x

Mahasiswa Polbangtan Gowa Berbagi Teknik Pengendalian Hama Tikus dengan Pesnab Bawang Putih di Desa Teppo

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 01:30 0 170 Jumadi

SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kegiatan edukasi pertanian kepada petani terkait teknik pengendalian hama tikus menggunakan pestisida nabati (pesnab) berbahan dasar bawang putih.

Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus Poktan Jompie, Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini didampingi oleh Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, serta Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu.

Dalam pemaparannya, mahasiswa Polbangtan Gowa menjelaskan bahwa bawang putih cukup ampuh digunakan untuk mengusir tikus karena mengandung senyawa allicin yang memiliki aroma menyengat sehingga membuat tikus tidak nyaman berada di area persawahan maupun gudang penyimpanan hasil panen.

Pesnab bawang putih dibuat menggunakan bahan sederhana, yakni 100 gram bawang putih, 1 liter air, dan 1 sendok makan sabun cair atau detergen sebagai perekat agar larutan dapat menempel lebih lama pada tanaman dan area yang disemprot.

Adapun cara pembuatannya dimulai dengan menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta, kemudian dicampur dengan air dan didiamkan selama 12 hingga 24 jam agar kandungan allicin keluar secara maksimal. Setelah itu larutan disaring dan ditambahkan sabun cair sebelum dimasukkan ke dalam botol semprot.

Mahasiswa juga mempraktikkan langsung beberapa metode aplikasi di lapangan, seperti menyemprot jalur aktif tikus, mengocorkan larutan ke lubang aktif, hingga membuat pagar hidup alami menggunakan bawang putih yang dibungkus kain kasa dan digantung di sekitar pematang sawah.

Menurut mereka, penggunaan pesnab bawang putih memiliki banyak kelebihan karena murah, ramah lingkungan, aman bagi predator alami seperti burung hantu, dan tidak meninggalkan residu berbahaya di tanah. Namun demikian, petani juga diingatkan bahwa metode ini bersifat mengusir sehingga perlu dilakukan secara rutin, terutama setelah hujan.

Penyuluh Pertanian Desa Teppo, Mursalim, mengapresiasi kegiatan mahasiswa Polbangtan Gowa yang dinilai mampu memberikan edukasi sederhana namun bermanfaat bagi petani dalam menghadapi serangan hama tikus secara alami dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Yanto Arbanu berharap inovasi pestisida nabati seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post

[sureforms id='2715']

x