Penulis: Jumadi

  • Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan

    Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan

    SIDRAP.KN—Hamparan sawah yang menguning di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, menjadi saksi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan petani dalam mendukung swasembada pangan nasional.

    Sinergi ini tampak nyata saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, hadir langsung mengikuti panen raya penuh sukacita bersama masyarakat setempat, Senin (18/5/2026).

    Turut hadir Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Anggota DPRD Dapil II Ruslan, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas TPHPKP (Pertanian) Suriyanto, Camat Panca Lautang, jajaran kepala desa, unsur Forkopimca, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, serta para petani setempat.

    Setibanya di lokasi, Syaharuddin Alrif langsung turun ke sawah untuk memanen padi bersama petani. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nenek Mallomo tersebut disambut hangat oleh warga yang tampak antusias mengikuti prosesi panen.

    Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas lahan di wilayah tersebut menunjukkan angka yang menggembirakan, yakni mencapai 5,7 dengan estimasi hasil panen sekitar 9,1 ton per hektare. Capaian ini menjadi bukti konkret besarnya potensi sektor pertanian di Desa Lise.

    Bupati Syaharuddin memaparkan, Desa Lise memiliki luas persawahan kurang lebih 800 hektare. Secara administratif, Kecamatan Panca Lautang memiliki luas sawah 5.340 hektare, sementara total luas lahan persawahan di Kabupaten Sidrap mencapai 52.227 hektare.

    “Pertanian adalah fokus utama kami. Sidrap harus terus konsisten menjadi daerah penyangga pangan nasional yang kuat,” ujar Syaharuddin.

    Ia juga menegaskan berbagai upaya strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan petani, mulai dari menjamin kelancaran distribusi pupuk hingga menekan harga pupuk di pasaran. Selain itu, program pengairan melalui metode Listrik Masuk Sawah (LMS) terus diperkuat.

    “Alhamdulillah, saat ini distribusi pupuk lancar, harga turun, dan pengairan dengan metode listrik masuk sawah terus berjalan,” imbuhnya.

    Syaharuddin mengungkapkan, pada tahun 2025, telah dilakukan pengeboran di Desa Lise untuk mendukung program LMS seluas 437 hektare. Di hadapan para petani, ia mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan dan semangat gotong royong, serta tidak melupakan kewajiban sosial.

    “Jika petani rajin bersedekah dan menunaikan zakat dari hasil panennya, Insya Allah hasil pertanian akan semakin berkah dan meningkat,” tuturnya.

    Selain sektor pertanian, pembangunan infrastruktur di Desa Lise turut menjadi perhatian serius. Bupati berjanji akan segera merealisasikan pengaspalan jalan di desa tersebut.

    “Insya Allah, tahun ini atau paling lambat tahun depan, jalan di Desa Lise akan diaspal agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang mulus,” tegas Syaharuddin yang disambut tepuk tangan riuh dari warga.

    Di sela kegiatan, Bupati bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian kepada keluarga pegawai syara yang meninggal dunia senilai Rp149.333.328.

    Kegiatan panen raya ini ditutup dengan sesi dialog. Bupati mendengarkan langsung aspirasi serta masukan dari para petani guna menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris di Kabupaten Sidrap.

  • Pimpin Apel Persada Aiptu Iriansyah, Fantry: Almarhum Berdedikasi Baik

    Pimpin Apel Persada Aiptu Iriansyah, Fantry: Almarhum Berdedikasi Baik

    SIDRAP.KN- Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong memimpin apel persada almarhum Aiptu Iriansyah personel Polsek Panca Rijang yang meninggal dunia karena sakit. Apel digelar di tempat pemakaman umum (TPU) Kecamatan Kulo berlangsung khidmat yang dihadiri seluruh personel maupun bhayangkari Polres Sidrap.

      Orang nomor satu di Polres Sidrap ini menegaskan bahwa almarhum semasa tugasnya bekerja dan berdedikasi dengan baik, rajin serta aktif bersosialisasi di masyarakat, menurutnya kepergian almarhum adalah bagian dari rencana Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas oleh setiap orang beriman.

      “Almarhum telah mengabdikan dirinya kepada institusi kepolisian selama 57 tahun. Dalam perjalanan pengabdian tersebut, peran serta keluarga, khususnya istri dan anak-anak beliau, sangat luar biasa dalam mendampingi dan mendukung almarhum hingga akhir hayatnya” ujarnya.

      Fantry juga mengimbau kepada seluruh hadirin untuk memperbanyak mengingat kematian dan senantiasa meningkatkan amalan – amalan kebaikan khususnya anggota Polri saat melaksanakan tugas

      “Bapak/Ibu sekalian, apa yang kita saksikan hari ini hendaknya menjadi pelajaran dan bekal bagi kita semua untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala” lanjutnya.

      Di akhir arahannya, Kapolres Sidrap mengajak kepada seluruh keluarga dan personel untuk senantiasa mendoakan almarhum sehingga diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT. “Marilah kita bersama-sama mendoakan Almarhum Aiptu Iriansyah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta segala pengabdian, amal ibadah, dan kebaikan beliau selama hidup di dunia diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala” ucap Fantry

      Kehadiran Kapolres hingga ke pemakaman sekaligus menjadi simbol solidaritas dan rasa kekeluargaan di lingkungan Polres Sidrap, bahwa setiap personel adalah bagian penting dari institusi yang patut dihargai hingga akhir pengabdiannya.

    1. Murid Berprestasi Diberi Penghargaan, UPT SD Negeri 10 Benteng Bangga Raih Juara Tingkat Kecamatan

      Murid Berprestasi Diberi Penghargaan, UPT SD Negeri 10 Benteng Bangga Raih Juara Tingkat Kecamatan

      SIDRAP.KN—UPT SD Negeri 10 Benteng melaksanakan penyerahan apresiasi kepada murid berprestasi dalam kegiatan apel pagi yang digelar di Lapangan Upacara sekolah, Selasa (19/5/2026).

      Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta didik yang berhasil meraih prestasi pada ajang SENADA Feast dan Festival Anak Shaleh Tahun 2026 tingkat Kecamatan Baranti yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Alauddin Makassar.

      Penyerahan apresiasi dilakukan di hadapan seluruh peserta apel sebagai bentuk penghargaan atas capaian murid yang telah mengharumkan nama sekolah dalam berbagai cabang lomba.

      Adapun prestasi yang berhasil diraih murid UPT SD Negeri 10 Benteng yakni Juara 1 Syarhil Quran, Juara 2 Volly Putri, Juara 2 Mewarnai Gambar, dan Juara 2 Tartil Quran.

      Kepala UPT SD Negeri 10 Benteng, Zulkifli, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para murid atas prestasi yang telah diraih.

      “Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus belajar, berlatih dan berprestasi,” ujarnya.

      Suasana apel pagi berlangsung khidmat dan penuh semangat. Para murid penerima penghargaan menerima apresiasi disambut tepuk tangan dari peserta apel sebagai bentuk dukungan dan kebanggaan atas prestasi yang diraih.

      Melalui pemberian apresiasi tersebut, pihak sekolah berharap budaya berprestasi terus tumbuh di lingkungan UPT SD Negeri 10 Benteng serta mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan percaya diri dalam berbagai kompetisi.

    2. Kunjungi Kejari Sidrap, Kajati Sulsel Instruksikan Penataan Arsip Digital dan Penguatan Integritas Pegawai

      Kunjungi Kejari Sidrap, Kajati Sulsel Instruksikan Penataan Arsip Digital dan Penguatan Integritas Pegawai

      SIDRAP.KN– Kajati Sulsel, Dr Sila H. Pulungan melakukan kunjungan kerja perdana ke Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang pada Senin, 18 Mei 2026.

      Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah awal Kajati Sulsel untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, efektivitas pelayanan publik, hingga kondisi kerja pegawai di lingkungan Adhyaksa Sidrap berjalan optimal.

      Dalam agenda tersebut, Kajati Sulsel didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Selatan, Asisten Pembinaan Abdillah, serta Asisten Intelijen Ferizal. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Adhy Kusumo Wibowo bersama seluruh jajaran struktural dan staf Kejari Sidrap.

      Mengawali kunjungan, Dr Sila Pulungan meninjau secara langsung berbagai fasilitas kantor, mulai dari ruang pelayanan publik, ruang kerja pegawai, gudang barang bukti, kantin, hingga kebersihan fasilitas umum.

      Peninjauan dilakukan guna memastikan lingkungan kerja tetap representatif dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

      Dalam pemaparannya, Kajari Sidrap menyampaikan bahwa Kejari Sidrap saat ini diperkuat 45 pegawai yang terdiri dari 31 tenaga tata usaha dan 14 jaksa fungsional.

      Untuk tahun anggaran berjalan, Kejari Sidrap memperoleh pagu sebesar Rp7,92 miliar dengan realisasi anggaran mencapai 43 persen hingga pertengahan Mei 2026.

      Bidang tindak pidana khusus tercatat menjadi sektor dengan penyerapan tertinggi sebesar 76,49 persen, sedangkan bidang intelijen masih berada di angka 17 persen.

      Menanggapi laporan tersebut, Kajati Sulsel menegaskan bahwa kunjungan kerja ke seluruh daerah hukum Sulawesi Selatan menjadi prioritas sejak dirinya menjabat. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh standar operasional dan arahan pimpinan dijalankan secara maksimal.

      “Di awal menjabat saya memang targetkan melakukan kunjungan kerja ke jajaran untuk memastikan semua berjalan dengan baik, SOP dan arahan pimpinan dilaksanakan dengan baik,” tegas Sila Pulungan.

      Selain menyoroti kinerja organisasi, Kajati Sulsel juga memberi perhatian terhadap fasilitas meubeler di ruang pelayanan maupun ruang kerja pegawai. Menurutnya, sarana yang memadai menjadi faktor penting dalam membangun kenyamanan kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

      “Pengadaan meubeler dari Kejaksaan Agung ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Fasilitas yang nyaman akan mendukung semangat kerja pegawai sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

      Sila Pulungan juga secara khusus menginstruksikan digitalisasi sistem arsip di lingkungan Kejari Sidrap. Ia menilai penataan dokumen berbasis digital menjadi kebutuhan penting untuk menjaga efisiensi ruang sekaligus keamanan data institusi.

      “Penataan arsip harus dilakukan melalui digitalisasi. Hal ini penting agar dokumen tidak menumpuk secara fisik di ruangan dan sistem data kita tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

      Sementara itu, Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Abdillah, meminta percepatan pencairan anggaran pada bidang yang realisasinya masih rendah. Ia juga menginstruksikan penghapusan Barang Milik Negara (BMN) yang sudah tidak produktif sesuai ketentuan yang berlaku.

      Tak hanya itu, Abdillah turut menekankan pentingnya penerapan efisiensi energi listrik di lingkungan kantor serta mengingatkan penerapan kebijakan Work From Home setiap hari Jumat sesuai aturan yang telah ditetapkan.

      Di sisi lain, Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Ferizal, memberikan penegasan terkait integritas aparatur penegak hukum. Ia mengingatkan seluruh jajaran Kejari Sidrap agar menjauhi segala bentuk praktik transaksional dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan penegakan hukum.

      Ferizal juga meminta jajaran intelijen untuk terus meningkatkan deteksi dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Sidenreng Rappang. (*) 

    3. PN Tinggi Makassar Perkuat Putusan Sengketa Tanah As’adiyah, Gugatan Penggugat Kembali Kandas

      PN Tinggi Makassar Perkuat Putusan Sengketa Tanah As’adiyah, Gugatan Penggugat Kembali Kandas

      MAKASSAR.KN– Pengadilan Tinggi Makassar menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sengkang dalam perkara sengketa tanah yang melibatkan Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang dengan dua warga asal Sumatera Selatan.

      Putusan dalam perkara Nomor 126/PDT/2026/PT MKS itu sekaligus menegaskan gugatan para penggugat tidak dapat diterima karena dinilai kabur dan kurang pihak.

      Perkara tersebut diajukan Nafisa Binti Ballobo dan Jidek Bin Muhammad terhadap Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, La Padu, Dellu Bin Paliweng, serta Cemmang Bin Muhammad Ilham.

      Pada tingkat pertama, majelis hakim Pengadilan Negeri Sengkang telah menyatakan gugatan para penggugat niet ontvankelijke verklaard atau tidak dapat diterima.

      Tak menerima putusan itu, kedua penggugat kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Makassar. Mereka menilai hakim tingkat pertama keliru karena menyebut gugatan mereka obscuur libel atau tidak jelas, serta menganggap masih ada pihak lain yang seharusnya ikut digugat dalam perkara tersebut.

      Namun, majelis hakim tingkat banding menilai seluruh keberatan para pembanding tidak menghadirkan fakta maupun alasan hukum baru yang dapat membatalkan putusan sebelumnya.

      Pengadilan Tinggi Makassar justru sependapat dengan pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Sengkang yang dianggap tepat dalam menilai fakta persidangan dan alat bukti para pihak.

      Dalam amar putusannya, Pengadilan Tinggi Makassar menerima permohonan banding secara formal, tetapi tetap menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sengkang Nomor 40/Pdt.G/2025/PN.Skg tertanggal 10 Maret 2026.

      Selain itu, para pembanding juga dihukum membayar biaya perkara pada tingkat banding sebesar Rp150 ribu.

      Putusan tersebut diputus dalam musyawarah majelis hakim yang dipimpin Makmur SH MH bersama dua hakim anggota, Titus Tandi SH MH dan Dr Ibrahim Palino SH MH.

      Putusan kemudian dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada 7 Mei 2026 di Pengadilan Tinggi Makassar.

      Sementara itu, Ketua Yayasan As’adiyah Sengkang, Bunyamin Yapid, menyebut putusan tersebut sebagai kemenangan kedua pihak yayasan dalam menghadapi dugaan upaya penyerobotan lahan oleh mafia tanah di Kabupaten Wajo.

      “Alhamdulillah, ini kemenangan kedua untuk As’adiyah. Kami sangat bersyukur karena hukum masih berpihak pada kebenaran,” ujar Bunyamin, Senin (18/5/2026).

      Ia menegaskan pihak yayasan akan terus menjaga seluruh aset As’adiyah demi kepentingan umat dan kemajuan pendidikan pesantren yang telah berdiri dan berjasa selama ratusan tahun di Indonesia.

      “Kita komitmen menjaga aset As’adiyah demi umat, demi kemajuan pendidikan di Pondok As’adiyah yang sudah berjasa ratusan tahun di republik ini,” tegasnya. (*)

    4. Polres Sidrap Panen Jagung Kuartal II Di Lahan Seluas 5 Hektar

      Polres Sidrap Panen Jagung Kuartal II Di Lahan Seluas 5 Hektar

        SIDRAP.KN—Polres Sidrap kembali menggelar panen raya jagung kuartal 2 Tahun 2026, yang ditanam di atas lahan seluas 5 Hektar di Desa Mario Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap Sabtu (16/5/26). Siang

        Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program Swasembada Pangan khusus jagung. Panen ini merupakan bukti nyata dukungan Polres Sidrap terhadap program ketahanan pangan Nasional yakni Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

        “Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan hasil panen jagung kita dapat kita lihat bersama berjalan dalam kondisi yang cukup baik. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini bisa terus terlaksana guna mendukung program Bapak Presiden Prabowo demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan rakyat melalui ketahanan pangan,” ujarnya.

        Di tempat yang sama, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten dalam mendukung target swasembada jagung nasional melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penyiapan benih, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga menjaga stabilisasi harga jagung di tingkat petani. Menurutnya, Sidrap memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan jagung nasional, terutama untuk sektor peternakan yang terus berkembang di daerah tersebut.

        “Pemerintah Kabupaten Sidrap terus berupaya mendukung target swasembada jagung melalui penyiapan benih, pupuk bersubsidi, serta menjaga serapan dan stabilisasi harga. Tahun ini, Bulog menargetkan serapan sekitar 15 ribu ton, ditambah pembelian dari para peternak yang ada di Sidrap,” jelasnya.

        Ia menambahkan, kebutuhan jagung di Sidrap sangat tinggi karena menjadi salah satu bahan utama pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung kelompok tani di desa dan kelurahan agar produksi jagung semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

        “Dulu harga jagung hanya berada di angka Rp 4.000 ke bawah. Sekarang dengan kadar air 14 hingga 18 persen, harga jagung bisa mencapai Rp 6.500. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap, khususnya di sektor pertanian,” tutupnya.

      1. Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Dipusatkan di Sidrap, Syaharuddin: Banyak Tamu Banyak Rezeki

        Porsenijar PGRI Sulsel 2026 Dipusatkan di Sidrap, Syaharuddin: Banyak Tamu Banyak Rezeki

        SIDRAP. KN— Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka rapat koordinasi Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan, Sabtu (16/5/2026).

        Kegiatan yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks Pemkab Sidrap itu dihadiri perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Porsenijar PGRI Sulsel Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 6 Juli 2026 mendatang.

        Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk memberikan pelayanan maksimal demi menyukseskan agenda besar tersebut. Bahkan, ia menekankan seluruh jajaran pemerintah daerah tetap fokus bekerja tanpa mengenal hari libur.

        “Tidak ada libur. Selama satu tahun dua bulan ini kami fokus pada pelayanan dan bagaimana daerah ini terus berkembang,” ujar Syaharuddin.

        Ia mengungkapkan, meski Sidrap merupakan daerah dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, namun sekitar 80 ribu peserta dan tamu diperkirakan akan terdaftar dan hadir selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

        Menurutnya, kehadiran puluhan ribu peserta dari berbagai daerah akan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat Sidrap.

        “Daerah itu semakin banyak didatangi orang, maka semakin banyak pula rezeki masyarakat di daerah tersebut,” katanya.

        Bupati juga menyinggung nilai budaya masyarakat Sidrap yang dikenal dengan semangat “Alako”, yakni keramahan dan kedermawanan dalam menyambut tamu.

        Nilai itu, kata dia, menjadi kekuatan utama Sidrap sebagai tuan rumah kegiatan berskala besar tingkat provinsi.

        Selain itu, ia menyampaikan bahwa sejumlah agenda teknis PGRI kini tinggal menunggu finalisasi dalam waktu sekitar satu bulan ke depan sebelum pelaksanaan resmi dimulai pada Juli mendatang.

        Rencananya, pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 akan digelar meriah di stadion dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan edukatif maupun kampanye hidup sehat, termasuk gerakan anti malas gerak atau “mager”.

        Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan serta Menteri Pendidikan, menambah semarak dan prestise pelaksanaan Porsenijar tahun ini di Kabupaten Sidrap.

      2. Yanto Arbanu Apresiasi Mahasiswa Polbangtan Gowa Edukasi Sistem Tabela kepada Petani

        Yanto Arbanu Apresiasi Mahasiswa Polbangtan Gowa Edukasi Sistem Tabela kepada Petani

        SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan pengetahuan petani melalui kegiatan berbagi teknik budidaya padi menggunakan Sistem Tabela (Tebar Benih Langsung) di lahan CSR (Cetak Sawah Rakyat), Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

        Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus kelompok tani Desa Teppo dan didampingi langsung oleh Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan metode Tabela sebagai solusi tanam padi yang lebih cepat, hemat biaya, dan efisien dibanding sistem pindah tanam (tapin).
        Sistem Tabela merupakan teknik menebar benih langsung ke lahan sawah yang telah diolah tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam. Metode ini dinilai mampu mempercepat masa tanam sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

        Mahasiswa menjelaskan beberapa jenis Tabela yang umum diterapkan, yakni Tabela Kering dengan benih ditebar di lahan kering lalu diairi, Tabela Basah menggunakan benih berkecambah pada lahan macak-macak, serta Tabela Larikan yang memanfaatkan alat larikan agar susunan tanaman lebih rapi dan memudahkan penyiangan.

        Dalam pemaparannya, mahasiswa juga menjelaskan tahapan penerapan di lapangan mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih unggul, teknik penebaran, hingga pengelolaan air dan pengendalian gulma. Persiapan lahan menjadi faktor utama keberhasilan, di mana sawah harus diratakan secara sempurna agar benih tidak hanyut maupun tergenang.

        Selain itu, pengendalian gulma menjadi perhatian penting dalam sistem Tabela. Petani dianjurkan melakukan pengendalian sejak awal menggunakan herbisida pra-tumbuh ataupun penyiangan mekanis agar pertumbuhan tanaman tetap optimal. Pemupukan juga perlu diperhatikan karena populasi tanaman pada sistem Tabela lebih rapat sehingga kebutuhan nitrogen lebih tinggi dibanding sistem pindah tanam.

        Mahasiswa juga mengingatkan petani terhadap beberapa kendala yang sering muncul seperti serangan keong mas pada umur awal tanam, burung pipit, hingga pertumbuhan tanaman yang tidak seragam akibat kondisi lahan yang tidak rata.

        Meski demikian, sistem Tabela memiliki banyak keuntungan apabila diterapkan dengan baik, di antaranya mampu menghemat biaya tenaga kerja hingga Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta per hektare, mempercepat proses tanam, mempercepat masa panen 5–7 hari lebih awal, serta menghasilkan akar tanaman yang lebih kuat dan tahan kekeringan.

        Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, mengapresiasi semangat mahasiswa dalam berbagi ilmu kepada petani. Ia berharap inovasi budidaya seperti sistem Tabela dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program pengembangan lahan sawah di Kabupaten Sidrap.(*)

      3. Bupati Sidrap Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih Bersama Presiden Prabowo, Dorong Ekonomi Warga Makin Melonjak

        Bupati Sidrap Ikuti Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih Bersama Presiden Prabowo, Dorong Ekonomi Warga Makin Melonjak

        SIDRAP.KN— Semangat penguatan ekonomi kerakyatan kembali digaungkan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring, Sabtu (16/5/2026).

        Kegiatan untuk wilayah Sidrap dipusatkan di Gerai KDKMP Lalebata, Jalan Veteran Sport Center Rappang, Kecamatan Panca Rijang, dan berlangsung penuh antusiasme dengan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga pengurus koperasi.

        Peresmian ini menjadi bagian dari program nasional pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM yang mandiri dan berkelanjutan.

        Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, hadir langsung didampingi sejumlah pejabat penting daerah. Tampak pula Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap Adhy Kusumo Wibowo, Sekda Sidrap, Andi Rahmat Sale, Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, Wakapolres Sidrap Kompol Sumardi, hingga para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Panca Rijang.

        Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.30 WITA dengan mengikuti peresmian nasional secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

        Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin Alrif menegaskan pentingnya koperasi sebagai kekuatan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap.

        Ia berharap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap terus mengalami peningkatan melalui pengembangan koperasi yang aktif, produktif, dan mampu memberdayakan masyarakat.

        Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh optimisme. Kehadiran berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga kalangan pendidik menunjukkan besarnya harapan terhadap peran koperasi dalam memperkuat ekonomi daerah.

        Selain menjadi wadah usaha bersama, KDKMP juga diharapkan mampu menjadi solusi penguatan ekonomi masyarakat desa dengan menghadirkan sistem usaha yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.

        Pemerintah Kabupaten Sidrap sendiri menilai program koperasi ini sejalan dengan visi membangun ekonomi masyarakat berbasis gotong royong dan kemandirian usaha.

        Dengan diresmikannya operasionalisasi 1.061 KDKMP secara nasional, Sidrap kini menjadi salah satu daerah yang siap mendorong koperasi sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. (*)

      4. Cuaca Panas dan Mobilitas Tinggi Jadi Sorotan, Federal Oil Gelar Feders Gathering 2026 di Makassar

        Cuaca Panas dan Mobilitas Tinggi Jadi Sorotan, Federal Oil Gelar Feders Gathering 2026 di Makassar

        MAKASSAR.KN— Federal Oil™ kembali menunjukkan komitmennya mendekatkan diri dengan komunitas pengguna motor matic melalui gelaran Feders Gathering 2026 yang kali ini digelar di Makassar, Sabtu, 09 Mei 2026.

        Bertempat di Café Agung Makassar, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus edukasi bagi para riders motor matic di Sulawesi Selatan. Setelah sukses menggelar acara serupa di Medan, Federal Oil™ kini menyasar Makassar sebagai salah satu kota dengan karakter mobilitas tinggi dan suhu udara yang panas.

        Kondisi itu dinilai sangat cocok dengan kampanye Federal Oil™ bertajuk “Pakai Spesialis Dingin, Motor Automatic Dingin”.

        Sebagai kota pesisir yang aktif dengan lalu lintas perkotaan yang padat, pengguna motor matic di Makassar menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga performa kendaraan tetap stabil saat digunakan setiap hari.

        Karena itu, Federal Oil™ menghadirkan solusi pelumas yang diklaim mampu menjaga suhu mesin tetap dingin dan nyaman digunakan meski di tengah cuaca panas dan aktivitas berkendara yang tinggi.

        Tak sekadar menjadi ajang kumpul komunitas, Feders Gathering 2026 juga diisi berbagai kegiatan interaktif dan sharing session mengenai pentingnya memilih pelumas yang tepat untuk menjaga performa motor matic.

        Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif berdiskusi seputar pengalaman berkendara hingga perawatan motor di kondisi cuaca ekstrem.

        Market Development General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI), Rommy Averdy Saat, mengatakan Makassar menjadi salah satu daerah penting dalam pengembangan komunitas pengguna motor matic di Indonesia.

        “Makassar memiliki karakter mobilitas dan kondisi cuaca yang cukup menantang bagi pengguna motor matic. Melalui Feders Gathering, kami ingin memberikan solusi nyata terhadap permasalahan dan lebih dekat dengan para pengguna motor matic di berbagai kota,” ujarnya.

        Menurutnya, Federal Oil™ ingin terus hadir lebih dekat dengan konsumen melalui kegiatan offline yang rutin digelar setiap bulan, bukan hanya melalui platform digital.

        Dalam kegiatan ini, Federal Oil™ juga menggandeng Road Master sebagai platform komunitas otomotif untuk memperluas jangkauan Feders Gathering ke berbagai kota lain sepanjang tahun 2026.

        Selain mempererat solidaritas komunitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan pelumas berkualitas bagi kendaraan harian.

        Federal Oil™ turut memperkenalkan produk Federal Matic yang dikenal sebagai pelumas spesialis dingin untuk motor automatic, khususnya motor keluaran Jepang yang banyak digunakan masyarakat Indonesia.

        Produk tersebut kini tersedia di Federal Oil™ Center maupun official store Federal Oil™ di berbagai marketplace.

        Federal Oil™ sendiri berada di bawah afiliasi ExxonMobil, perusahaan energi global yang dikenal luas melalui inovasi dan pengembangan produk pelumas berkualitas tinggi untuk mendukung kebutuhan kendaraan modern.

      5. Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

        Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

        SIDRAP.KN—Tanpa kenal lelah, sejak pagi hingga larut malam, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin langsung proses pembersihan drainase di sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026).

        Bupati turun ke lapangan bersama Dinas PSDA, Biciptapera, BPBD, Satpol PP dan Damkar, PDAM, Dinas Sosial, TNI, Polri, aparat kecamatan, dan unsur lainnya untuk mengangkat lumpur serta sampah yang menyumbat saluran air.

        Fokus pembersihan dilakukan di titik-titik kritis yang menjadi penyebab genangan saat hujan deras mengguyur.

        Hingga pukul 23.00 WITA, Bupati masih berada di lokasi untuk memastikan alat berat bekerja maksimal. Ia juga memantau langsung pegawai PDAM yang menertibkan pipa-pipa penyebab tersumbatnya drainase.

        “Saya tidak akan pulang sebelum saluran ini benar-benar lancar. Kalau drainase tersumbat, air pasti meluap. Jadi harus tuntas malam ini,” tegas Syaharuddin di sela kegiatan.

        Ia menginstruksikan petugas untuk segera memindahkan dan menata ulang pipa PDAM yang melintang di tengah saluran.

        Setelah berjam-jam bekerja sejak pagi, tim gabungan akhirnya berhasil menembus sumbatan utama drainase yang menjadi penyebab banjir.

        “Akhirnya sumbatan utama yang mengakibatkan banjir di Kelurahan Toddang Pulu, Baula, Arateng, dan Amparita bisa kita tembuskan,” ujar Syaharuddin.

        Dari dalam saluran, petugas mengangkat tumpukan sampah yang sudah lama tertimbun. Hasilnya, kurang lebih dua truk sampah berhasil dikeluarkan dari bawah drainase.

        Sampah yang ditemukan didominasi oleh plastik, kayu, dan material rumah tangga yang dibuang sembarangan ke saluran air. Kondisi ini yang membuat air tidak bisa mengalir saat hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir.

        Oleh karena itu, Bupati Syaharuddin Alrif mengimbau seluruh pihak untuk peduli dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

        “Pertama, tidak buang sampah lagi ke drainase. Kedua, kalau ada acara atau ada sampah, silakan hubungi pihak kecamatan, nanti sampahnya dijemput. Ketiga, drainase dan got di depan rumah masing-masing kita bersihkan supaya Amparita terbebas dari banjir lagi,” jelasnya.

        Syaharuddin juga menyampaikan terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

        “Terima kasih semuanya. Akhirnya titik krusial ini bisa kita atasi. Semoga nanti tidak terdampak lagi banjir dan genangan yang tinggi di Kecamatan Tellu Limpoe, meliputi Baula, Toddang Pulu, Arateng, dan Amparita,” pungkas Syaharuddin.

      6. Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit Pasca Banjir di Sidrap

        Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit Pasca Banjir di Sidrap

          SIDRAP.KN- Pasca banjir yang melanda Kecamatan Tellu limpoe Kabupaten Sidrap, jajaran kepolisian bersama masyarakat dan stakeholder terkait bergerak cepat melakukan upaya pemulihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong membersihkan tumpukan sampah di saluran irigasi Kecamatan Amparita Kabupaten Sidrap

          Atas instruksi Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong Personel Polres Sidrap bersama warga kompak terjun membersihkan saluran irigasi dari kotoran sampah yang menumpuk. Dengan semangat kebersamaan, prosesi pembersihan dipimpin langsung oleh Kabag Ops beserta anggotanya bahu-membahu mengangkat kotoran serta menata kembali saluran irigasi yang tersumbat

          Kabag Ops Kompol Galigo Suryadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

          “Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu proses pemulihan pasca bencana. Melalui gotong royong ini, kami berharap dapat meringankan beban warga serta mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat seperti sediakala,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/26) petang

          Ia juga mengapresiasi sinergi antara personel Kepolisian, Damkar, BPD, pemerintah setempat dan warga masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan serta kepedulian yang tinggi. Tak lupa Galigo juga mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah di saluran irigasi yang dapat menyebabkan penyumbatan dan banjir saat hujan turun

          “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah rumah tangga ke saluran air yang dapat menyebabkan banjir mengingat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi” lanjutnya

          Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Dengan semangat tersebut, diharapkan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali seperti semula