Peternakan dan Perikanan Sidrap Koordinasi ke Ditjen PKH, Ajukan Lima Usulan

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Ahmad Dollah melakukan koordinasi dan konsultasi ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

    Kegiatan ini menindaklanjuti arahan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, pada kunjungan sebelumnya terkait percepatan pengembangan sektor peternakan daerah.

    Dalam keterangan yang diterima Jumat (21/11/2025), Ahmad Dollah menjelaskan lima usulan prioritas dari Pemkab Sidrap yang diajukan untuk memperkuat rantai produksi peternakan.

    “Usulan itu meliputi pembangunan pabrik tepung telur, Rumah Potong Unggas (RPU), pabrik pakan, pengembangan poultry shop, serta pembangunan kandang close house,” urainya.

    Ahmad menambahkan, kelima usulan tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan produksi, efisiensi budidaya, hingga hilirisasi hasil peternakan.

    Pada kesempatan yang sama, Kadisnakkan Sidrap juga mengikuti rapat koordinasi perencanaan program Ditjen PKH tahun 2026. Rapat dipimpin Dirjen PKH dan dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, staf ahli, para direktur lingkup Ditjen PKH, serta kepala dinas peternakan provinsi se-Indonesia.

    “Pembahasan terfokus pada pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, khususnya ketersediaan protein hewani yang menjadi penopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Asta Cita Presiden,” terang Ahmad.

    Program ekosistem terintegrasi ini, lanjutnya, mencakup pembentukan klaster yang melibatkan Danantara dan BUMN, seperti Grand Parent Stock (GPS), pembibitan DOC layer dan broiler, poultry shop, rumah potong unggas, pabrik olahan ayam, pabrik tepung telur, serta penyediaan pullet.

  • Pengusaha Bugis di Papua Barat Takluk oleh Suara Syaqira: “Ia Bawa Nama Sidrap di Hati Kami”

    Pengusaha Bugis di Papua Barat Takluk oleh Suara Syaqira: “Ia Bawa Nama Sidrap di Hati Kami”

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id— Dukungan luar biasa terhadap penyanyi muda asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Syaqira, di panggung Dangdut Academy 7 Indosiar (DA7) terus bergema hingga ke pelosok negeri.

    Kali ini, semangat itu datang dari para pengusaha Bugis-Makassar di tanah Papua Barat yang bertekad penuh membantu perjuangan Syaqira mengharumkan nama Sidrap dan Sulawesi Selatan di level nasional.

    Salah satu figur utama di balik gerakan solidaritas ini adalah H. Arifin, pengusaha sukses asal Rappang, Kecamatan Panca Rijang, kelahiran tahun 1985, yang kini berkiprah di Manokwari, Papua Barat.

    Bersama rekan sejawatnya, H. Ilham Junaedy—koordinator umum Syaqira Lovers—mereka menjadi motor penggerak dukungan finansial dan moral dari komunitas saudagar Bugis-Makassar di perantauan.

    “Sejak awal Syaqira tampil di Indosiar, kami di Papua langsung turun gunung. Ini buak siapa kami dukung tapi ini merupakan harga diri dan dnama baik Sidrap. Jadi Kami ingin anak daerah ini meraih prestasi tertinggi dan menjadi kebanggaan Sidrap. Dukungan ini bukan semata untuk ajang hiburan, tapi sebagai bentuk cinta kami terhadap tanah kelahiran,” ujar H. Arifin penuh semangat.

    Tak hanya berhenti pada ucapan, para pengusaha Bugis-Makassar di Papua Barat menunjukkan dukungan konkret. Dalam konser Result Show DA7 di Studio 5 Indosiar, Jakarta, mereka hadir langsung memberi semangat hingga melakukan aksi saweran puluhan juta rupiah sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan Syaqira.

    Aksi tersebut sontak menarik perhatian penonton di studio. Syaqira yang tengah tampil membawakan lagu penuh penghayatan tak kuasa menahan haru. Ia menunduk, menitikkan air mata, lalu mengucapkan terima kasih di atas panggung.

    “Saya tidak pernah menyangka dukungan sebesar ini. Terima kasih untuk semua orang Sidrap di mana pun berada. Doa dan semangat kalian menjadi kekuatan saya,” tutur A. Syaqira usai tampil.

    Selain H. Arifin, dukungan juga datang dari Muh. Ali Syarif, pengusaha nasional asal Sidrap sekaligus Owner OMTANI, serta sejumlah pengusaha muda lainnya dari Jakarta, Makassar, dan Papua.
    Keterlibatan mereka menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan antarperantau Bugis-Makassar dalam mengangkat potensi anak muda daerah.

    “Kami ingin Syaqira menjadi simbol semangat baru bagi generasi muda Sidrap. Ia bukan hanya penyanyi, tapi juga representasi anak daerah yang berjuang gigih dari bawah,” ujar Muh. Ali Syarif, usai menyaksikan konser di studio.

    Dukungan luar biasa ini tak lepas dari peran H. Ilham Junaedy (Kaka IJ) yang dikenal sebagai mentor pribadi Syaqira sekaligus penggerak utama solidaritas komunitas Syaqira Lovers.
    Di sela konser, Kaka IJ bahkan melakukan video call langsung dengan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif (Kaka SAR), yang turut memberikan sapaan dan motivasi kepada seluruh pendukung di studio.

    “Kita tidak hanya memberi semangat kepada Syaqira, tapi juga membangun semangat seluruh masyarakat Sidrap untuk terus berprestasi. Sidrap punya banyak anak muda hebat yang patut kita dukung,” pesan Bupati Syaharuddin Alrif dalam sambungan video call tersebut.

    Sebagai pengusaha yang juga aktif dalam mendukung pembangunan daerah, H. Arifin menegaskan bahwa dukungan mereka terhadap Syaqira sejalan dengan dukungan penuh kepada program kerja Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan H. Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Hj. Nurkanaah.
    Menurutnya, keberhasilan generasi muda di panggung nasional menjadi bagian dari pembangunan karakter dan citra positif daerah.

    “Kami para pengusaha Bugis-Makassar di perantauan akan terus memberi kontribusi, baik untuk pembangunan Sidrap maupun untuk mendukung anak-anak muda seperti Syaqira agar terus berkarya. Inilah bentuk nyata cinta kami pada tanah kelahiran,” tegas H. Arifin.

    Di akhir acara, Kaka IJ menutup dengan kalimat yang menggugah hati:

    “Ini bukan sekadar kompetisi dangdut. Ini perjuangan untuk mengangkat nama Sidrap, Sulawesi Selatan, dan Indonesia Timur di panggung nasional.”

    Kini, dukungan masyarakat Sidrap dan diaspora Bugis-Makassar di berbagai daerah terus mengalir deras. Harapan besar bertumpu pada langkah Andi Syaqira, gadis muda yang membawa semangat dan identitas Sidrap ke puncak kejayaan — menjadi simbol bahwa dari Timur Indonesia, lahir bintang yang bersinar terang. (*)

  • Inovatif Kawal Swasembada Pangan, Bupati Syaharuddin Alrif Sabet Penghargaan tvOne

    Inovatif Kawal Swasembada Pangan, Bupati Syaharuddin Alrif Sabet Penghargaan tvOne

    JAKARTA. KOMPAKNEWS. My. Id—Kepemimpinan inovatif nan visioner Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif kembali mendapat pengakuan nasional.

    Jumat (7/11/2025), Syaharuddin dianugerahi penghargaan bergengsi dari tvOne dalam ajang Inovasi Membangun Negeri 2025 yang digelar di Studio tvOne The Convergence Indonesia, Jakarta.

    Sehari sebelumnya, Bupati Syaharuddin juga menerima penghargaan “Top Regional Food & Energy Security Champion” dari CNBC Indonesia.

    Dua apresiasi nasional beruntun ini menunjukkan konsistensi Sidrap di bawah kepemimpinan Syaharuddin dalam mewujudkan daerah yang mandiri pangan sekaligus pelopor energi hijau di Kawasan Timur Indonesia.

    Penghargaan dari tvOne mengusung kategori “Sinergi Swasembada Pangan Sidrap Maju” yang menyoroti keberhasilan Bupati Syaharuddin dalam menggerakkan sinergi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan.

    Syaharuddin dinilai sukses mengembangkan pertanian berkelanjutan, serta mendorong hilirisasi hasil tani menuju kemandirian daerah.

    Di bawah tangan dingin Bupati Syaharuddin, berbagai inovasi sektor pertanian dan energi terus digerakkan.

    Langkah-langkah strategis seperti program listrik masuk sawah, penerapan IP300, pengoptimalan brigade pangan, pupuk lancar, harga gabah stabil, pemanfaatan teknologi, hingga hilirisasi pertanian menjadi bukti nyata arah pembangunan Sidrap yang berkelanjutan.

    “Alhamdulillah, terima kasih atas doa dan dukungan seluruh masyarakat Sidrap. Penghargaan ini untuk kita semua. Semoga ke depan Sidrap bisa terus berinovasi serta makin maju dan sejahtera,” ujar Syaharuddin.

    Ajang tvOne Inovasi Membangun Negeri 2025 merupakan malam penganugerahan bagi tokoh dan pemerintah daerah yang dinilai berhasil menghadirkan gagasan kreatif dan program berdampak positif bagi masyarakat.

    Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan.

    Ia menegaskan, capaian tersebut bukanlah hal mudah, sebab di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, mereka tetap mampu menunjukkan hasil nyata melalui efisiensi, kolaborasi, dan inovasi.

    “Dalam situasi penuh ujian seperti sekarang, tampil para pemenang sejati, mereka yang memilih berpeluh, bukan mengeluh seraya melahirkan gagasan, semangat kolaborasi, dan ruang inovasi yang sejalan dengan arah yang diinginkan Presiden dan Menteri Dalam Negeri,” ujar Bima Arya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tvOne yang telah mengadakan ajang apresiasi tersebut.

    “Terima kasih kepada tvOne yang ikut menyumbang semangat menuju Indonesia Emas,” tandas Bima.

    Hadir mendampingi Bupati Sidrap pada acara ini, Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin, Plt Kadis Komunikasi dan Informatika Sidrap, Mahluddin Sam, serta Kabag Umum dan Protokol, Irham Imran.

  • Sidrap Bikin Bangga, Raih Penghargaan Nasional di CNBC Indonesia Awards 2025

    Sidrap Bikin Bangga, Raih Penghargaan Nasional di CNBC Indonesia Awards 2025

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menorehkan prestasi nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, Sidrap menerima penghargaan “Top Regional Food & Energy Security Champion” dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2025.

    Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, kepada Bupati Syaharuddin Alrif di studio CNBC Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

    Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin didampingi Ketua TP PKK Sidrap Hj. Haslindah Syaharuddin, Plt Kadis Kominfo Mahluddin Sam, Kabag Tata Pemerintahan Fandy Anshary, serta Kabag Umum dan Protokol Irham Imran.

    Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Sidrap memperkuat ketahanan pangan dan energi daerah, serta kontribusinya terhadap kemandirian nasional di dua sektor strategis tersebut.

    CNBC Indonesia menilai Sidrap mampu menjaga identitasnya sebagai lumbung pangan utama Sulawesi Selatan sekaligus menjadi pelopor energi hijau di kawasan Indonesia Timur.

    Bupati Syaharuddin menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat Sidrap yang terus menjaga semangat pembangunan daerah.

    “Terima kasih atas dukungan segenap masyarakat Sidrap. Daerah kita dikenal sebagai lumbung pangan dan akan terus berkontribusi untuk swasembada pangan nasional,” tuturnya.

    Ia menambahkan, Sidrap juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), dan ke depan akan disusul dengan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    Sementara Wamendagri Bima Arya menyampaikan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas capaian tersebut.

    “Selamat untuk Kabupaten Sidrap. Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain,” kata Bima Arya.

  • Syaharuddin Alrif Raih Juara 1 Lomba Konten di Bimtek Laga Perubahan Partai Nasdem

    Syaharuddin Alrif Raih Juara 1 Lomba Konten di Bimtek Laga Perubahan Partai Nasdem

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id—Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulawesi Selatan yang juga Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, meraih Juara 1 Lomba Pembuatan Konten dalam kegiatan Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan Angkatan 9 Partai Nasdem.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pendidikan Politik bagi kader Nasdem dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yang berlangsung 24–26 Oktober 2025 di Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem, Jakarta Selatan.

    Prestasi Syaharuddin mencerminkan kemampuan kader Nasdem Sulsel dalam memanfaatkan media digital untuk menyampaikan pesan perubahan dan semangat restorasi partai. Konten yang dibuat dinilai paling kreatif dan efektif dalam menggaungkan gerakan perubahan tersebut.

    Syaharuddin mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam memperkuat sinergi kader dari berbagai tingkatan.

    “Selama tiga hari tiga malam kami diberikan kegiatan yang sangat bagus. Pengalaman luar biasa bagaimana kolektivitas antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota terbangun,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kegiatan itu diikuti 24 peserta dari Sulawesi Selatan dan 6 dari Sulawesi Barat. Menurutnya, kolaborasi ini turut memperkuat posisi partai secara elektoral di wilayah tersebut.

    Syaharuddin juga mengungkapkan, sejumlah program yang dirumuskan dalam Laga Perubahan menjadi jalan keluar dan contoh implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, berbagai konsep akan dipadukan untuk diterapkan di daerah pemilihan masing-masing di Sulawesi Selatan.

    “Ketua Umum Surya Paloh menekankan agar ilmu yang didapat ini dipraktikkan menuju 2029 dengan konsep berbeda, membuka diri dan hati masyarakat. Dengan begitu, rasa kehadiran Nasdem di tengah masyarakat semakin meningkat dan perolehan kursi bisa bertambah,” tandas Syaharuddin.

    Kegiatan Bimtek ini ditutup langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, yang berpesan agar seluruh kader memiliki mental petarung dan senantiasa membawa solusi bagi masyarakat.

  • Ribuan Warga Sidrap Tumpah Ruah Nobar Konser Andi Syaqira di Kalosi Fest 2025, Bupati Syaharuddin: Ini Soal Harga Diri Daerah!

    Ribuan Warga Sidrap Tumpah Ruah Nobar Konser Andi Syaqira di Kalosi Fest 2025, Bupati Syaharuddin: Ini Soal Harga Diri Daerah!

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id— Euforia luar biasa mewarnai kawasan UMKM Kalosi Fest 2025, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa malam (21/10/2025).

    Ribuan warga dari berbagai penjuru Sidrap memadati lapangan utama untuk menggelar nonton bareng (nobar) penampilan Andi Syaqira, kontestan asal Sidrap yang kini menembus 7 besar ajang Dangdut Academy (DA7) Indosiar.

    Acara nobar ini diprakarsai langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, sebagai bentuk dukungan total bagi putri daerah yang tengah mengharumkan nama Sidrap di kancah nasional.

    Lantunan yel-yel penyemangat menggema di lokasi sejak sore hari, dipimpin langsung Camat Dua Pitue Andi Sammang Kepala Desa Kalosi, Abdul Malik, bersama ratusan relawan pendukung yang menyebut diri mereka “Syaqira Lovers”.

    “Ini bukan sekadar ajang hiburan, tapi soal semangat dan harga diri Sidrap sebagai kabupaten yang dikenal produktif dan penuh talenta. Mari kita buktikan bahwa Sidrap mampu bersaing di panggung nasional,” tegas Bupati Syaharuddin dalam sambutannya.

    Sosok Andi Syaqira, gadis kelahiran Desa Kalosi, Dua Pitue, memang menjadi kebanggaan baru warga Sidrap. Anak pertama dari tiga bersaudara ini dikenal sederhana dan pekerja keras. Sehari-hari ia membantu ekonomi keluarga sebelum akhirnya menapaki panggung besar DA7. Kisah perjuangannya yang inspiratif membuat masyarakat Sidrap menaruh simpati dan rasa bangga mendalam.

    Bupati Syaharuddin bahkan menyerukan agar seluruh masyarakat Sidrap — termasuk para perantau di luar daerah — bersatu memberikan dukungan maksimal melalui voting Indosiar. Menurutnya, keberhasilan Syaqira bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga representasi semangat anak daerah dalam meraih mimpi.

    “Kita tidak hanya menyaksikan penampilan seorang penyanyi, tapi juga perjuangan seorang anak Sidrap yang membawa nama daerahnya di depan jutaan pemirsa nasional,” tambah Syaharuddin di sela pembukaan Expo Kalosi Fest 2025 yang juga digelar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

    Sementara itu, Koordinator Syaqira Lovers sekaligus penanggung jawab lapangan, H. Ilham Junaedi, menyebutkan bahwa dukungan untuk Syaqira tidak hanya datang dari Sidrap. Ribuan penggemar dan warga diaspora Sidrap dari berbagai provinsi turut hadir langsung ke Studio Indosiar Jakarta untuk memberi dukungan di lokasi acara.

    “Kami mendapat laporan ada rombongan dari Makassar, Parepare, Pinrang, bahkan dari Kalimantan dan Papua. Mereka semua datang membawa semangat yang sama: mendukung Syaqira sampai juara,” ungkap H. Ilham.

    Suasana nobar di Kalosi Fest berlangsung meriah dengan layar lebar, panggung musik, dan pameran UMKM yang dibuka hingga tengah malam. Sorak-sorai penonton pecah ketika nama Andi Syaqira diumumkan tampil membawakan lagu dangdut klasik yang menggetarkan panggung DA7.

    Malam itu, Kalosi bukan sekadar lokasi nobar, tetapi berubah menjadi pusat kebanggaan daerah. Ribuan wajah bersinar di bawah cahaya lampu panggung, membawa satu harapan yang sama — agar Andi Syaqira dapat menembus babak grand final dan membawa pulang gelar juara ke tanah kelahirannya, Sidrap. (*)

  • Sudarni, S.Pd Harumkan Nama Sidrap di Ajang Debat Guru Nasional

    Sudarni, S.Pd Harumkan Nama Sidrap di Ajang Debat Guru Nasional

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dunia pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang. Sudarni, S.Pd, guru dari Tim Debat Guru Sidrap “Sipakamasemase” SDN 6 Mojong, berhasil meraih posisi kedua tingkat nasional pada ajang Debat Guru di Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII yang digelar di Jakarta, 12/10/2025.

    Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh 34 tim finalis dari berbagai daerah di Indonesia, yang kemudian mengerucut menjadi enam tim terbaik untuk tampil di debat spesial (final round). Berbeda dari debat pada umumnya, ajang ini tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan lawan atau mencari pembenaran, melainkan sebagai wadah bagi guru untuk memperkuat argumen berdasarkan data, fakta, dan solusi terhadap isu-isu pendidikan aktual.

    Dalam mosi pertama bertema “Sekolah melarang kantin menjual makanan dan minuman dengan kemasan plastik sekali pakai”, tim Sidrap yang beranggotakan Sudarni, S.Pd, Sumardi, S.Pd, dan Husain, S.Pd berperan sebagai tim pro, berhadapan dengan tim dari Kabupaten Pangkep. Debat ini mengasah kemampuan guru dalam menyampaikan argumen ilmiah yang berpihak pada kelestarian lingkungan sekolah.

    Mosi kedua bertema “Kurikulum PJOK perlu dirombak agar lebih menekankan edukasi gizi, kesehatan mental, dan kebiasaan sehat dalam pembelajaran” mempertemukan tim Sidrap dengan tim dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, di posisi kontra.

    Pada babak final, peserta beradu argumen dalam dua mosi menarik, yakni “Sekolah harus mendorong penggunaan ChatGPT dan AI sejenis untuk menunjang pembelajaran” serta “Sistem pendidikan harus memasukkan pendidikan iklim sebagai kurikulum wajib.” Debat ini dipimpin oleh Ibu Itje Chodijah dari UNICEF bersama beberapa juri lainnya yang menilai ketajaman logika, kekuatan argumen, dan relevansi solusi yang ditawarkan peserta.

    Dari hasil penilaian dewan juri, Sudarni, S.Pd dinobatkan sebagai peringkat kedua Debat Guru Nasional, menerima medali penghargaan dan hadiah berupa tablet elektronik dari sponsor acara.

    Melalui pesan WhatsApp, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.Ip, MM menyampaikan ucapan selamat kepada Sudarni dan tim atas prestasi membanggakan tersebut.

    “Selamat dan teruslah berdampak untuk pendidikan unggul di Bumi Nene Mallomo,” tulis Bupati Sidrap.

    Kebanggaan serupa disampaikan oleh Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Sidrap, Rahmat Ahmad, S.Pd, M.Pd.

    “Ini menjadi kebahagiaan besar bagi kami. TPN bukan hanya ajang berkompetisi, tapi ruang refleksi dan kolaborasi antar-guru se-Nusantara. Terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati yang selalu aktif mendukung kegiatan guru Sidrap,” ujarnya.

    Sementara itu, Koordinator TPN Sidrap, Muh. Yusuf, S.Pd, berharap capaian ini menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya.

    “Sampai jumpa di TPN XIII tahun depan dengan tema Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia,” pungkasnya.(*)

  • Nenek Jaman Now Tanrutedong Sidrap Terbang ke Jakarta, Suport Syaqirah di Studio Indosiar

    Nenek Jaman Now Tanrutedong Sidrap Terbang ke Jakarta, Suport Syaqirah di Studio Indosiar

    JAKARTA.KOMPAKNEWS.My.id— Perjuangan panjang Andi Syaqirah akhirnya berbuah manis. Putri kebanggaan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sukses menembus Top 10 besar ajang pencarian bakat Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar, Jumat malam (3/10/2025).

    Sebuah capaian yang tidak mudah, setelah sebelumnya harus bersaing ketat dengan 40 kontestan dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Kabar gembira ini pertama kali dilaporkan langsung oleh Ilham Junaedy, koordinator “Syaqirah Lovers”, kepada Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif.

    Bupati pun menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa bangga atas prestasi Syaqirah.

    “Ini capaian yang luar biasa. Syaqirah bukan hanya kebanggaan masyarakat Sidrap, tapi juga kebanggaan Sulawesi Selatan. Perjalanan menuju 10 besar tentu tidak mudah, penuh perjuangan dan pengorbanan. Saya bangga atas kerja kerasnya,” ujar Syaharuddin Alrif.

    Sejak awal audisi hingga babak 40 besar, Syaqirah sudah menunjukkan konsistensinya. Dalam penampilan hari pertama di panggung besar, ia berhasil meraih Standing Ovation (SO) 3 kali serta 5 bintang dari seluruh dewan juri. Penampilan itu sekaligus mengukuhkan langkahnya menuju tahap berikutnya.

    Yang menarik, di momen tersebut Syaqirah tampil spesial bersama ibundanya dan adiknya, Andi Kenzo Dandang.

    Aksi panggung keluarga itu sukses mengguncang Studio 5 Indosiar, membuat sorak-sorai penonton bergemuruh.

    Pada malam kedua, Syaqirah semakin memukau lewat lagu “Goyah”. Dengan vokal yang matang dan penghayatan penuh, ia berhasil merebut hati juri dan penonton. Hasilnya, ia dipastikan melaju ke Top 10 besar DA7.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan besar keluarga, masyarakat Sidrap, serta komunitas penggemar “Syaqirah Lovers” yang dipimpin langsung oleh Ilham Junaedy (IJ).

    Sejak awal kompetisi, IJ dipercaya khusus oleh Bupati untuk mendampingi Syaqirah hingga ajang DA7 berakhir.

    Tak hanya itu, dukungan makin membeludak setelah kelompok ibu-ibu “Nenek Jaman Now” asal Tanrutedong turut hadir langsung ke Jakarta.

    Rombongan yang berjumlah 30 orang ini terbang khusus ke Studio Indosiar, dipimpin oleh Hj. Asma Aziz dan Hj. Dahriah Cambang. Kehadiran mereka menambah semarak dukungan, sekaligus menjadi bukti kecintaan masyarakat Sidrap terhadap talenta muda daerahnya.

    “Ilham Junaedy ini luar biasa. Sejak awal audisi, ia terus mendampingi Syaqirah tanpa kenal lelah. Dan sekarang kita lihat, dukungan masyarakat juga luar biasa, bahkan ada rombongan ibu-ibu yang rela datang jauh-jauh. Ini bukti kebersamaan Sidrap,” kata Bupati.

    Kini, langkah Syaqirah masih berlanjut menuju babak berikutnya. Bupati Sidrap berharap masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, terus memberikan dukungan penuh.

    “Kita doakan bersama agar Syaqirah terus melangkah lebih jauh, bahkan hingga menjadi juara. Semoga prestasi ini membawa harum nama Sidrap dan Sulawesi Selatan di kancah nasional,” tutur Syaharuddin.

    Keberhasilan Andi Syaqirah lolos ke 10 besar DA7 bukan hanya kisah tentang bakat, tetapi juga tentang perjuangan, konsistensi, serta dukungan kolektif masyarakat.

    Sebuah bukti bahwa mimpi anak daerah bisa menembus panggung nasional dengan kerja keras dan doa bersama. (*)