
SIDRAP. KOMPAKNEWS. My. Id– Para petani di Lingkungan III Pemantingan, Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), diliputi kekhawatiran akan ancaman gagal panen. Pasalnya, sawah mereka yang tengah memasuki masa penting, yakni saat padi mulai keluar malai, kini terancam kekeringan karena sumber air utama mengalami penurunan drastis.Rabu, 30/7/2025.

Biasanya, petani memanfaatkan air dari sungai sekitar untuk dipompa ke area persawahan. Namun kini, aliran sungai tersebut nyaris kering. “Kami harus menunggu sampai lima jam hanya untuk bisa memompa air selama sekitar sepuluh menit. Setelah itu airnya habis lagi,” ungkap Madi, salah satu petani setempat, dengan nada cemas.
Puluhan hektare sawah di daerah ini bergantung pada aliran sungai tersebut. Madi menjelaskan bahwa kondisi sungai yang dangkal dan melebar semakin memperparah situasi. “Sungai ini sudah puluhan tahun tidak pernah dikeruk. Selain dangkal, alirannya juga melebar hingga mendekati sawah warga. Jika dibiarkan, bisa-bisa bukan hanya kekeringan, tapi sawah kami juga akan rusak saat musim hujan tiba,” tambahnya.
Para petani berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama dalam bentuk normalisasi sungai. Mereka menilai pengerukan sungai menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pertanian di wilayah tersebut.

“Kami mohon agar sungai ini juga diperhatikan. Pertanian kami bergantung penuh pada air dari sungai Pemantingan,” tutup Madi.

Tidak ada komentar