x

Yanto Arbanu Apresiasi Mahasiswa Polbangtan Gowa Edukasi Sistem Tabela kepada Petani

waktu baca 2 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 06:18 0 115 Jumadi

SIDRAP.KN— Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap peningkatan pengetahuan petani melalui kegiatan berbagi teknik budidaya padi menggunakan Sistem Tabela (Tebar Benih Langsung) di lahan CSR (Cetak Sawah Rakyat), Desa Teppo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di rumah pengurus kelompok tani Desa Teppo dan didampingi langsung oleh Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan metode Tabela sebagai solusi tanam padi yang lebih cepat, hemat biaya, dan efisien dibanding sistem pindah tanam (tapin).
Sistem Tabela merupakan teknik menebar benih langsung ke lahan sawah yang telah diolah tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam. Metode ini dinilai mampu mempercepat masa tanam sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Mahasiswa menjelaskan beberapa jenis Tabela yang umum diterapkan, yakni Tabela Kering dengan benih ditebar di lahan kering lalu diairi, Tabela Basah menggunakan benih berkecambah pada lahan macak-macak, serta Tabela Larikan yang memanfaatkan alat larikan agar susunan tanaman lebih rapi dan memudahkan penyiangan.

Dalam pemaparannya, mahasiswa juga menjelaskan tahapan penerapan di lapangan mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih unggul, teknik penebaran, hingga pengelolaan air dan pengendalian gulma. Persiapan lahan menjadi faktor utama keberhasilan, di mana sawah harus diratakan secara sempurna agar benih tidak hanyut maupun tergenang.

Selain itu, pengendalian gulma menjadi perhatian penting dalam sistem Tabela. Petani dianjurkan melakukan pengendalian sejak awal menggunakan herbisida pra-tumbuh ataupun penyiangan mekanis agar pertumbuhan tanaman tetap optimal. Pemupukan juga perlu diperhatikan karena populasi tanaman pada sistem Tabela lebih rapat sehingga kebutuhan nitrogen lebih tinggi dibanding sistem pindah tanam.

Mahasiswa juga mengingatkan petani terhadap beberapa kendala yang sering muncul seperti serangan keong mas pada umur awal tanam, burung pipit, hingga pertumbuhan tanaman yang tidak seragam akibat kondisi lahan yang tidak rata.

Meski demikian, sistem Tabela memiliki banyak keuntungan apabila diterapkan dengan baik, di antaranya mampu menghemat biaya tenaga kerja hingga Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta per hektare, mempercepat proses tanam, mempercepat masa panen 5–7 hari lebih awal, serta menghasilkan akar tanaman yang lebih kuat dan tahan kekeringan.

Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, mengapresiasi semangat mahasiswa dalam berbagi ilmu kepada petani. Ia berharap inovasi budidaya seperti sistem Tabela dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program pengembangan lahan sawah di Kabupaten Sidrap.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post

[sureforms id='2715']

x