Penulis: Jumadi

  • Ratu Nurhilma Thalita Kembali Bersinar di Sulawesi Barat, Tembus Top 3 Festival Sutra Mandar

    Ratu Nurhilma Thalita Kembali Bersinar di Sulawesi Barat, Tembus Top 3 Festival Sutra Mandar

    POLMAN.KN— Talenta muda asal Kabupaten Sidrap, Ratu Nurhilma Thalita, kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia catwalk. Gadis muda berbakat tersebut sukses bersinar di ajang Culture Festival Mandar yang digelar di Lapangan Sport Center Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Kamis malam (14/5/2026).

    Pada ajang bertema gaun malam glamor yang dipadukan dengan sutra Mandar itu, Ratu tampil memukau mengenakan balutan gaun sutra Mandar warna ungu blink dengan sentuhan makeup Shakila Hadid yang membuat penampilannya terlihat anggun dan elegan di atas panggung.

    Mewakili Kabupaten Sidrap, Ratu berhasil masuk Top 3 dan menerima apresiasi dari panitia pelaksana berupa trofi, sertifikat, serta uang pembinaan.

    Penampilan Ratu yang percaya diri dengan catwalk yang matang sukses mencuri perhatian dewan juri dan penonton yang memadati arena lomba. Sorakan dukungan pun terdengar sepanjang dirinya tampil di atas panggung.
    Prestasi tersebut kembali membuktikan bahwa talenta muda Sidrap di bidang catwalk mampu diperhitungkan, baik di tingkat regional maupun nasional.

    Ratu yang merupakan gadis berdarah Bugis, Sunda, dan Jawa Barat ini adalah putri tunggal pasangan Lukman dan Sumiati asal Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu. Meski masih duduk di bangku kelas 7, Ratu telah mengoleksi berbagai prestasi di bidang seni maupun olahraga taekwondo.

    Adapun sederet prestasi yang pernah diraihnya antara lain:
    Medali emas taekwondo putri kategori pracadet tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Open Tournament Poltek tahun 2023.

    Medali emas taekwondo putri kategori pracadet tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Open Tournament Tamarunang tahun 2024.
    Medali emas Turnamen Unhas Cup tingkat nasional di Makassar tahun 2024.
    Bersama tim meraih juara harapan 1 Pocil tingkat Polda Sulawesi Selatan tahun 2024.
    Juara harapan 1 Ana Dara Malebbi Kabupaten Sidrap tahun 2025.

    Juara The Best Make Up Ana Dara Malebbi Sulawesi Selatan di Makassar tahun 2025.
    Runner Up 1 Wonderful Model Indonesia tingkat nasional di Jakarta tahun 2025.
    Runner Up 1 Wadah Kreasi Seni Sidrap tahun 2025.

    Runner Up 1 Model Colour Full UMKM Saromase Sidrap tahun 2025.
    Winner atau juara 1 Fashion Show MTsN 2 Sidrap.

    Runner Up 1 Anniversary Gemmes Squad Sidrap tahun 2026.
    Runner Up 2 Pemilihan Putra Putri Sutra Mandar Sulawesi Barat tahun 2026.

    Meski terbilang baru di dunia catwalk, Ratu membuktikan bahwa kerja keras dan kemauan kuat mampu membuka jalan menuju prestasi.
    “Ini salah satu hal positif yang bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak yang ingin berprestasi agar tetap optimistis,” ujar Ratu di sela kegiatan tadi malam di Polman.

    Selain aktif di dunia modeling dan olahraga, Ratu juga dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah, baik di bidang olahraga, seni, maupun memperdalam kemampuan bahasa Inggris.

    Ratu mengaku tidak menyangka bisa masuk Top 3 pada ajang tersebut karena baru pertama kali mengikuti event Sutra Mandar yang diikuti banyak peserta berbakat dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

    “Saya tidak menyangka bisa tembus Top 3. Awalnya sempat ragu ikut, tapi berkat dukungan Bee Manajemen dan Kak Oji yang selalu memberikan semangat, akhirnya saya siap bersaing dengan model-model berprestasi di Sulawesi Barat. Terima kasih Kak Oji,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selama ini terus memberikan dukungan penuh, baik waktu maupun materi.
    “Terima kasih juga untuk kedua orang tua saya yang tidak henti-hentinya mendukung saya. Semoga ke depan saya bisa lebih sukses lagi,” tutup Ratu.

  • Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Setiba dari Jakarta

    Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Setiba dari Jakarta

    SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan komitmen pelayanan publik dengan meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026) dini hari.

    Kunjungan mendadak ini dilakukan sesaat setelah ia tiba dari perjalanan dinas di Jakarta.

    Dalam pemantauan tersebut, Bupati didampingi oleh Camat Tellu Limpoe, Ridwan Bachtiar, serta sejumlah pihak terkait.

    Bupati menyisir area pemukiman yang terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai pusar orang dewasa.

    Mengenakan seragam BPBD, Syaharuddin berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak guna memastikan keselamatan mereka di tengah cuaca ekstrem.

    Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

    “Petugas gabungan telah diinstruksikan untuk siaga 24 jam. Evakuasi di titik rawan serta penyaluran logistik dan obat-obatan harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegas Syaharuddin.

    Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga sedang mematangkan rencana solusi permanen untuk meminimalisasi risiko banjir di wilayah Amparita.

    Aksi tanggap darurat ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan optimal hingga situasi kembali kondusif.

  • Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

    Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

    SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, membuka gelaran Sidrap Open Tournament Pickleball Cahaya Mario Cup 2026.

    Pembukaan berlangsung di Lapangan Pickleball Bambu Runcing Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (14/5/2026).

    Acara turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, perwakilan Kejaksaan Negeri Sidrap, Camat Panca Rijang Faradilla Bakri, serta jajaran pengurus Indonesia Pickleball Federation (IPF) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidrap.

    Dalam sambutannya, Nurkanaah memberikan apresiasi tinggi dan menyambut hangat para atlet yang datang dari berbagai penjuru.

    Ia berharap turnamen ini menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memajukan semangat olahraga di masyarakat.

    “Selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi momentum untuk memperkenalkan Kabupaten Sidrap lebih luas lagi,” ujar Nurkanaah.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan seluruh pihak yang telah mendukung teknis pelaksanaan kegiatan hingga dapat berjalan dengan baik.

    Selain fokus pada kompetisi, Nurkanaah mengajak masyarakat, khususnya warga Rappang, untuk menjaga fasilitas olahraga yang tersedia.

    Ia menekankan pentingnya menjadi tuan rumah yang ramah bagi para tamu dari luar daerah.

    “Saya berharap masyarakat dapat mendukung dan membantu menjaga fasilitas yang ada, serta menjadi tuan rumah yang baik agar orang merasa senang datang ke Kabupaten Sidrap,” tambahnya.

    Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 527 pasang peserta telah mendaftar untuk berbagai kategori pertandingan.

    Para peserta tersebut berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan hingga peserta dari luar provinsi.

    Prosesi pembukaan ditandai dengan pertandingan ekshibisi yang diikuti oleh Wakil Bupati Sidrap bersama para tamu undangan.

    Menariknya, acara ini juga dirangkaikan dengan aksi makan telur bersama sebagai simbol kebersamaan serta dukungan terhadap kampanye pola hidup sehat.

  • Lurah Baula Kembali Tunjukkan Kepedulian, Sigap Tangani Banjir di Lingkungan I Lapunranga

    Lurah Baula Kembali Tunjukkan Kepedulian, Sigap Tangani Banjir di Lingkungan I Lapunranga

    SIDRAP.KN— Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Lurah Baula, Junaidi, yang selalu hadir di tengah warga meski di hari libur maupun tanggal merah. Setiap ada laporan dari masyarakat, dirinya langsung turun ke lapangan untuk memastikan persoalan segera ditangani.Kamis, 14/5/2026.

    Seperti yang terjadi di Lingkungan I Lapunranga, Kelurahan Baula, sejak malam hari wilayah tersebut diguyur hujan deras yang mengakibatkan beberapa saluran air tersumbat. Kondisi itu menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami genangan air.

    Mengetahui adanya laporan warga, Junaidi langsung mendatangi lokasi pada pagi hari untuk menemui masyarakat yang terdampak banjir sekaligus memantau kondisi saluran air yang tersumbat.

    Dalam kesempatan tersebut, Junaidi mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terlebih saat musim hujan tiba.

    “Kesadaran masyarakat sangat diperlukan, apalagi sekarang musim hujan. Harapan saya, sampah dibuang pada tempatnya agar saluran air tidak tersumbat dan banjir bisa dicegah,” ujarnya.

    Turut hadir Kepala Lingkungan I, Basri, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lurah Baula atas kepeduliannya kepada masyarakat.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Lurah yang selalu hadir di tengah masyarakat setiap ada kendala atau persoalan yang dihadapi warga,” ungkap Basri.

    Selain itu, beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir juga ikut bergotong royong bersama aparat kelurahan untuk membersihkan dan memperbaiki saluran air agar aliran kembali lancar dan genangan cepat surut.(MD)

  • Menteri Bappenas Terkejut, Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Melonjak Jadi Tertinggi di Sulsel

    Menteri Bappenas Terkejut, Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Melonjak Jadi Tertinggi di Sulsel

    JAKARTA. KN— Audiensi Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Menteri PPN/Kepala BAPPENAS RI, Prof. Rachmat Pambudy, pada Rabu (13/5/2026) berlangsung di luar kebiasaan. Pertemuan yang digelar di Jakarta itu berubah menjadi forum pembuktian capaian pembangunan Kabupaten Sidrap yang disebut-sebut mengalami lonjakan luar biasa dalam waktu singkat.

    Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan langsung berbagai capaian strategis daerah didampingi Sekretaris Daerah, Kepala BAPPERIDA, dan Tim Ahli Bupati. Presentasi tersebut bahkan membuat Menteri PPN/Kepala Bappenas harus menghubungi langsung Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, guna mengonfirmasi data pertumbuhan ekonomi Sidrap yang dinilai sangat mencengangkan.

    Bagaimana tidak, Sidrap yang pada 2024 berada di posisi ke-21 pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan, kini melesat menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan angka realisasi mencapai 7,71 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.

    Capaian itu disebut sebagai hasil kerja nyata di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif yang dikenal energik, merakyat, dan fokus pada penguatan sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi daerah.

    Dalam sambungan telepon tersebut, Kepala BPS RI membenarkan bahwa Kabupaten Sidrap saat ini tengah mengalami pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurutnya, sektor pertanian menjadi faktor penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Kabupaten Sidrap memang sedang tumbuh secara inklusif. Pertanian menjadi driven factor utama economic growth yang mendapat perhatian serius dari Bupati Sidrap sehingga memberikan efek berantai yang luar biasa,” ungkap Amalia Adininggar Widyasanti.

    Dampak pertumbuhan itu terlihat dari angka kemiskinan yang berhasil ditekan hingga berada di level 4,91 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap kini mencapai angka 75,49 dengan status tinggi.

    Tak hanya itu, kesejahteraan masyarakat juga disebut mengalami peningkatan signifikan. Kepala BPS RI mengaku telah melihat langsung kondisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Sidrap beberapa waktu lalu.

    Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Sidrap justru mampu bertahan dan tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian. Nilai produksi padi yang sebelumnya berkisar Rp2 triliun kini melonjak drastis hingga mencapai Rp4,6 triliun.

    Selain sektor beras, produksi telur Sidrap yang mencapai 5 juta butir per hari juga menjadi perhatian khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas. Produksi tersebut dinilai sangat strategis dalam mendukung program nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Melihat capaian tersebut, tidak berlebihan jika dua kementerian di tingkat nasional mulai menaruh perhatian besar kepada Kabupaten Sidrap. Daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo itu kini diproyeksikan menjadi daerah percontohan nasional sebagai lumbung beras Indonesia, lumbung telur Indonesia, sekaligus kawasan pengembangan energi terbarukan nasional.

  • Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

    Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

    SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik cair (POC) yang murah, mudah dibuat, dan bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah pengurus Poktan Lembangnge, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dengan pendampingan Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP.

    Dalam penyampaian materinya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa air cucian beras memiliki kandungan karbohidrat, vitamin B1, fosfor, kalium, nitrogen, serta bakteri Pseudomonas fluorescens yang sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit.

    Mereka menerangkan, air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman karena mengandung unsur hara seperti N, P, K, kalsium, magnesium, besi, dan zinc meski dalam jumlah kecil. Kandungan vitamin B1 di dalamnya juga mampu membantu mengurangi stres tanaman, terutama setelah proses pindah tanam.

    Selain itu, air cucian beras juga dapat merangsang pertumbuhan mikroba baik di dalam tanah, membantu perkembangan akar, serta memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.

    Dalam praktiknya, mahasiswa Polbangtan Gowa memperagakan dua metode pembuatan POC air cucian beras, yakni metode sederhana yang langsung digunakan setelah didiamkan semalam, dan metode fermentasi menggunakan tambahan molase atau gula merah serta EM4 pertanian agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama.

    “Bahan ini sangat mudah didapat karena berasal dari limbah dapur rumah tangga. Selain hemat biaya, penggunaan pupuk organik cair dari air cucian beras juga baik untuk kesehatan tanah dalam jangka panjang,” ujar salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa.

    Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, mengapresiasi inovasi sederhana yang diperkenalkan mahasiswa kepada petani. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan alami seperti air cucian beras dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

    Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini terus dilakukan agar petani semakin memahami cara budidaya ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka.

    Kegiatan tersebut mendapat antusias dari pengurus dan anggota kelompok tani karena dinilai mudah diterapkan, murah, dan bermanfaat untuk berbagai jenis tanaman sayuran maupun tanaman hias.(MD)

  • Program IP300 Jadi Andalan, Bupati Sidrap Minta Dukungan Pusat untuk Sektor Pertanian

    Program IP300 Jadi Andalan, Bupati Sidrap Minta Dukungan Pusat untuk Sektor Pertanian

    JAKARTA.KN— Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memanfaatkan momentum audiensi bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, untuk memaparkan secara langsung program strategis IP300 yang digagas Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

    Pertemuan yang berlangsung selama sekitar satu jam itu digelar di Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam audiensi tersebut, Bupati Sidrap didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Bapperida, dan Kabag Umum.

    Di hadapan Menteri Bappenas, Syaharuddin Alrif menjelaskan kesiapan Sidrap menjadi kawasan sentra pangan nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai lumbung beras Indonesia melalui program Intensitas Pertanaman 300 (IP300).

    Program IP300 sendiri merupakan upaya peningkatan produktivitas pertanian dengan pola tanam tiga kali dalam setahun guna memaksimalkan potensi lahan pertanian yang dimiliki Kabupaten Sidrap.

    “Satu jam bersama Menteri Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, kami memaparkan program IP300 dan bagaimana Sidrap terus didorong menjadi lumbung beras Indonesia serta kawasan sentra pangan nasional,” ujar Syaharuddin Alrif.

    Menurutnya, sektor pertanian menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat Sidrap. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk memperkuat infrastruktur pertanian, sistem irigasi, modernisasi alat pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

    Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin juga meminta doa dan dukungan agar berbagai program pembangunan di Sidrap dapat berjalan lancar demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Doakan semoga lancar supaya Sidrap semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ucapnya.

    Audiensi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperjuangkan berbagai program prioritas daerah agar mendapat perhatian pemerintah pusat, khususnya dalam sektor pangan yang kini menjadi fokus utama pembangunan nasional.

    Dengan potensi pertanian yang besar dan produktivitas yang terus meningkat, Sidrap optimistis mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional yang berkontribusi besar terhadap kebutuhan beras Indonesia. (*)

  • Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

    Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

    SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kegiatan edukasi pertanian kepada petani terkait teknik pengendalian hama tikus menggunakan pestisida nabati (pesnab) berbahan dasar bawang putih.

    Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus Poktan Jompie, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
    Kegiatan ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, serta Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu.

    Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa bawang putih cukup ampuh digunakan untuk mengusir tikus karena mengandung senyawa allicin yang memiliki aroma menyengat sehingga membuat tikus tidak nyaman berada di area persawahan maupun gudang penyimpanan hasil panen.

    Pesnab bawang putih dibuat menggunakan bahan sederhana, yakni 100 gram bawang putih, 1 liter air, dan 1 sendok makan sabun cair atau detergen sebagai perekat agar larutan dapat menempel lebih lama pada tanaman dan area yang disemprot.

    Adapun cara pembuatannya dimulai dengan menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta, kemudian dicampur dengan air dan didiamkan selama 12 hingga 24 jam agar kandungan allicin keluar secara maksimal. Setelah itu larutan disaring dan ditambahkan sabun cair sebelum dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Mahasiswa juga mempraktikkan langsung beberapa metode aplikasi di lapangan, seperti menyemprot jalur aktif tikus, mengocorkan larutan ke lubang aktif, hingga membuat pagar hidup alami menggunakan bawang putih yang dibungkus kain kasa dan digantung di sekitar pematang sawah.

    Menurut mereka, penggunaan pesnab bawang putih memiliki banyak kelebihan karena murah, ramah lingkungan, aman bagi predator alami seperti burung hantu, dan tidak meninggalkan residu berbahaya di tanah. Namun demikian, petani juga diingatkan bahwa metode ini bersifat mengusir sehingga perlu dilakukan secara rutin, terutama setelah hujan.

    Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, mengapresiasi kegiatan mahasiswa Polbangtan Gowa yang dinilai mampu memberikan edukasi sederhana namun bermanfaat bagi petani dalam menghadapi serangan hama tikus secara alami dan ramah lingkungan.

    Sementara itu, Yanto Arbanu berharap inovasi pestisida nabati seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.(*)

  • Cegah Narkoba Sejak Dini, Puluhan Pelajar SMAN 2 Sidrap Ikuti Edukasi Khusus di Ditresnarkoba Polda Sulsel

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Puluhan Pelajar SMAN 2 Sidrap Ikuti Edukasi Khusus di Ditresnarkoba Polda Sulsel

    MAKASSAR.KN— Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada generasi muda.

    Sebanyak 54 siswa SMAN 2 Sidrap mengikuti kunjungan edukasi anti narkoba di Ditresnarkoba Polda Sulsel, Senin (12/5/2026), yang berlangsung di Aula/Ruang Gelar Perkara Ditresnarkoba Polda Sulsel, Makassar.

    Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WITA itu disambut langsung oleh Kabag Binops Ditresnarkoba Polda Sulsel, KOMPOL Sugeng, didampingi Kasubbag Binops bersama personel Ditresnarkoba Polda Sulsel.

    Dalam sambutannya, KOMPOL Sugeng menyampaikan apresiasi atas kunjungan para pelajar dari Kabupaten Sidrap sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pencegahan narkoba sejak dini.

    Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam melawan peredaran gelap narkotika yang kini semakin menyasar kalangan pelajar.

    Selain memberikan edukasi mengenai berbagai modus baru peredaran narkoba, pihak Ditresnarkoba juga memaparkan bahaya penggunaan psikotropika terhadap kesehatan maupun masa depan generasi muda. Para siswa pun diajak menjadi “Duta Anti Narkoba” di lingkungan sekolah masing-masing.

    Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif. Para siswa mendapatkan paparan materi terkait jenis-jenis narkoba, dampak kesehatan, hingga ancaman hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Tidak hanya itu, peserta juga diajak meninjau ruang laboratorium forensik dan ruang penyimpanan barang bukti narkoba milik Ditresnarkoba Polda Sulsel.

    Antusiasme siswa terlihat saat sesi dialog interaktif bersama para penyidik Ditresnarkoba. Berbagai pertanyaan seputar bahaya narkoba, cara menghindari pergaulan negatif, hingga langkah melapor jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar menjadi topik diskusi yang menarik perhatian peserta.

    Pendamping/Sekretaris KBN Mappadeceng Satresnarkoba Polres Sidrap, AIPTU Hendra menyampaikan bahwa kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di depan gedung Ditresnarkoba Polda Sulsel sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol komitmen bersama memerangi narkoba.

    “Dari hasil kegiatan tersebut, seluruh siswa memperoleh pemahaman langsung mengenai bahaya narkoba dan peran Polri dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika,” ucapnya.

    Selain itu, terjalin komunikasi positif antara Ditresnarkoba Polda Sulsel dengan pelajar SMAN 2 Sidrap guna membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dari narkoba.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.

    Kunjungan edukatif ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda agar menjauhi narkoba sekaligus memperkuat citra Polri yang humanis, edukatif, dan dekat dengan masyarakat. (*)

  • Ketua Prodi Pascasarjana UMS Rappang Dilapor ke Polisi, Diduga Aniaya Guru yang Tagih Gaji

    Ketua Prodi Pascasarjana UMS Rappang Dilapor ke Polisi, Diduga Aniaya Guru yang Tagih Gaji

    MAKASSAR.KN— Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan setelah seorang akademisi bergelar doktor dilaporkan ke pihak kepolisian terkait dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang perempuan yang akrab disapa Fina.

    Terlapor diketahui berinisial AS yang disebut menjabat sebagai Ketua Prodi Pascasarjana Bahasa Inggris UMS Rappang sekaligus Ketua Yayasan di Makassar.

    Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026, di ruang kepala sekolah sebuah yayasan pendidikan di Makassar.

    Insiden diduga dipicu saat korban mempertanyakan keterlambatan pembayaran gaji para guru kepada pihak yayasan.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pertanyaan tersebut diduga memancing emosi terlapor hingga terjadi cekcok di dalam ruangan.

    Korban mengaku mengalami perlakuan kasar berupa pelemparan gelas, diludahi, hingga dilempari piring yang mengenai bagian kepalanya.

    “Saya hanya datang menanyakan soal gaji para guru yang belum dibayarkan. Tiba-tiba Ketua Yayasan Dr. Andi Sadappotto marah-marah dan mengatakan masih banyak utang. Karena saya bertanya lebih lanjut, beliau tambah marah dan melempari gelas serta meludahi wajah saya. Setelah itu lanjut melempari saya dengan piring dua kali hingga kepala saya terluka,” ujar Fina seperti yang dikutip dari mediagempaindonesia.com, Selasa 12 Mei 2026.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami luka di bagian kepala dan merasa keberatan atas perlakuan yang diterimanya.

    Fina kemudian melaporkan insiden itu ke Polsek Tamalate Makassar guna mendapatkan perlindungan hukum dan proses lebih lanjut.

    Kasus ini pun menyita perhatian publik karena melibatkan sosok akademisi dan tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan dalam menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan profesional.

    Dalam laporan tersebut, terlapor diduga dapat dijerat sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), di antaranya Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan apabila terbukti menyebabkan luka, serta Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang disertai ancaman atau kekerasan.

    Selain itu, tindakan meludahi korban juga berpotensi dikaitkan dengan Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan apabila dianggap menyerang kehormatan seseorang.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian disebut masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan kronologi lengkap kejadian tersebut.

    Belum ada penjelasan resmi dari pihak UMS Rappang terkait kasus yang melibatkan Ketua Prodi Pascasarjana itu. (*)

  • Diduga Jadi Otak Penipuan Jual Beli Sawah Rp300 Juta, Andi Rusdi Akhirnya Ditahan Polisi

    Diduga Jadi Otak Penipuan Jual Beli Sawah Rp300 Juta, Andi Rusdi Akhirnya Ditahan Polisi

    SIDRAP. KN— Setelah sempat menjalani rawat jalan karena alasan kesehatan, Andi Rusdi yang diduga menjadi otak dalam kasus penipuan jual beli sawah di wilayah Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, akhirnya resmi ditahan di Mapolres Sidrap usai ditetapkan sebagai tersangka.

    Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Sidrap melakukan serangkaian pemeriksaan terkait dugaan penipuan transaksi lahan sawah yang menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp300 juta.

    Selain Andi Rusdi, tersangka lainnya yakni H. Abidin sebelumnya lebih dulu ditahan di Rumah Tahanan Mapolres Sidrap guna menjalani proses pemeriksaan lanjutan dalam perkara yang sama.

    Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick Ambarita, membenarkan bahwa kedua tersangka kini telah resmi ditahan.

    “Ya, keduanya sudah ditahan,” singkat Welfrick saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Mei 2026.

    Kasus ini bermula dari transaksi jual beli lahan sawah yang diketahui masih berstatus sengketa. Pelapor bernama Rian Saputra, warga Tanru Tedong, mengaku telah menyerahkan uang muka sebesar Rp300 juta kepada para tersangka pada tahun 2023.

    Namun hingga memasuki tahun 2026, lahan sawah yang dijanjikan tidak kunjung berpindah kepemilikan sebagaimana kesepakatan awal. Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polres Sidrap pada Maret 2026.

    Dalam proses penyelidikan, penyidik menemukan adanya aliran dana hasil transaksi yang diduga dibagi kepada dua tersangka. Andi Rusdi disebut menerima sekitar Rp250 juta, sedangkan H. Abidin menerima Rp50 juta.

    Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan transaksi lahan bernilai besar dan diduga dilakukan terhadap objek tanah yang masih bermasalah secara hukum.

    Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Sidrap masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut. (*)

  • Kasat Reskrim Polres Sidrap Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Pelapor FR Sesuai SOP

    Kasat Reskrim Polres Sidrap Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Pelapor FR Sesuai SOP

      SIDRAP. KN— Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick, Menjawab isu adanya Permintaan sesuatu oleh Penyidik dan tidak transparan dalam penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan yang dilaporkan oleh Sdri. FR alias SK pada 12 September 2025. Welfrick menjelaskan perkara tersebut telah dihentikan melalui mekanisme gelar perkara karena dinilai tidak memiliki cukup bukti. Hasil penghentian penyelidikan itu juga telah disampaikan kepada pelapor melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

      “Perkara tersebut telah kami hentikan penyelidikannya melalui mekanisme gelar perkara karena tidak cukup bukti. SP2HP juga telah kami berikan kepada pelapor dan kami arahkan untuk membuat laporan polisi baru. Isu yang sengaja disebar tidak ada kaitannya dengan proses penanganan perkara” ujarnya.

      Terkait laporan baru yang telah diterima, Welfrick menegaskan bahwa penyidik masih melakukan proses penyelidikan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2019. “Laporan telah kami terima dan diterbitkan STPL. Saat ini proses penyelidikan masih berjalan dan penyidik terus melakukan pengumpulan alat bukti,” jelasnya.

      Ia juga menegaskan bahwa SP2HP hanya diberikan kepada pelapor atau kuasa hukum yang sah. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pelapor maupun kuasa hukumnya yang secara resmi meminta perkembangan perkara tersebut. “Beberapa pihak diluar pelapor dan kuasa hukumnya sempat meminta dokumen tersebut dengan mengatasnamakan kepentingan tertentu. Namun kami hanya melayani pihak yang memiliki hak sesuai prosedur,” katanya.

      Disisi lain saat ini penyidik Sat. Reskrim Polres Sidrap juga tengah serius menangani Belasan laporan polisi dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terlapornya adalah sdri. FR als. SK dengan total kerugian yang di alami oleh pelapor secara keseluruhan mencapai Ratusan Juta Rupiah . “Dari belasan laporan para pelapor mengaku mengalami kerugian yang bervariasi namun jika di kalkulasikan berdasarkan LP yang kami terima mencapai Ratusan Juta,  Namun hal tersebut perlu kami dalami lebih lanjut. Termasuk di dalamnya  beberapa LP yang telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk segera kami tingkatkan ke tahap penyidikan” sambung Welfrick

      Di akhir keterangannya, AKP Welfrick menegaskan bahwa apabila terdapat dugaan oknum penyidik bertindak diluar aturan, pihak yang merasa dirugikan dipersilahkan melapor melalui jalur resmi Propam Polri. “Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan terkait dugaan permintaan dana maupun fasilitas tertentu, silahkan melaporkannya kepada Propam untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya.