
SIDRAP.KOMPAKNEWS.My.id– Sebuah momen sederhana namun sarat makna mendadak menyentuh hati banyak orang. Kapolres Sidrap, AKBP Dr Fantry Taherong, “terciduk” kamera saat membagikan paket sembako kepada seorang pemulung perempuan di pinggir jalan.

Tanpa pengawalan berlebihan, tanpa panggung, hanya ketulusan yang berbicara.
Dalam sebuah gambar Jumat, 23 Januari 2026, AKBP Dr Fantry Taherong tampak jongkok di hadapan sang pemulung yang tengah beristirahat di bawah teriknya matahari.
Dengan pakaian dinas yang masih melekat, perwira menengah Polri itu menyerahkan sembako secara langsung, sembari menundukkan badan agar sejajar, seolah ingin menegaskan bahwa kemanusiaan tidak mengenal jabatan.

Perempuan pemulung itu terlihat terdiam, matanya menatap penuh haru. Di tengah kerasnya hidup yang dijalani di jalanan, uluran tangan tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada kepedulian yang tumbuh dari hati.
Sosok AKBP Dr Fantry Taherong memang dikenal memiliki sisi humanis. Bagi perwira bergelar doktor ini, tugas sebagai anggota Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan paling bawah.
Aksi berbagi itu disebut terjadi secara spontan. Saat melintas dan melihat seorang pemulung perempuan kelelahan di pinggir jalan, AKBP Fantry memilih berhenti sejenak, menghampiri, lalu memberikan bantuan seadanya yang ia miliki. Tidak ada sorotan kamera resmi, tidak ada agenda seremonial.
“Kadang, yang dibutuhkan masyarakat bukan pidato panjang, tapi kehadiran dan kepedulian,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Momen kecil itu kini menjadi perbincangan hangat. Banyak warga menilai tindakan tersebut mencerminkan wajah Polri yang lebih dekat, hangat, dan berempati.
Di tengah rutinitas tugas yang padat, AKBP Dr Fantry Taherong menunjukkan bahwa kemanusiaan tetap harus menjadi yang utama.
Karena sejatinya, jabatan hanyalah titipan. Namun kebaikan, sekecil apa pun, akan selalu menemukan jalannya untuk hidup lebih lama di hati mereka yang menerimanya. (ibe)

Tidak ada komentar