Kategori: Sidrap

  • Momen Hangat AKBP Dr. Fantry Taherong Sambut Ratusan Anak PAUD di Polres Sidrap

    Momen Hangat AKBP Dr. Fantry Taherong Sambut Ratusan Anak PAUD di Polres Sidrap

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Polres Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi saksi momen hangat penuh keceriaan pada Jumat (29/8/25) pagi. Ratusan anak dari PAUD Negeri Percontohan Sidrap mengikuti kegiatan “Outing Class” dan mendapat pengalaman berharga yang disambut langsung oleh Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H. melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas).

    ​Kegiatan edukasi ini dirancang untuk mengenalkan tugas-tugas Polisi secara humanis kepada anak-anak usia dini. Melalui inisiatif ini, Polres Sidrap berupaya menumbuhkan kedisiplinan, pemahaman dasar tentang tertib berlalu lintas, dan yang terpenting, menanamkan nilai Polisi Sahabat Anak.

    ​Dalam kunjungan tersebut, anak-anak tampak antusias saat diajak berkeliling area Mapolres. Petugas Sat Lantas dengan ramah dan sabar mengenalkan berbagai fasilitas dan kendaraan operasional, seperti mobil patroli dan sepeda motor Polisi. Mereka juga diajari tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, cara aman menyeberang jalan, dan pentingnya menggunakan helm saat dibonceng.

    ​Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong melalui Satuan Lantas menyampaikan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. “Kami ingin membangun citra positif Polisi di mata anak-anak sejak dini. Dengan kegiatan ini, diharapkan mereka tidak merasa takut, melainkan melihat Polisi sebagai sosok yang ramah, pelindung, dan siap membantu. Pendidikan karakter dan kedisiplinan sejak usia PAUD sangat krusial,” ujarnya.

    ​Kegiatan “Outing Class” ini berhasil menciptakan suasana akrab dan menyenangkan. Anak-anak pulang dengan senyum bahagia, membawa pulang pengalaman berharga yang tidak hanya edukatif, tetapi juga memupuk rasa aman dan percaya pada institusi Kepolisian.

  • Dukung Kejaksaan, Kapolres Sidrap Ajak Perkuat Sinergi Lewat Lapangan Olahraga

    Dukung Kejaksaan, Kapolres Sidrap Ajak Perkuat Sinergi Lewat Lapangan Olahraga

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id- Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-80, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidrap menggelar Pekan Olahraga yang berlangsung meriah di Gedung Masyarakat Pangkajene, Jumat (29/8/25).

    ​Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidrap H. Sutikno, SH., M.H  yang dalam sambutannya menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana untuk menjalin persaudaraan dan menjaga kesehatan. 

    “Pertandingan ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan menjaga kesehatan agar tubuh tetap bugar,” ujar Kajari Sidrap.

    ​Pekan olahraga ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, dengan kehadiran sejumlah pejabat penting di Kabupaten Sidrap. Di antara mereka tampak Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Awaloeddin, S.I.P, Kepala Bulog Cabang Sidrap yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

    ​Tak ketinggalan, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., juga hadir dan secara langsung ikut memeriahkan acara.

    Kapolres berpartisipasi dalam pertandingan eksibisi bulu tangkis, menunjukkan semangat kebersamaan dan dukungannya terhadap olahraga. Kehadiran para pimpinan ini menambah semarak acara dan menunjukkan sinergi yang kuat antara instansi-instansi di Sidrap.

    ​Acara ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi, melainkan juga sebagai perayaan kebersamaan dan sportivitas.(**)

  • “Dari Desa Buae ke Panggung Provinsi: Kisah Perjuangan Ratu Nurhilma Thalita”

    “Dari Desa Buae ke Panggung Provinsi: Kisah Perjuangan Ratu Nurhilma Thalita”

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Di usianya yang baru 12 tahun, Ratu Nurhilma Thalita sudah mengukir kisah yang inspiratif. Gadis berdarah Bugis-Sunda kelahiran Parepare ini kembali siap mengharumkan nama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan menjadi salah satu finalis Ana Dara Malebbi dan Kallolo Magaretta (AMKM) Sulawesi Selatan 2025, yang akan digelar 14 September mendatang.

    Putri pasangan Lukman dan Sumiati ini sehari-harinya tinggal di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu. Meski berasal dari lingkungan sederhana, Ratu dikenal sebagai siswi aktif, pekerja keras, dan tak pernah takut mencoba hal-hal baru. Kini, duduk di bangku kelas VII MTsN 2 Pangsid, ia sudah menorehkan sederet prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

    Segudang Prestasi Sejak Dini

    Ratu seolah tak pernah kehabisan energi untuk berkembang. Di dunia olahraga, ia telah mengoleksi tiga medali emas cabang Taekwondo:

    Emas Pracadet Putri U-37 kg tingkat Provinsi Sulsel, Makassar (2023)
    Emas Pracadet Putri U-48 kg tingkat Provinsi Sulsel, Makassar (2024)
    Emas Pracadet Putri U-48 kg tingkat Nasional di Universitas Hasanuddin Makassar (Oktober 2024)

    Tak hanya itu, Ratu juga tergabung dalam Polisi Cilik (Pocil) Polres Sidrap angkatan ke-8 tahun 2024 dan turut membawa timnya meraih Juara Harapan I di tingkat Polda Sulsel.

    Di dunia modeling, prestasinya pun gemilang. Tahun ini, ia berhasil menjadi Runner-up I Wonderful Model Indonesia tingkat Nasional 2025 kategori C di Jakarta, mewakili Sulawesi Selatan. Sebelumnya, ia juga masuk Top 4 Ana Dara Malebbi dan Kallolo Magaretta AMKM Kabupaten Sidrap 2025.

    Mimpi Jadi Polwan

    Meski telah mengantongi banyak prestasi, Ratu tetap membumi. Di sela kesibukannya, ia mengikuti kursus privat Bahasa Inggris dan aktif di berbagai kegiatan sekolah, seperti drumband dan gerak jalan indah pada peringatan HUT RI ke-80 tahun ini.

    Bagi Ratu, semua pencapaian itu adalah pijakan menuju cita-citanya: menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan).

    “Ratu selalu semangat belajar dan mau mencoba hal-hal baru. Kami hanya bisa mendukung dan mendoakan semoga langkahnya dimudahkan,” ujar Sumiati, sang ibunda, dengan mata berbinar.

    Sidrap Menaruh Harapan

    Ajang AMKM Provinsi Sulsel 2025 kali ini menjadi tantangan baru bagi Ratu. Dengan masuk kategori B putri (usia 9–12 tahun), ia akan bersaing dengan ratusan peserta berbakat dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

    Tak sekadar kompetisi, gelaran ini juga menjadi gerbang menuju pentas nasional. Para juara tingkat provinsi nantinya akan mewakili Sulsel dalam ajang AMKM Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang.

    “Kami berharap doa dan dukungan masyarakat Sidrap agar Ratu bisa memberikan yang terbaik dan membawa nama daerah ini harum di tingkat provinsi, bahkan nasional,” harap sang ibu.

    Dengan tekad kuat, segudang prestasi, dan dukungan keluarga serta masyarakat, langkah Ratu Nurhilma Thalita kini tertuju pada satu tujuan: mengukir sejarah baru untuk Sidrap di panggung Sulawesi Selatan. (*)

  • Bupati Syaharuddin Alrif Angkat Potensi Sidrap di Apkasi Otonomi Expo 2025

    Bupati Syaharuddin Alrif Angkat Potensi Sidrap di Apkasi Otonomi Expo 2025

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif tampil sebagai narasumber dalam sesi Apkasi Talk di ajang Apkasi Otonomi Expo 2025, Nusantara Hall ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025).

    Diwawancarai reporter tvOne, Celia Alexandra, Syaharuddin memaparkan sejumlah potensi unggulan Sidrap, mulai sektor pangan, energi terbarukan, hingga produk UMKM.

    “Sidrap adalah lumbung beras Indonesia Timur. Tahun ini kami menargetkan produksi gabah 1 juta ton, naik dari 400 ribu ton sebelumnya. Terobosan yang kami lakukan adalah menanam tiga kali setahun dengan varietas berumur lebih pendek,” jelasnya.

    Syaharuddin juga menekankan kualitas beras Sidrap yang telah diakui secara luas. “Proses budidaya, pengolahan, hingga hilirisasi sudah modern. Alhamdulillah petani kita rata-rata sudah masuk kategori sejahtera,” tambahnya.

    Selain pangan, ia menyoroti kontribusi Sidrap dalam ketahanan energi. Daerah ini menjadi pionir pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang kini menyuplai 75 MW dan akan ditambah 100 MW pada tahap kedua.

    Sidrap juga tengah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Danau Sidenreng serta mengkaji pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi (geotermal).

    “Dengan potensi ini, Sidrap bukan hanya penyumbang pangan, tapi juga energi terbarukan bagi Indonesia,” tegasnya.

    Di sisi lain, Syaharuddin memperkenalkan produk UMKM Sidrap, seperti gula semut, tenun sutra Bugis (lipa’ sabbe), dan kerajinan lokal yang kini dikemas lebih modern.

    Menurutnya, Apkasi Otonomi Expo menjadi momentum untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat kerja sama antar daerah.

    “Sidrap siap mendorong ketahanan pangan dan energi sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Syaharuddin.

    Sebagai informasi, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2025 berlangsung di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

    Acara mengusung tema “Produk Lokal Mengglobal”, secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (28/8/2025).

    Ratusan stan dari kabupaten di Indonesia menampilkan potensi dan produk unggulan masing-masing daerah, tak terkecuali Kabupaten Sidrap.

    Selain Bupati Sidrap, hadir pula dalam acara ini, Wakil Bupati Nurkanaah, sejumlah pejabat Pemkab Sidrap, serta pelaku UMKM dari Bumi Nene Mallomo.

  • Yuk! Ramaikan Sidrap Night Market Pesta Panen Raya, Tingkatkan UMKM

    Yuk! Ramaikan Sidrap Night Market Pesta Panen Raya, Tingkatkan UMKM

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Semarak pesta panen di Kabupaten Sidrap akan semakin meriah dengan hadirnya Sidrap Night Market Pesta Panen Raya yang digelar di Lapangan Sepak Bola Bojoe, Kecamatan Watang Pulu.

    Event ini akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 12 September hingga 12 Oktober 2025, dengan berbagai kegiatan seru yang bisa dinikmati masyarakat.

    Makmur, selaku koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa Sidrap Night Market tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    “Insya Allah Sidrap Night Market akan digelar selama sebulan dalam rangka semarakkan pesta panen dan peningkatan UMKM,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, panitia telah menyiapkan sekitar 100 tenda kerucut khusus untuk pelaku UMKM lokal, yang akan menjajakan beragam produk kuliner, fashion, hingga kerajinan khas daerah.

    Selain itu, akan hadir pula wahana permainan untuk anak-anak dan dewasa, sehingga pengunjung bisa menikmati suasana malam dengan lebih berwarna.

    Tak kalah menarik, panitia juga menyiapkan panggung hiburan besar yang akan menampilkan festival dangdut kategori umum dengan hadiah utama berupa motor listrik serta berbagai doorprize lainnya.

    Dengan konsep pesta rakyat modern, Sidrap Night Market diharapkan menjadi magnet baru destinasi hiburan malam di Sulawesi Selatan. (ibe)

  • Saat Rumah Tangga Kian Kuat: Perceraian di Sidrap Alami Penurunan

    Saat Rumah Tangga Kian Kuat: Perceraian di Sidrap Alami Penurunan

    SIDRAP. kOMPAKNEWS. My. Id— Ada kabar baik dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Dalam beberapa waktu terakhir, angka perkara perceraian di Bumi Nene Mallomo tercatat mengalami tren penurunan.

    Ketua Pengadilan Agama Sidrap, Andi Muhammad Yusuf Bakri, S.H.I., M.H., menilai penurunan ini bukan kebetulan. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, salah satunya membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.

    Pemerintah daerah dinilai berhasil memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pendapatan warga yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

    “Faktor ekonomi masih mendominasi penyebab perceraian, terutama pada pasangan yang usia pernikahannya di bawah lima tahun. Namun, secara umum, tekanan ekonomi sekarang lebih ringan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Andi Yusuf saat ditemui, Jumat (29/8/2025).

    Awal Pernikahan: Antara Cinta dan Ujian Hidup

    Menurutnya, masa-masa lima tahun pertama pernikahan adalah fase paling rentan.

    Banyak pasangan muda yang harus menghadapi realitas ekonomi setelah euforia pernikahan usai.

    Kebutuhan hidup meningkat, sementara stabilitas pekerjaan sering kali belum terbentuk.

    “Kalau perkawinan di bawah lima tahun, biasanya masalah ekonomi jadi pemicu utama. Sedangkan pada pasangan yang menikah di atas sepuluh tahun, penyebab perceraian lebih kompleks: bisa soal perselingkuhan, pekerjaan, atau konflik lain yang sifatnya lebih personal,” jelasnya.

    Namun, di balik angka dan perkara, ada cerita manusia yang lebih dalam. Banyak pasangan yang memutuskan bercerai bukan karena ingin berpisah, melainkan karena sudah kehabisan cara untuk bertahan.

    Mediasi Keluarga: Upaya yang Seringkali Tak Cukup

    Menariknya, sebagian besar perkara yang sampai ke pengadilan bukanlah konflik yang sepele. Sebelum sampai di meja hakim, hampir semua pasangan telah mencoba berbagai upaya mediasi: dari diskusi keluarga, konsultasi dengan tokoh masyarakat, hingga melibatkan pemerintah desa. Namun, ketika semua jalan buntu, pengadilan menjadi pilihan terakhir.

    “Rata-rata perkara yang masuk sudah berada di tahap tak bisa dirukunkan. Sekitar 90 persen gugatan akhirnya dikabulkan, sedangkan hanya sekitar 5–10 persen yang ditolak atau dicabut kembali oleh penggugat,” ungkap Andi Yusuf.

    Pesan untuk Generasi Muda: Menikah Bukan Sekadar Cinta

    Dalam kesempatan itu, Andi Yusuf juga memberikan pesan penting bagi generasi muda Sidrap. Menurutnya, pernikahan seharusnya tidak dilakukan tergesa-gesa hanya karena dorongan emosional atau tren sosial.

    “Perkawinan bukan urusan coba-coba. Anak muda jangan buru-buru menikah hanya karena perasaan sesaat. Harus matang secara mental, ekonomi, dan siap secara keluarga, supaya tidak berujung pada perceraian,” tegasnya.

    Menatap Masa Depan Sidrap yang Lebih Kokoh

    Tren menurunnya angka perceraian di Sidrap bisa menjadi sinyal positif tentang meningkatnya kesadaran keluarga di masyarakat. Peningkatan ekonomi, akses informasi yang lebih luas, serta dukungan pemerintah dalam program ketahanan pangan diyakini akan terus memperkuat pondasi keluarga.

    Namun, para ahli mengingatkan, angka perceraian hanyalah puncak gunung es. Tantangan membangun keluarga harmonis tidak cukup hanya dengan kondisi ekonomi yang stabil. Kematangan emosi, komunikasi yang sehat, dan dukungan sosial tetap menjadi kunci utama.

    Bagi Sidrap, menahan laju perceraian bukan sekadar soal angka, tapi tentang merawat nilai kebersamaan dan membangun generasi yang lebih kuat.

    Sebab, di balik setiap perceraian, ada anak-anak yang ikut merasakan dampaknya, ada keluarga besar yang terbelah, dan ada luka batin yang butuh waktu lama untuk pulih. (*)

  • Pokjaluh Hindu Berkolaborasi dengan Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap Gelar Baksos di Bulu Lowa

    Pokjaluh Hindu Berkolaborasi dengan Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap Gelar Baksos di Bulu Lowa

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id— Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Kabupaten Sidrap berkolaborasi dengan Penyelenggara Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Sidrap menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) Bulu Lowa, Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (29/8/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja penyuluh agama Hindu, baik ASN PPPK maupun non-ASN. Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya di lokasi yang sering dikunjungi masyarakat.

    Ketua Pokjaluh Agama Hindu Sidrap, Armanda, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh penyuluh yang hadir dan meluangkan waktunya.

    “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh penyuluh yang ikut membersihkan area sekitar Bulu Lowa. Mengingat kurangnya kesadaran sebagian pengunjung yang kerap membuang sampah sembarangan, kegiatan ini sangat penting untuk memberi contoh langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap, Soefarto, mengapresiasi semangat para penyuluh yang terlibat dalam kegiatan ini.

    “Ini merupakan langkah perubahan yang baik, khususnya bagi anak-anak penyuluh agama Hindu. Kami berharap masyarakat yang datang ke tempat ini bisa lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

    Soefarto menambahkan, kegiatan baksos ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. Tahun lalu, penyuluh juga melaksanakan kegiatan serupa. Kali ini, aksi bersih-bersih difokuskan mulai dari tangga naik hingga area sekitar yang sering dipenuhi sampah.

    Dalam kegiatan tersebut, tampak para penyuluh bersama penyelenggara Hindu Kemenag Sidrap bergotong royong membersihkan sampah. Bahkan, Soefarto ikut turun langsung mengambil sapu lidi dan menyiapkan karung untuk menampung sampah.

    “Kami juga menyediakan karung agar sampah bisa terkumpul dengan baik. Harapannya, pengunjung ke depan dapat menjaga kebersihan Bulu Lowa ini,” tambahnya.

    Kegiatan baksos ini diakhiri dengan ajakan bersama untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Bulu Lowa.(*)

  • Sat Resnarkoba Polres Sidrap Tegaskan Komitmen, Fasilitasi Rehabilitasi Pecandu Narkoba

    Sat Resnarkoba Polres Sidrap Tegaskan Komitmen, Fasilitasi Rehabilitasi Pecandu Narkoba

    SIDRAP. KOMPAKNEWS.My.id– Sebagai wujud nyata komitmen dalam memerangi penyalahgunaan narkotika, Kampung Bebas Narkoba (KBN) “Mappadeceng” Sat Resnarkoba Polres Sidrap kembali menunjukkan peran aktifnya dengan membantu proses rehabilitasi pecandu narkoba yang dilaporkan langsung oleh keluarganya.

    Kegiatan berlangsung Kamis (28/8/2025), Ps. Kaurmintu Satresnarkoba Polres Sidrap yang juga menjabat sebagai Sekretaris KBN “Mappadeceng” Aiptu Hendra, SH bersama Baurmin Bripda Akbar Idham mendampingi seorang warga yang akan menjalani proses rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar.

    Adapun pecandu yang dibawa adalah HM (39), warga asal Dusun Dea, Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap. HM (39) dengan kesadaran penuh dan dukungan keluarganya bersedia menjalani rehabilitasi untuk pemulihan dirinya.

    Hasil pemeriksaan dari tim assessment dan tim medis Balai Rehabilitasi BNN Baddoka menyatakan bahwa HM (39) memenuhi syarat untuk menjalani program rehabilitasi secara resmi.

    Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa keberadaan KBN “Mappadeceng” Polres Sidrap bukan hanya sekadar simbol, melainkan benar-benar hadir untuk memberikan solusi bagi para pecandu narkoba agar bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

    Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, melalui Kasat Resnarkoba IPTU Didik Sutikno Mugiarno menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang telah berani melaporkan dan mendukung rehabilitasi. “Langkah ini adalah bentuk kepedulian keluarga dan masyarakat dalam menyelamatkan generasi dari bahaya narkoba. Kami dari Polres Sidrap akan terus hadir membantu setiap proses rehabilitasi,” ujarnya. (*)

  • Kodim 1420/Sidrap Gelar Karya Bakti Penanaman Pohon di Asrama

    Kodim 1420/Sidrap Gelar Karya Bakti Penanaman Pohon di Asrama

    SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Pasipers Kodim 1420/Sidrap Lettu Inf Abdul Muis memimpin langsung pelaksanaan karya bakti penanaman pohon di lingkungan Asrama Kodim 1420/Sidrap, Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Kamis (28/08/25)

    Kegiatan ini melibatkan prajurit TNI bersama warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung terciptanya suasana asri, bersih, dan sehat di lingkungan asrama.

    Dalam keterangannya, Lettu Inf Abdul Muis menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan upaya nyata dalam menjaga kelestarian alam, memperbaiki kualitas udara, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

    “Melalui karya bakti ini kita berharap lingkungan Asrama Kodim 1420/Sidrap semakin hijau, nyaman, dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan, diwarnai antusiasme para prajurit dan masyarakat yang bersama-sama menanam berbagai jenis pohon penghijauan.

  • Pesma UMS Rappang, Bupati Syaharuddin Paparkan Empat Kunci Sukses

    Pesma UMS Rappang, Bupati Syaharuddin Paparkan Empat Kunci Sukses

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif memaparkan empat kunci sukses kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Rabu (27/8/2025).

    Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam ramah tamah Pesantren Mahasiswa Baru (Pesma) di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang.

    “Untuk menjadi sukses, ada empat hal yang harus diterapkan pada diri kita,” ujar Syaharuddin.

    Pertama, urainya, kenali diri apa kemampuan dan talenta yang kita miliki. Kedua, fokus dalam menjalankan pilihan dalam menimba ilmu.

    “Ketiga, miliki etika, hard skill, dan soft skill, serta keempat, rajin dan patuh kepada orang tua dan dosen,” ungkapnya.

    Selanjutnya, dengan penuh semangat, Bupati berharap mahasiswa baru UMS Rappang menjadikan masa studi sebagai momentum emas untuk menempa diri, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

    Syaharuddin juga menegaskan salah satu visi misi pemerintahannya adalah mencetak generasi Sidrap yang unggul di bidang pendidikan.

    “Cita-cita saya adalah menjadikan anak Sidrap berhasil dalam segala bidang, terutama melalui pendidikan. Harapan saya, lima tahun ke depan anak-anak Sidrap bahkan Sulawesi Selatan bisa tampil menjadi generasi yang sukses dan membanggakan,” tegasnya.

    Pesma UMS Rappang 2025 mengusung tema “Mewujudkan Mahasiswa Berdampak: Menginternalisasi Islam yang Berkemajuan sebagai Pilar Transformasi Intelektual dan Sosial”.

    Acara dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Anis, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap, Muhammad Ihwan Ahada, Wakil Ketua I Rektor UMS Rappang, Rais Rahmat Rasak, Wakil Ketua III, Herman Dema, Wakil Ketua IV, H. Syamsu Tang, para dosen, serta undangan lainnya.

  • Bupati Serukan Sinergi Lintas Sektor Sukseskan IP300 di Dua Pitue

    Bupati Serukan Sinergi Lintas Sektor Sukseskan IP300 di Dua Pitue

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif memimpin rapat koordinasi (Rakor) persiapan panen raya dan pelaksanaan IP300 di Kecamatan Dua Pitue.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Dua Pitue, Rabu (27/8/2025), menekankan pentingnya evaluasi panen sekaligus sinergi lintas sektor untuk menyukseskan program pertanian tersebut.

    Syaharuddin didampingi Kabid Sarana dan Prasarana DTPHPKP Suriyanto, Kabid Tanaman Pangan DTPHPKP, Arif Gunawan, serta Kabid Penyuluhan DTPHPKP, H. Muhammad Zainal.

    Turut hadir Camat Dua Pitue Andi Sammang bersama jajaran, forkopimcam, para kepala desa/lurah se-Kecamatan Dua Pitue, kepala KUA, UPTD Pengairan wilayah Dua Pitue, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

    Acara juga diikuti para penyuluh pertanian lapangan (PPL), KTNA, Gapoktan, ketua kelompok tani, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, dan undangan lainnya.

    Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin menegaskan, hasil panen musim tanam pertama dan kedua menjadi bahan evaluasi sekaligus patokan dalam menyukseskan program IP300 di wilayah Sidrap.

    “Evaluasi dari musim tanam kedua ini penting agar kita lebih siap memasuki musim tanam IP300. Pemerintah Kabupaten Sidrap berkomitmen mendukung penuh para petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui program ini,” ujar Syaharuddin.

    Lebih lanjut, Bupati menjelaskan dukungan pemerintah terhadap IP300 meliputi perbaikan jaringan pengairan sawah, penyediaan pupuk dan bibit, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), menjaga stabilitas harga gabah, hingga penyediaan obat pembasmi hama.

    “Untuk mendukung IP300 ini kita harus melibatkan semua pihak, bukan hanya dari sektor pertanian, tetapi juga camat, kepala desa, aparat desa, pihak kepolisian, TNI, kepala sekolah, tokoh agama, hingga para guru untuk ikut membantu petani,” ucapnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kekompakan petani serta kepatuhan terhadap matriks atau jadwal tanam yang telah disusun pemerintah.

    “Tujuan utama kami mendorong petani melaksanakan IP300 adalah agar pendapatan masyarakat Sidrap dapat terus meningkat. Kalau petani sejahtera, Sidrap juga semakin maju,” tandasnya.

    Di akhir arahannya, Bupati Syaharuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa berdoa, memakmurkan masjid, serta menunaikan zakat pertanian agar setiap usaha yang dilakukan mendapat berkah.

  • Belasan Honorer Perawat dan Dokter di RS Arnum Rappang “Merana” 7 Bulan Tak Terima Gaji

    Belasan Honorer Perawat dan Dokter di RS Arnum Rappang “Merana” 7 Bulan Tak Terima Gaji

    SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Belasan honorer perawat dan dokter di Rumah Sakit Arifin Nu’mang (RS Arnum) Rappang merana karena gaji mereka tidak kunjung dibayarkan sejak Mare 2025.

    Berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi Rabu, 27 Agustus 2025. Belasan perawat di RS tersebut sudah tujuh bulan tidak menerima gaji.

    “Gaji kami tidak dibayarkan dengan alasan tidak masuk data base Badan Kepegawaian Nasional,” ujar salah satu perawat yang namanya enggang disebut.

    Dikatakannya bahwa sebelumnya mereka menerima insentif sebesar Rp600 ribu setiap bulan yang dibayarkan melalui dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

    “Namun sejak April hingga hari ini sudah tidak perna menerima insentif sepersen pun,” ucapnya.

    Tak hanya itu, jasa rujukan pasien dari klaim BPJS Kesehatan juga ada pemotongan sebesar 20 persen dari Rp600 ribu setiap sekali rujukan.

    “Insentif bulanan sudah tidak ada. Begitu juga jasa rujukan selalu dipotong 20 persen. Jadi kita terima hanya Rp480 ribu,” katanya dengan nada kecewa.

    Selain belasan perawat, juga terdapat dua dokter tenaga sukarela insentifnya sebesar Rp2 juta per orang belum dibayar sejak Januari 2025.

    “Yah, insentif kami selama Januari 2025 belum terbayarkan. Tapi mau di apa, kita tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya dengan nada sedih sambil menyampaikan harapan adanya pembayaran.

    Terpisah, Kepala TU RS Arnum Rappang, Suparta menyampaikan tak menampik hal tersebut. Ia mengakui aturan yang ada sekarang berbeda dengan dulu.

    “Betul, sekarang itu. Kami tidak punya dasar meberikan honore kepada mereka yang namanya tidak masuk dalam data base BKN, kecuali ada aturan baru, insya allah kami pasti bayarkan,” ujarnya.

    Dikatakannya, bahwa untuk sukarela yang tidak masuk data base BKN tetap diberikan jasa, tapi bukan istilah honorer.

    “Untuk pemotongan 20 persen pasien rujukan. Itu ada pembagian berdasarkan hasil kesepakatan, 10 persen ke bagian administrasi dan 10 nya ke opname yang perna menangani pasien rujukan,” jelasnya.

    Dia juga berharap adanya aturan baru agar mereka segera dibayarkan insentifnya yang belum masuk data base BKN.

    “Beda dengan honorer yang sudah masuk data base BKN sebelum bekerja kita sudah bayarkan insentifnya,” tandasnya. (ibe)