Penulis: Jumadi

  • Konsolidasi di Sidrap, KJI Sulsel Fokus Program Realistis

    Konsolidasi di Sidrap, KJI Sulsel Fokus Program Realistis

    SIDRAP. KN— Organisasi boleh besar, tapi kerja harus realistis. Itu nada yang mengemuka dalam rapat konsolidasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026), di Cafe Marza.

    Rapat dipimpin Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, didampingi Sekretaris Muh Tohir dan Bendahara Ersan. Seluruh pengurus hadir. Agenda utamanya: memanaskan mesin organisasi jelang Pra Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I tahun 2026.

    Dalam arahannya, Edy menyampaikan pesan langsung dari Ketua Umum KJI Pusat, Andarizal. Intinya sederhana, tapi sering diabaikan: jangan muluk.

    “Tidak perlu banyak program kalau tidak bisa dieksekusi. Dua program dalam satu bidang sudah cukup, asal jalan,” kata Edy, mengutip arahan tersebut.

    Kalimat itu seperti rem bagi kecenderungan organisasi yang kerap “gemuk di rencana, kurus di pelaksanaan”. KJI Sulsel memilih jalur sebaliknya: sedikit program, tapi terukur.

    Rakerwil sendiri belum dipastikan lokasinya. Namun waktunya sudah mengerucut: setelah Idul Adha. Artinya, waktu persiapan tidak panjang. Konsolidasi harus cepat, keputusan harus tegas.

    Dalam rapat itu juga ditetapkan struktur panitia. Andi Indera Dewa ditunjuk sebagai ketua, dengan Abd Azis sebagai sekretaris dan Husain sebagai bendahara. Komposisi ini diharapkan bisa langsung bekerja tanpa banyak penyesuaian.

    Namun pembahasan tidak berhenti di agenda Rakerwil.

    Ada isu lain yang tak kalah penting: identitas dan infrastruktur organisasi. Pengadaan Kartu Tanda Anggota (KTA) mulai dimatangkan. Begitu juga rencana sekretariat—sesuatu yang sering dianggap sepele, tapi krusial sebagai pusat aktivitas.

    Lebih jauh, KJI Sulsel juga mulai mendorong pembentukan pengurus di tingkat kabupaten/kota. Ini langkah ekspansi. Tapi sekaligus ujian: apakah organisasi mampu tumbuh tanpa kehilangan kontrol dan kualitas.

    Rapat ini memberi satu sinyal: KJI Sulsel sedang berbenah. Bukan dengan gebrakan besar, tapi dengan langkah-langkah yang lebih terukur.

    Karena dalam organisasi, yang menentukan bukan seberapa besar rencana dibuat—tapi seberapa jauh rencana itu benar-benar dijalankan. (*)

  • Kesempatan Emas! Audisi D’Academy 8 Digelar di Sidrap, Generasi Muda Siap Unjuk Bakat

    Kesempatan Emas! Audisi D’Academy 8 Digelar di Sidrap, Generasi Muda Siap Unjuk Bakat

    SIDRAP.KN—Kesuksesan fenomenal D’Academy_yang terus menguat dari musim ke musim semakin mengukuhkan posisi Indosiar sebagai Home of Talent Search. Kini, Indosiar kembali bersiap menjaring talenta dangdut muda berbakat melalui audisi D’Academy 8 (DA8).

    Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan audisi offline DA8. Yang istimewa, audisi di Bumi Nene Mallomo ini akan dihadiri langsung oleh juara D’Academy musim ke-5, Selfi Yamma, yang didapuk sebagai juri. Turut memeriahkan, Andi Syaqirah, finalis D’Academy 7 asal Sulawesi Selatan, juga akan hadir sebagai bintang tamu.

    Kehadiran dua bintang jebolan Indosiar tersebut dipastikan akan menambah semarak sekaligus motivasi bagi para peserta audisi di Sidrap. Selfi Yamma dan Andi Syaqirah diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi talenta muda daerah untuk berani menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung D’Academy 8.

    Jadwal audisi DA8 di Sidrap hari Sabtu (25/4/2026) di lobby kantor bupati Sidrap kompleks SKPD jalan Harapan Baru, kelurahan Batu lappa, kecamatan Watang Pulu

    Audisi offline DA8 di Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi kesempatan emas bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki bakat menyanyi dangdut, untuk mewujudkan mimpi menjadi bintang.

  • Siap Audisi DA8 Indosiar, Nhiken Janji Beri Kejutan Untuk Sidrap

    Siap Audisi DA8 Indosiar, Nhiken Janji Beri Kejutan Untuk Sidrap

    Sidrap,KN — Jangan lihat usianya.

    Baru 16 tahun.

    Tapi kalau soal prestasi, Nhiken Anjhany sudah nggak bisa dianggap remeh.

    Siswi kelas 1 SMA Negeri 2 Pangsid ini bukan cuma hobi nyanyi.

    Ia sudah terbukti.

    Di panggung lomba.

    Dan hasilnya konsisten: juara.

    Sejak beberapa tahun terakhir, nama Nhiken mulai sering muncul di berbagai ajang vokal tunggal di Sidrap.

    Bukan sekadar ikut.

    Tapi pulang bawa gelar.

    Di momen 17 Agustus 2023, ia keluar sebagai juara 1 vokal tunggal.

    Lanjut lagi, ia juga meraih juara 1 vokal tunggal di ajang tingkat MAN Baranti.

    Belum berhenti.

    Di Bulan Bahasa 2024, Nhiken meraih juara 2.

    Tahun berikutnya, 2025, ia comeback—langsung juara 1.

    Di ajang yang sama.

    Konsistensi yang jarang dimiliki anak seusianya.

    Tak hanya itu, ia juga pernah meraih juara 2 vokal tunggal di tingkat Kementerian Agama Kabupaten Sidrap.

    Artinya satu:

    Nhiken bukan “penyanyi coba-coba”.

    Ia sudah terbiasa dengan panggung.

    Sudah terbiasa dengan tekanan.

    Dan sudah terbukti bisa bersaing.

    Karena itu, ia janji beri kejutan untuk Sidrap, di ajang DA8 tahun ini.

    Di balik semua itu, ada satu sosok penting: ayahnya, Harianto.

    Support-nya total.

    “Selama itu positif, saya pasti dukung. Dia memang punya bakat di situ,” kata Harianto.

    Bagi Nhiken, dukungan itu bukan sekadar kata-kata.

    Tapi energi.

    Yang bikin dia berani tampil.

    Berani kalah.

    Dan berani menang.

    Ditambah lagi, ia punya idola yang jadi arah.

    Sosok Selvi Yamma.

    Dari situlah ia belajar.

    Dan pelan-pelan, membentuk karakter suaranya sendiri.

    Sekarang, Nhiken bukan lagi sekadar anak yang suka nyanyi.

    Ia sudah naik level.

    Dari hobi… jadi prestasi.

    Dari latihan… jadi pembuktian.

    Dan kalau konsistensi ini terus dijaga—

    Bukan tidak mungkin, panggung yang lebih besar tinggal menunggu waktu.

  • Persiapan Audisi DA8 Rampung, Atribut Promosi Terpasang di Titik Strategis

    Persiapan Audisi DA8 Rampung, Atribut Promosi Terpasang di Titik Strategis

    SIDRAP.KN— Persiapan pelaksanaan audisi Dangdut Academy 8 (DA8) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus dimatangkan. Sejak Selasa (21/4/2026), pemasangan berbagai alat peraga promosi seperti umbul-umbul, baliho, dan banner mulai dilakukan dan ditargetkan rampung secara serentak pada Rabu (22/4/2026).

    Pemasangan atribut promosi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Umum, dengan memastikan seluruh perlengkapan terpasang di sejumlah titik strategis. Dari pantauan di lapangan, umbul-umbul serta materi video promosi telah terpasang di sepanjang jalan poros hingga akses masuk ke beberapa kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

    Koordinasi intensif antara Kabag Umum dan Ilham Junaidi selaku Liaison Officer (LO) Audisi DA8 memastikan seluruh proses pemasangan atribut promosi selesai tepat waktu. Tidak hanya itu, kesiapan akomodasi, termasuk hotel untuk rombongan kru dan artis dari Indosiar, juga telah dipastikan siap digunakan.

    Rencananya, rombongan kru Indosiar akan tiba di Makassar pada Kamis pagi (23/4/2026) dan selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Sidrap. Selama kegiatan berlangsung, rombongan akan didampingi langsung oleh Ilham Junaidi.

    Sementara itu, kondisi jalur di sekitar kawasan perkantoran SKPD dilaporkan dalam keadaan aman dan lancar, sehingga mendukung mobilisasi serta kelancaran aktivitas selama pelaksanaan audisi.

    Dengan rampungnya berbagai persiapan tersebut, pelaksanaan audisi DA8 di Sidrap diharapkan dapat berlangsung sukses, tertib, dan meriah. (*)

  • Saluran Irigasi Dipenuhi Sampah, Petani Tanrutedong Minta Penanganan Serius

    Saluran Irigasi Dipenuhi Sampah, Petani Tanrutedong Minta Penanganan Serius

    SIDRAP.KN—Warga dan petani di Kelurahan Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, mengeluhkan tumpukan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang menumpuk di saluran irigasi dan area persawahan, Rabu, 22/4/2026.Berita Lokal

    Kondisi tersebut dinilai telah berlangsung lama dan hingga kini belum mendapat solusi dari pemerintah setempat.

    Salah seorang petani, Udin, mengatakan persoalan sampah ini sudah terjadi bertahun-tahun. Warga dan petani terpaksa melakukan gotong royong secara untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran air.

    “Masalah sampah ini sudah lama sekali, tapi sampai sekarang belum ada solusi dari pemerintah. Kami banyak selalu gotong royong membersihkan, tapi tidak lama kemudian sampah menumpuk lagi,” ujarnya.

    Menurut Udin, salah satu penyebab utama menumpuknya sampah adalah adanya pipa besar yang melintang di saluran irigasi. Pipa tersebut membuat sampah plastik dan limbah rumah tangga mudah tersangkut sehingga aliran air menjadi terhambat.

    Akibatnya, debit air meningkat, sampah semakin banyak menumpuk dan berpotensi meluap ke area persawahan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada tanaman serta mengganggu produktivitas petani.

    Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi permanen, termasuk penanganan pipa yang melintang di saluran irigasi serta pengangkutan sampah secara rutin. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perhatian serius agar persoalan yang telah berlangsung lama ini tidak terus berulang.

    Warga dan petani berharap langkah cepat dapat diambil sehingga saluran irigasi kembali lancar dan aktivitas pertanian di Kelurahan Tanrutedong dapat berjalan normal tanpa gangguan tumpukan sampah.(*)

  • Tiga Inovasi Unggulan Puskesmas Empagae Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    Tiga Inovasi Unggulan Puskesmas Empagae Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

    SIDRAP. KN— Puskesmas Empagae kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui tiga inovasi unggulan yang kini menjadi representasi upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

    Ketiga inovasi tersebut masing-masing menyasar persoalan kesehatan prioritas, mulai dari stunting, kesehatan mata anak, hingga pemantauan kehamilan.

    Inovasi pertama bertajuk MACENNING (Mari Cegah Stunting) yang digagas oleh Kepala Puskesmas Empagae, Sri Rahayu Sultan, SKM., M.Kes.

    Program ini berfokus pada penanganan stunting melalui pemetaan balita secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui MACENNING, data balita stunting dikumpulkan secara detail untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

    Selanjutnya, inovasi Edu-Vision yang diinisiasi oleh Wawan Setiawan, S.Kep., Ns, hadir sebagai solusi dalam meningkatkan kesadaran serta deteksi dini gangguan penglihatan pada anak sekolah. Program ini tidak hanya melakukan pemeriksaan visus, tetapi juga mengedukasi siswa tentang kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan mata, seperti penggunaan gadget yang bijak dan pentingnya pencahayaan saat belajar.

    Sementara itu, inovasi ketiga adalah SAR-WIROSAKTI (Sistem Wajib Registrasi & Observasi Kehamilan Terintegrasi) yang dikembangkan oleh Bidan Nur Hidayah, S.ST. Inovasi ini menjadi terobosan dalam meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil (K1 hingga K6) melalui sistem berbasis barcode.

    SAR-WIROSAKTI juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dokter praktik, klinik swasta, dan apotek, sehingga seluruh ibu hamil dapat terpantau sejak awal kehamilan hingga persalinan tanpa ada yang terlewat.

    Ketiga inovasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Empagae.

    Selain itu, inovasi-inovasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tingkat pertama terus berbenah dan berinovasi demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.(*)

  • Permudah UMKM, Inovasi ‘MALOMO’ Wujudkan Izin Pangan Cepat dan Gratis

    Permudah UMKM, Inovasi ‘MALOMO’ Wujudkan Izin Pangan Cepat dan Gratis

    SIDRAP.KN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidenreng Rappang kembali mengambil terobosan strategis dalam transformasi pelayanan publik. Melalui inovasi bertajuk “MALOMO”, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini mudah memperoleh izin edar Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT).

    Bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan lambatnya proses administrasi yang selama ini dikeluhkan oleh pelaku usaha industri rumah tangga pangan.

    Dalam bahasa Bugis, “Malomo” berarti “mudah”. Nama ini bukan sekadar singkatan, melainkan manifestasi dari enam pilar utama pelayanan:
    • Melayani percepatan izin.
    • Amanah dan praktis dalam prosesnya.
    • Langsung jadi (cepat).
    • Olahan pangan industri rumah tangga sebagai fokus utama.
    • Mudah persyaratannya.
    • Ongkosnya gratis (tanpa pungutan biaya).

    Perwakilan Tim Inovator Dinkes Sidrap, Yayu Permatasari, menjelaskan dengan adanya program “MALOMO”, hambatan prosedural yang dulunya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dengan lebih singkat dan transparan.

    “Kami ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Dengan izin edar yang legal dan mudah didapatkan, produk olahan pangan khas Sidrap kini memiliki daya saing lebih tinggi untuk menembus pasar modern maupun pasar luar daerah,” ujar Yayu, Selasa (21/4/2026).

    Sementara itu, kerja sama strategis Dinkes Sidrap dengan Bapperida merupakan langkah krusial untuk memastikan inovasi ini memiliki dasar riset yang kuat dan keberlanjutan jangka panjang. Sinergi itu membawa perubahan signifikan pada sektor pelayanan publik.

    Jika sebelumnya waktu pengurusan memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu dengan prosedur yang rumit dan berbelit serta adanya potensi biaya tambahan, kini setelah adanya MALOMO, pelayanan berubah menjadi langsung jadi dan praktis.

    Selain itu, prosedur yang dulunya memiliki aksesibilitas terbatas kini menjadi lebih terbuka dan didampingi, dengan jaminan gratis 100 persen. Melalui inovasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidrap membuktikan bahwa birokrasi tidak selamanya harus kaku.

  • Semangat Kartini Hidup dalam Sosok Mangiri Timpa, “Srikandi Fogging” dari Sidrap

    Semangat Kartini Hidup dalam Sosok Mangiri Timpa, “Srikandi Fogging” dari Sidrap

    SIDRAP.SG— Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia mengenang jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan.

    Semangat perjuangan Kartini yang memperjuangkan kesetaraan dan kesempatan bagi perempuan kini terus hidup dalam berbagai sosok inspiratif di tanah air, termasuk di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Salah satu figur perempuan yang mencerminkan nilai-nilai emansipasi tersebut adalah Mangiri Timpa, S.Kep., Ns. Ia merupakan seorang ibu dari dua anak yang dikenal tangguh dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya di bidang kesehatan. Di wilayah kerjanya, Mangiri mampu melampaui batas dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa berperan aktif di berbagai lini, termasuk dalam tugas-tugas lapangan yang menantang.

    Di lingkungan tempatnya bekerja, Mangiri bahkan mendapat julukan “Srikandi Fogging” dari Plt. Kepala Dinas, Ishak Kenre. Julukan ini disematkan karena keahliannya dalam mengoperasikan fogging sebagai salah satu upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski pekerjaan tersebut identik dengan tenaga laki-laki, Mangiri menunjukkan kemampuan dan keberanian yang luar biasa.

    Prestasinya tidak berhenti di situ. Pada tahun 2025, Mangiri berhasil meraih penghargaan sebagai Pengelola DBD Terbaik dari 14 puskesmas se-Kabupaten Sidrap. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

    Yang membuat kisahnya semakin inspiratif adalah semangat belajarnya yang tak pernah padam. Mangiri merupakan perempuan pertama dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana. Baginya, menjadi perempuan berarti terus bertumbuh, belajar, dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

    Semangat Kartini yang terus menyala dalam diri Mangiri diharapkan dapat menginspirasi perempuan lainnya, khususnya di Sidrap, untuk terus berkarya dan berkontribusi.

    Harapannya, Sidrap akan terus melahirkan perempuan-perempuan cerdas, kuat, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat luas.

  • Pengecer Pupuk di Pajalele Imbau Petani Segera Tebus Pupuk Subsidi untuk MT2

    Pengecer Pupuk di Pajalele Imbau Petani Segera Tebus Pupuk Subsidi untuk MT2

    SIDRAP.KN— Pengecer pupuk di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengimbau para petani kebun dan sawah agar segera menebus pupuk bersubsidi di kios resmi.

    Imbauan ini disampaikan menyusul ketersediaan stok pupuk yang kini telah tersedia dan siap disalurkan kepada petani.
    Pemilik UD Reskysyah Tani, Sitti Aisyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa petani yang belum menebus pupuknya.

    “Kami berharap para petani segera menebus pupuknya di kios, karena stok sudah tersedia. Jangan sampai terlambat, apalagi saat ini sudah memasuki musim tanam,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa untuk menebus pupuk bersubsidi, petani harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), membawa KTP asli, serta telah terdaftar dalam aplikasi iPubers.

    Menurutnya, langkah pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani patut diapresiasi. Upaya tersebut dinilai berhasil mengatasi kelangkaan pupuk yang sebelumnya kerap dikeluhkan.

    “Sekarang pupuk sudah tidak kosong lagi di kios atau pengecer. Ini bukti bahwa pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan petani,” tambahnya.

    Dengan ketersediaan pupuk yang mencukupi, diharapkan para petani dapat segera memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjang produktivitas pertanian, khususnya pada musim tanam MT2 tahun ini.(*)

  • Wabup Nurkanaah Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Sidrap di Musrenbang Sulsel

    Wabup Nurkanaah Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Sidrap di Musrenbang Sulsel

    MAKASSAR.KN—Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, memaparkan strategi dan program unggulan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sidrap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026, Senin (20/4/2026).

    Musrenbang tematik ini mengusung agenda Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulsel tahun 2027, berlangsung di Kantor Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar.

    Acara dipimpin Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman mewakili Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Sulawesi Selatan. Hadir para wakil bupati dan wakil wali kota selaku ketua TKPK di wilayah masing-masing, beserta jajaran perangkat daerah terkait.

    Pada kesempatan tersebut, Nurkanaah menuturkan penurunan angka kemiskinan di Sidrap hingga mencapai 4,91 persen merupakan buah kerja kolektif dan konsistensi program pro-rakyat di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif.

    Beberapa faktor kunci keberhasilan tersebut meliputi peningkatan hasil pertanian, pertumbuhan ekonomi yang melesat, serta program perlindungan sosial yang tepat sasaran.

    Ia selanjutnya memaparkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dinilai tepat sasaran. Salah satunya program bantuan itik bagi masyarakat yang tinggal di pesisir danau.

    “Program ini memanfaatkan potensi lokal yang ada, di mana eceng gondok dan ikan sapu-sapu diolah menjadi pakan itik. Langkah ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi lebih,” ujar Nurkanaah.

    Ia menambahkan bahwa program ini memiliki dampak sosial yang signifikan, terutama dalam memberdayakan perempuan dan ibu rumah tangga. “Ketika suami mereka pergi menangkap ikan, para istri di rumah kini memiliki aktivitas produktif melalui pengelolaan budi daya itik ini,” jelasnya.

    Selain program tersebut, Nurkanaah juga memaparkan program “Bermalam di Desa”. Menurutnya, program ini menjadi kunci untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta upaya konkret dalam membuka akses jalan di desa-desa.

    Ia juga menjelaskan sinergi Pemerintah Kabupaten Sidrap dengan pihak lain, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan para pengusaha, dalam memberikan modal usaha secara langsung kepada masyarakat kurang mampu.

    Nurkanaah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya dalam menekan angka kemiskinan melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

    “Melalui forum ini, kita berharap lahir kebijakan yang lebih terarah dan terintegrasi, sehingga upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sidrap dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan itu, Nurkanaah mengikuti seluruh rangkaian agenda, mulai dari pemaparan kebijakan penanggulangan kemiskinan, diskusi kelompok berdasarkan sektor, hingga penyusunan rencana aksi tahunan yang terintegrasi antardaerah.

  • Diteror Penelpon Misterius, Owner Palekko 55 Sidrap Ngaku Diancam Oknum Mengaku Intel Korem

    Diteror Penelpon Misterius, Owner Palekko 55 Sidrap Ngaku Diancam Oknum Mengaku Intel Korem

    SIDRAP. KN— Seorang pria yang mengaku sebagai oknum intel dari Korem inisial IR diduga melakukan aksi teror melalui sambungan telepon terhadap pemilik usaha kuliner Palekko 55 di Tanru Tedong, Kabupaten Sidenreng Rappang.

    Peristiwa tersebut diungkap langsung oleh Hamka, owner Palekko 55 Tanru Tedong, saat ditemui di sebuah warung kopi di wilayah Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Senin, 20 April 2026.

    Menurut Hamka, kejadian bermula pada Minggu sore ketika dirinya menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Penelpon itu mengaku sebagai intel Korem dan berbicara dengan nada yang dianggap mengandung ancaman.

    “Kemarin sore ada yang telepon mengaku intel Korem. Nada bicaranya mengancam, bilang ‘tidak mu kenal ka? Saya anggotanya pak dewan. Tunggu mi besok-besok,’” ungkap Hamka.

    Ia menambahkan, penelpon misterius tersebut tidak hanya sekali menghubunginya, melainkan hingga dua kali dengan pola komunikasi serupa yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

    Hamka mengaku heran karena dirinya tidak pernah memiliki komunikasi atau persoalan sebelumnya dengan pihak yang menghubunginya tersebut.

    “Saya tidak tahu apa salah saya. Tiba-tiba saja ada telepon dengan nada ancaman seperti itu,” katanya.

    Merasa terintimidasi, Hamka menegaskan tidak akan tinggal diam. Ia berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, termasuk Propam, agar dapat ditindaklanjuti.

    Menurutnya, tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi berulang dan meresahkan.

    “Kalau dibiarkan, bisa saja dia terus mengintimidasi. Ini harus diproses,” tegasnya.

    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai identitas maupun motif penelpon misterius tersebut. (*)

  • Pengecer Pupuk di Pajalele Imbau Petani Segera Tebus Pupuk Subsidi untuk MT2

    Pengecer Pupuk di Pajalele Imbau Petani Segera Tebus Pupuk Subsidi untuk MT2

    SIDRAP.KN— Pengecer pupuk di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengimbau para petani kebun dan sawah agar segera menebus pupuk bersubsidi di kios resmi.

    Imbauan ini disampaikan menyusul ketersediaan stok pupuk yang kini telah tersedia dan siap disalurkan kepada petani.
    Pemilik UD Reskysyah Tani, Sitti Aisyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa petani yang belum menebus pupuknya.

    “Kami berharap para petani segera menebus pupuknya di kios, karena stok sudah tersedia. Jangan sampai terlambat, apalagi saat ini sudah memasuki musim tanam,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa untuk menebus pupuk bersubsidi, petani harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), membawa KTP asli, serta telah terdaftar dalam aplikasi iPubers.

    Menurutnya, langkah pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani patut diapresiasi. Upaya tersebut dinilai berhasil mengatasi kelangkaan pupuk yang sebelumnya kerap dikeluhkan.

    “Sekarang pupuk sudah tidak kosong lagi di kios atau pengecer. Ini bukti bahwa pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan petani,” tambahnya.

    Dengan ketersediaan pupuk yang mencukupi, diharapkan para petani dapat segera memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjang produktivitas pertanian, khususnya pada musim tanam MT2 tahun ini.(*)