Blog

  • Kapolres Terjun Langsung Cek SPBU, Pastikan Aktivitas Masyarakat Lancar

    Kapolres Terjun Langsung Cek SPBU, Pastikan Aktivitas Masyarakat Lancar

    SIDRAP.KN—, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda terjun langsung melakukan pengecekan terhadap sejumlah SPBU yang ada di Wilayah Kabupaten Sidrap, Jumat (11/9/2026) malam. kegiatan bertujuan untuk memastikan stok, pendistribusian, dan antrean BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan, tidak terjadi penyalahgunaan, serta tidak mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat lainnya.

      Pada kesempatan tersebut, Kapolres yang didampingi oleh Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kasat Lantas Polres Sidrap langsung menuju 3 titik yakni SPBU Pangkajene, SPBU Lawawoi dan SPBU Mattirotasi Kabupaten Sidrap.

      Dalam dialog dengan pemilik maupun pengawas SPBU, Kapolres mengimbau agar pengisian BBM bersubsidi tepat sasaran, tidak melayani pengisian berulang, dan mengatur antrean kendaraan agar tidak meluber ke jalan raya. Apabila stok menipis, segera berkoordinasi dengan Pertamina.

      “Kami ingin memastikan distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran. Pengelola SPBU harus mengatur antrean dengan baik agar tidak menimbulkan kemacetan dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujar Kapolres Sidrap

      Polres Sidrap berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di seluruh SPBU wilayah Kabupaten Sidrap dan siap bersinergi dengan pengelola SPBU demi pelayanan yang lancar dan tepat sasaran.

      Terakhir, Indra sapaan Kapolres Sidrap mengajak kepada seluruh masyarakat agar tidak panik termakan isu kelangkaan BBM ini. Ditegaskan Kapolres, pihaknya akan berusaha terus melakukan monitoring ke lokasi-lokasi SPBU, guna memastikan ketersediaan BBM sesuai dengan ketentuan.

      “Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak usah panic buying, beli BBM sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan, dan tetap menjaga ketertiban dalam proses pembelian,” ungkapnya.

    1. Wakapolda Sulsel Turun ke Tengah Massa, Pesannya Tegas: Jangan Panic Buying, BBM di Makassar Aman

      Wakapolda Sulsel Turun ke Tengah Massa, Pesannya Tegas: Jangan Panic Buying, BBM di Makassar Aman

      Makassar.KN— Di tengah suasana yang sempat membuat masyarakat khawatir soal ketersediaan BBM, Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum justru turun langsung ke tengah massa.

      Bukan dari balik meja.

      Bukan hanya lewat pernyataan resmi.

      Gidion hadir langsung, melihat situasi dari dekat sekaligus menyampaikan pesan agar masyarakat tidak terpancing kepanikan.

      Pesannya sederhana, tetapi penting.

      Tidak perlu panic buying.

      Ketersediaan BBM di Kota Makassar dalam kondisi aman.

      Karena itu, masyarakat diminta tidak membeli BBM secara berlebihan hanya karena khawatir kehabisan.

      Ketenangan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

      Wakapolda juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan.

      Jangan sampai kekhawatiran justru berubah menjadi antrean panjang, pembelian berlebihan, atau tindakan yang akhirnya membuat situasi semakin tidak nyaman.

      Kehadiran Gidion di tengah massa menjadi pesan tersendiri.

      Polisi tidak hanya datang ketika terjadi gangguan keamanan.

      Dalam situasi seperti ini, polisi juga hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terseret kepanikan.

      “BBM aman. Masyarakat tidak perlu panic buying,” menjadi pesan yang ingin ditegaskan.

      Makassar pun diharapkan tetap berjalan normal.

      Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan penimbunan.

      Sebab ketika satu orang membeli berlebihan karena takut kehabisan, kepanikan bisa menular kepada yang lain.

      Dari situlah masalah yang sebenarnya tidak ada bisa berubah menjadi persoalan bersama.

      Karena itu, Wakapolda Sulsel memilih hadir langsung di tengah masyarakat.

      Menenangkan.

      Memastikan.

      Sekaligus mengingatkan.

      BBM aman, masyarakat tenang, dan keamanan tetap menjadi tanggung jawab bersama.

      Pesan Gidion jelas: jangan panik, jangan menimbun, dan jangan biarkan kekhawatiran mengganggu ketertiban Kota Makassar. (edybasri)

    2. Kisah Jhon Pemuda Lainungan Sidrap: Dari Tanah dan Kayu, Ia Merajut Masa Depan

      Kisah Jhon Pemuda Lainungan Sidrap: Dari Tanah dan Kayu, Ia Merajut Masa Depan

      SIDRAP.KN— Di tengah hamparan lahan pertanian Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, tersimpan kisah perjuangan seorang pemuda bernama Jhon.

      Bagi sebagian orang, pekerjaan bertani mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Jhon, tanah, kayu, dan keringat adalah bagian dari perjalanan panjang untuk meraih masa depan.

      Informasi yang diterima redaksi, Jumat, 11 September 2026 Sejak kecil, Jhon tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang lekat dengan kehidupan para petani.

      Ia terbiasa melihat masyarakat bekerja sejak pagi, mengolah lahan, menanam benih, merawat tanaman, hingga menunggu hasil panen dengan penuh kesabaran.

      Dari lingkungan itulah semangat bekerja tumbuh dalam dirinya.

      Kini, Jhon memilih menjadi petani. Hampir setiap hari ia turun ke ladang, berhadapan dengan teriknya matahari dan beratnya pekerjaan. Tanaman jagung menjadi salah satu bagian dari kesehariannya.

      Tangannya bersentuhan langsung dengan tanah. Ia merawat tanaman yang ditanam dengan harapan kelak memberikan hasil untuk memenuhi kebutuhan hidup.

      Bagi Jhon, bertani bukan sekadar mencari penghasilan. Bertani telah menjadi bagian dari kehidupannya.

      Namun, Jhon juga menyadari bahwa tidak setiap hari pekerjaan di ladang tersedia. Ketika musim tanam belum tiba atau aktivitas pertanian mulai berkurang, ia tidak memilih untuk berdiam diri.

      Ia kemudian memanfaatkan keterampilannya sebagai tukang kayu.

      Kayu yang bagi sebagian orang hanya menjadi bahan bangunan, di tangan Jhon berubah menjadi sumber penghasilan. Dengan keterampilan dan kemauan untuk terus belajar, ia mengerjakan pekerjaan pertukangan demi menyambung kebutuhan sehari-hari.

      Jika ada petani lain yang membutuhkan tenaga, Jhon pun kembali turun ke kebun sebagai buruh tani.

      Baginya, tidak ada pekerjaan halal yang memalukan.

      Ia tidak mengenal gengsi ketika berbicara tentang pekerjaan. Selama pekerjaan itu dilakukan dengan jujur dan memberikan penghasilan yang halal, Jhon siap menjalaninya.

      Dari tanah, ia belajar arti kesabaran. Dari kayu, ia belajar keterampilan. Dan dari keringat, ia belajar bahwa masa depan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan.

      Kisah Jhon menjadi gambaran bagaimana seorang pemuda desa memilih untuk terus bergerak di tengah keterbatasan. Ia tidak menunggu kesempatan datang, tetapi berusaha menciptakan peluang melalui kemampuan yang dimilikinya.

      Hari ini, mungkin Jhon masih terlihat berjalan di antara tanaman jagung, mengolah kayu, atau membantu pekerjaan di ladang milik petani lainnya.

      Namun, di balik aktivitas sederhana itu, ada sebuah mimpi yang sedang ia bangun.

      Mimpi untuk memiliki kehidupan yang lebih baik melalui tangannya sendiri.

      Perjalanan Jhon juga menjadi pesan bagi generasi muda bahwa pekerjaan tidak ditentukan oleh gengsi. Menjadi petani, buruh tani, maupun tukang kayu bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan.

      Justru dari pekerjaan-pekerjaan itulah seseorang dapat belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, kemandirian, dan arti sebenarnya dari sebuah perjuangan.

      Jhon mungkin belum sampai pada tujuan yang ia impikan. Tetapi setiap hari ia telah mengambil satu langkah untuk mendekatinya.

      Dari Desa Lainungan, ia menunjukkan bahwa masa depan dapat dibangun dari hal-hal sederhana: sebidang tanah, sepotong kayu, dan keringat yang jatuh karena kerja keras.

      Dari tanah, kayu, dan keringat, Jhon sedang menulis kisah hidupnya sendiri memilih bekerja daripada menyerah, berjuang daripada mengeluh, dan membangun masa depan dengan tangannya sendiri. (*)

    3. Sidrap Catat Capaian Kinerja Program Strategis Nasional Tertinggi di Sulawesi Selatan

      Sidrap Catat Capaian Kinerja Program Strategis Nasional Tertinggi di Sulawesi Selatan

      SIDRAP.KN—Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sukses mencatatkan capaian kinerja Program Strategis Nasional (ProSN) Tahun 2025 terbaik di Provinsi Sulawesi Selatan.

      Berdasarkan hasil penilaian ProSN 2025, Sidrap memperoleh skor 84,51 dengan kategori Sedang, sekaligus menempati peringkat pertama dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

      Capaian tersebut mengungguli Kota Parepare yang meraih skor 82,78 dan Kabupaten Takalar dengan skor 75,25. Hasil ini menjadi gambaran atas kinerja pemerintah daerah dalam menerjemahkan kebijakan strategis nasional melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan secara terukur.

      Secara nasional, penilaian ProSN Tahun 2025 mencakup 546 pemerintah daerah, terdiri atas 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Penilaian ini menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah mengimplementasikan agenda prioritas nasional dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

      ProSN Tahun 2025 berfokus pada lima agenda strategis, yakni penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk semua, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi.

      Capaian Sidrap tersebut tidak terlepas dari sinergi antara perangkat daerah dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program yang mendukung pencapaian target pembangunan daerah dan nasional.

      Bagi daerah yang dipimpin Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah, capaian ini menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program strategis.

      Selain mempertahankan kinerja yang telah dicapai, pemerintah daerah juga terus memperkuat kualitas data, eviden kinerja, koordinasi lintas perangkat daerah, serta memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

      Dengan capaian tertinggi di Sulawesi Selatan, Sidrap menjadikan hasil penilaian ProSN 2025 sebagai pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik menuju masyarakat yang semakin sejahtera.

    4. Pangdivif 3 Kostrad dan Bupati Sidrap Panen Raya, Langit Kanyuara Dipenuhi Parasut Prajurit

      Pangdivif 3 Kostrad dan Bupati Sidrap Panen Raya, Langit Kanyuara Dipenuhi Parasut Prajurit

      SIDRAP.KN— Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., bersama Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) H. Syaharuddin Alrif turun langsung melakukan panen raya di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis (10/9/2026).

      Kegiatan tersebut berlangsung meriah. Selain panen raya, warga juga antusias menyaksikan aksi terjun payung prajurit Divisi Infanteri 3 Kostrad yang mendarat di kawasan persawahan yang telah selesai dipanen.

      Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif mengatakan produktivitas pertanian di Kanyuara cukup menggembirakan, mencapai sekitar 9–10 ton gabah per hektare. dengan luas lahan sekitar 1.229 hektare, potensi nilai produksi dalam sekali panen diperkirakan mencapai Rp88 miliar.

      Syaharuddin juga menyebut produksi gabah Sidrap terus meningkat, dari sekitar 400 ribu ton pada 2024 menjadi sekitar 700 ribu ton pada 2025. Peningkatan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap hingga 7,71 persen pada 2025, tertinggi di Sulawesi Selatan.

      Sementara itu, Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han., mengatakan kunjungannya ke Sidrap dirangkaikan dengan bakti sosial, panen raya, serta Terjun Penyegaran Statik Yonif 431/SSP/3/3 Kostrad.

      Dalam kegiatan sosial tersebut, Kostrad turut membagikan 250 paket sembako kepada masyarakat.

      Menurut Mayjen TNI Wulang, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergitas TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.

      “Kami hadir bukan hanya untuk latihan, tetapi juga membangun kebersamaan dengan masyarakat. Dengan hubungan yang baik antara TNI dan masyarakat, keamanan dan ketertiban akan tercipta,” ujarnya.

      Kemeriahan semakin terasa saat para penerjun Kostrad menghiasi langit Kanyuara dengan parasut. Warga yang memadati lokasi pun menyambut antusias dan mengabadikan aksi tersebut.

      Turut hadir Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, jajaran kepala OPD, Lurah Kanyuara serta masyarakat.

    5. Dua Rumah Ludes Terbakar di Uluale, Anggota DPRD Sidrap Turun Temui Korban

      Dua Rumah Ludes Terbakar di Uluale, Anggota DPRD Sidrap Turun Temui Korban

      SIDRAP.KN– Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mengundang keprihatinan berbagai pihak.

      Di tengah kesedihan para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, Anggota DPRD Kabupaten Sidrap Muhammad Rasyid Rida Bakri, S.Pd bersama sejumlah anggota DPRD lainnya turun langsung menemui korban, Rabu (9/9/2026).

      Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moral sekaligus melihat langsung kondisi warga yang terdampak musibah.

      Rasyid mengatakan, musibah kebakaran merupakan kejadian yang tidak pernah bisa diprediksi. Karena itu, ia meminta para korban tetap kuat dan bersabar menghadapi cobaan tersebut.

      «“Kami sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran. Musibah seperti ini tidak ada yang tahu kapan datangnya. Kami berharap para korban tetap sabar dan kuat. Mudah-mudahan ke depan mereka bisa kembali memiliki rumah, bahkan dengan kondisi yang lebih baik,” ujar Rasyid.»

      Dalam kunjungan tersebut, Rasyid juga didampingi beberapa Anggota DPRD Sidrap dari daerah pemilihan yang sama serta unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Sidrap.

      Ia berharap kehadiran pemerintah bersama para wakil rakyat dapat menjadi langkah awal untuk mempercepat penanganan terhadap para korban, termasuk dalam pemberian bantuan.

      «“Kami bersama teman-teman DPRD dan pemerintah daerah ingin melihat langsung kondisi korban. Harapan kami, penanganan dan bantuan yang dibutuhkan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti, sehingga sedikit banyak dapat meringankan beban mereka,” katanya.»

      Kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah warga. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

      Rasyid menegaskan bahwa masyarakat yang tertimpa musibah membutuhkan dukungan dan perhatian bersama. Menurutnya, kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah warga bukan hanya soal bantuan, tetapi juga memberikan semangat agar korban tidak merasa menghadapi cobaan seorang diri.

      Kunjungan itu diharapkan dapat mendorong percepatan langkah pemerintah daerah dalam membantu pemulihan kondisi para korban kebakaran di Kelurahan Uluale.(*)

    6. Satgas Pangan Mabes Polri, Polda Sulsel dan Bapanas Pantau Harga Beras di Sidrap

      Satgas Pangan Mabes Polri, Polda Sulsel dan Bapanas Pantau Harga Beras di Sidrap

      SIDRAP.KN— Satgas Pangan Mabes Polri turun langsung ke Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, untuk memastikan ketersediaan sekaligus memantau harga beras di tengah masyarakat.

      Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Pangan Mabes Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polda Sulsel dan Polres Sidrap dan Bulog tersebut menyambangi sejumlah titik penjualan beras dan pasar di Sidrap.

      Pemantauan difokuskan pada beras premium, terutama untuk melihat kesesuaian harga jual dengan Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

      Kombes Pol Egy Andrian Suez yang saat ini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah bersama untuk memastikan kondisi pangan, khususnya komoditas beras, tetap terjaga.

      “Tujuan kunjungan kami adalah memastikan ketersediaan pangan, khususnya komoditas beras, baik dari sisi ketersediaan maupun harga,” ujar Egy saat melakukan pemantauan di Sidrap.

      Menurutnya, pemerintah telah menetapkan harga beras melalui ketentuan Badan Pangan Nasional. Karena itu, pengawasan diperlukan agar harga yang dibayarkan masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

      “Kami ingin masyarakat bisa merasakan dampaknya, terutama dalam pembelian beras. Ada batasan HET yang harus dipatuhi,” jelasnya.

      Dari hasil pemantauan awal, tim menemukan sejumlah pedagang yang telah menjual beras premium sesuai dengan HET. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Satgas Pangan.

      “Kami sudah memantau beberapa gerai. Untuk sementara, ada beberapa pedagang di sini yang sudah sesuai HET. Kami mengapresiasi seluruh pedagang yang telah mematuhi ketentuan tersebut,” kata Egy.

      Sidrap menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pemantauan tersebut karena dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras di Sulawesi Selatan.

      Tingginya produksi beras di daerah ini dinilai perlu diimbangi dengan pengawasan distribusi dan harga. Dengan demikian, ketersediaan beras di tingkat produksi dapat memberikan dampak terhadap stabilitas harga yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

      Selain mendatangi pasar dan gerai penjualan, tim gabungan juga melakukan pengecekan terhadap beras yang berasal dari Bulog. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi pasokan dan distribusi beras di wilayah Sidrap.

      Pengawasan kemudian dilanjutkan ke sejumlah penggilingan beras. Tim melihat secara langsung kondisi stok serta proses rantai pasok, mulai dari gabah, penggilingan, hingga beras yang kemudian dipasarkan kepada masyarakat.

      Kunjungan ke penggilingan menjadi bagian penting dalam pemantauan karena kondisi stok di tingkat penggilingan turut memengaruhi ketersediaan dan harga beras di pasaran.

      Melalui pemantauan dari hulu hingga hilir tersebut, Satgas Pangan ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perberasan di Sidrap, termasuk ketersediaan stok, proses penggilingan, distribusi dan harga di tingkat konsumen.

      Satgas Pangan Mabes Polri menegaskan pemantauan pangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar sesuai ketentuan pemerintah. (*)

    7. Kisah Musjidi Sidrap: Dari Bertani Hingga Menjadi pengusaha Sukses, Terbangkan Anak ke Cina Raih Mimpi Jadi Dokter

      Kisah Musjidi Sidrap: Dari Bertani Hingga Menjadi pengusaha Sukses, Terbangkan Anak ke Cina Raih Mimpi Jadi Dokter

      SIDRAP.KN— Kesuksesan tidak selalu datang dari langkah besar. Bagi Musjidi, warga asal Barukku,Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), keberhasilan dibangun melalui kerja keras, ketekunan dan keberanian untuk terus berusaha bersama dengan istri pujaan hati Hj Mulyana Wahid.

      Sejak 2019, Musjidi meninggalkan dunia tani dan mulai mendirikan usaha Toko Bangunan yang diberi nama Buah Takke. Berawal dari satu usaha, perlahan bisnis tersebut berkembang hingga memiliki beberapa cabang di wilayah Sidrap.

      Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari mengelola modal, memenuhi kebutuhan pelanggan hingga menghadapi persaingan usaha.

      Namun, Musjidi bersama istri memilih untuk tidak menyerah. Dengan kerja keras dan konsistensi, Toko Bangunan Buah Takke terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarganya.

      Tidak hanya mengembangkan usaha untuk kepentingan pribadi, Musjidi juga memberikan kesempatan kerja kepada sejumlah warga. Dengan demikian, usaha yang dibangunnya turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

      Bagi Musjidi, keberhasilan sebuah usaha bukan hanya dilihat dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

      Hasil dari perjuangan panjang tersebut juga ia gunakan untuk mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Salah satu buah dari kerja kerasnya adalah mampu menyekolahkan anaknya hingga menempuh pendidikan kedokteran di luar negeri, ke tanah Cina.

      Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa kerja keras orang tua dapat menjadi jalan bagi anak untuk meraih cita-cita.

      Musjidi menunjukkan bahwa seseorang tidak harus memulai dari sesuatu yang besar untuk mencapai keberhasilan. Dari sebuah usaha yang didirikan pada 2019, ia terus berjuang, mengembangkan bisnis, membuka cabang dan mempekerjakan sejumlah orang.

      Kisah Toko Bangunan Buah Takke juga menjadi gambaran bahwa kesuksesan membutuhkan proses. Ada keberanian untuk memulai, kesabaran menghadapi tantangan dan konsistensi untuk terus melangkah.

      Dari Desa Barukku hanya sebagai petani Musjidi membuktikan bahwa kerja keras dapat mengubah sebuah usaha sederhana menjadi sumber penghidupan bagi keluarga sekaligus membuka peluang bagi orang lain.

      Perjalanannya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak takut melakukan perubahan dan memulai usaha dari kecil.

      Sebab, kesuksesan bukan tentang dari mana seseorang memulai, tetapi seberapa kuat ia bertahan, bekerja keras dan terus berusaha untuk mencapai apa yang dicita-citakan. (Iccank)

    8. Gercep, Polres Sidrap Amankan Pelaku Curanmor, 4 Barang Bukti Diamankan

      Gercep, Polres Sidrap Amankan Pelaku Curanmor, 4 Barang Bukti Diamankan

      SIDRAP.KN—Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sidrap berhasil mengamankan 2 (dua) orang pelaku pencurian kendaraan bermotor masing – masing berinisial “R” (21) dan “S” (26). Keduanya diberi hadiah timah panas pada bagian kaki oleh petugas usai mencoba melarikan diri saat hendak disergap.

        Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Ambarita saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, menurutnya kedua pelaku tersebut merupakan residivis kasus yang sama.

        “Betul, keduanya baru bebas dari rutan kelas IIB Sidrap, mereka kami amankan di tempat persembunyiannya di Desa Ciro-ciroe Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap pada hari Jumat tanggal 04 September 2026 malam. Kedua pelaku terpaksa kami lumpuhkan usai mengabaikan tembakan peringatan saat mencoba melarikan diri” ujar Welfrick, Selasa (8/9/26) siang.

        Selain menangkap kedua pelaku, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti sepeda motor hasil curian  beserta alat yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

        “Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 4 (empat) unit kendaraan sepeda motor roda dua dan beberapa alat bantu yang digunakan untuk mempermudah aksinya” lanjut Kasat Reskrim

        Welfrick sapaan Kasat Reskrim Polres Sidrap mengatakan bahwa pelaku menjalankan aksinya di beberapa wilayah Kabupaten Sidrap dengan modus operandi yakni hunting secara acak mencari kendaraan yang terparkir dengan kunci kontak melekat pada kendaraan, dari hasil kejahatannya digunakan untuk membeli narkotika jenis shabu serta mengkonsumsi minuman keras.

        “Mereka memanfaatkan kelengahan pengendara dan membawa kabur sepeda motor yang terparkir dengan kunci kontak melekat pada kendaraan. Dari hasil kejahatannya mereka gunakan untuk kepentingan foya – foya.” Sambung Welfrick

        Kedua pelaku beserta BB kini diamankan di Mapolres Sidrap guna penyidikan lebih lanjut. “Pasal yang dikenakan yakni pasal 447 ayat 1 huruf g UU RI No. 1 tahun 2023 ttg KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.” Tutupnya

      1. Gercep, Polres Sidrap Amankan Pelaku Curanmor, 4 Barang Bukti Diamankan

        Gercep, Polres Sidrap Amankan Pelaku Curanmor, 4 Barang Bukti Diamankan

        SIDRAP.KN—Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sidrap berhasil mengamankan 2 (dua) orang pelaku pencurian kendaraan bermotor masing – masing berinisial “R” (21) dan “S” (26). Keduanya diberi hadiah timah panas pada bagian kaki oleh petugas usai mencoba melarikan diri saat hendak disergap.

        Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Welfrick Ambarita saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, menurutnya kedua pelaku tersebut merupakan residivis kasus yang sama.

        “Betul, keduanya baru bebas dari rutan kelas IIB Sidrap, mereka kami amankan di tempat persembunyiannya di Desa Ciro-ciroe Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap pada hari Jumat tanggal 04 September 2026 malam. Kedua pelaku terpaksa kami lumpuhkan usai mengabaikan tembakan peringatan saat mencoba melarikan diri” ujar Welfrick, Selasa (8/9/26) siang.

        Selain menangkap kedua pelaku, petugas juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti sepeda motor hasil curian  beserta alat yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

        “Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 4 (empat) unit kendaraan sepeda motor roda dua dan beberapa alat bantu yang digunakan untuk mempermudah aksinya” lanjut Kasat Reskrim

        Welfrick sapaan Kasat Reskrim Polres Sidrap mengatakan bahwa pelaku menjalankan aksinya di beberapa wilayah Kabupaten Sidrap dengan modus operandi yakni hunting secara acak mencari kendaraan yang terparkir dengan kunci kontak melekat pada kendaraan, dari hasil kejahatannya digunakan untuk membeli narkotika jenis shabu serta mengkonsumsi minuman keras.

        “Mereka memanfaatkan kelengahan pengendara dan membawa kabur sepeda motor yang terparkir dengan kunci kontak melekat pada kendaraan. Dari hasil kejahatannya mereka gunakan untuk kepentingan foya – foya.” Sambung Welfrick

        Kedua pelaku beserta BB kini diamankan di Mapolres Sidrap guna penyidikan lebih lanjut. “Pasal yang dikenakan yakni pasal 447 ayat 1 huruf g UU RI No. 1 tahun 2023 ttg KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.” Tutupnya

      2. Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Korban Kebakaran di Teteaji

        Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Korban Kebakaran di Teteaji

        SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, menyerahkan santunan kepada dua keluarga korban kebakaran di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (5/9/2026).

        Kebakaran yang terjadi pada 27 Agustus 2026 menghanguskan dua rumah warga, masing-masing milik Rahman dan Kasma. Keduanya diketahui merupakan tenaga pendidik di Kabupaten Sidrap.

        Dalam kunjungan tersebut, Nurkanaah menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa kedua keluarga. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban korban.

        “Semoga kehadiran kami dan bantuan yang diberikan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Nurkanaah.

        Nurkanaah yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Sidrap menegaskan, kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah merupakan bentuk solidaritas yang perlu terus dijaga.

        “Ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kita. Ketika ada saudara kita yang tertimpa musibah, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk saling membantu dan memberikan dukungan,” pesannya.

        Dalam kegiatan tersebut, turut diserahkan dokumen kependudukan dan kartu BPJS Kesehatan kepada para korban sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah.

        Nurkanaah didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat Tellu Limpoe, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Penanganan Bencana dan Taman Makam Pahlawan Takdir Ali, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Syamsuddin, serta Sekretaris PGRI Sidrap Muslimin bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Sidrap.

        Melalui kunjungan ini, pemerintah daerah berharap bantuan dan dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan awal korban sekaligus menguatkan semangat kedua keluarga untuk bangkit setelah musibah.

      3. Polres Sidrap Bongkar Layanan Prostitusi Online, Pasutri Asal Makassar Diamankan

        Polres Sidrap Bongkar Layanan Prostitusi Online, Pasutri Asal Makassar Diamankan

        SIDRAP.KN— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sidrap mengamankan dua orang terduga pelaku penyedia jasa layanan seksual yang diduga menjalankan aktivitas prostitusi online melalui aplikasi MiChat.

        Keduanya diamankan pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, di sebuah rumah kos di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.

        Dua terduga yang diamankan masing-masing berinisial SA alias P, 22 tahun, dan NAP alias N alias P, 22 tahun. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri yang disebut menikah secara siri di Kota Makassar pada 2022.

        Kasat Reskrim Polres Sidrap, Welfrick Krisyana Ambarita, menyampaikan bahwa pengamanan tersebut dilakukan personel Unit PPA setelah dilakukan penyelidikan terkait dugaan praktik layanan seksual secara daring.

        Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pasangan tersebut diduga mulai menjalankan aktivitas prostitusi online melalui aplikasi MiChat sejak pertengahan 2022.

        Keduanya disebut bergantian mengoperasikan aplikasi untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan.

        Dalam menjalankan aksinya, terduga SA disebut berperan mengantar NAP menemui pengguna jasa. Saat NAP berada di dalam kamar untuk melayani pelanggan, SA diduga menunggu di luar kamar.

        Dari aktivitas tersebut, keduanya disebut memperoleh bayaran yang bervariasi, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp700 ribu. Hasilnya kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya tempat tinggal dan makan.

        Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna krem serta tiga unit telepon seluler, yakni iPhone 11, Vivo yang diduga digunakan untuk aplikasi MiChat, dan Oppo A3S.

        Polisi juga mengamankan satu tas berisi tisu bekas serta satu botol minyak zaitun yang ditemukan saat proses pengamanan.

        Atas dugaan perbuatannya, keduanya dipersangkakan dengan Pasal 407 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi terkait dugaan penyediaan jasa pornografi yang menawarkan atau mengiklankan layanan seksual.

        Saat ini, kedua terduga masih diamankan di ruang Unit PPA Satreskrim Polres Sidrap untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

        Polisi masih mendalami peran masing-masing serta aktivitas yang dilakukan keduanya untuk memastikan konstruksi perkara sebelum proses hukum dilanjutkan.