Blog

  • Ketua ISMI Sidrap Ajak Pelaku UMKM Ambil Peluang Program Kerakyatan

    Ketua ISMI Sidrap Ajak Pelaku UMKM Ambil Peluang Program Kerakyatan

    SIDRAP.KN– Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sidrap, AM Yusuf Ruby, mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar lebih aktif mengambil bagian dalam berbagai program kerakyatan pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi perhatian nasional.

    Menurutnya, program tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di daerah.

    Karena itu, UMKM di Sidrap diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tampil sebagai pelaku utama dalam rantai penyediaan kebutuhan program pemerintah.

    AM Yusuf Ruby menilai keterlibatan UMKM dalam program strategis nasional dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan.

    Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga kemampuan bersaing di era digital.

    “UMKM harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penggunaan teknologi dan inovasi menjadi kunci agar usaha lokal bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat,” ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.

    Ia menambahkan, pelaku usaha di Sidrap memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mampu memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal.

    Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

    Melalui dorongan tersebut, ISMI Sidrap berharap UMKM lokal dapat semakin berkembang, mandiri, dan menjadi kekuatan utama dalam mendukung program-program kerakyatan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

  • Pastikan Keamanan, Call Center 110 Polres Sidrap Siap Layani Puluhan Ribu Peserta Porseninjar

    Pastikan Keamanan, Call Center 110 Polres Sidrap Siap Layani Puluhan Ribu Peserta Porseninjar

    SIDRAP.KN- Kepala Kepolisian Resor Sidrap AKBP Fantry Taherong menerima kunjungan audince Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sidrap sekaligus Wakil Bupati Sidrap Ibu Nurkanaah di Mapolres Sidrap Jalan Bau Massepe No.1 Pangkajene Kabupaten Sidrap, Rabu (20/5/26) siang. Turut mendampingi Kapolres pada kegiatan tersebut yakni Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kapolsek Maritengngae Polres Sidrap

      Audience tersebut digelar dalam rangka koordinasi terkait pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tahun 2026. Mengingat Sidrap akan menjadi tuan rumah ajang besar yang dihadiri puluhan ribu peserta se-Sulawesi Selatan.

      “Terima kasih atas kunjungan Ibu Wakil Bupati Sidrap bersama rombongan. Tentu ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Sidrap sebagai tuan rumah dalam menerima tamu dan saudara-saudara kita dari berbagai daerah” ujar Kapolres

      Fantry, sapaan Kapolres Sidrap menyatakan sepenuhnya mendukung kegiatan tersebut dan berjanji akan memberikan pengamanan maupun pelayanan terbaik kepada tamu yang akan tiba di Kabupaten Sidrap. Tak lupa ia juga mengimbau kepada para audience dan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian online 110

      “Kegiatan berskala besar ini juga menjadi pertaruhan nama baik daerah dalam penyelenggaraan event tingkat provinsi. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan nantinya dapat berjalan lancar, aman, dan tertib. Terkait kesiapan pengamanan, kami dari Polres Sidrap tentu siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Bahkan tanpa diminta pun, pengamanan kegiatan sebesar ini sudah menjadi tanggung jawab kami” lanjutnya

      Alumnus Akademi Kepolisian tahun 2005 itu juga memastikan kesiapan pengamanan di berbagai titik, termasuk lokasi penginapan peserta yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Informasi yang kami terima, tidak hanya Kecamatan Maritengngae yang dilibatkan, tetapi juga beberapa kecamatan penyangga seperti Panca Rijang. Karena itu, seluruh jajaran Polsek akan kami siagakan untuk meng-cover wilayah masing-masing” imbuh Fantry

      Di tempat yang sama, Ketua PGRI sekaligus Wakil Bupati Sidrap mengucapkan terima kasih atas sambutan Bapak Kapolres Sidrap bersama jajarannya. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres dan jajarannya telah menerima kami pada siang hari ini. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih atas support dan dukungan Bapak Kapolres semoga kegiatan ini bisa berlangsung lancar dan sukses” tutur Wakil Bupati

    1. Inspektorat Sidrap Sosialisasikan Antikorupsi dan SPI Pendidikan 2026 di UPT SMP Negeri 1 Watang Pulu

      Inspektorat Sidrap Sosialisasikan Antikorupsi dan SPI Pendidikan 2026 di UPT SMP Negeri 1 Watang Pulu

      SIDRAP.KN— Inspektorat Kabupaten Sidenreng Rappang terus menggencarkan edukasi dan penyampaian pesan-pesan antikorupsi kepada para peserta didik maupun tenaga pendidik. Kegiatan tersebut kali ini dilaksanakan di UPT SMP Negeri 1 Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

      Dalam kegiatan tersebut, Inspektorat Sidrap juga mensosialisasikan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Tahun 2026 yang sementara berlangsung saat ini.

      Adapun sampling dalam pelaksanaan SPI Pendidikan tersebut melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua siswa.

      Penanggung jawab kegiatan, Kasriah Sanusi dan Amannang Saily Endeng, menyampaikan sejumlah poin penting terkait pendidikan antikorupsi di lingkungan sekolah. Mereka mengajak seluruh warga sekolah untuk menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan integritas sejak dini.

      Amannang Saily Endeng dalam penyampaiannya menegaskan pentingnya pemahaman tentang korupsi kepada generasi muda yang merupakan generasi pelanjut menuju generasi Indonesia emas.

      “Anak-anak harus paham, bahwa siapapun bisa melakukan korupsi, korupsi paling nyata yang bisa dilakukan anak sekolah tentunya adalah korupsi waktu, suka bolos, suka terlambat, itu contoh paling nyata,” tegas Amannang di hadapan para siswa-siswi.

      Agar kita bisa terhindarkan dari bahaya korupsi, maka setidaknya harus punya pegangan berupa ‘9 nilai nilai antikorupsi’ yang biasa disingkat dengan ‘jumat bersepeda kaka’
      Yaitu Jujur Mandiri Tanggungjawab Berani Sederhana Peduli Disiplin Adil dan Kerja Keras

      Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta didik dan guru.
      Di akhir kegiatan, seluruh siswa mengikuti ikrar antikorupsi sebagai bentuk komitmen bersama untuk menanamkan budaya jujur dan menolak segala bentuk praktik korupsi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.(*)

    2. Serbu Harga Hemat! Pasar Murah Bulog Sidrap Hadir Dua Hari, Warga Diajak Belanja Kebutuhan Pokok Murah

      Serbu Harga Hemat! Pasar Murah Bulog Sidrap Hadir Dua Hari, Warga Diajak Belanja Kebutuhan Pokok Murah

      SIDRAP.KN– Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Sidrap. Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di depan kantor Bulog Sidrap, Jalan Ressang, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kamis-Jumat, 21-22 Mei 2026.

      Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perum Bulog Sidrap bersama Tim TPID Pemkab Sidrap ini mendapat sambutan antusias warga karena menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasaran.

      Berbagai komoditi pangan dijual murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, di antaranya beras SPHP Rp57.500 per zak, gula pasir Rp15.000 per kilogram, Minyak Kita Rp15.500 per liter, serta terigu Kompas Rp10.500 per kilogram.

      Warga pun diajak memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan harga hemat dan kualitas terjamin.

      Selain membantu menekan pengeluaran masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Sidrap.

      Pimpinan Cabang BULOG Sidrap, Ivan Faisal, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

      “Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dan terjangkau. Kami juga ingin membantu menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

      Ia juga mengajak masyarakat Sidrap untuk datang langsung dan memanfaatkan pasar murah tersebut selama kegiatan berlangsung.

      Antusiasme warga diharapkan dapat mendorong semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

    3. Hadiri Upacara Harkitnas 118, Fantry Siap Mengawal Program Prioritas Pemerintah

      Hadiri Upacara Harkitnas 118, Fantry Siap Mengawal Program Prioritas Pemerintah

      SIDRAP.KN—Sebagai wujud dukungan terhadap semangat perubahan dan kemandirian menuju kebangkitan nasional yang bersahaja, berpihak kepada rakyat, serta berkelanjutan, Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang, yang berlangsung di Lapangan SKPD Sidrap, Rabu (20/5/26) pagi. Peringatan Harkitnas tahun ini menegaskan kembali pentingnya menjaga generasi muda di ruang digital seiring dengan pergeseran tantangan bangsa dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi.

        Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Sidrap Ibu Nurkanaah dan diikuti oleh jajaran Forkopimda Sidrap, diantaranya Dandim 1420, Ketua DPRD, perwakilan Kajari dan perwakilan Pengadilan Negeri Kabupaten Sidrap, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Baznas, pimpinan instansi vertikal serta pimpinan perguruan tinggi

        Kehadiran mereka mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam menghidupkan kembali semangat nasionalisme di tengah tantangan perkembangan zaman.

        Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidrap membacakan sambutan seragam Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

        Nurkanaah menjelaskan, esensi Kebangkitan Nasional pada era modern berkaitan erat dengan ketahanan digital. “Kebangkitan saat ini berarti adanya keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan serta ketertinggalan teknologi” ujarnya

        Nurkanaah juga memaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

        Program tersebut mencakup Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

        Di tempat yang sama, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong menyampaikan bahwa Polri siap berperan aktif dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung seluruh program pemerintah baik pusat maupun daerah dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional yang luhur.

        “Momentum Harkitnas ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada persatuan dan kepedulian terhadap sesama. Kami jajaran Polres Sidrap akan terus mengawal dan mendukung setiap langkah perubahan menuju kemajuan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Fantry

        Upacara peringatan Harkitnas ke-118 ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan paket “Berkah” dari Baznas Sidrap bagi sejumlah jajaran di lingkup Pemkab Sidrap. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wabup Nurkanaah didampingi pimpinan Baznas Sidrap, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

      1. Bupati Sidrap Sulap Pelataran Stadion Ganggawa Jadi Kawasan UMKM Modern dan Eksklusif

        Bupati Sidrap Sulap Pelataran Stadion Ganggawa Jadi Kawasan UMKM Modern dan Eksklusif

        SIDRAP.KN—Pelataran Stadion Ganggawa Sidrap Jadi Icon Baru, Area UMKM Bakal Lebih Rapi, Luas, dan Nyaman

        SIDRAP — Kawasan Pelataran Stadion Ganggawa Sidrap segera tampil dengan wajah baru. Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif mulai melakukan penataan ulang area Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih modern, tertata, dan nyaman menjadi pusat aktivitas masyarakat.

        Peninjauan langsung dilakukan Bupati Sidrap pada Rabu sore, 20 Mei 2026, didampingi Kepala Dinas UMKM serta jajaran Bappeda Sidrap.

        Penataan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadirkan ikon baru bagi masyarakat Sidrap sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

        Menurut Syaharuddin Alrif, kawasan pelataran stadion sebelumnya terlihat kurang tertata dan terkesan kumuh. Karena itu, pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh agar area Stadion Ganggawa menjadi lebih luas, rapi, dan memiliki daya tarik baru.

        “Ini tadinya agak kumuh, tapi sudah kita ubah dan tata ulang supaya space area di area Stadion Ganggawa Sidrap lebih luas. Nanti UMKM-nya kita tata lebih bagus, lebih eksklusif,” ujar Syaharuddin.

        Sebagai tahap awal, para pelaku UMKM untuk sementara dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

        Setelah proses penataan selesai, kawasan tersebut akan disulap menjadi pusat kuliner dan tempat nongkrong modern yang nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

        Saat ini terdapat sekitar 30 lapak UMKM yang telah menempati area tersebut dan hanya membutuhkan penataan tambahan agar tampil lebih rapi dan menarik.

        “Nanti setelah ditata ini akan menjadi ikon baru di Sidrap lagi. Ada 30 UMKM yang sudah ada, tinggal dirapikan saja supaya orang bisa singgah lebih bagus, nongkrong,” lanjutnya.

        Tak berhenti di bagian luar stadion, Bupati Sidrap juga menegaskan penataan akan dilanjutkan ke area dalam Monumen Ganggawa yang biasa disebut Pangker saat ini terdapat sekitar 18 UMKM lainnya.

        Pemerintah berharap revitalisasi kawasan Stadion Ganggawa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus ruang publik modern bagi masyarakat Sidrap. (*)

      2. Peringatan Harkitnas 2026 Tegaskan Pentingnya Menjaga Generasi Muda di Ruang Digital

        Peringatan Harkitnas 2026 Tegaskan Pentingnya Menjaga Generasi Muda di Ruang Digital

        SIDRAP.KN—Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menegaskan kembali pentingnya menjaga generasi muda di ruang digital seiring dengan pergeseran tantangan bangsa dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi.

        Hal tersebut mengemuka dalam pelaksanaan upacara peringatan tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang digelar di lapangan Kompleks Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (20/5/2026).

        Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang bertindak selaku inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan Baznas, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, para pejabat daerah, serta unsur lainnya.

        Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidrap membacakan sambutan seragam Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

        Nurkanaah menjelaskan, esensi Kebangkitan Nasional pada era modern berkaitan erat dengan ketahanan digital. Kebangkitan saat ini berarti adanya keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan serta ketertinggalan teknologi.

        Langkah konkret negara dalam melindungi generasi muda di ruang siber diwujudkan melalui pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) sejak awal tahun ini.

        “Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ujar Nurkanaah saat membacakan pidato menteri.

        Selain isu perlindungan anak dan digitalisasi, Nurkanaah juga memaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

        Program tersebut mencakup Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

        Di akhir sambutan, Wakil Bupati Sidrap mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda—untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai pemantik solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital demi mewujudkan delapan misi besar negara (Asta Cita).

        Upacara peringatan Harkitnas ke-118 ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan paket “Berkah” dari Baznas Sidrap bagi sejumlah jajaran di lingkup Pemkab Sidrap. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wabup Nurkanaah didampingi pimpinan Baznas Sidrap, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

      3. Bupati dan Dandim 1420 Sidrap Kompak Percepat Koperasi Merah Putih di Desa

        Bupati dan Dandim 1420 Sidrap Kompak Percepat Koperasi Merah Putih di Desa

        SIDRAP.KN– Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif bersama Dandim 1420 Sidrap, Andi Zulhakim turun langsung memimpin rapat evaluasi Koperasi Merah Putih tingkat desa di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa malam, 19 Mei 2026.

        Rapat yang dimulai pukul 19.30 WITA itu menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mempercepat pengembangan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

        Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada evaluasi perkembangan Koperasi Merah Putih sekaligus penentuan titik lokasi pembangunan koperasi di masing-masing desa.

        Sejumlah kepala OPD strategis turut hadir mendampingi, di antaranya Kepala BKAD, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Biciptapera, Kepala Dinas PSDA, hingga Kepala Dinas Pendidikan.

        Tak hanya itu, para camat dari Kecamatan Tellu Limpoe, Maritengngae, Baranti, Panca Lautang, Watang Pulu, Kulo, dan Panca Rijang hadir bersama para kepala desa di wilayah masing-masing. Para ketua dan sekretaris Koperasi Desa Merah Putih se-Kabupaten Sidrap juga ikut mengikuti jalannya evaluasi.

        Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar program Koperasi Merah Putih benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.

        Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

        Sementara itu, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung dan mengawal jalannya program pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

        Suasana rapat berlangsung serius namun tetap penuh semangat kolaborasi. Berbagai kendala yang dihadapi di lapangan dibahas bersama untuk dicarikan solusi terbaik demi mempercepat realisasi program di seluruh desa.

        Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi simbol program semata, tetapi benar-benar mampu menjadi kekuatan ekonomi desa yang mendorong kemandirian masyarakat di berbagai sektor usaha. (*)

      4. Petani Baula Diajari Cara Membuat Pestisida Nabati Daun Pepaya oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa

        Petani Baula Diajari Cara Membuat Pestisida Nabati Daun Pepaya oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa

        SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan pengetahuan petani dengan berbagi teknik pengendalian hama pelipat daun menggunakan pestisida nabati berbahan daun pepaya di Kelurahan Baula, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

        Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus kelompok tani dan turut didampingi Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, serta Penyuluh Pertanian Kelurahan Baula, Namira, S.Pt. Para petani diberikan pemahaman mengenai cara membuat hingga mengaplikasikan pestisida nabati secara tepat dan aman untuk tanaman.

        Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa hama pelipat daun yang sering menyerang tanaman padi, cabai, dan sayuran berasal dari keluarga Cnaphalocrocis medinalis. Hama tersebut menggulung daun untuk berlindung, lalu mengikis bagian hijau daun hingga hanya menyisakan tulang daun.

        “Daun pepaya efektif digunakan sebagai pestisida nabati karena mengandung enzim papain, alkaloid karpain, dan senyawa saponin yang bersifat racun kontak, racun lambung, sekaligus penolak hama,” jelas salah satu mahasiswa saat memberikan materi kepada petani.

        Mereka juga memaparkan cara kerja pestisida nabati daun pepaya, di antaranya sebagai racun lambung yang mengganggu sistem pencernaan ulat ketika memakan daun yang telah disemprot, racun kontak yang mampu mengiritasi tubuh ulat, hingga penolak makan dan bertelur bagi ngengat dewasa.

        Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan proses pembuatan larutan pestisida nabati menggunakan 1 kilogram daun pepaya tua, 10 liter air, dan satu sendok makan sabun cuci piring sebagai bahan perekat dan penyebar. Daun pepaya ditumbuk halus, kemudian direndam selama 12 hingga 24 jam sebelum disaring dan siap digunakan.
        Petani juga diberikan arahan mengenai teknik aplikasi di lapangan.

        Penyemprotan dianjurkan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 karena hama lebih aktif pada malam hari dan sinar ultraviolet di siang hari dapat merusak senyawa aktif pada larutan.

        Selain itu, mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati memiliki sejumlah kelebihan, seperti bahan mudah didapat, biaya murah, aman bagi musuh alami hama, serta tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen. Meski demikian, penggunaannya perlu dilakukan secara rutin karena daya bunuhnya lebih lambat dibanding pestisida kimia sintetis.

        Untuk meningkatkan efektivitasnya, larutan daun pepaya juga dapat dicampur dengan bahan alami lain seperti daun sirsak, bawang putih, dan lengkuas agar memiliki daya bunuh dan perlindungan yang lebih luas terhadap hama maupun penyakit tanaman.

        Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Polbangtan Gowa berharap petani semakin memahami pentingnya pengendalian hama ramah lingkungan serta mampu menerapkan sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.(*)

      5. Dua Lurah di Tellu Limpoe Koordinasi dan Dampingi Normalisasi Saluran Gendong Amparita–Baula

        Dua Lurah di Tellu Limpoe Koordinasi dan Dampingi Normalisasi Saluran Gendong Amparita–Baula

        SIDRAP.KN— Pemerintah Kelurahan Amparita dan Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, melakukan koordinasi dan pendampingan kegiatan normalisasi saluran gendong yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Amparita dan Baula.

        Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Sidrap pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Normalisasi dilakukan dengan pengerukan saluran guna memperlancar aliran air dan meminimalisir potensi banjir saat hujan deras.

        Lurah Baula, Junaidi, mengatakan bahwa pihaknya bersama pemerintah kelurahan terus bergerak membenahi titik-titik yang menjadi penyebab banjir di wilayahnya.

        “Kami menindaklanjuti arahan bapak bupati atas banjir yang terjadi kemarin. Semoga kegiatan pengerukan saluran gendong ini dapat mengurangi bahkan mencegah terjadinya banjir lagi apabila hujan deras turun,” ujar Junaidi.

        Ia juga menegaskan bahwa pihak kelurahan terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di area saluran air dan saluran gendong.

        “Kami selalu memberi tahu warga supaya tidak membuang sampah sembarangan di saluran gendong sesuai arahan bapak Camat Tellu Limpoe. Kami juga sudah melakukan sosialisasi terkait masalah sampah kepada masyarakat,” lanjutnya.

        Menurutnya, sejak banjir melanda wilayah tersebut, unsur pemerintah bersama masyarakat terus berupaya melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

        “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi banjir karena sejak kebanjiran kami bersama unsur pemerintah tidak pernah berhenti membenahi yang menjadi permasalahan di tempat masing-masing,” tambahnya.

        Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala lingkungan dari Kelurahan Baula dan Kelurahan Amparita yang ikut mendampingi proses pekerjaan normalisasi saluran gendong.(MD)

      6. Akomodasi Kebutuhan Petani, Pemda Sidrap Bakal Terbitkan Surat Edaran Prosedur Pelayanan BBM di SPBU

        Akomodasi Kebutuhan Petani, Pemda Sidrap Bakal Terbitkan Surat Edaran Prosedur Pelayanan BBM di SPBU

        SIDRAP.KN—Pemerintah Kabupaten Sidrap meminta seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya untuk memastikan kelancaran pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM), tak terkecuali bagi sektor pertanian. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya sejumlah laporan terkait dinamika distribusi di lapangan yang berpotensi memengaruhi aktivitas produktif para petani.

        ​“Kami minta tolong pihak SPBU, terutama Kanie, Mattirotasi, dan Tanete. Banyak laporan yang masuk dari lapangan, dan kelancaran distribusi ini sangat krusial bagi keberlangsungan aktivitas petani kita,” kata Bupati Sidrap dalam rapat koordinasi di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

        ​Untuk menjaga ketertiban serta transparansi mekanisme di lapangan, Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap akan menerbitkan surat edaran terkait prosedur pelayanan BBM bagi sektor pertanian.

        Kebijakan ini bertujuan agar pola penyaluran di seluruh SPBU menjadi lebih tertata, tepat sasaran, dan mendukung kelancaran musim tanam tanpa mengganggu kenyamanan konsumen lainnya.

        ​“Kita pastikan seluruh 14 SPBU di Sidrap tetap fokus melayani masyarakat luas, sekaligus memberikan perhatian proporsional pada kebutuhan sektor tani. Karena kunci keberhasilan roda perekonomian kita di daerah ini adalah ketersediaan BBM, pupuk, air, dan benih. Sebaik apa pun harga pasar, jika pemenuhan BBM untuk operasional terhambat, dampaknya akan meluas,” tegasnya.

        ​Pemda Sidrap juga mengusulkan agar agenda pertemuan bersama para pengelola SPBU digelar secara rutin setiap tiga bulan. Forum berkala ini diharapkan menjadi ruang koordinasi dan evaluasi demi menjamin pasokan BBM di seluruh wilayah Sidrap tetap stabil, aman, dan mampu menopang sektor pergerakan ekonomi daerah secara berkesinambungan.

        ​Melalui sinergi ini, Pemda berharap seluruh aktivitas, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen, dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat umum secara seimbang.

        ​Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan SPBU Sidrap, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi Nurdin, Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris, Kepala Dinas (Kadis) PSDA Andi Safari Renata, Kadis TPHPKP (Pertanian) Ibrahim, serta jajaran terkait.

        ​Hadir pula Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Haris Alimin, Sekretaris Dinas Perdagangan Akbar, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Abdul Samad, serta para undangan lainnya.

      7. Rakor Bersama Pupuk Indonesia, Pemkab Sidrap Matangkan Mitigasi Distribusi Pupuk Subsidi

        Rakor Bersama Pupuk Indonesia, Pemkab Sidrap Matangkan Mitigasi Distribusi Pupuk Subsidi

        SIDRAP.KN—Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar rapat koordinasi (rakor) guna membahas mitigasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sidrap. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sidrap, Selasa (19/5/2026).

        Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi agar distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

        Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Pupuk Indonesia, Aidil; Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Andi Patahangi Nurdin; Asisten Administrasi Umum, Nasruddin Waris; Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Andi Safari Renata; serta Kepala Dinas TPHPKP (Pertanian), Ibrahim bersama jajaran.

        Hadir pula Kepala Bagian Ekonomi, Haris Alimin; Sekretaris Dinas Perdagangan, Akbar; Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Abdul Samad; para pelaku usaha pendistribusian, distributor pupuk, serta tamu undangan lainnya.

        Fokus pembahasan rakor meliputi pendataan penerima, pengawasan di tingkat distributor dan kios, hingga mekanisme penanganan kendala atau keterlambatan di lapangan.

        Dalam arahannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi capaian target penjualan pupuk tahun 2025 yang dipaparkan oleh pihak Pupuk Indonesia. Tercatat, volume penjualan di Kabupaten Sidrap mencapai sekitar 58.000 ton dengan nilai kurang lebih Rp90 miliar.

        Jika dihitung dari sisi pembelian masyarakat, perputarannya mencapai Rp180 miliar hingga Rp200 miliar per tahun untuk pupuk urea dan Phonska, belum termasuk pupuk nonsubsidi.

        “Kalau dirata-ratakan, biaya pupuk per hektar saat ini sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta untuk sekali panen. Dengan total produksi pertanian kita yang mencapai Rp4,9 triliun, komposisi biaya pupuk berada di kisaran 10 hingga 20 persen. Artinya, potensi penjualan pupuk di Sidrap pada tahun 2025 seharusnya bisa melewati angka Rp200 miliar,” ujar Syaharuddin.

        Guna mendongkrak produktivitas, Bupati menyoroti perlunya pembaruan metode pertanian dari pola konvensional ke modern. Saat ini, Pemkab Sidrap tengah melakukan uji coba pertanian modern di Kelurahan Majelling dan Kecamatan Watang Sidenreng dengan menerapkan pola pemupukan baru.

        Dalam formula baru ini, penggunaan urea dan Phonska ditingkatkan dari 500 kg menjadi 750 kg per hektar, pupuk organik Petrokimia dari 500 kg menjadi 3 ton per hektar, serta penggunaan benih dari 30 kg dinaikkan menjadi 80 kg per hektar.

        “Logikanya sederhana, kalau tanaman lebih banyak, maka kebutuhan makannya juga harus ditambah. Jika metode ini berhasil, hasil panen di Majelling yang biasanya 9 ton per hektar bisa ditingkatkan lagi. Ini pola mandiri yang akan kita praktikkan,” jelasnya.

        Untuk tahun 2026, target penjualan pupuk di Sidrap dipatok lebih tinggi, yakni mencapai 1 juta ton. Terkait hal tersebut, Pemda Sidrap meminta PT Pupuk Indonesia bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) aktif mendampingi petani. Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar mengawal distribusi, melainkan juga melakukan transfer ilmu dan pendampingan teknis.

        “Jangan sampai Pupuk Indonesia hanya menyerap dana dari petani, tetapi transformasi ilmunya tidak sampai. PPL harus lebih dahulu hadir di lapangan untuk mendampingi petani sejak dini,” tegas Bupati.

        Rakor tersebut juga mengevaluasi kondisi musim tanam (MT). Untuk Musim Tanam 1 (MT1) 2026 dinyatakan telah selesai, sementara Musim Tanam 2 (MT2) mulai berjalan di beberapa wilayah. Kecamatan Baranti, Panca Rijang, Kulo, Maritengngae, Watang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase dilaporkan sudah memulai masa tanam.

        Sementara untuk wilayah Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang, petani baru memasuki fase panen. Mereka diimbau untuk segera mengejar pola tanam baru agar siklus pertanaman di Kabupaten Sidrap dapat berjalan seragam.

        Guna mendukung percepatan ini, Bupati Syaharuddin telah menyiapkan dukungan infrastruktur pengairan. Proyek pengerjaan irigasi sekunder senilai Rp24 miliar dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang, mencakup wilayah Wette’e, Lajonga, Lise, Teteaji, Polewali, hingga Amparita.

        Selain itu, normalisasi Sungai Saddang direncanakan dimulai pada Oktober. Untuk menjaga target Indeks Pertanaman (IP) 300, fokus jangka pendek diarahkan pada 18.000 hingga 30.000 hektar sawah tadah hujan yang bersumber dari aliran irigasi. Bupati juga menginstruksikan agar persyaratan administrasi pengambilan pupuk bagi petani dipermudah agar tidak menghambat momentum musim tanam.

        Di samping pemenuhan sektor tanaman pangan, Bupati juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi petani perkebunan di wilayah komoditas khusus, seperti di Belawae, Buntu Buangin, dan Dengeng-Dengeng. Petani cengkeh di wilayah tersebut memerlukan pasokan pupuk nonsubsidi seperti ZA. Pihak Pupuk Indonesia diharapkan hadir memberikan edukasi maksimal agar produktivitas perkebunan warga ikut meningkat.

        Sementara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero), Aidil, memaparkan bahwa realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sidrap hingga pertengahan Mei 2026 telah mencapai 27%.

        Dari tiga komoditas utama (urea, Phonska, dan pupuk organik Petro), jenis Phonska menjadi yang paling tinggi diminati dengan tingkat penebusan mencapai 38%. Angka serapan ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir untuk periode April–September.

        “Kami bersyukur, tahun 2026 ini menjadi tahun dengan angka penebusan tertinggi. Namun, kondisi ini juga menuntut kami untuk memberikan pelayanan ekstra kepada para petani,” kata Aidil.

        Lonjakan serapan terlihat signifikan pada komoditas urea. Pada Januari 2026, penebusan mencapai 1.970 ton, naik tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1.282 ton. Tren kenaikan serupa terjadi pada bulan April; di mana pada April 2024 serapan hanya 380 ton, naik menjadi 955 ton pada 2025, dan melonjak hingga 1.900 ton pada April 2026.

        “Hal ini menjadi indikator bahwa dorongan indeks pertanaman di Sidrap meningkat tajam. Tingginya penebusan mencerminkan animo dan semangat yang kuat dari petani untuk segera bercocok tanam,” urainya.

        Secara akumulatif, dari total alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Sidrap sebesar 58.780 ton, hingga Mei ini telah tersalurkan sebanyak 15.713 ton atau berkisar 26%. Puncak permintaan terjadi dalam dua minggu terakhir seiring dengan tingginya curah hujan, terutama di wilayah-wilayah lahan yang sebelumnya ditanami jagung.

        Permintaan tertinggi tercatat berada di Kecamatan Watang Pulu (khususnya Desa Buae), Kecamatan Panca Lautang (Desa Cenrana dan Carawali), serta Kecamatan Pitu Riase (wilayah Compong dan Batu). Tingginya permintaan ini membuat perputaran stok di gudang bergerak cepat dan langsung terdistribusi ke tingkat petani.

        Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pupuk Indonesia intensif berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta Bagian Ekonomi Setda Sidrap untuk memetakan wilayah prioritas distribusi berdasarkan data riil luas tanam.

        “Stok pupuk di gudang penyangga Makassar kami pastikan aman. Namun, proses distribusi di tingkat kabupaten memerlukan atensi khusus. Kami memohon arahan dari Bapak Bupati agar pembagian ke tiap kecamatan dapat berjalan proporsional sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” pungkas Aidil.