
SIDRAP.SG— Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia mengenang jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan.

Semangat perjuangan Kartini yang memperjuangkan kesetaraan dan kesempatan bagi perempuan kini terus hidup dalam berbagai sosok inspiratif di tanah air, termasuk di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Salah satu figur perempuan yang mencerminkan nilai-nilai emansipasi tersebut adalah Mangiri Timpa, S.Kep., Ns. Ia merupakan seorang ibu dari dua anak yang dikenal tangguh dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya di bidang kesehatan. Di wilayah kerjanya, Mangiri mampu melampaui batas dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa berperan aktif di berbagai lini, termasuk dalam tugas-tugas lapangan yang menantang.
Di lingkungan tempatnya bekerja, Mangiri bahkan mendapat julukan “Srikandi Fogging” dari Plt. Kepala Dinas, Ishak Kenre. Julukan ini disematkan karena keahliannya dalam mengoperasikan fogging sebagai salah satu upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski pekerjaan tersebut identik dengan tenaga laki-laki, Mangiri menunjukkan kemampuan dan keberanian yang luar biasa.

Prestasinya tidak berhenti di situ. Pada tahun 2025, Mangiri berhasil meraih penghargaan sebagai Pengelola DBD Terbaik dari 14 puskesmas se-Kabupaten Sidrap. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Yang membuat kisahnya semakin inspiratif adalah semangat belajarnya yang tak pernah padam. Mangiri merupakan perempuan pertama dalam keluarganya yang berhasil meraih gelar sarjana. Baginya, menjadi perempuan berarti terus bertumbuh, belajar, dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Semangat Kartini yang terus menyala dalam diri Mangiri diharapkan dapat menginspirasi perempuan lainnya, khususnya di Sidrap, untuk terus berkarya dan berkontribusi.
Harapannya, Sidrap akan terus melahirkan perempuan-perempuan cerdas, kuat, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat luas.

Tidak ada komentar