x

Mahasiswa Polbangtan Gowa Olah Limbah Kohe Sapi Menjadi Briket Ramah Lingkungan di Tellulimpoe

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 03:58 0 43 Jumadi

SIDRAP.KN– Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa melaksanakan kegiatan pemanfaatan limbah kotoran hewan (kohe) sapi menjadi briket ramah lingkungan di Kelurahan Baula, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung di rumah pengurus kelompok tani setempat dan mendapat pendampingan langsung dari Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, serta Penyuluh Pertanian Kelurahan Baula, Namira, S.Pt.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan peternak tentang pemanfaatan limbah ternak menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, briket dari limbah kohe sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar rumah tangga pengganti kayu maupun gas elpiji.
Dalam praktiknya, mahasiswa memperagakan secara langsung proses pembuatan briket mulai dari persiapan bahan baku hingga tahap pengeringan.

Feses sapi yang digunakan terlebih dahulu dijemur selama 3–5 hari hingga kadar air berkurang dan teksturnya tidak lengket. Setelah kering, bahan tersebut dihaluskan menjadi serbuk lalu dicampur dengan bahan perekat berupa tepung tapioka serta tambahan serbuk gergaji atau sekam padi untuk meningkatkan kualitas pembakaran.

Adonan kemudian dicetak menggunakan alat sederhana hingga berbentuk padat sebelum kembali dijemur selama beberapa hari sampai benar-benar kering. Briket yang dihasilkan mampu menyala cukup lama dengan daya tahan sekitar 1,5 hingga 2 jam untuk ukuran tertentu.

Mantri Tani Kecamatan Tellulimpoe, Yanto Arbanu, SP, mengapresiasi inovasi mahasiswa Polbangtan Gowa tersebut karena dinilai mampu menjadi solusi pengelolaan limbah ternak yang selama ini kurang dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kelurahan Baula, Namira, S.Pt, berharap kegiatan ini dapat mendorong kelompok tani dan peternak untuk mulai mengembangkan energi alternatif berbasis limbah organik yang murah dan mudah diproduksi secara mandiri.

Selain mengurangi limbah peternakan, abu sisa pembakaran briket juga masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik, sehingga memberi manfaat ganda bagi petani dan lingkungan sekitar.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post

[sureforms id='2715']

x