Blog

  • Cuaca Panas dan Mobilitas Tinggi Jadi Sorotan, Federal Oil Gelar Feders Gathering 2026 di Makassar

    Cuaca Panas dan Mobilitas Tinggi Jadi Sorotan, Federal Oil Gelar Feders Gathering 2026 di Makassar

    MAKASSAR.KN— Federal Oil™ kembali menunjukkan komitmennya mendekatkan diri dengan komunitas pengguna motor matic melalui gelaran Feders Gathering 2026 yang kali ini digelar di Makassar, Sabtu, 09 Mei 2026.

    Bertempat di Café Agung Makassar, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus edukasi bagi para riders motor matic di Sulawesi Selatan. Setelah sukses menggelar acara serupa di Medan, Federal Oil™ kini menyasar Makassar sebagai salah satu kota dengan karakter mobilitas tinggi dan suhu udara yang panas.

    Kondisi itu dinilai sangat cocok dengan kampanye Federal Oil™ bertajuk “Pakai Spesialis Dingin, Motor Automatic Dingin”.

    Sebagai kota pesisir yang aktif dengan lalu lintas perkotaan yang padat, pengguna motor matic di Makassar menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga performa kendaraan tetap stabil saat digunakan setiap hari.

    Karena itu, Federal Oil™ menghadirkan solusi pelumas yang diklaim mampu menjaga suhu mesin tetap dingin dan nyaman digunakan meski di tengah cuaca panas dan aktivitas berkendara yang tinggi.

    Tak sekadar menjadi ajang kumpul komunitas, Feders Gathering 2026 juga diisi berbagai kegiatan interaktif dan sharing session mengenai pentingnya memilih pelumas yang tepat untuk menjaga performa motor matic.

    Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif berdiskusi seputar pengalaman berkendara hingga perawatan motor di kondisi cuaca ekstrem.

    Market Development General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI), Rommy Averdy Saat, mengatakan Makassar menjadi salah satu daerah penting dalam pengembangan komunitas pengguna motor matic di Indonesia.

    “Makassar memiliki karakter mobilitas dan kondisi cuaca yang cukup menantang bagi pengguna motor matic. Melalui Feders Gathering, kami ingin memberikan solusi nyata terhadap permasalahan dan lebih dekat dengan para pengguna motor matic di berbagai kota,” ujarnya.

    Menurutnya, Federal Oil™ ingin terus hadir lebih dekat dengan konsumen melalui kegiatan offline yang rutin digelar setiap bulan, bukan hanya melalui platform digital.

    Dalam kegiatan ini, Federal Oil™ juga menggandeng Road Master sebagai platform komunitas otomotif untuk memperluas jangkauan Feders Gathering ke berbagai kota lain sepanjang tahun 2026.

    Selain mempererat solidaritas komunitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan pelumas berkualitas bagi kendaraan harian.

    Federal Oil™ turut memperkenalkan produk Federal Matic yang dikenal sebagai pelumas spesialis dingin untuk motor automatic, khususnya motor keluaran Jepang yang banyak digunakan masyarakat Indonesia.

    Produk tersebut kini tersedia di Federal Oil™ Center maupun official store Federal Oil™ di berbagai marketplace.

    Federal Oil™ sendiri berada di bawah afiliasi ExxonMobil, perusahaan energi global yang dikenal luas melalui inovasi dan pengembangan produk pelumas berkualitas tinggi untuk mendukung kebutuhan kendaraan modern.

  • Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

    Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

    SIDRAP.KN—Tanpa kenal lelah, sejak pagi hingga larut malam, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin langsung proses pembersihan drainase di sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026).

    Bupati turun ke lapangan bersama Dinas PSDA, Biciptapera, BPBD, Satpol PP dan Damkar, PDAM, Dinas Sosial, TNI, Polri, aparat kecamatan, dan unsur lainnya untuk mengangkat lumpur serta sampah yang menyumbat saluran air.

    Fokus pembersihan dilakukan di titik-titik kritis yang menjadi penyebab genangan saat hujan deras mengguyur.

    Hingga pukul 23.00 WITA, Bupati masih berada di lokasi untuk memastikan alat berat bekerja maksimal. Ia juga memantau langsung pegawai PDAM yang menertibkan pipa-pipa penyebab tersumbatnya drainase.

    “Saya tidak akan pulang sebelum saluran ini benar-benar lancar. Kalau drainase tersumbat, air pasti meluap. Jadi harus tuntas malam ini,” tegas Syaharuddin di sela kegiatan.

    Ia menginstruksikan petugas untuk segera memindahkan dan menata ulang pipa PDAM yang melintang di tengah saluran.

    Setelah berjam-jam bekerja sejak pagi, tim gabungan akhirnya berhasil menembus sumbatan utama drainase yang menjadi penyebab banjir.

    “Akhirnya sumbatan utama yang mengakibatkan banjir di Kelurahan Toddang Pulu, Baula, Arateng, dan Amparita bisa kita tembuskan,” ujar Syaharuddin.

    Dari dalam saluran, petugas mengangkat tumpukan sampah yang sudah lama tertimbun. Hasilnya, kurang lebih dua truk sampah berhasil dikeluarkan dari bawah drainase.

    Sampah yang ditemukan didominasi oleh plastik, kayu, dan material rumah tangga yang dibuang sembarangan ke saluran air. Kondisi ini yang membuat air tidak bisa mengalir saat hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir.

    Oleh karena itu, Bupati Syaharuddin Alrif mengimbau seluruh pihak untuk peduli dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

    “Pertama, tidak buang sampah lagi ke drainase. Kedua, kalau ada acara atau ada sampah, silakan hubungi pihak kecamatan, nanti sampahnya dijemput. Ketiga, drainase dan got di depan rumah masing-masing kita bersihkan supaya Amparita terbebas dari banjir lagi,” jelasnya.

    Syaharuddin juga menyampaikan terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

    “Terima kasih semuanya. Akhirnya titik krusial ini bisa kita atasi. Semoga nanti tidak terdampak lagi banjir dan genangan yang tinggi di Kecamatan Tellu Limpoe, meliputi Baula, Toddang Pulu, Arateng, dan Amparita,” pungkas Syaharuddin.

  • Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit Pasca Banjir di Sidrap

    Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit Pasca Banjir di Sidrap

      SIDRAP.KN- Pasca banjir yang melanda Kecamatan Tellu limpoe Kabupaten Sidrap, jajaran kepolisian bersama masyarakat dan stakeholder terkait bergerak cepat melakukan upaya pemulihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong membersihkan tumpukan sampah di saluran irigasi Kecamatan Amparita Kabupaten Sidrap

      Atas instruksi Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong Personel Polres Sidrap bersama warga kompak terjun membersihkan saluran irigasi dari kotoran sampah yang menumpuk. Dengan semangat kebersamaan, prosesi pembersihan dipimpin langsung oleh Kabag Ops beserta anggotanya bahu-membahu mengangkat kotoran serta menata kembali saluran irigasi yang tersumbat

      Kabag Ops Kompol Galigo Suryadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

      “Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu proses pemulihan pasca bencana. Melalui gotong royong ini, kami berharap dapat meringankan beban warga serta mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat seperti sediakala,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/26) petang

      Ia juga mengapresiasi sinergi antara personel Kepolisian, Damkar, BPD, pemerintah setempat dan warga masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan serta kepedulian yang tinggi. Tak lupa Galigo juga mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah di saluran irigasi yang dapat menyebabkan penyumbatan dan banjir saat hujan turun

      “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah rumah tangga ke saluran air yang dapat menyebabkan banjir mengingat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi” lanjutnya

      Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Dengan semangat tersebut, diharapkan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali seperti semula

    1. Ratu Nurhilma Thalita Kembali Bersinar di Sulawesi Barat, Tembus Top 3 Festival Sutra Mandar

      Ratu Nurhilma Thalita Kembali Bersinar di Sulawesi Barat, Tembus Top 3 Festival Sutra Mandar

      POLMAN.KN— Talenta muda asal Kabupaten Sidrap, Ratu Nurhilma Thalita, kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia catwalk. Gadis muda berbakat tersebut sukses bersinar di ajang Culture Festival Mandar yang digelar di Lapangan Sport Center Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Kamis malam (14/5/2026).

      Pada ajang bertema gaun malam glamor yang dipadukan dengan sutra Mandar itu, Ratu tampil memukau mengenakan balutan gaun sutra Mandar warna ungu blink dengan sentuhan makeup Shakila Hadid yang membuat penampilannya terlihat anggun dan elegan di atas panggung.

      Mewakili Kabupaten Sidrap, Ratu berhasil masuk Top 3 dan menerima apresiasi dari panitia pelaksana berupa trofi, sertifikat, serta uang pembinaan.

      Penampilan Ratu yang percaya diri dengan catwalk yang matang sukses mencuri perhatian dewan juri dan penonton yang memadati arena lomba. Sorakan dukungan pun terdengar sepanjang dirinya tampil di atas panggung.
      Prestasi tersebut kembali membuktikan bahwa talenta muda Sidrap di bidang catwalk mampu diperhitungkan, baik di tingkat regional maupun nasional.

      Ratu yang merupakan gadis berdarah Bugis, Sunda, dan Jawa Barat ini adalah putri tunggal pasangan Lukman dan Sumiati asal Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu. Meski masih duduk di bangku kelas 7, Ratu telah mengoleksi berbagai prestasi di bidang seni maupun olahraga taekwondo.

      Adapun sederet prestasi yang pernah diraihnya antara lain:
      Medali emas taekwondo putri kategori pracadet tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Open Tournament Poltek tahun 2023.

      Medali emas taekwondo putri kategori pracadet tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Open Tournament Tamarunang tahun 2024.
      Medali emas Turnamen Unhas Cup tingkat nasional di Makassar tahun 2024.
      Bersama tim meraih juara harapan 1 Pocil tingkat Polda Sulawesi Selatan tahun 2024.
      Juara harapan 1 Ana Dara Malebbi Kabupaten Sidrap tahun 2025.

      Juara The Best Make Up Ana Dara Malebbi Sulawesi Selatan di Makassar tahun 2025.
      Runner Up 1 Wonderful Model Indonesia tingkat nasional di Jakarta tahun 2025.
      Runner Up 1 Wadah Kreasi Seni Sidrap tahun 2025.

      Runner Up 1 Model Colour Full UMKM Saromase Sidrap tahun 2025.
      Winner atau juara 1 Fashion Show MTsN 2 Sidrap.

      Runner Up 1 Anniversary Gemmes Squad Sidrap tahun 2026.
      Runner Up 2 Pemilihan Putra Putri Sutra Mandar Sulawesi Barat tahun 2026.

      Meski terbilang baru di dunia catwalk, Ratu membuktikan bahwa kerja keras dan kemauan kuat mampu membuka jalan menuju prestasi.
      “Ini salah satu hal positif yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak yang ingin berprestasi agar tetap optimistis,” ujar Ratu di sela kegiatan tadi malam di Polman.

      Selain aktif di dunia modeling dan olahraga, Ratu juga dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah, baik di bidang olahraga, seni, maupun memperdalam kemampuan bahasa Inggris.

      Ratu mengaku tidak menyangka bisa masuk Top 3 pada ajang tersebut karena baru pertama kali mengikuti event Sutra Mandar yang diikuti banyak peserta berbakat dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

      “Saya tidak menyangka bisa tembus Top 3. Awalnya sempat ragu ikut, tapi berkat dukungan Bee Manajemen dan Kak Oji yang selalu memberikan semangat, akhirnya saya siap bersaing dengan model-model berprestasi di Sulawesi Barat. Terima kasih Kak Oji,” ungkapnya.

      Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selama ini terus memberikan dukungan penuh, baik waktu maupun materi.
      “Terima kasih juga untuk kedua orang tua saya yang tidak henti-hentinya mendukung saya. Semoga ke depan saya bisa lebih sukses lagi,” tutup Ratu.

    2. Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Setiba dari Jakarta

      Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Setiba dari Jakarta

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan komitmen pelayanan publik dengan meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026) dini hari.

      Kunjungan mendadak ini dilakukan sesaat setelah ia tiba dari perjalanan dinas di Jakarta.

      Dalam pemantauan tersebut, Bupati didampingi oleh Camat Tellu Limpoe, Ridwan Bachtiar, serta sejumlah pihak terkait.

      Bupati menyisir area pemukiman yang terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai pusar orang dewasa.

      Mengenakan seragam BPBD, Syaharuddin berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak guna memastikan keselamatan mereka di tengah cuaca ekstrem.

      Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

      “Petugas gabungan telah diinstruksikan untuk siaga 24 jam. Evakuasi di titik rawan serta penyaluran logistik dan obat-obatan harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegas Syaharuddin.

      Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga sedang mematangkan rencana solusi permanen untuk meminimalisasi risiko banjir di wilayah Amparita.

      Aksi tanggap darurat ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan optimal hingga situasi kembali kondusif.

    3. Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

      Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

      SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, membuka gelaran Sidrap Open Tournament Pickleball Cahaya Mario Cup 2026.

      Pembukaan berlangsung di Lapangan Pickleball Bambu Runcing Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (14/5/2026).

      Acara turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, perwakilan Kejaksaan Negeri Sidrap, Camat Panca Rijang Faradilla Bakri, serta jajaran pengurus Indonesia Pickleball Federation (IPF) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidrap.

      Dalam sambutannya, Nurkanaah memberikan apresiasi tinggi dan menyambut hangat para atlet yang datang dari berbagai penjuru.

      Ia berharap turnamen ini menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memajukan semangat olahraga di masyarakat.

      “Selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi momentum untuk memperkenalkan Kabupaten Sidrap lebih luas lagi,” ujar Nurkanaah.

      Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan seluruh pihak yang telah mendukung teknis pelaksanaan kegiatan hingga dapat berjalan dengan baik.

      Selain fokus pada kompetisi, Nurkanaah mengajak masyarakat, khususnya warga Rappang, untuk menjaga fasilitas olahraga yang tersedia.

      Ia menekankan pentingnya menjadi tuan rumah yang ramah bagi para tamu dari luar daerah.

      “Saya berharap masyarakat dapat mendukung dan membantu menjaga fasilitas yang ada, serta menjadi tuan rumah yang baik agar orang merasa senang datang ke Kabupaten Sidrap,” tambahnya.

      Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 527 pasang peserta telah mendaftar untuk berbagai kategori pertandingan.

      Para peserta tersebut berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan hingga peserta dari luar provinsi.

      Prosesi pembukaan ditandai dengan pertandingan ekshibisi yang diikuti oleh Wakil Bupati Sidrap bersama para tamu undangan.

      Menariknya, acara ini juga dirangkaikan dengan aksi makan telur bersama sebagai simbol kebersamaan serta dukungan terhadap kampanye pola hidup sehat.

    4. Lurah Baula Kembali Tunjukkan Kepedulian, Sigap Tangani Banjir di Lingkungan I Lapunranga

      Lurah Baula Kembali Tunjukkan Kepedulian, Sigap Tangani Banjir di Lingkungan I Lapunranga

      SIDRAP.KN— Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Lurah Baula, Junaidi, yang selalu hadir di tengah warga meski di hari libur maupun tanggal merah. Setiap ada laporan dari masyarakat, dirinya langsung turun ke lapangan untuk memastikan persoalan segera ditangani.Kamis, 14/5/2026.

      Seperti yang terjadi di Lingkungan I Lapunranga, Kelurahan Baula, sejak malam hari wilayah tersebut diguyur hujan deras yang mengakibatkan beberapa saluran air tersumbat. Kondisi itu menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami genangan air.

      Mengetahui adanya laporan warga, Junaidi langsung mendatangi lokasi pada pagi hari untuk menemui masyarakat yang terdampak banjir sekaligus memantau kondisi saluran air yang tersumbat.

      Dalam kesempatan tersebut, Junaidi mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terlebih saat musim hujan tiba.

      “Kesadaran masyarakat sangat diperlukan, apalagi sekarang musim hujan. Harapan saya, sampah dibuang pada tempatnya agar saluran air tidak tersumbat dan banjir bisa dicegah,” ujarnya.

      Turut hadir Kepala Lingkungan I, Basri, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lurah Baula atas kepeduliannya kepada masyarakat.

      “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Lurah yang selalu hadir di tengah masyarakat setiap ada kendala atau persoalan yang dihadapi warga,” ungkap Basri.

      Selain itu, beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir juga ikut bergotong royong bersama aparat kelurahan untuk membersihkan dan memperbaiki saluran air agar aliran kembali lancar dan genangan cepat surut.(MD)

    5. Menteri Bappenas Terkejut, Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Melonjak Jadi Tertinggi di Sulsel

      Menteri Bappenas Terkejut, Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Melonjak Jadi Tertinggi di Sulsel

      JAKARTA. KN— Audiensi Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Menteri PPN/Kepala BAPPENAS RI, Prof. Rachmat Pambudy, pada Rabu (13/5/2026) berlangsung di luar kebiasaan. Pertemuan yang digelar di Jakarta itu berubah menjadi forum pembuktian capaian pembangunan Kabupaten Sidrap yang disebut-sebut mengalami lonjakan luar biasa dalam waktu singkat.

      Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan langsung berbagai capaian strategis daerah didampingi Sekretaris Daerah, Kepala BAPPERIDA, dan Tim Ahli Bupati. Presentasi tersebut bahkan membuat Menteri PPN/Kepala Bappenas harus menghubungi langsung Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, guna mengonfirmasi data pertumbuhan ekonomi Sidrap yang dinilai sangat mencengangkan.

      Bagaimana tidak, Sidrap yang pada 2024 berada di posisi ke-21 pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, kini melesat menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan angka realisasi mencapai 7,71 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.

      Capaian itu disebut sebagai hasil kerja nyata di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif yang dikenal energik, merakyat, dan fokus pada penguatan sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi daerah.

      Dalam sambungan telepon tersebut, Kepala BPS RI membenarkan bahwa Kabupaten Sidrap saat ini tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, sektor pertanian menjadi faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

      “Kabupaten Sidrap memang sedang tumbuh secara inklusif. Pertanian menjadi driven factor utama economic growth yang mendapat perhatian serius dari Bupati Sidrap sehingga memberikan efek berantai yang luar biasa,” ungkap Amalia Adininggar Widyasanti.

      Dampak pertumbuhan itu terlihat dari angka kemiskinan yang berhasil ditekan hingga berada di level 4,91 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap kini mencapai angka 75,49 dengan status tinggi.

      Tak hanya itu, kesejahteraan masyarakat juga disebut mengalami peningkatan signifikan. Kepala BPS RI mengaku telah melihat langsung kondisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Sidrap beberapa waktu lalu.

      Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Sidrap justru mampu bertahan dan tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian. Nilai produksi padi yang sebelumnya berkisar Rp2 triliun kini melonjak drastis hingga mencapai Rp4,6 triliun.

      Selain sektor beras, produksi telur Sidrap yang mencapai 5 juta butir per hari juga menjadi perhatian khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas. Produksi tersebut dinilai sangat strategis dalam mendukung program nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

      Melihat capaian tersebut, tidak berlebihan jika dua kementerian di tingkat nasional mulai menaruh perhatian besar kepada Kabupaten Sidrap. Daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo itu kini diproyeksikan menjadi daerah percontohan nasional sebagai lumbung beras Indonesia, lumbung telur Indonesia, sekaligus kawasan pengembangan energi terbarukan nasional.

    6. Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

      Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

      SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik cair (POC) yang murah, mudah dibuat, dan bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

      Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah pengurus Poktan Lembangnge, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dengan pendampingan Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP.

      Dalam penyampaian materinya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa air cucian beras memiliki kandungan karbohidrat, vitamin B1, fosfor, kalium, nitrogen, serta bakteri Pseudomonas fluorescens yang sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit.

      Mereka menerangkan, air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman karena mengandung unsur hara seperti N, P, K, kalsium, magnesium, besi, dan zinc meski dalam jumlah kecil. Kandungan vitamin B1 di dalamnya juga mampu membantu mengurangi stres tanaman, terutama setelah proses pindah tanam.

      Selain itu, air cucian beras juga dapat merangsang pertumbuhan mikroba baik di dalam tanah, membantu perkembangan akar, serta memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.

      Dalam praktiknya, mahasiswa Polbangtan Gowa memperagakan dua metode pembuatan POC air cucian beras, yakni metode sederhana yang langsung digunakan setelah didiamkan semalam, dan metode fermentasi menggunakan tambahan molase atau gula merah serta EM4 pertanian agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama.

      “Bahan ini sangat mudah didapat karena berasal dari limbah dapur rumah tangga. Selain hemat biaya, penggunaan pupuk organik cair dari air cucian beras juga baik untuk kesehatan tanah dalam jangka panjang,” ujar salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa.

      Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, mengapresiasi inovasi sederhana yang diperkenalkan mahasiswa kepada petani. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan alami seperti air cucian beras dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

      Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini terus dilakukan agar petani semakin memahami cara budidaya ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka.

      Kegiatan tersebut mendapat antusias dari pengurus dan anggota kelompok tani karena dinilai mudah diterapkan, murah, dan bermanfaat untuk berbagai jenis tanaman sayuran maupun tanaman hias.(MD)

    7. Program IP300 Jadi Andalan, Bupati Sidrap Minta Dukungan Pusat untuk Sektor Pertanian

      Program IP300 Jadi Andalan, Bupati Sidrap Minta Dukungan Pusat untuk Sektor Pertanian

      JAKARTA.KN— Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memanfaatkan momentum audiensi bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, untuk memaparkan secara langsung program strategis IP300 yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

      Pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam itu digelar di Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam audiensi tersebut, Bupati Sidrap didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Bapperida, dan Kabag Umum.

      Di hadapan Menteri Bappenas, Syaharuddin Alrif menjelaskan kesiapan Sidrap menjadi kawasan sentra pangan nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai lumbung beras Indonesia melalui program Intensitas Pertanaman 300 (IP300).

      Program IP300 sendiri merupakan upaya peningkatan produktivitas pertanian dengan pola tanam tiga kali dalam setahun guna memaksimalkan potensi lahan pertanian yang dimiliki Kabupaten Sidrap.

      “Satu jam bersama Menteri Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, kami memaparkan program IP300 dan bagaimana Sidrap terus didorong menjadi lumbung beras Indonesia serta kawasan sentra pangan nasional,” ujar Syaharuddin Alrif.

      Menurutnya, sektor pertanian menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat Sidrap. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk memperkuat infrastruktur pertanian, sistem irigasi, modernisasi alat pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

      Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin juga meminta doa dan dukungan agar berbagai program pembangunan di Sidrap dapat berjalan lancar demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

      “Doakan semoga lancar supaya Sidrap semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ucapnya.

      Audiensi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperjuangkan berbagai program prioritas daerah agar mendapat perhatian pemerintah pusat, khususnya dalam sektor pangan yang kini menjadi fokus utama pembangunan nasional.

      Dengan potensi pertanian yang besar dan produktivitas yang terus meningkat, Sidrap optimistis mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional yang berkontribusi besar terhadap kebutuhan beras Indonesia. (*)

    8. Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

      Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

      SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kegiatan edukasi pertanian kepada petani terkait teknik pengendalian hama tikus menggunakan pestisida nabati (pesnab) berbahan dasar bawang putih.

      Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus Poktan Jompie, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
      Kegiatan ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, serta Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu.

      Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa bawang putih cukup ampuh digunakan untuk mengusir tikus karena mengandung senyawa allicin yang memiliki aroma menyengat sehingga membuat tikus tidak nyaman berada di area persawahan maupun gudang penyimpanan hasil panen.

      Pesnab bawang putih dibuat menggunakan bahan sederhana, yakni 100 gram bawang putih, 1 liter air, dan 1 sendok makan sabun cair atau detergen sebagai perekat agar larutan dapat menempel lebih lama pada tanaman dan area yang disemprot.

      Adapun cara pembuatannya dimulai dengan menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta, kemudian dicampur dengan air dan didiamkan selama 12 hingga 24 jam agar kandungan allicin keluar secara maksimal. Setelah itu larutan disaring dan ditambahkan sabun cair sebelum dimasukkan ke dalam botol semprot.

      Mahasiswa juga mempraktikkan langsung beberapa metode aplikasi di lapangan, seperti menyemprot jalur aktif tikus, mengocorkan larutan ke lubang aktif, hingga membuat pagar hidup alami menggunakan bawang putih yang dibungkus kain kasa dan digantung di sekitar pematang sawah.

      Menurut mereka, penggunaan pesnab bawang putih memiliki banyak kelebihan karena murah, ramah lingkungan, aman bagi predator alami seperti burung hantu, dan tidak meninggalkan residu berbahaya di tanah. Namun demikian, petani juga diingatkan bahwa metode ini bersifat mengusir sehingga perlu dilakukan secara rutin, terutama setelah hujan.

      Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, mengapresiasi kegiatan mahasiswa Polbangtan Gowa yang dinilai mampu memberikan edukasi sederhana namun bermanfaat bagi petani dalam menghadapi serangan hama tikus secara alami dan ramah lingkungan.

      Sementara itu, Yanto Arbanu berharap inovasi pestisida nabati seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.(*)

    9. Cegah Narkoba Sejak Dini, Puluhan Pelajar SMAN 2 Sidrap Ikuti Edukasi Khusus di Ditresnarkoba Polda Sulsel

      Cegah Narkoba Sejak Dini, Puluhan Pelajar SMAN 2 Sidrap Ikuti Edukasi Khusus di Ditresnarkoba Polda Sulsel

      MAKASSAR.KN— Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada generasi muda.

      Sebanyak 54 siswa SMAN 2 Sidrap mengikuti kunjungan edukasi anti narkoba di Ditresnarkoba Polda Sulsel, Senin (12/5/2026), yang berlangsung di Aula/Ruang Gelar Perkara Ditresnarkoba Polda Sulsel, Makassar.

      Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WITA itu disambut langsung oleh Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Sulsel, KOMPOL Sugeng, didampingi Kasubbag Binops bersama personel Ditresnarkoba Polda Sulsel.

      Dalam sambutannya, KOMPOL Sugeng menyampaikan apresiasi atas kunjungan para pelajar dari Kabupaten Sidrap sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan narkoba sejak dini.

      Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam melawan peredaran gelap narkotika yang kini semakin menyasar kalangan pelajar.

      Selain memberikan edukasi mengenai berbagai modus baru peredaran narkoba, pihak Ditresnarkoba juga memaparkan bahaya penggunaan psikotropika terhadap kesehatan maupun masa depan generasi muda. Para siswa pun diajak menjadi “Duta Anti Narkoba” di lingkungan sekolah masing-masing.

      Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif. Para siswa mendapatkan paparan materi terkait jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, hingga ancaman hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

      Tidak hanya itu, peserta juga diajak meninjau ruang laboratorium forensik dan ruang penyimpanan barang bukti narkoba milik Ditresnarkoba Polda Sulsel.

      Antusiasme siswa terlihat saat sesi dialog interaktif bersama para penyidik Ditresnarkoba. Berbagai pertanyaan seputar bahaya narkoba, cara menghindari pergaulan negatif, hingga langkah melapor jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar menjadi topik diskusi yang menarik perhatian peserta.

      Pendamping/Sekretaris KBN Mappadeceng Satresnarkoba Polres Sidrap, AIPTU Hendra menyampaikan bahwa kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung Ditresnarkoba Polda Sulsel sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol komitmen bersama memerangi narkoba.

      “Dari hasil kegiatan tersebut, seluruh siswa memperoleh pemahaman langsung mengenai bahaya narkoba dan peran Polri dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika,” ucapnya.

      Selain itu, terjalin komunikasi positif antara Ditresnarkoba Polda Sulsel dengan pelajar SMAN 2 Sidrap guna membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dari narkoba.

      Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

      Kunjungan edukatif ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda agar menjauhi narkoba sekaligus memperkuat citra Polri yang humanis, edukatif, dan dekat dengan masyarakat. (*)