
SIDRAP. KN— Puskesmas Empagae kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui tiga inovasi unggulan yang kini menjadi representasi upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

Ketiga inovasi tersebut masing-masing menyasar persoalan kesehatan prioritas, mulai dari stunting, kesehatan mata anak, hingga pemantauan kehamilan.
Inovasi pertama bertajuk MACENNING (Mari Cegah Stunting) yang digagas oleh Kepala Puskesmas Empagae, Sri Rahayu Sultan, SKM., M.Kes.
Program ini berfokus pada penanganan stunting melalui pemetaan balita secara terstruktur dan berkelanjutan. Melalui MACENNING, data balita stunting dikumpulkan secara detail untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

Selanjutnya, inovasi Edu-Vision yang diinisiasi oleh Wawan Setiawan, S.Kep., Ns, hadir sebagai solusi dalam meningkatkan kesadaran serta deteksi dini gangguan penglihatan pada anak sekolah. Program ini tidak hanya melakukan pemeriksaan visus, tetapi juga mengedukasi siswa tentang kebiasaan baik dalam menjaga kesehatan mata, seperti penggunaan gadget yang bijak dan pentingnya pencahayaan saat belajar.
Sementara itu, inovasi ketiga adalah SAR-WIROSAKTI (Sistem Wajib Registrasi & Observasi Kehamilan Terintegrasi) yang dikembangkan oleh Bidan Nur Hidayah, S.ST. Inovasi ini menjadi terobosan dalam meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil (K1 hingga K6) melalui sistem berbasis barcode.
SAR-WIROSAKTI juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dokter praktik, klinik swasta, dan apotek, sehingga seluruh ibu hamil dapat terpantau sejak awal kehamilan hingga persalinan tanpa ada yang terlewat.
Ketiga inovasi ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Empagae.
Selain itu, inovasi-inovasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tingkat pertama terus berbenah dan berinovasi demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.(*)

Tidak ada komentar