x

Diduga Dikejar Aparat, Sejumlah Pemuda di Sidrap Cedera Hingga Patah Tulang

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Mei 2026 07:52 0 30 Jumadi

SIDRAP.KN– Insiden mengejutkan terjadi di Desa Lagading, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Sejumlah pemuda dilaporkan mengalami luka-luka bahkan ada yang patah tulang setelah berlarian saat diduga dikejar oleh oknum aparat.

Peristiwa tersebut bermula ketika sekelompok pemuda tiba-tiba panik dan berhamburan menyelamatkan diri usai didatangi aparat yang disebut-sebut melakukan penggerebekan.

Dalam kepanikan itu, beberapa di antaranya terjatuh hingga mengalami cedera serius.

Warga setempat mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Mereka menilai tindakan pengejaran yang dilakukan secara tiba-tiba telah menimbulkan ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat.

“Anak-anak itu lari karena ketakutan. Akhirnya ada yang jatuh sampai luka-luka bahkan patah kaki,” ungkap salah seorang saksi mata, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurut informasi yang beredar di lokasi, penggerebekan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan online.

Namun, warga menyayangkan cara yang dilakukan, karena dinilai mengandung unsur intimidasi hingga menyebabkan korban berjatuhan.

Sejumlah warga bahkan menduga adanya persoalan lain di balik kejadian tersebut. Salah satu warga menyebut, oknum yang terlibat diduga pernah berinteraksi dengan para pemuda itu sebelumnya.

“Infonya, oknum itu dikenal dan pelaku sudah pernah bertemu, bahkan memberikan sejumlah uang. Mungkin setoran pak. Tapi kemarin tiba-tiba datang lagi dan mengejar mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika memang ingin melakukan penindakan hukum, seharusnya dilakukan secara prosedural dan tidak menimbulkan korban. Terlebih jika sebelumnya sudah ada interaksi yang menimbulkan dugaan praktik tidak transparan.

“Kalau memang mau diamankan, kenapa tidak dari dulu. Ini yang jadi pertanyaan warga,” tambahnya.

Meski demikian, warga juga mengakui bahwa aktivitas yang diduga dilakukan para pemuda tersebut tidak dapat dibenarkan. Namun, mereka menegaskan bahwa tindakan aparat pun harus sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Pitu Riase, IPDA Zakaria, mengaku belum mengetahui adanya penggerebekan tersebut saat dikonfirmasi. Ia menyebut baru mendapatkan informasi setelah dihubungi oleh jurnalis.

“Saya tidak tahu kalau ada penggerebekan seperti itu. Ini saya baru tahu setelah disampaikan. Nanti saya cek,” singkatnya.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap ada penjelasan resmi dari pihak berwenang guna memastikan kronologi kejadian sekaligus menghindari spekulasi yang berkembang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post

[sureforms id='2715']

x