
SIDRAP.KN— Puluhan petani di wilayah Pemantingan, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menunjukkan semangat gotong royong dengan melakukan perbaikan saluran irigasi secara swadaya. Mereka bahkan mendatangkan alat berat berupa excavator untuk melakukan pengerukan saluran yang selama puluhan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan.

Saluran irigasi tersebut merupakan satu-satunya sumber air yang mengairi persawahan masyarakat di Pemantingan. Kondisi yang rusak dan mengalami pendangkalan membuat aliran air tidak maksimal, sehingga berdampak pada produktivitas pertanian warga.
Salah seorang petani bernama Baba yang mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian bersama para petani agar lahan pertanian tetap bisa digarap dengan baik.
“Kami berinisiatif melakukan pengerukan secara swadaya supaya air bisa kembali mengalir ke sawah. Ini sudah lama sekali tidak diperbaiki,” ujarnya.

Diketahui, panjang saluran irigasi tersebut mencapai kurang lebih 3 kilometer. Namun, hingga saat ini, pengerukan yang dilakukan petani baru mencapai sekitar 500 meter, mengingat keterbatasan biaya dan sarana.
Para petani pun berharap adanya perhatian dan bantuan dari instansi terkait untuk melanjutkan perbaikan irigasi tersebut secara menyeluruh.
“Kami berharap pemerintah bisa ikut membantu memperbaiki saluran ini. Kami juga bagian dari masyarakat Sidrap yang mendukung program swasembada pangan nasional,” tambahnya.
Upaya swadaya yang dilakukan petani ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus harapan besar agar pemerintah dapat hadir memberikan solusi bagi kebutuhan dasar pertanian mereka.(MD)

Tidak ada komentar