
MAKASSAR.KOMPAKNEWS.My.id—Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Politeknik Kesehatan Makassar mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai E-Modul Stabilisasi Bayi Pasca Resusitasi di Puskesmas Minasa Upa, Kota Makassar.(Rabu-Kamis,24-25 September 2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, khususnya bidan, perawat, dan dokter yang bertugas di Puskesmas Minasa Upa, dalam menangani bayi yang telah menjalani resusitasi. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan pengetahuan mengenai prosedur stabilisasi bayi pasca resusitasi, dengan harapan dapat menurunkan angka kematian neonatal akibat asfiksia.
Kegiatan dimulai dengan pemberian pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai stabilisasi bayi pasca resusitasi. Setelah itu, para tenaga kesehatan mengikuti sosialisasi menggunakan E-Modul, yang merupakan panduan terbaru mengenai teknik stabilisasi bayi setelah resusitasi. Selain itu, tim pengabdi juga menggunakan media pendukung lainnya seperti power point dan LCD untuk mempermudah pemahaman peserta. E-Modul yang disampaikan berisi langkah-langkah yang jelas dan praktis untuk menstabilkan bayi dalam kondisi gawat darurat setelah resusitasi.
Salah satu hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, yang diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan tenaga kesehatan di Puskesmas Minasa Upa. Dengan menggunakan rumus N-Gain, didapatkan skor rata-rata 0,81, yang menunjukkan bahwa sosialisasi ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai stabilisasi bayi pasca resusitasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh 40 tenaga kesehatan, terdiri dari 2 dokter, 12 perawat, dan 26 bidan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong para peserta untuk aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan antusiasme mereka terhadap materi yang disampaikan. Materi sosialisasi yang disampaikan juga dianggap mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana dan sistematis, sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan.
Salah satu temuan penting dari kegiatan ini adalah bahwa banyak tenaga kesehatan yang sebelumnya belum sepenuhnya memahami konsep STABLE dalam penanganan bayi pasca resusitasi. Sosialisasi ini memberikan kesempatan untuk memperbarui pengetahuan mereka, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam penanganan bayi baru lahir yang mengalami asfiksia.
Sebagai penutup, Tim Pengabdian mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi Puskesmas Minasa Upa, serta mendorong penerapan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik sehari-hari. Ke depannya, diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan di puskesmas lain dengan pengembangan metode dan media yang lebih bervariasi. Program ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan kegawatdaruratan neonatal. (ersan)

Tidak ada komentar