Penulis: Jumadi

  • Serbu Harga Hemat! Pasar Murah Bulog Sidrap Hadir Dua Hari, Warga Diajak Belanja Kebutuhan Pokok Murah

    Serbu Harga Hemat! Pasar Murah Bulog Sidrap Hadir Dua Hari, Warga Diajak Belanja Kebutuhan Pokok Murah

    SIDRAP.KN– Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Sidrap. Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di depan kantor Bulog Sidrap, Jalan Ressang, Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kamis-Jumat, 21-22 Mei 2026.

    Kegiatan yang dilaksanakan oleh Perum Bulog Sidrap bersama Tim TPID Pemkab Sidrap ini mendapat sambutan antusias warga karena menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasaran.

    Berbagai komoditi pangan dijual murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, di antaranya beras SPHP Rp57.500 per zak, gula pasir Rp15.000 per kilogram, Minyak Kita Rp15.500 per liter, serta terigu Kompas Rp10.500 per kilogram.

    Warga pun diajak memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan harga hemat dan kualitas terjamin.

    Selain membantu menekan pengeluaran masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Sidrap.

    Pimpinan Cabang BULOG Sidrap, Ivan Faisal, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dan terjangkau. Kami juga ingin membantu menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga mengajak masyarakat Sidrap untuk datang langsung dan memanfaatkan pasar murah tersebut selama kegiatan berlangsung.

    Antusiasme warga diharapkan dapat mendorong semangat gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

  • Hadiri Upacara Harkitnas 118, Fantry Siap Mengawal Program Prioritas Pemerintah

    Hadiri Upacara Harkitnas 118, Fantry Siap Mengawal Program Prioritas Pemerintah

    SIDRAP.KN—Sebagai wujud dukungan terhadap semangat perubahan dan kemandirian menuju kebangkitan nasional yang bersahaja, berpihak kepada rakyat, serta berkelanjutan, Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang, yang berlangsung di Lapangan SKPD Sidrap, Rabu (20/5/26) pagi. Peringatan Harkitnas tahun ini menegaskan kembali pentingnya menjaga generasi muda di ruang digital seiring dengan pergeseran tantangan bangsa dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi.

      Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Sidrap Ibu Nurkanaah dan diikuti oleh jajaran Forkopimda Sidrap, diantaranya Dandim 1420, Ketua DPRD, perwakilan Kajari dan perwakilan Pengadilan Negeri Kabupaten Sidrap, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Baznas, pimpinan instansi vertikal serta pimpinan perguruan tinggi

      Kehadiran mereka mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam menghidupkan kembali semangat nasionalisme di tengah tantangan perkembangan zaman.

      Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidrap membacakan sambutan seragam Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

      Nurkanaah menjelaskan, esensi Kebangkitan Nasional pada era modern berkaitan erat dengan ketahanan digital. “Kebangkitan saat ini berarti adanya keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan serta ketertinggalan teknologi” ujarnya

      Nurkanaah juga memaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

      Program tersebut mencakup Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

      Di tempat yang sama, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong menyampaikan bahwa Polri siap berperan aktif dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung seluruh program pemerintah baik pusat maupun daerah dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional yang luhur.

      “Momentum Harkitnas ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa terletak pada persatuan dan kepedulian terhadap sesama. Kami jajaran Polres Sidrap akan terus mengawal dan mendukung setiap langkah perubahan menuju kemajuan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Fantry

      Upacara peringatan Harkitnas ke-118 ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan paket “Berkah” dari Baznas Sidrap bagi sejumlah jajaran di lingkup Pemkab Sidrap. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wabup Nurkanaah didampingi pimpinan Baznas Sidrap, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

    1. Bupati Sidrap Sulap Pelataran Stadion Ganggawa Jadi Kawasan UMKM Modern dan Eksklusif

      Bupati Sidrap Sulap Pelataran Stadion Ganggawa Jadi Kawasan UMKM Modern dan Eksklusif

      SIDRAP.KN—Pelataran Stadion Ganggawa Sidrap Jadi Icon Baru, Area UMKM Bakal Lebih Rapi, Luas, dan Nyaman

      SIDRAP — Kawasan Pelataran Stadion Ganggawa Sidrap segera tampil dengan wajah baru. Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif mulai melakukan penataan ulang area Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih modern, tertata, dan nyaman menjadi pusat aktivitas masyarakat.

      Peninjauan langsung dilakukan Bupati Sidrap pada Rabu sore, 20 Mei 2026, didampingi Kepala Dinas UMKM serta jajaran Bappeda Sidrap.

      Penataan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadirkan ikon baru bagi masyarakat Sidrap sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

      Menurut Syaharuddin Alrif, kawasan pelataran stadion sebelumnya terlihat kurang tertata dan terkesan kumuh. Karena itu, pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh agar area Stadion Ganggawa menjadi lebih luas, rapi, dan memiliki daya tarik baru.

      “Ini tadinya agak kumuh, tapi sudah kita ubah dan tata ulang supaya space area di area Stadion Ganggawa Sidrap lebih luas. Nanti UMKM-nya kita tata lebih bagus, lebih eksklusif,” ujar Syaharuddin.

      Sebagai tahap awal, para pelaku UMKM untuk sementara dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

      Setelah proses penataan selesai, kawasan tersebut akan disulap menjadi pusat kuliner dan tempat nongkrong modern yang nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

      Saat ini terdapat sekitar 30 lapak UMKM yang telah menempati area tersebut dan hanya membutuhkan penataan tambahan agar tampil lebih rapi dan menarik.

      “Nanti setelah ditata ini akan menjadi ikon baru di Sidrap lagi. Ada 30 UMKM yang sudah ada, tinggal dirapikan saja supaya orang bisa singgah lebih bagus, nongkrong,” lanjutnya.

      Tak berhenti di bagian luar stadion, Bupati Sidrap juga menegaskan penataan akan dilanjutkan ke area dalam Monumen Ganggawa yang biasa disebut Pangker saat ini terdapat sekitar 18 UMKM lainnya.

      Pemerintah berharap revitalisasi kawasan Stadion Ganggawa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus ruang publik modern bagi masyarakat Sidrap. (*)

    2. Peringatan Harkitnas 2026 Tegaskan Pentingnya Menjaga Generasi Muda di Ruang Digital

      Peringatan Harkitnas 2026 Tegaskan Pentingnya Menjaga Generasi Muda di Ruang Digital

      SIDRAP.KN—Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 menegaskan kembali pentingnya menjaga generasi muda di ruang digital seiring dengan pergeseran tantangan bangsa dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi.

      Hal tersebut mengemuka dalam pelaksanaan upacara peringatan tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang digelar di lapangan Kompleks Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (20/5/2026).

      Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang bertindak selaku inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan Baznas, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, para pejabat daerah, serta unsur lainnya.

      Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidrap membacakan sambutan seragam Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

      Nurkanaah menjelaskan, esensi Kebangkitan Nasional pada era modern berkaitan erat dengan ketahanan digital. Kebangkitan saat ini berarti adanya keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan serta ketertinggalan teknologi.

      Langkah konkret negara dalam melindungi generasi muda di ruang siber diwujudkan melalui pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) sejak awal tahun ini.

      “Per 28 Maret 2026, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ujar Nurkanaah saat membacakan pidato menteri.

      Selain isu perlindungan anak dan digitalisasi, Nurkanaah juga memaparkan sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

      Program tersebut mencakup Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah, pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

      Di akhir sambutan, Wakil Bupati Sidrap mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda—untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai pemantik solidaritas sosial dan peningkatan literasi digital demi mewujudkan delapan misi besar negara (Asta Cita).

      Upacara peringatan Harkitnas ke-118 ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan paket “Berkah” dari Baznas Sidrap bagi sejumlah jajaran di lingkup Pemkab Sidrap. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wabup Nurkanaah didampingi pimpinan Baznas Sidrap, unsur Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.

    3. Bupati dan Dandim 1420 Sidrap Kompak Percepat Koperasi Merah Putih di Desa

      Bupati dan Dandim 1420 Sidrap Kompak Percepat Koperasi Merah Putih di Desa

      SIDRAP.KN– Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif bersama Dandim 1420 Sidrap, Andi Zulhakim turun langsung memimpin rapat evaluasi Koperasi Merah Putih tingkat desa di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa malam, 19 Mei 2026.

      Rapat yang dimulai pukul 19.30 WITA itu menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mempercepat pengembangan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

      Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada evaluasi perkembangan Koperasi Merah Putih sekaligus penentuan titik lokasi pembangunan koperasi di masing-masing desa.

      Sejumlah kepala OPD strategis turut hadir mendampingi, di antaranya Kepala BKAD, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Biciptapera, Kepala Dinas PSDA, hingga Kepala Dinas Pendidikan.

      Tak hanya itu, para camat dari Kecamatan Tellu Limpoe, Maritengngae, Baranti, Panca Lautang, Watang Pulu, Kulo, dan Panca Rijang hadir bersama para kepala desa di wilayah masing-masing. Para ketua dan sekretaris Koperasi Desa Merah Putih se-Kabupaten Sidrap juga ikut mengikuti jalannya evaluasi.

      Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak agar program Koperasi Merah Putih benar-benar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.

      Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

      Sementara itu, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung dan mengawal jalannya program pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

      Suasana rapat berlangsung serius namun tetap penuh semangat kolaborasi. Berbagai kendala yang dihadapi di lapangan dibahas bersama untuk dicarikan solusi terbaik demi mempercepat realisasi program di seluruh desa.

      Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi simbol program semata, tetapi benar-benar mampu menjadi kekuatan ekonomi desa yang mendorong kemandirian masyarakat di berbagai sektor usaha. (*)

    4. Petani Baula Diajari Cara Membuat Pestisida Nabati Daun Pepaya oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa

      Petani Baula Diajari Cara Membuat Pestisida Nabati Daun Pepaya oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa

      SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan pengetahuan petani dengan berbagi teknik pengendalian hama pelipat daun menggunakan pestisida nabati berbahan daun pepaya di Kelurahan Baula, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

      Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus kelompok tani dan turut didampingi Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, serta Penyuluh Pertanian Kelurahan Baula, Namira, S.Pt. Para petani diberikan pemahaman mengenai cara membuat hingga mengaplikasikan pestisida nabati secara tepat dan aman untuk tanaman.

      Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa hama pelipat daun yang sering menyerang tanaman padi, cabai, dan sayuran berasal dari keluarga Cnaphalocrocis medinalis. Hama tersebut menggulung daun untuk berlindung, lalu mengikis bagian hijau daun hingga hanya menyisakan tulang daun.

      “Daun pepaya efektif digunakan sebagai pestisida nabati karena mengandung enzim papain, alkaloid karpain, dan senyawa saponin yang bersifat racun kontak, racun lambung, sekaligus penolak hama,” jelas salah satu mahasiswa saat memberikan materi kepada petani.

      Mereka juga memaparkan cara kerja pestisida nabati daun pepaya, di antaranya sebagai racun lambung yang mengganggu sistem pencernaan ulat ketika memakan daun yang telah disemprot, racun kontak yang mampu mengiritasi tubuh ulat, hingga penolak makan dan bertelur bagi ngengat dewasa.

      Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan proses pembuatan larutan pestisida nabati menggunakan 1 kilogram daun pepaya tua, 10 liter air, dan satu sendok makan sabun cuci piring sebagai bahan perekat dan penyebar. Daun pepaya ditumbuk halus, kemudian direndam selama 12 hingga 24 jam sebelum disaring dan siap digunakan.
      Petani juga diberikan arahan mengenai teknik aplikasi di lapangan.

      Penyemprotan dianjurkan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 karena hama lebih aktif pada malam hari dan sinar ultraviolet di siang hari dapat merusak senyawa aktif pada larutan.

      Selain itu, mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati memiliki sejumlah kelebihan, seperti bahan mudah didapat, biaya murah, aman bagi musuh alami hama, serta tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen. Meski demikian, penggunaannya perlu dilakukan secara rutin karena daya bunuhnya lebih lambat dibanding pestisida kimia sintetis.

      Untuk meningkatkan efektivitasnya, larutan daun pepaya juga dapat dicampur dengan bahan alami lain seperti daun sirsak, bawang putih, dan lengkuas agar memiliki daya bunuh dan perlindungan yang lebih luas terhadap hama maupun penyakit tanaman.

      Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Polbangtan Gowa berharap petani semakin memahami pentingnya pengendalian hama ramah lingkungan serta mampu menerapkan sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.(*)

    5. Dua Lurah di Tellu Limpoe Koordinasi dan Dampingi Normalisasi Saluran Gendong Amparita–Baula

      Dua Lurah di Tellu Limpoe Koordinasi dan Dampingi Normalisasi Saluran Gendong Amparita–Baula

      SIDRAP.KN— Pemerintah Kelurahan Amparita dan Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, melakukan koordinasi dan pendampingan kegiatan normalisasi saluran gendong yang berada di wilayah perbatasan Kelurahan Amparita dan Baula.

      Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati Sidrap pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Normalisasi dilakukan dengan pengerukan saluran guna memperlancar aliran air dan meminimalisir potensi banjir saat hujan deras.

      Lurah Baula, Junaidi, mengatakan bahwa pihaknya bersama pemerintah kelurahan terus bergerak membenahi titik-titik yang menjadi penyebab banjir di wilayahnya.

      “Kami menindaklanjuti arahan bapak bupati atas banjir yang terjadi kemarin. Semoga kegiatan pengerukan saluran gendong ini dapat mengurangi bahkan mencegah terjadinya banjir lagi apabila hujan deras turun,” ujar Junaidi.

      Ia juga menegaskan bahwa pihak kelurahan terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di area saluran air dan saluran gendong.

      “Kami selalu memberi tahu warga supaya tidak membuang sampah sembarangan di saluran gendong sesuai arahan bapak Camat Tellu Limpoe. Kami juga sudah melakukan sosialisasi terkait masalah sampah kepada masyarakat,” lanjutnya.

      Menurutnya, sejak banjir melanda wilayah tersebut, unsur pemerintah bersama masyarakat terus berupaya melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

      “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi banjir karena sejak kebanjiran kami bersama unsur pemerintah tidak pernah berhenti membenahi yang menjadi permasalahan di tempat masing-masing,” tambahnya.

      Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala lingkungan dari Kelurahan Baula dan Kelurahan Amparita yang ikut mendampingi proses pekerjaan normalisasi saluran gendong.(MD)

    6. Akomodasi Kebutuhan Petani, Pemda Sidrap Bakal Terbitkan Surat Edaran Prosedur Pelayanan BBM di SPBU

      Akomodasi Kebutuhan Petani, Pemda Sidrap Bakal Terbitkan Surat Edaran Prosedur Pelayanan BBM di SPBU

      SIDRAP.KN—Pemerintah Kabupaten Sidrap meminta seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya untuk memastikan kelancaran pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM), tak terkecuali bagi sektor pertanian. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya sejumlah laporan terkait dinamika distribusi di lapangan yang berpotensi memengaruhi aktivitas produktif para petani.

      ​“Kami minta tolong pihak SPBU, terutama Kanie, Mattirotasi, dan Tanete. Banyak laporan yang masuk dari lapangan, dan kelancaran distribusi ini sangat krusial bagi keberlangsungan aktivitas petani kita,” kata Bupati Sidrap dalam rapat koordinasi di ruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

      ​Untuk menjaga ketertiban serta transparansi mekanisme di lapangan, Pemerintah Daerah (Pemda) Sidrap akan menerbitkan surat edaran terkait prosedur pelayanan BBM bagi sektor pertanian.

      Kebijakan ini bertujuan agar pola penyaluran di seluruh SPBU menjadi lebih tertata, tepat sasaran, dan mendukung kelancaran musim tanam tanpa mengganggu kenyamanan konsumen lainnya.

      ​“Kita pastikan seluruh 14 SPBU di Sidrap tetap fokus melayani masyarakat luas, sekaligus memberikan perhatian proporsional pada kebutuhan sektor tani. Karena kunci keberhasilan roda perekonomian kita di daerah ini adalah ketersediaan BBM, pupuk, air, dan benih. Sebaik apa pun harga pasar, jika pemenuhan BBM untuk operasional terhambat, dampaknya akan meluas,” tegasnya.

      ​Pemda Sidrap juga mengusulkan agar agenda pertemuan bersama para pengelola SPBU digelar secara rutin setiap tiga bulan. Forum berkala ini diharapkan menjadi ruang koordinasi dan evaluasi demi menjamin pasokan BBM di seluruh wilayah Sidrap tetap stabil, aman, dan mampu menopang sektor pergerakan ekonomi daerah secara berkesinambungan.

      ​Melalui sinergi ini, Pemda berharap seluruh aktivitas, mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen, dapat berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat umum secara seimbang.

      ​Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan SPBU Sidrap, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi Nurdin, Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris, Kepala Dinas (Kadis) PSDA Andi Safari Renata, Kadis TPHPKP (Pertanian) Ibrahim, serta jajaran terkait.

      ​Hadir pula Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Haris Alimin, Sekretaris Dinas Perdagangan Akbar, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Abdul Samad, serta para undangan lainnya.

    7. Rakor Bersama Pupuk Indonesia, Pemkab Sidrap Matangkan Mitigasi Distribusi Pupuk Subsidi

      Rakor Bersama Pupuk Indonesia, Pemkab Sidrap Matangkan Mitigasi Distribusi Pupuk Subsidi

      SIDRAP.KN—Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar rapat koordinasi (rakor) guna membahas mitigasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sidrap. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sidrap, Selasa (19/5/2026).

      Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi agar distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

      Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Pupuk Indonesia, Aidil; Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Andi Patahangi Nurdin; Asisten Administrasi Umum, Nasruddin Waris; Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Andi Safari Renata; serta Kepala Dinas TPHPKP (Pertanian), Ibrahim bersama jajaran.

      Hadir pula Kepala Bagian Ekonomi, Haris Alimin; Sekretaris Dinas Perdagangan, Akbar; Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Abdul Samad; para pelaku usaha pendistribusian, distributor pupuk, serta tamu undangan lainnya.

      Fokus pembahasan rakor meliputi pendataan penerima, pengawasan di tingkat distributor dan kios, hingga mekanisme penanganan kendala atau keterlambatan di lapangan.

      Dalam arahannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi capaian target penjualan pupuk tahun 2025 yang dipaparkan oleh pihak Pupuk Indonesia. Tercatat, volume penjualan di Kabupaten Sidrap mencapai sekitar 58.000 ton dengan nilai kurang lebih Rp90 miliar.

      Jika dihitung dari sisi pembelian masyarakat, perputarannya mencapai Rp180 miliar hingga Rp200 miliar per tahun untuk pupuk urea dan Phonska, belum termasuk pupuk nonsubsidi.

      “Kalau dirata-ratakan, biaya pupuk per hektar saat ini sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta untuk sekali panen. Dengan total produksi pertanian kita yang mencapai Rp4,9 triliun, komposisi biaya pupuk berada di kisaran 10 hingga 20 persen. Artinya, potensi penjualan pupuk di Sidrap pada tahun 2025 seharusnya bisa melewati angka Rp200 miliar,” ujar Syaharuddin.

      Guna mendongkrak produktivitas, Bupati menyoroti perlunya pembaruan metode pertanian dari pola konvensional ke modern. Saat ini, Pemkab Sidrap tengah melakukan uji coba pertanian modern di Kelurahan Majelling dan Kecamatan Watang Sidenreng dengan menerapkan pola pemupukan baru.

      Dalam formula baru ini, penggunaan urea dan Phonska ditingkatkan dari 500 kg menjadi 750 kg per hektar, pupuk organik Petrokimia dari 500 kg menjadi 3 ton per hektar, serta penggunaan benih dari 30 kg dinaikkan menjadi 80 kg per hektar.

      “Logikanya sederhana, kalau tanaman lebih banyak, maka kebutuhan makannya juga harus ditambah. Jika metode ini berhasil, hasil panen di Majelling yang biasanya 9 ton per hektar bisa ditingkatkan lagi. Ini pola mandiri yang akan kita praktikkan,” jelasnya.

      Untuk tahun 2026, target penjualan pupuk di Sidrap dipatok lebih tinggi, yakni mencapai 1 juta ton. Terkait hal tersebut, Pemda Sidrap meminta PT Pupuk Indonesia bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) aktif mendampingi petani. Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar mengawal distribusi, melainkan juga melakukan transfer ilmu dan pendampingan teknis.

      “Jangan sampai Pupuk Indonesia hanya menyerap dana dari petani, tetapi transformasi ilmunya tidak sampai. PPL harus lebih dahulu hadir di lapangan untuk mendampingi petani sejak dini,” tegas Bupati.

      Rakor tersebut juga mengevaluasi kondisi musim tanam (MT). Untuk Musim Tanam 1 (MT1) 2026 dinyatakan telah selesai, sementara Musim Tanam 2 (MT2) mulai berjalan di beberapa wilayah. Kecamatan Baranti, Panca Rijang, Kulo, Maritengngae, Watang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase dilaporkan sudah memulai masa tanam.

      Sementara untuk wilayah Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang, petani baru memasuki fase panen. Mereka diimbau untuk segera mengejar pola tanam baru agar siklus pertanaman di Kabupaten Sidrap dapat berjalan seragam.

      Guna mendukung percepatan ini, Bupati Syaharuddin telah menyiapkan dukungan infrastruktur pengairan. Proyek pengerjaan irigasi sekunder senilai Rp24 miliar dijadwalkan mulai berjalan pada Juli mendatang, mencakup wilayah Wette’e, Lajonga, Lise, Teteaji, Polewali, hingga Amparita.

      Selain itu, normalisasi Sungai Saddang direncanakan dimulai pada Oktober. Untuk menjaga target Indeks Pertanaman (IP) 300, fokus jangka pendek diarahkan pada 18.000 hingga 30.000 hektar sawah tadah hujan yang bersumber dari aliran irigasi. Bupati juga menginstruksikan agar persyaratan administrasi pengambilan pupuk bagi petani dipermudah agar tidak menghambat momentum musim tanam.

      Di samping pemenuhan sektor tanaman pangan, Bupati juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi petani perkebunan di wilayah komoditas khusus, seperti di Belawae, Buntu Buangin, dan Dengeng-Dengeng. Petani cengkeh di wilayah tersebut memerlukan pasokan pupuk nonsubsidi seperti ZA. Pihak Pupuk Indonesia diharapkan hadir memberikan edukasi maksimal agar produktivitas perkebunan warga ikut meningkat.

      Sementara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero), Aidil, memaparkan bahwa realisasi penebusan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sidrap hingga pertengahan Mei 2026 telah mencapai 27%.

      Dari tiga komoditas utama (urea, Phonska, dan pupuk organik Petro), jenis Phonska menjadi yang paling tinggi diminati dengan tingkat penebusan mencapai 38%. Angka serapan ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir untuk periode April–September.

      “Kami bersyukur, tahun 2026 ini menjadi tahun dengan angka penebusan tertinggi. Namun, kondisi ini juga menuntut kami untuk memberikan pelayanan ekstra kepada para petani,” kata Aidil.

      Lonjakan serapan terlihat signifikan pada komoditas urea. Pada Januari 2026, penebusan mencapai 1.970 ton, naik tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1.282 ton. Tren kenaikan serupa terjadi pada bulan April; di mana pada April 2024 serapan hanya 380 ton, naik menjadi 955 ton pada 2025, dan melonjak hingga 1.900 ton pada April 2026.

      “Hal ini menjadi indikator bahwa dorongan indeks pertanaman di Sidrap meningkat tajam. Tingginya penebusan mencerminkan animo dan semangat yang kuat dari petani untuk segera bercocok tanam,” urainya.

      Secara akumulatif, dari total alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Sidrap sebesar 58.780 ton, hingga Mei ini telah tersalurkan sebanyak 15.713 ton atau berkisar 26%. Puncak permintaan terjadi dalam dua minggu terakhir seiring dengan tingginya curah hujan, terutama di wilayah-wilayah lahan yang sebelumnya ditanami jagung.

      Permintaan tertinggi tercatat berada di Kecamatan Watang Pulu (khususnya Desa Buae), Kecamatan Panca Lautang (Desa Cenrana dan Carawali), serta Kecamatan Pitu Riase (wilayah Compong dan Batu). Tingginya permintaan ini membuat perputaran stok di gudang bergerak cepat dan langsung terdistribusi ke tingkat petani.

      Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pupuk Indonesia intensif berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta Bagian Ekonomi Setda Sidrap untuk memetakan wilayah prioritas distribusi berdasarkan data riil luas tanam.

      “Stok pupuk di gudang penyangga Makassar kami pastikan aman. Namun, proses distribusi di tingkat kabupaten memerlukan atensi khusus. Kami memohon arahan dari Bapak Bupati agar pembagian ke tiap kecamatan dapat berjalan proporsional sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan,” pungkas Aidil.

    8. KJI Kutuk Perusakan Kantor PWI Solok Selatan, Desak Polisi Tangkap Pelaku Hingga Aktor Intelektual!

      KJI Kutuk Perusakan Kantor PWI Solok Selatan, Desak Polisi Tangkap Pelaku Hingga Aktor Intelektual!

      PADANG.KN- Aksi perusakan terhadap kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan memantik reaksi keras dari kalangan insan pers Sumatera Barat. Tindakan premanisme yang merusak fasilitas organisasi profesi jurnalis ini dinilai sebagai bentuk intimidasi nyata terhadap kebebasan pers dan ancaman serius bagi demokrasi.

      Informasi yang dihimpun menyebutkan, kantor PWI Solok Selatan mengalami perusakan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan kaca kantor pecah dan menimbulkan keresahan di tengah insan pers yang bertugas di daerah tersebut.

      Merespons insiden kelam ini, Ketua Umum Organisasi Pers Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), Andarizal, menegaskan bahwa tindakan perusakan terhadap kantor organisasi wartawan tidak bisa dianggap sebagai persoalan kriminal biasa. Menurutnya, aksi ini merupakan simbol serangan terhadap marwah pers secara keseluruhan.

      “Ini bukan sekadar perusakan fasilitas fisik. Ini adalah simbol serangan terhadap marwah pers! Aparat penegak hukum harus bergerak cepat, cari pelaku lapangan dan bongkar dalang di baliknya. Jangan biarkan ada ruang bagi premanisme terhadap institusi pers,” tegas Andarizal dalam keterangannya di Padang, Selasa (19/5/2026).

      Andarizal menyerukan agar solidaritas insan pers di Sumatera Barat segera diperkuat. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap kasus-kasus kekerasan dan intimidasi seperti ini hanya akan membuat ruang gerak jurnalis semakin terancam di masa depan.

      “Kalau peristiwa seperti ini dibiarkan tanpa penegakan hukum yang jelas, maka intimidasi terhadap wartawan akan terus berulang. Kami dari KJI akan mengawal penuh kasus perusakan ini, dan kami mengajak seluruh insan pers untuk bersatu padu mengawal proses hukumnya,” lanjut Andarizal.

      Lebih lanjut, KJI mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Solok Selatan dan Polda Sumatera Barat, untuk segera mengambil langkah konkret dan tidak sekadar menyasar pelaku di lapangan.

      “Jangan hanya cari pelaku lapangan. Aparat juga harus mengusut siapa aktor intelektual yang menjadi dalang di belakang aksi ini. Pers tidak boleh takut, dan negara harus hadir memberikan perlindungan bagi pekerja media,” pungkasnya.

      KJI menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi terhadap institusi maupun pekerja pers berpotensi melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan ketentuan pidana dalam KUHP. KJI akan terus berkoordinasi dengan jaringan pers di Sumatera Barat guna memastikan kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. (*)

    9. Momen Haru Bupati Syaharuddin Alrif Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap

      Momen Haru Bupati Syaharuddin Alrif Lepas 387 Calon Jemaah Haji Kloter 40 Sidrap

      SIDRAP.KN—Suasana haru dan penuh doa mengiringi pelepasan calon jemaah haji Kloter 40 Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Rumah Jabatan Bupati, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin (18/5/2026).

      Pelepasan tersebut dipimpin langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang hadir sekaligus melepas keberangkatan para tamu Allah menuju Tanah Suci.

      Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, para anggota DPRD, Kapolres Sidrap Fantry Taherong, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Muhammad Syairin, serta perwakilan Forkopimda lainnya.

      Tampak pula para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, camat, hingga kepala desa yang hadir memberikan dukungan dan doa kepada para calon jemaah haji.

      Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa Kloter 40 Kabupaten Sidrap tahun ini berjumlah 387 orang.

      Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.

      “Ini adalah perjalanan suci yang penuh berkah. Saya berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, dan fokus menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

      Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemberangkatan calon jemaah haji.

      “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap yang telah membantu proses pelaksanaannya. Termasuk TNI dan Polri yang ikut mengawal dan memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” kata Syaharuddin.

      Di akhir acara, suasana haru semakin terasa ketika Bupati bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah menyalami satu per satu calon jemaah haji yang akan berangkat.

      Momen tersebut menjadi simbol doa, dukungan, dan harapan agar seluruh jemaah diberikan keselamatan serta kemudahan selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

      Dengan keberangkatan Kloter 40 ini, seluruh rangkaian pemberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Sidrap untuk musim haji tahun ini telah rampung.

      Sebelumnya, jemaah yang tergabung dalam tahap pertama atau Kloter 2 Embarkasi Makassar sebanyak 387 jemaah telah lebih dahulu dilepas pada Selasa, 21 April 2026 lalu.

    10. Pemkab Sidrap dan Apindo Jajaki Kolaborasi Strategis Kembangkan Investasi Daerah

      Pemkab Sidrap dan Apindo Jajaki Kolaborasi Strategis Kembangkan Investasi Daerah

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menerima audiensi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin (18/5/2026) malam.

      Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi strategis guna membahas potensi daerah dan peluang investasi di Kabupaten Sidrap.

      Dalam kegiatan ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Fajri Salman, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP), Andi Nirwan Ranggong.

      Syaharuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta undangan diskusi dari pihak Apindo. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha sangat krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

      “Kami menyambut baik diskusi ini sebagai langkah konkret untuk membangun kolaborasi demi kemajuan Sidrap,” ujar Syaharuddin.

      Bupati selanjutnya memaparkan sejumlah potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Sidrap. Pada sektor energi, Sidrap dikenal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang menjadi salah satu ikon pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

      Selain energi, sektor pertanian dan perkebunan juga dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Selama ini, Sidrap konsisten menyandang predikat sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Sulawesi Selatan dengan hasil bumi yang melimpah.

      Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan pembahasan berbagai peluang investasi berbasis potensi lokal.

      Melalui audiensi ini, kedua belah pihak berharap dapat membuka ruang kerja sama baru yang berdampak positif langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap.