x

Petani Baula Diajari Cara Membuat Pestisida Nabati Daun Pepaya oleh Mahasiswa Polbangtan Gowa

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 03:17 0 11 Jumadi

SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan pengetahuan petani dengan berbagi teknik pengendalian hama pelipat daun menggunakan pestisida nabati berbahan daun pepaya di Kelurahan Baula, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus kelompok tani dan turut didampingi Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, serta Penyuluh Pertanian Kelurahan Baula, Namira, S.Pt. Para petani diberikan pemahaman mengenai cara membuat hingga mengaplikasikan pestisida nabati secara tepat dan aman untuk tanaman.

Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa hama pelipat daun yang sering menyerang tanaman padi, cabai, dan sayuran berasal dari keluarga Cnaphalocrocis medinalis. Hama tersebut menggulung daun untuk berlindung, lalu mengikis bagian hijau daun hingga hanya menyisakan tulang daun.

“Daun pepaya efektif digunakan sebagai pestisida nabati karena mengandung enzim papain, alkaloid karpain, dan senyawa saponin yang bersifat racun kontak, racun lambung, sekaligus penolak hama,” jelas salah satu mahasiswa saat memberikan materi kepada petani.

Mereka juga memaparkan cara kerja pestisida nabati daun pepaya, di antaranya sebagai racun lambung yang mengganggu sistem pencernaan ulat ketika memakan daun yang telah disemprot, racun kontak yang mampu mengiritasi tubuh ulat, hingga penolak makan dan bertelur bagi ngengat dewasa.

Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan proses pembuatan larutan pestisida nabati menggunakan 1 kilogram daun pepaya tua, 10 liter air, dan satu sendok makan sabun cuci piring sebagai bahan perekat dan penyebar. Daun pepaya ditumbuk halus, kemudian direndam selama 12 hingga 24 jam sebelum disaring dan siap digunakan.
Petani juga diberikan arahan mengenai teknik aplikasi di lapangan.

Penyemprotan dianjurkan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 karena hama lebih aktif pada malam hari dan sinar ultraviolet di siang hari dapat merusak senyawa aktif pada larutan.

Selain itu, mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati memiliki sejumlah kelebihan, seperti bahan mudah didapat, biaya murah, aman bagi musuh alami hama, serta tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen. Meski demikian, penggunaannya perlu dilakukan secara rutin karena daya bunuhnya lebih lambat dibanding pestisida kimia sintetis.

Untuk meningkatkan efektivitasnya, larutan daun pepaya juga dapat dicampur dengan bahan alami lain seperti daun sirsak, bawang putih, dan lengkuas agar memiliki daya bunuh dan perlindungan yang lebih luas terhadap hama maupun penyakit tanaman.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Polbangtan Gowa berharap petani semakin memahami pentingnya pengendalian hama ramah lingkungan serta mampu menerapkan sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post

[sureforms id='2715']

x