Blog

  • Pastikan Kualitas Pendidikan, Bupati Sidrap Sidak di SDN 20 Pangkajene

    Pastikan Kualitas Pendidikan, Bupati Sidrap Sidak di SDN 20 Pangkajene

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syahruddin Alrif, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di UPT SDN 20 Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (9/5/2026).

    Langkah ini diambil guna memastikan proses belajar mengajar di sekolah tersebut berjalan optimal.

    Setibanya di lokasi, Bupati langsung mengecek daftar kehadiran para guru dan staf pegawai. Ia menekankan, kedisiplinan tenaga pendidik merupakan kunci utama dalam mencetak “Generasi Emas” di Bumi Nene Mallomo.

    “Saya ingin memastikan para guru hadir tepat waktu dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita,” ujar Syahruddin di sela-sela kegiatannya.

    Selain mengecek kehadiran personel, Syahruddin juga meninjau area lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga fasilitas sanitasi.

    Ia menginstruksikan pihak sekolah untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan sehat.

    Di hadapan para murid, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini.

    Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagrin) Nur Fajrin Salman, Camat Maritengngae Andi Firman, Kapolsek Maritengngae, Kepala SDN 20 Pangkajene, serta jajaran tenaga pendidik setempat.

  • Turnamen Gel Blaster Sidrap: Ajang Kompetisi Sekaligus Peluang Pelaku UMKM

    Turnamen Gel Blaster Sidrap: Ajang Kompetisi Sekaligus Peluang Pelaku UMKM

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, membuka secara resmi Turnamen Gel Blaster Craton Matre & PB Gasma di Taman Usman Isa, Kecamatan Maritengngae, Jumat malam (8/5/2026).

    Perhelatan ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudarmin, Kepala Bapperida Herwin, Kepala Dinas Biciptapera Abdul Rasyid, Kabag Ekonomi Haris Alimin, serta Camat Maritengngae Firman.

    Dalam sambutannya, Syaharuddin menekankan bahwa esensi dari turnamen ini melampaui sekadar kompetisi fisik.

    Menurutnya, konsentrasi massa yang tercipta dari peserta dan pengunjung memberikan dampak langsung pada perputaran uang di wilayah Pangkajene.

    “Melalui kegiatan ini, sektor ekonomi masyarakat dapat tumbuh, khususnya UMKM yang ada di sekitar lokasi kegiatan,” ujar Syaharuddin.

    Ia menambahkan, tujuan utama penyelenggaraan ini adalah untuk menghadirkan kegiatan positif yang mampu menarik minat masyarakat lokal maupun pendatang dari luar daerah untuk berkunjung ke Sidrap.

    Selain aspek ekonomi, Bupati juga menyoroti transformasi infrastruktur Taman Usman Isa.

    Kawasan yang dulunya dinilai kurang representatif kini telah ditata ulang dan dilengkapi dengan pencahayaan yang memadai agar dapat dimanfaatkan oleh publik secara produktif.

    “Dulu taman ini gelap, sekarang sudah terang. Harapan kami, semua kegiatan, baik olahraga, budaya, pendidikan, maupun seni, bisa dilaksanakan di tempat ini,” tuturnya.

    Kepada para peserta, Syaharuddin memberikan suntikan semangat sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas.

    Ia menyebutkan bahwa total hadiah yang melimpah menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan antusiasme para atlet gel blaster.

    Senada dengan hal tersebut, Camat Maritengngae, Firman, menyampaikan apresiasinya atas pemilihan lokasi turnamen di wilayahnya.

    Ia mengonfirmasi bahwa aktivitas semacam ini sangat membantu meningkatkan pendapatan warga setempat.

    Pembukaan turnamen yang berlangsung meriah tersebut ditutup dengan aksi Bupati Sidrap yang turun langsung ke lapangan untuk mencoba permainan gel blaster bersama para peserta dari berbagai daerah.

  • Bunda PAUD Sidrap Apresiasi PIAUD Expo II sebagai Wadah Kreativitas Anak

    Bunda PAUD Sidrap Apresiasi PIAUD Expo II sebagai Wadah Kreativitas Anak

    SIDRAP.KN—Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Sidrap, Hj. Haslindah Syaharuddin, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya PIAUD Expo II.

    Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam (IAI) Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Sidrap, Sabtu (9/5/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus DDI IAI Sidrap ini dipandang sebagai langkah strategis dalam menggali potensi dan kreativitas anak sejak usia dini.

    Haslindah menekankan, anak-anak merupakan aset berharga yang membutuhkan ruang ekspresi serta stimulasi yang tepat untuk tumbuh kembang mereka.

    “Kegiatan ini sangat positif untuk mengasah bakat dan keberanian anak sejak dini. Anak-anak PAUD adalah aset kita. Tugas kita adalah membersamai tumbuh kembang mereka dengan cinta dan stimulasi yang tepat,” ujar Haslindah yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidrap.

    Kehadiran Bunda PAUD menjadi motivasi tambahan bagi puluhan peserta yang berasal dari lembaga PAUD dan TK se-Kabupaten Sidrap.

    Ia pun menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para peserta guna memberikan dorongan moral agar mereka berani tampil di atas panggung dengan rasa gembira.

    Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, Wabup turut mengapresiasi peran semua pihak, termasuk Bunda PAUD, dalam mencetak pendidik dan generasi yang berlandaskan nilai Islam serta karakter yang kuat.

    PIAUD Expo II menyuguhkan berbagai kategori lomba edukatif, seperti menyanyi solo, tari kreasi, peragaan busana muslim anak, dan lomba lainnya.

    Melalui ajang ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan orang tua dapat terus terjalin demi mewujudkan generasi emas Sidrap yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia.

    Turut hadir dalam pembukaan tersebut, perwakilan Rektor IAI DDI Sidrap, Drs. H. Abd. Kadir, M.Ag., Ketua Prodi PIAUD, Dr. Mujahidin, S.Pd.I., M.Pd.I., jajaran dosen, tamu undangan, serta para orang tua peserta lomba.

  • Wujudkan Petani Modern, Bupati Sidrap Tekankan Kolaborasi Teknologi dan Mekanisasi

    Wujudkan Petani Modern, Bupati Sidrap Tekankan Kolaborasi Teknologi dan Mekanisasi

    SIDRAP.KN—Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan kunci utama mewujudkan petani modern adalah melalui sinergi antara penerapan teknologi perlindungan tanaman dan mekanisasi.

    Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran herbisida Pirazo produksi PT Excel Meg Indo di Kelurahan Majjeling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (9/5/2026).

    Di hadapan ratusan petani dan penyuluh, Bupati Syaharuddin memaparkan bahwa kemajuan sektor pertanian lahir dari kolaborasi empat unsur: pengalaman petani, ilmu penyuluh, dukungan pemerintah, serta inovasi teknologi dari produsen.

    “Hari ini kita mempraktikkan sekaligus meluncurkan produk Pirazo. Jika ada teknologi baru seperti ini, maka petani harus mendengarkan dan mempraktikkannya,” ujar Syaharuddin.

    Bupati menjelaskan, penggunaan herbisida Pirazo sebagai solusi pratumbuh dan purnatumbuh akan menciptakan efisiensi tenaga serta waktu.

    Dengan terkendalinya gulma, nutrisi pupuk dan pertumbuhan benih dipastikan tidak akan terganggu.

    Selain teknologi herbisida, Bupati mendorong peralihan metode tanam dari tradisional ke mekanisasi menggunakan rice transplanter.

    Dengan kombinasi herbisida Pirazo dan mesin tanam, ia optimistis produktivitas lahan di Sidrap mampu mencapai target 10 ton ke atas per hektare.

    Pada kesempatan itu, Bupati juga memberikan respons positif terhadap harga gabah saat ini yang mencapai Rp7.300 per kilogram, yang dinilai sangat membantu kesejahteraan petani.

    Perwakilan PT Excel Meg Indo, Ode Khalik, menjelaskan Pirazo hadir sebagai solusi atas kendala rumput yang sering dihadapi petani, baik pada metode tabela maupun tanam pindah.

    Produk ini dirancang untuk mengendalikan gulma berdaun lebar, teki, hingga golongan rumput endemik yang saat ini menjadi tantangan di Sulawesi Selatan.

    “Kami akan selalu mendampingi petani untuk memberikan informasi teknologi terkait penggunaan Pirazo agar pengendalian gulma lebih efektif dan hasil panen maksimal,” kata Ode Khalik.

    Kegiatan ini dirangkaikan dengan penanaman padi menggunakan Rice Transplanter oleh Bupati Sidrap didampingi para pejabat daerah.

    Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis TPHPKP (Pertanian) Ibrahim, Kadisdagrin Fajrin Salman, Camat Maritengngae Firman, Kapolsek Maritengngae, Ketua KTNA Sidrap Abdul Samad, serta perwakilan tokoh masyarakat dan pelajar setempat.

  • Kades Talumae Terjun Langsung Bersihkan Lapangan Sambut Gerak Jalan Santai PGRI

    Kades Talumae Terjun Langsung Bersihkan Lapangan Sambut Gerak Jalan Santai PGRI

    SIDRAP.KN— Kepala Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Satry, terjun langsung memimpin kegiatan pembersihan Lapangan Sepak Bola Talumae, Sabtu (9/5/2026).

    Bahkan, ia terlihat menggendong sendiri mesin pemotong rumput sebagai bentuk semangat dan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan desa.

    Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan sebagai persiapan menyambut kegiatan Gerak Jalan Santai PGRI tingkat Kecamatan Watang Sidenreng yang direncanakan berlangsung pada 17 Mei 2026 mendatang di Desa Talumae.

    Dalam kegiatan itu, Pemerintah Desa Talumae berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Mojong serta para tenaga pendidik se-Kecamatan Watang Sidenreng untuk melakukan pembersihan di area lapangan dan sekitarnya agar nantinya nyaman digunakan saat pelaksanaan kegiatan.

    “Kegiatan ini kami lakukan bersama Kepala Desa Mojong dan tenaga pendidikan se-Kecamatan Watang Sidenreng untuk membersihkan lapangan yang nantinya akan digunakan pada kegiatan gerak jalan santai PGRI,” ujar Satry.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah (Koorwil) Kecamatan Watang Sidenreng bersama sejumlah tenaga pendidik dari berbagai sekolah dasar yang ikut ambil bagian dalam kerja bakti dan pembersihan lapangan.

    Satry juga menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan yang dilakukan bukan semata-mata karena rencana kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Sidrap dalam kegiatan tersebut, melainkan sudah menjadi bagian dari komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan.

    “Rencananya Bapak Bupati dan Wakil Bupati akan hadir langsung nantinya. Namun kami bersama jajaran memang setiap saat melaksanakan pembersihan, bukan karena mau datang Bapak Bupati baru kami lakukan ini,” tambahnya.

    Semangat gotong royong yang ditunjukkan pemerintah desa bersama tenaga pendidik diharapkan menjadi contoh positif dalam menjaga kebersihan dan mempererat kebersamaan antarinstansi di Kecamatan Watang Sidenreng.(MD)

  • UPTD Pasar Sentral Pangkajene Gelar Jumat Bersih Melalui Kerja Bakti Lingkungan Pasar

    UPTD Pasar Sentral Pangkajene Gelar Jumat Bersih Melalui Kerja Bakti Lingkungan Pasar

    SIDRAP.KN—Pangkajene — UPTD Pasar Sentral Pangkajene menggelar kegiatan Jumat Bersih dengan melaksanakan kerja bakti di area sekitar pasar, Jumat pagi (8/5/2026)

    Kegiatan tersebut melibatkan petugas pasar dan sejumlah pekerja yang bersama-sama membersihkan lingkungan demi menciptakan kawasan pasar yang bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

    Dalam kegiatan itu, para peserta terlihat membersihkan rumput liar, mengangkut sampah, menyapu area pasar, serta menata lingkungan di sekitar bangunan pasar. Kerja bakti dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan fasilitas umum.

    Kepala UPTD Pasar Sentral Pangkajene Asri menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih rutin dilaksanakan untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan bersama.

    “Melalui kegiatan ini diharapkan lingkungan pasar tetap bersih, sehat, dan nyaman sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan baik,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan gotong royong. Para peserta berharap budaya menjaga kebersihan dapat terus ditingkatkan demi menciptakan pasar yang tertib dan sehat bagi seluruh masyarakat.

  • IP 300 Sidrap, Ketika Sawah Tak Lagi Tidur, dan Anak Petani Mengubah Cara Berpikir Daerah

    IP 300 Sidrap, Ketika Sawah Tak Lagi Tidur, dan Anak Petani Mengubah Cara Berpikir Daerah

    SIDRAP.KN—Di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sawah itu sekarang tidak sempat mengeluh. Ia dipaksa bekerja lebih keras. Bukan dengan paksaan yang kasar, tapi dengan konsep yang terdengar sederhana namun menantang: IP 300—tiga kali tanam dalam setahun.

    Di balik perubahan ritme itu, ada nama yang terus disebut. Dia adalah Syaharuddin Alrif. Bupati yang baru sekitar 1 tahun 3 bulan memimpin, tapi sudah cukup membuat banyak orang di sektor pertanian menoleh ke Sidrap.

    Tahun 2025, produksi Gabah Kering Panen (GKP) Sidrap tercatat 663.819 ton. Naik sekitar 129 ribu ton dari tahun sebelumnya. Dalam bentuk nilai, lonjakannya lebih “tidak sopan” lagi, dari sekitar Rp2,56 triliun menjadi Rp4,51 triliun.

    Kenaikan hampir Rp2 triliun dalam satu tahun itu bukan sekadar statistik di papan data. Itu uang yang bergerak di desa-desa. Itu ongkos sekolah yang lebih lancar. Itu motor yang dicicil tanpa terlalu banyak hitung mundur.

    Istilah teknisnya: intensifikasi. Bahasa lapangannya: panen jadi lebih sering.

    IP 300 itu bukan sulap. Tidak ada sawah baru yang tiba-tiba muncul. Tidak ada tanah ajaib. Yang diubah adalah waktu. Kalau dulu petani biasa dua kali tanam, sekarang dipaksa—dengan cara yang lebih halus—untuk tiga kali.

    Caranya? Harus disiplin: varietas padi genjah, irigasi harus stabil, tanam serentak, dan hama tidak boleh punya waktu berpesta. Dalam bahasa penyuluh: intensifikasi pertanian. Dalam bahasa petani: “tidak boleh lama nganggur.”

    Yang menarik dari Sidrap bukan hanya IP 300, tapi cara membungkusnya. Ada tiga kata yang mulai sering diulang oleh Syaharuddin Alrif, yakni “Tanam, Panen, Hilirisasi.” Sederhana, tapi tidak dangkal.

    Tanam: kejar produksi
    Panen: kejar volume dan frekuensi
    Hilirisasi: jangan berhenti di gabah

    Di titik ini, Sidrap mulai bicara seperti daerah yang tidak mau selamanya hanya jadi penghasil bahan mentah. Karena selama ini masalah klasik pertanian Indonesia selalu sama: panen banyak, tapi nilai tambah lari ke tempat lain.

    Ada cerita yang membuat narasi ini terasa lebih “manusiawi”. Syaharuddin dikenal bukan sebagai orang kota yang tiba-tiba jatuh cinta pada sawah. Ia tumbuh di lingkungan yang dekat lumpur, dekat irama musim tanam, dekat bau jerami.

    Jadi ketika ia bicara soal IP 300, itu bukan seperti membaca laporan. Lebih seperti mengingat sesuatu yang pernah ia lihat sendiri. Itu yang mungkin membuat kebijakan ini terasa lebih “menempel” di lapangan.

    Menariknya, Sidrap tidak berjalan sendirian dalam cerita ini. Beberapa daerah mulai melirik. Salah satunya Kabupaten Soppeng, yang disebut mulai mencoba meniru pendekatan intensifikasi serupa.

    Dalam dunia pertanian, ini penting. Karena tidak semua inovasi ditiru. Kalau ditiru, biasanya ada dua kemungkinan: berhasil, atau dianggap masuk akal. Dan IP 300 Sidrap mulai masuk kategori kedua.

    Tentu saja, IP 300 bukan tanpa risiko.

    Air harus cukup.
    Iklim harus bersahabat.
    Petani harus disiplin.
    Hama harus dikendalikan tanpa kompromi.

    Kalau satu saja goyah, sistem bisa ikut goyah.

    Karena itu, IP 300 bukan sekadar program, tapi sistem kerja yang menuntut konsistensi tinggi. Tidak bisa setengah hati. Itu pesan penting Syaharuddin Alrif.

    Dalam waktu singkat, Sidrap tidak hanya menaikkan produksi. Ia sedang mengubah cara berpikir.

    Dari “berapa kali panen” menjadi “berapa nilai yang dihasilkan.”
    Dari “tanam lalu tunggu” menjadi “tanam, panen, ulangi, tambah nilai.”

    Di tengah perubahan itu, suara petani di lapangan ikut memberi warna.

    Seorang petani di Tanete misalnya, sambil duduk di pinggir sawah yang baru dipanen, tersenyum dan berkata, “Dulu satu tahun dua kali panen saja sudah syukur. Apalagi sekarang ini, syukurnya tiada tara.”

    Petani lain menimpali dengan nada lebih antusias, “Yang paling terasa itu uangnya. Sekarang lebih sering masuk. Jadi kebutuhan rumah tangga lebih gampang diatur.”

    Ada juga yang lebih sederhana komentarnya, “Capek iya, tapi hasilnya juga beda.”

    Di beberapa kelompok tani, nada yang sama muncul berulang. Ada rasa senang karena sawah lebih produktif, meski diakui kerja lebih padat.

    Bahkan ada petani yang menyebut, “Sekarang sawah seperti tidak mau berhenti kasih rezeki.”

    Komentar-komentar itu mungkin tidak akademis, tidak masuk laporan resmi, tapi justru di situlah denyut perubahan terasa.

    Apakah ini akan jadi model nasional? Sangat mungkin.

    Tapi satu hal sudah cukup jelas: di Sidrap, sawah tidak lagi punya waktu untuk tidur terlalu lama.

  • Lurah Baula Pimpin Jumat Bersih, Saluran Irigasi Jadi Sasaran Utama

    Lurah Baula Pimpin Jumat Bersih, Saluran Irigasi Jadi Sasaran Utama

    SIDRAP.KN— Lurah Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Junaidi, kembali memimpin kegiatan kerja bakti Jumat Bersih dengan melakukan pembersihan di sekitar saluran irigasi, Jumat (8/5/2026).

    Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap hari Jumat sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

    Dalam kegiatan itu, Junaidi bersama staf Kelurahan Baula serta para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) turun langsung melakukan pembersihan di sejumlah titik wilayah kelurahan. Lokasi kerja bakti juga dilakukan secara bergiliran agar seluruh wilayah Baula tetap terjaga kebersihannya.

    “Kami bersama staf kelurahan dan para penerima PKH terus melaksanakan kerja bakti setiap Jumat. Lokasi pembersihan selalu berpindah-pindah di wilayah Kelurahan Baula agar semua lingkungan bisa tersentuh kegiatan kebersihan,” ujar Junaidi.

    Ia mengatakan, pembersihan saluran irigasi sangat penting untuk mencegah penyumbatan dan menjaga kelancaran aliran air, terutama saat musim hujan.

    Selain itu, Junaidi juga mengimbau masyarakat agar semakin sadar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    “Kami berharap kepada masyarakat, khususnya warga Baula, agar membuang sampah pada tempatnya. Karena meskipun kami rutin membersihkan, masih ada sebagian warga yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

    Ia juga mengingatkan bahwa saat ini telah tersedia layanan mobil pengangkut sampah yang siap menjemput sampah warga.

    “Sekarang sudah ada mobil yang menjemput sampah. Silakan masyarakat mendaftar untuk berlangganan supaya sampahnya bisa diangkut secara rutin dan lingkungan tetap bersih,” tambahnya.

    Melalui kegiatan Jumat Bersih tersebut, Pemerintah Kelurahan Baula berharap tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan bebas dari tumpukan sampah.

  • Mahasiswa Polbangtan Gowa Terapkan Teknologi “Satpam Sawah” Rumah Burung Hantu di Desa Polewali

    Mahasiswa Polbangtan Gowa Terapkan Teknologi “Satpam Sawah” Rumah Burung Hantu di Desa Polewali

    SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa (Polbangtan Gowa) mengadopsi inovasi teknologi “satpam sawah” berupa Rumah Burung Hantu (Rubuha) untuk mengendalikan hama tikus pada tanaman padi di Desa Polewali. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan langsung oleh penyuluh pertanian setempat, Yanto Arbanu, SP.
    Teknologi Rubuha merupakan metode pengendalian hama berbasis musuh alami dengan memanfaatkan burung hantu jenis Tyto alba. Burung ini dikenal sebagai predator alami tikus yang sangat efektif di lahan persawahan.

    Yanto Arbanu menjelaskan bahwa keberadaan Rubuha mampu menekan populasi tikus secara alami dan berkelanjutan. “Satu ekor burung hantu dewasa dapat memangsa 2 hingga 5 ekor tikus setiap malam. Jika sudah berpasangan dan berkembang biak, jumlah tikus yang dikendalikan bisa mencapai lebih dari seribu ekor dalam setahun,” ujarnya.

    Selain efektif, teknologi ini juga dinilai hemat biaya produksi. Petani hanya perlu mengeluarkan biaya awal sekitar Rp1jt -1,5jt untuk pembangunan satu unit Rubuha, yang dapat digunakan hingga 5–10 tahun. Hal ini jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan racun atau metode gropyokan yang membutuhkan biaya berulang.

    Dari sisi lingkungan, penggunaan Rubuha dinilai lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia. Dengan demikian, tidak ada residu berbahaya pada tanah, air, maupun hasil panen. Selain itu, keseimbangan ekosistem tetap terjaga karena predator alami lainnya tidak terganggu.

    Mahasiswa Polbangtan Gowa juga menekankan bahwa teknologi ini mampu mencegah kerugian hasil panen akibat serangan tikus yang bisa mencapai 30 hingga 100 persen. Dengan adanya burung hantu sebagai “penjaga sawah”, potensi kehilangan hasil dapat ditekan hingga di bawah 5 persen.

    “Jika potensi panen mencapai 6 ton per hektare, maka petani bisa menyelamatkan sekitar 1,5 ton gabah per musim. Ini tentu sangat berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” tambah Yanto.

    Lebih lanjut, Rubuha memberikan manfaat jangka panjang karena burung hantu akan menetap dan berkembang biak jika habitatnya terjaga. Satu unit Rubuha diketahui efektif untuk melindungi area persawahan seluas 15 hingga 20 hektare.

    Teknologi ini kini mulai dikembangkan secara berkelompok di desa, dengan pemasangan 3 hingga 5 unit Rubuha untuk membentuk koloni burung hantu. Desa Polewali bersama Desa Teteaji menjadi salah satu wilayah yang telah mengadopsi inovasi ini sebagai bagian dari upaya pertanian berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa Polbangtan Gowa berharap dapat mendorong petani untuk beralih ke metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, efektif, dan berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan daerah.(*)

  • Live TikTok Berujung Jerat Hukum, Dua Pelaku Konten Asusila Dibongkar Polres Sidrap

    Live TikTok Berujung Jerat Hukum, Dua Pelaku Konten Asusila Dibongkar Polres Sidrap

    SIDRAP.KN—Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sidrap berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pornografi yang dilakukan secara daring melalui siaran langsung (live streaming) di media sosial.

    Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan polisi yang diterima pada tanggal 03 Mei 2026 dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

    “Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengamankan dua terduga pelaku yakni perempuan PA (25) dan laki-laki RC (26)” jelas Welfrick di kantornya Selasa (5/5/26) pagi

    Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 01 Mei 2026 2026 sekitar pukul 17.00 wita di wilayah Kelurahan Rijang Pittu Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap. Kedua pelaku menjalankan aksinya melalui akun TikTok bernama “Gemini🌹” dengan memanfaatkan fitur siaran langsung.

    Dalam praktiknya, pelaku perempuan berperan aktif menarik perhatian penonton dengan berinteraksi selama siaran berlangsung. Selanjutnya, ia menawarkan konten bermuatan pornografi berbayar kepada penonton. Sedangkan lelaki “RC” mengajak “PA” untuk melakukan Live streaming melalui TikTok (PK : Player Knockout) dan berlanjut melalui Instagram yang mana dirinya memberikan Challenge agar “PA”membuka kancing baju dan melalukan gerakan Jumping jack, Skop dan roll.

    “Modusnya, penonton diarahkan untuk berkomunikasi melalui pesan langsung di akun TikTok kemudian mengirimkan hadiah (Gift). Adapun pemenang ditentukan oleh jumlah poin gift tertinggi, dan yang kalah akan menerima hukuman lucu (seperti permintaan penonton dan lawan main untuk membuka kancing baju dan melakukan gerakan aneh seperti Jumping Jack, skop dan roll).” Ungkap Kasat Reskrim

    Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 HP Iphone 11 Promax milik “PA”, 1 HP Iphone 11 milik “RC” dan 1 pasang baju warna pink milik “PA” serta rekaman video hasil live streaming.

    “Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa perempuan “PA” telah sering melakukan goyangan erotis di media sosial dan mampu meraup keuntungan sebanyak Rp. 300.000 sedangkan lelaki “RC” meraup keuntungan sebanyak Rp. 1.500.000. Pelaku dan barang bukti kini diamankan di Mapolres Sidrap guna penyidikan lebih lanjut” Tambah Welfrick

    Kedua pelaku diduga melanggar Pasal 29 Jo. Pasal 4 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Ponografi atau Pasal 407 ayat (1) atau Pasal 406 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun Penjara

    Saat ini, Satreskrim Polres Sidrap masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

  • Pemanfaatan JIAT Dipacu untuk Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian

    Pemanfaatan JIAT Dipacu untuk Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian

    SIDRAP.KN-Pemanfaatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) terus dipacu guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif ke lokasi JIAT bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, pada Senin (4/5/2026).

    Bupati meninjau langsung kondisi infrastruktur JIAT untuk memastikan sistem tersebut berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani setempat.

    Masih mengenakan pakaian adat setelah baru saja memimpin peringatan Hari Pendidikan Nasional, Syaharuddin juga turun langsung ke sawah untuk membajak tanah bersama petani setempat.

    Aksi tersebut dilakukan guna memberikan motivasi secara langsung agar para petani semakin bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

    Penerapan JIAT di wilayah tersebut dinilai sebagai salah satu percontohan terbaik di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

    “Program ini bertujuan agar lahan yang sebelumnya tandus dapat diolah menjadi lahan produktif yang mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat,” terang Syaharuddin.

    Selain itu, Bupati mendorong petani untuk menerapkan indeks pertanaman (IP) 300 atau tiga kali masa tanam dalam setahun.

    “Target ini menjadi bagian dari upaya mencapai produksi satu juta ton gabah guna mendukung program swasembada pangan nasional,” sebut Syaharuddin.

    Bupati juga menyinggung pentingnya program “listrik masuk sawah” sebagai penunjang operasional sistem irigasi berbasis air tanah.

    Ia selanjutnya mengajak para petani untuk mengubah pola kerja menjadi lebih modern dan produktif.

    “Pemerintah sudah mengurus berbagai kebutuhan. Sekarang saatnya petani mencoba dan menjalankan secara optimal,” tegas Syaharuddin.

    Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar pertanian, mulai dari penyediaan air melalui irigasi, benih unggul seperti MB 70, Cakrabuana dan sejenisnya, ketersediaan pupuk yang lancar dengan harga terjangkau, hingga obat-obatan pertanian.

    Disampaikannya pula, harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp7.300 per kilogram yang dinilai cukup menguntungkan bagi petani.

    “Kita ingin petani di Sidrap menjadi lebih sejahtera, bahkan mampu menjadi petani yang mandiri dan berpenghasilan tinggi,” pungkasnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP (Pertanian) Suriyanto, Camat Tellu Limpoe Ridwan, serta Kapolsek Tellu Limpoe Sutarman Tahir.

  • Diduga Dikejar Aparat, Sejumlah Pemuda di Sidrap Cedera Hingga Patah Tulang

    Diduga Dikejar Aparat, Sejumlah Pemuda di Sidrap Cedera Hingga Patah Tulang

    SIDRAP.KN– Insiden mengejutkan terjadi di Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

    Sejumlah pemuda dilaporkan mengalami luka-luka bahkan ada yang patah tulang setelah berlarian saat diduga dikejar oleh oknum aparat.

    Peristiwa tersebut bermula ketika sekelompok pemuda tiba-tiba panik dan berhamburan menyelamatkan diri usai didatangi aparat yang disebut-sebut melakukan penggerebekan.

    Dalam kepanikan itu, beberapa di antaranya terjatuh hingga mengalami cedera serius.

    Warga setempat mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Mereka menilai tindakan pengejaran yang dilakukan secara tiba-tiba telah menimbulkan ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat.

    “Anak-anak itu lari karena ketakutan. Akhirnya ada yang jatuh sampai luka-luka bahkan patah kaki,” ungkap salah seorang saksi mata, Jumat, 1 Mei 2026.

    Menurut informasi yang beredar di lokasi, penggerebekan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan online.

    Namun, warga menyayangkan cara yang dilakukan, karena dinilai mengandung unsur intimidasi hingga menyebabkan korban berjatuhan.

    Sejumlah warga bahkan menduga adanya persoalan lain di balik kejadian tersebut. Salah satu warga menyebut, oknum yang terlibat diduga pernah berinteraksi dengan para pemuda itu sebelumnya.

    “Infonya, oknum itu dikenal dan pelaku sudah pernah bertemu, bahkan memberikan sejumlah uang. Mungkin setoran pak. Tapi kemarin tiba-tiba datang lagi dan mengejar mereka,” ujarnya.

    Ia menambahkan, jika memang ingin melakukan penindakan hukum, seharusnya dilakukan secara prosedural dan tidak menimbulkan korban. Terlebih jika sebelumnya sudah ada interaksi yang menimbulkan dugaan praktik tidak transparan.

    “Kalau memang mau diamankan, kenapa tidak dari dulu. Ini yang jadi pertanyaan warga,” tambahnya.

    Meski demikian, warga juga mengakui bahwa aktivitas yang diduga dilakukan para pemuda tersebut tidak dapat dibenarkan. Namun, mereka menegaskan bahwa tindakan aparat pun harus sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.

    Sementara itu, Kapolsek Pitu Riase, IPDA Zakaria, mengaku belum mengetahui adanya penggerebekan tersebut saat dikonfirmasi. Ia menyebut baru mendapatkan informasi setelah dihubungi oleh jurnalis.

    “Saya tidak tahu kalau ada penggerebekan seperti itu. Ini saya baru tahu setelah disampaikan. Nanti saya cek,” singkatnya.

    Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap ada penjelasan resmi dari pihak berwenang guna memastikan kronologi kejadian sekaligus menghindari spekulasi yang berkembang. (*)