Kategori: Sidrap

  • Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

    Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

    SIDRAP.KN—Tanpa kenal lelah, sejak pagi hingga larut malam, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin langsung proses pembersihan drainase di sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026).

    Bupati turun ke lapangan bersama Dinas PSDA, Biciptapera, BPBD, Satpol PP dan Damkar, PDAM, Dinas Sosial, TNI, Polri, aparat kecamatan, dan unsur lainnya untuk mengangkat lumpur serta sampah yang menyumbat saluran air.

    Fokus pembersihan dilakukan di titik-titik kritis yang menjadi penyebab genangan saat hujan deras mengguyur.

    Hingga pukul 23.00 WITA, Bupati masih berada di lokasi untuk memastikan alat berat bekerja maksimal. Ia juga memantau langsung pegawai PDAM yang menertibkan pipa-pipa penyebab tersumbatnya drainase.

    “Saya tidak akan pulang sebelum saluran ini benar-benar lancar. Kalau drainase tersumbat, air pasti meluap. Jadi harus tuntas malam ini,” tegas Syaharuddin di sela kegiatan.

    Ia menginstruksikan petugas untuk segera memindahkan dan menata ulang pipa PDAM yang melintang di tengah saluran.

    Setelah berjam-jam bekerja sejak pagi, tim gabungan akhirnya berhasil menembus sumbatan utama drainase yang menjadi penyebab banjir.

    “Akhirnya sumbatan utama yang mengakibatkan banjir di Kelurahan Toddang Pulu, Baula, Arateng, dan Amparita bisa kita tembuskan,” ujar Syaharuddin.

    Dari dalam saluran, petugas mengangkat tumpukan sampah yang sudah lama tertimbun. Hasilnya, kurang lebih dua truk sampah berhasil dikeluarkan dari bawah drainase.

    Sampah yang ditemukan didominasi oleh plastik, kayu, dan material rumah tangga yang dibuang sembarangan ke saluran air. Kondisi ini yang membuat air tidak bisa mengalir saat hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir.

    Oleh karena itu, Bupati Syaharuddin Alrif mengimbau seluruh pihak untuk peduli dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

    “Pertama, tidak buang sampah lagi ke drainase. Kedua, kalau ada acara atau ada sampah, silakan hubungi pihak kecamatan, nanti sampahnya dijemput. Ketiga, drainase dan got di depan rumah masing-masing kita bersihkan supaya Amparita terbebas dari banjir lagi,” jelasnya.

    Syaharuddin juga menyampaikan terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

    “Terima kasih semuanya. Akhirnya titik krusial ini bisa kita atasi. Semoga nanti tidak terdampak lagi banjir dan genangan yang tinggi di Kecamatan Tellu Limpoe, meliputi Baula, Toddang Pulu, Arateng, dan Amparita,” pungkas Syaharuddin.

  • Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit Pasca Banjir di Sidrap

    Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Parit Pasca Banjir di Sidrap

      SIDRAP.KN- Pasca banjir yang melanda Kecamatan Tellu limpoe Kabupaten Sidrap, jajaran kepolisian bersama masyarakat dan stakeholder terkait bergerak cepat melakukan upaya pemulihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong membersihkan tumpukan sampah di saluran irigasi Kecamatan Amparita Kabupaten Sidrap

      Atas instruksi Kapolres Sidrap Akbp Fantry Taherong Personel Polres Sidrap bersama warga kompak terjun membersihkan saluran irigasi dari kotoran sampah yang menumpuk. Dengan semangat kebersamaan, prosesi pembersihan dipimpin langsung oleh Kabag Ops beserta anggotanya bahu-membahu mengangkat kotoran serta menata kembali saluran irigasi yang tersumbat

      Kabag Ops Kompol Galigo Suryadi dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

      “Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu proses pemulihan pasca bencana. Melalui gotong royong ini, kami berharap dapat meringankan beban warga serta mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat seperti sediakala,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/26) petang

      Ia juga mengapresiasi sinergi antara personel Kepolisian, Damkar, BPD, pemerintah setempat dan warga masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan serta kepedulian yang tinggi. Tak lupa Galigo juga mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah di saluran irigasi yang dapat menyebabkan penyumbatan dan banjir saat hujan turun

      “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah rumah tangga ke saluran air yang dapat menyebabkan banjir mengingat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi” lanjutnya

      Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Dengan semangat tersebut, diharapkan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali seperti semula

    1. Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Setiba dari Jakarta

      Gerak Cepat, Bupati Sidrap Tinjau Banjir Amparita Setiba dari Jakarta

      SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menunjukkan komitmen pelayanan publik dengan meninjau langsung lokasi banjir di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026) dini hari.

      Kunjungan mendadak ini dilakukan sesaat setelah ia tiba dari perjalanan dinas di Jakarta.

      Dalam pemantauan tersebut, Bupati didampingi oleh Camat Tellu Limpoe, Ridwan Bachtiar, serta sejumlah pihak terkait.

      Bupati menyisir area pemukiman yang terendam air dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai pusar orang dewasa.

      Mengenakan seragam BPBD, Syaharuddin berinteraksi langsung dengan warga yang terdampak guna memastikan keselamatan mereka di tengah cuaca ekstrem.

      Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

      “Petugas gabungan telah diinstruksikan untuk siaga 24 jam. Evakuasi di titik rawan serta penyaluran logistik dan obat-obatan harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegas Syaharuddin.

      Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga sedang mematangkan rencana solusi permanen untuk meminimalisasi risiko banjir di wilayah Amparita.

      Aksi tanggap darurat ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang berharap penanganan dampak banjir dapat berjalan optimal hingga situasi kembali kondusif.

    2. Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

      Diikuti Ratusan Pasang Peserta, Turnamen Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Dimulai

      SIDRAP.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, membuka gelaran Sidrap Open Tournament Pickleball Cahaya Mario Cup 2026.

      Pembukaan berlangsung di Lapangan Pickleball Bambu Runcing Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kamis (14/5/2026).

      Acara turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, perwakilan Kejaksaan Negeri Sidrap, Camat Panca Rijang Faradilla Bakri, serta jajaran pengurus Indonesia Pickleball Federation (IPF) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidrap.

      Dalam sambutannya, Nurkanaah memberikan apresiasi tinggi dan menyambut hangat para atlet yang datang dari berbagai penjuru.

      Ia berharap turnamen ini menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memajukan semangat olahraga di masyarakat.

      “Selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi momentum untuk memperkenalkan Kabupaten Sidrap lebih luas lagi,” ujar Nurkanaah.

      Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor dan seluruh pihak yang telah mendukung teknis pelaksanaan kegiatan hingga dapat berjalan dengan baik.

      Selain fokus pada kompetisi, Nurkanaah mengajak masyarakat, khususnya warga Rappang, untuk menjaga fasilitas olahraga yang tersedia.

      Ia menekankan pentingnya menjadi tuan rumah yang ramah bagi para tamu dari luar daerah.

      “Saya berharap masyarakat dapat mendukung dan membantu menjaga fasilitas yang ada, serta menjadi tuan rumah yang baik agar orang merasa senang datang ke Kabupaten Sidrap,” tambahnya.

      Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 527 pasang peserta telah mendaftar untuk berbagai kategori pertandingan.

      Para peserta tersebut berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan hingga peserta dari luar provinsi.

      Prosesi pembukaan ditandai dengan pertandingan ekshibisi yang diikuti oleh Wakil Bupati Sidrap bersama para tamu undangan.

      Menariknya, acara ini juga dirangkaikan dengan aksi makan telur bersama sebagai simbol kebersamaan serta dukungan terhadap kampanye pola hidup sehat.

    3. Lurah Baula Kembali Tunjukkan Kepedulian, Sigap Tangani Banjir di Lingkungan I Lapunranga

      Lurah Baula Kembali Tunjukkan Kepedulian, Sigap Tangani Banjir di Lingkungan I Lapunranga

      SIDRAP.KN— Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Lurah Baula, Junaidi, yang selalu hadir di tengah warga meski di hari libur maupun tanggal merah. Setiap ada laporan dari masyarakat, dirinya langsung turun ke lapangan untuk memastikan persoalan segera ditangani.Kamis, 14/5/2026.

      Seperti yang terjadi di Lingkungan I Lapunranga, Kelurahan Baula, sejak malam hari wilayah tersebut diguyur hujan deras yang mengakibatkan beberapa saluran air tersumbat. Kondisi itu menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami genangan air.

      Mengetahui adanya laporan warga, Junaidi langsung mendatangi lokasi pada pagi hari untuk menemui masyarakat yang terdampak banjir sekaligus memantau kondisi saluran air yang tersumbat.

      Dalam kesempatan tersebut, Junaidi mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terlebih saat musim hujan tiba.

      “Kesadaran masyarakat sangat diperlukan, apalagi sekarang musim hujan. Harapan saya, sampah dibuang pada tempatnya agar saluran air tidak tersumbat dan banjir bisa dicegah,” ujarnya.

      Turut hadir Kepala Lingkungan I, Basri, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lurah Baula atas kepeduliannya kepada masyarakat.

      “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Lurah yang selalu hadir di tengah masyarakat setiap ada kendala atau persoalan yang dihadapi warga,” ungkap Basri.

      Selain itu, beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir juga ikut bergotong royong bersama aparat kelurahan untuk membersihkan dan memperbaiki saluran air agar aliran kembali lancar dan genangan cepat surut.(MD)

    4. Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

      Mahasiswa Polbangtan Gowa Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

      SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan air cucian beras sebagai pupuk organik cair (POC) yang murah, mudah dibuat, dan bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

      Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah pengurus Poktan Lembangnge, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dengan pendampingan Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP.

      Dalam penyampaian materinya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa air cucian beras memiliki kandungan karbohidrat, vitamin B1, fosfor, kalium, nitrogen, serta bakteri Pseudomonas fluorescens yang sangat baik untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit.

      Mereka menerangkan, air cucian beras dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman karena mengandung unsur hara seperti N, P, K, kalsium, magnesium, besi, dan zinc meski dalam jumlah kecil. Kandungan vitamin B1 di dalamnya juga mampu membantu mengurangi stres tanaman, terutama setelah proses pindah tanam.

      Selain itu, air cucian beras juga dapat merangsang pertumbuhan mikroba baik di dalam tanah, membantu perkembangan akar, serta memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.

      Dalam praktiknya, mahasiswa Polbangtan Gowa memperagakan dua metode pembuatan POC air cucian beras, yakni metode sederhana yang langsung digunakan setelah didiamkan semalam, dan metode fermentasi menggunakan tambahan molase atau gula merah serta EM4 pertanian agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama.

      “Bahan ini sangat mudah didapat karena berasal dari limbah dapur rumah tangga. Selain hemat biaya, penggunaan pupuk organik cair dari air cucian beras juga baik untuk kesehatan tanah dalam jangka panjang,” ujar salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa.

      Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, mengapresiasi inovasi sederhana yang diperkenalkan mahasiswa kepada petani. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan alami seperti air cucian beras dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

      Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini terus dilakukan agar petani semakin memahami cara budidaya ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka.

      Kegiatan tersebut mendapat antusias dari pengurus dan anggota kelompok tani karena dinilai mudah diterapkan, murah, dan bermanfaat untuk berbagai jenis tanaman sayuran maupun tanaman hias.(MD)

    5. Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

      Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

      SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kegiatan edukasi pertanian kepada petani terkait teknik pengendalian hama tikus menggunakan pestisida nabati (pesnab) berbahan dasar bawang putih.

      Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus Poktan Jompie, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
      Kegiatan ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, serta Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu.

      Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa bawang putih cukup ampuh digunakan untuk mengusir tikus karena mengandung senyawa allicin yang memiliki aroma menyengat sehingga membuat tikus tidak nyaman berada di area persawahan maupun gudang penyimpanan hasil panen.

      Pesnab bawang putih dibuat menggunakan bahan sederhana, yakni 100 gram bawang putih, 1 liter air, dan 1 sendok makan sabun cair atau detergen sebagai perekat agar larutan dapat menempel lebih lama pada tanaman dan area yang disemprot.

      Adapun cara pembuatannya dimulai dengan menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta, kemudian dicampur dengan air dan didiamkan selama 12 hingga 24 jam agar kandungan allicin keluar secara maksimal. Setelah itu larutan disaring dan ditambahkan sabun cair sebelum dimasukkan ke dalam botol semprot.

      Mahasiswa juga mempraktikkan langsung beberapa metode aplikasi di lapangan, seperti menyemprot jalur aktif tikus, mengocorkan larutan ke lubang aktif, hingga membuat pagar hidup alami menggunakan bawang putih yang dibungkus kain kasa dan digantung di sekitar pematang sawah.

      Menurut mereka, penggunaan pesnab bawang putih memiliki banyak kelebihan karena murah, ramah lingkungan, aman bagi predator alami seperti burung hantu, dan tidak meninggalkan residu berbahaya di tanah. Namun demikian, petani juga diingatkan bahwa metode ini bersifat mengusir sehingga perlu dilakukan secara rutin, terutama setelah hujan.

      Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, mengapresiasi kegiatan mahasiswa Polbangtan Gowa yang dinilai mampu memberikan edukasi sederhana namun bermanfaat bagi petani dalam menghadapi serangan hama tikus secara alami dan ramah lingkungan.

      Sementara itu, Yanto Arbanu berharap inovasi pestisida nabati seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.(*)

    6. Diduga Jadi Otak Penipuan Jual Beli Sawah Rp300 Juta, Andi Rusdi Akhirnya Ditahan Polisi

      Diduga Jadi Otak Penipuan Jual Beli Sawah Rp300 Juta, Andi Rusdi Akhirnya Ditahan Polisi

      SIDRAP. KN— Setelah sempat menjalani rawat jalan karena alasan kesehatan, Andi Rusdi yang diduga menjadi otak dalam kasus penipuan jual beli sawah di wilayah Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, akhirnya resmi ditahan di Mapolres Sidrap usai ditetapkan sebagai tersangka.

      Penahanan tersebut dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Sidrap melakukan serangkaian pemeriksaan terkait dugaan penipuan transaksi lahan sawah yang menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp300 juta.

      Selain Andi Rusdi, tersangka lainnya yakni H. Abidin sebelumnya lebih dulu ditahan di Rumah Tahanan Mapolres Sidrap guna menjalani proses pemeriksaan lanjutan dalam perkara yang sama.

      Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick Ambarita, membenarkan bahwa kedua tersangka kini telah resmi ditahan.

      “Ya, keduanya sudah ditahan,” singkat Welfrick saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Mei 2026.

      Kasus ini bermula dari transaksi jual beli lahan sawah yang diketahui masih berstatus sengketa. Pelapor bernama Rian Saputra, warga Tanru Tedong, mengaku telah menyerahkan uang muka sebesar Rp300 juta kepada para tersangka pada tahun 2023.

      Namun hingga memasuki tahun 2026, lahan sawah yang dijanjikan tidak kunjung berpindah kepemilikan sebagaimana kesepakatan awal. Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polres Sidrap pada Maret 2026.

      Dalam proses penyelidikan, penyidik menemukan adanya aliran dana hasil transaksi yang diduga dibagi kepada dua tersangka. Andi Rusdi disebut menerima sekitar Rp250 juta, sedangkan H. Abidin menerima Rp50 juta.

      Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan transaksi lahan bernilai besar dan diduga dilakukan terhadap objek tanah yang masih bermasalah secara hukum.

      Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Sidrap masih terus mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut. (*)

    7. Kasat Reskrim Polres Sidrap Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Pelapor FR Sesuai SOP

      Kasat Reskrim Polres Sidrap Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penipuan Pelapor FR Sesuai SOP

        SIDRAP. KN— Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Welfrick, Menjawab isu adanya Permintaan sesuatu oleh Penyidik dan tidak transparan dalam penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan yang dilaporkan oleh Sdri. FR alias SK pada 12 September 2025. Welfrick menjelaskan perkara tersebut telah dihentikan melalui mekanisme gelar perkara karena dinilai tidak memiliki cukup bukti. Hasil penghentian penyelidikan itu juga telah disampaikan kepada pelapor melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

        “Perkara tersebut telah kami hentikan penyelidikannya melalui mekanisme gelar perkara karena tidak cukup bukti. SP2HP juga telah kami berikan kepada pelapor dan kami arahkan untuk membuat laporan polisi baru. Isu yang sengaja disebar tidak ada kaitannya dengan proses penanganan perkara” ujarnya.

        Terkait laporan baru yang telah diterima, Welfrick menegaskan bahwa penyidik masih melakukan proses penyelidikan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku dengan mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2019. “Laporan telah kami terima dan diterbitkan STPL. Saat ini proses penyelidikan masih berjalan dan penyidik terus melakukan pengumpulan alat bukti,” jelasnya.

        Ia juga menegaskan bahwa SP2HP hanya diberikan kepada pelapor atau kuasa hukum yang sah. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pelapor maupun kuasa hukumnya yang secara resmi meminta perkembangan perkara tersebut. “Beberapa pihak diluar pelapor dan kuasa hukumnya sempat meminta dokumen tersebut dengan mengatasnamakan kepentingan tertentu. Namun kami hanya melayani pihak yang memiliki hak sesuai prosedur,” katanya.

        Disisi lain saat ini penyidik Sat. Reskrim Polres Sidrap juga tengah serius menangani Belasan laporan polisi dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terlapornya adalah sdri. FR als. SK dengan total kerugian yang di alami oleh pelapor secara keseluruhan mencapai Ratusan Juta Rupiah . “Dari belasan laporan para pelapor mengaku mengalami kerugian yang bervariasi namun jika di kalkulasikan berdasarkan LP yang kami terima mencapai Ratusan Juta,  Namun hal tersebut perlu kami dalami lebih lanjut. Termasuk di dalamnya  beberapa LP yang telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk segera kami tingkatkan ke tahap penyidikan” sambung Welfrick

        Di akhir keterangannya, AKP Welfrick menegaskan bahwa apabila terdapat dugaan oknum penyidik bertindak diluar aturan, pihak yang merasa dirugikan dipersilahkan melapor melalui jalur resmi Propam Polri. “Jika memang ada pihak yang merasa dirugikan terkait dugaan permintaan dana maupun fasilitas tertentu, silahkan melaporkannya kepada Propam untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya.

      1. Resmikan dan Uji Coba JIAT, Syaharuddin Alrif: Solusi Konkret Petani

        Resmikan dan Uji Coba JIAT, Syaharuddin Alrif: Solusi Konkret Petani

        SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri peresmian sekaligus uji pengaliran Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Program Instruksi Presiden (Inpres) di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Selasa (12/5/2026).

        Kegiatan ini dirangkaikan dengan serah terima JIAT dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap.

        Syaharuddin menyampaikan apresiasi atas pembangunan delapan unit JIAT yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidrap. Ia menilai fasilitas ini merupakan solusi konkret bagi petani, khususnya yang mengelola lahan sawah tadah hujan.

        “Terima kasih kepada BBWS yang telah membangun delapan unit JIAT di Sidrap. Program ini sangat bermanfaat karena persoalan air yang selama ini menjadi kendala utama petani kini mulai teratasi,” ujar Syaharuddin.

        Dengan optimalnya pengairan melalui JIAT, Bupati Sidrap menetapkan target strategis bagi sektor pertanian setempat. Ia mendorong implementasi program IP300 (tiga kali tanam dalam setahun) dengan target produktivitas mencapai 10 ton per hektare.

        “Kami ingin produksi pertanian meningkat. Program IP300 harus berjalan, dan target 10 ton per hektare harus dapat dicapai oleh para petani,” tegasnya.

        Selain ketersediaan air, ia menekankan pentingnya penggunaan benih yang seragam serta kekompakan petani dalam mengatur pola tanam guna memaksimalkan hasil panen.

        Di hadapan para petani, Syaharuddin juga menyinggung stabilitas harga gabah yang saat ini berada di angka Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram. Ia berkomitmen bahwa pemerintah daerah akan terus memantau pasar agar harga tetap menguntungkan bagi produsen.

        “Kami berkomitmen menjaga masyarakat dan petani Sidrap dari berbagai permasalahan. Insya Allah, kesejahteraan petani akan terus kami perjuangkan,” tambahnya.

        Sementara itu, PPK Pendayagunaan Air Tanah BBWS Pompengan Jeneberang, Trisno Widodo, menjelaskan pembangunan sumur JIAT ini memang diprioritaskan untuk kawasan tadah hujan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat perdesaan.

        Acara tersebut diakhiri dengan peninjauan langsung sumur JIAT oleh Bupati beserta rombongan, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para petani mengenai kondisi pengairan di lapangan.

        Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Sekretaris Dinas Pertanian Suriyanto, Camat Kulo Arisal Asad, serta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

      2. Pantau Progres, Bupati Syaharuddin Alrif Pimpin Rakor Evaluasi Koperasi Merah Putih

        Pantau Progres, Bupati Syaharuddin Alrif Pimpin Rakor Evaluasi Koperasi Merah Putih

        SIDRAP.KN—Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Koperasi Merah Putih tingkat kelurahan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidrap, Jalan Daeng Lanto Pasewang, Kelurahan Pangkajene, Senin malam (11/5/2026).

        Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nurkanaah, Dandim 1420 Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, Kajari Adhy Kusumo Wibowo, Sekda Andi Rahmat Saleh, serta jajaran perwakilan Forkopimda lainnya. Hadir pula Kepala Kantor Pertanahan Sidrap Taufik, para kepala OPD, camat, lurah se-Kabupaten Sidrap, babinsa, hingga pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

        Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa rakor tersebut bertujuan untuk memantau sejauh mana progres perkembangan Koperasi Merah Putih di wilayah kelurahan sebelum berlanjut ke tingkat desa.

        “Koperasi Merah Putih ini merupakan program prioritas Presiden. Oleh karena itu, kita harus memberikan dukungan penuh secara bersama-sama,” ujar Syaharuddin. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena hasil koordinasi malam itu menunjukkan pencapaian yang melebihi target persiapan pembangunan.

        ​Sementara itu, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf. Andi Zulhakim Asdar, memaparkan berdasarkan agenda nasional, pada 16 Mei 2026, Presiden Prabowo direncanakan meresmikan 1.000 titik Koperasi Merah Putih yang terfokus di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selanjutnya, pada 1 Agustus 2026, ditargetkan sebanyak 35.000 titik akan diresmikan secara serentak di seluruh Indonesia.

        Ia selanjutnya ​mengungkapkan, Kabupaten Sidrap ditargetkan menyumbang sebanyak 39 titik. Saat ini, 31 lokasi sudah siap, di mana 6 titik di antaranya telah rampung 100 persen, termasuk di Desa Buntu Buangin. Sementara untuk wilayah Betao, progresnya sudah mencapai 95 persen.

        ​​”Kami masih membutuhkan 7 lokasi tambahan agar mencapai target 39 titik. Kami sangat berharap kepada rekan-rekan Lurah dan Camat untuk bersinergi mencari lokasi sisa tersebut demi menyukseskan program pemerintah pusat dalam memeratakan ekonomi, khususnya di Sidenreng Rappang,” harap Dandim.

        Dandim selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan fisik menegaskan telah menginstruksikan jajaran Danramil dan Babinsa untuk bekerja ekstra. Ia juga mengapresiasi respons positif Bupati yang telah memfasilitasi ruang diskusi bagi seluruh pihak.

      3. Mahasiswa Polbangtan Gowa Ubah Limbah Batang Pisang Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

        Mahasiswa Polbangtan Gowa Ubah Limbah Batang Pisang Jadi Pupuk Organik Cair di Desa Teppo

        SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar batang pisang di Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di kelompok tani (Poktan) Mamminasae dengan pengurus kelompok, Abd. Basit, sebagai tuan rumah kegiatan.Senin, 11/5/2026.

        Pelaksanaan kegiatan ini turut didampingi oleh Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Bapak Mursalim, S.Pt, serta Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP.Kehadiran para pendamping pertanian tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna bagi petani.

        Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Polbangtan Gowa memberikan edukasi kepada para petani mengenai manfaat batang pisang yang selama ini sering dianggap limbah, padahal memiliki kandungan unsur hara yang tinggi dan dapat diolah menjadi pupuk organik cair.

        Batang pisang diketahui mengandung unsur N, P, dan K, terutama kalium yang sangat baik untuk merangsang pembungaan dan pembuahan tanaman. Selain itu, batang pisang juga memiliki hormon tumbuh alami seperti giberelin dan sitokinin yang membantu pertumbuhan tunas dan akar tanaman, serta mikroorganisme alami yang mampu mempercepat penguraian bahan organik di tanah.

        Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memperagakan secara langsung cara pembuatan POC batang pisang sederhana dengan menggunakan bahan-bahan seperti batang pisang segar, gula merah atau molase, air cucian beras atau air kelapa, serta EM4 sebagai aktivator fermentasi.

        Proses pembuatannya dimulai dengan mencacah batang pisang hingga halus, kemudian mencampurkan seluruh bahan ke dalam ember atau jerigen untuk difermentasi selama 14 hingga 21 hari di tempat teduh. POC yang telah jadi ditandai dengan aroma asam segar seperti tape dan warna coklat tua.

        Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, S.Pt, mengapresiasi semangat mahasiswa Polbangtan Gowa yang menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi petani.

        “Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengajarkan petani memanfaatkan bahan yang ada di sekitar menjadi pupuk organik yang murah, ramah lingkungan, dan bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanaman,” ujarnya.

        Sementara itu, Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, berharap inovasi pembuatan POC ini dapat terus dikembangkan oleh kelompok tani sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

        POC batang pisang ini dinilai sangat cocok diaplikasikan pada tanaman cabai, tomat, terong, hingga tanaman buah karena kandungan kaliumnya yang tinggi mampu membantu meningkatkan kualitas buah agar lebih manis dan tahan simpan.(*)